FORMULASI SEDIAAN SOLIDA

dokumen-dokumen yang mirip
FORMULASI SEDIAAN SOLIDA

Oleh: Dhadhang Wahyu Kurniawan 4/16/2013 1

Tablet Khusus. (dibuat dalam rangka memenuhi Tugas mata Kuliah TFSP)

A. DasarTeori Formulasi Tiap tablet mengandung : Fasedalam( 92% ) Starch 10% PVP 5% Faseluar( 8% ) Magnesium stearate 1% Talk 2% Amprotab 5%

Pot III : Pot plastik tertutup tanpa diberi silika gel. Pot IV : Pot plastik tertutup dengan diberi silika gel

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Pembuatan Tablet Effervescent Tepung Lidah Buaya. Tablet dibuat dalam lima formula, seperti terlihat pada Tabel 1,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Desain formulasi tablet. R/ zat Aktif Zat tambahan (eksipien)

SKRIPSI. Oleh: HENI SUSILOWATI K FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA 2008

Disolusi merupakan salah satu parameter penting dalam formulasi obat. Uji disolusi in vitro adalah salah satu persyaratan untuk menjamin kontrol

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Pemeriksaan Bahan Baku Ibuprofen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

SKRIPSI. Oleh : YENNYFARIDHA K FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA 2008

BAB I PENDAHULUAN. Tablet merupakan bahan obat dalam bentuk sediaan padat yang biasanya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang dan tujuan penelitian.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Pragel pati singkong yang dibuat menghasilkan serbuk agak kasar

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

obat tersebut cenderung mempunyai tingkat absorbsi yang tidak sempurna atau tidak menentu dan seringkali menghasilkan respon terapeutik yang minimum

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

bebas dari kerusakan fisik, serta stabil cukup lama selama penyimpanan (Lachman et al., 1986). Banyak pasien khususnya anak kecil dan orang tua

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Beberapa hal yang menentukan mutu tablet adalah kekerasan tablet dan waktu hancur tablet. Tablet yang diinginkan adalah tablet yang tidak rapuh dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Dalam bidang farmasetika, kata larutan sering mengacu pada suatu larutan dengan pembawa air.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pembuatan Amilum Biji Nangka. natrium metabisulfit agar tidak terjadi browning non enzymatic.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. memiliki beberapa keuntungan antara lain: 1) ketepatan dosis, 2) mudah cara

mudah ditelan serta praktis dalam hal transportasi dan penyimpanan (Voigt, 1995). Ibuprofen merupakan obat analgetik antipiretik dan anti inflamasi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dan cairan lain seperti pepsin di dalam lambung. Kondisi hiperasiditas lambung

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENGARUH VARIASI KONSENTRASI ASAM SITRAT-ASAM MALAT TERHADAP SIFAT FISIK TABLET EFFERVESCENT YANG MENGANDUNG Fe, Zn, DAN VITAMIN C SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Sifat fisika kimia - Zat Aktif

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KETOKONAZOL TABLET PREFORMULASI DISUSUN OLEH KELOMPOK 1 (SATU) C S1 FARMASI 2013

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Hasil Uji KLT Ekstrak Daun Sirih Hijau

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. oleh orang dewasa maupun anak-anak. Loratadin merupakan salah satu jenis

Oleh: Dhadhang Wahyu Kurniawan 4/16/2013 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kolang-kaling merupakan olahan buah pohon aren atau enau (Arenga

bahan tambahan yang memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang baik sehingga dapat dicetak langsung. Pada pembuatan tablet diperlukan bahan

mempermudah dalam penggunaannya, orally disintegrating tablet juga menjamin keakuratan dosis, onset yang cepat, peningkatan bioavailabilitas dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dalam penyimpanan. Akan tetapi obat yang bersifat lipofil dalam bentuk tablet

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Loratadin merupakan obat anti histamin non-sedatif yang biasa

BAB I PENDAHULUAN. macam pengobatan berdasarkan pengalaman empirik secara turun temurun. Seiring

struktur yang hidrofobik dimana pelepasannya melalui beberapa tahapan sehingga dapat mempengaruhi kecepatan dan tingkat absorpsi (Bushra et al,

2.1.1 Keseragaman Ukuran Kekerasan Tablet Keregasan Tablet ( friability Keragaman Bobot Waktu Hancur

Penghancur (Disintegran) Tablet

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

FORMULASI TABLET KUNYAH EKSTRAK DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGISI MANITOL-LAKTOSA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. besi atau anemia gizi besi. Anemia defisiensi besi ini jauh lebih lazim terjadi di

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak. kering akar kucing dengan kadar 20% (Phytochemindo), laktosa

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

1. Salut gula memberikan permukaan yang halus dan berkilau

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

bentuk sediaan lainnya; pemakaian yang mudah (Siregar, 1992). Akan tetapi, tablet memiliki kekurangan untuk pasien yang mengalami kesulitan dalam

kurang menyenangkan, meskipun begitu masyarakat percaya bahwa tanaman tersebut sangat berkhasiat dalam menyembuhkan penyakit; selain itu tanaman ini

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

obat-obat tradisional yang telah menggunakan cara-cara modern. Umumnya masyarakat jaman dahulu menggunakan daun sirih merah masih dalam cara yang

Sedangkan kerugiannya adalah tablet tidak bisa digunakan untuk pasien dengan kesulitan menelan. Absorpsi suatu obat ditentukan melalui disolusi

merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan. Tablet ODT merupakan tablet yang larut dimulut, dengan bantuan saliva sampai terdispersi

FORMULASI GRANUL EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA. L) MENGGUNAKAN AEROSIL DAN AVICEL PH 101

IFNA ANGGAR KUSUMA K

PEMBAHASAN. R/ Acetosal 100 mg. Mg Stearat 1 % Talkum 1 % Amprotab 5 %

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

FORMULASI SEDIAAN SEMISOLIDA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

tradisional, daun sirih digunakan sebagai pelengkap dalam upacara adat, misalnya dalam perkawinan adat Jawa (Anonim, 2010). Umumnya masyarakat

PEMBUATAN TABLET HISAP EKSTRAK ETANOLIK DAUN SAGA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman lidah buaya merupakan salah satu tanaman asli dari Afrika.

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN TABLET TEOFILIN DENGAN STARCH 1500 SEBAGAI BAHAN PENGHANCUR DAN CMC

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

TUGAS SEDIAAN SOLIDA. Arjun Nurfawaidi FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS JEMBER 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

terbatas, modifikasi yang sesuai hendaknya dilakukan pada desain formula untuk meningkatkan kelarutannya (Karmarkar et al., 2009).

TABLET EFFERVESCENT TABLET EFFERVESCENT. I. Pendahuluan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Karena temulawak hanya bisa tumbuh dan berproduksi dengan baik di daratan

1. Tablet dapat bekerja pada rute oral yang paling banyak dipilih 2. Tablet memberikan ketepatan yang tinggi dalam dosis

BAB I PENDAHULUAN. atau gabungan antara ketiganya (Mangan, 2003). Akhir-akhir ini penggunaan obat

FORMULASI ETANOL SKRIPSI K SURAKARTA. Oleh :

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. adalah obat yang menentang kerja histamin pada H-1 reseptor histamin sehingga

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. ilmu pengetahuan dan tuntutan dalam pemenuhan kesehatan. Maka diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tidak hanya orang tua tetapi para remaja sekarang ini juga banyak yang menderita

HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian Tahap Satu

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan hasil uji formula pendahuluan (Lampiran 9), maka dipilih

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocotum Ruiz & Pav.) DENGAN PEMANIS SORBITOL-LAKTOSA-ASPARTAM

dprince Of Smart Website Online

Transkripsi:

FORMULASI SEDIAAN SOLIDA @Dhadhang_WK Laboratorium Farmasetika Unsoed 3/25/2015 1

INDUSTRI FARMASI MENGUBAH BAHAN BAKU MENJADI PRODUK SEDIAAN FARMASI YANG BERKUALITAS MENGGUNAKAN PROSEDUR FABRIKASI YANG TELAH DITETAPKAN + PRODUK SEDIAAN FARMASI YANG BERKUALITAS? 25/03/2015 2

PARAMETERS OF DRUG QUALITY 1. SAFE (AMAN) TIDAK MENIMBULKAN EFEK SAMPING YANG TIDAK DIKEHENDAKI PADA PEMBERIAN DOSIS TERAPEUTIK 2. EFFECTIVE (BERKHASIAT) MENIMBULKAN EFEK FARMAKOLOGIS PADA HEWAN ATAU MANUSIA 3. ACCEPTABLE (NYAMAN) DAPAT DITERIMA OLEH PASIEN (PENGGUNA OBAT) 25/03/2015 3

MUTU HARUS DI DESAIN Realisasinya Menetapkan metode pembuatan Menetapkan proses pembuatan 25/03/2015 4

1. Menetapkan metode pembuatan Misal : Pembuatan -- Tablet a. Metode Granulasi Basah, - Untuk zat aktif yang tahan pemanasan dan tahan air b. Metode Granulasi Kering - Untuk zat aktif yang tahan terhadap tekanan tinggi akibat pegempaan c. Metode Kempa Langsung - Untuk zat- zat yang mempunyai sifat alir dan kompresibilitas yang baik Misal : Tablet PARACETAMOL Basah Metode Granulasi 25/03/2015 5

2. Menetapkan proses pembuatan Penimbangan Pencampuran Penambahan bahan pengikat - waktu pencampuran - volume penambahan Pengayakan kering Pengeringan Pengayakan basah - nomer ayakan - lama pengeringan - nomer ayakan Penambahan bahan eksternal Penabletan - lama pencampuran - tekanan kompresi 25/03/2015 6

MUTU HARUS DIBANGUN Realisasinya Mewujudkan apa yang direncanakan Mengerjakan apa yang tercatat Mencatat apa yang dikerjakan Melakukan kontrol sebelum, selama, dan sesudah fabrikasi 25/03/2015 7

Formulasi Sediaan Tablet Kriteria umum tablet adalah: 1. Disolusi obat yang optimal dan absorbsi yang konsisten dengan tujuan penggunaan (yaitu pelepasan segera atau diperlama) 2. Akurasi dan keseragaman kandungan obat 3. Stabilitas, termasuk stabilitas senyawa obat, formulasi tablet secara keseluruhan, disintegrasi, dan laju dan lama disolusi obat dari tablet untuk periode yang diperlama. 3/25/2015 8

4. Akseptabilitas pasien. Produk akhir harus punya penampilan yang menarik, termasuk warna, ukuran, rasa, dll. 5. Manufakturabilitas. Desain formulasi harus efisien, cost-effective, praktis diproduksi sesuai batch yang diperlukan. 3/25/2015 9

Manufaktur Tablet 3/25/2015 10

Efek proses manufaktur pada formulasi 1. Pengurangan ukuran partikel Ukuran partikel yang tidak seragam dapat menyebabkan masalah segregasi Peningkatan gaya elektrostatik menghambat pencampuran yang sempurna Mengubah bentuk kristalin dapat mempengaruhi kelarutan 2. Pencampuran Distribusi senyawa obat yang tidak homogen merupakan hasil pencampuran yang kurang bagus 3/25/2015 11

Pencampuran lubrikan berlebih menurunkan laju disolusi dan mempengaruhi kompaktibilitas 3. Granulasi Distribusi pengikat dan senyawa obat yang tidak homogen memberikan fines kaya-obat atau miskin-obat Dekomposisi senyawa obat karena terlalu lembab Ukuran granul yang tidak beraturan (terlalu banyak atau terlalu sedikit fines) menyebabkan masalah kompaksi atau keseragaman 3/25/2015 12

4. Tableting Tekanan kompaksi yang kurang beraturan mempengaruhi disolusi Kehilangan mutu campuran dalam hopper dan feed frame memberikan keseragaman kandungan yang jelek Penambahan shearing lubrikan dalam feed frame menurunkan laju disolusi 5. Coating Penyalutan tablet dan beads yang tidak seragam atau tidak sempurna menghasilkan pola disolusi yang berbeda. 3/25/2015 13

Eksipien Formulasi Tablet Pengisi/pengencer Pengikat Pengancur (disintegran/super disintegran Pelincir/lubrikan Antilengket/antiadhesif Pelicin/glidan Pembasah Zat warna Peningkat rasa/flavour Pemanis Penutup rasa 3/25/2015 14

Eksipien untuk Kempa/Cetak Langsung Keterkempaan tinggi (high compactibility) Sifat aliran baik Sifat ketercampuran, tanpa pemisahan potensia ZA dan eksipien (ketidaksempurnaan campuran) Sensitivitas rendah terhadap lubrikan pada pengempaan dan stabilitas yang baik Peningkatan disintegrasi dan disolusi tablet Tidak mengganggu ketersediaan hayati ZA Reprodusibilitas antarbatch baik ditinjau dari sifat fisika dan fisikomekanika. 3/25/2015 15

Pengisi tablet 3/25/2015 16

Pengisi tablet 3/25/2015 17

Pengikat tablet 3/25/2015 18

Pengikat tablet 3/25/2015 19

Glidan 3/25/2015 20

Lubrikan 3/25/2015 21

Disintegran 3/25/2015 22

Pengisi tablet kempa langsung 3/25/2015 23

FORMULASI TABLET KUNYAH Formulasi tablet kunyah memerlukan pertimbangan tambahan, seperti: 1. Rasa yang menyenangkan 2. Tanpa ada rasa ikutan pahit 3. Flavour tidak terlalu menonjol 4. Dapat dikunyah/dikemut dengan baik 5. Tidak kasar seperti pasir 6. Lebih disukai yang menimbulkan rasa dingin di mulut 7. Tidak menimbulkan lengketan di gigi atau gusi 8. Distribusi warna yang merata sesuai flavour 9. Memiliki kekerasan dan friabilitas yang cukup. 3/25/2015 24

Pertimbangan formulasi Parameter bahan obat yang harus dievaluasi: 1. Nama obat, golongan kimia, potensi inkompatibilitas senyawa atau golongan senyawa berdasarkan sifat kimia obat 2. Bentuk tersedia, kristal, granul, dsb., kalau ada alternatif termasuk garam 3. Kelarutan dalam air 4. Dosis obat dan keterbatasan ukuran akhir bentuk sediaan 5. Kompresibilitas 6. Penampilan fisik dan warna obat 7. Rasa, terutama rasa pahit, asam, rasa kapur, dan kemungkinan bentuk tidak berasa. 3/25/2015 25

Teknik penutupan rasa tablet kunyah 1. Penyalutan partikel obat dengan bahan inert, sebagai bahan penyalut dapat digunakan bermacam pati (amilum), PVP berbagai bobot molekul, gelatin, dan polimer lain seperti metosel, HPMC, mikrokristalin, selulosa, dan etosel 2. Formulasi kompleks inklusi 3. Pembentukan kompleks inklusi dengan siklodekstrin 4. Kompleks molekular obat-bahan kimia lain. 3/25/2015 26

Chewability Chewability dan rasa di mulut tablet kunyah dapat didefinisikan sebagai usaha untuk memformulasikan produk tanpa menimbulkan rasa yang tidak diinginkan. Sifat ini dapat dicapai dengan menggunakan eksipien yang menimbulkan rasa menyenangkan di dalam mulut. Eksipien yang banyak digunakan adalah manitol dan campuran manitol dengan sorbitol, fruktosa, dan sukrosa sebagai campuran biner atau multiple. 3/25/2015 27

Eksipien tablet kunyah Eksipien yang dapat digunakan untuk tablet kunyah antara lain: 1. Madu kompresibel Merupakan kombinasi kering dari 60% padatan madu, tepung terigu, dan dedak terigu yang dipasarkan dengan nama dagang honey-tab (Ingredient Technology Corporation). Bahan berupa granul, mengalir bebas, berwarna agak kecoklatan (seperti tanin) dengan karakteristik bau dan rasa madu. 3/25/2015 28

2. Molase kompresibel Merupakan kombinasi kering dari 60% molase padat, tepung terigu, dan dedak terigu, yang dipasarkan dengan nama dagang mola-tab (Ingredient Technology Corporation). Bahan berupa granul, mengalir bebas, berwarna coklat dengan karakteristik bau dan rasa molase. 3. Gula kompresibel NF mengizinkan penambahan amilum (pati), dekstrin, gula invert, dan lubrikan. Berwarna putih, tidak berbau, rasa manis (setara dengan sukrosa) sehingga dapat diterima di mulut, kelarutan dalam air baik, dan menunjukkan kompresibilitas yang baik pada kondisi normal. Kandungan air <1%, tidak higroskopis sehingga menyebabkan kompatibilitas dan stabilitas produk yang baik. 3/25/2015 29

4. Dekstrosa Merupakan gula yang diperoleh dari hidrolisis sempurna amilum. Kemanisan ±70% dari sukrosa, tersedia dalam bentuk anhidrat (sangat higroskopis) dan monohidrat dengan kandungan ±10% kelembaban, kristal putih tidak berwarna, dan granular-serbuk putih 5. Laktosa Merupakan monosakarida dari serum susu, produk samping dari pengolahan keju. Penggunaan dalam tablet kunyah sedikit karena rasa manisnya hanya ±15% dari sukrosa sehingga dibutuhkan penambahan pemanis buatan. Jika masalah kemanisan sudah dapat diatasi merupakan pengisi yang sangat berguna. 3/25/2015 30

6. Manitol Poliol kristalin berwarna putih dengan rasa manis ±50% dari kemanisan gula. Mudah larut dalam air, jika dikemut atau dilarutkan dalam mulut menimbulkan rasa dingin karena bersifat endotermik. Karakteristik ini ditambah dengan konsistensi yang sangat licin menyebabkan manitol menjadi eksipien pilihan untuk formulasi tablet kunyah. Kadar air manitol rendah, nonhigroskopis, relatif inert. 7. Sorbitol Isomer manitol sedikit manis dan lebih higroskopis. 8. Pemanis artifisial Penggunaan pemanis artifisial perlu diperhatikan peraturan perundang-undangan, tingkat kemanisan dibandingkan dengan gula; stabilitas, dan rasa ikutan di mulut jika digunakan dalam formula tablet kunyah. 3/25/2015 31

Contoh Formula Formula granul (Dwi Endah Pratiwi et al., 2009) 3/25/2015 32

Formula granul (Puspita Pratiwi et al., 2009) 3/25/2015 33

Formula tablet hisap (Ike Nur Fitri Astuti et al., 2009) 3/25/2015 34

Formula tablet efervesen (Tri Wahyuni Asiani et al., 2009) 3/25/2015 35

Serbuk Efervesen Proses manufaktur memerlukan kelembaban yang rendah (sekitar 20%) dan temperatur ± 25ºC. Serbuk efervesen mengandung: Bahan asam: asam sitrat, asam tartrat, asam askorbat, asam fumarat, asam nikototinat, asam malat, asam adipat, dll. Sumber CO2: Na-bikarbonat, Na-karbonat, K-karbonat, Ca-karbonat Eksipien lain (katakteristik utama, kelarutan dalam air) Lubrikan: PEG 6000, Na-stearil fumarat, Na-benzoat, NaCl, Na-asetat, atau D,l-leusin Pengikat: PVP, maltodekstrin terhidrogenasi, maltodekstrin Lain-lain: pemanis, flavour, pewarna, antifoaming, dll. 3/25/2015 36

KAPSUL GELATIN LUNAK (SOFT GELATIN) Manufaktur kapsul gelatin lunak dan pengisiannya berlangsung dalam satu proses berkesinambungan. Jadi ada 2 formulasi yang harus dikembangkan, yaitu formulasi cangkang gelatin lunak dan formulasi isi/kandungan. Cangkang kapsul lunak mengandung sejumlah air. Jika air tertarik oleh isi (formulasi kandungan) maka cangkang akan pecah. Formulasi isi dapat mengandung air dalam jumlah terbatas. 3/25/2015 37

Strategi Formulasi Formulasi tiksotropik Dengan pengadukan, sistem menjadi encer dan mudah mengalir. Jika pengadukan dihentikan, sistem kembali ke struktur gel. Hal ini akan mencegah kebocoran. Formulasi thermal setting Dalam kasus ini digunakan eksipien yang berbentuk cairan pada temperatur pengisian. Sesudah di dalam kapsul, formulasi ini akan membentuk gel atau memadat untuk mencegah kebocoran. 3/25/2015 38

Sistem tiksotropik (Mixed thermal) Untuk mencapai sistem tiksotropik, eksipien cair sering dibuat mengental denan silika koloidal. Contoh: clofibrat diformulasikan sebagai sistem thermal setting dengan penambahan 30% (dari total berat) PEG 20000. Vitamin E dibuat tiksotropik dengan penambahan ± 6% dari masing-masing (bobot total) adepslanae dan silikon koloidal. Obat berbentuk serbuk dapat dilarutkan atau disuspensikan dalam sistem tiksotropik atau sistem thermal setting. Pada umumnya, semakin lipofilik kandungan, semakin lambat kecepatan pelepasan. 3/25/2015 39

Sistem tiksotropik (Mixed thermal) Komposisi cangkang kapsul 1. Gelatin : bloom atau Ge strength 100-250 bloomgram 2. Pemlastis : gliserin, sorbitol 3. Bahan tambahan lain : pengawet (misal metil dan propil paraben), zat pewarna, zat pembura seperti TiO2, flavour, dan pemanis. Catatan: a. Corak tidak lebih kurang dari isi. Harus diperhatikan bahwa isi tidak menjadi gelap karena reaksi kimia sepert vitamin C dengan besi dalam formulasi vitamin mineral. b. Kapsul gelatin lunak yang lebih besar sering menjadi lebih gelap. 3/25/2015 40

Sistem tiksotropik (Mixed thermal) Kategori bahan yang dapat dienkapsulasi: 1. Cairan tidak tercampur air. Seperti minyak nabati aromatik, hidrokarbon aromatik dan alifatik, hidrokarbon terklorinasi, eter, ester, alkohol, dan asam organik berbobot molekul tinggi. 2. Campuran tercampur air. Terbatas pada PEG dan surfaktan nonionik seperti polisorbat. Sejumlah kecil cairan tercampur dapat dienkapsulasi jika tidak menguap dan sesuai untuk diencerkan. 3/25/2015 41

3/25/2015 42

3/25/2015 43

3/25/2015 44