Kecerdasan Bab 3: 3/18/2015

dokumen-dokumen yang mirip
Kelas A & B Jonh Fredrik Ulysses, ST.

REPRESENTASI PENGETAHUAN

Artificial Intelegence EKA YUNIAR

REPRESENTASI PENGETAHUAN. Pertemuan 6 Diema Hernyka Satyareni, M. Kom

REPRESENTASI PENGETAHUAN

KECERDASAN BUATAN REPRESENTASI PENGETAHUAN (PART - II) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM

REPRESENTASI PENGETAHUAN

Representasi Pengetahuan. Oleh : Cahyo Anggoro Seto Yusuf Hadi

REPRESENTASI PENGETAHUAN (2) 3. Frame

Arti Pengetahuan Produksi Jaringan Semantik Tiple Obyek-Atribut-Nilai Schemata : Frame dan Script

BAB 2 TINJAUAN TEORI. Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan,

Representasi Pengetahuan dan Penalaran

BAB 2 REPRESENTASI PENGETAHUAN

JARINGAN SEMANTIK (SEMANTIC NETWORK) & Muhlis Tahir SKEMA (SCHEME)

Dua bagian dasar sistem kecerdasan buatan (menurut Turban) : dalam domain yang dipilih dan hubungan diantara domain-domain tersebut

BAB 2 LANDASAN TEORI. berkonsultasi dengan seorang pakar atau ahli. Seorang pakar adalah seseorang yang

Representasi Pengetahuan (II)

INTELEGENSI BUATAN. Pertemuan 4,5 Representasi Pengetahuan. M. Miftakul Amin, M. Eng. website :

MATERI 5. Representasi Pengetahuan

BAB IV REPRESENTASI PENGETAHUAN

REPRESENTASI PENGETAHUAN (KNOWLEDGE REPRESENTATION)

BAB III REPRESENTASI PENGETAHUAN

KECERDASAN BUATAN REPRESENTASI PENGETAHUAN (PART - I) ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM

Refresentasi Pengetahuan 1

BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR

Artificial Intelegence. Representasi Logica Knowledge

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.

MATEMATIKA DISKRIT LOGIKA

Representasi Pengetahuan

REPRESENTASI PENGETAHUAN

Representasi Pengetahuan : LOGIKA

Logika Matematika Diskret (TKE132107) Program Studi Teknik Elektro, Unsoed

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Knowledge Representation

BAB II PEMECAHAN MASALAH DENGAN AI

BAB V REPRESENTASI PENGETAHUAN

Logika Proposisi. Adri Priadana ilkomadri.com

ARTIFICIAL INTELLIGENCE

BAB I PENDAHULUAN. a. Apa sajakah hukum-hukum logika dalam matematika? b. Apa itu preposisi bersyarat?

REPRESENTASI PROSEDURAL

SINTAKS DAN SEMANTIK PADA LOGIKA PROPOSISI. Matematika Logika Semester Ganjil 2011/2012

BAB 2 LANDASAN TEORI

METODE INFERENSI. Level 2. Level 3. Level 4

REPRESENTASI PENGETAHUAN

LOGIKA (LOGIC) Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara pernyataanpernyataan

Materi 4: Logika. I Nyoman Kusuma Wardana. STMIK STIKOM Bali

PENGANTAR LOGIKA INFORMATIKA

Dian Wirdasari, S.Si.,M.Kom

MATEMATIKA DISKRIT. Logika

METODE INFERENSI (1)

IT105 MATEMATIKA DISKRIT. Ramos Somya, S.Kom., M.Cs.

Kecerdasan Buatan. Representasi Pengetahuan & Penalaran... Pertemuan 05. Husni

DASAR-DASAR LOGIKA. Pertemuan 2 Matematika Diskrit

Soal UAS Pengantar Kecerdasan Buatan. Kelas 3IA01, 03, 05, 07, 11, 13, 14, 17, 18, 19, 21, 22 dan 23

KOMPARASI PENGGUNAAN METODE TRUTH TABLE DAN PROOF BY FALSIFICATION DALAM PENENTUAN VALIDITAS ARGUMEN. Abstrak

KONSEP DASAR LOGIKA MATEMATIKA. Riri Irawati, M.Kom Logika Matematika - 3 sks

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004

MODUL PERKULIAHAN EDISI 1 MATEMATIKA DISKRIT

Nama : RHEINHARD NIM : MATEMATIKA DISKRIT

BAB 2 REPRESENTASI PENGETAHUAN 8 Dalam representasi sebuah fakta yang kita gunakan dalam sebuah program, kita juga harus konsisten dengan representasi

BAB 3 REASONING, SEMANTIC NETWORK, FRAME 18 (4) Semua manusia adalah fana (5) Semua orang berkebangsaan x meninggal karena adanya bencana banjir tahun

PENGERTIAN. Proposisi Kalimat deklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidak keduanya. Nama lain proposisi: kalimat terbuka.

REPRESENTASI PENGETAHUAN (bagian 2) Pertemuan 5

PEMAKAI SISTEM PAKAR UTHIE

BAB 2 LANDASAN TEORI

LOGIKA. /Nurain Suryadinata, M.Pd

SPK PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN XYZ

LOGIKA. Ratna Wardani Pendidikan Teknik Informatika. 2 September 2007 Pertemuan-1-2 1

ALGORITMA STRUCTURED ENGLISH DAN PSEUDOCODE

Silogisme Hipotesis Ekspresi Jika A maka B. Jika B maka C. Diperoleh, jika A maka C

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

Logika Logika merupakan dasar dari semua penalaran (reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara proposisi atau pernyataan (statements).

LEMBAR TUGAS MAHASISWA ( LTM )

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KNOWLEDGE-BASED EXPERT SYSTEM UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS ANGGREK DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

MODUL 3 OPERATOR LOGIKA

REPRESENTASI PENGETAHUAN

Sistem Pakar. Pertemuan 2. Sirait, MT

Bahasan Terakhir... Pencarian Iteratif. Pencarian Adversarial. Simulated Annealing Pencarian Tabu Mean Ends. Minimax (Min-Max) Alpha-Beta Pruning

Logika hanya berhubngan dengan bentukbentuk logika dari argumen-argumen, serta penarikan kesimpulan tentang validitas dari argumen tersebut.

Pengantar Logika. Didin Astriani Prasetyowati, M.Stat UIGM

ALGORITMA STRUCTURED ENGLISH DAN PSEUDOCODE

Logika. Apakah kesimpulan dari argumen di atas valid? Alat bantu untuk memahami argumen tsb adalah Logika

LOGIKA & PEMBUKTIAN. Anita T. Kurniawati, MSi LOGIKA

REPRESENTASI PENGETAHUAN

Modul Matematika X Semester 2 Logika Matematika

SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN MESIN INFERENSI FUZZY. Wilis Kaswidjanti. Abstrak

Pengenalan Logika Informatika. Pertemuan 1 Viska Armalina, ST.,M.Eng

REPRESENTASI PENGETAHUAN (Bagian 1) Pertemuan 4

Pendahuluan. Bab I Logika Manusia

kusnawi.s.kom, M.Eng version

Logika Proposisi 1. Definisi 1. (Proposisi) Proposisi adalah kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak keduanya sekaligus.

Pengetahuan 2.Basis data 3.Mesin Inferensi 4.Antarmuka pemakai (user. (code base skill implemetation), menggunakan teknik-teknik tertentu dengan

INFERENCE & EXPLANATION TEKNIK PENARIKAN KESIMPULAN & MEMBERI PENJELASAN

Sistem Pakar Kerusakan pada Perangkat Keras (Hardware) di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang

BAHAN AJAR LOGIKA MATEMATIKA

Representasi Pengetahuan (Bagian 3) Logika dan Himpunan. Pertemuan 6

Pendahuluan PENGERTIAN SISTEM PAKAR

MODEL HEURISTIK. Capaian Pembelajaran. N. Tri Suswanto Saptadi

Metode-metode Optimasi dengan Alternatif Terbatas

LOGIKA MATEMATIKA. Tabel kebenarannya sbb : p ~ p B S S B

Transkripsi:

Kecerdasan Bab 3: Prio Handoko, S. Kom., M.T.I. Program Studi Teknik Informatika Universitas Pembangunan Jaya Jl. Boulevard - Bintaro Jaya Sektor VII Tangerang Selatan Banten 15224 Kompetensi Dasar Mahasiswa mendapatkan pemahaman bagaimana sebuah pengetahuan direpresentasikan sehingga menjadi informasi yang dapat digunakan Agenda Pendahuluan Kategori Representasi Pengetahuan Logika Script Jaringan Semantik Pengetahuan adalah informasi INFORMASI diorganisasikan dalam suatu basis pengetahuan (knowledge base) OUTPUT yang mudah digunakan 1

Karakteristik representasi pengetahuan 1. Dapat diprogram memori 2. Dirancang sedemikian rupa fakta dan pengetahuan penalaran basis data yang berisi semua pengetahuan Pola representasi 1. Logika 2. Prosedural 3. Network 4. Terstruktur Pola Representasi Logika Representasi yang menggunakan ekspresi-ekspresi dalam logika formal untuk merepresentasikan basis pengetahuan Menerapkan aturan-aturan inferensi dan prosedur pembuktian dalam pemecahan masalah (problema) Prosedural Menggambarkan sekumpulan instruksi untuk memecahkan suatu problema Aturan IF-THEN digunakan sebagai sebuah prosedur pencapaian tujuan pemecahan problema Pola Representasi Network Menggunakan node dan arc node digunkan untuk menggambarkan objek problema yang dihadapi dan direpresentasikan dalam sebuah graf, sedangkan arc menggambarkan asosiasi antar tiap objek problema Terstruktur Membuat setiap node-nya menjadi menjadi sebuah prosedur untuk mengerjakan tugas tertentu Struktur Data Representasi Pengetahuan Penafsiran Prosedur Struktur data dan penafsiran prosedur sangat penting dalam sistem representasi pengetahuan. 2

Terdapat beberapa tipe pengetahuan yang dapat dikategorikan dalam bentuk keahlian (Turban, 2001): 1. Teori-teori yang mendasari suatu masalah 2. Aturan-aturan baku dan prosedur-prosesdur yang berkaitan dengan permasalahan tertentu 3. Atguran-aturan (heuristik) tentang apa yang harus dikerjakan dalam suatu permasalahan 4. Meta-knowledge 5. Fakta dari suatu permasalahan Logika merupakan representasi dari studi AI Sebagai landasan/pondasi berbagai macam sistem yang menggunakan logika (sistem pakar, prolog) Merupakan sistem formal dalam bentuk formula/kalimat yang mempunyai nilai kebenaran dan kesalahan Logika terdiri atas: Sintaks Semantik Prosedur pengambilan keputusan Sintaks: Pengaturan kata dan phrase untuk menciptakan kalimat yang well-formed suatu bahasa. Fakta yang diperoleh direpresentasikan sebagai suatu kalimat logika Semantik: Cabang linguistik dan logika yang mempelajari makna kata dan relasi antar kata. Fakta adalah penegasan dan kemungkinan bernilai BENAR atau SALAH. Prosedur pengambilan keputusan: Metode penghitungan kebenaran kalimat. INPUT Premises atau Fakta Proses Logika OUTPUT Inferensi atau Konklusi Bagaimanakah perbedaan proses logika antara manusia dan mesin? Manusia: Manusia menggunakan penalarannya dan pengetahuan yang telah dimilikinya untuk dapat menilai kebenaran dari suatau fakta 3

Mesin: Mesin menggunakan suatu metode yang menggunakan logika untuk mengubah pernyataan dan proses penalaran ke dalam bentuk yang sesuai untuk manipulasi computer (logika simbolik). Logika simbolik: Sistem kaidah dan prosedur yang memungkinkan mesin menghasilkan gambaran inferensi (output) dari berbagai premis (input) menggunakan bermacam-macam teknik logika. Logika Proposisi: suatu pernyataan yang memiliki nilai BENAR atau SALAH. Menggunakan simbol (seperti huruf besar dalam alfabet) untuk menyeatakan berbagai macam proposisi, premis atau konklusi. Contoh. Pernyataan A Pernyataan B Pernyataan C : Perkuliahan AI dilakukan setiap hari Rabu : Hari ini adalah hari Kamis : Perkuliahan tidak dilakukan hari ini. Untuk membentuk premis yang lebih kompleks, 2 atau lebih proposisi dapat dikombinasikan dengan menggunakkan logika penghubung berikut: a. ^ untuk konjungsi (DAN/AND) b. v untuk disjungi (ATAU/OR) c. ~ untuk negasi (TIDAK/NOT) d. untuk implikasi/kondisional (IF-THEN/JIKA-MAKA) e. untuk equivalensi/bikondisional (IF AND ONLY IF/JIKA DAN HANYA JIKA) Kondisional: operator yang analog dengan production rule (kaidah produksi) yag diekspresikan dalam bentuk IF THEN. Contoh. Jika hari ini cuaca cerah maka saya akan menjemur pakaian Kalimat tersebut dapat ditulis dalam bentuk p q, di mana: p : hari ini cerah q : saya akan menjemur pakaian 4

Bikondisional p q ekivalen dengan (p q) ^ (q p), dan bernilai BENAR hanya jika keduanya bernilai BENAR. Atau, p q akan bernilai BENAR jika keduanya SALAH. Beberapa istilah yang berhubungan dengan logika proporsi: Tautologi: pernyataan gabungan yang selalu bernilai BENAR Kontradiksi: pernyataan gabungan yang selalu bernilai SALAH Contigent: pernyataan yang bukan tautologi maupun kontradiksi. Prosedur JIKA-MAKA berarti menjalankan suatu aksi yang mengikuti MAKA (THEN) apabila kondisi JIKA bernilai BENAR. Kondisional tidak selalu harus menggunakan JIKA- MAKA dalam suatu prosedural berbasis aturan. Prosedur JIKA-MAKA berarti menjalankan suatu aksi yang mengikuti MAKA (THEN) apabila kondisi JIKA bernilai BENAR. Kondisional tidak selalu harus menggunakan JIKA- MAKA dalam suatu prosedural berbasis aturan. Contoh. Jika p q, maka penterjemahannya dapat berupa: Jika p q, maka penterjemahannya dapat berupa: Jika p maka q q hanya jika p p adalah sufficient (syarat kecukupan) untuk q q jika p p adalah necessary (syarat perlu) untuk q 5

Contoh. Jika p = IPK Anda minimal 3,75 q = Anda berhak mendapatkan beasiswa Jika p maka q Jika IPK Anda minimal 3,75 maka Anda berhak mendapatkan beasiswa q hanya jika p Anda berhak mendapatkan beasiswa, hanya jika IPK Anda minimal 3,75 p adalah sufficient (syarat kecukupan) untuk q IPK Anda minimal 3,75 adalah syarat yang cukup bagi Anda untuk berhak mendapatkan beasiswa q jika p Anda berhak mendapatkan beasiswa jika IPK Anda minimal 3,75 p adalah necessary (syarat perlu) untuk q IPK Anda minimal 3,75 adalah syarat perlu untuk Anda berhak mendapatkan beasiswa Tabel Kebenaran untuk Logika Kolektif Tabel Kebenaran untuk Negasi Kolektif Script: Merupakan skema representasi pengetahuan yang menggambarkan urutan kejadian. Script, merepresentasikan situasi pengetahuan stereotype. Stereotype: Pengetahuan yang didasarkan pada karakteristik yang sudah dikenal dan merupakan pengalamanpengalaman. 6

Penggambaran urutan peristiwa pada script menggunakan serangkaian slot yang berisi informasi mengenai orang, objek dan tindakan-tindakan yang terjadi dalam suatu peristiwa. Menurut Suparman (1991), script memiliki beberapa elemen: Kondisi masukkan, menggambarkan situasi yang harus dipenuhi sebelum terjadi Prop, mengacu kepada objek yang digunakan dalam urutan peristiwa yang terjadi Role, mengacu kepada individu-individu yang terlibat dalam script. Hasilnya adalah kondisi yang ada sesudah peristiwa dalam script berlangsung. Track, mengacu kepada variasi yang mungkin terjadi dalam script tertentu Scene, menggambarkan urutan peristiwa actual yang terjadi Result, merupakan kondisi setelah urutan peristiwa dalam script terjadi. Contoh. SCRIPT Studio XXI Jalur (Track) Peran (Roles) : Studio XXI : Pelanggan, Petugas penjual tiket, petugas penjaga pintu studio Pendukung (Prop) : Counter, komputer, tiket, uang Kondisi Masukan : Pelanggan ingin menonton film pelanggan punya uang Adegan (Scene) 1: Masuk Pelanggan parker kendaraan Pelanggan masuk ke gedung studio XXI Pelanggan antri Pelanggan melihat judul film yang dimainkan dan memutuskan film yang akan ditonton Adegan 2: Membeli tiket Petugas tiket menayakan film yang akan ditonton dan jumlah tiket yang akan dibeli 7

Pelanggan menyebutkan film yang kan ditonton dan jumlah tiket yang akan dibeli Petugas menayakan lokasi tempat duduk yang diinginkan pelanggan Pelanggan menunjuk lokasi tempat duduk dalam studio XXI Pelanggan membayar Adegan 3: Menonton Pelanggan berjalan menuju studio dimana film yang dimaksud akan dimainkan Petugas penjaga pintu studio meminta tiket kepada pelanggan Pelanggan memberikan tiket yang dimaksud kepada petugas penjaga pintu studio Petugas penjaga pintu studio memotong salah satu bagian tiket dan mengembalikan sisa potongan tiket kepada pelanggan Pelanggan menuju lokasi tempat duduk yang telah disediakan Pelanggan menikmati film yang dimainkan Adegan 4: Pulang Pelanggan berjalan menuju pintu keluar studio Pelanggan meninggalkan gedung studio XXI Pelanggan berjalan menuju lokasi parker Pelanggan naik ke kendaraan dan pulang Hasil: Uang pelanggan berkurang Pelanggan merasa senang Pelanggan merasa kecewa Latihan. Buatlah representasi pengethaun menggunakan script untuk: 1. memesan makanan di restoran siap saji; 2. berbelanja di supermarket; 3. berobat ke dokter gigi; 4. membeli smartphone baru. 8

Anak Lakilaki adalah Manusia Konsep jaringan semantik diperkenalkan oleh Ross Quillian (1968). Memiliki 2 komponen dasar: 1. Node (simpul) yang merepresentasikan objek, konsep atau situasi. Node disimbolkan oleh kotak atau lingkaran Sekolah Pergi ke Alif Mobil memiliki Ummi Suami Ahmad adalah Wanita Laki-laki Presiden Direktur Bekerja untuk Membutuhkan Makanan PT. Maju Abadi 2. Arc (busur) merepresentasikan hubungan antar node. Arc ditunjukkan oleh panah yang menghubungkan node, dan menunjukkan link atau edge. Silver adalah Mercedes Bendz Golf Cabang Bandung Jerman Olahraga Beberapa link/arc yang umum digunakan adalah is-a (adalah) dan has-a (memiliki/mempunyai). Is-a digunakan untuk menunjukkan hubungan antar kelas, yaitu suatu objek yang mempunyai kelas paling besar atau kategori dari objek. Has-a digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik atau atribut dari objek node. Latihan. Buatlah jaringan semantik untuk cerita berikut ini: Benny adalah seorang anak laki-laki dari pasangan Bapak Chandra dan Ibu Dessy yang merupakan pemilik pabrik textile Chandratex yang berpusat di kota Cilegon Banten. Benny adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Benny memiliki 2 orang adik laki-laki dan perempuan. Adik laki-laki Benny bernama Dimas, kini duduk di bangku SMA kelas 2 sedangkan adik perempuan Benny bernama Ina masih duduk di kelas 6 SD. Setelah lulus sarjana S1 manajemen di Universitas Mahacakti, Surabaya dengan predikat cum laude, Benny dipercaya untuk memimpin salah satu cabang Chandratex yang berlokasi di Nganjuk, Jawa Timur dengan nama Bennytex. 9

Frame diperkenalkan oleh Minsky (1975). Pencatatan suatu keadaan tertentu oleh individu yang benar-benar memiliki pengetahuan tentang keadaan tersebut yang diperolehnya melalui pengalaman pengalaman sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memberikan suatu struktur yang berisi informasi umum yang kemudian diatur menjadi suatu keadaan yang khusus. Frame berupa kumpulan-kumpulan slot yang berupa atribut untuk mendeskripsikan pengetahuan (kejadian, lokasi, situasi maupun lainnya) Proses penalaran frame adalah mengkonfirmasikan ekspektasi (harapan) Frame mengelompokkan atribut sebuah objek Slot, merupakan kumpulan atribut/property yang menjelaskan objek yang direpresentasikan oleh frame. Subslot, menjelaskan pengetahuan atau prosedur dari atribut slot. Kamar Hotel Spesialisasi dari: Kamar Tempat: Hotel Isi: Kursi hotel, telepon hotel, ranjang hotel Ranjang Hotel Spesialisasi dari: Ranjang Kegunaan: tempat tidur Bagian: Kasur Kursi Hotel Spesialisasi dari: Kursi Tinggi: 20 40 cm Jumlah kaki: 4 Kegunaan: tempat duduk Telepon Hotel Spesialisasi dari: telepon Kegunaan: memanggil pelayan kamar Pembayaran: Melalui kamar Kasur Superkelas:Bantal Penetapan: Perusahaan Subslot dapat berbentuk: Value: menjelaskan tentang nilai dari suatu atribut Default: nilai yang digunakan jika suatu slot kososng atau tidak dideskripsikan pada frame instansiasi Range: menendakan jenis informasi yang dapat muncul pada slot tersebut If Added: berisi informasi prosedural yang berupa suatu tindakan yang akan dikerjakan jika nilai dari slot diisi If Needed: subslot ini digunakan pada kasus tidak ada value dalam slot 10

Latihan. Buatlah representasi pengetahuan menggunakan frame untuk menggambarkan: 1. Dapur 2. Kamar mandi 3. Mobil 4. Sepeda Bab 3: TERIMA KASIH 11