EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI DALAM PENDEKATAN PORTOFOLIO

dokumen-dokumen yang mirip
Tite Juliantine Universitas Pendidikan Indonesia

SOAL UJIAN AKHIR EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI. a) Buatlah suatu norma hasil tes dengan lima kategori nilai (A,B,C,D, dan E).

TEKNIK PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Oleh: Dr. Marzuki UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TES PENGUKURAN DAN EVALUASI OLAHRAGA

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) secara sistematis, faktual

BAB III METODE PENELITIAN

SILABUS PEDAGOGI OLAHRAGA (SPORT PEDAGOGY) DASAR. 1. Identitas mata kuliah Nama mata kuliah : Pedagogi Olahraga (Sport Pedagogy) Nomor kode : OK 304

BAB III METODE PENELITIAN. Lampung, selama 3 bulan mulai bulan Juli 2013 sampai dengan bulan

TUGAS EVALUASI PROSES & HASIL PEMBELAJARAN KIMIA

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 14 B. TUJUAN 14 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 14 D. UNSUR YANG TERLIBAT 14 E. REFERENSI 15 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 15

Bandung, 23 Oktober 2009

Penilaian Berbasis Kinerja untuk Penjasorkes. Oleh : Tomoliyus

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPDIKNAS DIT. PEMBINAAN SMA

prilaku hidup sehat peserta didik, dalam kehidupan sehari-hari (Suroto, 2009).

KETERAMPILAN MENILAI (MENGEVALUASI)

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Jurusan PENJASKESREK OLEH :

SILABI MATA KULIAH. A. Identitas Mata Kuliah. Nama Mata Kuliah : Bermain Kode Mata Kuliah : PNJ 203. Program Studi : PJKR Prasyarat : -

BAB III METODE PENELITIAN. di dalam kelas, maka penelitian ini disebut Penelitian Tindakan atau Action

EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ENCEP KUSUMAH

Struktur Kurikulum..

ZANUAR BUDIANTO K

BAB I PENDAHULUAN. fungsi antara pengembangan aspek: (a) organik, (b) neuro moscular,(c)

AUTHENTIC ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DI SEKOLAH DASAR BERBASIS KARAKTER KEPEDULIAN DAN KERJA KERAS

BAB I PENDAHULUAN. dengan teknik tes dan non-tes. Dalam teknik tes misalnya pemberian beberapa

PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENJAS SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DI KELAS IX-2 SMPN 1 PATUMBAK

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode Penelitian Tindakan

PENERAPAN ALAT PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI SISWA SD MUHAMMADIYAH I MALANG

BAB I PENDAHULUAN. curriculum) ke kurikulum berbasis kompetensi (competency based. menuntut siswa untuk menerapkan langsung konsep yang di dapat dalam

MODIFIKASI ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA MATERI AJAR GERAK DASAR MENENDANG DALAM SEPAK BOLA. Untung

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATERI SIFAT-SIFAT WIRAUSAHAWAN MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. VIII. No. 2 Tahun 2010, Hlm

BAB III METODE PENELITIAN. reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki

MEMAHAMI STANDAR PENILAIAN BSNP

JURNAL OLEH YENI FARIDA The Learning University

BAB I PENDAHULUAN. dari pendidikan, karena pendidikan memiliki peran penting bagi kehidupan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang difokuskan pada

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tujuan penelitian

Pemahaman Guru Fisika SMA Kota Medan dalam Mengimplementasikan Standar Evaluasi Pendidikan

Oleh: Sri Isminah SDN 2 Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek

NaskahPJOK 2014 MATERI PENDAMPINGAN IMPLEMENTAS KURIKULUM 2013 DIKMEN

PENGARUH METODE KOOPERATIF DAN KOMANDO TERHADAP KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki

C. ANALISIS HASIL PELAKSANAAN DAN REFLEKSI

Pengembangan Silabus dan Penilaian Pendidikan Jasmani Sekolah Menengah Atas 1

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian

III. METODOLOGI PENELITIAN. aturan-aturan, direncanakan oleh para peneliti untuk memecahkan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

BAB III METODE PENELITIAN. dengan Classroom Action Research. PTK merupakan penelitian yang dilakukan

SILABUS TES DAN PENGUKURAN OLAHRAGA JK 512 / 2 SKS

PENGARUH TEKNIK PENILAIAN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

TUJUAN ASESMEN ALTERNATIF

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. tindakan kelas (PTK) atau classroom action research sebagai cara untuk

BAB III METODE PENELITIAN. pada situasi kelas atau yang lazim dikenal dengan classroom action research.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 05 Nomor 03 Tahun 2016,

BAB I PENDAHULUAN. tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kurikulum merupakan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) MELALUI STRATEGI PROBLEM SOLVING

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Kegiatan Penelitian Februari Maret April Mei

BAB III METODELOGI PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani merupakan suatu proses pendidikan gerak insani (human movement)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN MELALUI METODE MAKE A MATCH

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu penelitian yang

Document Title KATA PENGANTAR

MINAT SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 NGAGLIK TERHADAP PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLAVOLI

PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Lind dan Gronlund (1995) asesmen merupakan sebuah proses yang ditempuh

antara ketiganya. Untuk memahami apa persamaan, perbedaan, ataupun hubungan akan memilih yang panjang. Kita tidak akan memilih yang pendek, kecuali

dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian di tingkat kelas, dan untuk menjaga konsistensi pedoman yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka

sama maka diadakan babak tambahan untuk menentukan pemenang.

Peta Konsep. Tujuan Pendidikan (Kompetensi Dasar) Proses/Kegiatan Untuk Mencapai Kompetensi. Hasil-hasil pendidikan yang dapat dicapai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA

BAB II PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester II kelas A Fakultas Hukum UR.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif dilakukan

PENILAIAN PEMBELAJARAN MELALUI RUBRIK

BAB III METODE PENELITIAN

PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI STATISTIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS IX-A SMP NEGERI 3 SUBANG

Instructional Design

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. (PTK) dengan tindakan berupa penggunaan metode Team Quiz, di mana metode tersebut

1. Pendahuluan Perkenalan Aturan dan tata tertib perkuliahan

BAB I PENDAHULUAN. membawa nama bangsa ke dunia internasional menjadi baik. Mempertahankan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. O X O Pretes Perlakuan Postes

Transkripsi:

EVALUASI PENDIDIKAN JASMANI DALAM PENDEKATAN PORTOFOLIO Oleh: Andun Sudijandoko Abstrak Evaluasi adalah istilah yang bukan merupakan hal yang asing bagi setiap guru pendidikan jasmani di sekolah. Bagi seorang guru tentu mengetahui dan sangat menyadari bahwa evaluasi harus selalu dilakukan, agar dapat selalu mengetahui kemajuan belajar siswa. Pelaksanaan evaluasi ini akan dapat dilaksanakan lebih baik, apabila guru sangat memahami akan makna dan fungsi dari sebuah evaluasi tersebut. Sebagai guru mata pelajaran pendidikan jasmani, mendapatkan manfaat yang sangat banyak disaat para guru tersebut melaksanakan evaluasi secara baik, manfaat tersebut antara lain: (1) Evaluasi memungkinkan guru lebih terampil dan cermat dalam menafsirkan kemajuan hasil belajar siswa. (2) Evaluasi akan memberi umpan balik bagi keberhasilan suatu program. (3) Evaluasi akan meningkatkan pengakuan pihak luar terhadap manfaat Pendidikan Jasmani. (4) Evaluasi dapat dijadikan ukuran keberhasilan guru dalam mengajar (PBM). Evaluasi dalam pendekatan portofolio, adalah kumpulan hasil kerja siswa untuk suatu tujuan tertentu, yang menggambarkan upaya, kemajuan, dan prestasi siswa dalam bidang tertentu. Proses pengumpulan harus melibatkan partisipasi siswa, terutama dalam menentukan materi, petunjuk pemilihan, kriteria penilaian dan bukti-bukti refleksi diri siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar kerja, laporan siswa, karya siswa dan lain-lain. Aspek yang dinilai sebaiknya mencerminkan aspek pengetahuan, aspek kebugaran siswa, prestasi kecabangan (Bukan teknik dasar dan prestasi olahraga). Aspek-aspek ini dijabarkan dalam indikator penilaian. Kata Kunci: Evaluasi pendidikan jasmani dalam pendekatan portofolio 1. Kedudukan dan Prinsip Dasar Evaluasi a. Kedudukan Evaluasi Dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) Peningkatan mutu proses belajar mengajar (PBM) merupakan problematik yang sangat penting dalam pendidikan jasmani di sekolah. Istilah belajar, lebih sering menitikberatkan atau menekankan pada aktivitas siswa, sedangkan istilah mengajar, lebih menekankan pada aktivitas guru. Namun titik sentral proses belajar mengajar adalah siswa belajar. *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 1

Tujuan mengajar pada dasarnya adalah mendorong siswa agar belajar dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Tindaklah mengherankan apabila seluruh aktivitas yang berlangsung dalam proses belajar mengajar kesemuanya dipusatkan untuk memacu siswa untuk belajar. Sebagai pengajar, seorang guru sering ditanya, berhasil tidaknya yang diajarkan tersebut...?, dan apa yang telah diperoleh siswa...?. Untuk mendapat jawabannya diharapkan memuaskan. Untuk itu diperlukan evaluasi yang benar dengan jalan mencari informasi yang akurat, hal ini akan dijawab lewat evaluasi yang benar. Kalau melihat persoaalan di atas maka evaluasi harus diselenggarakan, tanpa evaluasi semua pernyataan tersebut di atas akan dapat di jawab dengan memuaskan. Karena itu: Evaluasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan (integral) dari suatu proses belajar mengajar, evaluasi berfungsi sebagai salah satu cara untuk memantau perkembangan belajar dan mengetahui seberapa jauh tujuan pengajaran dapat dicapai oleh siswa. MATERI PELAJARAN TUJUAN PBM AKTIVITAS BELAJAR EVALUASI Gb. Kedudukan Evaluasi dalam PBM b. Prinsip Dasar Pelaksanaan Evaluasi Penjas *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 2

Agar evaluasi dapat memenuhi fungsinya untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar, penyelenggaraan evaluasi harus mempertimbangkan beberapa prinsip sebagai berikut: (1) Proses pengumpulan data dilakukan melalui kerjasama secara alami Untuk meningkatkan aktivitas belajar dan memotivasi siswa, hindarkanlah penggunaan standar yang baku, atau perbandingan dengan teman. Lakukanlah kerjasama antara guru dengan siswa secara individu dengan motivasi yang tinggi pada siswa. (2) Proses pengumpulan data dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan Bukti kemajuan hasil belajar siswa, ada yang secara langsung dilihat hasilnya dalam tempo singkat, atau program panjang. Kemajuan siswa harus didokumentasikan guna mengontrol peningkatannya. Proses pengumpulan data tidak hanya sekali, karena tidak cocok untuk melihat kemajuan siswa. (3) Data yang dihimpun meliputi berbagai aspek Tiga aspek yang dominan adalah: Kemampuan belajar, motivasi, dan proses belajar. Ini adalah hal yang paling dominan. Pengumpulan data adalah mengumpulkan informasi tentang: (1) apa yang diketahui oleh siswa (pengetahuan), (2) apa yang dirasakan dan bagaimana perasaan siswa terhadap pelajrannya (sikap), (3) kemampuan yang diperoleh (produk), (4) usaha yang dilakukan oleh siswa (proses) (4) Laporan kemajuan belajar dibuat sebagai laporan kepada orang tua Laporan kemajuan siswa tidak hanya diketahui guru saja namun sekolah dan siswanya, bahkan orang tua sebagai laporan perkembangan belajar keberhasilan belajar anaknya. 2. Istilah dalam Evaluasi *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 3

Beberapa istilah pokok dalam evaluasi antara lain: a. Instrumen Instrumen, adalah alat untuk memperoleh informasi. Instrumen banyak ragamnya hal ini sesuai dengan jenis informasi yang akan dikumpulkan. Yang terpenting instrument tersebut adalah sahih, Contoh: Kalau ingin mengetahui ukuran panjang maka instrumennya meteran. Banyak digunakan instrumen dalam pembelajaran antara lain: tes, pedoman observasi, daftar cek, wawancara, angket, dan sebagainya. b. Tes dan Pengukuran Tes adalah alat untuk mendapatkan informasi berupa sifat suatu objek atau manusia, (contoh: prestasi belajar). Pengukuran, adalah proses penggunaan informasi yang diperoleh lewat pengukuran yang berbentuk skor, berdasarkan skor inilah guru dapat menafsirkan kemajuan belajar. c. Asesmen (Assessment) Asesmen adalah proses pengumpulan informasi dan mempunyai fungsi untuk membantu siswa dalam belajarnya, bukan hanya sekedar pengumpulan informasi untuk keperluan penilaian. Data ini dapat secara langsung sebagai umpan balik bagi perbaikan siswa atau perbaikan/peningkatan pembelajaran, hal ini lebih bersifat alamiah (tidak dilaksanakan secara resmi) dan tidak perlu merasa pusing dengan pengukuran, karena keduanya mengandung pengertian yang sama. d. Asesmen Otentik dan Alternatif Asesmen otentik adalah manakala siswa mendemonstrasikan prilaku yang diharapkan dalam situasi nyata, misalnya bermain sepak bola dengan temantemannya. Hal ini guru dapat menghimpun informasi: (1) bagaimana penerapan pengetahuan dan keterampilan pada situasi nyata melakukan aktivitas fisik atau olahraga (2) Bagaimana penerapan konsep kerja sama dan dan teknik menendang dalam situasi nyata barmain bola, dan sebagainya. Asesmen alternatif, hal ini menuntut siswa untuk berfikir lebih tinggi, misalnya, keterampilan memecahkan masalah dan pembuatan keputusan, siswa *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 4

dituntut mendemonstrasikan perilaku, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dalam situasi dan kondisi terkendali. e. Penentuan Nilai (Grading) Penentuan Nilai (Grading), adalah proses nilai terhadap informasi yang diperoleh melalui asesmen dan pengukuran berbentuk skor. Skor tidak akan berarti kalau tidak diberi pemaknaan. Contoh: Ali mendapat skor 75, karena rentang niali 1-100, maka skor Ali 75. 3. Evaluasi Pendidikan Jasmani dalam pendekatan Portofolio a. Pengertian Portofolio Portofolio, adalah kumpulan hasil kerja siswa untuk suatu tujuan tertentu, yang menggambarkan upaya, kemajuan, dan prestasi siswa dalam bidang tertentu. Proses pengumpulan harus melibatkan partisipasi siswa, terutama dalam menentukan materi, petunjuk pemilihan, kriteria penilaian dan bukti-bukti refleksi diri siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar kerja, laporan siswa, karya siswa dan lain-lain. Aspek yang dinilai sebaiknya mencerminkan aspek pengetahuan, aspek kebugaran siswa, prestasi kecabangan (Bukan teknik dasar dan prestasi olahraga). Aspek-aspek ini dijabarkan dalam indikator penilaian. Kumpulan karya siswa yang mencerminkan tingkat keberhasilan belajar tersebut mempunyai sifat: (1) Subjek khusus (misalnya penjas saja) atau koleksi karya siswa dari subjek (semua bidang studi). (2) Periode tertentu (misalnya satu tengah semester, semester, atau satu tahun), atau secara keseluruhan selama siswa menempuh pendidikan pada sekolah tersebut. (3) Karya siswa secara individu atau secara keseluruhan Portofolio dapat diklasifikasikan kedalam: (1) portofolio karya, adalah berisikan informasi penting tentang hasil belajar siswa sehari-hari. (2) Portofolio kumulatif/keseluruhan, adalah koleksi karya yang mencerminkan perkembangan belajar siswa dari setiap tahun pada seluruh bidang studi, termasuk pendidikan jasmani. b. Pelaksanaan Penilaian Portofolio *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 5

Salah satu cara yang disarankan adalah melalui pengamatan/observasi tentang kemampuan siswa selama pembelajaran. Kegiatan yang diobservasi dirangkum berdasarkan indikator tiap-tiap kompetensi, Pengamatan dilakukan untuk setiap pertemuan. Alat pengamatan menggunakan lembar check list berisi daftar kegiatan yang dijabarkan dari indikator sesuai kompetensi yang dicapai. (1) Aspek Yang Dinilai Dalam Portopolio Aspek yang dinilai sebaiknya mencerminkan aspek pengetahuan, aspek kebugaran siswa, prestasi kecabangan (Bukan teknik dasar dan prestasi olahraga). Aspek-aspek ini dijabarkan dalam indikator penilaian. Kompetensi dan indikator dapat dilihat dalam Silabus dan atau guru dapat merumuskan sendiri, diresmikan dengan kondisi dan situasi (konteks) siswa dan sekolah. (2) Cara Mencari Nilai Akhir ( NA ): (a) Amati proses belajar siswa untuk setiap pertemuan dengan format 1. (b) Lakukan rekapitulasi pencapaian perkembangan hasil belajar siswa dalam periode tertentu (misalkan tiap 3 bulan, atau 1 semester) (c) Hitunglah tabel jumlah indikator tiap-tiap pertemuan pada kurun waktu rekap yang sudah ditentukan. (d) Lakukanlah justifikasi dengan menghitung bobot pencapaian perkembangan belajar siswa didasarkan hasil rekapitulasi untuk memfasilitasi pelaporan hasil belajar siswa kuantitatif (raport). (e) Rumus untuk pembobotan sebagai berikut: Pembobotan: A- bobot 4 B- bobot 3 C- bobot 2 D- bobot 1 Masukan pada rumus sebagai berikut ( untuk melihat hasil akhir). Ni x Bobot NA = x 100 *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 6

Qi x Bobot A Contoh pengisian ini lihat di lampiran, dengan penjelasan N dan x bisa diisi A, B, atau D. Contoh Format Penilaian Portofolio Format penilaian terdiri dari dua format yaitu: 1. Format amatan proses untuk setiap kali pertemuan dan 2. Format rekapitulasi digunakan untuk melihat perkembangan pencapaian kinerja siswa dan sebagai rumusan hasil belajar penjas. FORMAT PENILAIAN PROSES MATA PELAJARAN PENJAS (SETIAP TATAP MUKA) 1. Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani 2. Kelas : III 3. Semester : I (Satu) 4. Kompetensi Dasar :... 5. Materi Pokok :... 6. Indikator : 1.... 2.... 3.... No Nama Siswa Indikator I Indikator II Indikator III dst. Jumlah A B C D A B C D A B C D 1 Hasan V V 2 Tutik V V V 3 Endang Bardiati V V V 4 Siti sholekhah V V V 5 Rohimah V V V 6 Antok Sumarto V V V 7 Abdul Rachman V V V 8 Hendric Kusuma V V V 9 Suroto V V V 10 Abillilah V V V dst Catatan: 1. Kompetensi Dasar materi pokok dan indikator lihat GBPP 2. Dapat dikembangkan oleh guru 3. Makna simbul: *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 7

A = Sangat dapat/exellent B = Dapat melakukan C = Kurang dapat melakukan D = Tidak dapat melakukan Perhatian: Jumlah pencapaian indikator sebagai simbul hasil belajar siswa untuk mengantisipasi transfer pencapaian prestasi penjas selama kuantitatif, sesuai permintaan system pelaporan hasil belajar (raport) Sistem yang benar pelaporan hasil belajar melalui portofolio adalah dengan mendiskripsikan perkembangan kemampuan siswa, bukan dengan angka (standart) Contoh Pengisisan Format Rekapitulasi FORMAT REKAPITULASI NILAI AKHIR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI (SETIAP SATU SEMESTER) 1. Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani 2. Tiap : Semester 3. Jumlah tatap muka 1 semester : 4. Jumlah indikator 1 semester : No Nama Siswa Jumlah indikator dari Prestasi/perkembangan siswa aspek penjas makna simbul Bobot Nilai A B C D Ax4 Bx3 Cx2 Dx1 akhir 1 Hasan 16 10 18 4 64 30 36 4 2 Tutik 48 - - - 192 - - - 3 Endang Bardiati 30 10 4 4 120 30 8 4 4 Siti sholekhah 15 15 14 4 60 45 28 4 5 Rohimah 4 16 12 16 16 48 24 16 6 Antok Sumarto 20 18 5 5 80 54 10 5 7 Abdul Rachman 17 5 6 20 68 15 12 20 8 Hendric Kusuma - 28 12 8-84 24 8 9 Suroto 2 18 10 18 8 54 20 18 10 Abillilah 13 17 9 9 52 51 18 9 dst a. Pembobotan skor: A = bobot 4 *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 8

B = bobot 3 C = bobot 2 D = bobot 1 b. Rumus nilai akhir (NA) = Ai x Bobot A NA = x 100 Qi x Bobot A Keterangan: Ai = Jumlah nilai individual selama 1 kali pertemuan Qi = Jumlah indikator selama 1 kali pertemuan Untuk rumus nilai akhir B (NA) = Bi x Bobot B NA = x 100 Qi x Bobot A Demikian pula untuk nilai c rumusnya, pembilang diganti C x bobot C penyebutnya tetap, dan D seperti itu juga. Diskripsi / rincian nilai akhir: 1). Jumlah nilai x bobot Contoh nilai akhir siswa: Hasan Nilai kali bobot: Nilai A: 16 x 4 = 64 Nilai B: 10 x 3 = 30 Nilai C: 18 x 2 = 36 Nilai D: 4 x 1 = 4 2). Karena setiap indikator pada setiap pertemuan harus dinilai dengan A, B, C, dan D, maka jumlah nilai A, B, C, dan D yang diperoleh setiap siswa sama dengan jumlah seluruh indikator atau = Qi. Dalam data nilai Hasan di atas maka: Qi = 16 + 10 + 18 + 4 = 48. *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 9

Jadi : Qi x bobot A = 48 x 4 = 192. 3. Simpulan Pada uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa pentingnya evaluasi, guna memantau kemajuan dan pencapaian tujuan belajar siswa. Demikian pula para guruguru pendidikan jasmani juga telah menyadari, hal ini terlihat pada setiap laporan dari penetapan nilai-nilai pelajaran pendidikan jasmani. Pentingnya evaluasi, tidak hanya pada penetapan nilai saja, namun bisa dilihat dari sisi evaluasi, dan sisi manfaatnya. Manfaat evaluasi itu antara lain: a. Evaluasi memungkinkan guru lebih terampil dan cermat dalam menafsirkan kemajuan hasil belajar siswa. b. Evaluasi akan memberi umpan balik bagi keberhasilan suatu program c. Evaluasi akan meningkatkan pengakuan pihak luar terhadap manfaat Pendidikan Jasmani d. Evaluasi dapat dijadikan ukuran keberhasilan guru dalam mengajar (PBM). Evaluasi dengan pendekatan portofolio pada pendidikan jasmani lebih sesuai, karena evaluasi pendidikan jasmani guru dituntut untuk melakukan pengamatan terhadap siswa melalui proses pembelajaran secara terus menerus, sehingga melalui portofolio dalam menentukan nilai akhir siswa akan menghasilkan secara maksimal berdasarkan kompetensi yang dimiliki siswa tersebut. Daftar Rujukan: Burton, Allen W dan Miller, Daryl E. 1998. Kinetics. Movement Skill Assessment, Human *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 10

Schiemer, Susan. 2000. Assessment Strategies For Elemantary Physical Education, Human Kinetics. Smith, Timothy K. 1997. Authentic Assessment: Using a Portofolio Card In Physical Education, Journal of Physical Education, Recreation, and Dance, 68 (4), 46-52. Suherman, A. 2001. Evaluasi Pendidikan Jasmani, Jakarta, DIKDASMEN DEPDIKNAS. Walsh, W. Bruce, dan Betz, Nancy E., (1990), Test and Assessment, Two Edition, The Ohio State University. *) Staf Pengajar Prodi IKOR-FIK-UNESA 11