SST-01 LCD Sub System 01 LCD Interface

dokumen-dokumen yang mirip
Antarmuka LCD pada DST-AVR

M1632 MODULE LCD 16 X 2 BARIS (M1632)

SST-21 MOVING SIGN CONTROLLER SYSTEM

DSR CHANNEL DELTA SERVO CONTROLLER

APLIKASI HITACHI M1632 LCD PADA SC - AVR

Smart Peripheral Controller Low Cost Serial LCD/OLED

TEKNIK REKAM DAN PUTAR SUARA DENGAN MENGGUNAKAN MODUL D VOICE 04

PROSES PENGAMBILAN DATA SENSOR DARI DQI

DQI 06 DELTA DATA ACQUISITION INTERFACE V.06

Gambar 1. Rangkaian interface ke LCD Karakter 2 x16

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

DT-BASIC Application Note

Alat Pengukur Level Air

USER MANUAL DELTA ELECTRONIC. electronic.com sby.com UART TTL. RS232 Selector RS232 / TTL Level

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK

de KITS Application Note AN51 How 2 Use de KITS SPC Character LCD w/ PC

DGSM300 DELTA GSM MODEM INTERFACE

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL PENGUJIAN

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

Aplikasi Penggerak Lengan Robot dalam memindahkan barang pada sistem roda berjalan.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Gambar 5.1 Modul LCD M1632. LCD ini memiliki 16 kaki, sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 6.1.

Mesin Absensi Sederhana dengan menggunakan R/W RFID

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK. Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi

Menggunakan ADC 16-bit DST-R8C

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

ELKAHFI 200 TELEMETRY SYSTEM

MANUAL KENTAC 800mk2

BAB III STUDI KOMPONEN. tugas akhir ini, termasuk fungsi beserta alasan dalam pemilihan komponen. 2. Sudah memiliki Kecepatan kerja yang cepat

DQI-03 DELTA ADC. Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC. Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika. Assembler Bahasa pemrograman mikrokontroler MCS-51

GSM RELAY CM2 CM3 NO3 NC2 NC3. Port 1 SIMCARD GND RXD VCC TXD UART CM6 CM7 NO6 NO7 NC7

BAB III PERANCANGAN SISTEM

USER MANUAL BEL SEKOLAH

Percobaan 3 PENGENALAN INTERFACE I 2 C

KENDALI ROBOT MELALUI RF DENGAN D-JOY CONTROLLER

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Percobaan 4. Mengakses built-in routine LCD pada DT-51 Minimum sistem. Membuat program untuk menampilkan karakter ASCII pada LCD.

TEKNIK PEMROGRAMAN MIKROKONTROLER AVR

PENERAPAN METODE PENGECEKAN KESALAHAN CHECK SUM PADA PENGIRIMAN PESAN RUNNING TEXT DARI KOMPUTER

BAB III PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI KERUSAKAN KABEL

AKSES MEMORI Menggunakan DT-51 MinSys

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

APLIKASI MIKROKONTROLER

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.

Teknologi RFID Baca Tulis

Fasilitas-fasilitas Tambahan DST-51

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian sistem minimum dilakukan dengan menguji rangkaian sistem

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

PANDUAN PRAKTIKUM DASAR MIKROKONTROLER KELUARGA MCS-51 MENGGUNAKAN DT-51 MINIMUM SYSTEM VER 3.0 DAN DT-51 TRAINER BOARD

Sistem Monitoring Tinggi Muka Air Sungai Terpasang di seluruh Kaltim dengan Pusat Monitor di Samarinda menggunakan komunikasi satelit RTU LOGGER

KOMUNIKASI DENGAN DUNIA LUAR

BAB III PERANCANGAN ALAT

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR TABEL... x DAFTAR LAMPIRAN... xi

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA DATA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. komponen-komponen sistem yang telah dirancang baik pada sistem (input)

MODUL 5 APLIKASI DISPLAY LCD

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika

DASAR INPUT/OUTPUT (2) (PORT PPI DAN PORT 1 SEBAGAI INPUT/OUTPUT)

Antarmuka PC Keyboard dengan DST-AVR

DT-51 Application Note

Bab II Dasar Teori (2.1)

BAB III DESKRIPSI MASALAH

Smart Peripheral Controller ALPHANUMERIC DISPLAY

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Menampilkan nilai dari 8 kanal ADC ke Port Serial PC oleh Modul ST-51 dan AD-0809 V2.0

BAB III PERANCANGAN STAND ALONE RFID READER. Dalam penelitian ini, perancangan sistem meliputi :

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Fasilitas-fasilitas tambahan pada Modul DST-V37

Quick Start. Smart Peripheral Controller SERIAL LCD

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

DST-X10 Alarm & Control System

BAB III PERANCANGAN. Mikrokontroler ATMEGA Telepon Selular User. Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem

Penggunaan I2C pada ARM

Trademarks & Copyright

DST-51 v3.7 DEVELOPMENT SYSTEM MULTI MIKROKONTROLER

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem yang digunakan dari alat

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

Oleh : Mujahidin

Panduan Sistem Mesin Antrian Pelanggan Sederhana Wireless Dengan Ticket Printer Dan Suara Panggilan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian di atas, dapat dikemukakan permasalahan sebagai berikut:

Transkripsi:

SST-01 LCD Sub System 01 LCD Interface DESKRIPSI Sub System 01 LCD Interface adalah merupakan suatu antar muka LCD yang mampu menerima perintah-perintah dari mikrokontroler ataupun PC sebagai Master sehingga Master dapat menampilkan data, membaca isi LCD, mengaktifkan buzzer, menyimpan data LCD ke EEPROM atau sebaliknya. Dengan adanya fitur-fitur tersebut, maka SST-01 dapat diaplikasikan sebagai: - Billing System Warnet - Serial Display - Pengirim Pesan searah - Papan nama identitas diri di meja yang menarik Sebagai billing system, SST 01 LCD bertindak sebagai display yang menerima data-data serial yang dikirimkan oleh software billing warnet. Sebagai papan nama identitas diri, SST-01 LCD akan menyimpan kalimat yang dikirimkan melalui PC atau mikrokontroler ke dalam EEPROMnya. Kemudian reset sub system dan isi dari EEPROM akan ditampilkan pada layar LCD. SPESIFIKASI - Kompatibel LCD Hitachi (konektor 7x2) dan LCD Standard (konektor 16) - Dapat dialamati hingga 8 Sub System - Default (16x2 character), Optional 20x2, 40x2 - RS232 / TTL Level Communication Port - 9-12 Volt Power Supply - Auto/Manual Backlight Adjustment - Auto/Manual Contrast Adjustment - 1Kb EEPROM - Buzzer - Dapat diakses melalui PC, Mikrokontroler atau stand alone INSTALASI HARDWARE Gambar 1 Tata Letak - Pasang LCD di konektor sesuai jenis LCD. Untuk LCD dengan konektor 16 pin dalam 1 baris dipasang pada bagian konektor LCD Standard. Untuk LCD dengan konektor 7x2 dipasang pada bagian konektor LCD Hitachi - Pasang kabel serial CB232-02 ke konektor serial untuk akses melalui RS232 PC

- Hubungkan konektor serial ke port serial mikrokontroler untuk akses melalui Level TTL Microcontroller - Pasang Power supply ke konektor Power FUNGSI TOMBOL - Backlight: Berfungsi untuk mengatur terang gelap lampu backlight - Contrast: Berfungsi untuk mengatur terang gelap contrast - Reset: Berfungsi untuk mereset sub system. INISIALISASI SUB SYSTEM SST-01 LCD adalah merupakan sub system yang menyimpan IDnya di dalam memori. Pada kondisi awal dari manufaktur, sub system ini memiliki ID 00. Pengguna sudah dapat langsung menggunakan sub system ini secara tunggal. Namun apabila pengguna berkeinginan menghubungkan sub system ini dengan beberapa sub system 01 yang lainnya, maka pengguna harus melakukan perubahan pada ID standard tersebut dengan mengirimkan paket data tertentu (Baca Bagian Register ID, Penulisan ID ke Sub System) MASTER SST-01 (0) SST-01 (1) SST-01 (2) BAGAIMANA MENGAKSES SUB SYSTEM Untuk mengakses Sub system terdapat dua bagian besar, yaitu pengiriman data dari Master ke Sub System dan sebaliknya pengiriman data dari Sub System ke Master. Pengiriman data dari Master ke Sub System Pengiriman data ke Sub System ini terdiri dari 2 macam, yaitu pengiriman perintah untuk menuliskan data tertentu ke register-register Sub System atau perintah untuk membaca data pada register-register Sub System. Penulisan data ke register biasa dilakukan apabila master hendak menampilkan data ke LCD, menulis ke memori atau mengatur tampilan LCD sedangkan pembacaan data dilakukan apabila master ingin mengambil karakter yang tampil pada LCD, membaca isi memori, melihat status LCD dan lain-lain. Untuk membedakan adanya penulisan atau pembacaan data, maka hal ini diatur dengan bit ketiga dari byte 0 paket data di mana logika 1 sebagai indikasi proses pembacaan dan logika 0 sebagai indikasi proses penulisan data Byte 0 Byte 1 Byte 2 4 bit Device ID 3 bit Device Address Panjang data Isi Paket 1 = R 0 = W Byte n-1 Byte n Akhir Isi Paket Checksum Byte 0: Merupakan Device Identifier yaitu byte yang digunakan untuk mengetahui identitas dari sub system yang terhubung Byte 1: Panjang data, merupakan panjang dari isi paket

Byte 2: Awal dari isi paket yaitu merupakan bagian yang akan diakses dari subsystem Byte n-1: Akhir dari isi paket Byte n: Check sum di mana total keseluruhan paket data adalah 0 Pengiriman data dari Sub System ke Master Proses ini terjadi atas permintaan master, jadi saat Master terlebih dahulu mengirimkan suatu perintah ke Sub System maka Sub System akan membalas dengan pengiriman data sebagai respon. Paket data tersebut dapat berupa ACK (tanda bahwa perintah master diterima) atau data yang diminta oleh master (contohnya isi dari memori yang ditanyakan). Byte 0 Byte 1 Byte 2 4 bit Device ID 3 bit Device Address Panjang data (selalu 1) Isi Paket (O atau E) X = Don t' care Byte 3 Checksum Paket data ACK Byte 0: Merupakan Device Identifier yaitu byte yang digunakan untuk mengetahui identitas dari sub system yang terhubung Byte 1: Panjang data, merupakan panjang dari isi paket Byte 2: Awal dari isi paket yaitu merupakan bagian yang akan diakses dari subsystem. Untuk ACK O mengindikasikan paket data dari master diterima dengan baik dan E mengindikasikan paket data dari master tidak diterima dengan baik. Byte 3: Check sum di mana total keseluruhan paket data adalah 0 Untuk pengiriman data yang diminta master (selain ACK) maka byte 1 yang berisi panjang data dapat berisi lebih dari 1 dan isi paket adalah isi dari bagian yang diminta oleh master. Bagian-bagian tersebut dapat berupa memori EEPROM, LCD atau status register. REGISTER-REGISTER SUB SYSTEM Bagian Register Data Akses pada register akan berhubungan langsung pada tampilan yang ada pada layar LCD. Data yang dituliskan pada register ini akan tampil pada layer LCD sesuai pada posisi yang telah ditentukan. Sesudah proses inisialisasi, pointer alamat posisi akan selalu menunjuk ke alamat 0 (alamat awal pada bagian kiri atas LCD). Pointer tersebut akan selalu bertambah setiap kali penulisan data pada register data. Contoh penulisan data: B0, 03, 01, 41, 42, C9 Panjang paket : 03 Bagian : 01

Isi paket : 41,42 atau A, B Check sum : C9 Hasil: Layar LCD akan menampilkan A, B dan C dimulai dari posisi yang ditunjuk oleh pointer alamat posisi. Selain penulisan data, master juga dapat melakukan pembacaan data pada register ini. Pembacaan data akan menampilkan sederetan data dari DDRAM LCD mulai dari posisi yang ditunjuk oleh pointer alamat posisi hingga sepanjang jumlah yang ditentukan. Contoh pembacaan data: B8, 02, 01, 05, 40 dengan bit 3 aktif (Read) = B8 Bagian : 01 Isi paket : 05 (Panjang data yang dibaca) Check sum : 40 ACK dan dilanjutkan B0, 05, data1, data2, data3, data4, data5, Checksum Bagian Register Perintah Akses penulisan data pada register ini adalah merupakan akses pengiriman perintah-perintah untuk mengatur tampilan pada layar LCD. Tabel Kode Perintah Kode Perintah Keterangan 0000 0001 Hapus Memori RAM LCD 0000 0002 Tunjuk alamat awal LCD 1xxx xxxx Atur pointer alamat posisi 0000 0100 Cursor decrement, tampilan diam 0000 0101 Cursor increment, tampilan diam 0000 0110 Cursor decrement, tampilan geser 0000 0111 Cursor increment, tampilan geser 0001 0000 Geser cursor ke kiri, pointer alamat posisi tetap 0001 0100 Geser cursor ke kanan, pointer alamat posisi tetap 0001 1000 Geser cursor dan tampilan ke kiri, pointer alamat posisi tetap 0001 1100 Geser cursor dan tampilan ke kanan, pointer alamat posisi tetap 0000 1000 Display off, cursor off, no blink 0000 1001 Display off, cursor off, blink 0000 1010 Display off, cursor on, no blink 0000 1100 Display on, cursor off, no blink 01xx xxxx Akses alamat CGRAM B0, 02, 02, 02, 4A

Bagian : 02 (Register Perintah) Isi paket : 02 (Perintah ke posisi awal Check sum : 4A Hasil: Posisi cursor akan pindah ke bagian awal (kiri atas). Akses penulisan data pada register ini digunakan untuk mengetahui pointer alamat posisi dari LCD (Address Counter). B8, 02, 02, 01, 43 (dengan bit 3 aktif = Read) Bagian : 02 (Register Perintah) Isi paket : 01 (Perintah ke posisi awal Check sum : 43 ACK B0, 01, Address counter, Checksum Bagian Register Backlight B0, 02, 03, 01, 4A Bagian : 03 (Register Backlight) Isi paket : 01 (Perintah Up Backlight) [01 = Up, 02 = Down] Check sum : 4A Bagian Register Contrast B0, 02, 04, 02, 48 Bagian : 04 (Register Contrast) Isi paket : 02 (Perintah Down Contrast) [01 = Up, 02 = Down] Check sum : 48 Bagian Register Buzzer

B0, 02, 05, 01, 48 Bagian : 05 (Register Buzzer) Isi paket : 01 (Perintah ON Buzzer) Check sum : 00 Bagian Register Memori Copy Screen ke Memori (Perintah 01) B0, 02, 06, 01, 47 Isi paket : 01 (Perintah Copy screen ke memori) Check sum : 47 Copy Serial ke Memori (Perintah 02) B0, 02, 06, 02, 46 Isi paket : 02 (Perintah Copy serial ke memori) Check sum : 46 Copy Memori ke Screen (Perintah 01) B8, 02, 06, 01, 3F Isi paket : 01 (Perintah Copy memori ke screen) Check sum : 3F Copy Memori ke Serial (Perintah 02)

B8, 02, 06, 02, 3E Device ID : B8 Isi paket : 02 (Perintah memori ke serial) Check sum : 3E B0, 02, 07, 01, 46 Bagian : 07 (Register ID) Isi paket : 01 (ID Subsystem) Check sum : 46 Bagian Register ID Menulis ID ke Sub System Perubahan ID baru menimbulkan efek setelah sub system di restart. (Device ID berubah menjadi B1)