CUACA DAN IKLIM SERTA UNSUR-UNSURNYAUNSURNYA

dokumen-dokumen yang mirip
1. Tekanan Udara 2. Radiasi Surya 3. Lama Penyinaran 4. Suhu Udara 5. Kelembaban Udara 6. Curah Hujan 7. Angin 8. Evapotranspirasi Potensial

9/6/2016 KULIAH 4: CUACA DAN IKLIM SERTA UNSUR-UNSURNYA. Output Input. Efisiensi = Impor Indonesia (BPS, 2005)

Jurusan Geofisika dan Meteorologi, FMlPA IPB

HIDROMETEOROLOGI TATAP MUKA KEEMPAT (RADIASI SURYA)

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Keenam (SUHU UDARA II)

Evapotranspirasi. 1. Batasan Evapotranspirasi 2. Konsep Evapotranspirasi Potensial 3. Perhitungan atau Pendugaan Evapotranspirasi

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL

3. FUNDAMENTAL OF PLANTS CULTIVATION

IV. PEMBAHASAN. 4.1 Neraca Air Lahan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Minggu 1 : Daur Hidrologi Minggu 2 : Pengukuran parameter Hidrologi Minggu 3 : Pencatatan dan pengolahan data Hidroklimatologi

PERAN IKLlM DALAM PRAKTIK PERTAN IAN

STRUKTUR BUMI. Bumi, Tata Surya dan Angkasa Luar

PRAKTIKUM RSDAL II PERHITUNGAN EVAPOTRANSPIRASI POTENSIAL (ETo) DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN (ETCrop)

Pembentukan Hujan 2 KLIMATOLOGI. Meteorology for better life

Klasifikasi Iklim. Klimatologi. Meteorology for better life

Hidrometeorologi. Pertemuan ke I

BAB I PENDAHULUAN. Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam ekonomi Indonesia. Potensi

X. WATER AND IRRIGATION. Acquaah, George Horticulture. Principles and Practices. Chapter 23, 24

Geografi. Kelas X ATMOSFER VII KTSP & K Iklim Junghuhn

Udara & Atmosfir. Angga Yuhistira

ANALISA KETERSEDIAAN AIR

CH BULANAN. Gambar 3. Curah hujan bulanan selama percobaan lapang

I. PENDAHULUAN. Peran sektor pertanian sangat penting terhadap perekonomian di Indonesia

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

ENERGI DAN PRODUKSI PERTANIAN BAHAN KULIAH DASAR AGRONOMI FAKULTAS PERTANIAN IPB

JURUSAN TEKNIK & MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. jagung adalah kedelai. Kedelai juga merupakan tanaman palawija yang memiliki

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

The stress interaction index SX = (1-CDX/100) (1-CWX/100) (1- HDX/100) (1-HWX/100) dimana ;

I. PENDAHULUAN II. TINJAUAN PUSTAKA

Bulan Basah (BB) : Bulan dengan curah hujan lebih dari 100 mm (jumlah curah hujan bulanan melebihi angka evaporasi).

Ekonomi Pertanian di Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam dan luar negeri terhadap tanaman selada, komoditas ini mempunyai

ATMOSFER I. A. Pengertian, Kandungan Gas, Fungsi, dan Manfaat Penyelidikan Atmosfer 1. Pengertian Atmosfer. Tabel Kandungan Gas dalam Atmosfer

1. I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

PEMANASAN BUMI BAB. Suhu dan Perpindahan Panas. Skala Suhu

EVALUASI MUSIM HUJAN 2007/2008 DAN PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2008 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

DEFINISI IRIGASI TUJUAN IRIGASI 10/21/2013

LAMPIRAN. Lampiran 1. Data Jumlah Curah Hujan (milimeter) di Stasiun Onan Runggu Periode Tahun

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada abad ke-19, minuman kopi sangat populer di seluruh dunia dan mulai

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Ketiga (ATMOSFER)

I. PENDAHULUAN. Tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril) merupakan salah satu tanaman pangan

DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI DEDIKASI KATA PENGANTAR

BAB 2 DATA METEOROLOGI

Suhu Udara dan Kehidupan. Meteorologi

Tata cara perhitungan evapotranspirasi potensial dengan panci penguapan tipe A

Evapotranspirasi Rekayasa Hidrologi Universitas Indo Global Mandiri

PERENCANAAN KEBUTUHAN AIR PADA AREAL IRIGASI BENDUNG WALAHAR. Universitas Gunadarma, Jakarta

BMKG PRESS RELEASE BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

DATA METEOROLOGI. 1. Umum 2. Temperatur 3. Kelembaban 4. Angin 5. Tekanan Udara 6. Penyinaran matahari 7. Radiasi Matahari

ANALISA KETERSEDIAAN AIR SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MULIA SARI KECAMATAN MUARA TELANG KABUPATEN BANYUASIN

PENDAHULUAN. Indonesia. Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan

SUHU UDARA DAN KEHIDUPAN

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Ke 6 (KELEMBABAN UDARA)

TINJAUAN PUSTAKA. Faktor Lingkungan Tumbuh Kelapa Sawit

PENGENALAN ALAT DISUSUN OLEH : NAMA : NILAM TIKA NIM : G ASISTEN : VIPIN CHRISTINA CHANDRA PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN

RADIASI MATAHARI DAN TEMPERATUR

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Kegiatan Pembelajaran 6 : Prinsip dan prosedur kerja Peralatan Klimatologi

TINJAUAN PUSTAKA Analisis Kebutuhan Air Irigasi Kebutuhan Air untuk Pengolahan Tanah

Unsur gas yang dominan di atmosfer: Nitrogen : 78,08% Oksigen : 20,95% Argon : 0,95% Karbon dioksida : 0,034%

IV. PENGUAPAN (EVAPORATION)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STATISTIK KETAHANAN PANGAN TAHUN 2013

TINJAUAN PUSTAKA. Neraca Air

Gambar 17. Tampilan Web Field Server

PENGANTAR. Bogor, Maret 2017 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI BOGOR

TINJAUAN PUSTAKA Budidaya Tebu

BAB II LANDASAN TEORITIS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2008 TENTANG

ANALISIS UNSUR CUACA BULAN JANUARI 2018 DI STASIUN METEOROLOGI KLAS I SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN SEPINGGAN BALIKPAPAN

INFORMASI IKLIM UNTUK PERTANIAN. Rommy Andhika Laksono

PRAKIRAAN ANOMALI IKLIM TAHUN 2016 BMKG DI JAWA TENGAH

20% dari basket IHK, sementara untuk bahan pangan (raw food) total sekitar 23% dari basket IHK.

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2013 di

Pemanasan Bumi. Suhu dan Perpindahan Panas

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PENDAHULUAN. Latar Belakang. Rataan suhu di permukaan bumi adalah sekitar K (15 0 C ), suhu

BAB 1 PENDAHULUAN. Provinsi Daerah Tingkat (dati) I Sumatera Utara, terletak antara 1-4 Lintang

KATA PENGANTAR PANGKALPINANG, APRIL 2016 KEPALA STASIUN METEOROLOGI KLAS I PANGKALPINANG MOHAMMAD NURHUDA, S.T. NIP

Jaman dahulu Sekarang

I. INFORMASI METEOROLOGI

NILAI TUKAR PETANI JAWA TIMUR BULAN FEBRUARI 2012

PENGANTAR. Bogor, Maret 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI DARMAGA BOGOR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memanasnya suhu permukaan air laut Pasifik bagian timur. El Nino terjadi pada

IV KONDISI UMUM TAPAK

II. IKLIM & METEOROLOGI. Novrianti.,MT_Rekayasa Hidrologi

Atmosphere Biosphere Hydrosphere Lithosphere

Dampak Pemanasan Global Terhadap Perubahan Iklim di Indonesia Oleh : Ahkam Zubair

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Penelitian

DAFTAR ISI. 1.2 RUMUSAN MASALAH Error Bookmark not defined. 2.1 UMUM Error Bookmark not defined.

BAB I. PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Kandungan gizi kacang hijau per 100 gr. Tabel 1.2 Perbandingan kandungan protein kacang hijau per 100 gr

Tz 1 = (28,4 0,59 x h ) o C

Transkripsi:

KULIAH 4: CUACA DAN IKLIM SERTA UNSUR-UNSURNYAUNSURNYA TIK : Setelah mengikuti kuliah ini, anda dapat menjelaskan Cuaca dan Iklim, serta Unsur-Unsurnya U 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 1

Kegiatan manusia dalam memanen energi matahari untuk menghasilkan makanan dan serat. 6CO 2 + 12H 2 O C 6 H 12 O 6 + 6O 2 + 6H 2 O Makanana Ternak Ikan Tanaman Serat Perkebunan Pakaian Perumahan 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 2

Import INDONESIA Tahun 2000 No Komoditas ton US $ US $/kg Rp/kg 1 Gandum 3,576,665 500,312,470 0.14 1,189 2 Jagung 1,236,764 150,012,707 0.12 1,031 3 Beras 505,514514 131,132,613132 026 0.26 2,205205 4 Kedelai 1,277,685 275,481,226 0.22 1,833 5 Bungkil Kedelai 1,262,040 268,746,270 0.21 1,810 6 Kacang Tanah 111,284 35,601,776 0.32 2,719 7 Gula 1,680,275 290,873,225 0.17 1,471 8 Bawang Putih 174,702 44,120,000 0.25 2,147 TOTAL T 9,824,929 929 1,696,280,287 287 Rp. 14.5 trillion Sumber : HKTI 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 3

Impor Indonesia (BPS, 2005) Beras Gula 1.6 Kedelai Gandum 4.5 Jagung 1.3 Ternak Sapi Tepung Telur Susu Bubuk Makanan Olahan Garam Singkong Kc Tanah Buah-buahan 3.7 juta ton/tahun 1.3 + 1 jt ton/th bungkil 450 000 ekor/tahun + 42,000 ton daging & jeroan 30 000 ton/th 170 000 ton/th 1.5 milyar USD 1.6 juta ton/th 0.85 juta ton/th 260 000 ton/th 247 000 ton/th Sayuran 281 000 ton/th 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 4

Bagaimana Meningkatkan Produktivitas Pertanian Indonesia? Memaksimalkan energi radiasi surya (i.e. efisiensi penggunaan radiasi) Menganggap unsur-unsur cuaca/iklim sebagai sumberdaya, bukan sebagai faktor pembatas. Menggunakan data (cuaca/iklim, tanah, tanaman & sosial-ekonomi) dan hasil penelitian untuk melakukan prediksi guna menunjang agrobisnis/ agroindustri. 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 5

Memaksimalkan energi radiasi surya (i.e. efisiensi penggunaan radiasi) Efisiensi = Output Input CO 2 CH 2 O Energi Hasil Produk radiasi pertanian Olahan Tenaga Kerja Pupuk Irigasi Bibit Teknik Budidaya Biji Buah Daun Batang Umbi/Akar Ekstrak Makanan kemasan Minuman Kemasan dll. 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 6

1. Memaksimalkan energi radiasi surya (i.e. efisiensi penggunaan radiasi) CO 2 + H 2 O CH 2 O + O 2 200 Bi iomass (g.m m-2) 150 100 50 0 Biomass = 1.0 Qint Biomass = 0.50 Qint 0 50 100 150 200 Intercepted Radiation(Qint, MJ m-2) 1 gram = 17.5 kj = 0.0175 MJ Efisiensi = 1 g/mj = 0.0175 MJ/MJ x 100 % = 1.75 % 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 7

CO 2 CH 2 O Protein Lemak/Minyak energy energy energy Singkong Padi Gandum Kedelai 200 Biomas ss (g.m-2) 150 100 50 Rice Soybean 0 0 50 100 150 200 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 8 Intercepted Radiation (MJ m-2)

Hitungan: Unsur iklim sebagai sumberdaya Periode Tanam Kebutuhan Energi Energi Listrik Biaya per kwh (Rp) 200 Biaya per 3.6 MJ (Rp) 200 Biaya Energi Listrik/ha/musim ik/h / i Rp 1,111,111,111111 111 111 100 hari 20 MJ/m2/hari 2,000 MJ/m2/hari 20,000,000, MJ/ha/hari / 20,000,000 MJ/ha/hari Hasil Padi Harga Gabah (di lapang) Pendapatan Kotor 5 ton/ha/musim 5,000 kg/ha/musim 1,200 Rp/kg 6,000,000 Rp/ha 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 9

3. Menggunakan data iklim untuk menunjang agrobisnis/agroindustri Menggunakan pendekatan kuantitatif untuk melakukan prediksi guna menunjang analisis ekonomi secara akurat. Model Pertumbuhan Jati Model Pertumbuhan Gandum Model Pertumbuhan Kelapa Sawit Model Pertumbuhan Jarak Model Penyakit Kentang* Model Pertumbuhan Padi Menunjang pengambilan keputusan : 1. Waktu Tanam 2. Aplikasi Irigasi 3. Aplikasi Pemupukan Nitrogen 4. Aplikasi Fungisida* 5. Pendugaan Hasil 6. Lokasi Potensial (Zoning) 7. Monitoring Pertumbuhan Tanaman 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 10

Unsur-unsur Iklim Tekanan Udara Radiasi Surya Lama Penyinaran Suhu Udara Kelembaban Udara Curah Hujan - Angin Evapotranspirasi Potensial 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 11

Cuaca dan Iklim Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa b jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbedabeda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat). Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas. 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 12

Puncak Atmosfer ( 100 km ) Tekanan Udara Tekanan Udara : P = ρ g h ρ : kerapatan udara g : gravitasi h : tinggi kolom udara h1 ho P 1 < P o P 1 Gaya berat udara P o Atmosfer Terdiri dari udara/gas-gas (H2O, N2, O2, CO2,..), awan dan debu/partikel yang menunjang kehidupan serta melindungi dari radiasi matahari dan meteor. Makin ke atas kerapatan dan tekanan udara makin kecil. 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 13 Satuan Tekanan Udara : Pa dan mb (1 mb=100 Pa).

Radiasi Surya Solarimeter Gelombang elektromagnetik Suhu permukaan matahari 6000 o K Disebut Radiasi Gelombang Pendek Jarak matahari-bumi mi rata-rata = 150 juta km. Radiasi yg sampai di bumi ( diukur ) : satuan W.m -2 (sesaat), MJ.m -2 (kumulatif) 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 14

Matahari Setiap saat, separuh belahan bumi menerima radiasi surya (rata-rata 1360 W.m -2 di puncak atmosfer) pada siang hari. Matahari Rotasi bumi ( 1.600 km/jam ) menyebabkan perbedaan waktu di bumi (siang-malam). Satu rotasi = 360 o Bujur = 24 jam. Bumi mengelilingi matahari (revolusi) selama 1 tahun tiap putaran dgn kecepatan 100.000 km/jam. Deklinasi bumi (23.5 o Lintang) menyebabkan perbedaan panjang hari, musim (summer & winter) dan penerimaan energi radiasi surya di permukaan bumi. 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 15

1 000 Diukur dengan solarimeter akibat penutupan awan W.m -2 500 bumi 0 Bogor 06 12 18 Waktu Setempat (jam) Catatan! Waktu setempat (WS) dihitung berdasarkan posisi Bujur bumi. Pukul 12.00 WS jika sudut datang cahaya matahari (zenith angle) sama dengan nol. Matahari Rad diasi Surya (MJ/m m2/hari) 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 Bogor 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar 0Ilmu 2 Pertanian 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 16 28 Tanggal (Februari 2000)

Lama Penyinaran Lama matahari bersinar cerah ( jam ) dalam sehari. Lama penyinaran sangat dipengaruhi oleh penutupan awan. Lama penyinaran DIUKUR dengan alat ukur (Campbell Stokes). Catatan! C b ll St k Lama penyinaran BUKAN panjang hari. Panjang hari adalah periode (j jam ) antara matahari terbit sampai terbenam. Panjang hari DIHITUNG dari letak lintang dan tanggal (julian date). Campbell Stokes 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 17

Suhu Udara satuan : K, o C, o F, o R 12,000 Altitude (m m) 10,000 8000 8,000 6,000 4000 4,000-40 o C -25 o C -9 o C 5 o C 2,000 17 o C 0 30 o C -50-40 -30-20 -10 0 10 20 30 40 Suhu Udara (oc) 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 18

Suhu dan Kelembaban Udara Catatan! RH : Relative Humidity (Kelembaban Nisbi), satuan : % Psychrometer 23.5 o LS 23.5 o LU Kelembaban Udara : Matahari Agak kering Kering Lembab Kering Agak kering (RH<50%) (RH>70%) (RH<50%) Kutub Selatan Hadley Cell Hadley Cell Kutub Utara Gurun Pasir 30 o Equator 30 o Gurun Pasir Daerah Hutan Hujan Tropis 18/02/2013 InterTropical Kuliah Convergence V, Pengantar Zone Ilmu Pertanian 19

100 34 95 32 RH ( % ) 90 85 80 75 RH ( % ) Suhu (oc) Bogor 30 28 26 24 22 Su uhu ( oc ) 70 20 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 19 20 22 23 24 Jam ( WIB ) 12,000 (m) 10,000 8,000 RH -40 o C -25 o C Suhu makin rendah RH makin tinggi Altitude 6,000 4,000-9 o C 5 o C 2000 2,000 17 o C 0 30 o C 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 20

Curah Hujan Ombrometer Matahari Kutub Selatan Hadley Cell ITCZ Hadley Cell Kutub Utara Gurun Pasir 30 o Daerah Subtropika Equator 30 o Gurun Pasir Daerah Subtropika Daerah Hutan Hujan Tropika 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 21

Satuan : mm Jenis data hutan : 1. Intensitas hujan: mm/ jam 2. Curah Hujan a. Harian : mm / hari b. Bulanan : mm / bulan c. Tahunan : mm / tahun Curah Hujan 600 500 400 300 200 100 Hujan rata-rata (mm) Jakarta (8m dpl.) Curug (50m dpl.) Bogor (240m dpl.) 0 Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 22

Pengukur CH Otomatis 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 23

Angin 1. Arah angin : arah ASAL angin bertiup { satuan derajat ( o ) atau arah mata angin seperti N, E, S, W, SE, SW, NE, NW } 2. Kecepatan angin ( m s -1 atau km jam -1 ) NW N NE W E SW S SE 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 24 Anemometer

EVAPOTRANSPIRASI Evapotranspirasi = Evaporasi + Transpirasi Evaporasi: Meliputi perubahan keadaan air dari bentuk cair ke bentuk gas perpindahan dari cairan ke atmosfer. Evaporasi terjadi ketika sejumlah besar dari molekul yang bergerak hancur dari permukaan air dan lepas ke udara dalam bentuk uap. Transpirasi: Proses perpindahan p air dalam bentuk uap dari tanaman terutama daunnya ke atmosfir. Evapotranspirasi: Kebutuhan air tanaman, ETc adalah kedalaman air (mm) yang dibutuhkan untuk menggantikan kehilangan air melalui l evapotranspirasi tanaman yang terbebas dari penyakit, tumbuh pada kondisi lahan yang tidak terganggu dan berproduksi penuh pada kondisi lingkungan g tersebut. (Doorenbos dan Pruit, 1977). 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 25

EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN, ET c Dimana ET c = ET 0. kc ET 0 = Evapotranspirasi acuan, laju evapotranspirasi dari areal rumput hijau yang luas dengan ketinggian seragam 8 15 cm, sedang aktif berkembang dan menutupi tanah secara penuh serta tidak kekurangan air (dapat dihitung dari data iklim) dihitung dengan rumus, fungsi dari data unsur-unsur cuaca, atau diduga menggunakan Panci Klas A, atau lisimeter. kc = adalah koefisien tanaman yang besarnya tergantung pada fase pertumbuhan dan jenis tanaman 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 26

Evapotranspirasi Satuan mm (seperti satuan curah hujan). ETp dihitung dengan rumus, fungsi dari data unsur-unsur cuaca, atau diduga menggunakan Panci Klas A, atau lisimeter. 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 27

Penggunaan Evapotranspirasi Menghitung kebutuhan air tanaman perencanaan irigasi Daerah kering mempunyai ETp tinggi, Daerah lembab mempunyai ETp lebih rendah. 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 28

Observasi Cuaca Jaringan Stasiun Klimatologi Pengukuran manual Pengukuran secara otomatis Satelit Meteorologi Radar Cuaca Model Hujan Sistem peringatan dini 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 29

Pemanfaatan Data Cuaca Transportasi penerbangan, pelayaran Pertanian/Peternakan pewilayahan agroklimat (kesesuaian lahan/iklim ) sistem peringatan dini ( kekeringan, banjir) serangan hama penyakit tanaman/ternak pendugaan hasil (model simulasi) perencanaan ii irigasii Kehutanan pengelolaan Daerah Aliran Sungai Kelautan oseanografi Lingkungan pemanasan global pencemaran udara 18/02/2013 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 30

Selamat Belajar. Sampai Bertemu Kembali pada Kuliah Minggu ke 5 18/02/2013 Kuliah II, Pengantar Ilmu Pertanian 31