MODIFIKASI HOPER PENGUMPAN PADA UNIT PELINDIAN AIR

dokumen-dokumen yang mirip
RANCANG BANGUN HOPER PENGUMPAN PADA PELEBURAN PASIR ZIRKON

VERIFIKASI KOEFISIEN TRANSFER MASSA UNTUK UJI FUNGSI UNIT PELINDIAN AIR SECARA KONTINYU

UJI FUNGSI REAKTOR PELINDIAN NATRIUM ZIRKONAT SECARA SINAMBUNG

OPTIMASI KONDISI OPERASI PELEBURAN KONSENTRAT ZIRKON MENGGUNAKAN ROTARY KILN

PENINGKATAN KUALITAS ZIRKONIA HASIL OLAH PASIR ZIRKON

PENGARUH UKURAN BUTIR PASIR DAN JUMLAH KOKAS PADA KHLORINASI PASIR ZIRKON

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES

Pemurnian Serbuk Zirkonia dari Zirkon

PEMBUATAN ZIRKONIL NITRAT DARI ZIRKON OKSIKLORID UNTUK UMPAN EKSTRAKSI ZR-HF DENGAN MIXER-SETTLER (MS)

Pengembangan Material Biokompatibel Berbahan Zirkonia dari Bahan Baku Mineral Lokal

PENGARUH KECEPATAN PEMANASAN DAN W AKTU DALAM PELEBURAN PASIR ZIRKON

PENGARUH JENIS KARBON DAN TEBAL LAPISAN PADA PROSES PEMBUATAN ZIRKON KARBIDA

Prarancangan Pabrik Aluminium Oksida dari Bauksit dengan Proses Bayer Kapasitas Ton / Tahun BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES

UJI FUNGSI REAKTOR PELINDIAN NATRIUM ZIRKONAT DENGAN ASAM KHLORIDA SECARA SINAMBUNG SATU TINGKAT

Prarancangan Pabrik Polistirena dengan Proses Polimerisasi Suspensi Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT

RANCANGAN ALAT PROSES PENGOLAHAN BIJIH URANIUM RIRANG : REAKTOR DEKOMPOSISI

PEMBUATAN ZIRKON TETRAKLORIDA DARI PASIR ZIRKON DENGAN PROSES KERING SECARA LANGSUNG

Prarancangan Pabrik Polipropilen Proses El Paso Fase Liquid Bulk Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES. Kode T-01 A/B T-05

PENINGKATAN KADAR ZIRKON UNTUK UMPAN PROSES PELEBURAN PADA PEMBUATAN NATRIUM ZIRKONAT

KLASIFIKASI PADATAN MENGGUNAKAN ALIRAN FLUIDA

RANCANG BANGUN AUTOCLAVE MINI UNTUK UJI KOROSI

PEMBUATAN KONSENTRAT ZIRKON SEBAGAI UMPAN PROSES PELEBURAN MENGGUNAKAN SHAKING TABLE (MEJA GOYANG)

UNJUK KERJA METODE AANC PADA ANALISIS UNSUR Fe, Al, Zr DAN Si DALAM CUPLIKAN ZrOCl 2 HASIL OLAH PASIR ZIRKON

BAB III METOLOGI PENELITIAN

Pabrik Alumunium Sulfat dari Bauksit Dengan Modifikasi Proses Bayer dan Giulini

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. menunjukan bahwa material rockwool yang berbahan dasar batuan vulkanik

PENGARUH PENCAMPURAN TERHADAP REAKSI HIDROLISA AlCl 3

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK KIMIA IV DINAMIKA PROSES PADA SISTEM PENGOSONGAN TANGKI. Disusun Oleh : Zeffa Aprilasani NIM :

HASIL DAN PEMBAHASAN

PEMBUATAN HEATING CHAMBER PADA TUNGKU KILN / HEAT TREAMENT FURNACE TYPE N 41/H

PENGARUH KEHADIRAN TEMBAGA TERHADAP LAJU KOROSI BESI TUANG KELABU

BAB V SPESIFIKASI ALAT PROSES

PERANCANGAN REAKTOR FLUIDISASI UNTUK KHLORINASI PASIR ZIRKON

REVIEW KLORINASI ZIRKON DIOKSIDA

LAMPIRAN A REAKTOR. = Untuk mereaksikan Butanol dengan Asam Asetat menjadi Butil. = Reaktor Alir Tangki Berpengaduk Dengan Jaket Pendingin

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

BAB III SPESIFIKASI ALAT PROSES. Kode M-01 M-02 M-03 Fungsi Mencampur NaOH 98% dengan air menjadi larutan NaOH 15%

Pengaruh Temperatur Air Pendingin Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Motor Diesel Stasioner di Sebuah Huller

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENENTUAN DIFUSIFITAS AKSIAL ZIRKONIUM PADA PROSES PERTUKARAN ION DENGAN RESIN DOWEX 50W-X8

II. PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Maret 2013

PABRIK PUPUK KALIUM SULFAT DENGAN PROSES DEKOMPOSISI KALSIUM SULFAT DAN KALIUM KLORIDA DENGAN MENGGUNAKAN KRISTALIZER SINGLE STAGE Disusun oleh :

BAB III METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir. Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Pengecoran Alumunium. Skala Laboratorium.

ANALISIS LAJU ALIRAN PANAS PADA REAKTOR TANKI ALIR BERPENGADUK DENGAN HALF - COIL PIPE

MENINGKATKAN KAPASITAS DAN EFISIENSI POMPA CENTRIFUGAL DENGAN JET-PUMP

Bab 3 Perancangan dan Pembuatan Reaktor Gasifikasi

BAB III METODOLOGI Diagram Alir Tugas Akhir. Diagram alir Tugas Akhir Rancang Bangun Tungku Peleburan Alumunium. Skala Laboratorium.

B T A CH C H R EAC EA T C OR

BAHAN DAN METODE. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tulang

Lampiran 1. Analisis Kebutuhan Daya Diketahui: Massa silinder pencacah (m)

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Alat Pirolisis Limbah Plastik LDPE untuk Menghasilkan Bahan Bakar Cair dengan Kapasitas 3 Kg/Batch BAB III METODOLOGI

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

TUGAS AKHIR. Pabrik Margarin Dari Biji Jagung Dengan Proses Wet Rendering Dan Hidrogenasi

RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK SERBUK KAYU DENGAN RESIN POLIMER MENGGUNAKAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK

UJI HOMOGENITAS DAN STABILITAS KANDIDAT SRM NATRIUM ZIRKONAT DENGAN METODE XRF

BAB III DESAIN DAN FABRIKASI

ANALISIS REAKTOR ALIR TANGKI PENGADUK pada KAPASITAS 20 M 3 dengan TEMPERATUR C

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 hingga Maret 2013.

BAB III PERANCANGAN PROSES

BAB III METODE PENELITIAN

RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI ph PADA REAKTOR PENGENDAPAN ZIRKON HIDROKSIDA

PERANCANGAN MANUFAKTUR MESIN PENGADUK MEDIA TANAM JAMUR

MODIFIKASI MESIN PEMBANGKIT UAP UNTUK SUMBER ENERGI PENGUKUSAN DAN PENGERINGAN PRODUK PANGAN

BAB III SPESIFIKASI PERALATAN PROSES. : untuk menyerap NH3 dan CO2 oleh. : Menara bahan isian (packed tower) : Low alloy steel SA 204 grade C

PEMBUATAN SAMPEL INTI ELEMEN BAKAR U 3 Si 2 -Al

selanjutnya penulis mengolah data dan kemudian menyusun tugas akhir sampai

BAB III PERANCANGAN PROSES

RANCANG BANGUN ALA T ADUK LOGAM COR

BAB 3 LANDASAN TEORI DAN PENGOLAHAN DATA

PERAKITAN ALAT PENGAYAK PASIR SEMI OTOMATIK

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN REAKTOR GASIFIKASI

PEMBUATAN KOMPONEN INNER TUBE LEU FOIL TARGET UNTUK KAPASITAS 1,5g U-235

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

IV. PENDEKATAN RANCANGAN

BAB VIII UNIT DAUR ULANG DAN SPESIFIKASI TEKNIS Sistem Daur Ulang

METODE PENELITIAN. 1. Perancangan dilakukan pada bulan Oktober 2016 sampai januari 2017

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil preparasi bahan baku larutan MgO, larutan NH 4 H 2 PO 4, dan larutan

BAB III PERANCANGAN PROSES. bahan baku Metanol dan Asam Laktat dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai

BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Literatur. Persiapan Alat dan Bahan bahan dasar piston bekas. Proses pengecoran dengan penambahan Ti-B 0,05%

Prarancangan Pabrik Asam Nitrat Dari Asam Sulfat Dan Natrium Nitrat Kapasitas Ton/Tahun LAMPIRAN

Pengolahan Limbah Cair Tahu Menggunakan Membran Nanofiltrasi Silika Aliran Cross Flow Untuk Menurunkan Kadar Nitrat dan Amonium

IDENTIFIKASI AWAL ZIRKONIUM KARBIDA PADA PEMANASAN PASIR ZIRKON DENGAN SUHU TINGGI

KARAKTERISASI INGOT PADUAN U-7Mo-Zr HASIL PROSES PELEBURAN MENGGUNAKAN TUNGKU BUSUR LISTRIK

LAMPIRAN C DOKUMENTASI

SKRIPSI / TUGAS AKHIR

PELINDIAN LEBURAN PASIR ZIRKON KALIMANTAN MENGGUNAKAN AIR PANAS BENCH SCALE. Sajima, Triyono

PEMBUATAN TABUNG DETEKTOR GEIGER MULLER TIPE JENDELA SAMPING

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini dilakukan pembuatan keramik CSZ-NiO untuk elektrolit padat

Rancang Bangun dan Pengujian Tungku Peleburan Aluminium Berbahan Bakar Minyak Bekas

BAB III METODE PENELITIAN

EXECUTIVE SUMMARY TUGAS PERANCANGAN PABRIK KIMIA TUGAS PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS TON PER TAHUN

BAB III SPESIFIKASI ALAT

PRARANCANGAN PABRIK SIRUP MALTOSA BERBAHAN DASAR TAPIOKA KAPASITAS TON/TAHUN

Spesifikasi Bahan dan alat :

Transkripsi:

MODIFIKASI HOPER PENGUMPAN PADA UNIT PELINDIAN AIR Sudaryadi, Sajima dan Dedy Husnurrofiq -BATAN-Yogyakarta Jl Babarsari Nomor 21, Kotak pos 101 Ykbb 55281 e-mail : ptapb@batan.go.id ABSTRAK MODIFIKASI HOPER PENGUMPAN PADA UNIT PELINDIAN AIR. Telah dilakukan modifikasi hoper pengumpan pada unit pelindian air dengan tujuan proses pelindian air dapat dioperasikan secara kontinyu dan memperoleh hasil yang optimum yaitu memisahkan unsur Si dari hasil peleburan pasir zirkon. Penelitian dilakukan dengan memodifikasi hoper pengumpan yang ada sehingga diperoleh hoper pengumpan yang sesuai dengan kapasitas pengumpanan yang diperlukan pada proses pelindian air. Hoper pengumpan dan pompa air diperlukan untuk mengatur hasil proses peleburan dan air secara kontinyu kedalam tangki pelindian selanjutnya dilakukan pengadukan. Bahan umpan diperoleh dari pasir zirkon dan NaOH dengan perbandingan 1 : 1,1 dari mixer masuk ke hoper selanjutnya ke tungku peleburan untuk dipanaskan sampai dengan suhu 750 0 C selama satu jam. Kecepatan pengumpanan pada pelindian air secara kontinyu sebesar 425 gram per jam leburan pasir zircon dan air (aquadest) 17 liter per jam. Pada penelitian pembuatan zirkonia peleburan merupakan proses awal yang harus dilakukan sebelum dilakukan pelindian air untuk memisahkan silikat. Kata Kunci: Modifikasi, pelindian dan kontinyu. ABSTACT MODIFICATION OF THE FEEDER HOPPER ON LEACHING WATER UNIT. The modification of the hoper feeder on leaching water unit has already done with the purpose leaching water process can be operated continuously and reach the optimal results which is separating the Si from the melting zircon sand. Research carried out by modifying the existing hopper feeder to obtain the appropriate feeder hoper with the required capacity in the water leaching process. Hopper feeders and water pumps are needed to manage the results of the melting process and water continuously into the mixing tank leaching then it will be stirred. The feed materials derived from zircon sand and NaOH with the ratio 1: 1.1 of the mixer into the next hoper to the furnace to be heated up to temperatures of 750 0 C for one hour. The feeding speed on leaching water continuously at 425 grams per hour fused zircon sand and water (aquadest) 17 liters per hour. In this research, manufacture zirconia fusion is a process which needs to be done prior to leaching water to silicate separate. Keyword : Modification, leaching and continue. PENDAHULUAN H oper adalah sebuah alat yang dipergunakan untuk mengatur aliran bahan yang berbentuk serbuk maupun bentuk gel. Hoper biasanya berbentuk segi empat atau lingkaran pada bagian atas dan mengerucut dibagian bawah untuk mempermudah aliran bahan [2]. Digunakan hoper pada pengumpan unit pelindian air adalah untuk mengatur kontinyuitas pengumpanan hasil leburan pasir Zr ke tangki pelindian air dapat dilakukan secara kontinyu sehingga diperoleh hasil pelindian air yang baik karena stabil prosesnya. Proses pelindian air merupakan proses lanjutan setelah proses peleburan pasir zirkon penelitian pembuatan Natrium Zirkonat. Bahan baku yang dipakai untuk mendapatkan natrium zirkonat adalah pasir zirkon Sudaryadi, dkk. ISSN 1410 8178 Buku I hal. 22

(ZrSiO 4 ) dengan susunan dan kadar yang berbedabeda. Bahan ini murah dan mudah diperoleh di Indonesia, jika diolah lebih lanjut mempunyai peran yang sangat strategis dalam berbagai industri. Dalam industri nuklir, bahan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan struktur reaktor nuklir dan sebagai kelongsong bahan bakar karena mempunyai sifat yang unggul, antara lain tahan terhadap suhu tinggi, tahan terhadap korosi, mempunyai serapan neutron yang kecil (0,18 0,2 barn) dan dapat menaikkan sifat fisik logam paduannya []. Manfaat zirkonium dalam industri non nuklir antara lain sebagai bahan elektrolit oksida padat dalam sel bahan bakar oksida padat, karena merupakan penghantar ionik yang baik [4]. Mineral zirkon yang dimiliki Indonesia sangat mudah didapatkan karena berada pada permukaan dengan kandungan zirkonium antara 5 hingga 50 %. Salah satu metode pengolahan pasir zirkon adalah metode proses basah. Adapun metode proses basah adalah pasir zirkon dilebur bersama pereaksi NaOH padat (soda api), silikat oksida dipisahkan dari mineral zirkon dengan cara pelindian dengan menggunakan air dan dilanjutkan proses pemurnian dengan berbagai cara [1]. Untuk membuat ZrO 2 tahap awal yang harus dilakukan adalah peleburan pasir zircon dengan NaOH. Hasil leburan yang berupa serbuk dilindi dengan air agar Na 2 ZrO terpisah dari silikatnya. Sisa padatan tersebut dilindi dengan HCl 4N untuk memperoleh ZrOCl 2. Larutan ZrOCl 2 kemudian direaksikan dengan NH 4 OH 0, M dan diperoleh Zr(OH) 4, kemudian dikalsinasi pada suhu 50 0 C selama 2 jam dan dihasilkan ZrO 2. Salah satu tahap yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pelindian air, pada proses ini tujuannya adalah memisahkan hasil leburan yang bisa larut dalam air (Na 2 SiO ) dan diperoleh larutan yang tidak larut dalam air (Na 2 ZrO ). Pada tahap berikutnya proses pelindian air akan dilakukan secara kontinyu, untuk memenuhi hal itu maka diperlukan beberapa kelengkapan dari unit pelindian air diantaranya: hoper pengumpan, kapasitas pompa air pengumpan, bentuk pengaduk. Hoper pengumpan yang ada kapasitasnya terlalu besar yaitu: 00 gram/jam, sedangkan keperluan pengumpanan secara kontinyu diperlukan umpan 425 gram/jam dan air pelindi diperlukan 17 liter/jam. Maka dilakukan penyesuaian ukuran impeller pada hoper untuk memenuhi kapasitas yang diperlukan dan mengatur aliran pompa pengumpannya dan diharapkan umpan tidak akan terhenti pada dinding impeller. Proses ini digunakan tangki reaktor yang dilengkapi dengan motor pengaduk dan hoper pengumpang berbentuk silinder tegak pada bagian atas dan mengerucut bagian bawah yang dilengkapi dengan ajusman valve digerakkan dengan motor untuk mengatur pengumpanan. Volume hoper dihitung dengan rumus: m V p Dimana : V Volume hoper (m ) M Kapasitas umpan (Kg) p Massa jenis umpan (Kg/m ) TATA KERJA Bahan dan Peralatan Bahan yang digunakan adalah hasil leburan pasir zirkon, plat SS, pipa SS, besi siku, gas argon, elektrode las, aquadest, pralon dan kran air. Peralatan yang digunakan dalam penelitian adalah: Skit match, mesin bubut, mesin las, mesin potong, roll meter dan stop watch. Cara Kerja - Dilakukan penghitungan volome hoper, kecepatan pengumpanan dan daya motor yang diperlukan - Dilakukan modifikasi hoper meliputi ukuran: Shell, konis, rumah impeler dan bentuk impeler - Dilakukan instalasi hoper pada unit pelindian air. - Dilakukan ujicoba operasi dan diamati volume pengumpanan yang dihasilkan berdasarkan putaran motor penggerak - Dicatat data hasil ujicoba hoper pengumpan dan dievaluasi sebagai laporan. HASIL DAN PEMBAHASAN Menentukan ukuran Hoper Volume hoper ditentukan berdasarkan berat jenis dari hasil leburan pasir Zr dan NaOH,2871 g/cm 20,89 lb/ft, kapasitas 20 kg/jam 44,1 lb/jam, maka dipilih hoper berupa tangki berbentuk silinder tegak bagian bawah berbentuk cone bersudut 45 0. Volume cone 1/ x luas alas x tinggi (dimana t 0,5 D) Buku I hal. 224 ISSN 1410 8178 Sudaryadi, dkk

Vk 1/ x luas alas x o,5 D 1/ x JI/4 x D 2 x 0,5 D JI/24 x D Vshel JI/4 x D 2 x H Vol. Hoper JI/4 x D 2 x H x JI/4 x D DH V JI/4 x D 2 x D + JI/24 x D JI x 7/24 x D Volume 44,1/20,89 0,214 ft /jam Basis 1 jam operasi Volume 0,214 ft /jam x 1 jam 0,214 ft 0,214 JI x 7/24 x D D 0,152 ft 18,75 cm HD t 18 cm 0,5 D 9 cm Menentukan dimensi dan ukuran Adjusment Valve Data alat yang ada sebagai berikut: Diameter pipa keluar 2 50,8 mm Diameter adjusment 7,2 mm valve (impeller) Jumlah sirip (kipas) 8 buah Tiap sirip (kipas) dengan ukuran 0 x 50 mm dapat memindahkan leburan Zr seberat BJ leburan Zr,2871 gram/cm Volume tiap sirip 0 x 50 x 5 7500 mm 7,5 cm Jadi berat leburan Zr yang dapat dipindahkan tiap sirip 7,5 x,2871 24,5 gr. Satu kali putaran adjusment (impeller) 8 x 24,5 197,2 gr. Untuk memenuhi kebutuhan dilakukan perubahan pada jumlah sirip pada impellernya dari 8 buah menjadi 4 buah dan diperoleh kapasitas pengumpanan sebanyak: 4 x 24,5 Gram 100,0 gram. Menghitung Putaran (N) Vol / menit N (Vol / putaran).k Dimana : k prosentase kapasitas yang dialirkan (dilihat berdasarkan lampiran 1 dan lampiran 5) Untuk leburan Zr Kapasitas yang diinginkan 1 kg/jam ρ leburan Zr,2871 gram 1000gr / jam Jadi, kapasitas 2,871gr / cm 04,219 cm /jam Q Vol per menit 0 04,219 Vol per menit cm / menit 0 5,07Vol / menit N (5,878).0,15(Vol / putaran).k,95 4 Jadi untuk mendapatkan kapasitas 1 kg/jam leburan Zr, dibutuhkan putaran motor 4 rpm Menghitung daya motor yang dibutuhkan (HP) L.N.Fd.Fb Hp p Fb (factor bearing) 4,4. Faktor ini berdasarkan jenis barang seperti yang ditunjukkan pada lampiran. N 4 rpm Hp p 1,082ftx 4x18x4,4 Hp p 0,428 x 10 - Hp m C.L..W.Fr.Fm.Fp C (kapasitas) 1 kg/jam 0,00774 ft /jam Fr (faktor harak) 1 Faktor ini berdasarkan flight type yang digunakan standar, seperti yang ditunjukkan pada lampiran Fm (faktor material) 1,7 Faktor ini berdasarkan jenis material, seperti yang ditunjukkan pada lampiran 4 Fp (factor paddle) 1 Faktor ini ditunjukkan pada lampiran 5 W 4,5 gr/ml 251, lb/ft Hp m 0,00774ft / jamx1,082ftx 251,lb/ ft x1x1,7x1 Hp m,5804 x 10 - Hp total ( Hp p Hp m ).Fbl e Fbl (factor beban lebih) Hoper_ ini ditunjukkan pada lampiran e Efisiensi penggerak 0,94 (0,428 x 10 -,5804x10 ). Hp total 0,94 Hp total 0,01 HP Daya motor terendah di pasaran 0,18 HP. Sehingga hoper ini memakai motor dengan daya 0,18 HP. Modifikasi hoper pengumpan dimulai dari penyiapan bahan, peralatan dan alat pendukung lainnya. Sudaryadi, dkk. ISSN 1410 8178 Buku I hal. 225

Pertama plat SS tebal 2 mm dipotong sesuai dengan ukuran kemudian diroll untuk membuat shell (tabung) dengan diameter 18 cm dan tinggi 18 cm, berikutnya dibuat cone dengan ukuran disatu sisi diameter 18 cm dan sis lain diameter, cm tinggi 9 cm, plat dilas dengan las argon dan disambung antara shell dan cone. Selanjutnya dibuat impeller dan rumah impeler sebagai unsur utama pada hoper pengumpan, rumah impeller dibuat dengan pipa berdiameter dan impeler dengan diameter 2 dengan 4 sirip untuk memindahkan hasil leburan pasir zirkon dari shell ke reaktor pelindian air. Hoper dijalankan dengan motor penggerak 0,18 pk yang dilengkapi dengan inverter untuk mengatur kecepatan motor yang mempengruhi jumlah pengumpanannya. Jadi pada prinsipnya modifikasi disini dilakukan pada jumlah sirip pada impeller hoper dari 8 buah menjadi 4 buah dan diperoleh hasil pengumpanan sebanyak 100,0 gram setiap kali putaran impeller. Dari hasil ujicoba diperoleh pengumpanan sebanyak 95 gram tiap kali putaran, disini terjadi selisih karena ada sebagian umpan yang menempel pada dinding impeller. Gambar 1 Hoper pengumpan sebelum modifikasi. Gambar 2. Hoper pengumpan hasil modifikasi Tabel 1. Kapasitas pengumpanan hoper sebelum dimodifikasi No 1. 2.. 4. 5. Skala Inverter 2,50 4,0,04 9,0 10,00 Putaran Impeler (put/mnt) 1 2 4 5 Kapasitas Pengumpanan, (gr) 197 92 02 810 998 Tabel 2. Kapasitas pengumpanan hoper setelah dimodifikasi No 1. 2.. 4. 5. Skala Inverter 2,50 4,0,04 9,0 10,00 KESIMPULAN Putaran Impeler (put/mnt) 1 2 4 5 Kapasitas Pengumpanan (gr) 95 192 02 410 498 Dari hasil penelitian diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Hoper pengumpan yang ada dimodifikasi yang sebelumnya kapasitas pengumpanannya 197 gram setiap satu putaran dan setelah dilakukan modifikasi pada jumlah sirip pada impellernya (dari 8 buah menjadi 4 buah) diperoleh hasil pengumpanan sebanyak 95 gram setiap putaran impeller dan diperlukan untuk melengkapi proses pelindian air menggunakan reaktor berpengaduk secara kontinyu dengan kapasitas umpan (hasil peleburan pasir zirkon dan NaOH) seberat 425 gram per jam dan air 17 liter per jam. Hoper hasil rancang bangun dengan ukuran tinggi dan diameter sama yaitu 18 cm, tinggi cone bagian bawah : 9 cm dengan kapasitas pengumpanan 95 gram tiap menit dan dilengkapi dengan skala inverter untuk mengatur kapasitas pengumpanan yang diinginkan. DAFTAR PUSTAKA 1. BENJAMIN.M.MA. Nuclear Reactor Materials and Aplications, Van Nostrand, Reinhold Co. New York. 198. 2. Geogle : Http//www.el. wikipedia. Org/wki/zirconium (IV) hydroxide.. LUSTMAN B And KERZE,. Jr., The Metalurgy of Zirconium., 1 st ed, Mc Graw Hill Book Company, inc, New york (1950). 4. SUDARSONO K., Proses Fabrikasi Zirkonium dan Kelongsong Zircalloy., Buletin, Vol VIII, No 1987. 5. LEVENSPIEL, O. 1999. Chemical Reaction Engineering, 2nd Edition. New York: John Buku I hal. 22 ISSN 1410 8178 Sudaryadi, dkk

Wiley & Sons. Departement of Chemical Engineering, Oregon State University. TANYA JAWAB Sri Widiyati (PTAPB) Bagaimana hasil pengumpan dari hoper sebelum dimodifikasi dan sesudahnya? Berapa tingkat efisiensinya? Sudaryadi Sebelum dimodifikasi dengan pengumpan terendah 197 gram tiap putaran dan setelah dimodifikasi tingkat pengumpan 95 gram tiap putaran dan efisiensinya sekitar 95%. Sunardi (PTAPB) Bagaimana untuk menjaga keseimbangan aliran aquadest dan konsentrat hasil leburan agar seimbang pada pelidian air agar bisa proses kontinyu? Sudaryadi Sesuai dengan kebutuhan proses kontinyu yaitu konsentrat 425 gram/jam dan air 17 L/jam makan dilakukan pengaturan aliran air melalui pompa dengan regulator dan di bypass, sedangkan hoper diatur dengan inverter agar putaran impeler dapat disesuaikan. Sudaryadi, dkk. ISSN 1410 8178 Buku I hal. 227