Pemahaman konsep hubungan industrial Pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan industrial Pemahaman hubungan industrial Pancasila Pemahaman tentang serikat pekerja Proses penyelesaian perselisihan industrial 1
Demo karyawan PT. Freeport, Papua Kasus Drydocks, Batam Hubungan antara semua pihak yang tersangkut atau berkepentingan atas proses produksi atau pelayanan jasa di suatu perusahaan 2
Manajemen Pemegang saham Karyawan Konsumen/pelanggan Pemasok Distributor Masyarakat sekitar Pemerintah Kelancaran produksi dan operasional untuk memastikan tercapainya tujuan-tujuan strategis yang ditetapkan Keberhasilan organisasi dalam meningkatkan nilai saham dan pengembalian investasi yang tinggi Keberhasilan organisasi yang berarti meningkatnya standar hidup dan kesejahteraan karyawan Kontinuitas produksi yang berarti kontinuitas pemenuhan kebutuhan pelanggan Kontinuitas produksi yang berarti kontinuitas kebutuhan bahan baku Kontinuitas produksi yang berarti kontinuitas pasokan produk untuk di-distribusikan kepada pelanggan Kontinuitas produksi dan keberhasilan organisasi yang berarti meningkatnya standar hidup, kesejahteraan dan keamanan masyarakat sekitar Keberhasilan organisasi meningkatkan pendapatan pajak negara dan mengurangi tingkat pengangguran Pemerintah Hubungan Industrial Manajemen Pekerja & Serikat Pekerja 3
Suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (pekerja, pengusaha/ manajemen dan pemerintah) yang didasarkan pada nilai-nilai yang merupakan manifestasi dari keseluruhan sila-sila dari Pancasila dan UUD 1945, yang tumbuh dan berkembang di atas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia UUD 1945 Pancasila Visi & Misi Organisasi Hubungan Industrial 4
Azas kekeluargaan & gotong royong Hubungan Industrial Azas musyawarah & mufakat Pekerja & Manajemen adalah mitra dalam proses produksi Pekerja & Manajemen adalah mitra dalam menikmati hasil perusahaan Pekerja & Manajemen adalah mitra dalam tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa & negara, masyarakat sekeliling, pekerja & keluarganya, perusahaan tempat bekerja 5
Mensukseskan pembangunan dalam rangka mengemban cita-cita bangsa Indonesia yaitu masyarakat yang adil & makmur Ikut berperan dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi & keadilan sosial Menciptakan ketenangan, ketentraman dan ketertiban kerja serta ketenangan usaha Meningkatkan produksi & produktivitas kerja Meningkatkan kesejahteraan pekerja serta derajatnya sesuai dengan martabat manusia Serikat pekerja muncul dan bertumbuh untuk mempengaruhi dan memperjuangkan kondisi kerja, kebijaksanaan dan praktek manajemen serta kebijaksanaan pemerintah mengenai kondisi, persyaratan kerja dan hubungan kerja. Serikat pekerja adalah suatu organisasi para pekerja yang dibentuk untuk memajukan, melindungi, dan memperbaiki kepentingan-kepentingan sosial, ekonomi, politik dari para anggotanya melalui tindakan kolektif. 6
Sikap Sosial Gotong royong Toleransi Tenggang rasa Terbuka Saling membantu Mampu mengendalikan diri Sikap Mental Kemitraan Saling menghormati Saling mengerti kedudukan peranannya Saling memahami hak & kewajibannya Menjadi pengasuh, pembimbing, pelindung dan pendamai atau dengan kata lain sebagai pengayom dan pamong bagi seluruh pihak yang terkait dalam proses produksi 7
Menyalurkan aspirasi kaum pekerja & hak-haknya, meliputi: hak berorganisasi, hak menyatakan pendapat secara kolektif terkait kondisi kerja, hak mengadakan Persetujuan Kerja Bersama dan hak-hak lainnya. Membawa kaum pekerja berpartisipasi dalam tugastugas pembangunan Nasional Berkewajiban meningkatkan kesejahteraan pekerja Membina azas-azas manajemen yang baik dalam rangka pembangunan Nasional secara keseluruhan 8
Bipartit : Suatu lembaga kerjasama pada tingkat perusahaan yang dibentuk oleh pekerja bersama-sama dengan pengusaha/manajemen Tujuan: memelihara komunikasi yang baik demi terciptanya ketenangan kerja dan meningkatnya produksi & produktivitas Tripartit: Suatu lembaga kerjasama yang anggotanya terdiri dari pemerintah, serikat pekerja dan pengusaha/manajemen Tujuan: membentuk forum komunikasi, konsultasi dan diskusi antara ketiga pihak dalam penyusunan kebijakan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan Merupakan sarana dalam mewujudkan hubungan industrial Pancasila dalam praktek sehari-hari Merupakan hasil musyawarah dan mufakat antara serikat pekerja dengan pihak pengusaha/manajemen Falsafah hubungan industrial Pancasila harus tercermin dalam PKB terkait kebijakan pengupahan, syarat-syarat kerja maupun jaminan sosial 9
Diatur dengan: Undang-undang no 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Perselisihan meliputi: Hak Kepentingan Pemutusan hubungan kerja Antar serikat pekerja dalam satu perusahaan Perselisihan yang timbul karena tidak dipenuhinya hak akibat adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama 10
Perselisihan yang timbul dalam hubungan kerja karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pembuatan dan/atau perubahan syarat-syarat kerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja, atau Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama Perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai PHK, yang dilakukan oleh salah satu pihak 11
Perselisihan antara serikat pekerja dengan serikat pekerja lain hanya dalam satu perusahaan, karena tidak adanya persesuaian paham mengenai keanggotaan, pelaksanaan hak, dan kewajiban keserikatpekerjaan Dapat ditempuh dengan dua jalur: Di luar pengadilan (penyelesaian sengketa alternatif/ alternative dispute resolution) Melalui pengadilan hubungan industrial dan penyelesaian pada tingkat kasasi ke Mahkamah Agung 12
Perundingan Bipartit Mediasi (mediation) Arbitrase (arbitration) Konsiliasi (conciliation) Permintaan produksi Kemungkinan produk untuk disimpan (product perishability) Pemanfaatan teknologi Ketersediaan pekerja pengganti Lokasi produksi Masa kadaluarsa PKB Fasilitas & proses produksi yang terintegrasi Ketersediaan produk pengganti 13
Diskusikan dalam kelompok saudara, langkah-langkah dalam mengantisipasi dan mengelola hubungan industrial sedemikian rupa agar tercipta hubungan industrial yang harmonis antara manajemen, pekerja dan pemerintah khususnya dalam masa krisis saat ini? 14