BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. A. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil simpulan sebagai berikut ini.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN. Pada bab V bagian ini mencakup uraian tentang: (1) simpulan, (2) implikasi, dan (3) saran. A.

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN DENGAN METODE PETA PIKIRAN PADA SISWA KELAS IX SMPN 1 PURWOSARI TAHUN PELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembelajaran Bahasa Indonesia di dunia pendidikan bertujuan agar

BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas guru. Sebaik apapun

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di sekolah. Pembelajaran bahasa

PENERAPAN METODE FIELD TRIP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X-1 SMA NEGERI 1 NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI BEBAS DENGAN STRATEGI MIND MAPPING PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI I PURWOSARI TAHUN PELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, manusia hampir tidak pernah dapat

BAB I PENDAHULUAN. sekolah. Dalam kegiatan ini, seorang penulis harus terampil memanfaatkan

BAB I PENDAHULUAN. pemersatu bangsa Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia juga merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk meningkatkan

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil pembahasan penelitian, di bawah ini di paparkan

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. Bagian ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional mempunyai fungsi

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secara utuh. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (1) yang

IMPLIKASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah dasar sebagai jenjang pendidikan formal pertama sistem pendidikan di

BAB I PENDAHULUAN. (SDM). Pendidikan merupakan sarana untuk menyiapkan generasi masa kini

BAB I PENDAHULUAN. masyarakatnya harus memiliki pendidikan yang baik. Sebagaimana tujuan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Menulis. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dan merupakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Meningkatkan Prestasi Belajar IPA melalui Penggunaan Media Gambar pada Kelas IV SDN Majene

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menyimak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Indonesia dari tahun ke tahun kualitasnya semakin rendah hal ini

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB I. aktivitas guru sebagai pengajar. Siswa dapat dikatakan belajar dengan aktif

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Arnot Pakpahan Surel :

BAB I PENDAHULUAN. pendekatan scientific akan menyentuh tiga ranah, yaitu: sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan keterampilan (psikomotor).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Rizky Ananda Oktaviani, 2015

I. PENDAHULUAN. sumber daya manusia yang berkualitas guna membangun bangsa yang maju. Kesuksesan di bidang pendidikan merupkan awal bangsa yang maju.

JURNAL OLEH YENI FARIDA The Learning University

keinginan, penyampaian informasi tentang suatu peristiwa, dan lain-lain.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Bahasa Indonesia

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Melalui Model Mind Mapping Pada Siswa Kelas X Mas Kapita Kabupaten Jeneponto

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD TEBING TINGGI

PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE INKUIRI MATA PELAJARAN PKn KELAS IV SD NEGERI KOTA TEBING TINGGI

BAB I PENDAHULUAN. mempelajari semua bidang studi (BSNP, 2006). Untuk berbahasa dengan baik dan

ISRINA ENDANG WIDIASTUTI A54D090003

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi belajar merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak lepas dari hubungan pembelajaran

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Pada

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. menerapkan model pembelajaran kooperatif struktural tipe mind mapping

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

121 Penerapan Metode Mind Mapping Dan Model Student Facilitator...

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan. Kualitas sumber

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I. pembelajaran yang berlangsung sehingga siswa cenderung pasif. Sikap siswa yang

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SD Negeri 2 Tatura

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik

RAHAYU DANIK SUMIYATI A54B111025

BAB 1 PENDAHULUAN. mencapai tingkat keberhasilan yang maksimal. Banyak orang yang sulit

BAB I PENDAHULUAN. cenderung monoton sehingga kurang menarik perhatian siswa.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Kata kunci: RRB (Round Robin Brainstorming), Mind Mapping, Hasil belajar

I. PENDAHULUAN. Dunia pendidikan di Indonesia dewasa ini sedang mengalami krisis, yang harus dijawab oleh dunia pendidikan. Jika proses-proses

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. menentukan kemana arah hidup dan cita-cita yang ingin masyarakat capai. memerlukan pendidikan demi kemajuan kehidupannya.

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu komunikasi yang bertujuan untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sains Melalui Metode Eksperimen di Kelas VI SDN 21 Ampana

2013 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI METODE MIND MAPPING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Usaha tersebut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Administrasi Perkantoran SMK Kristen Salatiga, peneliti berhasil

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi manusia. Tanpa

Transkripsi:

digilib.uns.ac.id 71 BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan Simpulan penelitian ini berdasarkan pada kajian teori, hasil penelitian, dan pembahasan yang telah dilakukan penulis. Hasil penilaian kualitas proses pembelajaran dengan menerapkan metode mind mapping mampu meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VII H SMP N 2 Klaten. Peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis teks eksplanasi terbukti dari hal-hal berikut, yaitu (1) meningkatnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran menulis teks eksplanasi. Keaktifan siswa meningkat selama mengikuti proses pembelajaran menulis teks eksplanasi pada siklus 1 dan siklus 2. Persentase keberhasilan keaktifan siswa untuk setiap siklus adalah 72% pada siklus I, dan 86% pada siklus 2; (2) meningkatnya kedisiplinan siswa terhadap proses pembelajaran menulis teks eksplanasi. Hal itu dapat dilihat dari persentase keberhasilan kedisiplinan siswa dari siklus 1 sebesar 75%, dan siklus 2 sebesar 83%; (3) meningkatnya tanggung jawab siswa selama proses pembelajaran menulis teks eksplanasi dari 72% pada siklus 1 meningkat menjadi 81% pada siklus 2; dan (4) meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam menulis teks eksplanasi dari 78% pada siklus 1 menjadi 84% pada siklus 2. Selain kualitas proses meningkat, kualitas pembelajaran dengan menerapkan metode mind mapping dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis teks eksplanasi. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa pada setiap siklus. Pada pratindakan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 40% (14 siswa) dengan nilai rata-rata 69, setelah dilakukan siklus 1 kemampuan siswa menulis teks eksplanasi mengalami peningkatan sebesar 72% (26 siswa) dengan nilai rata-rata menjadi 77. Peningkatan ini juga terjadi pada siklus 2, pada siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 82% (27 siswa) dengan nilai rata-rata 80, sehingga siswa kelas VII H telah mencapai KKM. Hal ini sesuai dengan KKM yang ditetapkan peneliti sebesar 73.

digilib.uns.ac.id 72 B. Implikasi Penelitian ini memberikan sebuah pengetahuan tentang keberhasilan dalam menulis teks eksplanasi melalui metode pembelajaran mind mapping. Keberhasilan ini terlihat dari kualitas belajar siswa di kelas dan kemampuan siswa dalam menulis teks eksplansi. Hal ini tentunya tidak lepas dari peran guru di kelas. Guru memegang peran penting dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran secara kualitatif maupun kuantitatif yang baik. Kemampuan guru ini terlihat dalam penyampaian materi, pemilihan metode mengajar, pengelolaan kelas, dan pemilihan media yang tepat. Penyampaian materi yang dilakukan tidak menarik dan membosankan sangat mempengaruhi pembelajaran di kelas. Hal ini terjadi bila guru menyampaikan materi dengan ceramah dan ada kalanya menyampaikan sambil duduk. Selain itu sikap guru dalam menyampaikan pelajaran dengan tegang, tanpa senyum akan memperparah ketidaksukaan siswa terhadap pelajaran. Pemilihan metode dalam mengajar juga menentukan keberhasilan dalam pembelajaran. Seorang guru yang hanya berceramah dan tanpa ada metode yang digunakan akan membuat siswa tidak bersemangat. Guru juga perlu bisa mengelola kelas dengan baik sehingga kondisi kelas siap dan layak untuk dilaksanakan kegiatan belajar mengajar. Terakhir guru hendaknya dapat menggunakan media pembelajaran sehingga siswa antusias dan bersemangat. 1. Implikasi Teoretis Pemilihan metode yang tepat dalam pembelajaran sangat mempengaruhi hasil pembelajaran itu sendiri. Demikian juga dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping mampu meningkat kemampuan menulis teks eksplansi. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan metode mind mapping mampu mengaktifkan seluruh otak sehingga siswa mampu berinteraksi dengan sangat baik di kelas. Metode ini juga mampu memfokuskan diri dalam aktifitas menulis karena sudah terkonsep pada mind mapping yang telah dibuat. Selain itu dengan menggunakan metode mind mapping membantu siswa dalam menunjukan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah sehingga menjadi paragraf yang baik.

digilib.uns.ac.id 73 Metode mind mapping juga mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis teks eksplanasi. Peningkatan kualitas proses pembelajaran ini dilihat dari keaktifan siswa. Keaktifan siswa terlihat pada saat proses pembelajaran menulis teks eksplanasi berlangsung siswa sangat aktif menjawab. Ketika guru memberi pertanyaan kepada siswa tampak siswa saling berebut untuk menyampaikan pendapatnya. Keaktifan siswa dalam melaksanakan tugas belajar dan melaksanakan diskusi kelompok juga baik ketika penerapan metode ini. Siswa sudah melaksanakan tugasnya sesuai petunjuk dalam proses pembelajaran menulis teks eksplansi. Tanggung jawab siswa mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari tanggung jawab dalam melaksanakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya selalu terselesaikan dengan baik. Siswa bersemangat dan bisa bekerja sama dengan rekan satu kelompok. Selain itu siswa juga sudah melaksanakan tugas individu dengan sangat baik. Kedisiplinan siswa mengalami peningkatan, terlihat dalam mengerjakan setiap tugas yang diberikan baik. Siswa disiplin dalam menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah berbahasa yang baik dan benar. Dan yang terakhir kualitas proses pembelajaran siswa dilihat dari kepercayaan diri juga mengalami peningkatan setelah penerapan metode mind mapping. Hal ini terlihat dari siswa dalam berpendapat atau melakukan tindakan sudah sangat baik. Siswa juga berebut untuk presentasi di depan kelas dan dalam menjawab pertanyaan guru, siswa berebut untuk berpendapat atau menjawab pertanyaan. Berdasarkan penjabaran di atas dapat disimpulkan bahwa secara teoritis kemampuan menulis teks eksplanasi dapat meningkat dengan pelaksanaan penelitian dengan metode mind mapping. Peningkatan tersebut dilihat dari kualitas pembelajaran siswa dalam menulis teks eksplanasi dan kemampuan siswa menulis teks eksplanasi. Sehingga hasil penelitian ini mampu digunakan sebagai referensi dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, menarik, dan tidak membosankan. Guru dapat menggunakan metode pembelajaran mind mapping sebagai salah satu alternatifnya. Selain yang sudah dijabarkan di commit atas, to berdasarkan user hasil penelitian ini dapat

digilib.uns.ac.id 74 bermanfaat untuk mengembangkan metode pembelajaran yang saat ini. Metode pembelajaran yang selama ini masih menggunakan metode yang konvensional dapat ditinggalkan menuju metode pembelajaran yang inovatif sehingga bisa membantu pengembangan diri siswa dan guru sendiri. Selain itu metode ini dapat memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia dan dapat mempertinggi interaksi dalam belajar mengajar serta menambah pengetahuan tentang penelitian tindakan kelas dengan metode mind mapping. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya kemampuan menulis teks eksplanasi dapat ditingkatkan. 2. Implikasi Pedagogis Keberhasilan dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan metode mind mapping mampu memberikan gambaran bagi guru betapa pentingnya pemilihan metode pembelajaran yang tepat guna mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Ketepatan dalam pemilihan metode akan membawa dampak positif pada peningkatan proses dan hasil pembelajaran. Selain itu, kemampuan guru dalam membuat pembelajaran yang menyenangkan akan berpengaruh terhadap berjalannya proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang inovatif akan mampu memperlancar tercapainya tujuan pembelajaran. Penerapan metode mind mapping dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi guru tidak lagi menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber pembelajaran, melainkan guru bisa menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran. Karena siswa dituntut untuk aktif dan menggali informasi serta pengetahuan dalam dirinya serta teman yang lain. Sehingga guru hanya berperan sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan, masukan, dan juga arahan kepada peserta didik. Penerapan strategi yang inovatif mampu membangkitkan semangat siswa dalam kegiatan pembelajaran. Ketepatan pemilihan metode pembelajaran menjadi salah satu kunci dalam pencapaian kompetensi dasar dan ketuntasan hasil belajar siswa. Pembelajaran menulis bukan lagi sebagai momok bagi siswa terutama dalam menulis teks eksplanasi. Siswa telah memahami pengertian teks eksplanasi. Teks eksplanasi yang memiliki pengertian jenis tulisan yang menjelaskan bagaimana dan

digilib.uns.ac.id 75 mengapa fenonema alam terjadi. Sehingga ketika menulis teks eksplanasi dengan segera siswa memahami apa yang harus dituliskannya. Selain itu pemahaman siswa ini tidak hanya sekedar pengertian, namun lebih pada struktrur dan kebahasaan yang ada dalam menulis. Pembelajaran yang menyenangkan dan penggunaan media pembelajaran yang inovatif akan mampu tercapainya tujuan pembelajaran. Peningkatan penelitian ini tidak lepas dari metode mind mapping yang digunakan guru, sehingga siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, siswa terbantu dalam menuangkan gagasan atau ide dengan adanya mind mapping yang telah dibuat. 3. Implikasi Praktis Keberhasilan sebuah pendidikan tidak hanya dicapai bila siswa-siswanya mendapatkan nilai yang tinggi dalam tes, namun perlu juga dilihat dari proses untuk mencapainya. Hal ini sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di SMP Negeri 2 Klaten, yakni Kurikulum 2013. Dalam Kurikulum 2013 penilaian proses belajar merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran. Penilaian proses merupakan cara pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Penilaian hasil belajar oleh guru dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Berdasarkan penilaian hasil belajar oleh guru, guru dan siswa dapat memperoleh informasi tentang kelemahan dan kekuatan pembelajaran dan belajar. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatannya, guru dan siswa memiliki arah yang jelas mengenai langkah yang harus diperbaiki dan dapat melakukan refleksi mengenai langkah yang dilakukannya dalam pembelajaran dan belajar. Proses pembelajaran harus ada interaksi, sehingga siswa dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya agar tujuan pembelajaran tercapai secara efektif. Keaktifan siswa, kedisiplinan siswa, tanggung jawab siswa dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran mencerminkan proses pembelajaran yang berkualitas. Pada segi hasil yang menekankan kepada tingkat penguasaan kompetensi siswa baik segi kualitas maupun kuantitas. Proses pembelajaran yang menuntut kemampuan untuk

digilib.uns.ac.id 76 mewujudkan keaktifan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kepercayaan diri siswa selama proses pembelajaran juga diperlukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dalam menulis teks eksplansi. Kemampuan menulis teks eksplanasi didapat dari tingkat kebiasaan siswa berlatih menulis. Pada proses latihan ini siswa membutuhkan dorongan arahan dari guru yang berupa keaktifan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kepercayaan diri siswa untuk berlatih. Kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi dipengaruhi juga oleh cara penyampaian guru di kelas. Proses pembelajaran yang berjalan dengan baik, efektif, dan sesuai dengan rencana akan membuat siswa dapat mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam pembelajaran. Pelaksanaan proses pembelajaran yang berkualitas oleh guru akan mampu menghasilkan kemampuan menulis teks eksplanasi yang baik. Hal ini didukung oleh rencana pelaksanaan pembelajaran, media pembelajaran, dan pemilihan metode yang tepat. Metode dan media pembelajaran yang sesuai akan mempermudah guru untuk menyampaikan materi dan siswa dapat mudah menyerap materi. Peneliti dan guru sepakat menerapkan metode mind mapping untuk meningkatkan kualitas proses dan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran menulis teks eksplanasi di kelas VII H SMP N 2 Klaten berjalan efektif. Hal ini ditunjukkan dari hasil proses pembelajaran maupun kemampuan menulis teks eksplanasi siswa meningkat setiap siklusnya. Untuk itu penggunaan metode mind mapping memberikan implikasi pada peningkatan kemampuan menulis teks eksplanasi bagi siswa. Metode mind mapping ini dapat digunakan dalam sebagai salah satu metode pembelajar yang inovatif di kelas menggantikan metode tradisional. Hal ini dipandang perlu karena tuntutan perkembangan zaman saat ini. Untuk itu mindset guru hendaknya perlu berubah. Guru hendaknya cepat menyadari dari kegiatan belajar mengajar masih bersifat tradisional. Perubahan memang tidak semudah membalik telapak tangan. Guru sudah terlanjur menjadikan dirinya sumber utama ilmu pengetahuan yang kemudian menuangkan pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didik. Seringkali guru membuat analogi bahwa siswa adalah sebuah commit gelas to kosong user yang belum berisi apa-apa,

digilib.uns.ac.id 77 sedangkan guru adalah orang yang bertugas untuk mengisi gelas kosong tersebut dengan pengetahuan yang ia miliki. Hal ini menempatkan guru sebagai pihak yang menentukan apa saja yang hendaknya diberikan kepada siswa, menentukan mana yang baik bagi siswa dan mana yang tidak, mana yang perlu mana yang bukan. Dan siswa berada pada posisi menerima apapun yang diberikan guru sebagai sesuatu yang harus diterima, sesuatu yang tidak boleh dibantah, sesuatu yang dipercaya akan berguna baginya pada kehidupan mendatang. Padahal sebuah pendidikan di sekolah tidak dapat diasumsikan bahwa siswa seperti gelas kosong, namun siswa adalah sebuah gelas yang sudah terisi, bahwa tugas dari guru bukanlah mengisi peserta didik dengan sesuatu yang dianggap perlu dan baik, namun membantu dan membimbing siswa untuk mengolah apa yang sudah ada dalam dirinya dengan berbagai hal yang akan membuat potensi dirinya menjadi maksimal. Sehingga hubungan ini perlu mengedepankan hubungan timbal balik antara guru dan siswa, artinya baik guru maupun peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berpendapat, untuk menyampaikan ide, untuk berbeda satu sama lain. Di sini guru bukan satu-satunya kebenaran dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan sehingga apapun yang ia katakan dan lakukan menjadi benar meskipun bertentangan dengan apa yang diyakini siswa. Di sini masing-masing pendapat hendaknya harus dihargai tentunya ketika pendapat-pendapat tersebut memiliki dasar dan sumber pengetahuan yang jelas. Oleh karena itu, masing-masing pihak sudah memiliki kesadaran awal untuk saling mengisi, saling berbagi, saling memberi, saling menghargai dan menghormati pendapat ketika terjadi berbedaan pendapat. Hal ini sesuai dengan Kurikulum 2013 yang lebih mengedepankan dan menuntut siswa untuk lebih berperan aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan kecakapan yang dimilikinya. Dengan demikian siswa dapat mengeksplorasi semua sumber belajar yang ada. Untuk itu tugas paling utama guru tidak lagi menjadi sumber belajar utama bagi siswa, namun tugas guru kini lebih pada motivator bagi peserta didik agar menemukan kembali semangat dan

digilib.uns.ac.id 78 rasa ingin tahu yang dimilikinya sehingga siswa akan mengeksplorasi semua sumber belajar yang ada di sekitarnya. Untuk itu hasil penelitian ini dapat sebagai bahan acuan guru untuk pembelajaran demi pelaksanaan tindakan pembelajaran menulis pada waktu berikutnya. Sehingga diharapkan pembelajaran untuk ke depan tidak hanya melihat pada hasil karya siswa, namun juga perlu melihat proses itu sendiri. Guru dapat memberikan pengalaman belajar yang baik, sehingga apa yang didapat siswa mampu mengembangkan pengetahuannya. Penelitian ini dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa melalui penerapan metode mind mapping. Metode mind mapping membantu siswa yang kesulitan mengembangkan ide tulisan baik menyusun kalimat maupun merangkainya menjadi paragraf. Siswa dapat mendayagunakan semua kompetensi yang mereka miliki, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik lewat mind mapping. Metode ini juga mampu membantu siswa untuk belajar bersosialisasi, berkomunikasi, dan juga bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, siswa juga dapat berlatih untuk menghargai pendapat orang lain dan bersifat terbuka terhadap masukan, kritikan, ataupun saran yang mereka peroleh. Penelitian ini bagi sekolah dapat digunakan dalam penentuan kebijakan sekolah yang dapat digunakan untuk meningkatkan citra sekolah. Hal ini perlu disadari bahwa kemajuan sekolah juga bukan hanya ditentukan oleh guru dan siswa, melainkan seluruh warga sekolah harus bersatu dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang bermakna. Salah satu langkah yang dapat dilakukan oleh guru pengampu kebijakan sekolah adalah dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang cukup kepada guru tentang pembelajaran yang inovatif. Pemangku sekolah dapat memberikan masukan kepada guru untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri berupa seminar, lokakarya maupun MGMP sehingga guru dapat mengembangkan kompetensi yang mereka miliki. Bagi lembaga pendidikan dengan hasil penelitian ini dapat menambah daftar bacaan dan referensi di universitas khususnya jurusan bahasa Indonesia. Selain itu juga dapat menambah khazanah commit pengetahuan to user dan pemahaman bagi pembaca

digilib.uns.ac.id 79 mengenai kemampuan menulis teks eksplanasi serta dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan metode mind mapping. C. Saran Berdasarkan simpulan dan implikasi hasil penelitian di atas perlu diperhatikan beberapa hal untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran menulis teks eksplanasi. Pertama, bagi siswa;(1) siswa dapat menyadari bahwa menulis teks eksplanasi itu penting dan bermanfaat karena dapat melatih siswa untuk berpikir kreatif dan imajinatif; (2) siswa diharapkan banyak membaca jenis-jenis teks eksplanasi dan berlatih menulis teks eksplanasi agar untuk menambah wawasan; dan (3) siswa dapat berperan aktif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan di kelas. Kedua, bagi guru; (1) guru sebaiknya membuat perencanaan dan persiapan terhadap proses pembalajaran yang akan dilakukan, (2) guru hendaknya mengoptimalkan pengembangan kreatifitas dan daya imajinasi siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas, (3) guru diharapkan berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan mampu memicu keaktifan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kepercayaan diri siswa terhadap materi yang disampaikan dan selama proses pembelajaran, (4) guru harus tanggap terhadap berbagai hambatan yang ada dalam proses pembelajaran dan mampu mengatasinya, dan (5) guru harus membuat evaluasi dan penilaian yang tepat untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan pembelajaran. Ketiga, bagi sekolah;(1) membuat kebijakan untuk meningkatkan kompetensi guru, misalnya mengikutsertakan guru-guru dalam pelatihan maupun seminar; dan (2) memberikan motivasi kepada guru agar guru dapat memilih metode yang inovatif untuk diterapkan dalam pembelajaran. Keempat, bagi peneliti lain;(1) peneliti lain hendaknya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping dan dapat berkolaborasi dengan guru; dan (2) peneliti lain diharapkan mampu menggunakan metode yang baru agar dapat menggali kreatifitas dan daya imajinasi siswa.