FENOMENA VIDEO PORNO : DAMPAK BAGI PERILAKU SEKSUAL PELAJAR SMA DI KABUPATEN KUDUS

dokumen-dokumen yang mirip
Pengaruh Pemberian Informasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Kelas V Mengenai Dampak Video Porno Di Sdn Bulakrejo 3

a. Tidak sekolah b. SD c. SMP d. SMU e. Perguruan tinggi II. Pertanyaan tentang Pengetahuan 1. Menurut anda apakah yang dimaksud dengan internet?

BAB I PENDAHULUAN. dengan orang lain, perubahan nilai dan kebanyakan remaja memiliki dua

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. karena kehidupan manusia sendiri tidak terlepas dari masalah ini. Remaja bisa dengan

Lampiran 1 Kuesioner Gambaran Keterpaparan Pornografi dan Perilaku Seksual Siswa di SMA Al Azhar Medan Tahun 2010

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. melalui perubahan fisik dan psikologis, dari masa kanak-kanak ke masa

BAB I PENDAHULUAN. dari 33 menjadi 29 aborsi per wanita berusia tahun. Di Asia

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA GURU DI SMP X DI KOTA CIMAHI TAHUN 2010

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada SMP X di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. aktivitas seksual remaja juga cenderung meningkat baik dari segi kuanitas

BAB I PENDAHULUAN. Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa. reproduksi sehingga mempengaruhi terjadinya perubahan perubahan

HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI MENGAKSES MEDIA AUDIO VISUAL DVD/ VCD PORNO DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMAN 1 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA SKRIPSI

KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Perilaku Seksual Pranikah

KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL DI SMK PENCAWAN MEDAN TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Nadia Aulia Nadhirah, 2013

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Remaja merupakan salah satu tahap dalam kehidupan manusia. Tahap ini

PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU REMAJA TENTANG SEKS PRA NIKAH

KUESIONER PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. untuk dibicarakan. Hal ini dimungkinkan karena permasalahan seksual telah

BABI PENDAHULUAN. Manusia sebagai makhluk sosial secara kodrat mempunyai berbagai

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. peka adalah permasalahan yang berkaitan dengan tingkat kematangan seksual

BAB I PENDAHULUAN. antara masa kanak-kanak dan dewasa. Menurut WHO (World Health

IDHA WAHYUNINGSIH NIM F

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Masa remaja merupakan masa transisi yang ditandai oleh adanya

PERILAKU SEKS REMAJA KUDUS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pada masa transisi yang terjadi di kalangan masyarakat, secara khusus

DAMPAK PORNOGRAFI TERHADAP PERILAKU SISWA DAN UPAYA GURU PEMBIMBING UNTUK MENGATASINYA

BAB I PENDAHULUAN. dapat diabaikan dalam kehidupan manusia. Namun demikian, orang tua masih

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 : PENDAHULUAN. produktif. Apabila seseorang jatuh sakit, seseorang tersebut akan mengalami

BAB I PENDAHULUAN. terkecuali setiap individu akan mengalami masa peralihan ini.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. terjadinya peningkatan minat dan motivasi terhadap seksualitas. Hal ini dapat

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA MENGENAI MASTURBASI DI SMP X DI KOTA CIMAHI TAHUN 2010

RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE WITH PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOUR ON SMA N 7 SEMARANGSTUDENTS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa,

PENGARUH PENDIDIKAN SEKS TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS PRANIKAH DI SMA NEGERI RONGKOP GUNUNG KIDUL TAHUN 2012

DESKRIPSI PERILAKU PORNOGRAFI REMAJA DESCRIPTION OF ADOLESCENT PORNOGRAPHY BEHAVIOR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Menurut Imran (1998) masa remaja diawali dengan masa pubertas,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Penyebaran arus informasi yang tidak terbatas dan dibatasi menyebabkan

Studi Eksploratif Perilaku Seksual Siswa kelas 4-5 Sekolah Oasar di SO X

Dinamika Kebidanan vol. 1 no. 2. Agustus 2011

PERILAKU SEKSUAL REMAJA AKIBAT PAPARAN MEDIA PORNOGRAFI ADOLESCENTS SEXUAL BEHAVIORS AS THE EFFECTS OF PORNOGRAPHY MEDIA EXPOSURE

BAB I PENDAHULUAN. dewasa yang meliputi semua perkembangannya yang dialami sebagai. persiapan memasuki masa dewasa (Rochmah, 2005). WHO mendefinisikan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dunia mengalami perkembangan pesat diberbagai bidang di abad ke 21

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tampak pada pola asuh yang diterapkan orang tuanya sehingga menjadi anak

BAB I PENDAHULUAN. Remaja merupakan periode transisi antara masa anak-anak ke masa dewasa

BAB I PENDAHULUAN. dewasa. Dalam masa ini remaja mengalami pubertas, yaitu suatu periode

HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI. Skripsi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Remaja adalah suatu fase tumbuh kembang yang dinamis dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa peralihan antara anak-anak yang dimulai saat

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, khususnya remaja. Berdasarkan laporan dari World Health

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dimasyarakat pada saat ini melalui media-media seperti televisi, koran, radio dan

BAB II KAJIAN TEORI Perilaku Seksual Pengertian Perilaku Seksual. Menurut Sarwono (2002) perilaku seksual adalah segala

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja adalah masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa.

EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 PUNCU TAHUN AJARAN 2016/2017

Riska Megayanti 1, Sukmawati 2*, Leli Susanti 3 Universitas Respati Yogyakarta *Penulis korespondensi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja dikenal sebagai masa peralihan dari anak-anak menuju

BAB IV HASIL KAJIAN DAN PEMBAHASAN

FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH REMAJA SMA DAN SMK DI KOTA BENGKAYANG

PERSEPSI PESERTA DIDIK KELAS XII TENTANG PENDIDIKAN SEKS DI SMA NEGERI 1 NAN SABARIS PAUH KAMBAR PARIAMAN JURNAL

DAFTAR ISI. HALAMAN PERSETUJUAN... ii. HALAMAN PERNYATAAN... iv

Jurnal Obstretika Scientia ISSN HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SEKSUAL PRANIKAH DENGAN PERILAKU SEKSUAL

BAB I PENDAHULUAN. Perilaku seksual khususnya kalangan remaja Indonesia sungguh

BAB 1 PENDAHULUAN. sampai 19 tahun. Istilah pubertas juga selalu menunjukan bahwa seseorang sedang

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKSUAL PRANIKAH DI SMA AL ISLAM KRIAN SIDOARJO

BAB I PENDAHULUAN. tentang kesehatan reproduksi ini penting untuk. diberikan kepada remaja, melihat semakin meningkatnya kasus-kasus remaja

BAB I PENDAHULUAN. yang belum menikah cenderung meningkat. Hal ini terbukti dari beberapa

BAB 1 PENDAHULUAN. alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara. dua orang yang berlainan jenis kelamin (Dariyo, 2004).

BAB I PENDAHULUAN. berbagai tantangan dan masalah karena sifatnya yang sensitif dan rawan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa yang jangka

BAB I PENDAHULUAN. perilaku remaja dalam pergaulan saat ini. Berbagai informasi mampu di

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI CIREBON

Rina Indah Agustina ABSTRAK

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 2 BANTUL YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

The Factors Related to Pre Marriage Sexual Behavior of Adolescents in Grade X and XI in State Senior High School 1 in Bandar Lampung

PERSEPSI SISWA TENTANG PERILAKU SEKSUAL REMAJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

BAB I PENDAHULUAN. Periode perkembangan manusia terdiri atas tiga yaitu masa anak-anak,

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Remaja adalah mereka yang berusia diantara tahun dan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. muatan ilmu pengetahuan, tetapi secara negatif juga bermuatan materi pornografi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menikmati masa remajanya dengan baik dan membahagiakan, sebab tidak jarang

SEMINAR BAHAYA PORNOGRAFI

KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KLASIKAL BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PERNIKAHAN USIA DINI. Muhammad Arif Budiman S

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

BAB II LANDASAN TEORI

Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling. Volume 01 Nomor 01 Tahun 2013, pp

Kata Kunci : seksual remaja, berpacaran, sumber informasi

Dinamika Kebidanan vol. 2 no.2. Agustus 2012

BAB I PENDAHULUAN. daya manusia yang potensial adalah generasi mudanya. Tarigan (2006:1)

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan era global saat ini membawa remaja pada fenomena maraknya

- SELAMAT MENGERJAKAN -

Transkripsi:

FENOMENA VIDEO PORNO : DAMPAK BAGI PERILAKU SEKSUAL PELAJAR SMA Trubus Raharjo 1 Latifah Nur Ahyani 2 ABSTRACT This time, perss information and information of technology develop very fast, information gived in perss is many kind and a technology used is very sophisticated, but there is a positive value and another side is negative value. This research aim to get data about phenomenon of porn video impact to sexual behaviour for adolescent at Kudus Regency. Population in this research are students at High School and the sample is student at X or XI class. Technict sample in this research is cluster random sample. The result showed that from 214 sample, there are 123 (57%) subject have seen porn video and 91 (43%) subject never seen. The respondent who have seen porn video asked what did sexual behaviour have been to do? There were 27 subject not answer the question, 11 subject act sexual fantacy, 18 subject act sexual fantacy followed masturbation, 15 subject act kissing and 4 subject act kissing until oral sex. Almost all responden gived massage to avoid porn video because this case can impact to negative thinking. Keynote : Porn Video, Adolescent Sexual Behaviour RINGKASAN Media informasi dan teknologi informasi saat ini berkembang sangat pesat dan sangat cepat, informasi yang disajikan dalam mediapun sangat bervariasi. Informasi yang diberikan baik melalui media cetak maupun media elektronik sangatlah beragam, namun pada satu sisi akan bernilai positif dan pada sisi lain tentu bernilai negatif. Sasaran yang menjadi obyek dari informasi yang diberikan oleh mediapun beragam mulai dari anak-anak, remaja sampai orang dewasa dan dampak dari informasi bagi mereka sangatlah bervariasi. Sasaran yang paling banyak terpengaruh oleh teknologi dan informasi adalah remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai fenomena video porno terhadap perilaku seksual remaja di kabupaten Kudus serta untuk mendapatkan data mengenai perilaku seksual yang telah dilakukan remaja akibat fenomena video porno di kabupaten Kudus. Populasi dari penelitian yang dilakukan adalah beberapa siswa SMA yang terdapat di kabupaten Kudus. Adapun sampel yang diambil adalah siswa yang berada di kelas X atau kelas XI. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random 1 Staff Pengajar Fakultas Psikologi UMK 2 Staff Pengajar Fakultas Psikologi UMK 1

sampling yaitu pengambilan sampel terhadap responden berdasarkan kelas pada siswa yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 214 sampel penelitian ada 123 orang (57%) yang pernah melihat video porno dan 91(43%) belum pernah melihat. Responden yang pernah melihat video porno selanjutnya ditanyakan dari perilaku seksual apa yang pernah dilakukan. Sebanyak 27 responden tidak menjawab pertanyaan, sebanyak 11 responden hanya berfantasi seksual saja, sebanyak 18 responden pernah melakukan fantasi seksual yang dikuti dengan masturbasi, sebanyak 48 responden melakukan ciuman, sebanyak 15 responden melakukan ciuman yang diikuti dengan meraba pasangan, dan sebanyak 4 responden ciuman yang sampai melakukan oral seks. Dari 214 responden hampir semua responden memberikan pesan kepada yang lain, baik yang sudah pernah melihat maupun yang belum pernah melihat video porno untuk menghindari video porno tersebut Kata kunci : video porno, perilaku seksual remaja PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Media informasi dan teknologi informasi saat ini berkembang sangat pesat dan sangat cepat, informasi yang disajikan dalam mediapun sangatlah bervariasi dan teknologi yang digunakan juga sudah dianggap berteknologi canggih. Informasi yang diberikan baik melalui media cetak maupun media elektronik sangatlah beragam, namun bagaikan pisau bermata dua, pada satu sisi akan bernilai positif dan pada sisi lain tentu bernilai negatif. Sasaran yang menjadi obyek dari informasi yang diberikan oleh mediapun beragam mulai dari anak-anak, remaja sampai orang dewasa dan dampak dari informasi bagi mereka sangatlah bervariasi, ada yang masih tetap konservatif, ada yang dapat mengambil sisi positifnya, tetapi banyak pula yang menjadi korban dari informasi yang menjadi bernilai negatif. Sasaran yang paling banyak terpengaruh oleh teknologi dan informasi adalah remaja. Seperti dinyatakan oleh Hurlock ( 1980 ) bahwa masa remaja sebagai periode perubahan, perubahan dapat terjadi baik secara fisik maupun psikis. Tingkat perubahan dalam sikap dan perilaku selama masa remaja sejajar dengan tingkat perubahan yang terjadi pada perubahan fisik. Ketika perubahan fisik terjadi dengan pesat, perubahan yang terjadi pada perilaku dan sikap juga berlangsung pesat pula. Perubahan yang sangat menonjol pada remaja adalah terjadinya peningkatan minat dan motivasi terhadap seksualitas, hal ini sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik terutama pada organ-organ seksual dan perubahan hormonal yang mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual pada diri remaja ( Desmita, 2006 ). Menurut Jensen (2007) bahwa istilah yang sering digunakan secara umum dari materi seksual adalah pornografi. Hal ini kadang-kadang digunakan sebagai istilah umum dari

masalah seksual yang dipakai sebagai sesuatu yang dapat dikomersilkan pada produksi di buku-buku, majalah-majalah, film bahkan internet, baik dengan perbedaan gambar yang dibuat antara yang samar-samar maupun yang yang berupa kenyataan. Dampak pornografi saat ini sangat besar bagi aktivitas seksual remaja, karena hal ini mengandung resiko, dimana fenomena ini jelas sangat mengkhawatirkan baik bagi remaja, orang tua maupun masyarakat. B. RUMUSAN MASALAH Pembahasan mengenai masalah seksual yang hanya terbatas dengan teman-teman sebaya ( peer group ) menyebabkan penafsiran yang berbeda, yang sebetulnya mereka ( peer group ) tidak tahu secara benar apa sebetulnya seks itu. Kecenderungan perilaku seksual ini semakin meningkat dengan mudahnya penyebaran informasi yang bersifat rangsangan seksual. Akibatnya memunculkan perilaku-perilaku seksual yang sering dilakukan oleh remaja seperti masturbasi, berpelukan,berciuman, bercumbu bahkan sampai melakukan hubungan seksual pranikah. Untuk itulah permasalahan mengenai dampak fenomena video porno menjadi permasalahan yang menarik untuk diteliti, serta mengetahui dampak bagi perilaku seksyang terjadi akibat fenomena tersebut. C. TUJUAN PENELITIAN Tujuan diadakan penelitian ini adalah : 1. Untuk mendapatkan data mengenai fenomena video porno terhadap perilaku seksual remaja di Kabupaten Kudus. 2. Untuk mendapatkan data mengenai perilaku seksual yang telah dilakukan remaja akibat fenomena video porno pada remaja di Kabupaten Kudus. D. MANFAAT PENELITIAN Dengan diadakan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa : 1. Tersedianya data dasar mengenai berbagai perilaku seksual remaja dengan fenomena video porno yang ada di kabupaten Kudus. 2. Memberikan gambaran kepada para pendidik, orang tua, psikolog, tokoh masyarakat dan agamawan mengenai perilaku seksual remaja di Kabupaten Kudus. 3

TINJAUAN PUSTAKA A. Perkembangan Seksual Remaja Perkembangan seksual remaja ditandai dengan berfungsinya organ-organ reproduksi. Pada laki-laki ditandai dengan masaknya sel sperma pada testes dan pada wanita dimulai dengan masaknya seltelur pada ovarium. Indikasi yang nyata dari proses matangnya organorgan reproduksi pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah, sedangkan pada wanita ditandai dengan menstruasiuntuk pertama kalinya (Scarr dkk, 1986). B. Perilaku Seksual Remaja Untuk mengerti tentang perilaku seksual pada remaja, perlu diperoleh pengetahuan tentang seks remaja dan pola-pola perilaku seksual pada remaja, serta mengetahui pula peranan seks dalam memberikan motivasi terhadap pergaulan sosial. Menurut Katchadourian (1989), bahwa perilaku seksual pada remaja merupakan kelanjutan dari tugas perkembangan pada masa anak-anak dan remaja, yang merupakan masa eksploitasi seksual serta pola-pola yang akan mengalami perubahan setiap waktu. Lebih lanjut Katchadourian (1989) menyatakan ada beberapa perilaku seksual yang terjadi pada remaja sebagai pelampiasan dorongan seksual, yaitu : 1. Fantasi seksual, yaitu dilakukan remaja dengan membayangkan sesuatu yang bersifat erotis maupun membayangkan adanya hubungan seksual dengan lawan jenis. 2. Masturbasi, yaitu dilakukan dengan berfantasi hubungan seks terhadap lawan jenis sampai mencapai kepuasan sek pada wanita dan menyebabkan keluarnya sperma pada laki-laki. 3. Bercumbu, yaitu melakukan hubungan seks terhadap lawan jenis seperti berciuman, meraba-raba bagian tubuh tetapi belum sampai melakukan senggama. 4. Oral seks, yaitu hubungan seks yang dilakukan dengan mulut untuk mencapai kepuasan. 5. Hubungan seks, yaitu hubungan seks yang dilakukan secara langsung dengan cara memasukkan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin wanita. C. Pornografi dan Perilaku Seksual Remaja Media cetak dan media elektronik yang menyajikan informasi maupun gambar yang berbau seks (baca : porno) mempunyai peranan yang sangat besar dalam mempengaruhi perilaku seksual remaja. Menurut Armando (2007) lewat media media yang biasa digunakan kita dibuat tidak sadar kalau sedang terancam dengan bahaya pornografi, meskipun ada sisi positif namun banyak pula yang muatannya bermasalah (baca : negatif ), berisi tentang seks

dan pornografi, ada unsur kekerasan serta bahasa kasar dan siapa yang paling terpengaruh dengan adanya media seperti itu, tentunya remaja dan anak-anak. Kalau hal-hal seperti ini dibiarkan terus bakal berdampak buruk terhadap sikap perilaku remaja, karena remaja dapat melakukan peniruan dari apa yang ditontonya. Demikian pula Widjanarko (2005) menyatakan bahwa dewasa ini rangsangan seksual melalui media visual ( televisi, VCD, bioskop) serta media cetak sangatlah terbuka dan mudah untuk diperoleh, akibatnya memunculkan ekses-ekses yaitu terjadinya percobaanpercobaan perilaku seks yang sering dilakukan remaja seperti masturbasi, berciuman, berpelukan bercumbu bahkan sampai hubungan seks pra-nikah. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian untuk mengetahui perilaku seksual remaja dari dampak fenomena video pornomerupakan kajian eksploratif yang bersifat diskriptif karena berusaha untuk mendapatkan data dasar mengenai perilaku remaja SMA di kabupaten Kudus. B. Subyek Penelitian Populasi dari penelitian yang dilakukan adalah beberapa siswa SMA yang terdapat di kabupaten Kudus, di mana tempat sekolah mereka berada di sekitar kota Kudus dan kecamatan yang berdekatan dengan kota. Adapun sampel yang diambil adalah siswa yang berada di kelas X atau kelas XI. C. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan angket terbuka dan angket tertutup. Angket dibuat berdasarkan kebutuhan data yang diinginkan sesuai dengan tujuan penelitian. D. Metode Analisis Data Metode analisis data ini dengan mengkategorikan data-data yang terkumpul melalui proses penyuntingan ( editing ), pengkodean ( koding ) dan tabulasi. Data kualitatif dari angket terbuka dianalisis dengan menggunakan content analysis. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Penelitian ini berusaha untuk mengetahui perilaku seksual remaja sebagai dampak dari video porno yang pernah mereka tonton. Subyek dari penelitian ini adalah pelajar dari beberapa SMA yang dijadikan sampel dengan jumlah subyek sebanyak 214 siswa yang terdiri dari kelas X dan kelas XI. 5

Dalam penelitian ini subyek diberikan 10 item pertanyaan yang berhubungan dengan video porno dan perilaku seksual remaja yang pernah dilakukan. A.1. Apakah Responden Pernah Melihat Video Porno Total 214 responden, sebanyak 123 responden pernah melihat video porno dan 91 responden belum pernah melihat video porno. Setelah pertanyaan ini bagi subyek yang pernah melihat video porno dilanjutkan ke nomor 2 (selanjutnya), sedangkan bagi responden yang belum pernah melihat maka dilanjutkan ke nomor 8. A.2. Kelas Berapa Pertama Kali Responden Melihat Video Porno Dalam penelitian ini jenjang responden dibagi dalam tiga tingkatan sekolah yaitu SD, SMP dan SMA. Hasil dari jawaban responden menunjukkan bahwa ada 2 orang yang pernah melihat video porno sejak di bangku SD, 53 responden yang melihat sejak dibangku SMP dan 68 responden yang melihat sejak di bangku SMA. A.3. Darimana Responden Pertama Melihat Video Porno Sebanyak 118 responden melihat video porno pertama kali dikasih tahu oleh teman (lewat HP, Internet, VCD), sebanyak 3 responden yang mencari sendiri (internet, VCD) dan 2 responden dikasih tahu oleh tetangga. A.4. Lewat Media Apa Pertama Kali Melihat Video Porno Sebanyak 74 responden melihat video porno pertama kali melalui HP, sebanyak 24 responden melihat video porno pertama kali melalui internet, sebanyak 21 responden melihat video porno pertama kali melalui komputer dan sebanyak 4 responden melihat video porno pertama kali melalui VCD. A.5. Perilaku Seksual Yang Pernah Dilakukan Oleh Responden Sebanyak 27 responden tidak menjawab pertanyaan, sebanyak 11 responden hanya berfantasi seksual saja, sebanyak 18 responden pernah melakukan fantasi seksual yang dikuti dengan masturbasi, sebanyak 48 responden melakukan ciuman, sebanyak 15 responden melakukan ciuman yang diikuti dengan meraba pasangan, dan sebanyak 4 responden ciuman yang sampai melakukan oral seks. Secara lebih jelas dapat dilihat pada diagram berikut : A.6. Apakah Perilaku Seksual Yang Lakukan Responden Terinspirasi Dari Melihat Video Porno. Sebanyak 123 responden, sebanyak 63 responden menjawab ya dan sebanyak 54 responden menjawab tidak, sebanyak 6 responden yang tidak menjawab. A.7. Apakah Responden mengulangi perilaku seksual tersebut?

Sebanyak 123 responden sebanyak 103 menjawab tidak mengulangi dan sebanyak 20 responden menjawab mengulangi. A.8. Menurut anda perlukah seseorang menonton video porno Responden yang pernah melihat video porno maupun yang belum pernah melihat selanjutnya ditanyakan apakah perlukah seseorang menonton video porno. Dari 214 responden sebanyak 58 menjawab perlu dan sebanyak 156 responden tidak perlu. A. 9. Adakah hal positif dan negatif dari melihat video Porno Sebanyak 214 responden sebanyak 70 responden yang menjawab ada unsur positif tetapi juga ada unsur negatifnya dan sebanyak 144 responden hanya menjawab hal yang negatif dari video porno. A.10. Pesan apa yang bisa Anda berikan, untuk remaja yang belum atau sudah pernah melihat video porno Sebanyak 214 responden hampir semua memberikan pesan kepada yang lain, baik yang sudah pernah melihat maupun yang belum pernah melihat video porno untuk menghindari video porno tersebut. B. Pembahasan Perubahan yang sangat menonjol pada remaja adalah terjadinya peningkatan minat dan motivasi terhadap seksualitas, hal ini sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik terutama pada organ-organ seksual dan perubahan hormonal yang mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual pada diri remaja ( Desmita, 2006 ). Dinyatakan pula oleh Harlock ( 1980 ), bahwa karena meningkatnya minat terhadap seks, remaja selalu berusaha mencari lebih banyak informasi mengenai seks. Remaja berusaha mencari dari berbagai sumber yang mungkin dapat diperoleh seperti pelajaran di sekolah, buku-buku tentang seks, membahas dengan teman-teman maupun dari berbagai media yang dapat diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa ada 53% dari 214 responden telah melihat video porno dalam berbagai bentuk, melalui berbagai media yang dapat diakses dengan mudah seperti HP, internet, CD dan lainnya. Namun akibat dari melihat video porno ini tidak berhenti begitu saja, tetapi berkelanjutan kepada perilaku yang mengarah kepada perilaku seksual dengan lawan jenis, seperti ciuman, meraba-raba tubuh lawan jenis bahkan sampai pada perilaku oral seks. Menurut Widjanarko (2005) menyatakan bahwa dewasa ini rangsangan seksual melalui media visual ( televisi, VCD, bioskop) serta media cetak sangatlah terbuka dan mudah untuk diperoleh, akibatnya memunculkan ekses-ekses yaitu terjadinya percobaan- 7

percobaan perilaku seks yang sering dilakukan remaja seperti masturbasi, berciuman, berpelukan bercumbu bahkan sampai hubungan seks pra-nikah. Demikian pula Scarr (1986) menyatakan bahwa pola perilaku seksual remaja hari ini lebih aktif daripada hari kemarin, dimulai dengan rayuan untuk berpegangan tangan dan ciuman perpisahan, sampai pada berpelukan, bercumbu dan akhirnya melakukan hubungan seks. Namun ada hal positif dari sikap remaja yang menjadi subyek penelitian yaitu menyarankan kepada remaja lain baik yang sudah pernah melihat atau yang belum pernah melihat untuk tidak melihat video porno lagi karena secara umum beralasan bahwa hal itu akan merusak pikiran. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan : 1. Pelajar SMA yang menjadi subyek penelitian rata-rata mengetahui adanya penyebaran video porno. 2. Ada 57 % dari sampel yang diteliti telah melihat video porno. B. Saran a. Bagi Pelajar 1. Perlunya kesadaran kepada pelajar untuk tidak melihat video porno. 2. Bagi pelajar yang sudah pernah melihat video porno agar tidak mengulangi lagi, karena dapat menimbulkan pemikiran-pemikiran yang negatif. 3. Bagi pelajar yang belum pernah melihat agar tidak perlu penasaran untuk melihat karena dapat merusak pikiran. b. Bagi Sekolah 1. Perlu penanaman kesadaran serta pemahaman keagamaan yang terus menerus agar siswa mengetahui dampak dari video porno. 2. Adanya peraturan dan kedisiplinan dari segenap jajaran sekolah mengenai pengawasan penggunaan media ( HP dll ) sebagai upaya pencegahan penyebaran video porno. c. Bagi Keluarga 1. Perlunya perhatian orang tua yang lebih serius kepada putra-putrinya dengan peredaran video porno semakin marak. 2. Memberi bimbingan dan penanaman akhlaq yang baik kepada seluruh anggota keluarga agar terhindar dari hal-hal yang bersifat negatif.

DAFTAR PUSTAKA Desmita. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung : Remaja Rosdakarya Hurlock, E.B. 1980. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga Jensen, R. 2007. Pornography and Sexual Violence. www.vawnet.org/sexual Violence/Research/ VaWnetDocument Widjanarko,M.2005. Perlu Kita Ketahui : Kesehatan Reproduksi Remaja. Kudus: Program Studi Psikologi Universitas Muria Kudus Armando,N.M.2007. Akibat Video Porno. www.republika on line Kacthadorian,H.A.1989. Faundamental of Human Sexuality. Chicago : Holt, Rinehart and Winston inc. Scarr, S., Weinbergh, R.A. and Levine, A. 1986. Understanding Development. New York : Harcourt Brace Jovanovich. Monks, F.J., Knoers, A.M.P., Haditono, S.R. 2004. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. 9