BAB III EKSPERIMENTAL

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

BAB 3 METODOLOGI PENGUJIAN

BAB IV EVALUASI PROTOTIPE DAN PENGUJIAN PROTOTIPE

BAB IV EVALUASI PROTOTYPE DAN PENGUJIAN PROTOTYPE

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian hampir seluruhnya dilakukan di laboratorium Gedung Fisika Material

BAB III METOLOGI PENELITIAN

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA GENAP

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Jalan Arif Rachman Hakim, Gg. Kya i Haji Ahmad. Tabel 1. Jadwal Kegiatan Penelitian

BAB IV METODE PENGUJIAN CIGARETTE SMOKE FILTER

Gambar 3.1. Plastik LDPE ukuran 5x5 cm

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PROSES PEMBUATAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PEMBANDING TERMOMETER

III. METODE PENELITIAN. Desember 2011 di bengkel Mekanisasi Pertanian Jurusan Teknik Pertanian

III. METODOLOGI PENELITIAN. berdasarkan prosedur yang telah di rencanakan sebelumnya. Dalam pengambilan data

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

Bab IV Data Percobaan dan Analisis Data

2.2.3 Persentil Konsep Perancangan dan Pengukuran Concept Scoring Hidrogen Karbon Monoksida 2-25

BAB III PENGUJIAN ALAT THERMOELECTRIC GENERATOR

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

Dengan cara pemakaian yang benar, Anda akan mendapatkan manfaat yang maksimal selama bertahun-tahun.

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN DAN PABRIKASI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL & ANALISIS

BAB III PROSEDUR PENGUJIAN

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

1. Bagian Utama Boiler

III. METODELOGI PENELITIAN. Tempat dan waktu penelitian yang telah dilakukan pada penelitian ini adalah

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Mesin uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah mesin 2 langkah 135 cc dengan data sebagai berikut :

KAJIAN EKSPERIMEN COOLING WATER DENGAN SISTEM FAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

RANCANG BANGUN AUTOCLAVE MINI UNTUK UJI KOROSI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Area terhadap hasil rancang bangun alat Uji Konduktivitas Thermal Material.

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. bahan dan alat uji yang digunakan untuk pengumpulan data, pengujian, diagram

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. berikut ini adalah diagram alir kerangka pelaksanaan penelitian. PEMBUATAN CATALYTIC CONVERTER PENGUJIAN EMISI

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN TUDUNG HISAP (EXHAUST HOOD) DOMO

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

Mesin uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor 4-

Gambar 3.1 Diagram alir metodologi pengujian

Buku Petunjuk Pemakaian Pengering Rambut Ion Negatif

EXHAUST SYSTEM GENERATOR: KNALPOT PENGHASIL LISTRIK DENGAN PRINSIP TERMOELEKTRIK

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. diulang-ulang dengan delay 100 ms. kemudian keluaran tegangan dari Pin.4 akan

DESAIN DAN PERAKITAN ALAT KONTROL TEMPERATUR UNTUK PERALATAN NITRIDASI PLASMA ABSTRAK ABSTRACT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB III METODE PERANCANGAN

SESSION 12 POWER PLANT OPERATION

Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB VI PEMBAHASAN. perawatan kesehatan, termasuk bagian dari bangunan gedung tersebut.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI. Genset 1100 watt berbahan bakar gas antara lain. 2 perangkat berbeda yaitu engine dan generator atau altenator.

BAB III METODE PEMBUATAN

yang digunakan adalah sebagai berikut. Perbandingan kompresi : 9,5 : 1 : 12 V / 5 Ah Kapasitas tangki bahan bakar : 4,3 liter Tahun Pembuatan : 2004

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Alat Pirolisis Limbah Plastik LDPE untuk Menghasilkan Bahan Bakar Cair dengan Kapasitas 3 Kg/Batch BAB III METODOLOGI

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PEMBUATAN ALAT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bahan Penelitian Pada penelitian ini refrigeran yang digunakan adalah Yescool TM R-134a.

BAB III METODE PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PELAKSANAAN PENGUJIAN

PERBAIKAN DAN PENGGANTIAN SISTEM PENDINGIN MESIN OPEL BLAZER DOHC LT PENGAPLIKASIAN DIGITAL TEMPERATURE CONTROL DC 12 VOLT

BAB IV PENGUJIAN DAPUR BUSUR LISTRIK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III SISTEM PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam tugas akhir ini ada beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam


DA V Series BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN PEMANAS AIR (WATER HEATER) DAN KARTU GARANSI DAFTAR ISI

III.METODOLOGI PENELITIAN. 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di

4.1. Menghitung Kapasitas Silinder

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

METODOLOGI PENELITIAN

LAPORAN PRAKTIKUM LAS DAN TEMPA

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN TUDUNG HISAP (HOOD) DOMO

METODOLOGI PENELITIAN. 1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 100 cc. uji yang digunakan adalah sebagai berikut :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

MESIN PEMIPIH DAN PEMOTONG ADONAN MIE

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

SPESIFIKASI TEKNIK KOMPOR GAS BAHAN BAKAR LPG SATU TUNGKU DENGAN SISTEM PEMANTIK MEKANIK KHUSUS UNTUK USAHA MIKRO

III.METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Pabrik Kopi Tulen Lampung Barat untuk

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN LEMARI PENDINGIN (REFRIGERATOR) DOMO

Bab III Rancangan dan Prosedur Percobaan

Transkripsi:

BAB III EKSPERIMENTAL III.1. PERALATAN EKSPERIMENTAL Pada penelitian ini penulis menggunakan alat yang bernama kalorimeter api ( cone calorimeter ). Alat ini merupakan alat uji berskala laboratorium yang dimiliki oleh Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia. Alat tersebut dirancang untuk mengukur berbagai karakteristik atau sifat bakar material bangunan seperti waktu penyalaan, laju penurunan massa, laju produksi kalor, kpnsentrasi gas buang. Gambar 3.1 Kalorimeter api 23

Keterangan Arus Data dari DAQ ke PC Exhaust Gas Sampling Termokopel Sensor Heater Selang manometer 1.Dudukan Sistem Heater (adjustable) 2.Kenop pengatur ketinggian heater 3.Timbangan Digital 4.Conical Heater 5.Exhaust Fan 6.Fan pendingin motor blower 7.Panel Kontrol 8.Manometer Miring 9.Data Acquisition 10.Gas Analyzer 11.Personal Computer a. emergency button b. main power lamp c. main circuit breaker d. exhaust fan switch & fuse e. cooling fan switch & fuse f. heater switch & fuse g. inverter h. temperature control Gambar 3.2 Skema kalorimeter api beserta komponennya Komponen komponen yang terdapat pada peralatan tersebut diatas adalah sebagai berikut : 1. Conical heater; adalah pemanas udara berbentuk kerucut yang terpotong. Proses pembuatan dari sistem conical heater ini telah dipaparkan dengan jelas oleh Fahrudin [2004] dalam tugas akhirnya Pengujian Sifat Bakar Material Terhadap Radiasi Panas. Conical heater yang digunakan pada kalorimeter api berdaya 4000W/220V dengan temperature maksimum 600 o C. Temperature heater diatur oleh kontrol temperature ( PID ). Adapun tipe dari temperature control yang digunakan adalah jenis digital Autonics TZ4ST 14R. Bagian lain yang juga terdapat pada sistem Conical heater ini adalah solid-state relay. Alat tersebut berfungsi sebagai sebuah semi 24

konduktor yang dapat digunakan untuk menggantikan elektromekanikal biasa, dengan kelebihannya dapat dinyalakan dan dimatikan dengan cepat. Daya Tegangan Dimensi Bahan selimut (cover) Isolator : 4000W : 220V : diameter atas 80mm, diameter bawah 160mm, tinggi 65mm : Stainless Steel 0,4 mm : pita Asbes Gambar 3.3 Conical heater 25

2. Termokopel tipe k; alat ini digunakan untuk mengukur temperature pada sampel yang sedang diuji. Dimana termokopel dihubungkan dengan sistem data colection dengan tipe ADAM 4250 dan ADAM 4018. 3. Timbangan elektronik; adalah alat yang berfungsi untuk mengukur penurunan massa sampel, selama proses pembakaran berlangsung. 4. Saluran ducting ( gas buang ); komponen yang berfungsi sebagai media pengatur pembuangan gas buang yang dihasilkan oleh sampel pada saat percobann berlangsung. 5. Pemegang sampel; alat yang berfungsi untuk memegang sampel uji selama eksperimen berlangsung. 6. Data collection; perangkat data akuisisi yang digunakan adalah ADAM 4250 dan ADAM 4018M, yang berfungsi mencatat data data dari sensor termokopel pada heater, sampel, dan ducting. 7. Saluran Pengambilan sampel gas yang terhubung dengan gas analizer, Quintox KM 9106. III.2. PROSEDUR PRA - PENGUJIAN Sebelum melakukan pengujian perlu adanya prosedur pra-persiapan pengujian baik dari segi teknis maupun nonteknis. Prosedur pra-pengujian merupakan suatu standar sebagai acuan untuk melaksanakan pengujian berikutnya secara baik dan teratur. Hal ini menjadi sangat penting dalam upaya untuk menghindari dan meminimalisisr kemungkinan kemungkinan yang tidak diinginkan. Dalam melakukan pengujian digunakan acuan berupa standart ASTM, terkkait dengan prosedur persiapan pengujian yang aman dan benar. Hal hal yang tidak terdapat dalam ASTM, ditambahkan penulis terkait dengan persiapan pengujian yang dilakukan dengan tanpa mengurangi esensi dari prosedur pra-pengujian yang aman dan benar. Prosedur pra-pengujian dibuat dengan melalui beberapa pertimbangan, seperti: aspek keselamatan (safety); setting alat uji, dan persiapan sampel yang digunakan dalam pengujian. Ketiga bagian prosedur pra-pengujian tesebut akan dijelaskan sebagai berikut dibawah ini. 26

III.2.I PERALATAN KEAMANAN ( SAFETY EQUIPMENT ) Aspek keselamatan merupakan pertimbangan utama dalam prosedur pengujian dan dijabarkan dalam prosedur tersebut sebagai tindakan-tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi hal-hal berbahaya. Selain penjabaran tersebut, di dalam prosedur disebutkan pula resiko-resiko bagi operator yang mungkin terjadi pada saat pengujian, sehingga operator memiliki kesadaran untuk mematuhi prosedur dan menggunakan alat-alat perlindungan demi keselamatannya. Adapun alat-alat perlindungan yang dipakai pada pengujian ini adalah sebagai berikut: Sarung tangan yang terbuat dari material tahan panas (dalam pengujian digunakan sarung tangan asbes) Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tipe dry powder mengingat banyaknya peralatan listrik yang dipakai dalam pengujian Tidak menghubungkan kabel Kalorimeter Api, kabel komputer, kabel Data collector, kabel load cell pada satu terminal listrik, hal ini untuk menghindari adanya kelebihan beban arus yang menyebabkan terminal listrik terbakar dan terjadi konsleting listrik. Sekring-sekring pengaman peralatan listrik Test-pen untuk memeriksa kebocoran arus listrik Stiker-stiker tanda peringatan bahaya Safety shoes, hal ini berguna untuk melindungi diri seandainya terjadi kebocoran arus listrik Safety duck, alat ini berfungsi sebagai media exhaust fan, seandainya terlalu banyak asap yang terdapat didalam ruangan percobaan. Kaca mata, alat ini bisa digunakan untuk melindungi mata agar tidak sakit jika asap yang dihasilkan sangat banyak. Peralatan tersebut diatas harus benar benar dipastikan dapat berfungsi secara optimal, sehingga dapat berguna sesuai dengan fungsi dan perannya masing masing. 27

III.3. PERSIAPAN DAN SETTING ALAT UJI Pada dasarnya persiapan alat uji merupakan proses pemasangan seluruh alatalat ukur yang digunakan selama pengujian dan pemastian alat-alat ukur tersebut terpasang dengan baik serta dapat digunakan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama tahap persiapan ini, antara lain: pemasangan semua kabel termokopel pada data acquisition (ADAM); pemasangan timbangan digital pada tempatnya; pemasangan system gas analyzer; pemasangan selang dari orifis ke manometer miring; dan pemastian semua alat ukur tersebut bekerja dengan baik. Selain persiapan alat uji, diperlukan juga suatu proses setting alat uji. Setting alat uji merupakan proses pengaturan parameter-parameter yang akan digunakan dalam pengujian, seperti: orientasi heater, orientasi dudukan sampel, jarak heater ke sampel, laju aliran blower, pengecekan pemantik untuk memicu pembakaran, serta parameterparameter lainnya. Proses ini nantinya akan menentukan konsistensi dan validitas atas pengujian yang dilakukan. Untuk pengujian kali ini beberapa hal yang harus dilakukan sebelum proses pengambilan data dilakukan : Pastikan bahwa cone calorimeter, exhaust blower, gas analizer, load cell, dan manometer miring dalam keadaan normal dan siap digunakan. Pastikan program DAQ yang akan digunakan dalam kondisi normal dan terlebih dahulu dikalibrasi. Setting exhaust fan pada frekuensi 13,3 Hz. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan nilai flow rate sesuai dengan standart yang telah ditetapkan dalam ASTM, yaitu sebesar 0,024 m 3 /s. Pastikan pemantik ( igniter ) dalam kondisi siap pakai dan peletakan pemantik berjarak 1 cm diatas permukaan sampel. Setting alarm pada gas analyzer untuk menunjukkan kadar CO ( batas pada 400 ppm ). Tidak menghubungkan kabel kalorimeter api, kabel komputer, serta kabel gas analyzer pada satu stop kontak untuk menghindari kelebihan beban yang dapat menyebabkan kebakaran. Dalam pengujian ini dilakukan variasi temperature heater ( temperature 600 o C dan 500 o C ) terhadap sampel kayu lapis. Untuk memudahkan setting alat uji ( heater ), maka dalam menyalakan heater harus dimulai dengan temperatur yang kecil terlebih dahulu, yaitu dengan menaikkan temperatur heater pada kelipatan 50 o C. Dengan 28

demikian akan dicapai temperature heater yang kita inginkan dengan cepat dan stabil. Berikut beberapa parameter pengujian yang harus dilakukan : Temperatur Heater 500 o ± 5 o C dan 600oC ± 5 o C Jarak antara heater dan sampel menggunakan dua variasi, yaitu : 3cm dan 5cm. Frekuensi motor blower 13,3 Hz. Orientasi kayu terhadap heater dilakukan dalam tiga variasi, yaitu : vertikal, miring 45 o, dan horizontal dengan radiasi dari arah bawah sampel. Pemakaian pemantik untuk memicu pembakaran sampel kayu Posisi dudukan sampel selalu tegak lurus terhadap arah radiasi yang diberikan. Pemakaian gas analyzer untuk mengetahui kadar oksigen dan temperature gas buang hasil pembakaran. Proses persiapan dan setting kalorimeter api hendaknya dilakukan ± 1 jam sebelum pengujian. Waktu proses selama itu bertujuan untuk memastikan agar sistem berfungsi baik, dalam kondisi stabil dan parameter-parameter pengujian telah diatur dengan baik. Selain itu, lamanya proses ini juga memberi waktu untuk kalibrasi gas analyzer, dan mempersiapkan software visidaq. Dalam eksperimen dilakukan beberapa orientasi arah sampel, sehingga diperlukan persiapan pemasangan alat uji dalam hal ini heater dan pemegang sampel. Berikut gambar heater dan pemegang sampel dalam ketiga orientasi tersebut. 29

(a) (b) (c) Gambar 3.4(a) Posisi heater untuk posisi vertikal, (b) Posisi heater untuk arah miring, (c) Pemegang sampel untuk arah horizontal dengan heater dari bawah yang dilengkapi dua baut sebagai pemegang kayu. 30

III.4. PERSIAPAN SAMPEL Tahap persiapan sampel meliputi segala kegiatan yang berkaitan secara langsung dengan sampel, baik berupa: penyediaan sampel, karakteristik sampel, orientasi sampel, perlakuan (treatment) khusus yang perlu dilakukan, penyimpanan dan lain-lain. Sampel disediakan dalam jumlah cukup dan berasal dari sumber yang sama. Hal ini dilakukan untuk memastikan keseragaman sampel dari jenis yang sama dan menghindari perbedaan karakteristik sampel yang akan diuji. Dalam pengujian ini sampel yang digunakan adalah kayu lapis ( plywood ) dengan bahan dasar kayu jati belanda. Sampel yang didapatkan dalam bentuk lembaran dengan ketebalan yang sama yaitu 10 cm. Kemudian kayu tersebut dipotong dengan gergaji dengan dimensi masing masing 10cm x 10cm. dalam pengukuran menggunakan empat termokopel yang diletakkan dua dipermukaan serta dua lainnya didalam kayu ( ditanam ), sehingga sebelum diuji kayu perlu dibor dengan mata bor 1 mm dengan kedalaman sekitar 25 mm pada ketebalan 5mm pada kedua sisi yag berhadapan. Untuk pengujian dengan arah horizontal radiasi dari bawah perlu dilakukan pengeboran tambahan sebanyak dua lubang dengan jarak masing masing 25mm dari center kayu yang gunanya untuk menempelkan sampel kayu dengan baut saat dibakar. Dalam pemotongannya tidak perlu memperhatikan arah serat, karena kayu lapis tidak mempunyai serat dan mempunyai permukaan yang sama. Gambar 3.5 Sampel kayu lapis ( plywood ) Sampel yang akan digunakan pada pengujian dicatat terlebih dahulu massanya, kemudian diberi kode pada setiap sampel untuk mepermudah dalam 31

organisasi data dan orientasi lain yang mungkin akan mempengaruhi hasil pengujian. Pelaksanaan treatment pada sampel dilakukan beberapa hari sebelum pengujian sehingga saat pengujian dilaksanakan, sampel telah benar-benar siap untuk diuji. Pada permukaan atau tepi sampel dilakukan treatment berupa penghalusan / pengamplasan permukaan sampel ( bila diperlukan ). Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya sifat baur permukaan yang akan menyebabkan radiative loss heat flux atau rugi radiasi fluks kalor berupa baur yang dihasilkan oleh permukaan sampel yang tidak rata. Treatment ini dilakukan jauh hari sebelum melakukan pengujian. Setelah sampel diamplas, kemudian sampel dibungkus dengan alumunium foil. Tempat penyimpanan sampel tersebut harus kedap udara pada temperatur ruangan 25± 3 o C, 1 atm dengan relative humidity (RH) 50±5%. Treatment ini untuk mencegah terjadinya perubahan karakteristik sampel, seperti moisture content, karena pengujian sampel tidak dilakukan dalam waktu dan hari yang sama selama periode pengujian. III.5. PENGUJIAN Tahap pengujian sebenarnya merupakan proses pengambilan data-data dari pembakaran suatu sampel, baik itu berupa massa sampel dan waktu penyalaan serta kamera untuk melihat fenomena-fenomena yang terjadi. Parameter-parameter di atas diambil datanya oleh masing-masing jenis alat ukur. Proses pengambilan data ini dilakukan setiap 10 detik yang bia dilihat dimonitor komputer saat mengukur temperature dengan DAQ atau juga bisa bersamaan dengan sinyal bunyi dari Quintox Control Gas Analyzer yang telah diatur pada interval waktu yang sama. Data seluruh temperatur dari setiap termokopel langsung dibaca software VisiDAQ melalui data acquisition ADAM, sedangkan data konsentrasi gas buang terbaca pada logger gas analyzer. Sebagian data lainnya (massa) dicatat secara manual dengan acuan waktu pencatatan berupa bunyi sinyal gas analyzer seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, waktu penyalaan bisa diukur dengan melihat waktu dimonitor komputer ataupun dengan stopwatch kemudian dicatat manual. Data yang diambil pada penelitian ini hanyalah data penurunan massa untuk setiap orientasi posisi sampel. Data yang pertama diambil adalah sampel dengan orientasi vertikal, yang kedua adalah sampel dengan orientasi miring 45 o, dan yang ketiga adalah sampel dengan orientasi horizontal dengan arah radiasi dari bawah. 32

Selain variasi orientasi posisi sampel juga divariasikan jarak sampel dengan heater, yaitu pada jarak 3cm dan 5cm. III.6. PASCA PENGUJIAN Pasca pengujian mencakup seluruh kegiatan yang dilakukan setelah pengujian selesai, baik berupa proses persiapan alat untuk pengujian kembali, maupun proses penonaktifan seluruh komponen pada kalorimeter api. Apabila akan dilakukan pengujian kembali dengan parameter setting yang sama, maka kadar CO pada gas analyzer harus menunjukkan angka di bawah 10 ppm terlebih dahulu, agar pengujian berikutnya dapat dilakukan pada kondisi mendekati udara normal kembali. Apabila pengujian tidak ingin dilakukan kembali, proses penonaktifan komponen dapat dilaksanakan terlebih dahulu dengan menyetel heater ke suhu 50ºC dan mematikannya. Kemudian disusul dengan penonaktifan gas analyzer, exhaust fan, dan fan pendingin. Kemudin mencabut semua kabel dari stop kontak dan mematikan saklar utama untuk menghindari terjadinya hal hal yang tidak diinginkan. 33