ISSN No Media Bina Ilmiah 73

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. ancaman musuh alami dan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi kehidupan kutu lak.

TEKNIK PASCAPANEN UNTUK MENEKAN KEHILANGAN HASIL DAN MEMPERTAHANKAN MUTU KEDELAI DITINGKAT PETANI. Oleh : Ir. Nur Asni, MS

PENDAHULUAN Latar Belakang

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PASCA

24 Media Bina Ilmiah ISSN No

OLEH HARI SUBAGYO BP3K DOKO PROSES PENGOLAHAN BIJI KOPI

Persyaratan Lahan. Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan yang diberakan. Lahan dapat bekas tanaman padi tetapi varietas yang

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR PERLINDUNGAN HUTAN

BUDIDAYA BELIMBING MANIS ( Averhoa carambola L. )

PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN

ANALISIS PENYEBARAN PANAS PADA ALAT PENGERING JAGUNG MENGGUNAKAN CFD (Studi Kasus UPTD Balai Benih Palawija Cirebon)

Pada waktu panen peralatan dan tempat yang digunakan harus bersih dan bebas dari cemaran dan dalam keadaan kering. Alat yang digunakan dipilih dengan

BISNIS TANAMAN BONSAI

PETUNJUK LAPANGAN 3. PANEN DAN PASCAPANEN JAGUNG

BAB V GAMBARAN UMUM WAHANA FARM

Meningkatkan Nilai Tambah Bawang Merah Oleh: Farid R. Abadi

PANEN DAN PASCAPANEN JAGUNG

Gambar di bawah ini memperlihatkan bentuk rumput laut segar yang baru dipanen (a. Gracillaria, b. Kappaphycus, c. Sargassum) Rumput laut segar

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni

I. PENDAHULUAN. Dalam perkembangan ekonomi suatu negara, sering sektor pertanian

Dalam proses ekstraksi tepung karaginan, proses yang dilakukan yaitu : tali rafia. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memperoleh mutu yang lebih

Teknologi Pengolahan Kopi Cara Basah Untuk Meningkatkan Mutu Kopi Ditingkat Petani

BAB VI JALAN ALTERNATIF MEMBANGUN KESEJAHTERAAN PETANI REMPAH-REMPAH. Rempah-rempah atau empon-empon yang dikenal oleh masyarakat Desa

Ringkasan. Kata Kunci: Ubi Kayu, Tiwul Instan, Peningkatan Pendapatan

BENDA DAN KEGUNAANNYA


I. PENDAHULUAN. Beras adalah buah padi, berasal dari tumbuh-tumbuhan golongan rumputrumputan

MANAJEMEN TANAMAN PAPRIKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Magelang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menghasilkan kopi.

Sambung Pucuk Pada Tanaman Durian

PENGERINGAN PADI Oleh : M Mundir BP3K Nglegok

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman,

HASIL DAN PEMBAHASAN. Teknik Tanaman Inang Dan Budidaya Kutu Lak Teknik kultur lak terdiri dari budidaya tanaman inang dan budidaya kutu

II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung (Zea mays) adalah tanaman semusim yang berasal dari Amerika

Teknologi Perbanyakan Benih Mangga melalui Sambung Pucuk

IBM KELOMPOK USAHA (UKM) JAGUNG DI KABUPATEN GOWA

Metode Penelitian. commit to user 100% 13,33% 50% 26,67% 30% 46,67% 25% 60,00% 15% 66,67% 10% 73,33% 4% 80,00% 2% 86,67%

BABHI BAHAN DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan gambut Desa Rimbo Panjang

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan STIPER Dharma Wacana Metro,

III BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan. Kabupaten Pesawaran dari Oktober 2011 sampai April 2012.

Teknologi Penanganan Panen Dan Pascapanen Tanaman Jeruk

T E M P E 1. PENDAHULUAN

BUDIDAYA TANAMAN DURIAN

SOAL PELATIHAN PENANGANAN PASCA PANEN CABE MERAH Oleh : Juwariyah BP3 K Garum. Berilah Tanda Silang (X) Pada Jawaban Yang Saudara Anggap Paling Benar!

I. PENDAHULUAN. Tanaman pangan yang antara lain terdiri atas padi, jagung, kedelai, kacang tanah,

BUDIDAYA DAN TEKNIS PERAWATAN GAHARU

III. METODE PELAKSANAAN. Penelitian ini dilakukan di kebun budidaya Ds. Junrejo, Kec. Junrejo,

I. PENDAHULUAN. Kopi merupakan salah satu hasil dari berbagai tanaman perkebunan yang dapat

dengan optimal. Selama ini mereka hanya menjalankan proses pembudidayaan bawang merah pada musim kemarau saja. Jika musim tidak menentu maka hasil

TEKNOLOGI PENANGANAN PANEN DAN PASCAPANEN UNTUK MENINGKATKAN MUTU JAGUNG DITINGKAT PETANI. Oleh: Ir. Nur Asni, MS

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu. Materi

PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1

PENANGANAN PASCA PANEN MANGGIS. Nafi Ananda Utama. Disampaikan dalam siaran Radio Republik Indonesia 20 Januari 2017

Cara Mencangkok Pohon Mangga

PEMBENTUKAN PEMBENTUKAN DAN PEMANGKASAN DAN PEMANGKASAN TRAINING AND PRUNING

KAJIAN PERBENIHAN TANAMAN PADI SAWAH. Ir. Yunizar, MS HP Balai Pengkajian Teknologi Riau

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

TEKNIK AKLIMATISASI TANAMAN HASIL KULTUR JARINGAN Acclimatization Technique for Tissue Culture Plants I. PENDAHULUAN

PERBANYAKAN BAHAN TANAM LADA DENGAN CARA STEK

Menanam Laba Dari Usaha Budidaya Kedelai

BAB I PENDAHULUAN. untuk melakukan peremajaan, dan penanaman ulang. Namun, petani lebih tertarik BAB II TUJUAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan yang terletak di Desa Rejomulyo,

TEKNOLOGI SAMBUNG PUCUK PADA DUKU KUMPEH

reversible yaitu kulit awetan harus dapat dikembalikan seperti keadaan semula (segar). Untari, (1999), mengemukakan bahwa mikro organisme yang ada pad

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. cokelat berasal dari hutan di Amerika Serikat. Jenis tanaman kakao ada berbagai

II. PENGAWETAN IKAN DENGAN PENGGARAMAN & PENGERINGAN DINI SURILAYANI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dairi merupakan salah satu daerah

Permasalahan bila padi tidak segera dikeringkan ialah : 1. Secara teknis apabila gabah tidak segera dikeringkan akan terjadi kerusakan pada butir

PENANGANAN LINEN KOTOR NON-INFEKSIUS DI RUANGAN KEPERAWATAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 / 1. RS Siti Khodijah Pekalongan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PIKIRAN. Asam gelugur (Garcinia atroviridis Griff) berasal dari kawasan Asia yaitu

BAB III TATALAKSANA TUGAS AKHIR

Bahan Baku daging ikan 500 g. tepung tapioka 50 g. merica halus 1/2 sendok teh. bawang merah 7,5 g. bawang putih 1,5 g. jahe 0,5 g.

PENDAHULUAN PENGOLAHAN METE 1

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Budi Daya Kedelai di Lahan Pasang Surut

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Studi Kelayakan 1. Investor 2. Analisis 3. Masyarakat 4. Pemerintah

TEKNIK PENYEMAIAN CABAI DALAM KOKER DAUN PISANG Oleh : Elly Sarnis Pukesmawati, SP., MP Widyaiswara Muda Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi

I. PENDAHULUAN. Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pokok di Indonesia karena sebagian besar

III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di Green House Laboratorium Pertanian

Pengen SUKSES?? Budidaya Buah naga!!

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. proses pertumbuhannya yaitu berkisar antara ºc dan baik di tanam pada

Rencana Kegiatan panen

PANEN DAN PASCA PANEN DURIAN

PERBENIHAN BAWANG MERAH PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA BAHAN ALAM. Herbarium

Ir. Khalid. ToT Budidaya Kopi Arabika Gayo Secara Berkelanjutan, Pondok Gajah, 06 s/d 08 Maret Page 1 PENDAHULUAN

BAB III SARANA PRASARANA

PEMELIHARAAN TANAMAN I. PEMELIHARAAN TANAMAN MUDA

I. PENDAHULUAN. ditingkatkan dengan penerapan teknik pasca panen mulai dari saat jagung dipanen

BUDIDAYA BAWANG MERAH PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

PENYIMPANAN BUAH MANGGA MELALUI PELILINAN Oleh: Masnun, BPP JAmbi BAB. I. PENDAHULUAN

PEMBUATAN TEPUNG JAGUNG

PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK (GOOD HANDLING PRACTICES/GHP) RIMPANG

Transkripsi:

ISSN No. 1978-3787 Media Bina Ilmiah 73 GAMBARAN SISTEM KULTUR STOK LAK DAN TEKONOLOGI PASCA PANEN LAK SERTA MANFAATNYA BAGI INDUSTRI Oleh: Febriana Tri Wulandari Fakultas PertanianUniversitas Mataram Abstrak: Lak adalah suatu sekresi yang dihasilkan dari suatu serangga yang disebut kutu lak. Kutu lak memakan gubal cabang muda dari tanaman inangnya dan mengeluarkan dalam bentuk sekresi (kotoran) yang disebut lak (Wulandari 2011). Kendala yang dihadapi dalam pengembangan lak adalah kurangnya sosialisasi cara membudidayakan stok lak dan mengolahnya setelah dipanen (pasca panen) serta belum banyaknya masyarakat mengetahui manfaat dari lak bagi beberapa industri. Berdasarkan masalah tersebut maka dengan adanya tulisan ini dapat memberikan gambaran bagaimana membudidayakan stok lak dan mengolah lak setelah dipanen untu menghasilkan mutu lak yang baik serta memgetahui manfaat dari lak bagi beberapa industri. Tujuan dari penulisan makalah ini untuk memberikan gambaran sistem kultur lak dan teknologi pasca panen lak untuk menghasilkan lak dengan mutu yang tinggi sesuai dengan standar lak serta memberikan gambaran manfaat lak bagi beberapa industri. Kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut : 1. Sistem kultur lak adalah suatu system yang menerapkan tiga tahapan yang terdiri dari : a). pembuatan tanaman inang yang didasarkan pada jarak tanam yang disesuaikan dengan jenis tanaman inangnya ;b). Penularan lak dengan system kantung untuk menghindari parasite dan predator;c). Pemungutan hasil lak dengan memperhatikan warna lak yang bening, benang-benang lilin pada lak sedikit dan adanya selsel anakan kutu lak (swarming). 2. Teknologi Pasca Panen lak adalah penerapan teknologi dengan menggunakan lima tahapan sebagai berikut : a). Lak dikupas dari cabangnya dengan menggunakan mesin kupas cabang;b). Lak dicacah dengan menggunakan mesin cacah menjadi butiran lak;c).pencucian lak sampai warna merah pada lak hilang;d).pengeringan lak selama kurang lebih 10 jam;e).pengemasan dengan plastik kedap udara.3.manfaat lak adalah Pembuatan piringan hitam, isolasi listrik, Bahan pelitur, Pelapis tipis untuk permainan kartu, Indusri semir (sepatu,mobil dan kuku), Lak segel, Tinta tahan air, Kertas ampril, Cat rambut, kosmetik, Industry karet (sol sepatu), Bahan perekat/lem, Stabilitasi dimensi. Kata kunci : lak, stok lak,pasca panen PENDAHULUAN Lak adalah suatu sekresi yang dihasilkan dari suatu serangga yang disebut kutu lak. Kutu lak memakan gubal cabang muda dari tanaman inangnya dan mengeluarkan dalam bentuk sekresi (kotoran) yang disebut lak (Wulandari 2011). Pengembangan kutu lak sangat berpotensi dikembangkan di Indonesia karena terdapat beberapa daerah yang merupakan daerah yang kering, dimana salah satu syarat tumbuh kutu lak harus terdapat didaerah kering dan juga tanaman inang yang cukup tersedia. Berdasarkan adanya ketersediaan lokasi yang sesuai dan tanaman inang yang cukup maka budidaya kutu lak layak untuk dikembangkan. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan lak adalah kurangnya sosialisasi cara membudidayakan stok lak dan mengolahnya setelah dipanen (pasca panen) serta belum banyaknya masyarakat mengetahui manfaat dari lak bagi beberapa industri. Berdasarkan masalah tersebut maka dengan adanya tulisan ini dapat memberikan gambaran bagaimana membudidayakan stok lak dan mengolah lak setelah dipanen untu menghasilkan mutu lak yang baik serta memgetahui manfaat dari lak bagi beberapa industri. Tujuan dari penulisan makalah ini untuk memberikan gambaran sistem kultur lak dan teknologi pasca panen lak untuk menghasilkan lak dengan mutu yang tinggi sesuai dengan standar lak serta memberikan gambaran manfaat lak bagi beberapa industri. Hasil yang diharapkan dari penulisan makalah ini dapat memberikan informasi bagi masyarakat tentang lak dan manfaatnya untuk memberikan nilai ekonomi masyarakat dengan teknik yang sederhana dan murah. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu menyajikan suatu gambaran terperinci atas suatu situasi khusus (Silalahi,2009). Sumber data diperoleh dari pustaka atau literature yang berhubungan dengan kutu lak dan pengalaman penulis dilapangan. Volume 6, No. 2 Maret 2012

74 Media Bina Ilmiah ISSN No. 1978-3787 PEMBAHASAN Dalam meningkatkan mutu lak bukan hanya pasca panen yang perlu diperhatikan tetapi juga teknik penanaman tanaman inang dilapangan juga perlu diperhatikan.teknik kultur lak yang baik akan menghasilkan mutu lak yang tinggi. a. Teknik kultur lak 1. Pembuatan tanaman inang Tanaman inang untuk kutu lak ada beberapa yaitu kesambi, ploso dan acasiaa catechu.jarak tanam untuk tanaman inang lak berbeda dengan jarak tanam yang bukan untuk tanaman inang lak.jarak tanam untuk tanaman inang kutu lak diusahakan dengan sekali penjarangan telah diperoleh jarak tanam akhir. Jarak tanam untuk beberapa tanaman inang kutu lak adalah : a) Kesambi jarak tanam : 6 x 2 m b) Ploso jarak tanam : 4 x 2 m c) Acacia catechu : 4 x 2 m Tanaman inang yang terbaik adalah kesambi (Schleichera oleosa).kesambi dapat ditulari kutu lak pada umur 8 tahun.untuk ploso dan acacia dapat ditulari kutu lak pada umur 4 tahun dan 2 tahun.ploso dan acacia kurang berpotensi menghasilkan lak. Untuk memudahkan dalan penularan dan pemanenan dengan cara mengikat ranting atau cabang pohon dengan tali dan ditarik kebawah (saat tinggi pohon 2 4 m). 2. Penularan kutu lak Dalam penularan kutu lak diperlukan bibit kutu lak.yang dimaksud bibit kutu lak berupa stok lak yang membungkus ranting, telah masak dan sellak. selnya penuh dengan bibit kutu Penularan dapat dilakukan dengan menularkan pada tiap ranting atau dengan satu ranting saja kemudian pada 4 6 hari dipindah ke ranting lain. Selama 2 minggu maka akan terlihat kutu lak sudah bisa menjalar ke sepanjang ranting. Satu ranting bisa menulari sampai sepanjang 1 m lebih. Penularan dilapangan dapat mengalami kegagalan apabila : a) Bibit lak yang tidak baik b) Kondisi lingkungan yang lembab (kurang sinar matahari dan banyaknyan tumbuhan bawah disekitar tanaman inang) c) Tanaman inang yang kurang sehat. Kondisi lingkungann yang baik akan mendukung keberhasilan kultur lak. 3. Pemungutan hasil lak Lak dapat dipungut setelah berumur 156 hari atau sekitar 5 bulan. Produksi lak per pohon dapat menghasilkan lak minimal 50 kg sampai mencapai 1 ton tergantung besar kecil tanaman inang, semakin besar tanaman inang semakin banyak produksi laknya. Tanda-tanda lak yang telah siap dipanen adalah : a) Warnanya kuning jernih b) Benang-benang lilin tinggal sedikit c) Adanya sel-sel anakan kutu lak (mulai merayap=swarming) Gambar 1. Bibit cabang kutu lak (stok lak) Stok lak yang telah diperoleh disimpan dalam kantong satu per satu dan kemudian dimasukan dalam karung.teknik penularan dengan cara mengikat stok lak pada pangkal cabang tanaman inang yang tidak terlalu tua. Kutu lak akan menjalar sepanjang cabang dan mengeluarkan sekresinya. Volume 6, No. 2, Maret 2012 Gambar 2. Lak kupas yang telah siap panen berwarna kuning jernih Pemungutan lak dapat dilakukan dengan menggunakan gunting pangkas agar tidak merusak cabang tanaman inang dan kemudian dimasukan kedalam karung agar lak tidak berubah warna karena pengaruh kelembaban udara. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemungutan lak adalah : a) Umur tanaman inang (jangan terlalu muda dan jangan terlalu tua) b) Musim panen jangan pada musim hujan c) Gunting pangkas harus tajam

ISSN No. 1978-3787 Media Bina Ilmiah 75 d) Lak harus disimpan dengan baik (dimasukan dalam karung) jangan terkena udara bebas karena akan menyebabkan perubahan warna e) Lak harus segera dikupas dari cabangnya dan diolah dengan teknologi pasca panen agar mutu lak tetap terjaga. Untuk lak bibit disendirikan dengan perlakuan khusus dengan cara direndam dalam air selama 24 jam dan kemudian diangin-anginkan dan disimpan dengan baik (Kasmudjo, 2007). Untuk lebih jelas berikut bagan kultur lak. Gambar 4. Bagan teknologi pasca panen lak Gambar 3. Bagan kultur lak 2. Teknologi Pasca Panen Lak Pengolahan lak setelah pemanenan memegang peranan yang sangat penting dalam menghasilkan mutu lak yang baik. Kendala dilapangan yang menyebabkan rendahnya mutu lak hasil panen adalah : a) Lak hasil panen tidak dikupas tapi langsung diolah (dicacah dengan cabangnya). b) Lak dikupas tapi tidak dicacah tapi hanya dikeringkan. Dengan cara tersebut diatas akan mengakibatkan lak berwarna gelap (hitam) dan lak membusuk. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan teknologi sederhana dengan menggunakan teknologi pasca panen. Teknologi pasca panen yang digunakan dengan cara sebagai berikut : a) Lak dikupas dari cabangnya dengan menggunakan mesin kupas cabang (gambar 5) b) Lak dicacah dengan menggunakan mesin cacah menjadi butiran lak (gambar 6) c) Pencucian lak sampai warna merah pada lak hilang. d) Pengeringan lak selama kurang lebih 10 jam (gambar 7) e) Pengemasan dengan plastik kedap udara (gambar 8) Untuk lebih jelasnya berikut bagan teknologi pasca panen lak. Gambar 5.Alat perontok cabang Gambar 6. Alat pencacah menjadi butiran lak Gambar 7.Lak setelah dijemur Volume 6, No. 2 Maret 2012

76 Media Bina Ilmiah ISSN No. 1978-3787 Gambar 8. Lak setelak dipacking Penerapan teknologi pasca panen ini akan memberikan keuntungan yang sangat tinggi dari segi harga jual. Lak tanpa olahan hanya terjual dengan harga Rp 7000 Rp 8000 per kilogram sedangkan lak dengan diolah menggunakan teknologi pasca panen terjual dengan harga Rp 90000 Rp 125000 per kilogram. Selain harga jual yang tinggi, dengan penerapan teknologi pasca panen lak dapat disimpan dalam waktu yang lama dan tidakakan mengalami perubahan warna, perubahan warna lak akan menurunkan mutu dan harga lak. 3. Manfaat Lak Lak memiliki multi fungsi sementara kebutuhan lak dunia sangat terbatas.penghasil lak terbesar adalah India. Peluang ini sangat besar bagi Indonesia untuk dapat mengembangkan lak di Indonesia. Beberapa manfaat lak adalah : a) Pembuatan piringan hitam b) Isolasi listrik c) Bahan pelitur d) Pelapis tipis untuk permainan kartu e) Indusri semir (sepatu,mobil dan kuku) f) Lak segel g) Tinta tahan air h) Kertas ampril i) Cat rambut, kosmetik j) Industry karet (sol sepatu) k) Bahan perekat/lem l) Stabilitasi dimensi Gambaran fungsi lak diatas diharapkan membuat masyarakat tertarik mengembangkan lak difdaerahnya, terutama daerah yang kering dan potensi tanaman inangnya cukup tinggi, karena pengembangan budidaya kutu lak sangat mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus dengan biaya yang sangat murah menghasilkan nilai jual yang tinggi Volume 6, No. 2, Maret 2012 SIMPULAN Berdasarkan uraian diatas maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu : 1. Sistem kultur lak adalah suatu system yang menerapkan tiga tahapan yang terdiri dari : a). pembuatan tanaman inang yang didasarkan pada jarak tanam yang disesuaikan dengan jenis tanaman inangnya ;b). Penularan lak dengan system kantung untuk menghindari parasite dan predator;c). Pemungutan hasil lak dengan memperhatikan warna lak yang bening, benangbenang lilin pada lak sedikit dan adanya sel-sel anakan kutu lak (swarming). 2. Teknologi Pasca Panen lak adalah penerapan teknologi dengan menggunakan lima tahapan sebagai berikut : a). Lak dikupas dari cabangnya dengan menggunakan mesin kupas cabang;b). Lak dicacah dengan menggunakan mesin cacah menjadi butiran lak;c).pencucian lak sampai warna merah pada lak hilang;d).pengeringan lak selama kurang lebih 10 jam;e).pengemasan dengan plastik kedap udara. 3. Manfaat lak adalah Pembuatan piringan hitam, isolasi listrik, Bahan pelitur, Pelapis tipis untuk permainan kartu, Indusri semir (sepatu,mobil dan kuku), Lak segel, Tinta tahan air, Kertas ampril, Cat rambut, kosmetik, Industry karet (sol sepatu), Bahan perekat/lem, Stabilitasi dimensi. DAFTAR PUSTAKA Adjidarma, 1990. Pengusahaan Lak Perhutani di Banyukert. Majalah Duta Rimba, XVI (125-126). PerumPerhutani. Jakarta. Kasmudjo, 2007.Karateristik Hasil Hutan Non Kayu. Diktat Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Radijanto, S.S., 1999. Model untuk Penaksiran Lak pada tanaman Inang Schleichera eleosa Merr. Majalah Duta Rimba, V (31). Perum perhutani. Jakarta. Setyodarmodjo, S., 2005.Perusahaan Lak dan Pengembangannya. Majalah Duta Rimba, IX (67-68). Perum Silalahi Ulber, 2009. Metode Penelitian Sosial. PT.Refika Aditama Bandung Wulandari, 2011.Strategi peningkatan pasca panen lak didesa sugian Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.Makalah Poster Litbang Bogor.

ISSN No. 1978-3787 Media Bina Ilmiah 77 Wulandari 2011.Deskripsi nilai ekonomi kutu lak dengan teknologi pasca panen di desa Sugian Kecamatan sambelia kabupaten lombok timur. Makalah seminar ASEAN Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Volume 6, No. 2 Maret 2012