International Symposium on Fukushima Nuclear Accident Understanding of the Accident & Reconstruction of the Environment

dokumen-dokumen yang mirip
I. PENDAHULUAN. hampir 50 persen dari kebutuhan, terutama energi minyak dan gas bumi.

KONSEP DAN TUJUAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR

BAB I PENDAHULUAN. Semakin maraknya krisis energi yang disebabkan oleh menipisnya

GUNTINGAN BERITA Nomor : HHK 2.1/HM 01/05/2014

INSTRUMEN KELEMBAGAAN KONDISI SAAT INI POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA ENERGI INDIKASI PENYEBAB BELUM OPTIMALNYA PENGELOLAAN ENERGI

I. PENDAHULUAN. perkembangan industrialisasi modern saat ini. Salah satu yang harus terus tetap

MEMASUKI ERA ENERGI BARU TERBARUKAN UNTUK KEDAULATAN ENERGI NASIONAL

10 Negara yang Punya Reaktor Nuklir Terbesar Di Dunia Minggu, Oktober 21, 2012 Azmi Cole Jr.

I. PENDAHULUAN. penduduk dunia yaitu sekitar 7 miliar pada tahun 2011 (Worldometers, 2012),

V. PENGEMBANGAN ENERGI INDONESIA DAN PELUANG

PENTINGNYA REAKTOR PEMBIAK CEPAT

BAB I PENDAHULUAN. masih ditopang oleh impor energi, khususnya impor minyak mentah dan bahan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SKRIPSI UPAYA PEMERINTAH JEPANG DALAM PENANGGULANGAN KRISIS ENERGI PASCA BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI 2011

BAB 4 INDIKATOR EKONOMI ENERGI

Ringkasan Eksekutif INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2009

STRATEGI KEN DALAM MEWUJUDKAN KETAHANAN ENERGI NASIONAL

KONTRIBUSI PLTN DALAM MENGURANGI EMISI GAS CO2 PADA STUDI OPTIMASI PENGEMBANGAN SISTEM PEMBANGKITAN LISTRIK SUMATERA

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya peran energi dalam kebutuhan sehari-hari mulai dari zaman dahulu

BAB 1 PENDAHULUAN. Besarnya konsumsi listrik di Indonesia semakin lama semakin meningkat.

BAB I PENDAHULUAN I. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ESDM untuk Kesejahteraan Rakyat

ANALISIS INDUSTRI GAS NASIONAL

Special Submission: PENGHEMATAN ENERGI MELALUI PEMANFAATAN GAS BUANG DENGAN TEKNOLOGI WASTE HEAT RECOVERY POWER GENERATION (WHRPG)

2. Reaktor cepat menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator neutron. 3. Reaktor subkritis menggunakan sumber neutron luar

DEWAN ENERGI NASIONAL RANCANGAN RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Peran Pendidikan Tinggi dalam Program Pengembangan SDM Ketenaganukliran. Oleh. Prayoto. Universitas Gadjah Mada. Energi Sebagai Penunjang Peradaban

Otonomi Energi. Tantangan Indonesia

Beberapa Catatan tentang Kebutuhan Energi Indonesia Masa Depan

Masih Perlukah Kebijakan Subsidi Energi Dipertahankan Rabu, 22 Oktober 2014

Kebijakan Pemerintah Di Sektor Energi & Ketenagalistrikan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

OPSI NUKLIR DALAM BAURAN ENERGI NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DIREKTORAT JENDERAL ENERGI BARU, TERBARUKAN DAN KONSERVASI ENERGI. Disampaikan oleh

KONSERVASI DAN DIVERSIFIKASI ENERGI DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI INDONESIA TAHUN 2040

Disampaikan pada Seminar Nasional Optimalisasi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Menuju Ketahanan Energi yang Berkelanjutan

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. Studi kelayakan..., Arde NugrohoKristianto, FE UI, Universitas Indonesia

Analisis netronik 3-D tentang Skenario SUPEL pada BWR

PROGRAM KONSERVASI ENERGI

ASPEK KESELAMATAN TERHADAP BAHAYA RADIASI NUKLIR, LIMBAH RADIOAKTIF DAN BENCANA GEMPA PADA PLTN DI INDONESIA SKRIPSI

DEWAN ENERGI NASIONAL OUTLOOK ENERGI INDONESIA 2014

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Inilah 6 Fakta Rencana Pembangunan PLTN di Indonesia, No 3 Potensi Babel, No 6 Paling Ditunggu

Tabel 3.1. Indikator Sasaran dan Target Kinerja

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN ENERGI NASIONAL

PETA REGULASI KONSERVASI ENERGI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

Versi 27 Februari 2017

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

OLEH :: INDRA PERMATA KUSUMA

ANALISIS DAMPAK KENAIKAN HARGA MINYAK MENTAH DAN BATUBARA TERHADAP SISTEM PEMBANGKIT DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Harga bahan bakar minyak memegang peranan yang sangat penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap

Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI KALOR PADA INDUSTRI TAHU

PEMENUHAN SUMBER TENAGA LISTRIK DI INDONESIA

Pulau Ikonis Energi Terbarukan sebagai Pulau Percontohan Mandiri Energi Terbarukan di Indonesia

MATRIKS BUKU I RKP TAHUN 2011

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

KEBIJAKAN PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI

ENERGI TERBARUKAN MASA DEPAN ENERGI KITA

DIRECTORATE GENERAL OF NEW RENEWABLE AND ENERGY COSERVATION. Presented by DEPUTY DIRECTOR FOR INVESTMENT AND COOPERATION. On OCEAN ENERGY FIELD STUDY

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 3 PEMODELAN, ASUMSI DAN KASUS

TUGAS MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)

BAB I PENDAHULUAN. perhatian utama saat ini adalah terus meningkatnya konsumsi energi di Indonesia.

Soal-soal Open Ended Bidang Kimia

PP NO. 70/2009 TENTANG KONSERVASI ENERGI DAN MANAGER/AUDITOR ENERGI

1 BAB I PENDAHULUAN. Selama ini sumber energi utama yang dikonversi menjadi energi listrik

BAB I PENDAHULUAN. untuk mencukupi kebutuhan hidup. Aktivitas-aktivitas manusia telah mengubah

I. PENDAHULUAN. optimal. Salah satu sumberdaya yang ada di Indonesia yaitu sumberdaya energi.

TERMS OF REFERENCE A. PENDAHULUAN KAJIAN KESIAPAN MASYARAKAT TERHADAP KONVERSI BAHAN BAKAR MINYAK KE BAHAN BAKAR GAS

KEBIJAKAN KONSERVASI ENERGI NASIONAL

Dr. Unggul Priyanto Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia

RINGKASAN EKSEKUTIF INDONESIA ENERGY OUTLOOK 2008

ANALISIS PEMBANGUNAN PLTU MADURA KAPASITAS 2 X 200 MW SEBAGAI PROGRAM MW PT. PLN BAGI PEMENUHAN KEBUTUHAN LISTRIK DI PULAU MADURA

EFISIENSI OPERASIONAL PEMBANGKIT LISTRIK DEMI PENINGKATAN RASIO ELEKTRIFIKASI DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 6 P E N U T U P. Secara ringkas capaian kinerja dari masing-masing kategori dapat dilihat dalam uraian berikut ini.

PROYEKSI KEBUTUHAN DAYA LISTRIK DI PROPINSI SULAWESI TENGAH TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. udara yang diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar tersebut, sehingga

I. PENDAHULUAN. sembilan persen pertahun hingga disebut sebagai salah satu the Asian miracle

BAB I PENDAHULUAN. perkiraan kapasitas pembangkit tenaga listrik.(dikutip dalam jurnal Kelistrikan. Indonesia pada Era Millinium oleh Muchlis, 2008:1)

Indonesia Water Learning Week

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki abad ke-21, bahan bakar fosil 1 masih menjadi sumber. energi yang dominan dalam permintaan energi dunia.

Pemanfaatan Dukungan Pemerintah terhadap PLN dalam Penyediaan Pasokan Listrik Indonesia

Oleh: Maritje Hutapea Direktur Bioenergi. Disampaikan pada : Dialog Kebijakan Mengungkapkan Fakta Kemiskinan Energi di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. kehidupannya yang meliputi pada aspek sosial, ekonomi maupun politik.

BAB I PENDAHULUAN. Dengan semakin meningkatnya penggunaan energi sejalan dengan

PEMANFAATAN KERJASAMA LUAR NEGERI UNTUK PENINGKATAN KEPENTINGAN NASIONAL

2 Di samping itu, terdapat pula sejumlah permasalahan yang dihadapi sektor Energi antara lain : 1. penggunaan Energi belum efisien; 2. subsidi Energi

Tulisan ini adalah catatan yang dapat dibagikan dari hasil pertemuan tersebut.

Transkripsi:

International Symposium on Fukushima Nuclear Accident Understanding of the Accident & Reconstruction of the Environment Organized by: JICC, Universitas Gadjah Mada, BATAN In cooperation with Ministry of Energy and Mineral Resources Wednesday, 19 th March 2014 University Center (UC) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Indonesia Latar Belakang Telah diakui bahwa penguasaan energi merupakan faktor penting penentu daya saing suatu bangsa. Hal ini akan berpengaruh terhadap nilai tawar suatu bangsa dalam persaingan global. Selanjutnya, ketersediaan energi juga berperan dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi dan lingkungan. Secara umum, energi digunakan sebagai bahan bakar, kelistrikan dan kebutuhan rumah tangga. Sedangkan parameter lain yang tidak bisa dilupakan adalah permasalahan lingkungan akibat penggunaan energi tersebut. Emisi gas CO2 dan CH4 berperan penting dalam gejala pemanasan global yang diikuti oleh penipisan lapisan ozon, telah menimbulkan ketidakteraturan iklim. Oleh karena itu analisa pemberdayaan suatu sumber energi harus memperhatikan faktor-faktor tersebut di atas. Tabel 1. Potensi Energi Nasional 2005 (ESDM) Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam sumber daya alami berupa sumber energi fosil dan non-fosil (sumber energi baru dan terbarukan) seperti yang diperlihatkan pada tabel 1. Dari tabel tersebut terlihat bahwa ketersediaan minyak bumi sebagai sumber devisa utama hanya bertahan sekitar 23 tahun. Permasalahan tersebut diperparah dengan penggunaan energi yang masih belum optimal seperti yang ditunjukkan dari data intensitas energi (lihat gambar 1), dimana intensitas pemakaian energi di Indonesia lebih tinggi dari negara tetangga sesama anggota ASEAN. Dari pertimbangan engineering dan ekonomis, tingginya nilai intensitas energi mengindikasikan tingginya 1

biaya untuk mengkonversikan energi menjadi gross domestic product (GDP). Hal ini berarti bahwa efisiensi penggunaan energi di Indonesia masih sangat rendah. Gambar 1 Perbandingan intensitas energi dan energi per kapita di beberapa negara (sumber: ESDM) Tabel 2 Distribusi elektrifikasi pada pulau-pulau utama tahun 2004 (World Bank, 2005) Permasalahan penggunaan energi yang vital adalah peranan BBM dalam pemakaian energi akhir. Berdasarkan data tahun 2005 yang dirilis oleh ESDM tersirat bahwa bahwa pangsa pasar konsumsi BBM adalah 54, 78% dari energi akhir. Penggunaan BBM ini diperkirakan meningkat pesat, terutama untuk kebutuhan transportasi serta masih banyaknya pembangkitan energi listrik yang masih menggunakan BBM sebagai bahan bakar utama. Walaupun penggunaan BBM untuk kebutuhan dalam negeri sangat tinggi namun kapasitas produksi minyak cenderung menurun. Selanjutnya perubahan struktur penggunaan energi tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Idealnya, pendapatan sebuah negaratergantung 2

dari nilai tambah produk yang dihasilkan atau yang diolah menggunakan teknologi terapan. Pada sisi lain, struktur anggaran pendapatan dan belanja (APBN) Indonesia juga sangat tergantung pada penerimaan ekspor Migas dan subsidi BBM yang harus ditanggung. Ekspor sumber energi yang dilakukan menggunakan kontrak jangka panjang,sehingga menimbulkan kekhawatiran keterjaminan pasokan energi yang diperlukan dalam menunjang pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Permasalahan-permasalahan di atas menunjukkan bahwa peranan IPTEK dalam menghasilkan produk-produk unggulan selain migas sangat minim. Untuk mengatasi permasalahan ini, perlunya kerja keras, inovasi teknologi, dan sumbangan pemikiran ilmiah dari akademisi dan peneliti tentang penggunaan energi alternatif sebagai pengganti minyak bumi. Energi alternatif merupakan istilah yang digunakan pada energi non-minyak bumi, yang dapat dikembangkan baik dari energi terbarukan maupun dari energi tak terbarukan Pemanfaatan energi baru dan terbarukan diarahkan untuk mengatasi permasalahan kelistrikan di Indonesia dengan tujuan mengurangi penggunaan BBM dan permasalahan cost-recovery pengembangan kelistrikan yang merupakan tanggung jawab PLN. Dari studi yang dilakukan oleh World Bank (2005) seperti yang terlihat pada tabel 2 disimpulkan bahwa rata-rata laju elektrifikasi di Indonesia adalah 67 %. Laju elektrifikasi tertinggi di pulau Bali (86%), sedangkan terendah adalah Papua (22%). Nilai ini masih jauh dari target pemerintah untuk menaikkan elektrifikasi rasio menjadi 90 % pada tahun 2020. Dengan mengacu kepada target pemerintah sebesar 90 % pada tahun 2020, World Bank (2005) memprediksi bahwa PLN harus menambah 1,3 juta sambungan baru setiap tahunnya. Dengan berpedoman pada tarif dasar listrik yang sama untuk semua pulau, maka pengembangan elektrifikasi ratio yang PLN akan menderita kerugian yang cukup signifikan. Oleh karena itu perlunya peningkatan elektrifikasi ratio di beberapa daerah dengan menggunakan energi alternatif berdasarkan potensi suatu wilayah. Salah satu energi alternatifyang sangat memungkinkan adalah penggunaan energi nuklir dalam sebuah pembangkit listrik. Sistim pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pada dasarnya hampir sama dengan PLTU konvensional, dengan panas yang diambil dari hasil pembelahan inti fissil dalam sebuah reaktor daya. Karena tidak ada proses pembakaran, maka PLTN tidak menghasilkan polutan seperti pembangkit listrik berbahan bakar fosil (Minyak dan batubara). Limbah yang dihasilkan oleh PLTN berupa padatan bahan bakar bekas dapat didaur ulang untuk diambil kembali uranium dan plutoniumnya atau bahan bakar bekas tersebut disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, 30-40 tahun. Penggunaan PLTN sebagai pembangkit listrik sudah banyak digunakan di negara maju, seperti Perancis (77,68 % dari kebutuhan listrik nasionalnya), Jepang (±27%) dan Amerika serikat (19,86 %). Selanjutnya, pemerintah Republik Indonesia sudah memutuskan untuk membatasi penggunaan energi fosil pada tahun 2025, maka salah satu subtitusi yang ditawarkan adalah PLTN yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2016 dan 2017 dengan kapasitas 2 x 1000 MW. Walaupun energi nuklir ini sudah mencapai nilai keekonomisan terbaik dari semua sumber energi yang ada (4 US cent / kwh), namun 3

karena pemerintah belum melakukan sosialisasi mengenai keuntungan penggunaan PLTN, maka aspek penerimaan masyarakat tentang resiko kecelakaan PLTN selalu menjadi hambatan dalam pelaksanaan proyek ini. Apalagi sejarah keilmuwan telah mencatat bahwa perkembangan keamanan reaktor juga dibayangi oleh catatan kecelakaan reaktor yang terjadi di masa lalu. Kecelakaan reaktor di Three Mile Island (1979), Chernobyl (1986) dan yang terbaru di Fukushima (2011) telah menimbulkan pro dan kontra tentang kelayakan atau keamanan penggunaan PLTN, tidak terkecuali di Indonesia.Pengetahuan dalam bidang nuclear safety sangat penting menjadi pengetahuan bersama. Melalui acara International Symposium on Fukushima Nuclear Accident diharapkan akan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam bidang keselamatan pada reactor nuklir (nulear safety) serta lebih khusus mengenai rekonstruksi pasca kecelakaan di reaktor Fukushima. Acara ini akan diselenggarakan oleh Pusat Studi Energi (PSE) dan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada yang berkolaborasi dengan Direktorat Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Republik Indonesia. Tujuan: 1. Memberikan pengetahuan kepada publik mengenai pembangkit listrik tenaga nuklir dan konsep kehandalannya. 2. Menyebarluaskan pengetahuan tentang Fukushima accident, rekonstruksi pasca accident, dan pengaruhnya terhadap pengembangan PLTN di Indonesia serta permasalahan global. Tanggal dan Tempat Pelaksanaan: Tanggal : Rabu, 19 Maret 2014 Jam Tempat Pembicara: : 08.00 16.00 WIB : Gedung University Center (UC) Universitas Gadjah Mada Kompleks Bulaksumur, Yogyakarta Indonesia 1. Takehiko MUKAIYAMA Project Adviser, JAIF International Cooperation Center 2. Akimasa ONO Energy Consultant, former Division General Manager, Mitsui & Co. Ltd 3. Dr. Tumiran National Energy Council of Republic of Indonesia 4. Djarot Sulistio Wisnubroto Head of National Atomic Agency of Indonesia (BATAN) 5. Yoshimitsu FUKUSHIMA Senior safety officer, International Seismic Safety Center, IAEA 4

6. Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto Head of Nuclear Energy Regulatory Agency of Indonesia (BAPETEN) 7. Akira KANEUJI, Former Executive Managing Director, Mitsubishi Heavy Industry 8. Tadashi INOUE Research Advisor, Central Research Institute of Electric Power Industry (CRIEPI) 9. Kazuko UNO Divison Head, Louis Pasteur Center for Medical Research 10. Dr. Deendarlianto Head of Center for Energy Studies, Universitas Gadjah Mada-Indonesia Target Peserta (200 orang), meliputi: Dosen dan Akademisi Peneliti dalam bidang terkait Lembaga penelitian (BATAN, BAPETEN, LIPI, BPPT) Praktisi Ahli dalam bidang terkait Perguruan Tinggi di sekitar Yogyakarta maupun Perguruan Tinggi Nasional Mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana Institusi yang terlibat: 1. Pusat Studi Energi UGM (PSE-UGM) 2. Fakultas Teknik UGM (FT-UGM) 3. Jurusan Teknik Mesin dan Industri FT-UGM (JTMI FT-UGM) 4. EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 5. JAIF International Cooperation Center (JICC) 6. Dewan Energi Nasional (DEN) 7. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) 8. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Koordinator kegiatan: Akmal Irfan Majid, S.T. (JTMI, FT-UGM) Hadiyan Yusuf Kuntoro, S.T. (JTMI, FT-UGM) Penyelenggara: Pusat Studi Energi & Fakultas Teknik UGM Contact Person: Dr. Deendarlianto (PSE-UGM) Mobile: 082123897987 ; e-mail: deendarlianto@ugm.ac.id Akmal Irfan Majid, S.T. (Koordinator Pelaksana) Mobile: 08122789031 ; e-mail: akmalirfanmajid@mail.ugm.ac.id 5

Jadwal Kegiatan Time* Agenda 08.30 09.00 am Registration 09.00 09.10 am Opening ceremony 09.10 09.20 am Welcome speech from organizing committee 09.20 09.30 am Opening ceremony and welcome speech from Rector of UGM 09.30 10.00 am Coffe Break 10.00 12.00 am Panel Discussion 1 - (Moderator: Dr. Samsul Kamal) 10.00 10.20 am Takehiko MUKAIYAMA Project Adviser, JAIF International Cooperation Center Fact & Lessons of Fukushima Nuclear Accident 10.20 10.40 am Akimasa ONO Energy Consultant, former Division General Manager, Mitsui & Co. Ltd World Energy Outlook -Why Japan needs nuclear power? 10.40 11.00 am Dr. Tumiran National Energy Council of Republic of Indonesia National Policy on Nuclear Power Plant of Republic of Indonesia 11.00 11.20 am Djarot Sulistio Wisnubroto Head of National Atomic Agency of Indonesia (BATAN) 11.20 11.40 am Yoshimitsu FUKUSHIMA Senior safety officer, International Seismic Safety Center, IAEA "IAEA safety standard on the safety of a site"(tentative) 11.40 12.00 am Discussion session 1 12.00 13.00 am Break, Lunch 6

13.00 15.00 am Panel Discussion 2 - (Moderator: Prof. Dr.Ing. Harwin Saptoadi) 13.00 13.20 am Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto Head of Nuclear Energy Regulatory Agency of Indonesia (BAPETEN) 13.20 13.40 am Akira KANEUJI Former executive managing director, Mitsubishi Heavy Industry "Safety of Light Water Reactor & Fundamental reformation of nuclear regulation for strengthening of nuclear safety" (Tentative) 13.40 14.00 am Tadashi INOUE Research Advisor, Central Research Institute of Electric Power Industry "Remediation of the environment contaminated by Fukushima nuclear accident 14.00 14.20 am Kazuko UNO Div Head, Louis Pasteur Center for Medical Research "Real Effects of Low Dose Radiation" 14.20 14.40 am Dr. Deendarlianto Head of Center for Energy Studies, Universitas Gadjah Mada "Research Profiles on Nuclear Energy Development in UGM 14.40 15.00 am Discussion session 2 15.00 15.00 Closing remarks (Dean of Faculty of Engineering UGM) 7