Disusun Oleh. Bambang Ali Nurdin PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SILIWANGI ABSTRAK

dokumen-dokumen yang mirip
Disusun Oleh. Bambang Ali Nurdin PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SILIWANGI ABSTRAK

PENGARUH PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DERAH (Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Kota Tasikmalaya)

BAB I PENDAHULUAN. Pesatnya perkembangan informasi, komunikasi, dan transportasi dalam kehidupan manusia

Sri Eka Nurhayati Pamungkas Ekonomi Akuntansi Universitas Siliwangi ABSTRACT ABSTRAK

Pelaksanaan Pemungutan Pajak Parkir dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi. Nama : Dinda Lasdwihati

BAB III METODE PENELITIAN. (independent variable) adalah sumber-sumber penerimaan daerah yang terdiri dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Analisis Pengaruh Pajak Hotel Dan Pajak Restoran Terhadap Pajak Daerah Kota Tasikmalaya ( Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Tasikmalaya )

PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA LANGSUNG TERHADAP HARGA POKOK PRODUK (Study Kasus Pada Perusahaan Galunggung Raya Blok) Oleh :

KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah asosiatif. Pendekatan kuantitatif menurut Sugiyono (2010:8)

BAB III METODE PENELITIAN. Tulungagung, Jl. A. Yani Timur No. 37 Tulungagung. yaitu karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis

BAB I PENDAHULUAN. Undang undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah adalah

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. lakukan dapat terselesaikan dengan baik dan benar serta terarah dan fokus

PENGARUH PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN DAN PAJAK HIBURAN TERHADAP PENINGKARAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG PERIODE

ANALISIS PENERIMAAN PAJAK REKLAME, PAJAK HIBURAN, PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA YOGYAKARTA PERIODE

ANALISIS PENERIMAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH

WINNIE LUSIANA NPM Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi ABSTRAK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP BELANJA DAERAH. (Studi Kasus di Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ciamis)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup merupakan batasan lokasi atau variabel yang akan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

I. PENDAHULUAN. meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Sumber daya potensial yang

Evi Apriani Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi ABSTRAK

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini berlokasi di Kota Gorontalo. dilaksanakan dari bulan Januari 2014 sampai dengan Maret 2014.

Embun Rahmawati. Universitas Bina Nusantara Palem Puri No 2 Rt 005/007, Pondok Aren Tangerang 15229, , 1 Murtedjo, Ak.

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian, langkah awal yang harus dilakukan oleh

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penelitian ini berjudul pengaruh penagihan tunggakan pajak dengan surat

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN

Pengaruh Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Pendapatan Asli Daerah ( Studi Kasus di Pemerintahan Kota Tasikmalaya )

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Dengan dikeluarkannya UU No. 22 Tahun 1999 yang kemudian direvisi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif verifikatif. Menurut Sugiyono

PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada PDAM Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Bhayangkara Jaya

BAB I PENDAHULUAN. Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan Pemerintah Republik

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. yang menjadi obyek penelitian sebagai variabel bebas

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

ANALISIS PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (Study kasus pada Dinas Pendapatan Kota Tasikmalaya)

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum dilakukan penelitian langkah awal yang harus dilakukan peneliti

BAB III METODE PENELITIAN. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 32 Provinsi di Seluruh

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mendapatkan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi. Menurut Sugiyono (2009: 41), menyatakan bahwa:

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, objek penelitian yang menjadi variabel bebas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN WAJIB PAJAK DALAM MEMENUHI KEWAJIBAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI SURAKARTA. P a r d i STIE AUB Surakarta

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. analisis biaya operasional pengaruhnya terhadap tingkat laba bersih pada PDAM

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat setempat sesuai dengan peraturan peundang-undangan. Hal tersebut

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN


BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. yaitu penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerical atau

BAB III PENGELOLAAN RETRIBUSI PARKIR KOTA SURABAYA. A. Pengaruh Retribusi Terhadap Pendapatan Asli Daerah

PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP BELANJA MODAL PADA KABUPATEN GORONTALO

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. rentang waktu selama 9 tahun yaitu periode Data diperoleh

PENGARUH PAJAK PARKIR DAN RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH

TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Hotel Horison Bandung tahun Fokus yang akan diteliti adalah faktorfaktor

BAB III OBJEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. dengan pendapat Sugiyono (2010:13) mengenai pengertian objek penelitian

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti terdiri dari variabel

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB lll METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. rakyat dalam rangka mewujudkan tujuan dari pembangunan nasional.

BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu. Dalam penelitian ini penentuan tempat penelitian secara purpose

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH MODAL USAHA DAN PENJUALAN TERHADAP LABA USAHA PADA PERUSAHAAN PENGGILINGAN PADI UD. SARI TANI TENGGEREJO KEDUNGPRING LAMONGAN

BAB III METODE PENELITIAN. Salah satu komponen dari penelitian adalah menggunakan metode yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. dikelola dengan baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

JURNAL AKUNTANSI ANALISIS PENGARUH DANA PIHAK KETIGA DAN PENYALURAN KREDIT TERHADAP RETURN ON ASSETS

BAB I PENDAHULUAN. pungutan, tetapi hanya merupakan pemberian sukarela oleh rakyat kepada raja

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menganalisis dan mengetahui bagaimana tingkat efektivitas dan kontribusi

SUCI WULANDARI. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang ABSTRAKSI

DAFTAR ISI. 1.2 Rumusan Masalah Maksud dan Tujuan Penelitian Kegunaan Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian...

BAB III METODE PENELITIAN. analisis tersebut untuk memperoleh kesimpulan. 68 Jenis penelitian kuantitatif

PENGARUH BESARNYA PENYALURAN KREDIT TERHADAP PEROLEHAN SISA HASIL USAHA ( Studi Kasus Pada Koperasi Wanita Usaha Simpan Pinjam SAUYUNAN )

I. PENDAHULUAN. pemungutan yang dapat dipaksakan oleh pemerintah berdasarkan ketentuan

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Mu amalat Indonesia yang berlokasi di Jl.Letjend S Parman no.54 Slipi

BAB I PENDAHULUAN. Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara terbesar, dimana sampai saat

EFEKTIVITAS PAJAK RESTORAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) PADA PEMERINTAH DAERAH KOTA KEDIRI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Peran pemerintah daerah semakin meningkat dengan adanya kebijakan otonomi

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian yang menjadi fokus penulis dalam penelitian ini adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengantisipasi masalah dalam bidang bisnis (sugiyono, 2008 : 5).

BAB I PENDAHULUAN. adalah ketersediaan dana oleh suatu negara yang diperlukan untuk pembiayaan

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

EFEKTIVITAS PAJAK HIBURAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) (Studi Kasus Pada Pemerintah Daerah Kota Kediri)

PENGARUH PERPUTARAN PIUTANG DAN BIAYA PROMOSI TERHADAP VOLUME PENJUALAN (Studi Kasus Pada PT. ANISAB MITRA UTAMA Jakarta)

PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA BAGI HASIL TERHADAP BELANJA DAERAH (Studi Kasus pada Pemerintah Kota Bandung )

BAB I PENDAHULUAN. Reformasi yang terjadi pada bidang politik mulai merambah pada bidang

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang terjadi.

Transkripsi:

PENGARUH PENERIMAAN PAJAK PARKIR DAN RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN DINAS PERHUBUNGAN (Studi kasus pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya) Disusun Oleh Bambang Ali Nurdin 063403011 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SILIWANGI ABSTRAK PENGARUH PENERIMAAN PAJAK PARKIR DAN RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN DINAS PERHUBUNGAN (Studi kasus pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Besarnya Pajak Parkir, Retribusi Parkir dan Penerimaan Dinas Perhubungan (2) Besarnya pengaruh Pajak Parkir dan Retribusi Parkir secara simultan terhadap Penerimaan Dinas Perhubungan, (3) Besarnya Pengaruh Pajak Parkir dan Retribusi Parkir secara parsial terhadap Penerimaan Dinas Perhubungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya. Alat analisis yang digunakan adalah uji regresi ganda, Uji Asumsi Klasik, Analisis Korelasi Ganda, Analisis Koefisien Determinasi, Uji Signifikansi secara simultan menggunakan uji F dan Parsial menggunakan Uji t. Berdasarakan hasil tersebut menunjukkan bahwa koefisien korelasi menghasilkan Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan untuk Pajak Parkir dan Retribusi Parkir terhadap Penerimaan Dinas Perhubungan secara Parsial yang di uji berdasarkan uji determinasi menghasilkan Ho diterima dan Ha ditolak, dan uji signifikansinya dengan menggunaikan uji t bahwa untuk Pajak Parkir menghasilkan Ho ditolak dan Ha diterima dan Pajak Parkir berpengaruh signifikan terhadap Penerimaan Dinas Perhubungan, sedangkan untuk Retribusi Parkir menghasilkan Ho diterima dan Ha ditolak dan Retribusi Parkir tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Penerimaan Dinas Perhubungan. Kata kunci: Pajak Parkir, Retribusi Parkir dan Penerimaan Dinas Perhubungan.

Latar Belakang Masalah Berkembangnnya informasi, komunikasi, dan transportasi dalam kehidupan manusia di segala bidang khususnya bidang ekonomi dan perdagangan merupakan tanda-tanda bahwa semakin mengglobalnya dunia. Pemerintah Indonesia yang memahami hal tersebut telah mengambil keputusan untuk memberikan otonomi daerah yaitu dimana pemerintah daerah dapat mengatur daerahnya masing-masing. Keputusan yang diambil oleh pemerintah Indonesia supaya pemerintah daerah dapat lebih memajukan daerahnya, pemerintah pusat memberikan subsidi untuk pembangunan pemerintah daerah. Subsidi ini diberikan berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang sumber utamanya didapatkan dari pajak dan retribusi. Pajak dan retribusi bermanfaat sekali bagi pambangunan nasional dan pembangunan daerah. Hasil penerimaan dari pajak dan retribusi tidak saja berfungsi sebagai sumber dana dari pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran Negara melainkan juga sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi. Dalam rangka meningkatkan semua sektor pembangunan yang telah dilaksanakan agar dapat berjalan sesuai dengan rencana serta dalam menaikan taraf hidup masyarakat dan untuk mendukung program pemerintah agar terlaksana secara berkesinambungan, pemerintah membutuhkan dana yang cukup besar. Peran pemerintah daerah juga sangat diperlukan guna mengetahui dana yang diperlukan untuk meningkatkan pembangunan daerahnya karena pemerintah daerahlah yang lebih mengetahui kondisi daerahnya. Upaya meningkatkan kontribusi dana antara pembangunan daerah yang satu dengan pembangunan daerah yang lainnya dilakukan sesuai dengan kondisi daerah yang bersangkutan. Pemerintah daerah diberi kebebasan dalam merancang dan melaksanakan Anggaran Perencanaan dan Belanja Daerah, pemerintah daerah juga diberi kebebasan untuk menggali sumber-sumber

keuangan daerah berdasarkan Undang-Undang No. 34 Tahun 2000, tentang pajak daerah dan kontribusi daerah sebagai penyesuaian dan penyempurnaan, Undang-Undang No. 18 tahun 1997, tentang pajak daerah dan kontribusi daerah berhubungan dengan berlaku Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah daerah. Pemerintah dearah harus menggunakan dana yang dimiliki seefisien mungkin haruslah bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya bagi semua lapisan masyarakat yang adil dan makmur. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan meningkatkan pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan milik daerah yang dipisahkan. Pendapatan asli daerah yang sah sesuai dengan pasal 3 Undang-Undang No. 25 tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pajak dibebankan kepada masyarakat oleh pemerintah, hal ini merupakan kebijakan dari pemerintah sehingga perlu dijaga agar kebijakan tersebut dapat memberikan beban yang adil sejalan dengan system perpajakan Indonesia. Pemerintah pusat dalam pemungutan pajak daerah hanya berperan untuk menjaga dan mengawasi. Hal ini berdasarkan undang-undang otonomi daerah dan pajak daerah yang berasal dari Negara yang berdasarkan undang-undang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Penerimaan daerah yang dikelola oleh dinas perhubungan, komunikasi dan informatika di bagian UPTD Parkir adalah pajak pakir dan retribusinya dari retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum. Pajak parkir diharapkan dapat memiliki peranan yang berarti dalam pembiayaan pembangunan daerah. Sebagaimana diketahui bahwa parkir adalah jenis usaha penjualan jasa pelayanan yang mempunyai keterkaitan sangat erat dan saling menunjang dengan dunia perdagangan yang menghasilkan penerimaan daerah. Parkir pada saat ini sangatlah diperlukan

kerena untuk menjaga keamanan kendaraan. Bukan hanya untuk menjaga keamanan saja tetapi juga untuk keteraturan dan kenyamanan suatu tempat. Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Tasikmalaya di tahun 2009 memiliki jumlah penduduk sebanyak 625.210 jiwa sedangkan di tahun 2010 jumlah total penduduk sebanyak 635.464 jiwa, data ini menunjukan bahwa pertumbuhan Kota Tasikmalaya sangat pesat, Berdasarkan luas wilayah Kota Tasikmalaya 171,56 km dapat dihitung kepadatannya yaitu sekitar 3,704 kepadatan penduduk.dengan kepadatan seperti ini juga akan berpengaruh terhadap jumlah kendaraan yang meningkat setiap tahunnya. Jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya yang berakibat meningkatnya jumlah kendaraan serta pusat-pusat perbelanjaan yang berkembang saat ini haruslah menjamin keamanan dan kenyamanan bagi konsumen, parkir adalah salah satu yang menjamin keamanan dan kenyamanan konsumen. Konsumen yang datang ke pusat perbelanjaan dengan menggunakan kendaraan pribadi pastilah memerlukan tempat untuk menitipkan kendaraan mereka. Parkir menjadi salah satu sarana yang menunjang pusat perbelanjaan tersebut, maka pemerintah daerah menetapkan pajak parkir. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk melukiskan, mencatat, menganalisa dan menginterprestasikan kondisi-kondisi yang saat ini terjadi pada suatu ogjek penelitian. Menurut Moch. Nazhir (2000:64) deskriptif analisis adalah suatu metode dalam meneliti kasus sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kendisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas

peristiwa yang membahas dan menganalisa masalah berdasarkan kondisi yang sebenarnya terjadi pada perusahaan yang diteliti. Teknik Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian meliputi dua jenis data, yaitu: 1. Data Primer Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. 2. Data Sekunder Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis. Data ini dapat diperoleh melalui studi kepustakaan yaitu mencari literatur-literatur yang berhubungan dengan topik penelitian Jenis data yang digunakan peneliti dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah berdasarkan time series yaitu data yang diperoleh berdasarkan waktu. Paradigma Penelitian Paradigma Penelitian merupakan pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan (Sugiyono, 2007:8). Dalam hal ini, sesuai dengan judul penelitian Pengaruh Penerimaan Pajak Parkir Dan Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum Terhadap Pendapatan Dinas Pendapatan Kota Tasikmalaya.

Maka paradigma penelitiannya adalah : X 1 ε Y X 2 Gambar 3.2 Paradigma Penelitian Keterangan : X 1 = Penerimaan Pajak Parkir X 2 = Penerimaan Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum Y = Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika ε = Faktor lain.

PEMBAHASAN Tabel Tabel 4.1 Target dan Realisasi Penerimaan Pajak Parkir Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2004 sampai dengan 2011 No Tahun Anggaran Target (Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%) 1 2004 35.376.000 37.376.900 105,66 2 2005 38.023.000 41.780.900 109.88 3 2006 65.226.200 65.226.200 100,00 4 2007 144.105.400 145.831.800 101,20 5 2008 159.552.000 182.539.200 114,41 6 2009 192.961.000 239.428.240 124,08 7 2010 355.802.000 355.904.800 100,03 8 2011 378.528.000 383.317.700 101,27 Jumlah 1.369.573.600 1.451.405.740 105,98 Rata-rata 171.196.700,00 181.425.717,50 (sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya data di oleh kembali) Tabel 4.2 Target dan Realisasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2004 sampai dengan 2011 No Tahun Anggaran Target (Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%) 1 2004 647.126.000 665.627.000 102,86 2 2005 721.872.000 712.442.000 98,69 3 2006 745.200.000 745.495.500 100,04 4 2007 569.508.000 569.608.000 100,02 5 2008 600.222.000 600.252.000 100,00 6 2009 654.593.000 654.796.000 100,03 7 2010 711.946.000 712.546.500 100,08 8 2011 747.828.000 756.328.000 101,14 Jumlah 5.398.295.000 5.417.095.000 100,35 Rata-rata 676.629.625,00 677.136.875,00 (Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya data diolah kembali) Tabel 4.3 Target dan Realisasi Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2004 sampai dengan 2011 No Tahun Anggaran Target (Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%) 1 2004 2.229.572.000 2.569.030.749 115,23 2 2005 2.794.930.000 2.820.105.310 100,90

3 2006 2.849.437.000 2.891.945.020 101,49 4 2007 3.550.937.500 3.616.631.440 101,85 5 2008 3.664.760.000 3.978.165.185 108,55 6 2009 3.898.774.000 3.998.346.345 102,55 7 2010 4.146.778.000 3.963.667.365 95,58 8 2011 4.051.531.000 3.872.340.005 95,58 Jumlah 27.186.719.500 27.710.231.419 101,93 Rata-rata 3.398.339.937,50 3.463.778.927,38 (Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya data diolah kembali) No Tabel 4.4 Realisasi Penerimaan Pajak Parkir pada Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2004 sampai dengan 2011 Tahun Anggaran Pajak Parkir Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Persentase (%) 1 2004 37.376.900 2.569.030.749 1,45 2 2005 41.780.900 2.820.105.310 1,48 3 2006 65.226.200 2.891.945.020 2,26 4 2007 145.831.800 3.616.631.440 4,03 5 2008 182.539.200 3.978.165.185 4,59 6 2009 239.428.240 3.998.346.345 5,99 7 2010 355.904.800 3.963.667.365 8,98 8 2011 383.428.000 3.872.340.005 9,78 Jumlah 1.446.616.040 27.710.231.419 5,22 Rata-rata 180.827.005,00 3.463.778.927,38 (Sumber : Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. data diolah kembali) Tabel 4.5 Realisasi Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum pada Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2004 sampai dengan 2011 No Tahun Anggaran Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Persentase (%) 1 2004 665.627.000 2.569.030.749 25,91 2 2005 712.442.000 2.820.105.310 25,26 3 2006 745.495.500 2.891.945.020 25,78 4 2007 569.608.000 3.616.631.440 15,75 5 2008 600.252.000 3.978.165.185 15,09 6 2009 654.796.000 3.998.346.345 16,38 7 2010 712.546.500 3.963.667.365 17,98 8 2011 756.328.000 3.872.340.005 19,53 Jumlah 5.417.095.000 23.837.891.414 22,72 Rata-rata 677.136.875,00 2.979.736.426,75 (Sumber : Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya data diolah kembali).

Pajak Parkir, Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum dan Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya Berdasarkan data-data yang diperoleh penulis, baik yang diperoleh melalui pengumpulan data-data dan berdasarkan wawancara yang telah dilakukan penulis dalam penelitian pada Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kota Tasikmalaya mengemukakan bahwa salah satu dari semua Penerimaan yang ada di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya yang cukup potensial dan dapat mempengaruhi pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya untuk daerah kota tasikmalaya ini yang salah satunya adalah berasal dari penerimaan pajak parkir dan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum. Adapun yang dapat berpengaruh untuk Kota Tasikmalaya sendiri salah satunya yaitu dari pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya dari pajak dan retribusi yakni yang diteliti penulis dalam objek penelitian yang diambil penulis sekarang ini adalah pajak parkir, dan retribusi pelayanan parkir tepi jalan umum. Karena salah satu penerimaan yang dapat membantu dalam peningkatan pembangunan. Tanpa adanya penerimaan dari penerimaan pajak dan retribusi Kota Tasikmalaya pemerintah Kota tasikmalaya ini tidak bisa meningkatkan pembanguan seperti sekarang ini sudah lebih maju dari tahun-tahun yang sebelumnya. Dan Pengaruh tersebut bisa mempengaruhi dalam peningkatan pembangunan suatu daerah. Sejak di turunkan peraturan mengenai pajak parkir dan retribusi pelayanan parkir yaitu pada tahun 2003 dan pelaksanaannya yaitu pada tahun 2004 penulis meneliti mulai tahun 2004 2011, pajak parkir dan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum begitu meningkat cukup tajam setiap tahunnya berdasarkan data kuantitatif dan dapat dilihat dari realisasi yang diperoleh dari data-data diatas dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sejak tahun 2004 pemerintah kota

tasikmalaya meningkatkan target dari tahun sebelumnya dan target tersebut bisa terpenuhi bahkan lebih dari target tersebut. Sampai sekarang ini, pemerintah kota tasikmalaya ini terus meningkatkan target-target yang sudah terealisasi dari tahun-tahun sebelumnya dan pemerintah kota tasikmalaya berhasil dalam meningkatkan pendapatan daerahnya dan berhasil dalam meingkatkan pembangunan untuk daerah kota Tasikmalaya sehingga lebih maju dan berkembang. Dan pajak-pajak daerah yang salah satunya adalah pajak parkir dan retribusiretribusi yang salah satunya adalah retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum tersebut dapat menentukan dan dapat meningkatkan pendapatan kota Tasikmalaya. Penerimaan Pajak Parkir Pada Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya Melihat tabel 4.6 di atas, realisasi Penerimaan Pajak Parkir pada Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya selama tahun 2004 sampai dengan tahun 2011 mengalami perkembangan yang signifikan secara keseluruhan dan peningkatan yang dapat mempengaruhi pendapatan daerah kota tasikmalaya. Setiap tahunnya penerimaan Pajak parkir secara nominal selalu meningkat demikian pula dengan Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, setiap tahunnya perolehannya selalu naik. Artinya setiap kenaikan Pajak Parkir dari tahun ke tahun nya diikuti dengan kenaikan Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalya setiap tahunnya. Dengan demikian, Pajak Parkir setiap tahunnya memberikan kontribusi dan kenaikan yang cukup terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Meskipun begitu kontribusi yang diberikan oleh Pajak Parkir pada Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya relatif kecil nominalnya dan setiap kontribusi tersebut meskipun nilai nya cukup

kecil tetapi bisa meningkatkan pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya serta pembangunan daerah kota tasikmalaya. Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat dilihat bahwa persentase pertumbuhan Pajak Parkir atas realisasi yang diperoleh pajak parkir tersebut pada Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya selama tahun 2004 sampai dengan 2011 mengalami peningkatan suatu persentase yang diperoleh. Artinya selama kurun waktu 8 tahun yaitu dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2011 mengalami peningkatan dalam segi memberikan kotribusi terhadap dinas perhubungan kota Tasikmalaya. Dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2011 persentase pertumbuhannya terus mengalami peneningkatan meskipun kecil tanpa mengalami penurunan, jadi untuk pajak parkir ini sendiri berpotensi sekali di kota Tasikmalaya meskipun pajak parkir termasuk pajak yang cukup baru yaitu pajak yang peraturannya di turunkan pada tahun 2003 dan pelaksanaanya pada tahun 2004 hingga tahun 2011 bahkan sampai tahun sekarang. Meskipun demikian pajak parkir merupakan salah satu yang penerimaannya diperoleh dapat cukup membantu kontribusi bagi pendapatan dinas perhubungan kota Tasikmalaya pada sektor pajak parkir. Peningkatan persentasi pada pajak parkir ini dikarenakan hampir semua masyarakat memiliki kendaraan pribadi sehingga dapat meningkatkan kontribusi bagi kota tasikmalaya khususnya bagi dinas perhubungan kota tasikmalaya selaku yang mengelolanya. Serta pusatpusat perbelanjaan yang semakin meningkat hingga saat ini dapat menjadi berpotensi bagi wajib pajak menyediakan tempat/ lahan untuk parkir bagi konsumen yang hendak berbelanja dengan menggunakan kendaraan pribadinya. Berdasarkan hasil penelitian diatas yang terdapat pada tabel 4.6 bahwa besarnya pajak parkir pada Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika setiap tahunnya secara

nominal mengalami kenaikan baik dari segi penerimaan realisasinya maupun persentase terhadap pendapatan dinas perhubungan kota tasikmalaya. Pertumbuhan pada tahun 2004 pada pajak parkir terhadap pendapatan dinas perhubungan, komunikasi dan informatika kota tasikmalaya yaitu 1,45% yang kemudian meningkat kembali pada tahun berikutnya yaitu pada tahun 2005 yaitu menjadi 1,48% hingga pada tahun 2011 meningkat hingga 9,78%. Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum Pada Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya Berdasarkan hasil penelitian diatas yang terdapat pada tabel 4.7 bahwa realisasi dari penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum pada Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kota Tasikmalaya selama 5 tahun terakhir ini yakni dari tahun 2004-2011 secara nominal keduanya terus mengalami peningkatan meskipun pada tahun 2007 untuk retribusi pelayanan parkir tepi jalan umum mengalami penurunan. Artinya setiap kenaikan Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum diikuti oleh kenaikan Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Dengan demikian Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum setiap tahunnya memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kota Tasikmalaya. Besarnya kontibusi yang diberikan oleh Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika cukup besar bila dibandingkan dengan besarnya kontribusi Pajak Parkir pada Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Besarnya kontribusi yang diberikan Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum lebih besar di bandingkan dengan Pajak Parkir yaitu di karenakan untuk retribusi pelayanan parkir area yang di gunakan lebih besar yaitu sepanjang badan jalan serta penerimaan yang diperoleh yaitu yang

sudah ditetapkan oleh pemerintah kota Tasikmalaya sebesar 75 % dari keseluruhan pendapatan yang di kelola oleh badan yang memiliki izin dari pemerintah kota Tasikmalaya. Besarnya persentase Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum pada Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2005 dan 2006 semakin meningkat, namun pada tahun 2007 dan pada tahun 2008 persentase Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum pada Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya semakin menurun, dan pada tahun 2009, tahun 2010 dan tahun 2011 persentase Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum kembali mengalami peningkatan, bila diperhatikan secara seksama meskipun secara nominal Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum ini lebih besar di bandingakan dengan Pajak Parkir baik penerimaan yang di peroleh maupun area yang di sediakan, akan tetapi untuk retribusi pelayanan parkir mengalami penurunan baik target maupun raalisasinya terlihat pada tahun 2007 yang kemudian meningkat kembali pada tahun 2008, tahun 2009 sampai tahun 2011 Pengaruh Besarnya Penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum Secara Simultan Terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya Sebelum menentukan seberapa kuat pengaruh Penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, maka terlebih dahulu harus diketahui variabel-variabel yang diperlukan dan untuk diolah serta dianalisis dimana variabe-variabel tersebut terdiri atas dua variabel bebas (Independent Variable) yaitu variabel yang tidak dipengaruhi oleh variabel lain, dalam hal ini adalah Penerimaan Pajak Parkir dan Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, sedangkan yang menjadi variabel terikatnya (Dependent Variable) adalah Pendapatan

Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Setelah di ketahui maka maka dapat di teliti dan dapat diperoleh informasi berupa data mengenai besarnya pengaruh penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di tepi jalan Umum Terhadap Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Setelah melakukan penelitian dan memperoleh data yang diperlukan, maka dilakukan pengujian hipotesis yang diajukan. Dalam pengujian hipotesis dilakukan serangkaian langkahlangkah uji statistik yaitu uji regresi ganda dua prediktor, analisis korelasi ganda, uji signifikasi, analisis koefisien determinasi dan kaidah keputusan secara simultan. Dengan pengujian statistik di atas maka dapat diketahui dari penaksiran derajat korelasi penerimaan Pajak Parkir dan penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Dari data yang di peroleh dari dinas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS Versi 16.0, maka hasil perhitungan yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut : a. Uji Regresi Ganda Dua Prediktor Untuk mengetahui besarnya pengaruh penerimaan pajak parkir dan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum (variable independent) terhadap pendapatan dinas perhubungan kota tasikmalaya (variable dependent), maka digunakan alat analisis regresi ganda dua prediktor yaitu sebagai berikut : Y = a + b 1 (X 1 ) + b 2 (X 2 ) Hasil perhitungan regresi ganda dengan menggunakan program SPSS 16.0 diperoleh bahwa : Dari hasil perhitungan tersebut diketahui nilai dalam 10 8 : a = 4E+009

b 1 = 4.820 b 2 = -2.002 Maka persamaan regresi adalah Y = 4E+009 + 4.820 (X 1 ) + -2.002 (X 2 ) Berdasarkan persamaan regresi di atas maka didapat nilai dari koefisien a adalah 4E+009 ini berarti bahwa untuk Pendapatan Dinas disini penerimaan dari pajak parkir dan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan Pendapatan Dinas. Dan hasil dari koefisien b adalah ada yang hasilnya positif ada yang hasilnya negatif yang dapat diartikan bahwa angka arah atau koefisien regresi tersebut menunjukkan ada peningkatan dan ada juga mengalami penurunan, setiap peningkatan dan penurunan Penerimaan Pajak Parkir dan Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, maka belum tentu meningkatkan Pendapatan Dinas. Dengan kata lain bahwa setiap Penerimaan Pajak Parkir akan memberikan kontribusinya terhadap Pendapatan Dinas (signifikan) sebesar 4.820 dan setiap Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum akan memberikan kontribusinya terhadap Pendapatan Dinas sebesar -2.002 yaitu Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum kurang (tidak signifikan) dalam meningkatkan Pendapatan Dinas. Hal ini berarti bahwa Penerimaan Pajak Parkir signifikan terhadap Pendapatan Dinas dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum tidak signifikan terhadap Pendapatan Dinas. b. Analisis Korelasi Ganda Untuk mengetahui besarnya derajat atau kekuatan korelasi antara penerimaan pajak parkir dan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum dengan pendapatan dinas perhubungan kota tasikmalaya, berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan program SPSS 16.0, diketahui nilai koefisien korelasi ganda sebesar 0.934. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keeratan

hubungan yang disebabkan oleh pajak parkir dan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum terhadap Pendapatan Dinas adalah sebesar 0.934. Koefisien korelasi ganda tersebut menghasilkan angka positif, sehingga nilai tersebut berada diantara 0.80-1.000 yang dapat dilihat pada tabel 3.2 yang terdapat di bab III dan angka tersebut menunjukkan terjadinya korelasi sangat kuat. c. Uji Signifikansi Untuk mengetahui apakah Penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya atau sebaliknya, maka rumus yang digunakan untuk uji signifikansi ini adalah sebagai berikut: Fh 2 R 2 k 1 R n k 1 Berdasarkan program SPSS 16.0, diketahui bahwa nilai dari F untuk Pajak Parkir dan Retibusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya secara parsial bahwa nilai F adalah sebesar 17.070 sedangkan untuk nilai R adalah sebesar 0.934 dan nilai n yaitu jumlah anggota sampel yang digunakan yaitu 8 tahun sedangkan untuk k adalah jumlah dari variabel independen yaitu 2 maka n-k-1 adalah 8-2-1=5. Melalui perhitungan-perhitungan di atas maka untuk mengetahui koefisien korelasi itu signifikan atau tidak maka dilakukan pengujian hipotesis sebagai berikut : 1) Ho : ρ 0 Tidak terdapat pengaruh positif Penerimaan Pajak Parkir (X 1 ) dan Retribusi Pelayanan Parkir (X 2 ) secara simultan terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan.

Ha : ρ > 0 Terdapat pengaruh positif Penerimaan Pajak Parkir (X 1 ) dan Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum (X 2 ) secara simultan terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan. 2) Ho : ρ 0 Tidak terdapat pengaruh positif Penerimaan Pajak Parkir (X 1 ) dan Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir Di Tapi Jalan Umum (X 2 ) secara parsial terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan. Ha : ρ > 0 Terdapat pengaruh positif Penerimaan Pajak Parkir (X 1 ) dan Penerimaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum (X 2 ) secara parsial terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan. Kaidah Keputusan Terima Ho jika F hitung F tabel Tolak Ho jika F hitung > F tabel Sedangkan untuk menguji pengaruh Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas secara simultan, maka dapat digunakan uji F dan untuk menguji pengaruh Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas secara parsial menggunakan uji t. Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada tidaknya pengaruh antara ketiga variabel yaitu Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum sebagai variabel independen atau variabel terikatnya dengan Pendapatan Dinas sebagai variabel dependen. Berdasarkan program SPSS yang terdapat dalam tabel ANOVA b pada lampiran, diperoleh nilai F hitung sebesar 17.070 kemudian F hitung ini dibandingkan dengan F tabel dengan dk pembilang = 2 dan dk penyebut = (8 2 1) = 5 dengan taraf kesalahan 5%, harga F tabel sebesar 5,79.

Ternyata harga F hitung lebih besar dari F tabel (17.070 > 5,79). Karena Fh > Ft maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan diterimanya Ha bahwa pada tingkat keyakinan 95% Penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum berpengaruh secara simultan terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. d. Analisis Koefisien Determinasi Untuk mengetahui berapa pengaruh Penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas, maka rumus yang digunakan adalah : Kd = r 2 x 100% Berdasarkan program SPSS 16.0 yang terdapat dalam tabel summary diketahui bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0,934, maka besarnya pengaruh penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya adalah sebesar 87,20%. Dalam hal ini, Pendapatan Dinas itu dipengaruhi oleh Penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum sebesar 87,20%, dan sisanya adalah sebesar 12,80% yang merupakan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis yaitu dari pendapatan dinas yang lain, yang terdiri dari 8 sektor dari sektor retribusi terutama pada retribusi jasa terminal yang tingkat penerimaannya paling besar di Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Pengaruh Besarnya Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Secara Parsial Terhadap Pendapatan Dinas Untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum secara parsial terhadap pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya berdasarkan Koefisien determinasi untuk nilai r secara parsial yaitu Pajak Parkir terhadap

Pendapatan Dinas dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya dan perhitungannya adalah untuk Pajak Parkir terhadap Pendapatan Dinas berdasarkan hasil perhitungan SPSS 16.0 diketahui uji parsial untuk uji resgresi Pajak Parkir terhadap Pendapatan Dinas adalah sebesar 0,934 dan untuk Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas adalah sebesar -0,482. Jadi berdasarkan uji regresi secara parsial bahwa Penerimaan Pajak Parkir mempengaruhi Pendapatan Dinas tetapi Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum kurang mempengaruhi dalam peningkatan Pendapatan Dinas. Sedangkan berdasarkan kaidah keputusan menggunakan uji signifikansi secara parsial yaitu uji t, Jika Ho diterima t α < t hitung < t α dan jika Ho ditolak -t α > t hitung atau t hitung > t α. berdasarkan program SPSS 16.0, diperoleh t hitung untuk Pajak Parkir adalah sebesar 5,484 kemudian t hitung ini dibandingkan dengan t tabel pada degree of freedom (df) n-2-1= 8-2-1=5 dan α = 0,05 diperoleh nilai t tabel sebesar 2,01505 dan berdasarkan kaidah keputusan di atas adalah t α = 2,01505 x 0,05 = 0,10075 Ternyata t hitung lebih besar dari t tabel (5,484 > 0,10075). Berdasarkan hipotesis tersebut bahwa untuk Pajak Parkir terhadap Pendapatan Dinas Hipotesis nol (Ho) ditolak atau Hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dan untuk Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum berdasarkan SPSS 16.0, diperoleh t hitung adalah sebesar -0,104 kemudian t hitung ini dibandingkan dengan t tabel pada degree of freedom (df) n-2-1=8-2-1= 5 dan α = 0,05 diperoleh nilai t tabel sebesar 2,01505 dan berdasarkan kaidah keputusan di atas adalah t α = 2,01505 x 0,05 = 0,10075 Ternyata t hitung lebih kecil dari t tabel (-2,160 < 0,10075) dan Berdasarkan hipotesis jika: Ho : 0 Tidak terdapat pengaruh penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum secara Parsial Terhadap Pendapatan Dinas.

Ha : > 0 Terdapat pengaruh penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum secara Parsial Terhadap Pendapatan Dinas. Dengan demikian untuk Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum terhadap Pendapatan Dinas berdasarkan keterangan hipotesis tersebut bahwa Hipotesis nol (Ho) diterima atau Hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Dengan diterimanya Ha pada penerimaan Pajak Parkir terhadap pendapatan Dinas bahwa pada tingkat keyakinan 95% Pajak Parkir berpengaruh secara parsial terhadap pendapatan Dinas, Pajak Parkir kenaikannya tinggi di karenakan sarana Parkir yang di kelola oleh swasta semakin bertambah, misalnya bertambahnya Pusat Perbelanjaan, perkantoran atau pelayanan umum, hotel dan lain-lain. Sedangkan Ha ditolak untuk Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, karena tidak berpengaruh secara parsial terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Hal ini terjadi karena panjang dan ruas jalan yang relatif juga dikarenakan tingkat keamanan parkir di tepi jalan umum rendah. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil dari pembahasan di atas, mengenai Pengaruh Penerimaan Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir Di Tepi Jalan Umum Terhadap Pendapatan Dinas Tahun 2004-2011 dilakukan penelitian pada Dinas Perhubungan, Informasi dan Informatika Tasikmalaya dapat ditarik kesimpulan adalah sebagai berikut : 1. Pajak Parkir, Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Berdasarkan data-data diatas bahwa Pajak Parkir, Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum mempunyai peranan yang cukup penting untuk

meningkatkan pendapatan Dinas Perhubungan dan hal tersebut pemerintah harus lebih mengupayakan dan memaksimalkan dalam pemungutan pajak dan retribusi agar tidak ada penyimpangan dan tidak ada wajib pajak yang belum melaksanakan untuk membayar kewajiban pajaknya serta pemungutan pajak pun harus tepat waktu. 2. Terdapat pengaruh antara Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum secara simultan terhadap Pendapatan Dinas Kota Tasikmalaya. Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum ini mempunyai peranan yang signifikan untuk meningkatkan Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya sehingga bisa meningkatkan pendapatan Dinas Perhubungan dan bisa membantu dalam meningkatkan pembangunan yang ada di daerah Kota Tasikmalaya. 3. Terdapat pengaruh antara Pajak Parkir dan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum secara Parsial terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Yaitu Pajak Parkir berpengaruh secara signifikan terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya tetapi untuk Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Saran Dilihat dari karakteristik data (X 1 ) dan (X 2 ), berdasarkan fakta yang telah di jelaskan di BAB I yang menggambarkan tentang kondisi yang ada saat ini, yaitu bertambahnya jumlah kendaraan yang beredar di Kota Tasikmalaya yang berakibat pada banyaknya kendaraan yang parkir, ini menujukan bahwa jumlah kendaraan yang parkir semakin meningkat. Oleh karena itu ada beberapa hal penting yang ingin saya sampaikan terkait permasalahan yang dihadapi, yaitu: 1. Pajak Parkir

Pusat perbelanjaan diwajibkan untuk menyediakan lahan parkir,dan Harus ada pertambahan pada layanan parkir yang di kelola oleh swasta. 2. Retribusi Parkir Tingkat pengguna badan jalan sebagai area parkir meningkat, tetapi ruas jalan relatif tetap (pertumbuhan perluasan ruas jalan lebih rendah daripada pertumbuhan kendaraan yang beredar). Oleh karena itu harus ada pengkondisian apakah pertumbuhan perluasan ruas jalan yang di tingkatkan atau penurunan jumlah kendaraan yang beredar. Dilapangan sering ditemukan adanya parkir liar, yaitu penglelolaan retribusi parkir yang profitnya untuk dirinya sendiri tanpa ada pemasukan ke Dinas Perhubungan, padahal mereka menggunakan area parkir milik pemerintah. Dan ini perlu adanya pendataan ulang administrasi secara berkala atau dengan mengadakan RETRIBUSI PROGRAM WATCH yang akan dikelola langsung oleh Dinas Perhubungan. Beberapa hal diatas adalah sarana atau upaya yang mungkin bisa dilakukan yang diharapkan bisa meningkatkan Pendapatan Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya. Dan itu juga untuk menjadikan Kota Tasikmalaya agar lebih maju dan mandiri dan bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga Kota Tasikmalaya. Untuk penelitian selanjutnya penulis menyarankan bagi orang yang akan meneliti tentang Pendapatan Dinas Perhubungan agar bisa meneliti sektor lain. dan bisa mengetahui realisasi yang akan diperoleh apakah bisa membantu dalam peningkatan pendapatan Dinas Perhubungan. Dan masih banyak komponen Pendapatan Dinas Perhubungan yang perlu diteliti yang diantaranya dari komponen lainnya seperti Retribusi Jasa Terminal, Retribusi Kendaraan Bermotor dan yang lainnya yang dikelola oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya.

DAFTAR PUSTAKA Ismaya, Sujana. 2006, Kamus Akuntansi. Bandung : CV Pustaka Grafika Mardiasmo. 2003. Perpajakan. Yogyakarta : Andi. Sumajdi. 2006, Kamus Ekonomi. Bandung : Wacana Intelektual Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. ALFABETA Bandung. Waluyo,dkk. 2000. Perpajakan Indonesia. Jakarta : Salemba Empat. Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pajak Parkir Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 2 Tahun 2003 tentang Rencana Strategis Kota Tasikmalaya Tahun 2002-2007 Peraturan Walikota Tasikmalaya Nomor 26 Tahun 2008 Tentang TugasPokok, Fungsi Dan Rincian Tugas Unit Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika. Keputusan Walikota Tasikmalaya Nomor 24 Tahun 2004 mengenai Retribusi Jasa Di Bidang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Undang Undang Dasar 1945 pasal 18 diatur ketentuan dasar mengenai penyelenggaraan pemerintah di daerah. Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah Undang-Undang No.28 Tahun 2007 Pasal 1 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan Undang-Undang No. 32 tahun 2004 yaitu tentang pemerintah daerah. Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Undang-Undang No. 34 Tahun 2000, tentang Pajak Daerah dan Kontribusi Daerah http://id.wikipedia.org/wiki/pajak http://id.wikipedia.org/wiki/retribusi http://tasikmalayakota.go.id http://www.pajak.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=5006&itemid=16 7