Penyusunan RPJM Serial: PEMBANGUNAN DESA
Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Untuk Jangka waktu 6 (enam) tahun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Untuk jangka waktu 1 (satu) tahun Ditetapkan dengan Peraturan Ditetapkan paling lama 3 (tiga) bulan sejak pelantikan Kepala Ditetapkan dengan Peraturan Disusun oleh Pemerinyah pada bulan Juli tahun berjalan Permendagri No. 114/2014, Bab II, Pasal 4 dan 5
Rancangan RPJM Arah Kebijakan Pembangunan Visi & Misi Kepala Rencana Kegiatan Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Bidang Pelaksanaan Pembangunan Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat RPJM Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 1, Pasal 6 Ayat (1)
Alur Penyusunan RPJM Pembentukan tim penyusun RPJM Penetapan RPJM Penyelarasan arah kebijakan perencanaan pembangunan kabupaten/kota Penyusunan rencana pembangunan melalui musyawarah perencanaan pembangunan Pengkajian keadaan Penyusunan rencana pembangunan melalui musyawarah Penyusunan rancangan RPJM Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 1, Pasal 7
Pembentukan Tim Penyusunan RPJM Kepala membentuk Tim Penyusun RPJM Pembina: Kepala Ketua Tim: Sekretaris Sekretaris Tim: Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Anggota: Perangkat Lembaga Pemberdayaan Masyaraka Kader Pemberdayaan Masyarakat Unsur Masyarakat Jumlah tim paling sedikit 7 orang dan paling banyak 11 orang dan harus mengikutsertakan perempuan bertugas Penyelarasan arah kebijakan pembangunan Kabupaten/Kota Pengkajian keadaan Penyusunan rancangan RPJM Penyempurnaan rancangan RPJM Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 2, Pasal 8
Penyelarasan Arah Kebijakan Pembangunan Kab/Kota Mengikuti Sosialisasi dan/atau mendapatkan informasi tentang arah kebijakan pembangunan Kabupaten/Kota a. Rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten/kota b. Rencana strategis satuan kerja perangkat daerah c. Rencana umum tata ruang wilayah kabupaten/kota d. Rencana rinci tata ruang wilayah kabupaten/kota e. Rencana pembangunan kawasan perdesaan Mendata & memilah rencana program dan kegiatan pembangunan Kabupaten /Kota yang akan masuk Pengelompokkan program & kegiatan menjadi bidang: Penyelenggaraan pemerintahan Pembangunan Pembinaan Kemasyarakatan Pemberdayaan Masyarakat Format data rencana program & kegiatan pembangunan yang akan masuk dan menjadikannya lampiran hasil pengkajian keadaan Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 3, Pasal 10 & 11
Pengkajian Keadaan Penyelarasan Data Pengambilan data meliputi: Data SDA Data SDM Data Sumber Daya Pembangunan Sumber Daya Sosial Budaya Pembandingan data dengan kondisi terkini Penggalian Gagasan Masyarakat Menemukenali potensi dan peluang pendayagunaan Sumber daya, dan masalah yang dihadapi Dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat yang dilakukan melalui musyawarah dengan cara diskusi kelompok secara terarah Rekapitulasi Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 4, Pasal 12 s/d 19 Rekapitulasi
Pengkajian Keadaan (Lanjutan) Rekapitulasi Rekapitulasi Menyusun berita acara laporan hasil pengkajian keadaan desa, dengan dilampiri dokumen a. Data yang sudah diselaraskan b. Data rencana program pembangunan kabupaten/kota yang akan masuk ke c. Data rencana program pembangunan kawasan perdesaan d. Rekapitulasi usulan rencana kegiatan pembangunan dari dusun dan/atau kelompok masyarakat Tim Penyusun RPJM melaporkan kepada Kepala Kepala Menyampaikan laporan kepada BPD melalui musyawarah dalam rangka penyusunan rencana pembangunan Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 4, Pasal 12 s/d 19
Penyusunan Rancangan RPJM melalui Musyawarah Musyawarah Penyusunan Rancangan RPJM membahas dan menyepakati: Laporan hasil pengkajian keadaan desa Rumusan arah kebijakan pembangunan yang dijabarkan dari visi dan misi Kepala Rencana prioritas kegiatan Dilakukandengan kelompok secara terarah yang dibagi berdasarkan bidang: - Penyelenggaraan Pemerintah -Pembangunan - Pembinaan Kemasyarakatan - Pemberdayaan Masyarakat Laporan hasil pengkajian keadaan Prioritas rencana kegiatan dalam jangka waktu 6 tahun Sumber pembiyaan rencana kegiatan pembangunan Rencana pelaksana Kegiatan Dituangkan dalam berita acara dan menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menyusun dokumen RPJM Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 5, Pasal 20 s/d 22
Penyusunan Dokumen Rancangan RPJM Mengembalikan kepada Tim Penyusun bila ada perbaikan Tim penyusun RPJM Membuat berita acara tentang hasil penyusunan dokumen rancangan RPJM Kepala Memeriksa dokumen rancangan RPJM. Bila tidak ada perbaikan lagi musyawarah pembangunan dapat dilakukan Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 6, Pasal 23 & 24
Penyusunan Rencana Pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kepala menyelenggarakan musyawarah perancanaan pembangunan untuk membahas dan menyepakati rancangan RPJM Musyawarah perencanaan Pembangunan diikuti oleh Pemerintah, Badan Permusyawaratan, dan unsur masyarakat Hasil kesepakatan musyawarah Pembangunan dituangkan dalam berita acara Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 7, Pasal 25 & 26
Penetapan dan Perubahan RPJM Penetapan Tim penyusun RPJM merapihkan/memperbaiki dokumen rancangan RPJM berdasarkan hasil kesepakatan musyawarah pembangunan Kepala menyusun rancangan peraturan desa tentang RPJM dengan melampirkan rancangan RPJM Perubahan Kepala dapat mengubah RPJM bila: a. Terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis ekonomi, dan/atau kerusuhan sosial yang berkepanjangan b. Terdapat perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan/atau pemerintah daerah kabupaten/kota Rancangan peraturan desa tentang RPJM dibahas & disepakati oleh Kepala dan BPD untuk ditetapkan menjadi Peraturan tentang RPJM Perubahan RPJM dibahas dan disepakati dalam musyawarah perencanaan pembangunan dan selanjutnya ditetapkan dengan Peraturan Permendagri No. 114/2014, Bab II, Bagian Kedua, Paragraf 8, Pasal 27 & 28