KURIKULUM Kerangka Dasar

dokumen-dokumen yang mirip
KONSEP DASAR KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI

Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI. H. Erman S. Ar Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA UPI BANDUNG

PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA

BAB V TABEL STRUKTUR KURIKULUM MADRASAH IBTIDAIYAH, MADRASAH TSANAWIYAH, DAN MADRASAH ALIYAH

KONSEP DASAR KURIKULUM 2004

KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH IBTIDAIYAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 59 TAHUN 2014 TENTANG KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

IMPLIKASI UU DAN PP THD PENGEMBANGAN KURIKULUM PUSAT KURIKULUM - BALITBANG DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. Puskur Balitbang 1

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

Model Penyelenggaraan Peminatan Kurikulum 2013 di SMA KATA PENGANTAR. 2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah ii

Struktur Kurikulum 2013 MI

Pengembangan Program Pembelajaran Di PAUD

Departemen Pendidikan Nasional. Sosialisasi KTSP

Terima kasih telah mengunjungi

Farida Nurhasanah. Universitas Sebelas Maret Surakarta 2011

KEMENTERIAN AGAMA R E P U B L I K I N D O N E S I A I J A Z A H MADRASAH IBTIDAIYAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA

BIDANG KURIKULUM ( Sugiyanta (SMAN 48 Jakarta) /

Click to edit Master title style KELOMPOK IV : 1. MUJAENI 2. ELLA NURLELAWATI 3. MAIMUNAH 4. HERMANTO

KURIKULUM SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKOHARJO SMA NEGERI 1 KARTASURA

PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Latar Belakang

Model Penyelenggaraan Peminatan di SMA

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

STANDAR IMPLEMENTASI KURIKULUM MADRASAH DI SIMPATIKA Versi 1.0 (Rilis Tanggal 8 Maret 2016)

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

Memuat konsep-konsep yang terkait dengan kurikulum sekolah.

PENGEMBANGAN SILABUS

DAFTAR HADIR A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DAN MONEV PELAKSANAANNYA. Makalah

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan akademik ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pare.

CONTOH TES BAGI CALON SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012

PENGANTAR PENGEMBANGAN SILABUS

Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.

PENGANTAR PENGEMBANGAN SILABUS

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2014 TENTANG

KEMENTRIAN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011. Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.

D S A A S R A R & & FU F N U G N S G I S PE P N E D N I D DI D KA K N A N NA N S A I S ON O A N L A

Latar Belakang Otonomi daerah; Desentralisasi; Multikultural; Pendidikan di sekolah perlu memberikan wawasan yang luas pada peserta didik tentang kekh

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL PENGEMBANGAN SILABUS

PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1

SOSIALISASI DAN PELATIHAN KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1 / 34

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

II. TINJAUAN PUSTAKA. perhatian anak didik agar terpusat pada yang akan dipelajari. Sedangkan menutup

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1

PENJURUSAN SISWA. Universitas. Negeri. Padang JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN. alizamar BK UNP Padang

Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk SMA KTSP

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

MODEL MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL. SD/MI/SDLB - SMP/MTs/SMPLB SMA/MA/SMALB/SMK

MATERI KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM MULOK. By: Estuhono, S.Pd, M.Pd

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

Pengembangan Silabus

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG

KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN. M. Nasir Tamalene (Dosen Universitas Khairun Ternate)

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

BAB I PENDAHULUAN. Adanya nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran. merupakan salah satu muatan penting Kurikulum Tingkat Satuan

Kurikulum Muatan Lokal

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA)

BAB I PENDAHULUAN. peningkatan mutu pendidikan. Kecenderungan internasional mengisyaratkan

PEDOMAN PENDATAAN NILAI RAPOR (SMP/MTs, SMA/MA, DAN SMK)

Andrian Rustaman Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA BKPAP UPI

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2013 PUSAT LAYANAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

PENGEMBANGAN MODEL MATA PELAJARAN. Sosialisasi KTSP

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

INSTRUMEN VERIFIKASI/VALIDASI DOKUMEN KTSP

DAFTAR ISI. II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN A. Pembelajaran Menurut SNP... B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan... C. Jenis Pembelajaran Pengayaan...

Pelaksanaan SI dan SKL

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM SMA PATRA MANDIRI 1 PLAJU

Kompetensi Dasar. perencanaan program. rangka implementasi

KATA PENGANTAR. Jakarta, 00Juni 2015 Direktur Pembinaan SMA, Harris Iskandar, Ph.D NIP Panduan Muatan Lokal SMA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 59 TAHUN 2011 TENTANG

Kurikulum 2013 MANAJEMEN PEMBELAJARAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

PERATURAN SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Nomor : 800/ 303 /2010

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

PANDUAN PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN. Pusat Kurikulum - Balitbang Depdiknas

KURIKULUM SMA BL Maju Bersama + Hebat Semua KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Instrumen Review. Instrumen Penelaahan Kurikulum Sekolah (KTSP) Dokumen 1. Terdapat logo sekolah/daerah

RAPOR RAPOR PETUNJUK PENGELOLAAN PETUNJUK PENGELOLAAN

PANDUAN PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN. Achmad Samsudin, M.Pd. Jurdik Fisika FPMIPA UPI

PENGEMBANGAN KTSP DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT PROFESI PENDIDIK


MEMAHAMI STANDAR PENILAIAN BSNP

PENGERTIAN PERENCANAAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Nomor 41 Tahun 2007 STANDAR PROSES

DAFTAR ISI. Contents A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN C. RUANG LINGKUP KEGIATAN D. UNSUR YANG TERLIBAT E. REFERENSI...

KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

BAB III GAMBARAN UMUM SMA SANTA THERESIA. Pos No.2, sebuah sekolah yang didirkan oleh para biarawati Ursulin pada tahun 1960.

PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP. Oleh Dr. Jumadi

MODEL PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL. SD/MI/SDLB - SMP/MTs/SMPLB SMA/MA/SMALB/SMK

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun Loi em noi cho tinh chung ta, nhu doan

Transkripsi:

KURIKULUM 2004 Kerangka Dasar Departemen Pendidikan Nasional 1

PENDAHULUAN LANDASAN : UUD 1945, GBHN, UU No. 20 th 2003 (Sisdiknas), UU No. 22 th 1999 (Otonomi Daerah), UU No. 25 tahun 2000 (Propenas), PP No. 25 th 2000 (Kewenangan Pemerintah dan Pemerintah Daerah), 2

KERANGKA DASAR KURIKULUM 2004 Standar Kompetensi (SK) Komp. Lulusan Komp. Lintas Kurikulum Komp. Mata Pelajaran Penilaian Berbasis Kelas (PBK) Internal, Mengacu pada Kompetensi, Mengacu pada kriteria/patokan Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah (PKBS) MBS, Kolaborasi Horizontal dan Vertikal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Berpusat pd Peserta Didik, Kontekstual, Menantang dan Menyenangkan 3

PENGERTIAN KURIKULUM Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sesuai dengan pengertian tersebut, Kurikulum 2004 berisi seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi yang dibakukan untuk mencapai tujuan nasional dan cara pencapaiannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan daerah dan sekolah dan madrasah. 4

PENGERTIAN KOMPETENSI Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kompetensi dapat dikenali melalui sejumlah hasil belajar dan indikatornya yang dapat diukur dan diamati. Kompetensi dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual. Kompetensi dikembangkan secara berkesinambungan sejak Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal, Kelas I sampai dengan Kelas XII yang menggambarkan suatu rangkaian kemampuan yang bertahap, berkelanjutan, dan konsisten seiring dengan perkembangan psikologis peserta didik. 5

STRUKTUR KURIKULUM TAMAN KANAK-KANAK DAN RAUDHATUL ATHFAL A. Kegiatan Belajar Pembiasaan B. Kemampuan Dasar Bidang Pengembangan 1. Moral dan Nilai-nilai Agama 2. Sosial, Emosional, dan Kemandirian 1. Berbahasa 2. Kognitif 3. Fisik/Motorik 4. Seni Alokasi Waktu per Minggu Alokasi Waktu Pendekatan T E M A T I K 15 Jam 6

STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH DASAR & MADRASAH IBTIDAIYAH Kelas Alokasi Waktu I dan II III s.d. VI Mata Pelajaran Pendidikan Agama 3 Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial 5 Bahasa Indonesia 5 Matematika Pendekatan 5 T E M A T I K Pengetahuan Alam 4 Kerajinan Tangan dan Kesenian 4 Pendidikan Jasmani 4 Pembiasaan Kegiatan yang mendukung Pembiasaan 2 Muatan Lokal Kegiatan atau mata pelajaran - Jumlah 27 32 7

STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DAN MADRASAH TSANAWIYAH Kelas Alokasi Waktu VII VIII IX A. Mata Pelajaran Pendidikan Agama 2 2 2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 Bahasa dan Sastra Indonesia 5 5 5 Bahasa Inggris 4 4 4 Matematika 5 5 5 Pengetahuan Sosial 4 4 4 Pengetahuan Alam 5 5 5 Kesenian 2 2 2 Pendidikan Jasmani 3 3 3 Keterampilan/Teknologi Informasi dan 2 2 2 Komunikasi B. Pembiasaan Kegiatan Pembiasaan 2 2 2 C. Muatan Lokal Kegiatan atau Mata Pelajaran - - - Jumlah 36 36 36 8

STRUKTUR KURIKULUM Kelas X Mata Pelajaran Alokasi Waktu Smt 1 Smt 2 1. Pendidikan Agama 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 3. Bahasa dan Sastra Indonesia 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 5. Matematika 4 4 6. Kesenian 2 2 7. Pendidikan Jasmani 2 2 8. Sejarah 1 2 9. Geografi 2 1 10. Ekonomi 2 2 11. Sosiologi 2 2 12. Fisika 3 3 13. Kimia 3 3 14. Biologi 3 3 15. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 16. Keterampilan/Bahasa Asing * * Jumlah 38 38

STRUKTUR KURIKULUM PROGRAM STUDI ILMU ALAM Alokasi Waktu Mata Pelajaran Kelas XI Kelas XII Smt Smt Smt Smt 2 1 2 1 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 3. Bahasa dan Sastra Indonesia 4 4 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 4 4 5. Matematika 5 5 5 5 6. Kesenian 2 2 2 2 7. Pendidikan Jasmani 2 2 2 2 8. Geografi 1 2 - - 9. Fisika 5 5 5 4 10. Kimia 5 4 5 5 11. Biologi 5 5 5 4 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2 13. Keterampilan/Bahasa Asing * * * * Jumlah 39 39 38 36

PROGRAM STUDI BAHASA Alokasi Waktu Mata Pelajaran Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2 3. Bahasa Indonesia 5 5 5 4 4. Bahasa Inggris 6 6 6 5 5. Matematika 4 4 4 4 6. Kesenian 3 3 2 2 7. Pendidikan Jasmani 2 2 2 2 8. Sejarah 3 3 3 3 9. Antropologi 2 2 2 2 10. Sastra Indonesia 4 4 4 4 11. Bahasa Asing lainnya 4 4 4 4 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2 13. Keterampilan * * * * Jumlah 39 39 38 36 11

STRUKTUR KURIKULUM PROGRAM STUDI ILMU SOSIAL Alokasi Waktu Mata Pelajaran Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3 3 3 2 3. Bahasa dan Sastra Indonesia 4 4 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 4 4 5. Matematika 4 4 4 4 6. Kesenian 2 2 2 2 7. Pendidikan Jasmani 2 2 2 2 8. Sejarah 3 3 3 3 9. Geografi 3 3 3 2 10. Ekonomi 5 5 5 5 11. Sosiologi 5 5 4 4 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2 13. Keterampilan/Bahasa Asing * * * * Jumlah 39 39 38 36 12

STRUKTUR KURIKULUM PROGRAM PILIHAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DAN MADRASAH ALIYAH Mata Pelajaran Alokasi Waktu Kelas X Kelas XI Kelas XII A. Inti 1. Pendidikan Agama 2 2 2 2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 3. Bahasa dan Sastra Indonesia 4 4 4 4. Bahasa Inggris 4 4 4 5. Matematika 4 4 4 6. Kesenian 2 2 2 7. Pendidikan Jasmani 2 2 2 8. Sejarah 2 - - 9. Geografi 2 - - 10. Ekonomi 2 - - 11. Sosiologi 2 - - 12. Fisika 3 - - 13. Kimia 3 - - 14. Biologi 3 - - 15. Teknologi Informasi dan 2 - - Komunikasi 16. Keterampilan/Bahasa Asing * - - B. Pilihan [terdiri atas sejumlah mata pelajaran] - 18 16 Jumlah 39 38 36

Kegiatan Belajar Mengajar Berpusat pada peserta didik Mengembangkan kreativitas Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang Kontekstual Menyediakan pengalaman belajar yang beragam Belajar melalui berbuat 14

Penilaian Kelas Dilakukan oleh Guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar Berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara. Dilakukan a.l. melalui Portfolios (kumpulan kerja siswa), Products (Hasil karya), Projects (Penugasan), Performances (Unjuk kerja), dan Paper & Pen (tes tulis) 15

Pengelolaan Kurikulum Berbasis Sekolah Mengacu pada Visi dan Misi Sekolah Pengembangan perangkat kurikulum (a.l. silabus) Pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan mutu hasil belajar Pemantauan dan Penilaian untuk meningkatkan efisiensi, kinerja dan kualitas pelayanan terhadap peserta didik Berkolaborasi secara horizontal (sekolah lain, Komite Sekolah, Organisasi Profesi), dan vertikal (Dewan dan Dinas Pendidikan) 16

KOMPONEN DOKUMEN KURIKULUM 2004 BUKU KERANGKA DASAR BUKU STANDAR KOMPETENSI BAHAN KAJIAN BUKU STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN BUKU PEDOMAN-PEDOMAN 17

Buku Kerangka dasar Berisi filosofi, konsep dan aturan-aturan umum tentang Kurikulum Berbasis Kompetensi. Dokumen ini dikembangkan oleh Pusat Kurikulum, kemudian dikaji dan diperbaiki bersama-sama dengan Ditjen Dikdasmen. 18

Buku Standar Kompetensi Bahan Kajian; Berisi Kompetensi Dasar masing-masing bahan kajian yang dikelompokkan dalam aspek dan kelas Dokumen ini dikembangkan oleh Pusat Kurikulum, kemudian dikaji dan diperbaiki bersama-sama dengan Ditjen Dikdasmen dan Pusat Pengujian. 19

Buku Standar Kompetensi Mata Pelajaran Terdiri atas Bab I : Pendahuluan dan Bab II: Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Hasil Belajar, Indikator dan Materi Pokok. Dokumen ini dikembangkan oleh Pusat Kurikulum, kemudian dikaji dan diperbaiki bersama-sama dengan Ditjen Dikdasmen. 20

Buku Pedoman-pedoman; Berisi tentang aturan-aturan yang diperlukan untuk penjabaran dokumendokumen KBK sebelumnya. Dokumen ini dikembangkan di masingmasing direktorat sesuai dengan kebutuhan masing-masing dengan bekerjasama dengan Pusat Kurikulum. 21

I. STRATEGI : SOSIALISASI Piloting Perluasan Piloting Partisipatoris/Peran Sekolah, Daerah, dan masyarakat 22

KEGIATAN BELAJAR PEMBIASAAN 23

KEGIATAN RUTIN KEGIATAN SPONTAN KEGIATAN TELADAN KEGIATAN TERPROGRAM 24

KEGIATAN RUTIN Adalah kegiatan yang dilakukan secara reguler. Baik di kelas maupun di sekolah. Bertujuan untuk membiasakan anak mengerjakan sesuatu dengan baik. Upacara (assembly, gathering dll) Senam Sembahyang luhur Pemeriksaan kesehatan Pergi ke perpustakaan Dll 25

KEGIATAN SPONTAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, tanpa dibatasi oleh ruang. Bertujuan untuk memberikan pendidikan pada saat itu juga, terutama dalam disiplin dan sopan santun dan kebiasaan baik yang lain. Membiasakan memberi salam Membiasakan membuang sampah pada tempatnya Membiasakan antri Membiasakan mengatasi silang pendapat (pertengkaran) dengan benar Dll 26

KEGIATAN TERPROGRAM Adalah kegiatan yang diprogramkan dan direncanakan baik pada tingkat kelas maupun sekolah yang bertujuan memberikan wawasan tambahan pada anak tentang unsur-unsur baru dalam kehidupan bermasyarakat yang penting untuk perkembangan anak. Seminar dan workshop: Aids, hemat energi, HAM/hak anak. Dll. Kunjungan: panti asuhan, tempat/orang yang terkena musibah, tempat-tempat penting dll. Proyek: lomba, pentas, bazaar dll. 27

KEGIATAN TELADAN Adalah kegiatan yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja yang lebih mengutamakan pemberian contoh dari guru dan pengelola pendidikan yang lain kepada muridnya. Bertujuan memberikan contoh tentang kebiasaan yang baik. Memberi contoh berpakaian rapi Memberi contoh memuji hasil kerja yang baik Memberi contoh datang tepat waktu Memberi contoh hidup sederhana Dll 28

Penilaian kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa. 29

Fungsi Penilaian Sebagai alat untuk menetapkan penguasaan siswa terhadap kompetensi. Sebagai bimbingan, Sebagai alat diagnosis, Sebagai alat prediksi Sebagai grading, Sebagai alat seleksi, 30

CARA-CARA Penilaian Melalui Portofolio (Portfolio) Penilaian Melalui Unjuk Kerja (Performance) Penilaian Melalui Penugasan (Proyek/Project) Penilaian Melalui Hasil kerja (Produk/Product) Penilaian Melalui Tes Tertulis (Paper & Pen) 31

Pelaksanaan konsep ketuntasan belajar Sekolah menetapkan minimal 70 % indikator yang dianggap terpenting dan mewakili kompetensi dasarnya Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator berkisar antara 0 % - 100 %, idealnya kriteria masing-masing indikator diatas 60 %. Tetapi sekolah dapat menetapkan sendiri kriteria tersebut sesuai dengan kondisi masing-masing. Harapannya sekolah makin lama akan meningkatkan kriteria ketuntasan mendekati sempurna (100%). Jika semua indikator dalam suatu kompetensi dasar telah memenuhi kriteria, siswa dianggap telah menguasai KD, dan pada akhirnya menguasai Standar Kompetensi dan Mata Pelajaran. 32

Persyaratan kenaikan kelas Jika semua indikator, KD, SK suatu mata pelajaran telah terpenuhi ketuntasannya, maka siswa dianggap telah layak naik ke kelas berikutnya. Jika banyak indikator, KD, SK pada lebih dari 4 mata pelajaran siswa masih belum tuntas sampai batas akhir tahun ajaran, maka siswa harus mengulang di kelas yang sama. Untuk memudahkan administrasi maka siswa diharapkan mengulang semua mata pelajaran beserta SK, KD dan indikatornya dan sekolah mempertimbangkan mata pelajaran, SK, KD dan indikator yang telah tuntas pada tahun ajaran sebelumnya. 33

Model rapor Masing-masing sekolah boleh menetapkan sendiri model rapor yang dikehendaki asalkan menggambarkan pencapaian kompetensi siswa pada setiap mata pelajaran yang diperoleh dari ketuntasan indikatornya. 34

Kedudukan nilai harian dan nilai sumatif Nilai sumatif ( nilai akhir semester atau tahun) merupakan kumpulan nilai harian ( SK, KD dan indikator), sehingga penilaian sumatif setiap akhir semester atau akhir tahun tidak harus dilakukan jika sekolah telah memperoleh gambaran tentang ketuntasan belajar siswa dari nilai hariannya. Oleh karena itu maka penilaian sumatif tidak memiliki bobot yang lebih besar dari nilai harian. 35

Pelaksanaan remedial Remedial dilakukan kepada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar pada indikator tertentu. Remedial dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun diluar jam efektif. Tergantung bentuk penugasannya maupun bentuk proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru. Penilaian kegiatan remedial dapat berupa tes maupun penugasan yang lain. 36

Pelaksanaan pengayaan Pengayaan dilakukan terhadap siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar siswa yang lain belum. Pengayaan dapat berbentuk tugas-tugas individual yang bertujuan untuk mengoptimalkan pencapaian hasil belajar siswa. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun diluar jam efektif. Tergantung bentuk penugasannya maupun bentuk proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai siswa pada mata pelajaran yang bersangkutan. 37

Sekian Terima kasih 38