METODOLOGI PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
V. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Agronesia Divisi Industri Plastik

BAB I PENDAHULUAN. terigu, dibuat dengan proses pemanggangan. Biskuit memiliki kadar air kurang

MATERI V TEKNIK KENDALI MUTU. By : Moch. Zen S. Hadi, ST Communication Digital Lab.

III. METODE PENELITIAN

ABSTRAK UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. PT. Citra Tunas Baru Gramindo adalah sebuah perusahaan garmen yang

ABSTRAK ABSTRAK. Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, Peta kendali P, Histogram, Pareto, diagram sebab- akibat. vii. Universitas Kristen Maranatha

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR ISI. ABSTRAK...i. KATA PENGANTAR ii. DAFTAR ISI..iv. DAFTAR TABEL viii. DAFTAR GAMBAR.ix. DAFTAR LAMPIRAN..x. 1.1 Latar Belakang Masalah..

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

Statistical Process Control

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN

Analisis Pengendalian Kualitas Coca-Cola Kaleng Menggunakan Statistical Process Control pada PT CCAI Central Java

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB V ANALISA HASIL. membandingkan jumlah kecacatan produk proses produksi Lightening Day Cream

7 Basic Quality Tools. 14 Oktober 2016

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB 2 LANDASAN TEORI

barang yang dihasilkan. Menurut para ahli, kualitas adalah :

BAB 3 METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Desain Penelitian. Jenis dan Metode. Penelitian. kasus. kasus. kasus

10/6/ Pengantar

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK GARAM PADA PT. SUSANTI MEGAH SURABAYA

3. BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH. terlebih dahulu sebelum melakukan pemecahan masalah yang sedang dibahas,

Sumber : PQM Consultant QC Tools Workshop module.

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DALAM UPAYA MENURUNKAN TINGKAT KEGAGALAN PRODUK JADI

BAB I PENDAHULUAN. atau kualitas. Dalam dunia industri, kualitas barang yang dihasilkan merupakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pasar nasional negara lain. Dalam menjaga konsistensinya perusahaan

BAB 3 METODE PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. mencegah dan berupaya memperbaiki faktor-faktor penyebab kerusakan. menemui atau mendapati produk yang rusak.

ABSTRAK. viii. Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODE PENELITIAN. Sampel merupakan sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan

III. METODOLOGI A. KERANGKA PEMIKIRAN

Statistical Process Control

V. METODOLOGI A. KERANGKA PEMIKIRAN B. TAHAP-TAHAP PENELITIAN. 1. Observasi Lapang. 2. Pengumpulan Data Kuantitatif

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

2. Pengawasan atas barang hasil yang telah diselesaikan. proses, tetapi hal ini tidak dapat menjamin bahwa tidak ada hasil yang

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

MATERI VIII LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. By : Moch. Zen S. Hadi, ST Communication Digital Lab.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan pada dasarnya bertujuan mendapatkan keuntungan yang

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

ABSTRAK. Kata Kunci: Punch, Kualitas, DMAIC, Upaya Menekan Variasi Kualitas Produk

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Gramedia Cikarang yaitu dengan menggunakan metode DMAIC (Define,

METODE/TEKNIK/ALAT-ALAT KUALITAS, ANALISIS PENYIMPANGAN, DAN PROCESS CAPABILITY

BAB IV METODE PENELITIAN. Perspektif pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan metode

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN, DAN ANALISIS DATA

ANALISIS PETA KENDALI ATRIBUT DALAM MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN PADA PRODUK BATANG KAWAT PT. KRAKATAU STEEL (PERSERO) Tbk

APLIKASI SEVEN TOOLS DAN ANALISIS 5W+1H UNTUK MENGURANGI CACAT PRODUK GALON: STUDI KASUS DI PT. BERLINA, TBK.

MATERI VI DIAGRAM SEBAB AKIBAT DIAGRAM PARETO. By : Moch. Zen S. Hadi, ST Communication Digital Lab.

Seminar Nasional IENACO 2014 ISSN

DAFTAR ISI. 1.1 Latar Belakang Penelitian Identifikasi Masalah Tujuan Penelitian Kegunaan Penelitian Kerangka Pemikiran 6

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab III. Metodologi Penelitian. digunakan dalam penyelesaian masalah pada PT. Calvin Metal Products.

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE STATISTIK PADA PRODUK KACA LEMBARAN DI PT. MULIA GALSS FLOAT DIVISION

BAB III METODE PENELITIAN. dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah

BAB 2 Landasan Teori 2.1 Total Quality Management

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

Bab 3 Metodologi Pemecahan Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PADA MESIN PRODUKSI NONWOVEN SPUNBOND DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN FMEA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan. Dalam dunia industri kualitas barang yang dihasilkan merupakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

ALAT KUALITAS (TOOLS OF QUALITY)

Transkripsi:

IV. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah suatu proses berfikir dari menemukan masalah, mengumpulkan data, baik melalui tinjauan pustaka maupun melalui studi lapangan, melakukan pengolahan data, sampai akhirnya dapat memberi suatu kesimpulan dari masalah yang diteliti. A. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN Penelitian magang ini dilakukan di PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka Blok U nomor 33 Cikarang, Bekasi. Penelitian magang dilakukan pada divisi product development and quality assurance dan berlangsung selama empat bulan, dimulai pada tanggal 7 Februari 2011 dan berakhir pada tanggal 7 Juni 2011. Kegiatan penelitian magang dilakukan setiap hari, dimulai dari hari Senin sampai Jumat, selama sembilan jam kerja per hari mulai pukul 08.00-17.00 WIB dengan waktu istirahat selama satu jam. B. METODE PENELITIAN Garis besar metode penelitian magang yang dilakukan dapat dilihat pada Gambar 5. Identifikasi penyimpangan mutu roti manis isi Pengumpulan data: Data primer Data sekunder Analisis jenis dan jumlah penyimpangan mutu roti manis isi Diskusi dengan pihak industri Penetapan jenis dan jumlah penyimpangan mutu yang akan dikaji lebih lanjut Audit proses produksi: Instruksi kerja/sop Kinerka aktual Gap kondisi @ 35

@ Analisis data hasil audit Diskusi dengan pihak industri Penyusunan hipotesis: faktor penyebab penyimpangan mutu pada roti manis isi Penyusunan usulan perbaikan dan uji coba di lapangan Analisis hasil usulan perbaikan Gambar 5. Diagram alir metode penelitian. 1. Identifikasi Penyimpangan Mutu Roti Manis Isi Identifikasi masalah merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Masalah itu sendiri memiliki pengertian celah (gap) antara apa yang diharapkan dan fakta yang ditemukan di lapangan, di mana pernyataan atau pertanyaan yang menjadi fokus seorang peneliti untuk bekerja dalam sebuah penelitian. Masalah yang dibahas dalam penelitian magang ini adalah penyimpangan mutu roti manis isi yang terjadi di PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi data-data apa saja yang akan dibutuhkan pada penelitian magang di perusahaan. 2. Pengumpulan Data Ishikawa (1988) mengungkapkan bahwa proses pengumpulan data untuk pengendalian mutu memiliki tujuan yang bermacam-macam, di antarnya: Pertama, data untuk memahami situasi sebenarnya. Data ini dikumpulkan untuk memeriksa besarnya dispersi ukuran komponen yang datang dari suatu proses pemesinan atau untuk menguji persentase komponen rusak/cacat yang terdapat dalam lot yang diterima. Kedua, data untuk analisis. Data ini digunakan untuk menguji hubungan antara sebuah cacat dan penyebabnya. Ketiga, data untuk pengendalian proses. Selain untuk menyelidiki mutu produk, data macam ini dapat digunakan untuk menentukan apakah proses manufakturing berjalan normal atau tidak. Keempat, data pengaturan. Kelima, data penerimaan atau data penolakan. Bentuk data ini digunakan untuk menyetujui atau menolak komponen dan produk setelah pemeriksaan. Pengumpulan data yang dilakuakan pada penelitian magang ini dilakukan dengan mengumpulkan dua jenis data, yakni data primer dan data sekunder. Menurut Umar (2005), data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik individu maupun perorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuisioner, data ini merupakan data yang diperoleh secara langsung dari jawaban narasumber maupun responden. Sedangkan data 36

sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga data tersebut dapat diperoleh cukup dengan mencarinya dan mengumpulkannya saja. Data primer yang digunakan pada penelitian ini dikumpulkan melalui pengamatan langsung di pabrik, audit proses produksi di lapangan, dan wawancara. Wawancara langsung dilakukan kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan permasalahan. Data sekunder diperoleh dari hasil catatan perusahaan, yakni berupa data reject roti manis isi bulan Maret 2011, dokumen instruksi kerja atau prosedur operasi standar, serta dokumen mengenai profil perusahaan. Pengumpulan data roti yang mengalami kerusakan mutu fisik diperoleh dengan menggunakan alat bantu lembar periksa (check sheet). Lembar periksa adalah suatu piranti yang paling mudah untuk menghitung seberapa sering sesuatu terjadi. Dengan demikian, kertas periksa adalah piranti yang sederhana, tetapi teratur untuk pengumpulan dan pencatatan data untuk mengetahui masalah utama (Hunt, 1993). 3. Analisis Jenis dan Jumlah Penyimpangan Mutu Roti Manis Isi Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis mengenai jenis penyimpangan yang sering terjadi pada roti manis isi beresta jumlahnya. Analisis dilakukan dengan menggunakan alat bantu peningkatan mutu atau yang biasa dikenal dengan seven tools, yakni: a. Stratifikasi Stratifikasi merupakan pengelompokan data ke dalam kelompok-kelompok yang mempunyai karakteristik yang sama sehingga lebih jelas dan lebih mudah untuk dianalisis. Stratifikasi yang dilakukan adalah pengelompokan kerusakan-kerusakan produk roti manis isi ke dalam tujuh jenis penyimpangan mutu. b. Diagram Pareto Diagram Pareto merupakan diagram yang terdiri atas grafik balok dan garis yang menggambarkan perbandingan masing-masing jenis data terhadap keseluruhan berdasarkan ukurannya, dari yang paling besar (sebelah kiri) ke yang kecil (sebelah kanan). Diagram Pareto digunakan untuk mengetahui jenis penyimpangan mutu roti (kerusakan) mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil. Pengolahan data untuk stratifikasi maupun Diagram Pareto dibantu dengan menggunakan software SPSS 17. 4. Penetapan Jenis dan Jumlah Penyimpangan Mutu yang akan Dikaji Lebih Lanjut Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Diagram Pareto akan terlihat jenis penyimpangan mutu apa yang akan menjadi prioritas perbaikan. Jenis penyimpangan mutu terbesar akan terlihat berada pada sisi paling kiri dan yang terbesar persentasenya dari Diagram Pareto. Hasil inilah yang akan didiskusikan dengan pihak industri sehingga diperoleh suatu kesimpulan jenis penyimpangan mutu mana yang akan dikaji lebih lanjut. Proses diskusi ini dilakukan untuk melihat beberapa pertimbangan dan kepentingan bagi perusahaan mengenai jenis penyimpangan mutu yang akan difokuskan perbaikannya. 5. Analisis Faktor yang Diduga Menyebabkan Penyimpangan Mutu Seletah prioritas jenis penyimpangan mutu ditetapkan, selanjutnya akan dianalisis faktor-faktor apa sajakah yang dapat menyebabkan penyimpangan mutu tersebut dapat terjadi selama proses produksi berlangsung. Tahapan ini meliputi pengamatan berbagai macam faktor 37

eksternal dan internal sehingga dapat ditentukan faktor yang berkontribusi pada masalah, mengkaji kembali faktor-faktor tersebut sehingga dapat ditentukan penyebab dari permasalahan, dan mengintegrasikan faktor penyebab masalah tersebut (Hellriegel et al., 2002). Untuk menganalisisnya digunakan alat bantu kendali mutu (seven tools) selanjutnya, yakni diagram sebab-akibat. Diagram sebab-akibat (cause-effect diagram) merupakan visualisasi grafik sederhana yang dapat mengidentifikasi masalah secara praktis menurut sebab-sebab tetap (hubungan di antara ciri-ciri dan faktor yang berpengaruh) dan potensial (cacat yang mudah dideteksi dan diukur) oleh pemakainya (Hubeis dan Kadarisman, 2007). Proses analisis dilakukan dengan melihat faktor-faktor utama yang biasanya menyebabkan suatu kejadian dapat terjadi. Faktor-faktor tersebut umumnya ada lima, yakni manusia, mesin/alat, metode, lingkungan, dan bahan. Dengan melihat faktor-faktor utama tersebut selanjutnya akan dianalisi satu per satu faktor-faktor khusus dari faktor umum tersebut yang dapat menimbulkan penyimpangan mutu pada roti sehingga roti tidak lolos inspeksi. 6. Audit Proses Produksi Faktor-faktor penduga penyebab kerusakan produk roti manis isi telah tersusun. Tahap selanjutnya adalah melakukan audit terhadap sistem mutu proses produksi yang berjalan di perusahaan. Audit yang dilakukan tetap bertali pusat kepada hasil analisis faktor-faktor yang diduga menyebabkan penyimpangan mutu pada roti manis isi. Namun, proses audit ini juga tidak menutup peluang munculnya faktor-faktor temuan baru yang sebelumnya tidak ada pada diagram sebab-akibat. Proses audit yang dilakukan mencangkup audit terhadap dokumen intruksi kerja/sop proses produksi, penerapan instruksi kerja/sop di lapangan, dan mengidentifikasi apakah ada perbedaan antara dokumen instruksi kerja/sop dengan penerapannya di lapangan. 7. Analisis Data Hasil Audit Dari hasil audit yang telah didapatkan selanjutnya akan dilakukan suatu analisis. Analisis dilakukan untuk menelaah dan menyusun hasil temuan aktivitas audit. Hasil dari analisis ini merupakan suatu kesimpulan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpangan mutu pada roti manis isi. 8. Diskusi Dengan Pihak Industri Tahap selanjutnya adalah diskusi. Diskusi dilakukan dengan pihak industri yang terkait mengenai persoalan yang dibahas. Diskusi ini dilakukan untuk memperoleh masukan dan informasi tambahan mengenai hasil audit maupun faktor-faktor yang sebenarnya mempengaruhi penyimpangan mutu pada roti manis isi. 9. Penyusunan Hipotesa Hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya (Vardiansyah, 2008). Hipotesa disusun mengenai faktor penyebab penyimpangan mutu (kerusakan) pada roti manis isi. Dari hasil keseluruhan audit dan diskusi yang dilakukan dengan pihak perusahaan, akhirnya diperoleh faktor-faktor 38

yang secara nyata mempengaruhi penyimpangan mutu pada roti manis isi di perusahaan. Karena ini masih merupakan jawaban sementara maka selanjutnya akan dibuat suatu usulan perbaiakan untuk melihat pengaruh perbaikan faktor penyebab kerusakan roti manis isi. 10. Penyusunan Usulan Perbaikan dan Uji Coba di Lapangan Setelah diketahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyimpangan mutu roti manis isi, selanjutnya disusun sebuah rancangan usulan perbaikan sistem mutu proses produksi. Usulan yang dibuat merupakan perbaikan dari sistem yang telah ada maupun juga masukan baru bagi sistem yang sedang berjalan. Setelah rancangan usulan perbaikan disusun, maka dilakukan diskusi dengan pihak industri mengenai usulan mana saja yang akan diaplikasikan. Diskusi ini dilakukan untuk melihat beberapa pertimbangan pemilihan usulan perbaikan yang akan dijalankan. Setelah usulan perbaikan yang akan diterapkan telah tersusun maka selanjutnya dilakukan uji coba dari usulan perbaikan tersebut. 11. Analisis Hasil Usulan Perbaikan Data hasil pelaksanaan usulan perbaikan yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis. Analisis dilakukan dengan membandingkan antara sistem lama sebelum dilakukan usulan perbaikan dengan sistem yang telah diubah sesuai dengan rancangan usulan perbaikan. Dari hasil analisis ini dapat dilihat seberapa efektif perubahan sistem yang dilakukan berdasarkan usulan perbaikan yang dilaksanakan serta dapat memberikan rekomendasi bagi perusahaan dalam hal peningkatan mutu proses produksi. 39