TROUBLESHOOTING AC MOBIL

dokumen-dokumen yang mirip
PERAWATAN DAN PERBAIKAN AC MOBIL

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Refrigerant Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Persiapan Alat Dan Bahan. Persiapan satu Unit kendaraan. Pengecekan. Pembongkaran Evaporator.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bahan Penelitian Pada penelitian ini refrigeran yang digunakan adalah Yescool TM R-134a.

SISTEM AIR CONDITIONER (AC)

BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR AC PADA TOYOTA FORTUNER

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Rumusan Masalah

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PENGETAHUAN DASAR TENTANG AC ( AIR CONDITIONER )

Commissioning & Maintenance of Air Conditioning System

TUGAS TEKNIK DAN MANAJEMEN PERAWATAN SISTEM PEMELIHARAAN AC CENTRAL

Program pemeliharaan. Laporan pemeliharaan

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK

Gambar Sistem pengkondisian udara

TROUBLE SHOOTING SISTEM AIR CONDITIONER (AC) PADA TRAINER AC MOBIL

Bab III Metodelogi Penelitian

AC (AIR CONDITIONER)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menggunakan jenis laporan eksperimen dan langkah-langkah sesuai standar. Mitshubisi Electrik Room Air Conditioner

BAB III PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN PADA MESIN KOMPRESOR

MESIN PENDINGIN. Gambar 1. Skema cara kerja mesin pendingin.

BAB III INSTALASI PERALATAN UJI. sistem, kondisi udara pada titik masuk dan keluar evaporator. Data yang diperoleh

LAPORAN PRAKTIK SISTEM AC PENGOSONGAN DAN PENGISIAN REFRIGERANT

Bab III. Metodelogi Penelitian

PRAKTEK II TUNE UP MOTOR DIESEL. A. Tujuan:

TROUBLE SHOOTING KERUSAKAN AC

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

Materi Kuliah Teknik Pendingin dan Tata Udara SISTEM PENDINGIN AC MOBIL. Hartoyo

BAB IV METODE PENELITIAN

SISTEM REFRIGERASI. Gambar 1. Freezer

Gambar 2.21 Ducting AC Sumber : Anonymous 2 : 2013

PENGARUH KECEPATAN UDARA PENDINGIN KONDENSOR TERHADAP KOEFISIEN PRESTASI AIR CONDITIONING

MAINTENANCE EVAPORATOR PANTHER 1997 HI GRADE PROYEK AKHIR

PELATIHAN PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN MESIN PENDINGIN. Oleh : BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERIKANAN TEGAL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

BAB II TEORI DASAR. 2.1 Pengertian Sistem Tata Udara

BAB II LANDASAN TEORI

Cara Kerja AC dan Bagian-Bagiannya

BAB II MESIN PENDINGIN. temperaturnya lebih tinggi. Didalan sistem pendinginan dalam menjaga temperatur

PENANGGULANGAN KONTAMINASI DAN DEGRADASI MINYAK PELUMAS PADA MESIN ABSTRAK

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Data data yang diperoleh dari penulisan Tugas Akhir ini : pendingin dengan refrigeran R-22 dan MC-22.

Penggunaan Refrigeran R22 dan R134a pada Mesin Pendingin. Galuh Renggani Wilis, ST.,MT

BAB II DASAR TEORI. Laporan Tugas Akhir. Gambar 2.1 Schematic Dispenser Air Minum pada Umumnya

TUJUAN PEMBELAJARAN. Setelah mempelajari modul ini anda dapat :

PENGGUNAAN REFRIGERAN HIDROKARBON (HC) DALAM BISNIS PERAWATAN DAN PERBAIKAN AC

LAPORAN AKHIR FISIKA ENERGI II PEMANFAATAN ENERGI PANAS TERBUANG PADA MESIN AC NPM : NPM :

Langkah Pengecekan AC Mobil Kita

BAB II LANDASAN TEORI

Tune Up Mesin Bensin TUNE UP MOTOR BENSIN

Gambar struktur fungsi solenoid valve pneumatic

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB V BEDAH TEKNOLOGI

PETUNJUK PENGOPERASIAN

1. EMISI GAS BUANG EURO2

ENGINE TUNE-UP CONVENTIONAL

BAB II STUDI PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB I PENDAHULUAN. selanjutnya jumlah dan kualitas dari udara yang dikondisikan tersebut dikontrol.

LEMBAR SOAL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TOPIK LIMBAH DI LINGKUNGAN KERJA. Meningkatnya Polusi Udara di Bandung

BAGIAN II : UTILITAS TERMAL REFRIGERASI, VENTILASI DAN AIR CONDITIONING (RVAC)

IV. METODOLOGI PENELITIAN

Sistem pendingin siklus kompresi uap merupakan daur yang terbanyak. daur ini terjadi proses kompresi (1 ke 2), 4) dan penguapan (4 ke 1), seperti pada

MEMELIHARA/SERVIS SISTEM A/C (AIR CONDITIONER) OTO.KR

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai Maret Yang

Disusun oleh : Nama : Linggar G. C. M. A. Semester Genap SMK NEGERI 1 CIMAHI

BAB II LANDASAN TEORI

PENANGANAN REFRIGERAN, SERVICE, DAN TROUBLESHOOTING SISTEM AC KENDARAAN

SISTEM AC (AIR CONDITIONING)

BAB II LANDASAN TEORI

HUBUNGAN TEGANGAN INPUT KOMPRESOR DAN TEKANAN REFRIGERAN TERHADAP COP MESIN PENDINGIN RUANGAN

BAB IV PERAWATAN KOMPRESOR SENTRAL DI PT.PLN APP DURIKOSAMBI

LEMBAR KERJA SISWA TUNE UP MESIN 4 Tak 4 SILINDER

BAB I PESAWAT PESAWAT BANTU DI KAPAL

PENGARUH KECEPATAN PUTAR POROS KOMPRESOR TERHADAP PRESTASI KERJA MESIN PENDINGIN AC

BAB IV PENGONTROLAN DAN PENGOPRASIAN AC CENTRAL

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Cooling Tunnel

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Pengertian Sistem Heat pump

Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger

BAB II DASAR TEORI BAB II DASAR TEORI

TUGAS AKHIR SISTEM AC DOUBLE BLOWER PADA ENGINE STAND TOYOTA CROWN

BAB II DASAR TEORI 2012

BAB II LINGKUP KERJA PRAKTEK

D. LANGKAH KERJA a. Langkah awal sebelum melakukan Engine Tune Up Mobil Bensin 4 Tak 4 silinder

1. PENDAHULUAN. kemajuan teknologi. Tahun 1885, Karl Benz membangun Motorwagen,

3.2 Pembuatan Pipa Pipa aliran air dan coolant dari heater menuju pipa yang sebelumnya menggunakan pipa bahan polimer akan digantikan dengan menggunak

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 PROSES-PROSES MESIN KONVERSI ENERGI

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI MOTOR DIESEL PERAWATAN MESIN DIESEL 1 SILINDER

TROUBLE SHOOTING AIR CONDITIONER PADA MOBIL TOYOTA COROLLA 4A FE

Mekatronika Modul 11 Pneumatik (1)

mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA MESIN PENDINGIN

MULTIREFRIGERASI SISTEM. Oleh: Ega T. Berman, S.Pd., M,Eng

SISTEM PENGKONDISIAN UDARA (AC)

Spesifikasi Oli dan Cairan Pendingin Untuk Kendaraan RIV

DASAR TEKNIK PENDINGIN


Transkripsi:

M O D U L TROUBLESHOOTING AC MOBIL Oleh: Drs. Ricky Gunawan, MT. Ega T. Berman, S.Pd., M.Eng. BIDANG KEAHLIAN TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2006

TROUBLESHOOTING AC MOBIL Cara menemukan asal gangguan pada instalasi AC dapat dibagi dalam dua metode, yaitu metode penemuan dengan indra lihat/dengar dan metode penemuan secara mekanis. a. Metode Penemuan dengan Indra Lihat/Dengar Cara penemuan adalah sebagai berikut: o Mengamati ban kompressor, apakah belt itu tidak kendur pemasangannya? Apabila pemasangan belt pada puli kompressor terlalu kendur, rotasi kompressor merosot dan tidak tahan lama beltnya. Jika belt kompressor ternyata kendur, harus dikencangkan secukupnya. o Terdengar suara bising dari sekitar kompressor Suara bising timbul dari pemasangan kompressor yang kendur, maka perlu diperiksa tempat pemasangannya. o Terdengar bunyi di dalam kompressor Jika klep patah atau lager sudah keausan maka akan menimbulkan bunyi. Bilamana terdengar bunyi demikian, maka harus segera membongkar kompressor untuk di reparasi. Selain itu, karena kekurangan oli pun dapat menyebabkan bunyi sehingga harus di cek sisa oli dalam kompressor. o Permukaan sirip-sirip kondensor tercemar dengan debu atau lumpur Apabila permukaan sirip-sirip kondensor diliputi debu atau lumpur, daya pendinginan kondensor akan merosot. Maka harus dibersihkan setiap celah antara sirip-sirip dengan menggunakan semprotan air. Jangan memakai sikat yang kaku untuk membersihkannya karena akan membengkokkan sirip-sirip. o Apakah filter udara tidak mampat dengan kotoran? Bilamana terdapat endapan kotoran pada filter udara, maka volume udara akan berkurang. o Tampak oli yang mencemarkan bagian-bagian sambungan saluran Tempat yang tampak tercemar oli menunjukkan adanya kebocoran gas refrigeran. Sebab, oli dalam kompressor yang terkandung dalam gas refrigeran merembes keluar dari celahcelah di mana kebocoran terjadi. Bilamana menemukan tempat yang tercemar dengan oli, biasanya dibagian gasket atau niple-niple sambungan, maka harus dikencangkan atau mengantinya dengan yang baru. o Terdengar suara bising di sekitar motor fan/blower

Bila terdengar suara bising ketika motor fan dijalankan dengan laju bertahap dari LO MED sampai HI, ada kemungkinan sayap kincir kesenggol pada sesuatu benda atau pemasangan motor pada rangka mobil menjadi renggang. o Pengamatan pada lubang kaca di pucuk receiver Apabila pada lubang kaca tampak banyak busa selama kompresor dijalankan, hal itu menandakan kekurangan isi refrigeran. Bilamana tidak tampak sama sekali busa setelah kondensor didinginkan dengan menyirami air, hal itu menandakan bahwa pengisian gas refrigeran terlalu jenuh. Untuk mengurangi isi gas refrigeran, kendurkan klep service saluran tekanan rendah pada kompressor. Dalam hal ini harus dijaga agar mengendurkan klep service dengan sangat perlahan-lahan, jangan sampai gas refrigeran lolos keluar terlampau banyak. b. Metode Penemuan secara Mekanis Guna mengetahui asal gangguan dengan metode ini maka diperlukan suatu alat pengukur tekanan yang disebut manifold gauge. Cara penemuannya adalah sebagai berikut: Pertama kedua katup pada manifold gauge (LO dan HI) ditutup rapat, lalu dua buah selang (merah dan biru) dipasang masing-masing pada klep service kompressor. Karena masih terdapat sejumlah udara di dalam selang, setelah niple selang dipasang pada klep service, niple sambungan pada manifold gauge dikendurkan sedikit agar udara dalam selang terdesak keluar dengan tekanan gas rferigeran, dan dikencangkan kembali. Pada gambar di bawah ini, dua buah jarum indikasi pada manifold gauge LO dan HI masingmasing menunjukkan 1,5 2,0 kg/cm 2 dan 14,5 15 kg/cm 2 selama instalasi AC berjalan normal dengan kondisi: Suhu udara sekitar Rotasi mesin mobil Setelan pendinginan Laju rotasi motor fan 30 0 35 0 C 2000 rpm Maksimum maksimum

2 kg/cm 2 15 kg/cm 2 PenunjukkanTekanan standar o Kurang volume pengisian refrigeran 0,8 kg/cm 2 8-9 kg/cm 2 Akibat gangguan Gejala-gejala gangguan : Daya pendinginan kurang : Tekanan di kedua sisi tekanan LO dan HI lebih rendah daripada tekanan normal. Melalui lubang kaca receiver tampak busa-busa yang ikut mengalir. Angin yang keluar dari lubang hembusan evaporator tidak terasa dingin, hanya agak sejuk.

Penyebab gangguan : Sepanjang saluran instalasi terdapat suatu bagian entah di mana yang bocor. : Gas refrigeran bocor. Terjadi kekurangan volume refrigeran di dalam saluran instalasi. : Mencari posisi kebocoran gas refrigeran dengan detector atau tester dan memperbaiki bagian tersebut. Mengisi gas refrigeran untuk memenuhi kekurangannya. o Pengisian refrigeran yang berlebih atau daya pendinginan kondensor kurang 2,5 kg/cm 2 20 kg/cm 2 Akibat gangguan Penyebab gangguan : Sistem pendingin tidak mampu untuk mendinginkan udara di dalam mobil secukupnya. : Karena refrigeran terlalu jenuh di dalam saluran instalasi, maka kemampuan pendinginan merosot. : Pengisian refrigeran yang berlebihan Sela sirip-sirip kondensor mampat oleh kotoran dan debu Pemasangan belt kipas radiator kendur. : Membersihkan sela sirip-sirip kondensor. Mengencangkan pemasangan belt kipas. Kendurkan nipple selang yang disambung dengan katup LO untuk membuang gas refrigeran yang berkelebihan.

o Kemasukan udara di dalam saluran instalasi 2,5 kg/cm 2 23 kg/cm 2 Akibat gangguan Gejala-gejala gangguan Penyebab gangguan : Sistem pendingin tidak dapat mendinginkan udara dalam mobil sebagaimana biasanya. : Tekanan pada sisi LO dan HI lebih tinggi daripada tegangan normal. Bila menyentuh tangan pada pipa saluran gas refrigeran (tekanan rendah) tidak terasa dingin. : Di dalam saluran instalasi kemasukan udara. : Pekerjaan vakum kurang sempurna. : Mengganti receiver dengan yang baru Memeriksa cemaran dan banyaknya oli di dalam compressor. Mengulangi pekerjaan vakum kemudian mengisi gas refrijeran kembali.

o Di dalam saluran instalasi terdapat air 50 cmhg 1,5 kg/cm 2 7-15 kg/cm 2 Akibat dari gangguan Gejala-gejala gangguan Penyebab gangguan : Sistem pendingin hanya mendinginkan udara dalam mobil secara periodik, kadang-kadang tidak dapat mendinginkan. : Selama sistem pendingin dijalankan, jarum indikasi menunjukkan bilangan positif (dari nol ke atas) dan angka negative secara berganti-ganti. : Air yang tercampur dalam refrigeran membeku di lubang nozzle sehingga aliran refrigeran terhenti sementara. Bilamana es yang memampatkan lubang tersebut melebur, aliran refrigeran mulai berjalan kembali. : Isi di dalam drier menjadi jenuh sekali Kadar air yang tercampur di dalam refrigeran tidak dapat diserap semuanya oleh receiver sehingga air mengalir sampai katup ekspansi. : Mengganti receiver dan drier dengan yang baru. Berulang-ulang membuang refrigeran sampai kadar air dapat dihilangkan. Mengisi refrigeran baru menurut volume yang wajar.

o Sirkulasi refrigeran tidak berjalan 76 cmhg 6 kg/cm 2 Akibat dari gangguan : Udara di dalam mobil tidak dingin (hanya kadangkadang saja dinginnya). Gejala-gejala gangguan : Jarum indikasi tekanan rendah menunjukkan bilangan di bawah nol dan tekanan tinggi jauh di bawah standar. Penyebab gangguan : Pada nozel katup ekspansi terjadi pembekuan air atau dimampatkan oleh butir kotoran yang terkandung dalam cairan refrigeran, sehingga aliran refrigeran terganggu. : Katup ekspansi mampat, sirkulasi tidak jalan. : Bongkar katup ekspansi, lalu bersihkan. Lakukan pemvakuman udara dan isi refrigeran baru

o Renggang nozel katup ekspansi atau kurang rapat pemasangan sensing bulb 2,5 kg/cm 2 19-20 kg/cm 2 Akibat dari gangguan Gejala-gejala gangguan Penyebab gangguan : Kurang dingin : Tegangan rendah dan tinggi menunjukkan bilangan di atas standar. Pada pipa saluran cairan, terdapat embun (frost). : Gangguan pada katup ekspansi atau pemasangan sensing bulb kurang rapat. : Nozle katup ekspansi terbuka terlalu renggang Volume aliran refrigeran cair mengalir terlalu banyak. : Membetulkan letak sensing bulb agar menempel dengan pipa saluran. Mengatur stelan nozle, bila tidak bisa ganti katup ekspansi dengan yang baru.

o Kompresi yang kurang baik dari kompressor 4-6 kg/cm 2 7-10 kg/cm 2 Akibat dari gangguan Gejala-gejala gangguan Penyebab gangguan : Cooler tidak dapat mendinginkan udara di dalam mobil. : Tekanan rendah menunjukkan bilangan yang tinggi dan tekanan tinggi menunjukkan bilangan rendah dari standar. : Terjadi kebocoran klep di kompresor. : Klep kompresi tidak dapat menutup rapat, terdapat cacat pada piston. : Bongkar kompresor untuk direparasi.