BAB IV BAHASA PROGRAM PLC

dokumen-dokumen yang mirip
sebagai perangkai peralatan control yang satu dengan yang lain.

t o l e a r n t o k n o w P L C BASIC I Instruktur : TOTOK NUR ALIF S.Pd NIP

Programmabl. Programmable Logic Controler [PLC]-Basic. Programmablee Logic Controler [PLC]-Dasar. Hal 1 dari 31. Page 1 of 31. Modul Indonesia 2008

Setelah Selesai pembelajaran diharapkan mahasiswa dapat membuktikan fungsi-fungsi khusus dalam pemrograman Programmable Logic Controller (PLC)

BAB IV INSTRUKSI INSTRUKSI DASAR PLC

Fungsi-fungsi Khusus

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DIAGRAM LADDER. Dr. Fatchul Arifin, MT

TIMER DAN COUNTER. ERI SETIADI NUGRAHA, S.Pd. 2012

Praktikum 2 Pengenalan Simbol Ladder Diagram. A. Tujuan : 1. Mahasiswa mampu memahami dan menggunakan berbagai simbol dalam Ladder Diagram

BAB III LANDASAN TEORI. lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun

BAB II LANDASAN TEORI

Semua Timer diatas menggunakan jenis timer OnDellay. Untuk jenis-jenis timer bisa dilihat sebagai berikut:

Teknik Pemrograman PLC

Gambar 4.2 Simbol LOAD. Gambar 4.3. Simbol LOAD NOT

INSTALASI MOTOR LISTRIK

SOAL SOAL SEMESTER GASAL KELAS XII TITIL MATA DIKLAT : MENGOPERASIKAN MESIN KENDALI ELEKTRONIK (011/KK/10) JUMLAH SOAL : PAKET : A

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLER (PLC)

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) SUATU PEMAHAMAN DASAR PERALATAN PENGENDALI DI INDUSTRI BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI

BAB III FUNGSI BAGIAN PLC. Processor. Catu Daya. Gambar 2. Block Diagram Perangkat Keras PLC

Materi. Siswa Mampu :

SMK Negeri 2 KOTA PROBOLINGGO TEKNIK KETENAGALISTRIKAN MENGENAL SISTEM PENGENDALI KONTAKTOR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 TUJUAN

Yudha Bhara P

PLC UNTUK PENGENDALI LIFT

SOAL SOAL SEMESTER GASAL KELAS XII TITIL MATA DIKLAT : MENGOPERASIKAN MESIN KENDALI ELEKTRONIK (011/KK/10) JUMLAH SOAL : PAKET : B

BAB III PERANCANGAN PROTOTIPE

BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Pemrogaman HMI Dengan Menggunakan Easy Builder Human Machine Interface yang digunakan penulis untuk

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNY. Ladder Diagram

II. TINJAUAN PUSTAKA. PLC adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian sederetan

APLIKASI ZELIO SOFT 2 PADA SISTEM KEAMANAN SMART ROOM DENGAN MENGGUNAKAN SMART RELAY

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

BAB II DASAR TEORI. Programmable Logic Controller ( PLC ) pada dasarnya adalah sebuah komputer

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Industri Karet Deli Tanjung Mulia

PERANCANGAN SISTEM PENGOLAHAN AIR BERSIH BERBASIS PLC OMRON CPM 2A

APLIKASI PLC OMRON CPM 1A 30 I/O UNTUK PROSES PENGEPAKAN BOTOL SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK

MAKALAH. TIMER / TDR (Time Delay Relay)

BAB 7. PLC = Programmable Logic Controller

OTOMASI WORK STATION (FMS) BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER Purnawan

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISA

SIMULASI MODEL KONTROL MESIN MIXER MENGGUNAKAN PLC DAN PROGRAM KOMPUTER INTELLUTION FIX

Perlengkapan Pengendali Mesin Listrik

BAB III LANDASAN TEORI. mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe

III. METODE PENELITIAN

BAB I SISTEM KONTROL TNA 1

Sortasi BAB II TEORI DASAR 2.1 PROSES PENYORTIR OBJEK. Proses penyortiran merupakan sebuah proses pemisahan atau penyeleksian

BAB III PERANCANGAN PANEL KONTROL PENERANGAN. yang dibikin dipasaran menggunakan sistem manual saja, atau otomatis

Pengenalan Simbol-sismbol Komponen Rangkaian Kendali

HANDOUT KENDALI MESIN LISTRIK

BAB 3 PEMBAHASAN Pendahuluan

BAB V PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

Penggunaan PLC di industri dimaksudkan untuk menggantikan penggunaan rangkaian relay dan timer. Keuntungan penggunaan PLC antara lain :

TUGAS AKHIR. Rancang Bangun Simulator Sistem Distribusi Pengolahan Air Minum Berbasis PLC

4.3 Sistem Pengendalian Motor

Pemrograman Programmable Logic Controller

BAB II SISTEM KENDALI, DIAGRAM TANGGA & PLC. Sejarah Perkembangan Sistem Kendali dan Otomtisasi Industri

DASAR KONTROL KONVENSIONAL KONTAKTOR

BAB V PERSIAPAN PEMPROGRAMAN

kendali pemotongan kertas pada industri rumah tangga, dimana dengan

Otomasi Sistem dengan PLC

Gambar 2.1 Smart Home System

Bab VI : Contoh-contoh Aplikasi ZEN

Politeknik Negeri Sriwijaya BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III TEORI DASAR. o Lebih mudah untuk menemukan kesalahan dan kerusakan karena PLC memiliki fasilitas self diagnosis.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

APLIKASI MESIN PENGISI DAN PENUTUP BOTOL OTOMATIS PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA

2. Prinsip dan aplikasi Relay

PERCOBAAN 3 I. JUDUL PERCOBAAN PLC

BAB III PERANCANGAN DAN APLIKASI KONTROL MESIN PEMISAH BARANG

PEMODELAN SIMULASI KONTROL PADA SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN MENGGUNAKAN PLC

meliputi pengujian rangkaian pengendali motor tiga fase untuk forclift dengan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.

Gambar 2.1. Diagram pewaktuan Timer dengan ON-delay Ladder Diagram dari fungsi pewaktuan (on-delay) ditunjukkan dalam gambar 2.2. berikut ini.

PENGERTIAN PLC UNY-PLC-THT 2

BAB VII CONTOH APLIKASI PROGRAM PLC

BAB 4. Rancang Bangun Sistem Kontrol

PENGENDALIAN PINTU GERBANG OTOMATIS BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL (PLC) SKRIPSI JONATHAN H

BAB V OPERASIONAL PROGRAMMING CONSOLE

Bab 2 Relay Prinsip dan Aplikasi

BAB II LANDASAN TEORI

Programmable Logic Controller (PLC) Pendahuluan

PROFESIONAL DAN MANDIRI

JENIS SERTA KEGUNAAN KONTAKTOR MAGNET

Pemrograman Programmable Logic Controller

APLIKASI KONTAKTOR MAGNETIK

Gambar 2.1 Logika PLC (Programmable Logic Controller)

OMRON PCM1A. Programmable Logic Controller (PLC) ( Instruksi Dasar Pemrograman dengan Ladder Diagram )

Programmable Logic Controller

UNTUK KALANGAN SENDIRI

OLEH : NAMA : SITI MALAHAYATI SARI KELAS : EL-3E NIM :

Industrial Informatics and Automation laboratory Electrical Engineering Department Industrial Technology Faculty Institut Teknologi Sepuluh Nopember

BAB VI MENGENAL TRAINER " BATO - 05 "

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Gambar 1.1 Berbagai bentuk PLC 1

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN KONTROL PANEL

BAB I KOMPONEN DAN RANGKAIAN LATCH/PENGUNCI

KATA PENGANTAR. Malang, Februari 2014 Penyusun. Slamet Wibawanto 2

Materi 7: Introduction to PLC Programming Language

BAB III METODOLOGI PELAKSANAAN

Transkripsi:

BAB IV BAHASA PROGRAM PLC Sebelum menyusun suatu program untuk pengoperasian PLC pada pengontrolan suatu system atau proses, harus mengetahui dan menghafal bahasa program PLC yang akan digunakannya. PLC tidak dapat digunakan apabila tidak dimasukkan instruksi instruksi atau program. Perintah perintah atau program yang telah dibuat oleh seorang programmer jika dimasukkan ke dalam PLC harus menggunakan bahasa program PLC itu sendiri. Dengan bahasa perantara ini seorang programmer dapat berkomunikasi langsung dengan PLC, serta dapat mengatur cara kerja dari PLC sesuai dengan yang diinginkan. Adapun bahasa program PLC disebut Relay Ladder Logic yang harus diketahui dan dihafal mulai dari : 1. MNEMONIC CODE ( kode mnemonic ) 2. LADDER DIAGRAM ( diagram tangga ) 3. FUNCTION PLAN ( kode gerbang ) 4. FUNCTION BLOCK (diagram tangga khusus) 5. FLOW SIGN ( aliran sinyal ) 1. MNEMONIC CODE Mnemonic code ( kode mnemonic ) merupakan perintah dasar yang sederhana dan umum digunakan oleh PLC. Dalam penulisan mnemonic code mempunyai hubungan erat dengan ladder diagram yang dibuatnya. Apabila memasukkan program ke PLC dengan menggunakan Programming Console, mnemonic code haruslah lebih dulu difahaminya. Apabila mnemonic code salah maka ladder diagram pun akan menjadi TNA 18

salah, begitu juga dengan sebaliknya sehingga PLC tidak dapat dioperasikan. Perintah Mnemonic code ini selalu digunakan apabila PLC tersebut menggunakan programming console. Adapun jenis perintah perintah Mnemonic code di dalam pemprograman yang sederhana dan merupakan inti dasar dari suatu pemprograman control system adalah : A. PERINTAH DASAR Perintah dasar ini adalah perintah yang paling utama dan sering digunakan dalam penulisan kode mneumonik serta selalu pasti ada di setiap pemprograman system control menggunakan PLC. ADAPUN MACAM MACAM PERINTAH DASAR adalah : 1. LOAD Perintah LOAD yang sering disingkat dengan adalah awalan dari garis logika atau block. Jika dalam rangkaian manual fungsinya sama dengan suatu bentuk input kontak NO ( Normally Open ) / saklar / sensor. 2. NOT Perintah NOT adalah perintah kebalikan ( inverts ) input atau yang berarti tidak atau yang bersifat tertutup. Jika dalam rangkaian manual fungsinya sama dengan suatu bentuk input kontak NC ( Normally Close ). 3. AND Perintah AND adalah perintah yang digunakan untuk menghubungkan secara segaris yang berarti dan. Jika dalam rangkaian manual fungsinya merupakan hubungan kontak kontak bantu secara seri dua atau lebih dari suatu input, baik yang berupa NO ataupun NC. TNA 19

OR Perintah OR adalah perintah yang digunakan untuk menghubungkan secara sejajar yang berarti atau. Jika dalam rangkaian manual fungsinya merupakan hubungan kontak kontak bantu secara paralel dua atau lebih dari suatu input, baik yang berupa NO ataupun NC. 4. Perintah adalah perintah yang digunakan untuk batas dari suatu akhir perintah diagram satu garis atau yang merupakan bagian akhir dari satu perintah. Jika dalam rangkaian manual fungsinya merupakan hubungan akhir yang menuju ke koil kontaktor. 5. END ( 01 ) Perintah END ( 01 ) adalah perintah yang digunakan untuk menandai pemprograman telah selesai atau pengisian program sudah akhir. Jika akhir pengisian program tidak diberi perintah END ( 01 ), maka pemprograman dianggap belum selesai ( no end inst ) dan PLC tidak dapat dioperasikan. Contoh pemakaian perintah dasar Gambar rangkaian mnemonic code ALAMAT INSTRUKSI DATA KET S0 0000 NOT 0000 S0 0001 AND 0001 S1 S1 K5 0002 OR 0500 K5 0003 1010 0 0004 END (01) - selesai 0 TNA 20

B. PROGRAM SERI PARALLEL Untuk memprogram rangkaian seri dan parallel ada tekniknya agar memori yang dipakai lebih sedikit. Adapun pembacaan program harus dikelompokkan dulu dan dirangkai secara berurutan sesuai denga gambar rangkaian yang di buat. S0 FL 1 2 3 S1 FLa A B FGa 4 S0 C FG 5 6 TS D E RANGKAIAN KONTROL GAS TNA 21

Dari gambar itu maka jika dibuat kode mneumonik, haruslah dikelompokkan yang nantinya akan dapat diprogramkan ke dalam PLC. Pengelompokan dapat dilakukan berdasarkan urutan dari rangkaian gambar diatas yang kemudian dipilah pilah terlebih dahulu dengan kelompok dan induk kelompok. Hal ini bertujuan agar lebih mudah dalam mengisikan program dan agar tidak terjadi error program. ALAMAT INSTRUKSI DATA KELOMPOK 0000 NOT 0000 1 0001 AND 0001 0002 0002 2 0003 AND 0003 0004 OR - 0005 OR 0004 3 0006 AND 0005 4 0007 AND NOT 0000 0008 0006 5 0009 AND 0007 0010 OR 0004 6 0011 AND - 0012 1000 INDUK KELOMPOK A B C D E KET S0 S1 FL FLa - FGa S0 FG TS - koil TNA 22

Coba buat kode mneumonik rangkaian manual di bawah ini!!! A. B. C. OL1 OL1 OL1 95 96 1 S2 K2 S0 2 K2 K2 D. E F0 95 96 21 OL1 95 S0 96 22 1 13 S1 14 13 44 13 1 M M K4M K2T 14 43 14 2 S2 K2 31 21 21 K3M K4M K3M 32 22 22 K2 A1 a A1 A1 M K2T t K3M K4M A2 b A2 A2 TNA 23

C. PERINTAH LANJUTAN Perintah lanjutan adalah merupakan perintah yang digunakan pada program program tertentu dan pemakaiannya menggunakan symbol dari jenis FUN ( ). Perintah ini bersifat program tertentu, seperti : timer, pembanding, dan penghitungan. BEBERAPA MACAM JENIS JENIS PERINTAH LANJUTAN : 1. IL ( 02 ) dan ILC ( 03 ) Perintah IL ( 02 ) merupakan perintah INTERLOCK, dan ILC ( 03 ) merupakan perintah INTERLOCK CLEAR. Perintah IL (02) selalu diakhiri dengan perintah ILC (03). Jadi ILC (03) adalah tanda yang menyatakan akhir dari suatu bagian rangkaian yang ada diantara interlock. Contoh pemakaian perintah IL (02) dan ILC (03) MnemonicCode ALAMAT INSTRUKSI DATA 0100 0101 0102 0103 0104 0105 0106 0107 0108 0109 IL (02) AND NOT ILC (03) 0002-0005 1000 1005 0007 0500 1005 1100 - Dari hasil penulisan kode mneumonik, bila input 0002 dalam keadaan off, maka semua koil output yang berada diantara IL dan ILC pasti akan off. Jika kontak 0002 dalam keadaan on maka semua koil output bekerja dalam keadaan normal. 2. JMP ( 04 ) dan JME ( 05 ) Perintah JMP ( 04 ) adalah perintah meloncat, dan JME ( 05 ) adalah intruksi dari akhir perintah meloncat. Perintah JMP ( 04 ) selalu dipasangkan dengan perintah JME ( 05 ) yang berfungsi sebagai perintah meloncat ke program berikutnya apabila suatu keadaan input di JMP TNA 24

tidak ada. Tapi jika keadaan input JMP ( 04 ) terpenuhi ( on ) maka program akan dijalankan yang ada diantara JMP ( 04 ) dan JME ( 05 ). Contoh pemakaian perintah JMP (04) dan JME (05) MnemonicCode ALAMAT INSTRUKSI DATA 0100 0101 0102 0103 0104 0105 0106 0107 0108 0109 JMP ( 04 ) AND NOT JME ( 05 ) 0002-0005 1000 1005 0007 0500 1005 1100 - Dari hasil penulisan kode mneumonik, bila input 0002 dalam keadaan off, maka semua koil output yang berada diantara JMP dan JME tidak dapat bekerja secara normal. Jika kontak 0002 dalam keadaan on maka semua koil output bekerja dalam keadaan normal. 3. KEEP ( 11 ) Perintah KEEP ( 11 ) adalah perintah mengunci agar output relay tetap dalam keadaan on dari suatu output relay ( latching relay ) tanpa ada kontak penguncinya. Perintah ini cukup dengan memasukkan input Set ( S ) dan mematikannya dengan memberi sinyal input Reset ( R ) serta nomor koil yang akan kita KEEP. Contoh pemakaian perintah KEEP ( 11 ) MnemonicCode Dari hasil penulisan kode mneumonik, ALAMAT INSTRUKSI DATA 0100 0002 bila input 0002 dalam keadaan off, 0101 0003 maka koil output 0501 dalam keadaan 0102 KEEP ( 11 ) 0501 off juga. Jika input 0002 on maka secara otomatis koil 0501 akan on dan mengunci. Apabila di beri input 0003 on, maka koil 0501 akan off dengan sendirinya. Fungsi koil ini sering digunakan untuk penguncian yang sifatnya permanen dan system control yang jarang diubah ubah lagi. TNA 25

Grafik 1. Alur Sinyal Perintah KEEP ( 11 ) Input 0002 ON OFF Koil 0501 ON OFF Input 0003 ON OFF 4. CNT dan CNTR ( 12 ) Perintah CNT atau CNTR adalah perintah menghitung pulsa yang masuk / counter. Bedanya CNT menghitung pulsa yang masuk secara maju atau sekali saja, tetapi untuk CNTR menghitung pulsa yang masuk secara maju dan mundur, yaitu setelah hitungan selesai CNTR dari nol sampai yang ditentukan langsung menghitung mundur sampai menjadi nol lagi. Contoh pemakaian perintah CNT dan CNTR ( 12 ) Mnemonic Code ALAMAT 0100 0101 0102 0103 0103 INSTRUKSI CNT DATA 0002 0003 001 #0005 CNT001 0500 Dari kode mnemonik dapat diartikan bahwa jika input 0002 bekerja on-off sebanyak 5 kali, maka CNT001 akan menghitung sebanyak 5 kali sehingga koil CNT001 kan on dan menggerakkan koil output 0500 menjadi on. CNT atau CNTR ini banyak digunakan sebagai sensor ataupun limit switch yang sifatnya bekerja berdasarkan jumlah yang diinginkan untuk penghitungan. 5. TIM dan TIMH ( 15 ) Perintah TIM merupakan perintah sebagai waktu / timer. Sedangkan TIMH (15) juga merupakan perintah waktu / timer, bedanya waktu yang TNA 26

digunakan jika menggunakan TIM adalah selang waktu yang panjang mulai dari 0,1 detik sampai 999,9 detik. Tapi jika menggunakan TIMH selang waktunya 0,01 detik sampai 99,99 detik. Pengesetan waktu dan jumlah timer yang dipakai tergantung dari kebutuhan dengan memasukkan data timer mulai 000 sampai dengan 511 dan pengisian data panjang waktu yang diawali dengan tanda # atau dengan penulisan langsung # 0060 ( berarti ± 3 detik ). Contoh pemakaian perintah TIM dan TIMH ( 15 ) Mnemonic Code ALAMAT INSTRUKSI DATA Dari program ini bila input 0002 on, 0100 0002 maka TIM001 akan on dan mulai 0101 TIM 001 #0060 menghitung #0060 ( ± 3 detik ). Setelah TIM001 berjalan ± 3 detik maka koil 0102 TIM001 output 0500 on. Jika input 0002 0103 0500 dimatikan saat TIM001 melaksanakan perhitungan maka TIM001 akan kembali ke setting awal. Rangkaian TIM digunakan untuk ON DELAY atau OFF DELAY. Keadaan yang sama juga terjadi pada TIMH. Grafik 3. Alur Waktu Perintah TIM atau TIMH ( 15 ) Input 0002 ON OFF Koil 0500 ON OFF TIM001 #0060 6. DIFU ( 13 ) dan DIFD ( 14 ) 7. SFT ( 10 ) 8. MOV ( 21 ) 9. CMP ( 20 ) 10. Dll TNA 27

2. LADDER DIAGRAM Ladder Diagram atau yang sering disebut dengan diagram tangga pada PLC adalah mempunyai fungsi yang sama dengan gambar rangkaian kontrol pada system konvensional, yaitu sebagai perangkai peralatan control yang satu dengan yang lain. Pemakaian diagram tangga ini selalu digunakan pada penginputan program pada PLC jika menggunakan PC ( Personnal Computer ). Tetapi jika pengoperasian PLC tidak menggunakan Computer, yang hanya menggunakan Programming Console diagram tangga ini tidak mutlak untuk diketahui. Menggambar Ladder Digram dalam PLC selalu diawali dengan garis vertikal yang mulai dari sebelah kiri dan sering juga diakhiri garis vertikal yang berada disebelah kanan. Pada umumnya garis vertikan yang berada pada sebelah kanan sering juga tidak digambar. Dalam menggunakan program PLC rangkaian pengendali ( control ) tersebut digambarkan pada diagram tangga dengan simbol simbol sebagai berikut : A. SIMBOL pada PLC OMRON Simbol PLC : Bas bar ( bas bar awal dan bas bar akhir ) Simbol manual : Awal / akhir dari rangkaian. Dari Line menuju ke rangkaian. Dari rangkaian menuju netral. Simbol PLC Simbol manual : Input / Kontak NO : Relay / kontaktor Kontak NO ( Normally Open ) Saklar / sensor / MCB / limits switch, dll. TNA 28

Simbol PLC Simbol manual : Input / Kontak NC : Relay / kontaktor Kontak NC ( Normally Closed ) Saklar / sensor / MCB / limits switch,dll Simbol PLC Simbol manual : Output : Koil Kontaktor Relay ( A1 ) FUN... Simbol PLC : Fungsi ( FUN ) Simbol manual : Relay pembantu Waktu / pembanding / penghitung. END Simbol PLC : Akhir program ( FUN [ 01] ) Simbol manual : - TNA 29

B. ATURAN LADDER DIAGRAM Dalam menggambar ladder diagram PLC juga mengikuti aturan aturan yang ada dalam prosessor tersebut. Aturan ini bertujuan agar program yang diisikan dapat beroperasi sesuai dengan perintah sehingga tidak terjadi error program atau yang biasa disebut dengan invalid program. Aturan aturan program : 1. Awal gambar selalu diawali dengan bas bar kiri dan arah gambar adalah dari kiri ke kanan atau dari bas bar ke output. a. Benar b. Salah Gambar 8. Rangkaian Antar bus bar. 2. Bas bar sebelah kanan boleh tidak digambar. a. Benar b.boleh Gambar 9. Rangkaian dengan Bus Bar TNA 30

3. Awal pemasangan kontak parallel diawali dari bus bar. a b c a b c d d a. Benar b. Salah Gambar 10. Pemasangan Kontak. 4. Setelah output tidak boleh ada kontak lagi. a b c d a b c d e a. Benar b. Salah e Gambar 11. Sisipan Kontak 5. Output tidak boleh dipasang langsung pada Bus bar. a. Benar b.salah Gambar 12. Rangkaian Output. 6. Timer, Counter, Output lain hanya dapat dihubungkan parallel. FUN ( ) Gambar 13. Hubungan Output Parallel. TNA 31

3. FLOW SIGN Aliran sinyal atau flow sign merupakan jalannya arus yang mengalir pada rangkaian yang digambar atau diprogram dalam PLC tersebut. Aliran sinyal ini berjalan mulai dari bus bar sebelah kanan dimana alamat alamat dituliskan. Arah aliran data input dari bus bar menuju ke output dari gambar rangkaian program yang diisikan. Gambar 14. Aliran Sinyal Data. Program dieksekusi mulai dari alamat terkecil sampai alamat terbesar atau sampai menemukan perintah END dalam satu program dan kembali membaca lagi dari alamat terkecil sampai alamat terbesar di program selanjutnya. ALAMAT INSTRUKSI DATA 0000 0001 0002 0358 AND OR.. END ( 01 ) 0005 0003 1000 - Gambar 15. Pembacaan Program TNA 32

LATIHAN 1. Pintu otomatis Diskripsi kerja : 1. Pintu dalam keadaan menutup dan menekan limits switch tengah. Pada saat itu limits switch dapat dalam keadaan ON maupun OFF. 2. Saat ada orang yang mau lewat pintu tersebut akan menginjak saklar injak ON pada lantai, maka pintu langsung membuka. 3. Pintu membuka sampai menyentuh limits switch samping, maka pintu akan berhenti. 4. Setelah beberapa saat pintu secara otomatis menutup kembali sampai menyentuh limits switch tengah. 5. Jika banyak orang yang lewat sehingga saklar injak sering tertekan maka pintu membuka terus. 6. Meskipun pintu masih dalam keadaan berjalan menutup, jika ada orang yang akan lewat maka pintu membuka kembali. TNA 33

2.Penggilingan Batu Aspal Diskripsi Kerja : 1. Saat pertama jalan konveyor miring akan bekerja. 2. Bersamaan juga motor penggetar tangki atas bekerja ( ON ), saat batu - batu mulai diisikan di tangki atas. 3. Batu yang berasal dari tangki atas tersebut akan dibawah oleh konveyor miring ke tangki bawah. 4. Tangki bawah akan terisi penuh sampai menyentuh limits switch atas sehingga motor penghancur batu akan bekerja ( ON ). 5. Ketika motor penghancur bekerja ( ON ) konveyor bawah juga bekerja untuk mengisikan ke mobil tangki. 6. Jika batu yang dihancurhan habis hingga mengenai limits switch bawah maka motor penghacur berhenti dan konveyor bawah beberapa saat juga akan berhenti. 7. Proses ini akan terus berjalan berulang - ulang sampai proses dimatikan. TNA 34