Freight Forwader, Shipping Line, Stevedoring, Offshore Marine Service, Shipping Consultant PERNYATAAN KETERBUKAAN INFORMASI

dokumen-dokumen yang mirip
PEDOMAN ETIKA KARYAWAN ( CODE OF CONDUCT )

Freight Forwader, Shipping Line, Stevedoring, Offshore Marine Service, Shipping Consultant SURAT - PERNYATAAN. Tempat / Tanggal Lahir

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1. 1) Setiap bentuk usaha milik swasta yang memperkerjakan pekerjaan dengan tujuan mencari keuntungan atau tidak.

P T G l o b a l T i k e t N e t w o r k Jl. Kawi No. 45, Setiabudi Jakarta Selatan 12980, Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. 1 Pedoman Etika dan Perilaku

Pedoman Dewan Komisaris. PT Astra International Tbk

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU Nomor :...

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GIANYAR,

Pedoman Direksi. PT Astra International Tbk

Administrative Policy Bahasa Indonesian translation from English original

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA PT. HOKLOKSIU SANJOYO (AJBS GROUP) DENGAN PT. SUKSESINDO Nomer: 638 / I / HRD.DX /L SS / IX / 2009

01. KODE ETIK UNTUK KARYAWAN. (Revisi 2, sesuai dengan persetujuan dalam Rapat Dewan Direksi No 1/2014, 12 Januari 2014)

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 77 TAHUN 2011 TENTANG KETENTUAN BAGI TENAGA KONTRAK PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG

Tata Tertib setiap pekerja ISH yang berada di layanan mengacu kepada Standard Operationg Procedure (SOP) yang dibuat oleh Div. Operation & ER ISH.

CODE OF CONDUCT. PT. BARATA INDONESIA (Persero)

SURAT PERJANJIAN KERJA

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Direksi

2. Rencana pengembangan Insan IMC selalu didasari atas bakat dan kinerja.

SUB POKOK BAHASAN PENGERTIAN ALASAN-ALASAN PEMBERHENTIAN PROSES PEMBERHENTIAN PASAL 153, UU PERBURUHAN NO

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NO. 13 TH 2003

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER-02/MEN/ 1993 TAHUN 1993 TENTANG KESEPAKATAN KERJA WAKTU TERTENTU

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk

SEMULA ANGGARAN DASAR PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk.

PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk

Lampiran: Pakta Integritas dan Kesanggupan

Piagam Direksi. PT Link Net Tbk ( Perseroan )

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN

B. Latar Belakang Penyusunan Pedoman Perilaku Perusahaan (Code of Conduct)

PERATURAN PERUSAHAAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH. PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah PUDUARTA INSANI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 39 TAHUN 2005

PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep / Men / 2000 TENTANG

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep / Men / 2000 TENTANG

PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Direksi

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk

BUPATI MUSI BANYUASIN PERATURAN BUPATI MUSI BANYUASIN NOMOR: 2>2> TAHUN 2008 TENTANG

Piagam Dewan Komisaris. PT Link Net Tbk ( Perseroan )

PT Indosat Tbk. (didirikan di Republik Indonesia sebagai perseroan terbatas) Kode Etik

KODE ETIK PERUSAHAAN. PT Bali Towerindo Sentra, Tbk BEHAVIOR ACTION LOYALTY INNOVATIVE

STANDAR PRAKTIK DAN KODE ETIK TENAGA PEMASAR ASURANSI JIWA

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN,

SK Rektor Nomor : 591/IKIPVET.H/Q/VII/2013 Tentang PERATURAN DISIPLIN KEMAHASISWAAN BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

Perjanjian Kerja PK 000/SDP DIR/III/2008

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 74 TAHUN 2010 TENTANG KETENTUAN BAGI TENAGA KONTRAK PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BADUNG

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT FIRST MEDIA Tbk Piagam Dewan Komisaris

KODE ETIK GLOBAL TAKEDA

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR : KEP. 125/DJ-PSDKP/2011 TENTANG

MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA Nomor : Kep / Men / 2000 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP-150/MEN/2000 TENTANG

Pedoman Direksi. PT Acset Indonusa Tbk

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

Pemutusan Hubungan Kerja

c. bahwa unluk itu perlu ditetapkan dengan Keputusan Menteri.

Employee Handbook Employee Relation Department

2017, No tentang Kode Etik Pegawai Badan Keamanan Laut; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembara

Pedoman Perilaku dan Etika Bisnis

UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL [LN 1995/64, TLN 3608]

PEDOMAN PELAKSANAAN PROGRAM PRAKTEK KERJA INDUSTRI POLITEKNIK KOTA MALANG

PEDOMAN KERJA DIREKSI PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk. ( Pedoman Kerja Direksi )

KODE ETIK DAN PERATURAN DISIPLIN KARYAWAN IKIP VETERAN SEMARANG. BAB I Ketentuan Umum

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 33 /POJK.04/2014 TENTANG DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS EMITEN ATAU PERUSAHAAN PUBLIK

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT MULTIFILING MITRA INDONESIA Tbk ( Perseroan )

PEDOMAN PERILAKU [CODE OF CONDUCT]

PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (1)

PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI PT MANDOM INDONESIA Tbk

PIAGAM DEWAN KOMISARIS PT DUTA INTIDAYA, TBK

PERATURAN PELAKSANAAN

PEMBERHENTIAN KARYAWAN (Pemutusan Hubungan Kerja) PERTEMUAN 14

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN

PROSEDUR MUTU SANKSI TINDAKAN INDISIPLINER

PIAGAM DIREKSI PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. BAB I PENDAHULUAN. Pasal 1 Definisi

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Dewan Komisaris

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PIAGAM DIREKSI PT DUTA INTIDAYA, TBK.

Kebijakan Seleksi Pemasok atau Vendor

2012, No Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang

PEDOMAN DEWAN DIREKSI PT ENSEVAL PUTERA MEGATRADING TBK

ETIKA PERILAKU (CODE OF CONDUCT) ARBITER/MEDIATOR BADAN ARBITRASE PASAR MODAL INDONESIA

PEDOMAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT EMDEKI UTAMA Tbk

Pedoman Direksi. PT United Tractors Tbk

PEDOMAN KEBIJAKAN CODE OF CONDUCT PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO)

PEDOMAN PERILAKU Code of Conduct KEBIJAKAN

Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku

PERATURAN MENTERI NEGARA BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : PER-01/MBU/2006 TENTANG

Pedoman Dewan Komisaris. PT United Tractors Tbk

PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 111 TAHUN 2016 TENT ANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS BAITURRAHMAH No. 403/F/Unbrah/VIII/2013 PERATURAN DISIPLIN TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 116, Tambaha

PIAGAM DIREKSI & DEWAN KOMISARIS. PT UNGGUL INDAH CAHAYA Tbk.

PEDOMAN PERILAKU (CODE OF CONDUCT)

PT HD CAPITAL TBK ( PERSEROAN ) KODE ETIK ( CODE OF CONDUCT )

GEIilI. PT ADHI KARYA {Persero} Tbk CODE OF CONDUCT ADHI

CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJA

T Darma Henwa Tbk. PT Darma Henwa Tbk. Bertindak dengan Penuh Integritas

Transkripsi:

APPENDIX A PERNYATAAN KETERBUKAAN INFORMASI NAMA : NIK : / JABATAN : DIVISI/DEPARTEMEN : Dengan ini menyatakan bahwa saya telah membaca, mengerti sepenuhnya dan mematuhi Pedoman Etika Karyawan Perseroan yang merupakan bagian integral dan pelengkap dari Peraturan Perusahaan dari Perseroan A. Menunjuk pada Klausula 3 dari Pedoman Etika Karyawan tentang Benturan Kepentingan, dengan ini saya menyatakan bahwa saya tidak memiliki konflik kepentingan dengan Perseroan dan dalam melaksanakan tugas saya kepada Perseroan. B. Menunjuk pada Klausula 4 dari Pedoman Etika Karyawan tentang Sumber Daya Manusia, dengan ini saya menyatakan bahwa saya MEMILIKI/MEMPUNYAI (sebutkan) NO N A M A HUBUNGAN KELUARGA TIDAK MEMILIKI/MEMPUNYAI 1. Kerabat, baik langsung maupun tidak langsung, yang bekerja pada perseroan dan saya tidak bekerja atau memegang suatu jabatan apapun pada perusahaan lain. 2. Jika Direksi dan/atau Komisaris menganggap bahwa pernyataan saya di atas tidak benar sehingga dapat menyebabkan timbulnya konflik kepentingan, maka saya bersedia untuk dipindahkan ke Bagian atau ke unit kerja dan atau unit usaha lain dalam Perseroan dan atau apabila pemindahan saya ke unit kerja atau unit usaha lain tidak memungkinkan, maka saya bersedia untuk diputus hubungan kerja dari Perseroan. C. Menunjuk pada Klausula 5 dari Pedoman Etika Karyawan tentang Kerahasiaan Informasi, dengan ini saya menyatakan bahwa jika saya melanggar akan hal tersebut, Perseroan berhak untuk menuntut pertanggung-jawaban saya, baik perdata maupun pidana, sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia. Saya mengerti bahwa jika saya tidak mematuhi Pedoman Etika Karyawan ini, Perseroan dapat mengambil tindakan disipliner terhadap saya, termasuk pemutusan hubungan kerja dari Perseroan. Karyawan yang Menyatakan,.,...2010. ( )

APPENDIX B PERNYATAAN KETERBUKAAN INFORMASI Menunjuk pada Klausula 2 dari Pedoman Etika Karyawan mengenai Hadiah dan Pemberian lainnya, dengan ini saya menyatakan bahwa saya telah menerima hadiah atau pemberian lainnya sebagai berikut : Barang yang diterima Perkiraan Nilai Diterima dari Hubungan Saya telah menyerahkan Hadiah dan Pemberian Lainnya kepada Perusahaan cq. Departemen Sumber Daya Manusia dan Umum untuk digunakan sebagai keuntungan seluruh karyawan Perseroan. Nama : Tandatangan : Jabatan : Departemen : Divisi : Tanggal : Tanda terima dari Departemen SDM dan Umum : Nama : Tandatangan : Jabatan : Tanggal :

SURAT - PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan dibawah ini : N a m a NIK Jabatan Business Unit Divisi / Departemen :.. :.. :... :... :... Dengan ini menyatakan bahwa saya telah menerima, membaca dan mengerti sepenuhnya Pedoman Etika Karyawan ( COC ) PT. periode tanggal 01 Mei 2010 s/d 30 April 2011 dan dalam hal ini saya berjanji untuk menghormati, mentaati, dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sungguh sungguh tanpa adanya paksaan / tekanan dari siapapun. Ditandatangani di T a n g g a l :.. :.. Karyawan yang membuat pernyataan di atas. Nama & tanda tangan

Kelompok Usaha Perkapalan PT. SENTRA BARUNA HIJAU ( SBH ) PEDOMAN ETIKA KARYAWAN ( CODE OF CONDUCT ) PERIODE 01 MEI 2010 S/D 30 APRIL 2011 Disampaikan kepada : 1. PT. BARUNA RAYA LOGISTICS 2. PT. KARANA LINE 3. PT. WASESA LINE 4. PT. BARUNA BOSARA TRANS INTERNATIONAL 5. PT. KARYA ABDI LUHUR 6. PT. MARINA BARUNA HIJAU 7. PT. BERKAH SARANA INTI 8. PT. BUDI INTI REJEKI 9. PT. KARYA BERKAH LESTARI 10. PT. KARYATAMA INTI LESTARI 11. PT. BUDI KARYA JATI 12. PT. BUDI HARTA LESTARI 13. PT. BUDI BAKTI REJEKI 14. PT. SENTRA BARUNA HIJAU JAKARTA - MEI 2010

PENDAHULUAN. Kelompok Usaha Perkapalan PT. SENTRA BARUNA HIJAU ( SBH ) PEDOMAN ETIKA KARYAWAN Kelompok Usaha Perkapalan PT. Sentra Baruna Hijau (selanjutnya disebut SBH ) adalah suatu kelompok gabungan perusahaan-perusahaan yang bergerak atau mempunyai core bussines di bidang perkapalan, antara lain bidang Jasa Pelayanan Pelayaran Lepas Pantai, Angkutan Laut, Bongkar Muat, dimana PT. Sentra Baruna Hijau merupakan holding company dengan anak perusahaannya yang terdiri atas : PT. Baruna Raya Logistics, PT. Karana Line, PT. Wasesa Line, PT. Baruna Adiprasetia, PT. Marina Baruna Hijau, PT. Baruna Bosara Trans International, PT. Karya Abdi Luhur, PT. Karyatama Inti Lestari, PT. Budi Karya Jati, PT. Budi Bakti Rejeki, PT. Berkah Sarana Inti, PT. Budi Inti Rejeki, PT. Budi Harta Lestari, dan PT. Karya Berkah Lestari (selanjutnya anak perusahaan dalam Kelompok Usaha Perkapalan PT. Sentra Baruna Hijau tersebut disebut Perusahaan ). TUJUAN. Pedoman Etika Karyawan ini merupakan peraturan yang ditetapkan oleh PT. Sentra Baruna Hijau yang berlaku untuk seluruh Karyawan yang bekerja di Perusahaanperusahaan SBH dan wajib diterapkan oleh seluruh Karyawan SBH dengan tujuan untuk: A. Melembagakan nilai-nilai perusahaan yang mengacu pada nilai nilai utama dari Perusahaan, yaitu : Menjunjung tinggi komitmen dan integritas pribadi serta senantiasa menjaga akuntabilitas dan, transparasi serta meningkatkan kemampuan profesionalisme kerja. B. Senantiasa patuh terhadap segala ketentuan Peraturan Perusahaan di dalam SBH dan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. KEBIJAKAN PERUSAHAAN. Pedoman Etika Karyawan ini berlaku untuk seluruh Karyawan SBH tanpa terkecuali. Setiap pelanggaran terhadap Pedoman Etika Karyawan ini akan dikenakan sanksi disipliner termasuk dapat menyebabkan pemutusan hubungan kerja oleh Perusahaan. 1. Integritas. Setiap Karyawan harus memberikan jasa-jasa profesional dengan penuh integritas, yang menuntut kejujuran dengan mengesampingkan keuntungan dan kenikmatan pribadi. 2. Hadiah dan Pemberian Lainnya. Setiap Karyawan tidak dibenarkan secara langsung maupun tidak langsung melalui keluarga, sanak saudara dan/atau pihak lain sebagai perantara karena jabatan dan pekerjaannya meminta maupun menerima hadiah dan pemberian lainnya untuk kepentingan pribadi, baik dalam bentuk tunai maupun non-tunai, jasa maupun kepentingan pribadi lainnya, yang diberikan secara langsung maupun tidak langsung, dari penyewa, pemasok, kontraktor, broker atau pihak-pihak lain manapun yang mempunyai hubungan usaha dan/atau kepentingan dengan Perusahaan. Dalam hal ini, hadiah dan pemberian lainnya juga termasuk janji untuk memberikan hadiah dan pemberian lainnya di kemudian hari. Halaman 1 dari 4.

Halaman 2 dari 4. Setiap hadiah dan pemberian lainnya dalam bentuk apapun yang diterima oleh setiap Karyawan SBH, baik secara langsung maupun tidak langsung, wajib untuk diserahkan kepada Perusahaan c.q. Departemen Sumber Daya Manusia dan Umum untuk kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan seluruh Karyawan Departemen Sumber Daya Manusia dan Umum Perusahaan akan menentukan penggunaan hadiah dan pemberian lainnya tersebut; kebijakan mengenai penggunaannya akan diinformasikan kepada seluruh Karyawan Perusahaan. Pengecualian terhadap ketentuan ini adalah untuk hal-hal sebagai berikut : 2.1 2.2 Hadiah berupa kalender, buku agenda dan jamuan makan yang berhubungan dengan pekerjaan/kepentingan, yang nilainya tidak material (di bawah US$20). Barang contoh yang diberikan kepada Perseroan atau Karyawan individu yang tidak memiliki nilai jual atau nilainya tidak material (dibawah US$10). Pada setiap kejadian, Karyawan wajib pada waktunya untuk membuat laporan tertulis keterbukaan informasi atas penerimaan maupun tawaran hadiah dan pemberian lainnya, termasuk yang dikecualikan, kepada Direksi Perseroan, dengan tembusan kepada Departemen Sumber Daya Manusia dan Umum Perusahaan. Pengecualian terhadap peraturan ini akan dipertimbangkan dan harus disetujui oleh Direksi Perseroan. 3. Benturan Kepentingan. Setiap Karyawan SBH wajib menghindari situasi di mana kepentingan pribadinya mempunyai benturan kepentingan dengan jabatan dan/atau pekerjaannya pada Perusahaan. Situasi-situasi tersebut dapat meliputi namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut : 3.1 Karyawan memberikan kontrak atau pekerjaannya kepada perusahaan yang dimiliki, dikelola, dikendalikan oleh dan/atau mengandung benturan kepentingan pribadi, keluarga dan/atau pihak lain yang telah memberikan janji yang menguntungkan diri karyawan sebagai imbalannya. 3.2 Karyawan memiliki kepentingan keuangan (selain pada saham perusahaan publik) pada pembeli, pemasok, kontraktor, broker atau pihak-pihak lain manapun yang mempunyai hubungan usaha dan/atau kepentingan dengan Perusahaan. 3.3 Karyawan mengoperasikan, mengendalikan dan/atau memiliki usaha lain yang berhubungan dengan Perusahaan. 3.4 Menggunakan asset Perusahaan (di luar tunjangan dan sarana resmi karyawan yang bersangkutan) untuk kepentingan pribadi, keluarga ataupun teman/relasi/pihak lain yang memberikan keuntungan pribadi Karyawan. 3.5 Karyawan melakukan usaha tertentu untuk kepentingan pribadinya daripada melakukan hal yang sama untuk kepentingan Perusahaan. Untuk setiap kejadian yang melibatkan Karyawan dalam situasi atau kondisi seperti tersebut di atas, wajib melaporkan ke Departemen Sumber Daya Manusia dan Umum Perusahaan untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Perusahaan.

4. Sumber Daya Manusia ( Karyawan SBH). Halaman 3 dari 4. 4.1 Kebijakan SBH adalah untuk selalu memperlakukan seluruh Karyawan secara adil, tanpa memihak dan menjunjung tinggi harkat dan hak Karyawan tanpa membedakan latar belakang Karyawan. 4.2 SBH mengharapkan kepada seluruh Karyawan untuk dapat menciptakan suasana kerja yang positif serta berusaha mengurangi dan meniadakan suasana kerja negatif yang disebabkan oleh komentar-komentar yang tidak bersifat membangun, tendensius / menghasut dan pesimistis. 4.3 SBH tidak menganjurkan untuk mempekerjakan Karyawan yang mempunyai hubungan keluarga secara langsung maupun tidak langsung seperti suami atau isteri, anak kandung, anak angkat, anak tiri, orangtua,, mertua, saudara kandung, saudara tiri, paman, keponakan dan kakak ipar atau adik ipar dari Karyawan yang sudah ada. Penyimpangan terhadap kebijakan ini, terutama yang telah ada/terjadi sebelum adanya Pedoman Etika Karyawan ini, harus dilaporkan sepenuhnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Perusahaan. 4.4 4.5 Perseroan melarang seluruh Karyawan SBH untuk melakukan pekerjaan rangkap di perusahaan lain tanpa seijin Direksi Perusahaan. Etika atau perilaku yang dianggap tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai kebijakan yang diatur dalam Peraturan Perusahaan di dalam SBH serta dapat mengakibatkan pemutusan hubungan kerja tanpa adanya kewajiban penggantian hak dan ganti rugi serta kompensasi dalam bentuk apapun dari Perusahaan terhadap Karyawan, apabila terbukti melakukan : a. Penipuan, pencurian dan penggelapan barang / uang milik pengusaha atau milik teman sekerja atau milik teman pengusaha; b. Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan atau kepentingan Negara; c. Mabok, minum-minuman keras yang memabukkan, madat, memakai obat bius atau menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau obat-obatan perangsang lainnya yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan di tempat kerja dan ditempat-tempat yang ditetapkan perusahaan dan Negara; d. Melakukan perbuatan asusila atau melakukan perjudian di tempat kerja; e. Menyerang, mengintimidasi atau menipu pengusaha atau teman sekerja dan memperdagangkan barang terlarang baik di dalam lingkungan perusahaan maupun di luar lingkungan perusahaan; f. Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina secara kasar pengusaha atau keluarga pengusaha atau teman sekerja; g. Membujuk pengusaha atau teman sekerja untuk melakukan sesuatu perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku; h. Dengan ceroboh atau sengaja merusak, merugikan atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik pengusaha; i. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan diri atau teman sekerjanya dalam keadaan bahaya; j. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan atau mencemarkan nama baik pengusaha dan atau keluarga pengusaha yang seharusnya dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara; k. Dengan sengaja membiarkan orang lain atau teman sekerja terkena kecelakaan dari pekerjaannya; l. Berkelahi dengan sesama karyawan di lingkungan perusahaan atau area pekerjaan kecuali karena membela diri; m. Karena jabatannya meminta/menerima hadiah dan atau komisi dari pihak lain dalam bentuk apapun sebagai imbalan jasa bagi dirinya;

Halaman 4 dari 4. n. Ceroboh, tidak hati-hati dan kurang perhitungan yang mana dapat mengakibat kerugian perusahaan yang cukup besar, baik secara moril maupun secara materil; o. Melakukan kesalahan yang bobotnya sama setelah mendapat peringatan terakhir yang masih berlaku; p. Dalam waktu 5 (lima) hari berturut-turut tidak masuk kerja tanpa adanya alasan yang sah; q. Secara Bersama-sama melanggar dan atau merugikan kepentingan Perusahaan r. Melanggar hal-hal yang diatur dalam Peraturan Perusahaan didalam SBH. 5. Kerahasiaan Informasi. Karyawan dilarang untuk memberitahukan, membocorkan atau membuka informasi rahasia Perusahaan, sebagaimana ditetapkan di bawah ini : 5.1 Informasi Rahasia Perusahaan adalah seluruh informasi yang berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan meliputi strategi usaha, rahasia dagang, ide-ide, pengetahuan, gambar rancangan (blue print), rumusrumus, design, spesifikasi produk, konsep pengembangan, struktur organisasi, program dan prosedur kerja, hak kekayaan intelektual (perangkat lunak), serta data perusahaan dalam arti seluas-luasnya, termasuk tetapi tidak terbatas, dalam bentuk lisan, tertulis, grafik maupun materi lainnya. 5.2 Perusahaan berhak meminta Karyawan untuk segera mengembalikan materi informasi rahasia dan memusnahkan segala salinan yang disimpan oleh Karyawan yang bersangkutan. 5.3 Ketentuan larangan ini tetap terus berlaku untuk batas waktu yang tidak ditentukan meskipun Karyawan yang bersangkutan sudah tidak bekerja di Perusahaan. Setiap Karyawan SBH wajib setahun sekali (atau lebih sering sebagaimana dianggap perlu oleh Direksi Perusahaan) mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan Keterbukaan seperti terlampir pada Pedoman Etika Karyawan ini ( Appendix A dan Appendix B dan Surat Pernyataan ) atau sebagaimana diubah dari waktu ke waktu. DITETAPKAN DI : JAKARTA PADA TANGGAL : 13 APRIL 2010 DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PT. SENTRA BARUNA HIJAU, (EDY SUHARDAYA, Akt.) (BAMBANG UTOMO) (Ir. BAMBANG EDIYANTO) Direktur Direktur Utama Komisaris