OP-01 UNIVERSAL OP AMP

dokumen-dokumen yang mirip
Thermometer digital dengan DST-R8C dan OP-01 sebagai rangkaian pengkondisi

Gambar 1 UVTRON R2868. Gambar 2 Grafik respon UVTRON

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 14 (DAC 0808)

Aplikasi OP-01 sebagai Pengukur Kelembaban Relatif Dengan Sensor HS-15P

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV VOLTMETER DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN ICL7107

PERCOBAAN 9 RANGKAIAN COMPARATOR OP-AMP

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421)

BAB III METODE PENELITIAN

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PRAKTIK INSTRUMENTASI

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun gambar blok diagram modul data logger autoclave yang telah dibuat

JOBSHEET 6 PENGUAT INSTRUMENTASI

JOBSHEET 2 PENGUAT INVERTING

APLIKASI PENGOLAHAN DATA DARI SENSOR-SENSOR DENGAN KELUARAN SINYAL LEMAH

ANALOG TO DIGITAL CONVERTER

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT. modulator 8-QAM seperti pada gambar 3.1 berikut ini: Gambar 3.1 Blok Diagram Modulator 8-QAM

BAB III RANCANG BANGUN SISTEM KARAKTERISASI LED. Rancangan sistem karakterisasi LED diperlihatkan pada blok diagram Gambar

BAB III PERANCANGAN ALAT

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013.

DAC - ADC Digital to Analog Converter Analog to Digital Converter

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535

Gambar 3.1 Susunan perangkat keras sistem steel ball magnetic levitation

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

LAB PTE - 05 (PTEL626) JOBSHEET 8 (ADC-ANALOG TO DIGITAL CONVERTER)

PRAKTIKUM II PENGKONDISI SINYAL 1

ADC-DAC 28 IN-3 IN IN-4 IN IN-5 IN IN-6 ADD-A 5 24 IN-7 ADD-B 6 22 EOC ALE msb ENABLE CLOCK

Elektronika Lanjut. Penguat Instrumen. Elektronika Lanjut Missa Lamsani Hal 1

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM

BABII TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada perancangan alat untuk sistem demodulasi yang dirancang, terdiri dari

NAMA : VICTOR WELLYATER NPM : : DR. SETIYONO,ST,.MT : BAMBANG DWINANTO,ST,.MT

TUJUAN : Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan mampu : Menjelaskan pengertian dasar dari DAC dan ADC secara prinsip

Dalam pengukuran dan perhitungannya logika 1 bernilai 4,59 volt. dan logika 0 bernilai 0 volt. Masing-masing logika telah berada pada output

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENULISAN

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI. Blok diagram carrier recovery dengan metode costas loop yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Workshop Instrumentasi Industri Page 1

PERCOBAAN 3 RANGKAIAN OP AMP

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENGUJIAN

Gambar 1.1 Rangkaian Dasar Komparator

DIGITAL TO ANALOG CONVERTER

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM. Dalam tugas akhir ini dirancang sebuah modulator BPSK dengan bit rate

BAB IV DATA DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Gambar 2.1 Mikrokontroler ATMega 8535 (sumber :Mikrokontroler Belajar AVR Mulai dari Nol)

BAB III METODE PENELITIAN. beberapa alat dan bahan. Berikut ini merupakan alat-alat yang dipergunakan

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS MOBILE-ROBOT

yaitu, rangkaian pemancar ultrasonik, rangkaian detektor, dan rangkaian kendali

BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan 2.2 Sensor Clamp Putaran Mesin

PENULISAN ILMIAH LAMPU KEDIP

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 sampai dengan Maret 2014,

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISIS DATA Kalibrasi IDAC sebagai pembangkit tegangan bias

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Nama : Timbangan Bayi. 2. Jenis : Timbangan Bayi Digital. 4. Display : LCD Character 16x2. 5. Dimensi : 30cmx20cmx7cm

MODUL 09 PENGUAT OPERATIONAL (OPERATIONAL AMPLIFIER) PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018

THERMOMETER DIGITAL DENGAN MODUL DST-51, ADC-0809 DAN LCD 2X16

BAB III PERANCANGAN SISTEM

DASAR-DASAR AKUISISI DATA

BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

MODUL PRAKTIKUM MIKROPOSESOR & INTERFACING

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. ACS712 dengan menggunakan Arduino Nano serta cara kerjanya.

GERBANG UNIVERSAL. I. Tujuan : I.1 Merangkai NAND Gate sebagai Universal Gate I.2 Membuktikan table kebenaran

BAB III PERANCANGAN ALAT SIMULASI PEGENDALI LAMPU JARAK JAUH DAN DEKAT PADA KENDARAAN SECARA OTOMATIS

BAB III HARDWARE & SOFTWARE

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

Penguat Inverting dan Non Inverting

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB III PERENCANAAN. Pada bab ini akan dijelaskan langkah-langkah yang digunakan dalam

Gambar 3.1. Diagram alir metodologi perancangan

BAB III DESAIN BUCK CHOPPER SEBAGAI CATU POWER LED DENGAN KENDALI ARUS. Pada bagian ini akan dibahas cara menkontrol converter tipe buck untuk

Q POWER ELECTRONIC LABORATORY EVERYTHING UNDER SWITCHED

BAB III KEGIATAN PENELITIAN TERAPAN

DQI-03 DELTA ADC. Dilengkapi LCD untuk menampilkan hasil konversi ADC. Dilengkapi Zero offset kalibrasi dan gain kalibrasi

BAB II LANDASAN TEORI

LAPORAN PRAKTIKUM DIGITAL

PERCOBAAN VII PENGUAT OPERASI ( OPERATIONAL AMPLIFIER )

RANCANG BANGUN ALAT HITUNG JUMLAH KENDARAAN MEMANFAATKAN SENSOR INFRAMERAH SEBAGAI INPUT PADA GERBANG PARKIR BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

BAB III ANALISA SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

USER MANUAL PENGENDALI PINTU GESER SEDERHANA MATA DIKLAT : PERAKITAN ALAT PENGENDALI

BAB II LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka

BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI

3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Modul 04: Op-Amp. Penguat Inverting, Non-Inverting, dan Comparator dengan Histeresis. 1 Alat dan Komponen. 2 Teori Singkat

BAB III PERANCANGAN ALAT

Transkripsi:

OP-01 UNIVERSAL OP AMP Perkembangan teknologi mikrokontroler dan digital dewasa ini semakin pesat. Berbagai macam jenis mikrokontroler, peripheral maupun IC-IC Digital semakin mempermudah para praktisi dalam membuat sebuah disain. Walau demikian teknologi analog tetap tidak dapat ditinggalkan. Beberapa aplikasi tertentu seperti sensor dan alat ukur seringkali masih membutuhkan teknologi analog. Seringkali para praktisi menganggap bahwa hubungan antara dunia analog dan dunia digital dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan sebuah ADC (Analog to Digital Converter) dan DAC (Digital to Analog Converter). Namun kenyataannya tidaklah selalu demikian. ADC maupun DAC hanya cocok untuk aplikasi instrumentasi yang melakukan pengukuran terhadap besaran analog (dalam bentuk tegangan) atau sebaliknya membangkitkan besaran analog (dalam bentuk tegangan) dari besaran digital (dalam bentuk data). Beberapa aplikasi lain seperti sensor tidak harus menggunakan ADC, melainkan sebuah Rangkaian Pengkondisi Sinyal, yang akan mengubah sinyal menjadi kondisi true atau false. Selain itu untuk pengukuran besaran analog yang sangat kecil (dalam ordo mili volt) rangkaian ini juga dapat membantu ADC sebagai penguat sehingga tegangan tersebut dapat diterima dengan ADC. Modul OP-01 Universal Op Amp yang terdiri dari 8 buah Op Amp di mana masing-masing Op Amp dapat diubah menjadi mode Non Inverting Amplifier maupun Comparator. Bahkan dengan sedikit penambahan komponen eksternal, modul ini juga dapat berfungsi sebagai Subtractor maupun Adder. Pengaturan mode dari tiap-tiap Op Amp dilakukan dengan memindah-mindah posisi jumper seperti yang ada pada tabel berikut Tabel 1 Pengaturan Mode Op Amp Non Inverting Amplifier Comparator Op Amp 1 J : ON : OFF J : OFF : ON Op Amp 2 J : ON : OFF J : OFF : ON Op Amp 3 J : ON J4 : OFF J : OFF J4 : ON Op Amp 4 J : ON J3 : OFF J : OFF J3 : ON Op Amp 5 J : ON J5 : OFF J : OFF J5 : ON Op Amp 6 : ON J0 : OFF : OFF J0 : ON Op Amp 7 J : ON J8 : OFF J : OFF J8 : ON Op Amp 8 J : ON J7 : OFF J : OFF J7 : ON Untuk mode comparator di mana keluaran terjadi dalam bentuk true atau false yaitu logika 1 atau 0, maka pengguna dapat melihatnya dalam bentuk tampilan LED 8 bit yang ada pada Modul OP-01. Hal ini dilakukan dengan memasang jumper J0 yang mengakibatkan keluara op amp terhubung dengan IC buffer yang meneruskan ke tampilan LED 8 bit. Kondisi logika 1 akan ditandai dengan aktifnya LED pada posisi Op Amp tersebut. Untuk mode non inverting amplifier ataupun comparator, Modul OP-01 ini mempunyai 8 buah input yang dimulai dari (Analog Input 0), Ain1 (Analog Input 1), (Analog Input 2), (Analog Input 3), AIN4 (Analog Input 4), AIN5 (Analog Input 5), AIN6 (Analog Input 6), AIN7 (Analog Input 7). J O1 O3J J4 J J3 Gambar 1 Blok Pertama dari OP-01

Modul OP-01 terdiri dari 2 buah blok Op Amp yang masing-masing terdiri dari 4 buah Op Amp dan mempunyai tata letak yang sama persis. Gambar 1 menunjukkan blok pertama dari Modul OP-01. Tabel 2 Deskripsi Pin dari Blok Pertama OP-01 Nama Pin Keterangan Analog Input 0 atau Input Positif 0 Analog Input 1 atau Input Positif 1 Analog Input 2 atau Input Positif 2 Analog Input 3 atau Input Positif 3 Input Negatif 0 Input Negatif 1 Input Negatif 2 Input Negatif 3 Output 0 O1 Output 1 Output 2 O3 Output 3 Spesifikasi OP-01-8 Op Amp dengan konfigurasi yang dapat diubah - Power: 5 Volt DC - 8 bit LED Display - 8 bit Output - Non Inverting Amplifier, Comparator, Adder & Subtractor Mode AINx Bagian ini adalah merupakan input positif dari masing-masing Op Amp, di mana hingga terdapat pada blok pertama dan AIN4 hingga AIN7 terdapat pada blok kedua. -INX Bagian ini adalah merupakan input negatif dari masing-masing Op Amp. Namun kenyataannya INX tidak selalu langsung terhubung dengan input negatif masing-masing Op Amp. Pin ini sebetulnya terhubung dengan salah satu kaki dari variabel resistor pengatur tegangan pembanding. Agar pin ini dapat terhubung dengan input negatif op amp, maka putar variabel resistor (geser ke atas pada gambar 2) sehingga kaki input negatif op amp yang terhubung pada kaki tengah variabel resistor akan terhubung dengan INX. Dengan digunakannya kaki ini sebagai input negatif, maka variabel resistor tidak lagi berfungsi sebagai pemberi tegangan pembanding sehingga posisi jumper harus dilepas. 2 1 -INx DIGESER ATAS Bagian ini adalah merupakan bagian output dari masing-masing Op Amp di mana hingga O3 berada pada blok pertama dan O4 hingga O7 berada pada blok kedua. JUMPER OFF + - Gambar 2 Ox Hubungan INX dengan input negatif Op Amp Mode Comparator Comparator atau pembanding adalah mode di mana Op Amp berfungsi sebagai pembanding tegangan antara tegangan dari input positif dan tegangan dari input negatif. Tegangan output akan mencapai tegangan 3,5 Volt apabila input positif berada di atas input negatif dan sebaliknya, tegangan output akan mencapai 0,5 volt apabila input negatif berada di atas input positif. Input positif dalam hal ini berfungsi sebagai input yang dibandingkan sedangkan input negatif berfungsi sebagai input pembanding. Tegangan pada input pembanding ini dapat diatur dengan mengubah posisi variabel resistor pengatur tegangan banding.

Tabel 3 Daftar Variabel Resistor Pengatur Tegangan Pembanding VR Keterangan Pengatur tegangan pembanding Op Amp 1 Pengatur tegangan pembanding Op Amp 2 P6 Pengatur tegangan pembanding Op Amp 3 Pengatur tegangan pembanding Op Amp 4 0 Pengatur tegangan pembanding Op Amp 5 2 Pengatur tegangan pembanding Op Amp 6 4 Pengatur tegangan pembanding Op Amp 7 6 Pengatur tegangan pembanding Op Amp 8 VR PENGATUR TEGANGAN PEMBANDING O3J J3 O4 O6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 O1 O3 O5 O7 Gambar 4 Susunan Output OP-01 J O1 J J4 Gambar 3 Konfigurasi Op Amp sebagai Comparator pada Op Amp 1 Pengguna dapat memantau perubahan tegangan pada output Op Amp terutama pada mode comparator dengan memasang jumper pada J0 sehingga output dari semua Op Amp terhubung ke sebuah buffer yang meneruskan ke 8 bit LED. Untuk mengambil keluaran dari masing-masing Op Amp, pengguna dapat melakukannya melalui yang berupa Header 5x2 dengan susunan seperti pada gambar 4. Mode Non Inverting Amplifier Mode ini digunakan untuk menguatkan sinyal dengan penguatan hingga lebih dari 100x sinyal input. Penguatan dilakukan dengan memutar variabel resistor pengatur penguatan untuk setiap Op Amp. Selain variabel resistor-variabel resistor tersebut, variabel-variabel resistor yang berfungsi sebagai pengatur tegangan pembanding untuk setiap op amp juga dapat digunakan sebagai pengatur penguatan. Penguatan dari Non Inverting Amplifier ini adalah (1+/) x V untuk Op Amp 1. Oleh karena itu bila diputar hingga mencapai 1K dan diputar hingga mencapai 1M, maka penguatan dapat mencapai 1001 x tegangan input.

J3 O3J J O1 J J4 (OUTPUT OP AMP 1) Gambar 5 Konfigurasi Op Amp sebagai Non Inverting Amplifier pada Op Amp 1 Tabel 4 Daftar Variabel Resistor Pengatur Tegangan Pembanding VR Keterangan Pengatur penguatan pada Op Amp 1 Pengatur penguatan pada Op Amp 2 Pengatur penguatan pada Op Amp 3 Pengatur penguatan pada Op Amp 4 P9 Pengatur penguatan pada Op Amp 5 1 Pengatur penguatan pada Op Amp 6 3 Pengatur penguatan pada Op Amp 7 5 Pengatur penguatan pada Op Amp 8

Mode Subtractor R1 GESER VR HINGGA -INX TERHUBUNG DG KAKI 2 J3 DIPUTAR HINGGA O3J J O1 J J4 (OUTPUT OP AMP 1) Gambar 6 Konfigurasi Op Amp sebagai Subtractor pada Op Amp 1 Penggunaan Op Amp pada mode Subtractor ini seringkali dilakukan pada aplikasi penguatan dari sensorsensor seperti thermocouple untuk mengatur offset zero setelah penguatan tegangan.

Mode Adder R1 GESER VR HINGGA -INX TERHUBUNG DG KAKI 2 J3 DIPUTAR HINGGA O3J J O1 J J4 (OUTPUT OP AMP 1) Gambar 7 Konfigurasi Op Amp sebagai Adder pada Op Amp 1

Aplikasi Rangkaian Pengkondisi Sinyal Opto Coupler J3 180 O3J ISO1 OPTO ISOLATOR-A J O1 J J4 OUTPUT Gambar 8

Aplikasi Rangkaian Pengkondisi Sinyal PIR Detector NON INVERTING AMPLIFIER J3 SINYAL O3J G S D PIR 47K J O1 J J4 COMPARATOR C3 OUTPUT PIR DETECTOR CIRCUIT 10uF Gambar 9

Aplikasi Rangkaian Penguat Sinyal dari Jaringan telephone J3 SINYAL O3J TIP C2 T1 C1 RING 470nF AX141 100nF J O1 J J4 Gambar 10 (OUTPUT OP AMP 1)