BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menurut Sutama (2015:43) penelitian

ANALISIS VARIANSI DUA JALAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A.Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Bandar

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan waktu Penelitian

JMP : Volume 4 Nomor 1, Juni 2012, hal

BAB III METODE PENELITIAN

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE BERBANTU KARTU MASALAH DAN THINK PAIR SHARE BERBANTU KARTU MASALAH DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL

BAB III METODE PENELITIAN

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL MIND MAPPING DAN SUPERITEM DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA

BAB IV HASIL PENELITIAN

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBASIS KOMPUTER PADA SISWA SMP KELAS VIII

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen. Menurut Sugiyono (2012: 107) menyatakan bahwa metode

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROJECT BASED LEARNING DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA

EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE JIGSAW DAN GROUP INVESTIGATIONN DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII

EKSPERIMENTASI METODE PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMP

Mahasiswa Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dosen Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Sebelas Maret Surakarta

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data 1. Data Nilai Ulangan Semester I Siswa Kelas VII Tahun Pelajaran 2014/2015 Kelas

PENELITIAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN STRATEGI JIGSAW DAN BAMBOO DANCINGSERTA MOTIVASI SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Pendidikan Matematika. Disusun Oleh: Kusmiyati Fibriana Sari

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING BERBASIS MULTIMEDIA DITINJAU DARI

LAPORAN PENELITIAN PENELITIAN KEILMUAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN DASAR (PENDAS)

NASKAH PUBLIKASI EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI NUMBERED HEAD TOGETHER DAN SNOWBALL DRILLING TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mancapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Matematika

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TAI

METODE SCHEFFE DALAM UJI KOMPARASI GANDA ANALISIS VARIANS DUA FAKTOR DENGAN INTERAKSI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY-TWO STRAY

BAB III METODE PENELITIAN. yang bersifat membandingkan. Menguji hipotesis komparatif berarti menguji

Kata Kunci: model pembelajaran, Student Teams-Achievement Divisions (STAD), Kubus dan balok

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL TWO STAY-TWO STRAY (TS-TS)DAN LEARNING TOGETHER (LT) DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA HUMANISTIK BERBASIS KONSTRUKTIVISTIK MENGGUNAKAN ICT DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Deskripsi Data

NASKAH PUBLIKASI SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Matematika

Diana Aprisinta Prodi Pendidikan Matematika STKIP PGRI NGAWI ABSTRAK

NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 PENDIDIKAN MATEMATIKA. Oleh : VERA LUSIANA A

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS PADA MATA KULIAH STATISTIKA NON PARAMETRIK

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN TALKING STICK, STAD DAN EKSPOSITORI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

Institut Agama Islam Ma arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Reza Kusuma Setyansah 1) Budiyono 2) Sutrima 3)

BAB III METODE PENELITIAN

*Keperluan korespondensi, HP: , ABSTRAK

PENGARUH PEMBELAJARAN ROLE PLAY DAN GUIDED DISCOVERY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOMPUTER DENGAN METODE STAD DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN JENIS KELAMIN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SMP NEGERI 1 PUCAKWANGI PATI TAHUN AJARAN 2012/2013

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk angkaangka,

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA

NASKAH PUBLIKASI SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Matematika

pembelajaran Examples Non Examples terhadap hasil belajar matematika, (2)

NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Matematika DEVID AGUS HARTATO

Abstrak. Kata kunci: model pembelajaran NHT, model pembelajaran TPS, fungsi, prestasi belajar matematika

BAB III METODE PENELITIAN

EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN AIR DAN RT PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA SMP NEGERI SE-KABUPATEN SRAGEN

Oleh Tri Andari Agung Prastyo Pambudi.

EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS ASSESSMENT FOR LEARNING

NASKAH PUBLIKASI EKSPERIMEN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI PROBLEM BASED LEARNING

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Penelitian ini

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan desain penelitian Jenis penelitian menurut pendekatannya adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka-angka) yang diolah dengan metode statistik (Badri, 2012;12). Sedangkan desain penelitian ini adalah eksperimen semu. Tujuan penelitian eksperimen semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol semua variabel yang relevan (Badri, 2012 : 18). Penelitian eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab akibat serta berapa besar hubungan sebab akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuanperlakuan (treatment) pada beberapa sekelompok eksperimental dan penyelidikan kontrol untuk pembanding (Masyhuri, 2009 : 37). Penelitian ini membandingkan antara kelas eksperimen, yaitu kelas yang menggunakan model pembelajaran menggunakan ilustrasi model pizza dibanding dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Selanjutnya kedua kelas dievaluasi untuk melihat perubahan yang terjadi jika ditinjau dari hasil belajar siswa. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Gondangrejo Karanganyar pada siswa kelas VIII semester genap tahun ajaran 2014/2015 yang berlokasi di Jalan Solo-Purwodadi Km 12. 2. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai bulan Maret 2015. Adapun tahap-tahap penelitiannya adalah sebagai berikut : 24

25 Tabel 3.1 Waktu perencanaan penelitian Waktu Kegiatan Nov 2014 Des 2014 Jan 2015 Feb 2015 Mar 2015 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 Perencanaan Pelaksanaan Analisis Data Penyusunan Laporan C. Populasi, sampel dan sampling 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan obyek yang akan diteliti (Tampomas, 2006 : 2). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII semester genap SMP Negeri 1 Gondangrejo tahun ajaran 2014/2015 189 siswa yang terdiri dari 93 laki-laki dan 96 perempuan. 2. Sampel Sampel adalah sebagian dari populasi yang benar-benar diteliti (Tampomas, 2006 : 2). Sampel dalam penelitian ini adalah peneliti akan mengambil siswa dari dua kelas VIII semester genap SMP Negeri 1 Gondangrejo tahun ajaran 2014/2015. Kelas yang digunakan adalah VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. 3. Sampling Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling terhadap siswa-siswa yang ada, dimana siswa-siswa tersebut homogen. Untuk menentukan siswa yang dijadikan sebagai sampel siswa-siswa tersebut diacak dari masing-masing kelas. Pada acakan tersebut, yang pertama kali berfungsi sebagai kelas eksperimen dan yang berikutnya sebagai kelompok kontrol.

26 Sebelum menghitung data hasil penelitian, selain memeriksa normalitas dan homogenitas perlu juga diadakan uji keseimbangan. Uji yang digunakan adalah uji t, yaitu : a. Hipotesis H 0 : (Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memupunyai kemampuan matematika yang seimbang sebelum perlakuan) H 1 : (Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai kemampuan matematika yang tidak seimbang sebelum perlakuan) b. Taraf Signifikansi c. Statistik Uji Dengan : Dimana : = rata-rata nilai kelas eksperimen rata-rata nilai kelas kontrol = variansi kelas eksperimen = variansi kelas kontrol jumlah siswa kelas eksperimen jumlah siswa kelas kontrol d. Daerah Kritik e. Keputusan Uji H 0 ditolak jika

27 D. Definisi Operasional Variabel Untuk pengumpulan data, dalam penelitian ini terdapat dua variabel. Variabel-variabel tersebut adalah sebagai berikut : 1. Variabel bebas Variabel bebas (independen) adalah variabel yang memberi pengaruh atau diuji pengaruhnya terhadap variabel lain (Sukmadinata, 2009 : 321). Dalam penelitian ini variabel bebas adalah strategi pembelajaran dan kemampuan penalaran siswa. a. Strategi pembelajaran 1) Definisi operasional Strategi pembelajaran adalah langkah-langkah kegiatan guru dan ana didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. 2) Indikator Penggunaan strategi pembelajaran ilustrasi model pizza untuk kelas eksperimen dan strategi pembelajaran konvensional untuk kelas kontrol. 3) Skala pengukuran Skala nominal yang terdiri dari dua kategori yaitu : a) Kelas eksperimen: siswa diberikan pembelajaran dengan strategi pembelajaran ilustrasi model pizza. b) Kelas kontrol: siswa yang diberikan pembelajaran dengan strategi konvensional. 4) Simbol: A 1 = 1,2 b. Kemampuan penalaran siswa 1) Definisi operasional Kemampuan penalaran adalah kemampuan cara berpikir siswa untuk menarik kesimpulan menggunakan langkah-langkah pembuktian. 2) Indikator

28 a) Siswa mampu mengajukan dugaan b) Melakukan manipulasi matematika c) Menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan d) Menarik kesimpulan dari pernyataan e) Memeriksa kesahihan suatu argumen f) Menemukan pola atau sifat. 3) Skala pengukuran Skala interval diubah menjadi skala nominal dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Kategori tinggi : Kategori sedang : Kategori rendah : (Riyanto, 2011 : 116) 4) Simbol: B j ; j = 1,2,3 2. Variabel terikat Variabel terikat (dependen) adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (Sukmadinata, 2009 : 321). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika. a. Definisi operasional Hasil belajar matematika adalah kemampuan siswa terhadap bidang studi matematika setelah melalui proses belajar mengajar yang diukur dari tes hasil belajar. Hasil belajar ini juga digunakan untuk sejauh mana guru mampu menyampaikan materi dan siswa mampu menangkap materi yang disampaikan oleh guru. Dimana hasil belajar ini diukur dari tes hasil belajar siswa. b. Indikator Dari nilai tes hasil belajar matematika yang diberikan ke kedua kelas setelah pembelajaran. Dimana kelas eskperimen menggunakan pembelajaran dengan strategi ilustrasi model pizza dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional.

29 c. Skala pengukuran Skala pengukuran hasil belajar yang digunakan adalah skala interval. Yaitu yang didapat dari nilai tes hasil belajar setelah pembelajaran. E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Metode Tes Sutama (2014 : 52) tes adalah seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud mendapatkan jawaban-jawaban yang dijadikan penetapan skor angka. Tes diberikan pada saat akhir pembelajaran. Bentuk tes adalah pilihan ganda. b. Metode Angket Angket merupakan suatu instrumen penelitian yang berisi serangkaian pertanyaan untuk responden. Sutama (2012 : 94) menyatakan angket untuk menghimpun data dengan cara mengajukan pertanyaan yang disusun dengan sistematis, kemudian disebarkan kepada responden dengan cara tertentu. Data dari angket tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat penalaran siswa terhadap hasil belajar matematika. c. Metode Dokumentasi Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang keadaan awal siswa yang diambil dari nilai Ujian Akhir Semester ganjil matematika siswa kelas VIII sebagai data awal dalam penelitian ini. 2. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan angket kemampuan penalaran siswa dan angket soal untuk hasil belajar matematika siswa setelah diberi perlakuan. Angket kemampuan penalaran

30 terdiri dari 20 soal (soal dan kisi-kisi ada pada lampiran ). Selain angket kemampuan penalaran, ada juga soal untuk mengukur hasil belajar siswa. Soal hasil belajar siswa terdiri dari 20 soal (soal dan kisi-kisi ada pada lampiran ). Selanjutnya dilakukan uji coba (try out) instrumen kepada 30 siswa dari kelas VIII F SMP Negeri 1 Gondangrejo. F. Teknik Analisis Data 1. Teknik Uji Prasyarat Analisis a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel dari populasi penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Metode yang digunakan adalah metode liliefors dengan prosedur sebagai berikut : 1) Hipotesis H 0 = sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. H 1 = sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal. 2) Statistik uji L = Dengan : dengan Proporsi banyaknya terhadap seluruh banyaknya. Skor standar untuk Standar Deviasi 3) Daerah Kritik dengan 4) Taraf Signifikansi adalah ukuran sampel. 5) Keputusan Uji ditolak jika (Budiyono, 2009 : 169)

31 b. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk menguji apakah sampel mempunyai variansi sama. Untuk menguji homogenitas digunakan metode Bartlett dengan prosedur sebagai berikut : 1) Hipotesis ( sampel berasal dari populasi yang homogen) ( sampel tidak berasal dari populasi yang homogen) 2) Statistik Uji ( ) Dimana : banyaknya populasi = banyaknya sampel derajat kebebasan untuk derajat kebebasan untuk banyaknya seluruh nilai (ukuran) banyaknya nilai (ukuran) sampel ke- ( ) 3) Taraf signifikansi ( ) 4) Daerah Kritik 5) Keputusan Uji H 0 ditolak jika, atau (Budiyono, 2009: 176-177) 2. Teknik Analisis Data

32 Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis variansi dua jalan. Dengan tingkat signifikansi 5%. a. Model untuk data analisis variansi dua jalan adalah sebagai berikut: Keterangan: X ijk =data amatan ke-k baris ke-i dan kolom ke-j μ=rerata dari seluruh data amatan (rerata besar) α i =efek baris ke-i ada variabel terikat β j =efek baris ke-j ada variabel terikat (αβ) ij =kombinasi efek baris ke-i dan kolom ke-j ada variabel terikat kesalahan eksperimentasi yang berdistribusi normal i = 1,2; 1 = pemberian pengajaran dengan menggunakan strategi ilustrasi model pizza 2 =pemberian pengajaran dengan menggunakan strategi konvensional. j = 1,2,3; 1 = kemampuan penalaran matematika tinggi 2 = kemampuan penalaran matematika sedang 3 = kemampuan penalaran matematika rendah k = 1,2,3,...,n (Budiyono, 2009: 225) b. Prosedur dalam pengujian menggunakan analisis variansi dua jalan sel tak sama yaitu: 1) Hipotesis a) H 0A : untuk semua i H 1A : paling sedikit ada satu yang tidak nol b) H 0B : untuk semua i H 1B : paling sedikit ada satu yang tidak nol c) H 0AB : untuk semua pasang ij H 1AB : paling sedikit ada satu yang tidak nol 2) Komputasi

33 n ij = ukuran sel ij (sel pada baris ke-i dan kolom ke-j) rataan harmonik frekuensi seluruh sel = banyaknya seluruh data amatan ( ) = jumlah kuadrat deviasi data amatan pada sel ij 3) Jumlah komponen kuadrat (ada 5 komponen) a) d) b) c) e) Dimana : G = rerata besar A i = jumlah rata-rata baris ke-i B j = jumlah rata-rata baris ke-j = rataan pada sel ij 4) Jumlah kuadrat (JK) [ ] [ ] [ ] 5) Derajat kebebasan DkA = p-1 DkB=(p1)(q1) DkT=N-1 DkB=q-1 6) Rerata kuadrat (RK)

34 7) Tabel tata letak data Tabel 3.2 Tata letak rangkuman rerata B A B 1 B 2 B 3 A 1 A 2 A 1 B 1 A 1 B 2 A 2 B 1 A 2 B 2 A 1 B 3 A 2 B 3 Dimana: A = strategi mengajar A 1 = strategi pembelajaran Ilustrasi Model Pizza A2 = strategi pembelajaran konvensional B = kemampuan penalaran siswa B1 = penalaran siswa tinggi B2 = penalaran siswa sedang B3 = penalaran siswa rendah A 1 B 1 = hasil tes dengan menggunakan strategi pembelajaran ilustrasi model Pizza untuk kemampuan penalaran sisiwa tinggi A 1 B 2 = hasil tes dengan menggunakan strategi pembelajaran ilustrasi model Pizza untuk kemampuan penalaran sisiwa sedang A 1 B 3 = hasil tes dengan menggunakan strategi pembelajaran ilustrasi model Pizza untuk kemampuan penalaran sisiwa rendah A 2 B 1 = hasil tes dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional untuk kemampuan penalaran sisiwa tinggi

35 A 2 B 2 = hasil tes dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional untuk kemampuan penalaran sisiwa sedang A 2 B 3 = hasil tes dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional untuk kemampuan penalaran sisiwa tinggi 8) Statistik uji F A = F B = F AB = 9) Daerah kritik 10) Keputusan uji H 0 ditolak jika F hit 11) Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan Tabel 3.3 Rangkuman analisis variansi dua jalan Sumber JK dk RK F obs p A (baris) JKA p-1 RKA FA F*A < /> B (kolom) JKB q-1 RKB FB F*B < /> AB (Interaksi) JKAB (p-1)(q-1) RKAB FAB F*AB < /> Galat JKG N-pq RKG - - - Total JKT N-1 - - - - c. Uji Komparasi Ganda Komparasi ganda adalah tindakan lanjut dari analisis variansi dua jalan. Apabila analisis variansi tersebut menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak. Untuk uji lanjutan setelah analisis variabel digunakan metode Scheffe. Langkah-langkah dalam menentukan metode Scheffe adalah : a. Mengidentifikasi suatu komparasi rerata b. Merumuskan hipotesis c. Mencari harga statistik dengan rumus

36 1) Komparasi rataan antar baris [ ] Dimana: F ij = nilai F obs pada perbandingan baris ke-i dan baris ke-j = rataan pada beris ke-i rataan pada beris ke-j RKG = rataan kuadrat galat, yang dieroleh dari perhitungan analisis variansi n i = ukuran sampel baris ke-i n j = ukuran sampel baris ke-j Sedangkan daerah kritik untuk uji ini adalah DK={F F>(p- 1)F p-1,n-pq } 2) Komparasi rataan antar kolom Uji Scheffe untuk Komparasi rataan antar kolom adalah : [ ] Dengan daerah kritik DK={F F>(p-1)F q-1,n-pq } 3) Komparasi rataan antar sel pada kolom yang sama Uji scheffe untuk komparasi rataan antar sel pada kolom yang sama adalah : [ ] Dimana: F ij = nilai F obs pada perbandingan rataan pada sel ij dan rataan pada sel kj : rataan pada sel ij rataan pada sel kj

37 RKG : rataan kuadrat galat yang dieroleh dari perhitungan analisis variansi : ukuran sel ij : ukuran sel kj Sedangkan daerah kritik untuk uji ini adalah DK={F F>(pq-1)F pq-1,n-pq } 4) Komparasi rataan antar sel pada baris yang sama Uji Scheffeuntuk komparasi rataan antar sel pada baris sama adalah: ( ) [ ] Dimana: F ij : nilai F obs pada perbandingan rataan pada sel jk rataan pada sel ij rataan pada sel kj RKG : rataan kuadrat galat yang dieroleh dari perhitungan analisis variansi : ukuran sel ij : ukuran sel kj Sedangkan daerah kritik untuk uji ini adalah DK={F F>(pq-1)F pq-1,n-pq } (Budiyono, 2009: 215-217)