Aliran Fluida. Konsep Dasar

dokumen-dokumen yang mirip
Analisis Unjuk Kerja pada Air Jenis Pompa Shimizu PS-135E dengan Menggunakan Alat Ukur Flowmeter

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi fluida

BAB II DASAR TEORI. m (2.1) V. Keterangan : ρ = massa jenis, kg/m 3 m = massa, kg V = volume, m 3

JUDUL TUGAS AKHIR ANALISA KOEFISIEN GESEK PIPA ACRYLIC DIAMETER 0,5 INCHI, 1 INCHI, 1,5 INCHI

Rumus bilangan Reynolds umumnya diberikan sebagai berikut:

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Definisi Fluida

II. TINJAUAN PUSTAKA

REYNOLDS NUMBER K E L O M P O K 4

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA

KARAKTERISTIK ZAT CAIR Pendahuluan Aliran laminer Bilangan Reynold Aliran Turbulen Hukum Tahanan Gesek Aliran Laminer Dalam Pipa

ALIRAN FLUIDA DALAM PIPA TERTUTUP

ANALISIS FAKTOR GESEK PADA PIPA AKRILIK DENGAN ASPEK RASIO PENAMPANG 1 (PERSEGI) DENGAN PENDEKATAN METODE EKSPERIMENTAL DAN EMPIRIS TUGAS AKHIR

BAB IV PRINSIP-PRINSIP KONVEKSI

2 yang mempunyai posisi vertikal sama akan mempunyai tekanan yang sama. Laju Aliran Volume Laju aliran volume disebut juga debit aliran (Q) yaitu juml

2 a) Viskositas dinamik Viskositas dinamik adalah perbandingan tegangan geser dengan laju perubahannya, besar nilai viskositas dinamik tergantung dari

Masalah aliran fluida dalam PIPA : Sistem Terbuka (Open channel) Sistem Tertutup Sistem Seri Sistem Parlel

MEKANIKA FLUIDA DI SUSUN OLEH : ADE IRMA

BAB II TEORI ALIRAN PANAS 7 BAB II TEORI ALIRAN PANAS. benda. Panas akan mengalir dari benda yang bertemperatur tinggi ke benda yang

Aliran pada Saluran Tertutup (Pipa)

FLUID FLOW ANALYSIS IN PIPE DIAMETER 12.7 MM ACRYLIC (0.5 INCHES) AND 38.1 MM (1.5 INCH) Eko Singgih Priyanto, Ridwan., ST., MT

pipa acrylic diameter 5, mm (1 inci) dan pipa acrylic diameter 38,1 mm (1,5 inci) Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan penulis yai

PENGARUH DIAMETER NOZEL UDARA PADA SISTEM JET

Fluida atau zat alir adalah zat yang dapat mengalir. Zat cair dan gas adalah fluida. Karena jarak antara dua partikel di dalam fluida tidaklah tetap.

ANALISIS PERFORMANSI PADA HEAT EXCHANGER JENIS SHEEL AND TUBE TIPE BEM DENGAN MENGGUNAKAN PERUBAHAN LAJU ALIRAN MASSA FLUIDA PANAS (Mh)

KOEFISIEN GESEK PADA RANGKAIAN PIPA DENGAN VARIASI DIAMETER DAN KEKASARAN PIPA

BAB II ALIRAN FLUIDA DALAM PIPA. beberapa sifat yang dapat digunakan untuk mengetahui berbagai parameter pada

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Kajian Pustaka 2.2. Dasar Teori

Minggu 1 Tekanan Hidrolika (Hydraulic Pressure)

FENOMENA PERPINDAHAN. LUQMAN BUCHORI, ST, MT JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNDIP

FENOMENA PERPINDAHAN LANJUT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODUL PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA

BAB III ANALISA ALIRAN TURBULENT TERHADAP ALIRAN FLUIDA CAIR PADA CONTROL VALVE ANSI 150 DAN ANSI. 300 PADA PT.POLICHEM INDONESIA Tbk

DINAMIKA FLUIDA. nurhidayah.staff.unja.ac.id

BAB II SIFAT-SIFAT ZAT CAIR

HUKUM STOKES. sekon (Pa.s). Fluida memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

ALIRAN PADA PIPA. Oleh: Enung, ST.,M.Eng

FISIKA FLUIDA YUSRON SUGIARTO, STP, MP, MSc yusronsugiarto.lecture.ub.ac.id. Didit kelas D: Arga kelas G:

1. Review prinsip-prinsip aliran terbuka dan tertutup 1. Persamaan energi bernouli 2. Momentum 3. Persamaan kontinuitas 4. Prinsip aliran tertutup

8. FLUIDA. Materi Kuliah. Staf Pengajar Fisika Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Laporan Praktikum Operasi Teknik Kimia I Efflux Time BAB I PENDAHULUAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. dapat dilakukan berdasarkan persamaan kontinuitas yang mana prinsif dasarnya

ALIRAN FLUIDA. Kode Mata Kuliah : Oleh MARYUDI, S.T., M.T., Ph.D Irma Atika Sari, S.T., M.Eng

MEKANIKA FLUIDA BAB I. SIFAT-SIFAT FLUIDA

Gambar 3-15 Selang output Gambar 3-16 Skema penelitian dengan sudut pipa masuk Gambar 3-17 Skema penelitian dengan sudut pipa masuk

MAKALAH KOMPUTASI NUMERIK

BAB II KAJIAN PUSTAKAN DAN DASAR TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. bisa mengalami perubahan bentuk secara kontinyu atau terus-menerus bila terkena

Klasisifikasi Aliran:

FISIKA DASR MAKALAH HUKUM STOKES

BAB II LANDASAN TEORI

(2) Dimana : = berat jenis ( N/m 3 ) g = percepatan gravitasi (m/dt 2 ) Rapat relatif (s) adalah perbandingan antara rapat massa suatu zat ( ) dan

BAB II LANDASAN TEORI

FENOMENA PERPINDAHAN. LUQMAN BUCHORI, ST, MT JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNDIP

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAKSI. Kata Kunci : Pressure Drop, Standar ANSI B36.10, Pipa Lengkung Pendahuluan

Saat mempelajari gerak melingkar, kita telah membahas hubungan antara kecepatan sudut (ω) dan kecepatan linear (v) suatu benda

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Aliran Turbulen (Turbulent Flow)

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Analisa aliran berkembang..., Iwan Yudi Karyono, FT UI, 2008

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

ANALISA PERANCANGAN INSTALASI GAS

Pemodelan Matematika dan Metode Numerik

FLUIDA DINAMIS. 1. PERSAMAAN KONTINUITAS Q = A 1.V 1 = A 2.V 2 = konstanta

Menghitung Pressure Drop

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN

Pengantar Oseanografi V

BAB IV ANALISA DAN PERHITUNGAN

Pertemuan 1 PENDAHULUAN Konsep Mekanika Fluida dan Hidrolika

HIDRODINAMIKA BAB I PENDAHULUAN

FIsika KTSP & K-13 FLUIDA STATIS. K e l a s. A. Fluida

I PUTU GUSTAVE S. P., ST., M.Eng. MEKANIKA FLUIDA

KOEFISIEN RUGI-RUGI SUDDEN EXPANSION PADA ALIRAN FLUIDA CAIR

Fluida Statik & Dinamik

ACARA III VISKOSITAS ZAT CAIR

PERTEMUAN IV DAN V VISKOSITAS

III PEMBAHASAN. (3.3) disubstitusikan ke dalam sistem koordinat silinder yang ditinjau pada persamaan (2.4), maka diperoleh

ALIRAN MELALUI PIPA 15:21. Pendahuluan

B. FLUIDA DINAMIS. Fluida 149

Karakteristik Aliran Lumpur (Mud Slurry) Pada Pipa 1 Inchi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERANCANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DINGIN DARI TANGKI ATAS MENUJU HOTEL PADA THE ARYA DUTA HOTEL MEDAN

Prinsip ketetapan energi dan ketetapan t momentum merupakan dasar penurunan persamaan aliran saluran. momentum. Dengan persamaan energi

BUKU AJAR HIDRAULIKA

Hidraulika dan Mekanika Fuida

2. FLUIDA STATIS (FLUID AT REST)

Principles of thermo-fluid In fluid system. Dr. Ir. Harinaldi, M.Eng Mechanical Engineering Department Faculty of Engineering University of Indonesia

Perpindahan Panas Konveksi. Perpindahan panas konveksi bebas pada plat tegak, datar, dimiringkan,silinder dan bola

Materi Kuliah: - Tegangan Permukaan - Fluida Mengalir - Kontinuitas - Persamaan Bernouli - Viskositas

ANALISIS PENGARUH FAKTOR GESEK TERHADAP PRESSURE DROP PADA PIPA BAJA BERGELOMBANG DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS ( CFD )

UNIVERSITAS INDONESIA EFEK LARUTAN TINTA TERHADAP KOEFISIEN GESEK PADA PIPA ACRYLIC Ø 12,7 MM SKRIPSI

Analisa Aliran Fluida Pada Pipa Spiral Dengan Variasi Diameter Menggunakan Metode Computational Fluid Dinamics (CFD)

BAB II DASAR TEORI 2.1 Pompa

Transkripsi:

Aliran Fluida Aliran fluida dapat diaktegorikan:. Aliran laminar Aliran dengan fluida yang bergerak dalam lapisan lapisan, atau lamina lamina dengan satu lapisan meluncur secara lancar. Dalam aliran laminar ini viskositas berfungsi untuk meredam kecendrungan terjadinya gerakan relatif antara lapisan. Sehingga aliran laminar memenuhi hukum viskositas Newton yaitu : τ du = µ dy. Aliran turbulen Aliran dimana pergerakan dari partikel partikel fluida sangat tidak menentu karena mengalami percampuran serta putaran partikel antar lapisan, yang mengakibatkan saling tukar momentum dari satu bagian fluida kebagian fluida yang lain dalam skala yang besar. Dalam keadaan aliran turbulen maka turbulensi yang terjadi membangkitkan tegangan geser yang merata diseluruh fluida sehingga menghasilkan kerugian kerugian aliran. 3. Aliran transisi Aliran transisi merupakan aliran peralihan dari aliran laminar ke aliran turbulen. () Konsep Dasar Bilangan eynolds Bilangan eynolds merupakan bilangan tak berdimensi yang dapat membedakan suatu aliran itu dinamakan laminar, transisi atau turbulen. VD ρ e = () µ Dimana : V kecepatan (rata-rata) fluida yang mengalir (m/s)

D adalah diameter dalam pipa (m) ρ adalah masa jenis fluida (kg/m 3 ) µ adalah viskositas dinamik fluida (kg/m.s) atau (N. det/ m ) Dilihat dari kecepatan aliran, menurut (Mr. eynolds) diasumsikan/dikategorikan laminar bila aliran tersebut mempunyai bilangan e kurang dari 300, Untuk aliran transisi berada pada pada bilangan e 300 dan 000 biasa juga disebut sebagai bilangan eynolds kritis, sedangkan aliran turbulen mempunyai bilangan e lebih dari 000. Viskositas Viskositas fluida merupakan ukuran ketahanan sebuah fluida terhadap deformasi atau perubahan bentuk. Viskositas dipengaruhi oleh temperatur, tekanan, kohesi dan laju perpindahan momentum molekularnya. Viskositas zat cair cenderung menurun dengan seiring bertambahnya kenaikan temperatur hal ini disebabkan gaya gaya kohesi pada zat cair bila dipanaskan akan mengalami penurunan dengan semakin bertambahnya temperatur pada zat cair yang menyebabkan berturunya viskositas dari zat cair tersebut. apat jenis (density ) Density atau rapat jenis (ρ) suatu zat adalah ukuran untuk konsentrasi zat tersebut dan dinyatakan dalam massa persatuan volume; sifat ini ditentukan dengan cara menghitung nisbah ( ratio ) massa zat yang terkandung dalam suatu bagian tertentu terhadap volume bagian tersebut. Hubunganya dapat dinyatakan sebagai berikut dm ρ = ( kg/m 3 ) (3) d dimana : m adalah masa fluida ( kg) adalah volume fluida (m 3 ) nilai density dapat dipengaruhi oleh temperatur semakin tinggi temperatur maka kerapatan suatu fluida semakin berkurang karena disebabkan gaya kohesi dari molekul molekul fluida semakin berkurang. Debit Aliran

Debit aliran dipergunakan untuk menghitung kecepatan aliran pada masing masing pipa experimen diaman rumus debit aliran Q = () t Koefisien Gesek Dimana : Q adalah debit aliran ( m 3 /s ) V adalah kecepatan aliran ( m/s ) A adalah luas penampang ( m ) adalah volume fluida ( m 3 ) Koefisien gesek dipengaruhi oleh kecepatan, karena distribusi kecepatan pada aliran laminar dan aliran turbulen berbeda, maka koefisien gesek erbeda pula untuk masing masing jenis aliran. Pada aliran Laminar dalam pipa tertutup (closed conduits) mempunyai distribusi vektor kecepatan seperti pada gambar (). Pada aliran laminar vektor kecepatan yang berlaku adalah kecepatan dalam arah z saja, sehingga analisa gaya Z adalah dengan memasukan nilai pa + τ da ( p + dp) A = 0 p A = πr, maka didapat τ (πrdz) πr dp = 0 (5) r z p A ( p + dp ) A Distribusi tegangan aliran laminar dalam pipa bulat Jika aliran dianggap sebagai fluida Newtonian maka persamaan (5) dapat disubsitusikan dalam persamaan hukum viskos Newtonian pers. ()

du r dp µ = dr dz dengan mengintegralkan persamaan tersebut didapat r dp u = + c (6) µ dz dengan memasukan kondisi batas u = 0 dan r = maka dan c dp = µ dz r dp dp u = = ν dz µ dz dari persamaan kotinuitas didapat Q = V. da = uπrdr = A π dp Q = 8µ dz 0 0 µ dp dz dp µ dz ( r ) ( r ) πrdr didalam aliran berkembang sempurna gradien tekanan ( dp / dz ) konstan,oleh karena itu ( p p ) / L = p / L. Substitusikan kedalam pers.(8) maka debit π p π p π pd Q = = 8µ = L (9) 8µ L 8µ L Persamaan Darcy-Weisbach L V h = f (0) D g substitusikan persaman (9) dengan persamaan (0) maka didapat 6 6 f = = () VDρ / µ e persamaan () dikenal dengan persamaan Hagen-Poiseulle dan berlaku untuk aliran laminar. Pada aliran turbulen persamaan koefisien gesek yang didapat berasal dari persamaan empiris Blassius, f = 0.36 e () (7) (8)

Persamaan diatas merupakan pendekatan fungsi gesekan terhadap fungsi kekasaran permukaan pipa dan fungsi bilangan eynolds yang biasa dinyatakan dalam bentuk diagram Moody. Koefisien gesek yang umum digunakan dalam analisa adalah penurunan dari persamaan energi dan Hagen Poiseulle. p = p( D, L, e, v, ρ, µ ) ditinjau dari persamaaan energi yaitu, p p + v + gz + v + gz = h l ρ ρ Karena v dan v adalah sama dan pipa terletak secara horizontal maka nilai z = z maka didapat p p p h l = = (3) ρ ρ dimana hl adalah nilai head losses yang terjadi Pada persamaan Haigen Poiseulle didapat persamaan debit ( Q ) sebagai berikut PπD Q = () 8µ L Dengan memasukan nilai Q dari persamaan kontinuitas yaitu Q = A V dengan A = πd maka didapat Lµ V P = 3 (5) D Kemudian dilanjutkan dengan memsubstitusikan Persamaan (3) kedalam persamaan (5) sehingga didapat, Dimana nilai µ LV h l = 6 ρvd D µ f = 6 merupakan fungsi koefisien gesek sehingga ρvd λ =. g. D = h V L f