KUESIONER PENELITIAN
|
|
|
- Sonny Hartono
- 7 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KUESIONER PENELITIAN Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks Tahun 2013 I. Kata Pengantar Dengan hormat, sehubungan dengan penelitian saya dalam rangka penyusunan skripsi yang berjudul: Perilaku Orangtua Siswa SMP Santo Thomas 3 Medan Dalam Pemberian Informasi Mengenai Pendidikan Seks, maka saya memohon kepada Bapak/Ibu dengan kerelaan hati untuk memberikan jawaban/respon atas kuesioner penelitian ini dengan benar, jujur dan jelas. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. II. Karakteristik/Identitas Responden a) Nomor Responden :... (diisi oleh peneliti) b) Nama Bapak/Ibu :... c) Umur :... (tahun) d) Jenis Kelamin : 1. Laki-laki 2. Perempuan e) Pendidikan terakhir :... f) Pekerjaan :... g) Nama Anak/Siswa :... III. A. Pengetahuan (knowledge) Petunjuk : Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling sesuai dari pertanyaan di bawah ini. 1. Menurut Bapak/Ibu apakah yang dimaksud dengan masa remaja? a. Suatu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, bukan hanya dalam artian psikologis tetapi juga fisik (2) b. Masa-masa pubertas (0) c. Suatu masa yang rumit dimana mulai merasakan perubahanperubahan (1)
2 2. Menurut Bapak/Ibu, apa saja tahap-tahap perkembangan masa remaja? a. Masa remaja pertama, kedua, dan ketiga (1) b. Masa remaja awal, pertengahan, dan akhir (2) c. Masa remaja pratama, madya dan akhir (0) 3. Menurut Bapak/Ibu apakah masa pubertas? a. Suatu masa dimana mulai mengalami perubahan sistem hormon baik pada perempuan maupun pada laki-laki (2) b. Masa perubahan fisik (0) c. Masa haid/menstruasi pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki (1) 4. Menurut Bapak/Ibu, apa yang dimaksud dengan seks? a. Seks adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin (1) b. Seks adalah perbedaan badani atau biologis perempuan dan lakilaki, yang sering disebut jenis kelamin yaitu penis untuk laki-laki dan vagina untuk perempuan (2) c. Seks adalah naluri yang dimiliki oleh setiap manusia (0) 5. Menurut Bapak/Ibu apa yang dimaksud dengan pendidikan seks? a. Pendidikan seks adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar, yang meliputi terjadinya pembuahan, kehamilan, tingkah laku seksual, hubungan seksual dan aspek-aspek kesehatan, kejiwaaan dan kemasyarakatan (2) b. Pendidikan seks adalah permasalahan remaja pendidikan tentang semua aspek seksualitas (1) c. Pendidikan seks adalah suatu informasi yang sangat penting (0) 6. Menurut Bapak/Ibu apa manfaat dari pendidikan seks? a. Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik, mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja (2) b. Memberikan pengetahuan tentang penyimpangan seksual (1) c. Membentuk sikap dan memberikan pengertian terhadap seks (0) 7. Menurut Bapak/Ibu apakah tujuan dari pendidikan seks? a. Menambah rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja (0) b. Menambah wawasan dan menyiapkan remaja agar paham tentang seksualitas dan akibat-akibatnya (2) c. Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik yang terjadi pada saat masa pubertas (1)
3 8. Menurut Bapak/Ibu aspek apakah yang paling penting untuk disampaikan dalam pendidikan seks? a. Anatomi tubuh, sistem reproduksi manusia, kesehatan dan perilaku (2) b. Arti seks itu sendiri (0) c. Perubahan fisik pada tubuh yang terjadi pada masa pubertas (1) 9. Menurut Bapak/Ibu apakah peran orangtua selaku memiliki remaja? a. Membekali anak dengan pengetahuan mengenai pendidikan seks agar tidak salah dalam pergaulan sekaligus memonitoringnya (2) b. Menjaga dan mewaspadai anak dalam pergaulannya (1) c. Memperhatikan teman-teman pergaulan sang anak (0) Untuk pertanyan no.10 & no.11,.jawaban boleh lebih dari satu dengan memberikan tanda (X) 10. Dalam mengontrol pergaulan anak, bagaimana cara Bapak/Ibu melakukannya? 1) Tidak mengizinkan mengakses internet yang berbau pornografi secara ketat (melalui handphone/komputer/laptop/smartphone) (1) 2) Tidak mengizinkan menonton TV yang berbau film-film dewasa (>17tahun ke atas) (1) 3) Tidak memperbolehkan anak perempuan menggunakan pakaian minim/tipis saat berada diluar rumah (1) 4) Memantau perkembangan anak dan pergaulan dengan teman sebayanya (1) 5) Tidak sama sekali (0) Penilaian : Jawaban > 3 : 3 Jawaban 2-3 : 2 Jawaban < 2 : Apakah Bapak/Ibu tahu mengenai perkembangan remaja anda? 1) Remaja mulai menyampaikan pendapat dan haknya (1) 2) Remaja lebih mudah dipengaruhi teman-temannya (1) 3) Remaja mengalami pertumbuhan fisik maupun seksualitas (1) 4) Remaja menjadi terlalu percaya diri sehingga emosinya meningkat, mengakibatkan ia sukar menerima nasihat orangtua (1) 5) Tidak tahu (0) Penilaian : Jawaban > 3 : 3 Jawaban 2-3 : 2 Jawaban < 2 : 1
4 B. Sikap (Attitude) Petunjuk : Jawablah dengan memberi tanda ( ) pada kotak pilihan anda. Keterangan pilihan jawaban : 1. SS = Sangat Setuju 2. S = Setuju 3. TS = Tidak Setuju 4. STS = Sangat Tidak Setuju No. Pernyataan Sikap 1 Peredaran situs porno di internet sangat mudah diakses oleh siapapun dan kalangan siapapun (terutama remaja) 2 Pendidikan seks secara dini dapat menghindarkan remaja dari perilaku seksual pranikah (free seks) 3 Seks bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan kepada anak 4 Pendidikan seks itu penting dan perlu diketahui oleh setiap remaja 5 Perlunya diterapkan pendidikan seks di rumah sebagai pendidikan informal 6 Memberikan informasi mengenai seksualitas sejak masa pubertas itu adalah hal yang penting dan mendasar 7 Hendaknya perilaku anak tetap dipantau (dari cara bergaulnya) agar dapat dilihat dari segi aspek perkembangannya 8 Pendidikan seks membuktikan bahwa pendidikan seks bisa mengurangi atau mencegah perilaku hubungan seks sembarangan yang berarti pula mengurangi tertularnya penyakit akibat hubungan seks bebas 9 Pendidikan seks yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak azazi manusia, juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan di dalamnya sehingga akan membentuk akhlak dan moral remaja 10 Pendidikan seks berkontribusi besar mengurangi perilaku seksual pranikah (free seks) SS S TS STS
5 C. Tindakan (Action) Petunjuk : Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling sesuai dari pertanyaan di bawah ini.. 1. Sebagai orangtua, adakah kemauan Bapak/Ibu untuk memberikan informasi mengenai pendidikan seks? 2. Sebagai orangtua, pernahkah Bapak/Ibu memberikan pendidikan seks kepada anak? Misalnya: pada anak perempuan pembesaran payudara dan menstruasi dan pada anak laki-laki pembesaran suara dan mimpi basah. a. Ya (sebutkan dan tuliskan pada usia berapa) (1) 3. Jika pernah, pada anak laki-laki atau perempuan? a. Laki-laki b. Perempuan c. Kedua-duanya 4. Sebagai orangtua apakah Bapak/Ibu pernah memberikan informasi mendasar tentang permasalahan seksual? Misalnya: proses tubuh seperti terjadinya kehamilan dan kelahiran dengan kata lain darimana datangnya bayi. 5. Sebagai orangtua apakah Bapak/Ibu pernah memberikan informasi kepada anak anda tentang hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di depan umum? Misalnya: tidak boleh menggunakan pakaian ketat/minim saat berada di luar rumah 6. Sebagai orangtua apakah Bapak/Ibu pernah memberikan informasi tentang organ reproduksi dan fungsinya? Misalnya: vagina berfungsi sebagai saluran keluarnya menstruasi dan penis selain sebagai saluran buang air kecil juga berfungsi sebagai saluran keluarnya sperma
6 7. Sebagai orangtua apakah Bapak/Ibu pernah menjelaskan tentang bahaya aborsi (pengguguran kandungan) dan seks bebas? 8. Sebagai orangtua apakah Bapak/Ibu pernah memberikan informasi tentang penyakit kelamin? 9. Sebagai orangtua menurut Bapak/Ibu apakah pendidikan seks dapat mencegah terjadinya perilaku seks bebas? 10. Sebagai orangtua apakah Bapak/Ibu selalu memantau perkembangan anak? 11. Sebagai orangtua apakah Bapak/Ibu selalu menasehati dan membatasi anak dalam bergaul dengan lawan jenis? 12. Sebagai orangtua apakah Bapak/Ibu mengetahui bahwa anak Bapak/Ibu belum pernah/sudah/sedang berpacaran? 13. Jika ya, tahukah Bapak/Ibu bahwa anak Bapak/Ibu belum/sudah pernah melakukan ciuman (tangan, kening, pipi, ataupun bibir)? 14. Sebagai orangtua tahukah Bapak/Ibu bahwa anak Bapak/Ibu belum/sudah pernah membaca buku/majalah/tabloid/surat kabar porno atau menonton video porno?
7 15. Sebagai orangtua tahukah Bapak/Ibu bahwa anak Bapak/Ibu belum/sudah pernah melakukan onani/masturbasi (perangsangan seksual yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual)? 16. (Untuk pertanyaan no.14 dan no.15) Jika tahu, apakah Bapak/Ibu membiarkan hal itu terjadi? a. Ya (0) b. Tidak (1) 17. (Untuk pertanyaan no.14 dan no.15) Ataukah Bapak/Ibu memberi masukan? 18. Sebagai orangtua ada batasan dalam berkomunikasi mengenai seks dengan anak? a. Ya (0) b. Tidak (1) 19. Sebagai orangtua apakah Bapak/Ibu masih merasa bahwa membicarakan seks adalah hal yang sangat tabu? a. Ya (0) b. Tidak (1) 20. Menurut Bapak/Ibu apakah memberikan pengetahuan mengenai seks (dalam konteks pendidikan seks) kepada anak adalah hal yang sangat penting? 21. Apakah Bapak/Ibu setuju bila pendidikan seks tidak hanya diterapkan dalam lingkungan rumah (keluarga sebagai pendidikan informal) namun juga di lingkungan sekolah sebagai pendidikan formal?
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17 OUTPUT DATA PERILAKU ORANGTUA SISWA SMP SANTO THOMAS 3 MEDAN DALAM PEMBERIAN INFORMASI MENGENAI PENDIDIKAN SEKS TAHUN 2013 [DataSet1] D:\Stevanny Documents\Vanny's Skripsweet\SPSS PendSeksVanny\PendSeksVa nny-rev.sav Statistics Umur Responden Pendidikan Terakhir Pekerjaan Pengetahuan Responden Sikap Responden Tindakan Responden N Valid Missing Frequency Table Karakteristik Umur Responden Valid > Jenis Kelamin Responden Valid Laki-laki Perempuan Pendidikan Terakhir Responden Valid SMP SMA/Sederajat Diploma I/II/III
18 Sarjana/Strata Master/Strata Doktor/Strata Pekerjaan Responden Valid Wiraswasta PNS Pegawai Swasta Lain-lain Pengetahuan Responden Valid Baik Cukup Sikap Responden Valid Baik Cukup Tindakan Responden Valid Baik Cukup Kurang
19 Frequency Table Pengetahuan Pengertian Masa Remaja Valid Masa rumit Masa pubertas Masa peralihan Tahap Perkembangan Masa Remaja Valid Pratama, Madya dan Akhir Pertama, Kedua, dan Ketiga Awal, Pertengahan dan Akhir Pengertian Masa Pubertas Cumulativ e Valid Perubahan Fisik Menstruasi dan Mimpi Basah Perubahan Hormon Pengertian Seks Valid Naluri Berkaitan dengan alat kelamin Perbedaan biologis
20 Pengertian Pendidikan Seks Valid Informasi Permasalahan seksualitas Informasi seksualitas dan aspek kesehatan, dll Manfaat Pendidikan Seks Valid Membentuk sikap Memberikan pengetahuan Memberikan pengertian memadai mengenai perubahan fisik Total Tujuan Pendidikan Seks Valid Memberikan pengertian yang memadai Cumulativ e Menambah wawasan
21 Aspek yang paling penting dalam Pendidikan Seks Frequency Valid Valid Arti seks itu sendiri Perubahan fisik pada tubuh Anatomi tubuh, sistem reproduksi manusia, kes dan pl Peran Orangtua Selaku Memiliki Remaja Valid Memperhatikan teman-teman pergaulan sang anak Menjaga dam mewaspadai anak dalam pergaulannya Membekali anak dengan pengetahuan Cumulativ e Mengontrol Pergaulan Anak Valid Tahukah Mengenai Perkembangan Remaja Anda Valid
22 Frequency Table Sikap Peredaran Situs Porno di Internet Sangat Mudah Diakses Valid STS TS S SS Pendidikan seks secara dini dapat menghindarkan remaja dari free seks Valid STS TS S SS Seks bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan kepada anak Valid STS TS S SS
23 Pendidikan seks itu penting dan perlu diketahui oleh setiap remaja Valid STS TS S SS Perlunya diterapkan pendidikan seks dirumah sebagai pendidikan informal Valid STS TS S SS Memberikan info seksualitas sejak pubertas adalah hal yg penting & mendasar Valid STS TS S SS
24 Hendaknya perilaku anak tetap dipantau (dari cara bergaulnya) Valid S SS Pendidikan seks dapat mencegah perilaku hubungan seks smbarangan Valid STS TS S SS Pendidikan seks yg benar harus memasukkan unsur-unsur HAM Valid TS S SS Pendidikan seks berkontribusi besar mengurangi free seks Valid TS S SS
25 Frequency Table Tindakan Adakah kemauan untuk memberikan pendidikan seks Valid Tidak Ya Pernahkah memberikan informasi mengenai pendidikan seks kepada anak Valid Tidak Ya Jika pernah kepada anak laki-laki atau perempuan Valid Laki-laki Perempuan Keduanya Total Missing System Total Umur diberikannya pendidikan seks Valid Total Missing System Total
26 Pernah tidaknya memberikan informasi tentang hal-hal yg boleh dan tidak boleh dilakukan didepan umum Valid Tidak Ya Pernah tidaknya memberikan info mengenai organ reproduksi dan fungsinya Valid Tidak Ya Bahaya aborsi dan seks bebas Valid Tidak Ya Informasi penyakit kelamin Valid Tidak Ya
27 Pendidikan seks dapat mencegah terjadinya perilaku seks bebas Valid Tidak Ya Selalu memantau perkembangan anak Valid Tidak Ya Selalu menasehati dan membatasi anak dalam bergaul dengan lawan jenis Valid Tidak Ya Mengetahui anak pernah/belum/sedang berpacaran Valid Tidak Ya Mengetahui anak pernah/belum berciuman kening/pipi/bibir Valid Tidak Ya
28 Mengetahui anak pernah/belum membaca buku porno/menonton video porno Valid Tidak Ya Mengetahui anak pernah/belum onani atau masturbasi Valid Tidak Ya Jika tahu apakah membiarkan hal itu terjadi Valid Ya Tidak Memberi masukan Valid Tidak Ya Ada batasan berkomunikasi tentang seksualitas dengan anak Valid Ya Tidak
29 Memberikan pengetahuan mengenai pendidikan seks kepada anak adalah hal yang sangat penting Seks adalah hal yang sangat tabu Valid Ya Tidak Valid Tidak Ya Setuju apabila pendidikan seks tidak hanya diterapkan di rumah tetapi di sekolah juga Valid Tidak Ya
30
31
Lampiran 1 Kuesioner Gambaran Keterpaparan Pornografi dan Perilaku Seksual Siswa di SMA Al Azhar Medan Tahun 2010
Lampiran 1 Kuesioner Gambaran Keterpaparan Pornografi dan Perilaku Seksual Siswa di SMA Al Azhar Medan Tahun 2010 Petunjuk : Pilihlah jawaban yang sesuai dengan jawaban anda yang sebenarbenarnya dengan
KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA
KUESIONER PENELITIAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA HUBUNGAN ANTARA PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU PACARAN PADA REMAJA DI SMA PATRIOT BEKASI TAHUN 2008 (SANGAT RAHASIA)
perubahan-perubahan fisik itu (Sarwono, 2011).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia sebagai makhluk seksual tidaklah pernah bisa luput karena disaat berbicara masalah seputar seks rasanya tidak akan ada habis-habisnya. Hanya kematian yang
a. Tidak sekolah b. SD c. SMP d. SMU e. Perguruan tinggi II. Pertanyaan tentang Pengetahuan 1. Menurut anda apakah yang dimaksud dengan internet?
No. Responden : Umur : tahun Kelas/jurusan : Jenis kelamin : L/P Tempat tinggal : Uang saku : Rp. Perhari Pendidikan terakhir Orangtua : Pendidikan terakhir Ayah Ibu Pekerjaan Orangtua : Penghasilan Orang
SKRIPSI. Proposal skripsi. Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Ijazah S-1 Kesehatan Masyarakat
SKRIPSI HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMP MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA TAHUN 2011 Proposal skripsi Skripsi ini Disusun untuk
PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN (INFORMED CONSENT) Pada penelitian: KUESIONER PENELITIAN
Lampiran 1 PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN (INFORMED CONSENT) Pada penelitian: KUESIONER PENELITIAN PERBANDINGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI MAN MEULABOH-1 DAN SMAN
BAB 1 PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa peralihan antara anak-anak yang dimulai saat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa remaja merupakan masa peralihan antara anak-anak yang dimulai saat kematangan seksual yaitu antara usia 11 sampai 13 tahun sampai dengan 20 tahun, yaitu masa menjelang
KUESIONER KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PONDOK PESANTREN GEDONGAN KABUPATEN CIREBON
KUESIONER KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PONDOK PESANTREN GEDONGAN KABUPATEN CIREBON Disusun oleh: Nama : NIP : LATAR BELAKANG Masa remaja merupakan satu periode dalam kehidupan manusia yang batasan usia
Perpustakaan Unika LAMPIRAN
LAMPIRAN A. SKALA PENELITIAN A-1. Skala Perilaku Seksual Pranikah Remaja Putri A-1. Skala Peran Ayah dalam Pendidikan Seksualitas A-1. Skala Perilaku Seksual Pranikah Remaja Putri No : Petunjuk Pengisian
BAB I PENDAHULUAN. terkecuali setiap individu akan mengalami masa peralihan ini.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Remaja adalah masa peralihan, yang bukan hanya dalam arti psikologis, tetapi juga fisiknya. Peralihan dari anak ke dewasa ini meliputi semua aspek perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. berbagai tantangan dan masalah karena sifatnya yang sensitif dan rawan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja ialah suatu waktu kritis seseorang dihadapkan pada berbagai tantangan dan masalah karena sifatnya yang sensitif dan rawan menyangkut moral, etika, agama,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. peka adalah permasalahan yang berkaitan dengan tingkat kematangan seksual
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Permasalahan remaja sekarang ini cukup kompleks. Salah satu yang paling peka adalah permasalahan yang berkaitan dengan tingkat kematangan seksual remaja. Hal
- SELAMAT MENGERJAKAN -
Identitas subyek Usia : Angkatan : Jenis kelamin : PEDOMAN PENGISIAN 1. Isilah identitas di sudut kiri atas dengan jelas. 2. Bacalah dahulu Petunjuk Pengisian pada masing-masing bagian dengan cermat. 3.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, dimana terjadi perubahan biologis, psikologis, dan sosial (Notoatmodjo, 2007). Salah satu
BAB I PENDAHULUAN. dengan orang lain, perubahan nilai dan kebanyakan remaja memiliki dua
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik maupun psikologis diantaranya peningkatan emosional, kematangan
Lampiran 1 Kuestioner Sikap Ibu terhadap Pendidikan Seks KUESTIONER SIKAP IBU TERHADAP PENDIDIKAN SEKS PADA PRAREMAJA USIA TAHUN
Lampiran 1 Kuestioner Sikap Ibu terhadap Pendidikan Seks KUESTIONER SIKAP IBU TERHADAP PENDIDIKAN SEKS PADA PRAREMAJA USIA 10 12 TAHUN Keterangan : SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju STS :
BAB I PENDAHULUAN. untuk dibicarakan. Hal ini dimungkinkan karena permasalahan seksual telah
BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Masalah Sampai saat ini masalah seksualitas masih menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan. Hal ini dimungkinkan karena permasalahan seksual telah menjadi sesuatu
KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL DI SMK PENCAWAN MEDAN TAHUN 2014
KUESIONER GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL DI SMK PENCAWAN MEDAN TAHUN 2014 I. Identitas Responden No.Responden : Jenis kelamin : Umur : Alamat rumah : Uang saku/bulan : II.
LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara
LAMPIRAN Lampiran 1 Kuesioner Lampiran 2 Surat Pemohonan Izin Survei Pendahuluan I Lampiran 3 Surat Pemohonan Izin Survei Pendahuluan II Lampiran 4 Surat Pengambilan Data Penelitian Lampiran 5 Surat Selesai
Lampiran 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini:
Lampiran 1 60 Lampiran 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini: N a m a : U s i a : Alamat : Pekerjaan : No. KTP/lainnya: Dengan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanan menuju masa dewasa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia mengalami proses perkembangan secara bertahap, dan salah satu periode perkembangan yang harus dijalani manusia adalah masa remaja. Masa remaja merupakan
BAB I PENDAHULUAN. tampak pada pola asuh yang diterapkan orang tuanya sehingga menjadi anak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa yang sangat penting dan krisis sehingga memerlukan dukungan serta pengarahan yang positif dari keluarganya yang tampak pada pola asuh yang
BAB 1 PENDAHULUAN. adanya penampakan karakteristik seks sekunder (Wong, 2009: 817).
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan suatu periode transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa. Merupakan waktu kematangan fisik, kognitif, sosial dan emosional yang cepat menuju
FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Pengetahuan, Sikap dan Informasi yang diterima remaja terhadap perilaku seks bebas di SMU Budi Satrya Bandar Selamat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
BAB I PENDAHULUAN. daya manusia yang potensial adalah generasi mudanya. Tarigan (2006:1)
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Remaja merupakan salah satu golongan masyarakat yang termasuk dalam kategori generasi muda, dikaitkan dengan pembangunan suatu negara, sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa dimana pada masa ini akan terjadi perubahan fisik, mental, dan psikososial yang cepat
ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA GURU DI SMP X DI KOTA CIMAHI TAHUN 2010
ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA GURU DI SMP X DI KOTA CIMAHI TAHUN 2010 Lucas Haryono, 2010; Pembimbing I : dr. Dani, M.Kes Pembimbing II : dr.
BAB 1 PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan suatu masa dalam perkembangan hidup manusia. WHO
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa remaja merupakan suatu masa dalam perkembangan hidup manusia. WHO mendefinisikan, masa remaja (adolescence) di mulai sejak usia 10 tahun sampai 19 tahun. Salah
BAB I PENDAHULUAN. Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting dalam pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis. Menurut Robby Susatyo,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. aktivitas seksual remaja juga cenderung meningkat baik dari segi kuanitas
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rangsangan dari lingkungan seperti film, TV, VCD tentang perilaku seksual serta faktor gizi menyebabkan remaja sekarang lebih cepat perkembangan seksualnya karena hormon
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL KABUPATEN KULON PROGO PUSAT STUDI SEKSUALITAS PKBI DIY 2008
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL KABUPATEN KULON PROGO PUSAT STUDI SEKSUALITAS PKBI DIY 2008 A. KARAKTERISTIK RESPONDEN 1. Umur Usia Responden
BAB I PENDAHULUAN. dari 33 menjadi 29 aborsi per wanita berusia tahun. Di Asia
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Tingkat aborsi tahunan di Asia berkurang antara tahun 1995 dan 2003 dari 33 menjadi 29 aborsi per 1.000 wanita berusia 15 44 tahun. Di Asia Timur, tingkat
BAB I PENDAHULUAN. Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang merupakan salah satu faktor yang memiliki peran besar dalam menentukan tingkat pertumbuhan penduduk
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian
1 A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Masa remaja dimulai sekitar usia 10 hingga 13 tahun sampai 18 hingga 22 tahun (Santrock, 2007, hlm. 20). Pada masa remaja, individu banyak mengalami perubahan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Menurut Imran (1998) masa remaja diawali dengan masa pubertas,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Imran (1998) masa remaja diawali dengan masa pubertas, yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dalam istilah asing yaitu adolescence yang berarti tumbuh kearah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Remaja a. Pengertian Remaja Menurut World Health Organization (WHO) (2014) remaja atau dalam istilah asing yaitu adolescence yang berarti tumbuh kearah kematangan.
BAB I PENDAHULUAN. data BkkbN tahun 2013, di Indonesia jumlah remaja berusia tahun sudah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penduduk remaja adalah bagian dari penduduk dunia dan memiliki sumbangan teramat besar bagi perkembangan dunia. Remaja dan berbagai permasalahannya menjadi perhatian
BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Remaja adalah mereka yang berusia diantara tahun dan merupakan
1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Remaja adalah mereka yang berusia diantara 10-24 tahun dan merupakan salah satu kelompok populasi terbesar yang apabila dihitung jumlahnya berkisar 30% dari jumlah
LAMPIRAN 1 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)
LAMPIRAN 1 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini: N a m a : U s i a : Alamat : Pekerjaan : No. KTP/lainnya: Dengan sesungguhnya
SKRIPSI. Skripsi ini Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun oleh : DYAH ANGGRAINI PUSPITASARI
SKRIPSI PERBEDAAN PERILAKU PENCARIAN INFORMASI, PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS (SLTA) NEGERI DAN SWASTA DI KABUPATEN SUKOHARJO Skripsi ini Disusun
BAB I PENDAHULUAN. dewasa yang meliputi semua perkembangannya yang dialami sebagai. persiapan memasuki masa dewasa (Rochmah, 2005). WHO mendefinisikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa yang meliputi semua perkembangannya yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa (Rochmah,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan suatu fase hidup manusia dimana fase ini terdapat banyak perkembangan pesat baik fisik, psikologis dan sosial. Perkembangan fisik ditandai dengan
Atas partisipasi dan kesediaan saudara/i sekalian untuk menjadi responden, peneliti mengucapkan terimakasih.
UNIVERSITAS ESA UNGGUL FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT Kepada Yth. Responden Di Tempat Dengan hormat, Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Niswaniyah NIM : 2013-31-076
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dimasyarakat pada saat ini melalui media-media seperti televisi, koran, radio dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang, kehidupan seksual dikalangan remaja sudah lebih bebas dibanding dahulu. Terbukanya saluran informasi seputar seks bebas beredar dimasyarakat
KUESIONER PENELITIAN
78 KUESIONER PENELITIAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA YANG TINGGAL DI KOST LINGKUNGAN V KELURAHAN PADANG BULAN KECAMATAN MEDAN BARU TAHUN 2013 No. Responden : I. IDENTITAS
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja adalah suatu tahap peralihan antara masa anak-anak dengan masa dewasa. Lazimnya masa remaja dimulai saat anak secara seksual menjadi matang dan berakhir
BAB I PENDAHULUAN. dalam tubuh yang mengiringi rangkaian pendewasaan. Pertumbuhan organ-organ
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya perubahan fisiologis pada manusia terjadi pada masa pubertas. Masa Pubertas adalah suatu keadaan terjadinya perubahan-perubahan dalam tubuh
BAB I PENDAHULUAN. dewasa. Dalam masa ini remaja mengalami pubertas, yaitu suatu periode
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Dalam masa ini remaja mengalami pubertas, yaitu suatu periode ketika terjadi perubahan kadar hormon
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Masa remaja merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, yang disertai dengan berbagai perubahan baik secara fisik, psikis, maupun
BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja adalah masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja adalah masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik maupun
BAB I PENDAHULUAN. tentang kesehatan reproduksi ini penting untuk. diberikan kepada remaja, melihat semakin meningkatnya kasus-kasus remaja
1 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi ini penting untuk diberikan kepada remaja, melihat semakin meningkatnya kasus-kasus remaja berkenan dengan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menikmati masa remajanya dengan baik dan membahagiakan, sebab tidak jarang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan masa yang indah, tetapi tidak setiap remaja dapat menikmati masa remajanya dengan baik dan membahagiakan, sebab tidak jarang beberapa permasalahan
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI. Skripsi
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU ASERTIF DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PUTRI Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan oleh : Putri Nurul Falah F 100
BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Perilaku kesehatan reproduksi remaja semakin memprihatinkan. Modernisasi,
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perilaku kesehatan reproduksi remaja semakin memprihatinkan. Modernisasi, globalisasi teknologi, dan informasi serta berbagai faktor lainnya turut mempengaruhi pengetahuan,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. topik yang menarik untuk dibicarakan. Topik yang menarik mengenai masalah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sampai dengan pertengahan abad-21, masalah seksualitas selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Topik yang menarik mengenai masalah seksualitas
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja dikatakan masa yang paling menyenangkan dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja dikatakan masa yang paling menyenangkan dan berkesan.masa remaja terjadi setelah masa kanak-kanak dan sebelum masa dewasa (DeBrum dalam Jahja, 2011).
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU, DAN LINGKUNGAN SISWI SMU SANTA ANGELA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI
LAMPIRAN 1 GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU, DAN LINGKUNGAN SISWI SMU SANTA ANGELA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan lingkari pada jawaban yang paling
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pada masa transisi yang terjadi di kalangan masyarakat, secara khusus
16 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada masa transisi yang terjadi di kalangan masyarakat, secara khusus remaja seakan-akan merasa terjepit antara norma-norma yang baru dimana secara sosiologis, remaja
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa yang jangka
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa yang jangka waktunya berbeda bagi setiap orang, tergantung faktor sosial dan budaya. Dengan terbentuknya
Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA
99 Lampiran 1 PEDOMAN WAWANCARA I. KEY INFORMAN 1. Faktor Internal Hubungan Dalam Keluarga a) Status dalam keluarga b) Pekerjaan orangtua c) Hubungan kedekatan dengan orangtua d) Peran orangtua dirumah
BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Perilaku Seksual Pranikah
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Perilaku Seksual Pranikah 1. Pengertian Perilaku Seksual Pranikah Menurut Sarwono (2005) perilaku seksual pranikah adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual
BAB I PENDAHULUAN. Remaja merupakan periode transisi antara masa anak-anak ke masa dewasa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Remaja merupakan periode transisi antara masa anak-anak ke masa dewasa yang jangka waktunya berbeda-beda tergantung faktor sosial budaya, yang berjalan antara umur 12
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan salah satu fase krusial dalam
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Masa remaja merupakan salah satu fase krusial dalam perkembangan manusia. Dalam masa remaja terjadi banyak perubahan, baik secara fisik maupun psikis. Perubahan
BAB I PENDAHULUAN. melalui perubahan fisik dan psikologis, dari masa kanak-kanak ke masa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masa remaja merupakan masa peralihan yang terjadi pada remaja melalui perubahan fisik dan psikologis, dari masa kanak-kanak ke masa dewasa dimana remaja menjadi labil
Lemeshow, S.Dkk, Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan. Gajah Mada University press. Yogya
Lemeshow, S.Dkk, 1997. Besar Sampel dalam Penelitian Kesehatan. Gajah Mada University press. Yogya Widyastuti, Yani, dkk, 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya Markum, A.H, 1991. Buku Ajar
BAB 1 PENDAHULUAN. remaja-remaja di Indonesia yaitu dengan berkembang pesatnya teknologi internet
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pesatnya perkembangan teknologi, ikut berkembang pula perkembangan remaja-remaja di Indonesia yaitu dengan berkembang pesatnya teknologi internet yang dengan mudah
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)
69 LAMPIRAN 1 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini: N a m a : U s i a : Alamat : Dengan sesungguhnya menyatakan bahwa: setelah
LAMPIRAN A SKALA UJI COBA A-1. PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH
57 LAMPIRAN A SKALA UJI COBA A-1. PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA AKHIR A-2. KEDEWASAAN 58 A-1. PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA AKHIR 59 NO PERNYATAAN SS S TS STS 1. Saya senang membaca majalah dan komik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman modern saat ini semua informasi tidak tertutup oleh ruang dan waktu, karena saat ini telah terjadi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memudahkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja dikenal sebagai masa peralihan dari anak-anak menuju
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja dikenal sebagai masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa remaja tidak dapat dikatakan sebagai orang dewasa dan tidak dapat pula dikatakan
SEKSUALITAS. endang parwieningrum Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB BKKBN
SEKSUALITAS endang parwieningrum Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan KB BKKBN - 2012 KOMPETENSI DASAR Setelah mempelajari materi ini peserta diharapkan dapat memahami seksualitas sebagai bagian
BAB I PENDAHULUAN. yang sangat melekat pada diri manusia. Seksualitas tidak bisa dihindari oleh makhluk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sampai saat ini masalah seksualitas selalu menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Hal ini dimungkinkan karena permasalahan seksual telah menjadi suatu hal yang
BAB I PENDAHULUAN. akurat khususnya teman (Sarwono, 2006). menarik secara seksual, apakah mereka akan bertumbuh lagi, apakah orang
1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Remaja dalam memasuki masa peralihan tanpa pengetahuan yang memadai tentang seksual pranikah. Hal ini disebabkan orang tua merasa tabu membicarakan masalah seksual
BAB I PENDAHULUAN. Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa. reproduksi sehingga mempengaruhi terjadinya perubahan perubahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, dimana pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat termasuk fungsi reproduksi sehingga mempengaruhi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. atau keinginan yang kuat tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia remaja merupakan dunia yang penuh dengan perubahan. Berbagai aktivitas menjadi bagian dari penjelasan usianya yang terus bertambah, tentu saja karena remaja yang
ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga BAB 1 PENDAHULUAN. yang bisa dikatan kecil. Fenomena ini bermula dari trend berpacaran yang telah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Periode sekolah dimulai saat anak berusia kurang lebih 6 tahun. Periode tersebut meliputi periode pra-remaja atau pra-pubertas. Periode ini berakhir saat anak berusia
LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN. Nama saya Fitri Maya Sari Lubis, sedang menjalani pendidikan di program D-IV
Lampiran 1 LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN Assalammualaikum Wr. Wb/Salam Sejahtera Dengan Hormat, Nama saya Fitri Maya Sari Lubis, sedang menjalani pendidikan di program D-IV Bidan pendidik Fakultas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada dasarnya pendidikan seks untuk anak dan remaja sangat perlu, peran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pendidikan Seks Pada dasarnya pendidikan seks untuk anak dan remaja sangat perlu, peran orang tua yang sangat dituntut lebih dominan untuk memperkenalkan sesuai dengan usia dan
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai pendahuluan dalam babi secara garis besar memuat penjelasan
BAB I PENDAHULUAN Sebagai pendahuluan dalam babi secara garis besar memuat penjelasan penelitian mulai dari latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan metode
SEX EDUCATION. Editor : Nurul Misbah, SKM
SEX EDUCATION Editor : Nurul Misbah, SKM ISU-ISU SEKSUALITAS : Pembicaraan mengenai seksualitas seringkali dianggap sebagai hal yang tabu tidak pantas dibicarakan dalam komunitas umum bersifat pribadi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian dalam surevey internasional yang dilakukan oleh Bayer Healthcare Pharmaceutical terhadap 6000 remaja di 26 negara mengenai perilaku seks para remaja, didapatkan
BAB I PENDAHULUAN. seks mendorong remaja untuk memenuhi kebutuhan seksnya, mereka
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa remaja disebut masa persiapan untuk menempuh masa dewasa. Taraf perkembangan ini pada umumnya disebut masa pancaroba atau masa peralihan dari masa anak-anak
BAB I PENDAHULUAN. Perilaku seksual khususnya kalangan remaja Indonesia sungguh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perilaku seksual khususnya kalangan remaja Indonesia sungguh memperihatinkan, berbagai survey mengindikasikan bahwa praktik seks pranikah di kalangan remaja semakin
Pentingnya Sex Education Bagi Remaja
Pentingnya Sex Education Bagi Remaja Oleh: Diana Septi Purnama, M.Pd [email protected] WWW.UNY.AC.ID Pendidikan seks adalah suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan
BAB 1 PENDAHULUAN. Statistik (BPS) Republik Indonesia melaporkan bahwa Indonesia memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Berdasarkan sensus penduduk terbaru yang dilaksanakan pada tahun 2010, Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia melaporkan bahwa Indonesia memiliki
Pendidikan seksualitas remaja. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
Pendidikan seksualitas remaja Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH 1 Pokok Bahasan Pendahuluan Alasan pentingnya pendidikan seksualitas remaja Manfaat pendidikan seksualitas remaja Pendidikan seksualitas
