KODE ETIK PROFESI MANAJEMEN SDM INDONESIA

dokumen-dokumen yang mirip
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 116, Tambaha

PEDOMAN PERILAKU Code of Conduct KEBIJAKAN

Menjalankan Nilai-Nilai Kami, Setiap Hari

PEDOMAN PERILAKU BAGI MITRA BISNIS

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG ARSITEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN

2017, No di bidang arsitektur, dan peningkatan mutu karya arsitektur untuk menghadapi tantangan global; d. bahwa saat ini belum ada pengaturan

BERITA DAERAH KOTA BOGOR. Nomor 8 Tahun 2015 Seri E Nomor 4 PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG

Kode Perilaku VESUVIUS: black 85% PLC: black 60% VESUVIUS: white PLC: black 20% VESUVIUS: white PLC: black 20%

KODE ETIK PENERBIT ANGGOTA IKAPI

KODE ETIK AUDITOR IAIN MATARAM

Kode Etik Profesi. Ade Sarah H., M.Kom

KODE ETIK GURU INDONESIA. Drs. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd. Laksmi Dewi, M.Pd.

SUBSTANSI DAN KONTEN NILAI DASAR, KODE ETIK DAN KODE PERILAKU ASN

Seorang pelaku profesi harus mempunyai sifat : 1. Menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya 2. Mampu mengkonversikan ilmu menjadi keterampilan 3.

Piagam Audit Internal. PT Astra International Tbk

Prinsip-Prinsip Perilaku Korporasi

PERATURAN BADAN AUDIT KEMAHASISWAAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG KODE ETIK BADAN AUDIT KEMAHASISWAAN

Pedoman Perilaku. Nilai & Standar Kita. Dasar Keberhasilan Kita. Edisi IV

MODUL BAHAN AJAR TUGAS [ETIKA PROFESI] Modul 2. Dosen: Elyas Palantei, ST., M.Eng., Ph.D

BAB I. UMUM 1.1 DEFINISI

KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL ASOSIASI PERENCANA PEMERINTAH INDONESIA. Nomor 002/Munas-I/APPI/08/2006 Tentang

KODE ETIK GURU INDONESIA PEMBUKAAN

KODE ETIK PSIKOLOGI MUKADIMAH

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 13 Tahun : 2014

KODE ETIK AUDITOR MUTU AKADEMIK INTERNAL PROGRAM PASCASARJANA UNHAS

Kode Etik Bisnis Pemasok Smiths

Kebijakan Pengungkap Fakta

TUGAS MATA KULIAH ETIKA PROFESI KODE ETIK PROFESI PENGUSAHA AGRIBISNIS

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

PEDOMAN KEBIJAKAN CODE OF CONDUCT PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO)

LAMPIRAN 6. PERJANJIAN KERJASAMA UNTUK MELAKSANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA (Versi Ringkas)

Tinjauan Umum Etika Profesi

INDONESIAN HYPNOSIS ASSOCIATION (ASOSIASI HIPNOSIS INDONESIA)

2017, No di bidang arsitektur, dan peningkatan mutu karya arsitektur untuk menghadapi tantangan global; d. bahwa saat ini belum ada pengaturan

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

PERATURAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK INSAN OMBUDSMAN KETUA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA,

KODE ETIK GLOBAL PERFORMANCE OPTICS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR JENDERAL KEMENTERIAN PERDAGANGAN,

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SEKSI 100 A. PRINSIP-PRINSIP DASAR ETIKA PROFESI

Prinsip Tempat Kerja yang Saling Menghormati

T Darma Henwa Tbk. PT Darma Henwa Tbk. Bertindak dengan Penuh Integritas

KODE ETIK GURU INDONESIA

Bagian 1. Tanggung Jawab Kewajiban Kepada Konsumen

Administrative Policy Bahasa Indonesian translation from English original

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 25/PER/M.KOMINFO/12/2011 TENTANG

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:

The Mexico City Principles. Kode Etik Bisnis pada Sektor Biofarmasi

LAMPIRAN 3 NOTA KESEPAKATAN (MOU) UNTUK MERENCANAKAN CSR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI INDONESIA. (Versi Ringkas)

2017, No tentang Kode Etik Pegawai Badan Keamanan Laut; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembara

PT INDO KORDSA Tbk. PIAGAM AUDIT INTERNAL

KODE ETIK PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Kode Etik Insinyur (Etika Profesi)

KODE ETIK GLOBAL TAKEDA

Piagam Unit Audit Internal ( Internal Audit Charter ) PT Catur Sentosa Adiprana, Tbk

Nilai-Nilai dan Kode Etik Grup Pirelli

NILAI-NILAI DAN KODE ETIK GRUP PIRELLI

Diadopsi oleh resolusi Majelis Umum 53/144 pada 9 Desember 1998 MUKADIMAH

KODE ETIK PEMASOK. Etika Bisnis

ETIKA KEPERAWATAN YUNIAR MANSYE SOELI

INTERNALISASI NILAI-NILAI REVOLUSI MENTAL DALAM MEMBANGUN BUDAYA KERJA

DAFTAR ISI CHARTER KOMITE AUDIT. I Pendahuluan 1. II Tujuan Pembentukan Komite Audit 1. III Kedudukan 2. IV Keanggotaan 2. V Hak dan Kewenangan 3

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN NOMOR : PER/04/M.PAN/03/2008 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PT. BUANA FINANCE, TBK PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER)

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

KODE ETIK PENYELENGGARA NEGARA SEBAGAI UPAYA PENEGAKAN ETIKA BAGI PENYELENGGARA NEGARA

PADANA. Code Of Ethic

NILAI-NILAI KITA DALAM BERTINDAK Kode Etik Caterpillar

Prinsip Perilaku. Prinsip Perilaku April

KODE ETIK PUBLIC RELATIONS (HUMAS RUMAH SAKIT)

Agar pelaksanaan AMI di universitas sesuai dengan Standar AMI yang ditetapkan universitas.

PT MULTI INDOCITRA Tbk PIAGAM KOMITE AUDIT

Freeport-McMoRan Kode Perilaku Pemasok. Tanggal efektif - Juni 2014 Tanggal terjemahan - Agustus 2014

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 NOMOR 51 SERI E

KODE ETIK PEGAWAI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

KODE ETIK IKATAN AKUNTAN INDONESIA

PIAGAM AUDIT INTERNAL PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

KODE ETIK DOSEN AKADEMI KEPERAWATAN HKBP BALIGE 2012 KEPUTUSAN DIREKTUR AKADEMI KEPERAWATAN TENTANG KODE ETIK DOSEN AKPER HKBP BALIGE MUKADIMAH

INTERNAL AUDIT CHARTER

2017, No Perilaku Pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Neg

PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG KODE ETIK BADAN PEMERIKSA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN NOMOR 005 TAHUN 2015

KEBIJAKAN PEDOMAN PERILAKU DAN ETIKA PERUSAHAAN. 2.1 Kejujuran, integritas, dan keadilan

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PELAYANAN PUBLIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 87 TAHUN 2012 TENTANG KODE ETIK APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH (APIP) KABUPATEN BADUNG

PT LIPPO KARAWACI Tbk Piagam Audit Internal

INTEGRITAS KEUNGGULAN KERJA TIM KOMITMEN NILAI DALAM BERTINDAK

Etika Profesional Komputer

PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA PONTIANAK NOMOR: 51/KEP/2011 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA PONTIANAK

REVISI KODE ETIK 2016

KODE ETIK APOTEKER INDONESIA DAN IMPLEMENTASI - JABARAN KODE ETIK

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL KOMISI YUDISIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 04 TAHUN 2013

Kode Etik PT Prasmanindo Boga Utama

DEKLARASI PEMBELA HAK ASASI MANUSIA

Independensi Integritas Profesionalisme

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG

Transkripsi:

KODE ETIK PROFESI MANAJEMEN SDM INDONESIA MUKADIMAH Profesional SDM Indonesia yang berada dibawah naungan Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia (PMSM) menjunjung tinggi nilai-nilai yang diemban dalam berkarya sebagai profesional di bidang Manajemen SDM dan mendukung sepenuhnya peranan profesi ini beserta dengan para anggota lainnya untuk kemajuan bangsa Indonesia. Peranan ini tertanam dalam norma-norma dan prinsip-prinsip yang dipegang teguh. Tujuan dari kode etik ini adalah untuk memantapkan kewajiban sebagai profesional dan praktisi SDM untuk menegakkan norma dan prinsip-prinsip profesi di dalam menjalankan aktivitas dengan cara yang profesional dan etis. Untuk membangun dan mengamankan kepercayaan, semua pemangku kepentingan bertekad untuk membangun reputasi dari profesi dan anggota-anggota PMSM melalui nilai-nilai yang dianut, yaitu: tanggung jawab profesional, pengembangan profesional, kepemimpinan, kewajaran dan keadilan, menolak pertentangan kepentingan dan penggunaan informasi yang bertanggung jawab. IDENTITAS ETIS PMSM Sebagai anggota PMSM (Indonesian Society for People Management), secara aktif mengupayakan idealisme dan profesionalisme dengan mematuhi kode etik sebagai berikut: Memberi makna atas kualitas hidup dari anggota masyarakat yang dilayani dalam kapasitas sebagai profesional Manajemen SDM; Memastikan kesinambungan organisasi PMSM; Membawa perubahan dan perbedaan untuk selalu mencapai yang terbaik pada anggota masyarakat dan organisasi yang dilayani. NILAI-NILAI YANG DIANUT TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL Sebagai profesional SDM, bertanggung jawab untuk memberikan nilai tambah kepada organisasi di tempat bekerja dan melayani serta memberikan kontribusi bagi keberhasilan organisasi tersebut selain tentu juga menyediakan kenyamanan bagi individu didalam organisasi tersebut dan anggota masyarakat yang terkait. Bertanggung jawab penuh secara profesional atas semua tindakan-tindakan dan keputusan individual. Ikut serta melakukan advokasi terhadap profesi dengan terlibat secara aktif di dalam kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kredibilitas dan nilai-nilai profesi. Membangun rasa hormat, kredibilitas dan kepentingan strategis bagi profesi Manajemen SDM dalam organisasi, komunitas bisnis, dan masyarakat di tempat kerja; Membantu dalam melayani dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi;

Memberikan informasi dan mendidik para praktisi SDM baik sekarang dan di masa yang akan datang serta masyarakat umum tentang prinsip-prinsip dan praktek-praktek profesi SDM yang baik; Secara positif mempengaruhi praktek kerja dan proses Manajemen SDM; Mendorong pengambilan keputusan yang profesional dan bertanggung jawab; Mendorong terlaksananya tanggung jawab sosial bagi para praktisi Manajemen SDM; Membangun rasa hormat dan saling menghargai antar sesama praktisi Manajemen SDM. Mematuhi standar tertinggi perilaku etis dan professional Manajemen SDM; Mengukur efektivitas Manajemen SDM dalam memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi; Mematuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku; Bekerja secara konsisten dengan mengacu pada nilai-nilai profesi; Berupaya untuk mencapai tingkat pelayanan yang tertinggi, kinerja unggulan dan mempunyai tanggung jawab social; Melakukan advokasi untuk penempatan dan penggunaan tenaga kerja yang sesuai dan memberikan apresiasi yang adil dan berimbang kepada karyawan; Melakukan advokasi secara terbuka di dalam forum-forum diskusi dalam rangka untuk mempengaruhi pengambilan keputusan yang adil dan berimbang; Saling menghargai dan berkomunikasi secara positif antar sesama praktisi Manajemen SDM. PENGEMBANGAN PROFESIONAL Profesional SDM berkomitmen untuk memastikan kredibilitas profesional dengan secara aktif mengevaluasi dan melindungi kualitas dan profesionalisme bersama. Profesional SDM bercita-cita untuk menegakkan standar yang pantas dalam pengembangan profesional berkelanjutan dan peningkatan kompetensi anggota. Merupakan tugas profesional para praktis Manajemen SDM untuk mengintegrasikan dan menerapkan prinsip-prinsip, kebijakan dan praktek Manajemen SDM yang ada. Profesional SDM berusaha untuk merumuskan dan terus mengembangkan praktik SDM yang berlaku umum yang mematuhi kriteria ilmiah, kepatutan dan kelayakan. Memperluas pengetahuan tentang Manajemen SDM guna lebih mempertajam pemahaman tentang fungsi organisasi; Memajukan pemahaman tentang tata cara kerja organisasi. Mengejar kesempatan pendidikan akademis formal maupun non-formal; Komit untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan dan penerapan pengetahuan baru terkait dengan Manajemen SDM dan organisasi yang dilayani; Berkontribusi pada pengetahuan, evolusi profesi dan pertumbuhan individu melalui pengajaran, penelitian dan penyebaran pengetahuan; Mengejar sertifikasi profesional individu seperti CCP, CBP, PSDM, SPSDM, dan lain-lain jika tersedia, atau sebanding ukuran kompetensi dan pengetahuan yang ada, maupun

sertifikasi atas praktek Manajemen SDM untuk tingkat korporasi seperti Investors in People (IiP), Social Accountability (SA) 8000, People Developer Standard (PDS) dan lainlain yang secara kualitas dan kelembagaan dapat dipertanggungjawabkan. Membangun jaringan dan ajang saling berbagi pengalaman, keahlian, dan praktek terbaik di antara para praktisi Manajemen SDM; termasuk melalui kegiatan rutin PMSM. Menjadi anggota PMSM bersifat sukarela namun mengandung makna bahwa hal itu adalah hak istimewa yang diberikan kepada individu yang telah memenuhi kriteria. KEPEMIMPINAN Profesional Manajemen SDM diharapkan untuk menunjukkan kepemimpinan individu sebagai model dalam mempertahankan standar etika tertinggi. Mengatur standar dan menjadi contoh bagi orang lain; Mendapatkan pengakuan dan rasa hormat serta meningkatkan kredibilitas dari orang yang dilayani. Bertindak secara etis dalam setiap interaksi profesional; Bila perlu, menunda (mengesampingkan) kepentingan pribadi/kelompok untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil etis dan dilaksanakan juga secara etis; Jika ragu-ragu tentang kepantasan etika dari sebuah situasi, tidak segan-segan mencari masukan/arahan dari atasan atau pihak yang memahaminya dengan baik; Melalui pengajaran dan bimbingan, mengarahkan pengembangan orang lain sebagai pemimpin yang etis dalam profesi dan organisasi dengan mempertimbangkan masukan/arahan dewan pakar atau ahli lainnya. KEWAJARAN DAN KEADILAN Sebagai profesional Manajemen SDM, harus etis dan bertanggung jawab dalam mempromosikan dan mendorong keadilan untuk semua karyawan dan organisasi di tempat kerja. Menciptakan dan mempertahankan lingkungan yang kondusif guna mendorong semua individu dan organisasi untuk mencapai potensi optimal dengan cara positif dan produktif. Menghormati keunikan dan nilai intrinsik dari setiap individu; Memperlakukan orang lain dengan hormat dan bermartabat untuk menumbuhkan lingkungan kerja yang bebas dari pelecehan, intimidasi, dan diskriminasi yang melanggar hukum;

Memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi baru; Menjamin lingkungan yang inklusif dan komitmen pada keanekaragaman dalam organisasi yang dilayani; Mengembangkan, mengelola dan mempromosikan kebijakan dan prosedur yang adil, konsisten dan memberikan kesempatan berkembang bagi semua; Melepaskan kepentingan pribadi, mendukung keputusan bersama yang adil dan dibuat oleh organisasi yang patuh pada peraturan perundang undangan yang berlaku; Bertindak secara bertanggung jawab dan mempraktekkan sistem manajemen yang sehat. MENOLAK PERTENTANGAN KEPENTINGAN Sebagai profesional Manajemen SDM, harus mempertahankan tingkat kepercayaan yang tinggi dari para stakeholders (pemangku kepentingan). Harus melindungi kepentingan para pemangku kepentingan serta menjunjung tinggi integritas profesional serta tidak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menciptakan potensi pertentangan kepentingan. Menghindari aktivitas yang bertentangan atau mungkin tampak bertentangan dengan ketentuan Kode Etik dan Standar Profesi Manajemen SDM atau dengan tanggung jawab seseorang dan tugas-tugas sebagai anggota profesi Manajemen SDM dan / atau sebagai karyawan setiap organisasi. Mematuhi dan menganjurkan penggunaan kebijakan-kebijakan tentang benturan kepentingan dalam organisasi; Menahan diri dari menyalahgunakan posisi untuk kepentingan pribadi, baik dalam bentuk keuntungan materi, finansial ataupun bentuk lainnya; Menahan diri dari memberikan atau mencari perlakuan khusus dalam proses Manajemen SDM; Memprioritaskan kewajiban untuk mengidentifikasi konflik kepentingan dan mencegah munculnya pertentangan kepentingan. PENGGUNAAN INFORMASI Profesional Manajemen SDM harus mempertimbangkan dan melindungi hak-hak individu, terutama dalam perolehan dan penyebaran informasi serta menjamin komunikasi yang jujur dan memfasilitasi pengumpulan informasi dalam pengambilan keputusan.

Membangun kepercayaan di antara semua unsur organisasi dengan memaksimalkan pertukaran informasi yang terbuka, serta menghilangkan kerancuan atau adanya informasi yang tidak akurat. Memperoleh dan menyebarkan informasi melalui sarana secara etis dan bertanggung jawab; Memastikan hanya informasi yang akurat dan tepat yang digunakan dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi hubungan ketenagakerjaan; Menyelidiki keakuratan sumber informasi sebelum menggunakannya dalam pengambilan keputusan kerja terkait; Menjaga informasi SDM yang terkini dan akurat; Melindungi informasi yang bersifat rahasia; Mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjamin ketepatan dan kelengkapan semua informasi yang dikomunikasikan menyangkut kebijakan Manajemen SDM; Mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjamin ketepatan dan kelengkapan semua informasi yang digunakan dalam program-program Manajemen SDM; Menghormati hak cipta dan kekayaan intelektual.