BIOLOGICAL ASSET VALUATION

dokumen-dokumen yang mirip
Pendekatan Pendapatan

Pengertian Umum Penilaian

1 PENDAHULUAN. 1.1 Identitas Pemberi Tugas

ANALISA NILAI PASAR SPBU PT. SUMBER KURNIA MANDIRI JALAN BALAS KLUMPRIK SURABAYA

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. 4.1 Analisis Kondisi Perseroan Sesuai Dengan Standar Akuntansi Yang Ada

DAFTAR ISI... Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... PRAKATA...

PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN PROPERTI

BAB I PENDAHULUAN. atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas

9 Universitas Indonesia

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Bab ini akan menguraikan tentang pengakuan, pengukuran dan penyajian

BAB II LANDASAN TEORI. Akuntansi yang mengatur tentang aset tetap. Aset tetap adalah aset berwujud yang

1. Marketing-related intangible asset, contoh: trademark, tradename, brand, logo

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

RANGKUMAN BAB 23 EVALUASI EKONOMI DARI PENGELUARAN MODAL (Akuntansi Biaya edisi 13 Buku 2, Karangan Carter dan Usry)

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

PSAK 16 (Revisi 2007) Taufik Hidayat SE,Ak,MM Universitas Indonesia

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan suatu buku

Konsep & Prinsip Umum Penilaian (KPUP)

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN.

BAB I PENDAHULUAN. sawit, kopi, kakao, karet, nilam, lada, dan juga kelapa. Undang-Undang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Aktiva Tetap Tanaman Menghasilkan. menghasilkan, ada beberapa defenisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli.

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan sangat berperan penting dalam menarik investor.

ANALISIS KEPUTUSAN INVESTASI

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO. 48 PENURUNAN NILAI AKTIVA

AKUNTANSI KOMERSIAL VS AKUNTANSI PAJAK

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang. infrastruktur dijadikan sebagai modal sosial oleh masyarakat. Semakin baik jaringan

Pengertian aset tetap (fixed asset) menurut Reeve (2012:2) adalah :

AKUNTANSI AGRIKULTUR PSAK 69 DAN PSAK 68 BY: ERSA TRI WAHYUNI

PEDOMAN PELAPORAN KEUANGAN PEMANFAATAN HUTAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN HUTAN (DOLAPKEU PHP2H)

AKUNTANSI KOMERSIAL VS AKUNTANSI PAJAK

BAB I PENGANTAR. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERBANDINGAN IFRS FOR SMEs (2015) vs SAK ETAP

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Investasi dapat diartikan sebagai suatu komitmen penempatan

Manajemen Keuangan. Keputusan Investasi. Basharat Ahmad. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP ASET BIOLOGIS PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO)

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini akan membahas beberapa alasan yang menjadi latar belakang

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

BAB III METODE PENELITIAN

VII. RENCANA KEUANGAN

PSAK 24 AKUNTANSI IMBALAN KERJA

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISA NILAI PASAR HOTEL SAHID SURABAYA

BAB II LANDASAN TEORI. International Accounting Standards (IAS) / International Financial

VIII. ANALISIS FINANSIAL

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Sumber Daya Alam. Penilaian.

2010 MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENILAIAN KEKAYAAN YANG DIKUASAI NEGARA BERUPA SUMBER DAYA ALAM. BAB I KETENTUAN UMUM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

NAMA : MELISA MARIA NPM : JURUSAN : AKUNTANSI PEMBIMBING : NOVA ANGGRAINIE, SE., MMSI

PEMAKAI DAN KEBUTUHAN INFORMASI

AUDITING INVESTASI. SA Seksi 332. Sumber: PSA No. 07

BAB I PENDAHULUAN. penting di dalam bidang akuntansi. Melakukan adopsi International Financial

BAB 1 PENDAHULUAN. Proses penilaian terhadap perusahaan tertutup membutuhkan identifikasi atas

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang memiliki kekayaan sumber

TUGAS PASAR MODAL DAN MANAJEMEN KEUANGAN PENGANGGARAN MODAL

BAB I PENDAHULUAN. informasi yang dapat diperoleh serta seberapa relevan dan andal informasi

Bab 5 Penganggaran Modal

PSAK 26 Biaya Pinjaman

ANALISA NILAI PASAR PABRIK TEPUNG TERIGU PT. PAKINDO JAYA PERKASA SIDOARJO

BERITA ACARA SURVEI LAPANGAN NOMOR: BASL-..(2).. / (3)../.(4) Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya

Asset (aktiva) 1. Definisi dan klasifikasi asset 2. Pengakuan dan pengukuran asset 3. Penyajian (pelaporan)

LEBIH JAUH MENGENAI PSAK No. 16 (REVISI 2007) TENTANG ASET TETAP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan

Manajemen Keuangan LAPORAN KEUANGAN. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

Mata Kuliah - Kewirausahaan II-

BAB II LANDASAN TEORI. Suatu unit usaha atau kesatuan akuntansi, dengan aktifitas atau kegiatan ekonomi dari

BAB I PENDAHULUAN. kaidah kaidah akuntansi yang berlaku umum. Menurut IAI (2015) dalam PSAK

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas. Laporan keuangan

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISTILAH

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan devisa. PT. Perkebunan Nusantara VII (Persero) adalah satu Badan

PENURUNAN NILAI ASET (ASSET IMPAIRMENT)

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI... iii. KATA PENGANTAR... iv. ABSTRAK...

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN. Akuntan Indonesia (DSAK IAI) melakukan adopsi International Financial

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai suatu negara berkembang, Indonesia sedang memacu pembangunan

TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING

Yudhistiro Ardy Institut Bisnis Nusantara Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24 Jakarta (021)

Kepada: PROGRAM FAKULTAS

Ekspose Draf Standar Penilaian Indonesia 302 (SPI 302) Penilaian Properti Agri

BAB II LANDASAN TEORI

5. Penilaian Saham Perseroan

BAB I PENDAHULUAN. operasional rutin perusahaan, terutama aset tetap (fixed asset). Aset tetap

ORGANISASI NIRLABA. Oleh: Tri Purwanto

RECASTING LAPORAN KEUANGAN. Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI

Oleh : Ani Hidayati. Penggunaan Informasi Akuntansi Diferensial Dalam Pengambilan Keputusan Investasi

Akuntansi untuk investasi dengan metode ekuitas ilustrasi

Transkripsi:

BIOLOGICAL ASSET VALUATION UNTUK KEPERLUAN LAPORAN KEUANGAN (IAS 41) Oleh: Ir. Benny Supriyanto, MSc, MAPPI (Cert) Jakarta, 12 Oktober 2010 1

IAS 41 tentang Biological Asset. Aktiva Biologis (biological asset) adalah binatang dan tumbuhan hidup. Perusahaan mengakui aktiva biologi dan produk pertanian apabila perusahaan tersebut: Mengendalikan aktiva tersebut sebagai hasil peristiwa masa lalu Memperoleh manfaat ekonomi yang kemungkinan terjadi Nilai Wajar aktiva tersebut dapat diukur dengan andal 2

IAS 41 tentang Biological Asset Aktiva Biologi harus dinilai pada saat pengakuan awal dan pada setiap tanggal neraca dengan menggunakan Nilai Wajar Hasil yang diperoleh dari aktiva biologi dinilai dengan menggunakan Nilai Wajar dikurangi dengan estimasi biaya pada saat penjualan. Selisih yang berasal dari penilaian hasil hasil aktiva biologis diakui sebagai bagian dari laba rugi tahun berjalan. Penilaian aktiva biologi dilakukan dengan mengelompokkan terlebih dahulu berdasarkan umur dan kualitas. Selisih yang berasal dari penilaian aktiva biologi harus diakui sebagai bagian dari laba rugi tahun berjalan. 3

Nilai Pasar Versus Nilai Wajar Apakah ada perbedaan antara Nilai Pasar dalam Standar Penilaian Indonesia (SPI 2007) sebagai Basis Nilai untuk Penilaian Aset untuk tujuan laporan keuangan dengan Nilai Wajar yang menjadi basis Nilai pada Penilaian Aset yang tercantum t dalam IFRS (International ti Financial i Reporting Standards). Dalam PPI 1 (Penilaian untuk Pelaporan Keuangan) disebutkan bahwa apabila IFRS mengadopsi model Nilai Wajar (Fair Value), maka diperlukan Penilaian Aset dan SPI 2007 dalam PPI 1 menitik beratkan pada kondisi Nilai Pasar yang akan dilaporkan 4

Nilai Pasar = Nilai Wajar Nilai Pasar (SPI 2007) Estimasi sejumlah uang pada tanggal penilaian, yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu properti, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan k secara layak, di mana kedua pihak masing asing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati hatian dan tanpa paksaan. Nilai Wajar (Fair Value) [IFRS] Suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva atau penyelesaian kewajiban antara pihak pihak yang paham (knowledgeable) dan berkeinginan (willing) untuk melakukan transaksi yang wajar (arm s length transaction) 5

Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan IFRS (International Financial Reporting Standars) IFRS tidak memberikan definisi dan petunjuk yang jelas atas pengukuran Nilai Wajar. Dalam menentukan harga pasar resmi IAS 36 mengharuskan dilakukan penelusuran dahulu apakah terdapat harga pasar yang didasarkan pada perjanjian jual beli yang mengikat. Jika harga pasar ini tidak ada, maka manajemen dapat menggunakan harga pasar dikurangi biaya penjualan pada suatu pasar yang aktif. Sedangkan apabila tidak terdapat harga pasar yang resmi dari aktiva tersebut dan aktiva sejenis, maka manajemen wajib menunjuk profesi penilai dalam menentukan Nilai Wajar suatu aktiva. 6

Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan IFRS (International Financial Reporting Standars) IFRS saat ini sebagai basis pengukuran menggunakan Nilai realisasi dan Nilai Kini artinya IFRS banyak mengadopsi Nilai Wajar. Nilai Wajar ini adalah suatu basis pengukuran yang dianggap lebih independen dan tidak memihak. Nilai Wajar oleh para praktisi dan akademisi akuntansi keuangan dan Profesi Penilai di Indonesia diidentifikasi sebagai Nilai Pasar. 7

Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Berdasarkan IFRS (International Financial Reporting Standars) Dalam IAS 16, mengharuskan jasa Penilai mengutamakan bukti bukti berbasis pasar (market based evidence) dalam menghitung Nilai Wajar. Jika bukti bukti berbasis pasar tidak ada, maka penggunaan pendekatan biaya pengganti yang didepresiasikan (depreciated replacement cost) dan pendekatan laba atau arus kas (Income approach) dapat digunakan. 8

Pengertian Umum Penilaian Penilaian: Terjemahan dari kata Appraisal/Valuation. Suatu proses pekerjaan yang dilakukan seorang penilai/ appraiser dalam memberikan suatu estimasi dan pendapat (opini) tentang nilai ekonomis suatu properti baik berwujud maupun tidak berwujud berdasarkan analisis terhadap faktafakta yang obyektif dan relevan dengan menggunakan metode penilaian tertentu serta mengacu kepada prinsipprinsip penilaian yang berlaku. 9 9

Profesi Penilai Penilai Aset: Real estates (land, buildings), aktiva berwujud (pabrik, mesin dan peralatan), perkebunan, pertambangan, dan sebagainya. Penilai Usaha: Penyertaan; ekuitas, transaksi spesifik, aktiva tak berwujud, dan sebagainya. Disiplin Penilaian Usaha berkembang dari Corporate Finance 10

Penilaian Aset dan Penilaian Usaha Dimana Perbedaanya? Penilaian Usaha Penilaian Asset 11

Basis Nilai Aset dan Nilai Usaha (SPI) Dimana Perbedaanya? Nilai Pasar Wajar Nilai Pasar 12

Basis Nilai Aset dan Nilai Usaha (IFRS) Dimana Perbedaanya? Nilai Wajar Nilai Wajar 13

Penilaian Asset Pendekatan yang digunakan Pendekatan Pasar (Market Comparison Approach) Pendekatan Biaya (Cost Approach) Pendekatan Pendapatan (Income Approach) KETIGA PENDEKATAN BERSIFAT MUTUALLY EXCLUSIVE 14

Penilaian Usaha Pendekatan yang digunakan Pendekatan Pasar (Market Comparison Approach) Pendekatan Aset (Asset Based Approach) Pendekatan Pendapatan (Income Approach) KETIGA PENDEKATAN TIDAK BERSIFAT MUTUALLY EXCLUSIVE 15

Proses Penilaian Proses penilaian terdiri dari lima langkah dasar yaitu: 1. Memperjelas Tugas Penilaian 2. Mengumpulkan dan menganalisa data 3. Penggunaan 3 (tiga) metode/pendekatan 4. Rekonsiliasi i ketiga pendekatan dan menentukan estimasi i Nilai i 5. Membuat kesimpulan nilai dan laporan penilaian. Memperjelas Tugas Penilaian meliputi: Identifikasi properti Kepemilikan properti yang dinilai Tujuan dan tanggal penilaian Asumsi-asumsi dan syarat-syarat yang membatasi. 16

ISU Kendala Penerapan IFRS di Indonesia Salah satu kendala yang berhubungan dengan Profesi Penilai di Indonesia Sebagian besar standar akuntansi dan pelaporan keuangan yang ada pada IAS dan IFRS menggunakan Fair value atau Nilai Wajar sebagai basis penilaian atas aktiva, saham, obligasi, dan lain lain. Fair value di tentukan dengan tiga jenjang, yaitu: 1. Harga pasar resmi 2. Harga pasar produk sejenis 3. Nilai wajar yang ditentukan appraisal 17

Kendala Penerapan IFRS di Indonesia Salah satu kendala yang berhubungan dengan Profesi Penilai di Indonesia KEMUNGKINAN PERMASALAHAN Tidak semua jenis aktiva memiliki harga pasar resmi. Jika IAS dan IFRS diterapkan secara penuh di Indonesia, sebagian besar Nilai Wajar akan ditentukan dengan menggunakan jasa appraisal atau Kantor Jasa Penilai Publik. Diperlukan Profesi Penilai di Indonesia yang telah siap dalam menyongsong adopsi IFRS. 18

Jika aktiva tetap dinyatakan pada nilai yang direvaluasi maka hal hal berikut ini harus diungkapkan Tanggal efektif revaluasi Keterlibatan Penilai independen Metode dan asumsi penting yang digunakan Acuan terhadap harga yang ditemukan di dalam suatu pasar yang aktif atau transaksi wajar (arm s length transaction) yang terakhir Nilai tercatat yang akan diakui seandainya aktiva tersebut dinilai dengan menggunakan model biaya Kelebihan revaluasi (revaluation surplus) 19

PERTANIAN (IAS 41) 20

Pertanian (IAS 41) Masalah yang dibahas IAS 41 mengatur perlakuan akuntansi, penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang terkait dengan aktiva biologis dan produk hasil pertanian pada saat masa panen sejauh ada kaitannya dengan kegiatan pertanian. 21

Ruang lingkup standar Standar ini berlaku untuk hal hal berikut apabila berkaitan dengan kegiatan pertanian: Aktiva biologis Produk hasil pertanian pada masa panen Hibah pemerintah Standar ini tidak berlaku untuk: Tanah yang terkait dengan kegiatan pertanian Aktiva tidak berwujud terkait dengan kegiatan pertanian (IAS 38) 22

Konsep Pokok Kegiatan Pertanian (agricultural activity) Kegiatan pengelolaan perusahaan terhadap aktivitas aktiva biologis sehingga dapat dijual, menjadi produk pertanian, atau menjadi aktiva biologis tambahan Produk hasil pertanian (agricultural activity): Hasil panen aktiva biologis perusahaan. Aktiva biologis (biological asset) Yaitu binatang atau tumbuhan hidup. 23

Konsep Pokok Panen/pemanenan (harvest) Proses pemisahan produk hasil dari aktiva biologis atau penghentian proses hidup suatu aktiva biologis Pasar aktif (active market) adalah pasar yang memiliki ketiga syarat sebagai berikut Jenis barang yang diperdagangkan dalam pasar tersebut bersifat homogen (sejenis) Pembeli dan penjual yang berkeinginan umumnya dapat ditemukan setiap saat Hargatersediasecaraumum. 24

PENDEKATAN PENILAIAN Untuk menentukan Nilai Wajar (IFRS)/Nilai Pasar (Standar Penilaian Indonesia/SPI 2007) Penilai dapat menerapkan 3 (tiga) pendekatan, sebagai berikut: Pendekatan Pasar (Market Data Approach) Pendekatan Biaya (Cost Approach) Pendekatan Pendapatan (Income Approach) 25

Metode Penilaian 1 Pendekatan Pasar (Market Data Approach) - Metode Tambah Kurang - Metode Jumlah Rupiah - Metode Persentase 2 3 Pendekatan Biaya (Cost Approach) Pendekatan Pendapatan (Income Approach) - Metode Survey Kuantitas - Metode Unit Terpasang - Metode Meter Persegi - Metode Indeks Biaya - Gross Income Multipier - Direct Capitalization Method - Discounted Cash Flow - Residual Technique 26

Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach) Penilaian aktiva biologis dengan menggunakan Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach) yaitu penilaian yang mendasarkan pada Perbandingan data dari aktiva biologis yang sejenis dan dilakukan dengan melakukan penyesuaian atas faktor faktor yang berpengaruh terhadap Nilai Pasar Biologis yang dinilai pada saat penilaian. Langkah-langkah yang diperlukan: 1. Analisa faktor faktor yang mempengaruhi nilai dari aktiva biologis yang akan dinilai 2. Kumpulkan data data pembanding dan analisa data data yang sesuai dengan aktiva biologis yang dinilai. 27

Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach) Langkah-langkah yang diperlukan: 3. Lakukan penyesuaian atas faktor faktor yang mempengaruhi nilai, dari aktiva biologis yang akan dinilai 4. Hitung, Indikasi Nilai aktiva biologis yang di nilai, dan kemudian lakukan pembobotan atas aktiva biologis pembanding 5. Tentukan Nilai Pasar aktiva biologis tersebut. Secara umum dapat dinyatakan dengan rumusan sbb: Indikasi Nilai Pasar aktiva biologis = Data Pasar aktiva biologis pembanding ± Penyesuaian terhadap faktor faktor yang mempengaruhi Nilai pasar aktiva biologis. 28

Ilustrasi Pendekatan Data Pasar Data Pembanding Aktiva biologis Nilai Pasar Aktiva biologis yang dinilai Faktor faktor penyesuaian 29

PENDEKATAN BIAYA Penilaian aktiva biologis dapat juga digunakan Pendekatan Biaya, yaitu penilaian yang mendasarkan pada besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva biologis seperti pada saat dilakukan penilaian atau seperti kondisi pada tanggal penilaian (cut off date) dengan memperhatikan kondisi dari aktiva biologis (faktor-faktor koreksi yang mempengaruhi kondisi aktiva biologis). Langkah-langkah yang diperlukan: 1. Menghitung besarnya biaya-biaya yang diperlukan untuk mendapatkan/memperoleh aktiva biologis seperti kondisi pada tanggal penilaian. 2. Tentukan penyesuaian kondisi aktiva biologis 3. Nilai Pasar aktiva biologis = (Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva biologis Baru) Faktor faktor koreksi kondisi aktiva biologis. 30

Ilustrasi Pendekatan Biaya Biaya biaya yang diperlukan membuat aktiva biologis Nilai Pasar Aktiva Biologis yang dinilai Penyesuaian Kondisi aktiva 31

Konsep Pendekatan Pendapatan Berkaitan dengan Prinsip Penilaian: Prinsip Antisipasi & Perubahan Prinsip Supply & Demand Substitusi: mark to market, estimasi harga produk hasil pertanian, biaya-biaya produksi, discount rate, capitalization rate Keseimbangan: lokasi & jenis aktiva biologis, penggunaan tanah yang seimbang terhadap sarana dan prasarana yang diperlukan, disain aktiva biologis yang terbaik [Highest and Best Use] Fakto-faktor eksternal: peraturan pemerintah, fasilitas transportasi, Peraturan tata guna lahan yang berlaku. 32

Konsep Pendekatan Pendapatan Pendekatan pendapatan dapat digunakan untuk penilaian aktiva biologis karena aktiva biologis menghasilkan pendapatan [income producing aktiva]. Pendekatan pendapatan terkait erat dengan Nilai Pasar investasi aktiva biologis untuk jangka panjang, sehingga faktor rate of return harus dapat mengakomodasi unsur risiko dan penghasilan dari investasi aktiva biologis tersebut untuk jangka panjang. Pendekatan pendapatan akan dapat menggambarkan Nilai Pasar biologis bila prinsip penilaian yang terkait dengan Pendekatan Pendapatan dipenuhi dengan baik. 33

Konsep Pendekatan Pendapatan Nilai Pasar aktiva biologis merupakan fungsi dari pendapatan yang dapat dihasilkan oleh aktiva biologis tersebut. Diskon rate yg sesuai Future Va alue PBT 1 PBT 2 PBT 3 PBT n-1 PBT n Present Value Nilai Pasar Aktiva Biologis 34

Pendekatan Pendapatan Metode Arus Kas Arus kas adalah perbedaan antara total penerimaan / pemasukkan dan total pengeluaran/pemakaian dana dalam suatu perioda waktu tertentu. Untuk menentukan Nilai Pasar suatu aktiva biologis dapat dilakukan dengan Metode Arus Kas yang didiskonto yang akan dapat mencerminkan Nilai Pasar Aktiva Biologis. Metode Arus Kas yang didiskontokan ini dikenal sebagai Discounted Cash Flow Method (DCF Method). 35

Langkah Kerja Melakukan riset terhadap besaran besaran yang membentuk Income & Expense [ pendapatan dan pengeluaran ] dari aktiva biologis dan membandingkan dengan aktiva biologis lainnya yang sama untuk memperoleh pendapatan dan pengeluaran yang berbasis pasar (mark to market) Melakukan estimasi besarnya Potential Income [pendapatan kotor potensial] dari aktiva biologis sesuai standar yang diperoleh berdasarkan riset. Melakukan estimasi besarnya Penyesuaian [tingkat kesesuaian] dari aktiva biologis sesuai kondisi aktiva biologis di lapangan. 36

Langkah Kerja Menghitung Effective Gross Income [pendapatan kotor efektif] dengan mengalikan tingkat kesesuaian dan angka pengali lainnya sebagai faktor penyesuai dari total pendapatan kotor potensial aset biologis. Melakukan estimasi besarnya total biaya operasional, terdiri dari biaya tetap, biaya variabel dan biaya cadangan penggantian lainnya. Menghitung Net Operating Income [pendapatan bersih operasi] dengan mengurangkan total semua biaya operasional dari pendapatan kotor efektif. 37

Langkah Kerja Menetapkan metode dan besarnya discount [tingkat diskonto]. Menjumlah nilai kini atas semua pendapatan bersih dari aktiva biologis. rate 38

Beberapa Teknik yang dapat diterapkan untuk pendekatan pendapatan Untuk menetapkan Nilai Pasar aktiva biologis dengan Pendekatan Pendapatan dapat digunakan beberapa Teknik Penilaian. Beberapa Teknik Penilaian yang dapat digunakan dalam menetapkan Nilai Pasar aktiva biologis dengan Pendekatan Pendapatan antara lain: Teknik penyisaan (Residual Teknik) Teknik kapitalisasi atas aset aset non aktiva biologis 39

Langkah Kerja Pendekatan Pendapatan dengan Teknik Penyisaan Menghitung besarnya Income & Expense [ pendapatan dan pengeluaran ] dari aktiva biologis dan aktiva non biologis (aktiva seluruhnya) yang berbasis pasar (mark to market) Menetapkan besarnya tingkat diskonto (discount rate) yang sesuai dengan kondisi pasar. Menghitung Nilai Kini atas semua pendapatan dari aktiva biologis dan aktiva non biologis. Menghitung Nilai Pasar atas aktiva non biologis dengan pendekatan data pasar maupun dengan pendekatan biaya. Nilai aktiva biologis diperoleh dengan mengurangi Nilai Kini atas semua pendapatan aktiva dengan Nilai Pasar aktiva non biologis 40

Langkah Kerja Pendekatan Pendapatan dengan Teknik Kapitalisasi Menghitung besarnya Income & Expense [pendapatan dan pengeluaran] dari aktiva biologis saja dengan memperlaku kan aktiva non biologis sebagai aktiva yang disewa dari pihak lain tetapi semuanya tetap berbasis pasar (mark to market). Ini dilakukan dengan menghitung Nilai Pasar dari aktiva non biologis dengan pendekatan data pasar maupun dengan pendekatan biaya untuk menetapkan Nilai Sewa Pasar sebagai beban biaya. Menetapkan besarnya tingkat diskonto (discount rate) yang sesuai dengan kondisi pasar. Menghitung Nilai Kini atas semua pendapatan dari aktiva biologis. Penjumlahan ini akan mencerminkan Nilai Pasar dari aktiva biologis. 41

Ilustrasi Pendekatan Pendapatan NILAI PASAR Tanah Tanaman Bangunan Kendaraan Alat Kantor Mesin 42

Skema Pendekatan Pendapatan PENGUMPULAN DATA PERHITUNGAN NILAI NON TANAMAN PENENTUAN STANDAR PANEN FAKTOR KOREKSI PROYEKSI HARGA TBS PROYEKSI PANEN PENENTUAN PROYEKSI BIAYA PENDAPATAN BERSIH PENDAPATAN KOTOR PENENTUAN TINGKAT DISKONTO NILAI PASAR PERKEBUNAN ATAU NILAI PASAR TANAMAN 43

Data yang diperlukan sebelum ke lokasi Data-data Kebun Peta Hamparan Kebun yang telah diwarnai untuk setiap tahun tanam. Harga pupuk per jenis pupuk per kg. Copy Surat Tanah, PBB dan IMB. Monthly Management Report. Data-data Bangunan Kebun Daftar bangunan, luas bangunan dan tahun pembangunan/perolehan. Lay Out bangunan. Surat-surat kepemilikan, surat izin (HGB, IMB). Gambar situasi (site plan). Panjang jalan, lebar jalan dan tahun perolehan. Jumlah Jembatan, jenis jembatan dan tahun perolehan. Jumlah gorong-gorong, jenis gorong-gorong dan tahun perolehan. Panjang parit, jenis parit dan tahun perolehan. 44

Data yang diperlukan sebelum ke lokasi Data-data Mesin, Peralatan, Alat Berat, Kendaraan Daftar mesin dan peralatan dan tahun pembuatan/perolehan. p Daftar alat berat dan tahun pembuatan/perolehan. Daftar Kendaraan Bermotor. Copy STNK atau BPKB. 45

Data yang harus dikumpulkan saat tinjauan ke lokasi: Catatan letak perkebunan yang dapat dengan jelas dipahami oleh pembaca laporan. Klarifikasi luas areal, jenis tanah, tentukan tingkat kesesuaian lahan. Cek kondisi tanaman, Cek pertumbuhan dan hama dan penyakit. Cek pemeliharaan tanaman yang dilakukan. Lakukan cek fisik asset non tanaman. Cari data pembanding disekitar perkebunan. Pengambilan gambar atau foto properti dan foto data pembanding 46

Informasi lainnya yang diperlukan Akses jalan menuju lokasi Lingkungan g disekitarnya Perkembangan perkebunan di lokasi sekitar apakah berkembang dengan baik Kondisi pasar setempat (baik atau buruk) 47

Kesiapan Penilai dalam menyongsong penerapan adopsi IFRS di Indonesia Penilaian atas Biological Asset untuk penerapan IFRS yang pernah dilakukan adalah: Penilaian Tanaman Kelapa Sawit. Penilaian Tanaman Coklat Penilaian Tanaman Karet Penilaian Tanaman Kelapa Hibrida Penilaian Tanaman Teh Penilaian Tanaman Tebu Peniaian Hutan Tanam Industri 48