Rahmat Hidayat SE., MM

dokumen-dokumen yang mirip
hari sehingga menempatkan metode LPT sebagai metode paling tidak efektif untuk diterapkan di PT. XYZ.

BAB V ANALISA DAN HASIL

Metode Penugasan. Penugasan & Pengurutan Job. Metode Penugasan. Supl 15. Langkah-langkah Metode Penugasan 31/10/2015

P E N J A D W A L A N. Pertemuan 10

BAB I PENDAHULUAN. persaingan industri saat ini. Setiap perusahaan yang bergerak di bidang industri

BAB II LANDASAN TEORI. menolong manusia dalam melaksanakan tugas tertentu. Aplikasi software yang. dirancang untuk menjalankan tugas tertentu.

BAB I PENDAHULUAN. bergerak di bidang jasa maupun industri yang belum siap dan bangkit dari

II. TINJAUAN PUSTAKA A. PENJADWALAN PRODUKSI

BAB II LANDASAN TEORI. informasi penjadwalan produksi paving block pada CV. Eko Joyo. Dimana sistem

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


PENJADWALAN JANGKA PENDEK YULIATI, SE, MM

KEPENTINGAN STRATEGIS PENJADWALAN JANGKA PENDEK

BAB I PENDAHULUAN. penumpukan pekerjaan sehingga dapat mengurangi waktu menganggur (idle time) atau waktu menunggu untuk proses pengerjaan berikutnya.

BAB I PENDAHULUAN. kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. perusahaan percetakan yang mampu memenuhi permintaan pelanggan dengan

Pengertian Penjadwalan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Penggunaan Mesin yang berguna bagi bagian produksi. hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak).

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Program Ganda Teknik Industri - Manajemen Skripsi Sarjana Program Ganda Semester Ganjil 2007/2008

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. yang minimal harus dipenuhi sehingga sistem dapat berjalan dengan baik.

BAB II LANDASAN TEORI. atau minimum suatu fungsi tujuan. Optimasi produksi diperlukan perusahaan dalam

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENJADWALAN PRODUKSI MESIN INJECTION MOULDING PADA PT. DUTA FLOW PLASTIC MACHINERY

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan harus mampu bersaing dalam memenuhi keinginan customer. Salah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dibidang perindustrian yang memproduksi produk-produk persediaan hotel

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

SI403 Riset Operasi Suryo Widiantoro, MMSI, M.Com(IS)

BAB II LANDASAN TEORI

TUGAS AKHIR. Analisa Penjadwalan Produksi Kusen, Pintu, Daun Jendela Di Ud. Sinar Kamper Dengan Metode EDD, SPT, LPT DAN FCFS

Production Planning and Control

Perencanaan Produksi SAP ERP

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. produksi yang dilakukan dapat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sebelum

BAB 4 PENGUJUAN MODEL DAN ANALISIS. Untuk keperluan pengujian model dan program komputer yang telah

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. yang dikelolah, maka tidak sedikit instansi maupun badan usaha yang ada

BAB II LANDASAN TEORI. dibuat untuk menolong manusia dalam melaksanakan tugas tertentu (Noviansyah, dirancang untuk menjalankan tugas tertentu.

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB II LANDASAN TEORI. sistem kontrol persediaan dan produksi, dan MRP tipe 3 berhubungan dengan. sistem perencanaan manufaktur (Tersine, 1984).

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

PENERAPAN METODE ASAS PRIORITAS PADA PROSES PRODUKSI KOPERASI BATUR JAYA, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH

BAB II LANDASAN TEORI. dari hal data, permasalahan, pekerjaan itu sendiri (Jogiyanto, 2005).

BAB II LANDASAN TEORI

Model Antrian 02/28/2014. Ratih Wulandari, ST.,MT 1. Menunggu dalam suatu antrian adalah hal yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari

EVALUASI ALTERNATIF ATURAN PRIORITAS PENJADWALAN (Studi Pada Perusahaan Jasa Laundry Dewi Sri) SKRIPSI

Scheduling Problems. Job Shop Scheduling (1) Job Shop Scheduling Problems. Job Shop Scheduling (2) 13/05/2014

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

PENERAPAN KOMBINASI EARLIEST DUE DATE (EDD) DAN SHORTEST PROCESSING TIME (SPT) DI CV. GREENG INSIPRATION. Tugas Akhir

BAB II BAHAN RUJUKAN

JOB SHOP PANDUAN BIG PROJECT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia industri ini semakin maju, hal itu terbukti dengan

BAB II LANDASAN TEORI. perekonomian, karena ia memproduksi dan mendistribusikan produk (barang dan/atau

BAB 3 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi dewasa ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

Manajemen Operasional PENJADWALAN PRODUKSI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PENJADWALAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMALISASI WAKTU PROSES PRODUKSI (Studi Pada PD. Point Pride Of Mine)

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

RANCANG BANGUN APLIKASI PENJADWALAN PRODUKSI PADA PT BINA MEGAH INDOWOOD

bahan baku, mesin, tenaga kerja, modal dan informasi, sedangkan output produksi merupakan produk yang dihasilkan berikut adalah hasil sampingannya sep

PENERAPAN METODE ASAS PRIORITAS PADA PROSES PRODUKSI STUDI PADA KOPERASI BATUR JAYA, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISIS PENJADUALAN JASA PENGOLAHAN KACA PADA CV JIMMY PUTRA CAHAYA SEMARANG SKRIPSI

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

II. TINJAUAN PUSTAKA A. PENJADWALAN PRODUKSI

BAB I PENDAHULUAN. pembuatan sepatu, sandal berbahan dasar karet dan bahan baku dasar untuk

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Hasil Perhitungan Penjadwalan Dengan Metode FCFS. yang terlambat, waktu penyelesaian rata-rata 48,2 hari,dan utilitas 9%.

BAB II LANDASAN TEORI. sesuai dengan kriteria perusahaan sehingga dapat mengoptimalkan kapasitas mesin

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN Perusahaan yang beralamatkan Jl Petemon II A No A Surabaya ini

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING DI PT. GUNA KEMAS INDAH TUGAS SARJANA : Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari

Penjadwalan Disk sangat penting dalam meningkatkan efisiensi penggunaan disk terkait dengan kecepatan waktu akses

Perencanaan Short-Term Scheduling dan Production Scheduling Model

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISIS DATA. pihak perusahaan PT. Muliapack Intisempurna. Pengumpulan data ini

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

PENJADWALAN PRODUKSIPANELLISTRIKMENGGUNAKAN METODESPT, LPT, DAN EDD DI PT. INDUSTIRA

ABSTRACT. Keywords: Scheduling, CDS method, FCFS method. viii Universitas Kristen Maranatha

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


Transkripsi:

Rahmat Hidayat SE., MM

Definisi Keputusan yang baik Adalah keputusan secara analitis, berdasarkan pada logika dan mempertimbangkan semua data dan alternatif yang tersedia. Enam langkah pengambilan keputusan: 12/21/2012 Dadang Iskandar

Enam Langkah Pengambilan Keputusan 1. Definiskan masalah dan faktor yg mempengaruhinya 2. Kembangkan tujuan spesifik dan terukut 3. Kembangkan sebuah model 4. Evaluasi setiap alternatif solusi 5. Pilih alternatif terbaik 6. Terapkan keputusan dan tentukan jadwal penyelesaian 12/21/2012 Dadang Iskandar

Definisi : Sebuah cara yang menggunakan gambar untuk menganalisis alternatif keputusan dan kondisi alamiah yang ada.

DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN 1. Istilah a. Alternatif b. Kondisi Alami 2. Simbol dalam sebuah keputusan a. Sebuah Titik keputusan b. Sebuah Titik Kondisi alami

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KETIDAKPASTIAN 1. Maximax Menemukan sebuah alternatif yang memaksimalkan hasil maksimal untuk setiap alternatif. 2. Maximin Menemukan sebuah alternatif yang memaximalkan hasil minimal untuk setiap alternatif yang ada. 3. Sama rata Menemukan sebuah alternatif dengan hasil rata-rata dari alternatif yang dihitung, yang merupakan jumlah semua hasil dibagi dengan jumlah hasil.

Tahapan dalam menganalisa Masalah dengan menggunakan pohon keputusan Mendefinisikan Masalah Menggambarkan Pohon Keputusan Menentukan peluang bagi kondisi alamiah Menyelesaikan masalah dengan EMV (Expeected Monetary Value)

Bentuk Pohon Keputusan Titik keputusan Membangun pabrik besar Titik keputusan 1 Membanngun pabrik berukuran kecil 2 Pasar sesuai harapan Pasar tidak sesuai harapan Pasar sesuai harapan Pasar tidak sesuai harapan Tidak melakukan apa2

Contoh Soal Manajer operasi Getz Product berpendapat bahwa peluang terdapatnya pasar yang sesuai dengan harapan sama dengan peluang pasar yang ada tidak sesuai dengan harapan; dan setiap kondisi alamiah memiliki peluang 0.50. EMV untuk setiap alternatif dapat ditentukan sekarang (lihat tabel dibawah ini) Alternative Kondisi Alamiah Pasar tidak Sesuai Pasar sesuai Harapan Harapan Membangun Pabrik Besar (A1) $200,000 ($180,000) Membangun Pabrik Besar (A2) $100,000 ($20,000) Tidak Membangun Apa2 (A3) $0 $0 Peluang 0.50 0.50

1. EMV (A1) = (0,.5) ($200.000) + (0.5) (- $180.000) =$10.000 2. EMV (A1) = (0,.5) ($100.000) + (0.5) (- $20.000) =$40.000 3. EMV (A1) = (0,.5) ($0) + (0.5) ($0) =$0 Titik keputusan Pasar sesuai harapan (0,5) $200.000 Titik keputusan Membangun pabrik besar Tidak melakukan apa2 1 EMV =$10.000 Membanngun pabrik berukuran kecil 2 EMV =$40.000 Pasar tidak sesuai harapan (0,5) Pasar sesuai harapan (0,5) Pasar tidak sesuai harapan (0,5) - $180.000 $100.000 -$20.000 $0

Kriteria Penjadwalan 1. Minimasi Waktu Penyelesaian 2. Maksimisasi Utilisasi 3. Minimasi Persediaan 4. Minimasi Waktu Tunggu Pelanggan

Pendekatan Dalam Pembebanan 1. Diagram Grantt 2. Metode Penugasan Pemrograman Linier

Metode Penugasan Sebuah model pemrograman linier khusus yang mencakup proses perlimpahan tugas atau pekerjaan pada sumber daya

Contoh Soal Jika Firs printing dan Copy setter memiliki tiga karyawan dengan tiga karyawan type setter yang tersedia (A, B dan C) dan tiga pekerjaan baru yang harus diselesaikan, jika dilihat melalui tabel seperti dibawah ini, nilai dolar mewakili biaya yang akan dikeluarkan perusahaan untuk biaya pekerjaan yang akan dikerjakan oleh setiap karyawan. Cari lah model penugasan yang memiliki biaya paling minimal? Pekerjaan TYPE SETTER A B C R-34 $11 $14 $6 S-66 $8 $10 $11 T-50 $9 $12 $7

Tahap I kurangi semua angka dengan menggunakan angka terkecil dalam baris Pekerjaan TYPE SETTER A B C R-34 $5 $8 $0 S-66 $0 $2 $3 T-50 $2 $5 $0

Tahap II Kurangi semua angka dengan angka terkecil dalam kolom, kemudian gambarkan garis lurus pada nilai yang nol. Untuk angka yang sdh dicoret, bukan dikurangi akan tetapi ditambah. Pekerjaan TYPE SETTER A B C R-34 $5 $8 $0 S-66 $0 $0 $3 T-50 $2 $3 $0 Karna dengan dua garis saja sudah cukup, maka solusi belum optimal, maka dikurangi lagi

Tahap III karena belum optimal, maka semua angka dikurangi oleh angka yang paling kecil. Pekerjaan TYPE SETTER A B C R-34 $3 $4 $0 S-66 $0 $0 $5 T-50 $0 $1 $0

Biaya Minimal Pekerjaan TYPE SETTER A B C R-34 $3 $4 $0 S-66 $0 $0 $5 T-50 $0 $1 $0 Karena sdh ditemukan 3 garis, maka penugasan optimal sudah ditemukan : R34 oleh C, S66 oleh B dan T50 oleh A Biaya Minimal =$6+$10+$$ =$25

Aturan Prioritas untuk membangun pekerjaan 1. FCFS (first come, first served) 2. SPT (Shortest processing time) 3. EDD (earliest due date) 4. LPT (longest proccesing time)

CONTOH SOAL Sebuah bengkel mobil menerima lima (5) pekerjaan, urutkan pekerjaan tersebut deng menggunakan metode FCFS, SPT, EDD dan LPT PEKERJAAN WAKTU PEMROSESAN (HARI) BATAS WAKTU PEKERJAAN (HARI) A 6 8 B 2 6 C 8 18 D 3 15 E 9 23

Aturan FCFS PEKERJAAN WAKTU PEMROSESAN (HARI) ALIRAN WAKTU BATAS WAKTU PEKERJAAN (HARI) KETERLAMBATAN A 6 6 8 0 B 2 8 6 2 C 8 16 18 0 D 3 19 15 4 E 9 28 23 5 28 77 70 11 Aturan FCFS menghasilkan ukuran efektifitas sebagai berikut : a. Waktu penyelesaian rata-rata = jumlah aliran waktu/jumlah pekerjaan 77 hari/5 =15,4 hari b. Utilisasi = Jumlah waktu proses awal/jumlah waktu aliran = 28/77 =36,4% c. Jmlh pekerjaan rata2 dalam sistem = jml aliran waktu total/waktu proses pekerjaan total = 77/28 =2,75 Pekerjaan d. Keterlambatan pekerjaan rata-rata = jml hari keterlambatan/hari kerja = 11/ 5 = 2,2 hari