BAB I KEBIJAKAN PENGGUNAAN JARINGAN

dokumen-dokumen yang mirip
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DIVISI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA KEPALA BADAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA

Hosting ITB <3.0> SYARAT DAN KETENTUAN LAYANAN. Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Jl. Tamansari No.

Kebijakan Penggunaan Layanan Hosting dan Blog

Bab IV Analisis Kebijakan Penggunaan Internet di ITB

Lamlam menyediakan produk membuat Web dengan mesin Web Builder dimana akan diberikan layanan :

Kebijakan Privasi (Privacy Policy)

TENTANG KEBIJAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DI UNIVERSITAS INDONESIA REKTOR UNIVERSITAS INDONESIA

MENGIDENTIFIKASI ASPEKKODE ETIK DAN HAKI DI BIDANG TIK. Manakah yang bukan menjadi penyebab banyaknya pembajakan piranti lunak?

PADJADJARAN INTERNET ACCESS

PELATIHAN PORTAL PENGAJUAN ARTIKEL JURNAL

PT. GRAND BEST INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. saat ini semakin meningkat, terutama pada jaringan internet (interconection

A I S Y A T U L K A R I M A

JENIS-JENIS APLIKASI UNTUK SERVER MENGADMINISTRASI SERVER DALAM JARINGAN. Pembahasan: Habib Ahmad Purba. 0 P a g e

KEBIJAKAN BERIKLAN GUALAPER.COM

2. Bagaimana Kami Menggunakan Informasi Anda

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DOMAIN HOSTING

Modul ke: Aplikasi Komputer. Pengantar Internet. Fakultas Teknik. Dian Anubhakti, M.Kom. Program Studi Teknik Arsitektur.

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMBUATAN AKUN

PADJADJARAN INTERNET ACCESS

Materi Sim Dig KD 3.2. Menerapkan Komunikasi Daring (3. Kewargaan Digital (Digital Citizenship)

BAB I PENDAHULUAN. Akibatnya lebih banyak pengguna yang akan mengalami kelambatan dalam

Syarat dan Ketentuan Layanan Loketraja.com. (Terms and Conditions)

Ketentuan Penggunaan. Pendahuluan

TUJUAN Prosedur ini ditetapkan untuk memberikan akun bagi setiap pengguna sistem serta menjamin kerahasiaan dan keamanan data.

Cyber Ethics. Ade Sarah H., M.Kom

PUSAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN (PUSTEKKOM KEMENDIKBUD)

PAKET PEMBUATAN WEBSITE

Desain Sistem ANALISA KEBUTUHAN

UNIVERSITAS DHARMA ANDALAS

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN DESA JATILOR KECAMATAN GODONG PERATURAN KEPALA DESA JATILOR NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

2018, No telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Tr

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Prosedur Mutu PENGELOLAAN AKUN USER PM-SARPRAS-11

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Grafik jumlah pengguna internet di Indonesia tahun versi APJII

I. LATAR BELAKANG Naskah atau dokumen merupakan salah satu produk yang dihasilkan dalam sebuah tatanan organisasi, mulai dari perencanaan,

KEBIJAKAN PRIVASI KEBIJAKAN PRIVASI

BANDWIDTH CONTROLLER MENGATUR TRAFIK DATA DIDALAM JARINGAN

SOP Penyediaan Bandwidth

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Untuk mengiplementasikan aplikasi e-library ini, terlebih dahulu harus disediakan

Lbrands Pedoman Perilaku dan Ethics Hotline

Nama Penulis.

Menambah Lokasi Jaringan FTP pada My Computer

KANTOR KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA BOGOR PROSEDUR PEMBUATAN AKUN WEBMAIL PEMERINTAH KOTA BOGOR. Dibuat Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh :

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. harus disediakan server, perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware)

Syarat Dan Ketentuan

BAHAN MATERI KELAS 9 INTERNET

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB I PENDAHULUAN.

Manual Pengunaan Perijinan Online (Calon Pemohon Ijin)

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR: /PER/M/KOMINFO/2/ TAHUN 2010 TENTANG KONTEN MULTIMEDIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

CETAK BIRU TEKNOLOGI INFORMASI AKADEMI KEBIDANAN UMMI KHASANAH

PERATURAN REKTOR Nomor:... TENTANG

IKEA Indonesia, Customer Support, Jl. Jalur Sutera Boulevard Kav. 45, Alam Sutera Serpong, Serpong, Kec. Tangerang, Banten, INDONESIA.

BAB 3 METODOLOGI. 3.1 Metodologi

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU. Pengelolaan & Penggunaan Mail IPB

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya teknologi informasi dan telekomunikasi internet saat ini

Membuat Mail Server pada Ubuntu Server

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Nomor: /UMM/I/2009. Tentang

Terms of Service (TOS) / Aturan Pelayanan

PERSYARATAN DAN KETENTUAN UMUM Layanan PERTAMINA e-procurement

SYARAT DAN KETENTUAN

MANUAL Rekomendasi Online Sapi Siap Potong, Sapi Bakalan dan Sapi Indukan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. spesifikasi minimum sebagai berikut: Server yang dibutuhkan sebagai Internet gateway di PT.

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

LATAR BELAKANG A. Tujuan

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR. 19 TAHUN 2014 TENTANG PENANGANAN SITUS INTERNET BERMUATAN NEGATIF

BAB 1 Arsitektur Layanan

MANAJEMEN BANDWIDTH DENGAN WEBHTB PADA PT BHANDA GHARA REKSA (PERSERO) CABANG PALEMBANG

Bab 2 Etika, Privasi

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PERMINTAAN BANDWITH INTERNET

LATIHAN ULANGAN BERSAMA SEACYBERCLASS

BAB III INTERNET LABORATORIUM MANAJEMEN MENENGAH 30

ANALISA PERBANDINGAN KINERJA CACHE PROXY SERVER ANTARA METODE PROXY INTERNAL DAN EXTERNAL

Penjelasan Seputar Hosting

Modul ke: Aplikasi komputer. Pengantar Internet dan . 14Fakultas FASILKOM. Wardhana., S.Kom., S.T., MM. Program Studi MKCU

BAB III METODOLOGI. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Server Biro Sistem Informasi (BSI)

Penggunaan Teknologi Komputer di Bidang Perbankan. Disusun Oleh : : M. Agus Munandar : P

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

SYARAT DAN KETENTUAN PENGGUNAAN APLIKASI E-PURCHASING

Universitas Negeri Semarang memberikan ketentuan umum penulisan skripsi, diantaranya:

BAB 1 PENDAHULUAN. menjual berbagai jenis pakaian. Seiring dengan perkembangan fashion pakaian ini

Penapisan dan pemblokiran konten internet, bolehkah? Oleh: Wahyudi Djafar Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)

BAB 1 PENDAHULUAN. beserta perangkat kerasnya. Secara langsung ataupun tidak, teknologi informasi telah

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN PORTAL DAN SITUS WEB BADAN PEMERINTAHAN

Terdapat dua protokol utama yang sering digunakan dalam layanan E- Mail :

DEFINISI PENDAFTARAN

PENGGUNAAN VIPER, SOFTWARE ANTI PLAGIARISM

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG PENYELENGGARAAN PORTAL DAN SITUS WEB BADAN PEMERINTAHAN

PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 6 TAHUN 2016

Transkripsi:

BAB I KEBIJAKAN PENGGUNAAN JARINGAN A. Kebijakan IT Seiring dengan pengembangan fasilitas TIK dan pemanfaatannya oleh komunitas, kebijakan maupun etika pemanfaatan TIK dirasa perlu dirumuskan. Adapun tujuannya adalah agar para pengguna mendapatkan informasi atau pedoman yang jelas tentang hal-hal yang terkait dengan pemanfaatan TIK. Sebagai langkah awal, BTI mengusulkan materi yang dipublikasikan pada website ini untuk mendapatkan masukan-masukan dari civitas akademika. Internet adalah salah satu kebutuhan vital untuk menunjang kegiatan akademik dan non-akademik. Saat ini akses internet tersedia bagi seluruh anggota civitas akademika, yaitu pengguna. Sibuknya jaringan karena tingginya permintaan akses internet setiap harinya. Untuk menunjang kenyamanan ketika mengakses internet, dirasa perlu untuk menetapkan kebijakan akses internet dan penggunaan jaringan di lingkungan. 1. PRIORITAS UTAMA DAN TANGGUNG JAWAB Penggunaan akses internet diprioritaskan untuk kegiatan akademik dan administratif. Akun akses diberikan kepada setiap pegawai dan mahasiswa yang dianggap memerlukan. 1

2 Setiap unit kerja diberikan akun khusus sebagai akun resmi dan akun-akun jabatan untuk keperluan kedinasan. Penggunaan di luar keperluan tersebut diperbolehkan namun hingga saat ini sekolah masih menyerahkan tanggung jawab penggunaan internet atas kesadaran pengguna. 2. AKSES INTERNET AMAN DAN TEPAT GUNA Internet adalah ruang publik tak terbatas, namun setiap penggunaan internet dapat dilacak. Sewaktu menggunakan akses internet, setiap pengguna diharapkan menghormati pengguna lain dengan tidak mengisukan hal-hal yang menyangkut Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan (SARA). Pengguna hendaknya menjaga identitas dan informasinya ketika mengakses internet. Sekolah tidak bertanggung jawab atas kebocoran identitas/informasi pribadi yang disebabkan oleh kelalaian pengguna. 3. SITUS YANG TIDAK PANTAS a. Setiap pengguna dilarang mengakses, menampilkan atau mendistribusikan situs dan atau file yang berisi informasi pornografi, perjudian, atau yang menyangkut SARA menggunakan koneksi jaringan Sekolah. b. Apa bila ada pihak yang menyalahgunakan atau menyajikan informasi terkait hal di atas, pengguna diminta melaporkan kepada Pengelola Internet dan Jaringan.

4. EMAIL a. Pengguna diwajibkan menggunakan akun (nama)@sekolah.ac.id b. Pengguna dilarang menggunakan layanan email untuk mengirim email penipuan, mengancam, atau melecehkan. c. Untuk menghindari gagalnya email baru masuk ke mailbox, setiap pengguna diharapkan untuk memperhatikan mailboxnya agar tetap berada di bawah kuota. 5. PLAGIARISME Pengguna diharapkan berhati-hati terhadap informasi/konten yang diakses di internet terkait hak cipta. Pengguna mungkin akan dikenai sanksi karena plagiarisme jika tidak memberikan kutipan sumber asli/pemilik informasi atas konten tersebut. 6. PASSWORD DAN INFORMASI PRIBADI a. Pengguna tidak diijinkan berbagi akun untuk mengakses internet dengan orang lain. b. Pengguna dilarang menggunakan akun milik orang lain. c. Pengguna bertanggungjawab atas akun miliknya. d. Pengguna yang menyalahgunakan akun akan mendapat sanksi. 7. PENGGUNAAN BERLEBIHAN Untuk menjaga kenyaman akses pengguna yang lain, setiap pengguna diharapkan tidak menggunakan akses internet secara berlebihan. Bagi pengguna internet yang kedapatan menggunakan akses internet secara berlebihan akan diberikan sanksi.

8. SOFTWARE DAN DOWNLOAD ILEGAL Sekolah berkomitmen untuk menggunakan perangkat lunak legal (non-bajakan). Pengguna dilarang mengunduh dan menggunakan perangkat lunak ilegal (bajakan). Pengguna dilarang mendistribusikan file atau aplikasi ilegal menggunakan jaringan sekolah. 9. PENGELOLA INTERNET, JARINGAN DAN CONTENT a. Pengelolaan dan pengaturan hal-hal terkait akses jaringan dan internet sekolah secara teknis dilakukan oleh Biro Teknologi Informasi sebagai Pengelola Internet dan Jaringan. b. Pengaturan terkait dengan norma content dan etika dilakukan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)/ Komisi Edit bersama Pimpinan Sekolah. Mengingat internet dan teknologi informasi elektronik lainnya berkembang dengan cepat, maka disadari kebijakan ini mungkin tidak relevan lagi pada suatu hari nanti. Oleh karena itu perubahan dan pengembangan atas kebijakan ini akan terus dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang dimiliki sekolah. KETENTUAN TEKNIS LAYANAN AKSES INTERNET DAN JARINGAN 1. JENIS LAYANAN a. Jenis layanan yang diberikan kepada pengguna adalah berupa akses web (HTTP, HTTPS), tranfer file (FTP), emulasi terminal (SSH), email (POP, POPSSL, IMAP & IMAPSSL). 4

b. Akses lain di luar protokol standar seperti pada poinpoin di atas dikategorikan sebagai permintaan khusus. Pimpinan Unit dapat mengajukan permintaan khusus tersebut kepada Biro Teknologi Informasi. 2. MEKANISME LAYANAN a. Setiap akses atau kegiatan pengguna ke jaringan sekolah dicatat dan disimpan sebagai arsip. b. Mekanisme sensor konten dilakukan berdasarkan layanan penamaan (DNS). c. Suatu akun dapat di non-aktif-kan apabila: tidak digunakan untuk login dalam waktu 3 bulan sedang dikenai sanksi masa studi siswa berakhir masa kerja pegawai (karyawan/ guru) berakhir d. Pengaktifan akun dapat dilakukan kembali berdasarkan permohonan dari Pimpinan Unit tempat pegawai/ siswa yang bersangkutan. 3. QUOTA MAILBOX DAN PENGIRIMAN EMAIL a. Pada tahap awal, setiap pengguna diberikan quota mailbox sebesar: guru: 1,5 GByte Administrasi/ penunjang: 1 GByte. siswa: 0,5 GByte b. Setiap pengguna diharapkan untuk memperhatikan sisa quota tersedia. Over quota dapat menyebabkan gagalnya email baru masuk ke mailbox atau gagalnya pengiriman email baru. c. Setiap pengguna diberikan quota pengiriman/ penerimaan email maksimal 10 MByte per email. d. Untuk keperluan khusus, Pimpinan Unit dapat mengajukan penambahan quota.

4. QUOTA BANDWIDTH a. Setiap user diberikan bandwith untuk akses ke internet sebesar 128 kbps. b. Pengaturan bandwidth lebih lanjut disesuaikan dengan waktu layanan, situs tujuan dan ketersediaan bandwidth. c. Untuk keperluan tertentu Pimpinan Unit dapat meminta penambahan quota secara temporal. 5. SANKSI a. Penonaktifan akun pengguna yang bersangkutan, dan atau b. diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku di sekolah c. Untuk pegawai: sesuai dengan peraturan kepegawaian yang berlaku. d. Untuk siswa: sesuai dengan peraturan kesiswaan yang berlaku 6