Kasus Drydocks, Batam

dokumen-dokumen yang mirip
Hubungan Industrial Pancasila

Setiap karyawan dapat membentuk atau bergabung dalam suatu kelompok. Mereka mendapat manfaat atau keun-tungan dengan menjadi anggota suatu kelompok.

TUGAS INDIVIDU HUBUNGAN INDUSTRIAL

Peran Serikat Pekerja Dalam Dinamika

III. Penyelesaian perselisihan hubungan industrial Pancasila. Dasar Hukum Aturan lama. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Christian Daniel Hermes Dosen Fakultas Hukum USI

Hubungan Kerja dalam Sistem Pancasila

Dr. Alimatus Sahrah, M.Si, MM FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil pengamatan dan analisis mengenai Sistem Pemutusan

Perselisihan Hubungan Industrial

PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL. Oleh : Gunarto, SH, SE, Akt,MHum

I. PENDAHULUAN. pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya untuk mewujudkan masyarakat yang

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MSDM Hubungan Industrial DOSEN : RACHMASARI PRAMITA, ST, MM MSDM II

BAB II TINJAUAN UMUM PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL. 1. Pengertian hubungan industrial dan kaitannya dengan hubungan industrial

NOMOR 25 TAHUN 1997 TENTANG KETENAGAKERJAAN

Peran Tenaga Kerja dalam Konsep Kapitalis, Sosialis dan Pancasila

PPHI H. Perburuhan by DR. Agusmidah, SH, M.Hum

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 73, 1997 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3702)

file://\\ \web\prokum\uu\2004\uu htm

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1997 TENTANG KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. tidak dapat melepaskan diri dari berinteraksi atau berhubungan satu sama lain

BAB III. A. Mahkamah Partai Politik Menurut Undang-Undang No 2 Tahun 2011

SALINAN. jdih.bulelengkab.go.id

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENEGAKAN HUKUM PENYELESAIAN SENGKETA KETENAGAKERJAAN MELALUI PERADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL. Yati Nurhayati ABSTRAK

Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial

MSDM Materi 13 Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial

- 1 - BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN KETENAGAKERJAAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PROSEDUR PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

Undang-undang No. 21 Tahun 2000 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH

BAB I PENDAHULUAN. memiliki pekerjaan. Pada dasarnya, memiliki pekerjaan merupakan hak yang

PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL PADA HARI BURUH NASIONAL 0leh: Yusmedi Yusuf

Oleh: Marhendi, SH., MH. Dosen Fakultas Hukum Untag Cirebon

BAB III PERAN DAN FUNGSI LEMBAGA KERJASAMA (LKS) BIPARTIT DALAM PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

Anda Stakeholders? Yuk, Pelajari Seluk- Beluk Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Hubungan Industrial

BAB I PENDAHULUAN. Hubungan industrial menurut Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13

*10099 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 25 TAHUN 1997 (25/1997) TENTANG KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENDIDIKAN PANCASILA MAKNA DAN AKTUALISASI SILA KELIMA PANCASILA D. MACHDUM FUADY, S.H., M.H. ILMU KOMUNIKASI Program Studi HUBUNGAN MASYARAKAT

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

UNDANG-UNDANG KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL BERDASARKAN UU NOMOR 2 TAHUN Oleh : Dahlia dan Agatha Jumiati 4

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG PERJANJIAN KERJA BERSAMA. Istilah Perjanjian Kerja Bersama (PKB) timbul setelah diundangkannya

STIE DEWANTARA Aspek Ketenagakerjaan Dalam Bisnis

PERUNDANG-UNDANGAN KONSTRUKSI

NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH

BAB I PENDAHULUAN. masa kerja maupun karena di putus masa kerjanya. Hukum ketenagakerjaan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA / SERIKAT BURUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

: KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Prinsip Dasar PPHI dan Macam-Macam Perselisihan. Disusun oleh : M. Fandrian Hadistianto

BAB I PENDAHULUAN. pertentangan tersebut menimbulkan perebutan hak, pembelaan atau perlawanan

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN Perkara Nomor 82/PUU-XI/2013 Pengaturan Organisasi Kemasyarakatan

UNDANG-UNDANG NO. 13 TH 2003

PERAN SERIKAT PEKERJA DALAM PENYELESAIAN PERSELISIHAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

Lex Administratum, Vol. V/No. 9/Nov/2017

BAB III LANDASAN TEORI. A. Pengertian Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. syarat-syarat kerja, hak dan kewajiban para pihak. 2 Perjanjian kerja wajib

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PENYELESAIAN PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 116/PUU-XIII/2015 Jangka Waktu Pengajuan Gugatan Atas Pemutusan Hubungan Kerja

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2000 TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 21 TAHUN 2000 (21/2000) TENTANG SERIKAT PEKERJA/SERIKAT BURUH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SILABUS. A. Identitas Mata Kuliah. 1. Nama Mata Kuliah : Perselisihan Hubungan Industrial. 2. Status Mata Kuliah : Wajib Konsentrasi

BAB I PENDAHULUAN. Perjanjian Perburuhan antara Serikat Buruh dengan Pengusaha/Majikan, Undangundang

UU No. 2 Tahun 2004 Tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial

Beberapa Cara Penyelesaian Sengketa Perburuhan Di dalam Dan Di Luar Pengadilan

The Presenting MSDM PemutusanHub ungan Kerja (PHK)

BUPATI KUDUS PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 8 TAHUN 2007

HUBUNGAN INDUSTRIAL, OUTSOURCING DAN PKWT

K E P U T U S A N NOMOR : KEP-438/MEN/1992 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN DAN PEMBINAAN SERIKAT PEKERJA DI PERUSAHAAN MENTERI TENAGA KERJA R.

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dan buruh sebagai tenaga kerja yang menyokong terbentuknya

Lex Administratum, Vol. II/No.1/Jan Mar/2014

2008, No.2 2 d. bahwa Partai Politik merupakan sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokrasi untuk menjunjung tinggi k

GUBERNUR SUMATERA BARAT

: KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP.48/MEN/IV/2004 TENTANG

Makalah Ketenagakerjaan Sengketa Hubungan Industrial (Hukum Perikatan) BAB I PENDAHULUAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Peran adalah suatu sistem kaidah-kaidah yang berisikan patokan-patokan perilaku, pada

UNDANG-UNDANG NO. 21 TH 2000

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

Pemahaman konsep hubungan industrial Pihak-pihak yang terlibat dalam hubungan industrial Pemahaman hubungan industrial Pancasila Pemahaman tentang serikat pekerja Proses penyelesaian perselisihan industrial 1

Demo karyawan PT. Freeport, Papua Kasus Drydocks, Batam Hubungan antara semua pihak yang tersangkut atau berkepentingan atas proses produksi atau pelayanan jasa di suatu perusahaan 2

Manajemen Pemegang saham Karyawan Konsumen/pelanggan Pemasok Distributor Masyarakat sekitar Pemerintah Kelancaran produksi dan operasional untuk memastikan tercapainya tujuan-tujuan strategis yang ditetapkan Keberhasilan organisasi dalam meningkatkan nilai saham dan pengembalian investasi yang tinggi Keberhasilan organisasi yang berarti meningkatnya standar hidup dan kesejahteraan karyawan Kontinuitas produksi yang berarti kontinuitas pemenuhan kebutuhan pelanggan Kontinuitas produksi yang berarti kontinuitas kebutuhan bahan baku Kontinuitas produksi yang berarti kontinuitas pasokan produk untuk di-distribusikan kepada pelanggan Kontinuitas produksi dan keberhasilan organisasi yang berarti meningkatnya standar hidup, kesejahteraan dan keamanan masyarakat sekitar Keberhasilan organisasi meningkatkan pendapatan pajak negara dan mengurangi tingkat pengangguran Pemerintah Hubungan Industrial Manajemen Pekerja & Serikat Pekerja 3

Suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan jasa (pekerja, pengusaha/ manajemen dan pemerintah) yang didasarkan pada nilai-nilai yang merupakan manifestasi dari keseluruhan sila-sila dari Pancasila dan UUD 1945, yang tumbuh dan berkembang di atas kepribadian bangsa dan kebudayaan nasional Indonesia UUD 1945 Pancasila Visi & Misi Organisasi Hubungan Industrial 4

Azas kekeluargaan & gotong royong Hubungan Industrial Azas musyawarah & mufakat Pekerja & Manajemen adalah mitra dalam proses produksi Pekerja & Manajemen adalah mitra dalam menikmati hasil perusahaan Pekerja & Manajemen adalah mitra dalam tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa & negara, masyarakat sekeliling, pekerja & keluarganya, perusahaan tempat bekerja 5

Mensukseskan pembangunan dalam rangka mengemban cita-cita bangsa Indonesia yaitu masyarakat yang adil & makmur Ikut berperan dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi & keadilan sosial Menciptakan ketenangan, ketentraman dan ketertiban kerja serta ketenangan usaha Meningkatkan produksi & produktivitas kerja Meningkatkan kesejahteraan pekerja serta derajatnya sesuai dengan martabat manusia Serikat pekerja muncul dan bertumbuh untuk mempengaruhi dan memperjuangkan kondisi kerja, kebijaksanaan dan praktek manajemen serta kebijaksanaan pemerintah mengenai kondisi, persyaratan kerja dan hubungan kerja. Serikat pekerja adalah suatu organisasi para pekerja yang dibentuk untuk memajukan, melindungi, dan memperbaiki kepentingan-kepentingan sosial, ekonomi, politik dari para anggotanya melalui tindakan kolektif. 6

Sikap Sosial Gotong royong Toleransi Tenggang rasa Terbuka Saling membantu Mampu mengendalikan diri Sikap Mental Kemitraan Saling menghormati Saling mengerti kedudukan peranannya Saling memahami hak & kewajibannya Menjadi pengasuh, pembimbing, pelindung dan pendamai atau dengan kata lain sebagai pengayom dan pamong bagi seluruh pihak yang terkait dalam proses produksi 7

Menyalurkan aspirasi kaum pekerja & hak-haknya, meliputi: hak berorganisasi, hak menyatakan pendapat secara kolektif terkait kondisi kerja, hak mengadakan Persetujuan Kerja Bersama dan hak-hak lainnya. Membawa kaum pekerja berpartisipasi dalam tugastugas pembangunan Nasional Berkewajiban meningkatkan kesejahteraan pekerja Membina azas-azas manajemen yang baik dalam rangka pembangunan Nasional secara keseluruhan 8

Bipartit : Suatu lembaga kerjasama pada tingkat perusahaan yang dibentuk oleh pekerja bersama-sama dengan pengusaha/manajemen Tujuan: memelihara komunikasi yang baik demi terciptanya ketenangan kerja dan meningkatnya produksi & produktivitas Tripartit: Suatu lembaga kerjasama yang anggotanya terdiri dari pemerintah, serikat pekerja dan pengusaha/manajemen Tujuan: membentuk forum komunikasi, konsultasi dan diskusi antara ketiga pihak dalam penyusunan kebijakan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan Merupakan sarana dalam mewujudkan hubungan industrial Pancasila dalam praktek sehari-hari Merupakan hasil musyawarah dan mufakat antara serikat pekerja dengan pihak pengusaha/manajemen Falsafah hubungan industrial Pancasila harus tercermin dalam PKB terkait kebijakan pengupahan, syarat-syarat kerja maupun jaminan sosial 9

Diatur dengan: Undang-undang no 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Perselisihan meliputi: Hak Kepentingan Pemutusan hubungan kerja Antar serikat pekerja dalam satu perusahaan Perselisihan yang timbul karena tidak dipenuhinya hak akibat adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama 10

Perselisihan yang timbul dalam hubungan kerja karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pembuatan dan/atau perubahan syarat-syarat kerja yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja, atau Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama Perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai PHK, yang dilakukan oleh salah satu pihak 11

Perselisihan antara serikat pekerja dengan serikat pekerja lain hanya dalam satu perusahaan, karena tidak adanya persesuaian paham mengenai keanggotaan, pelaksanaan hak, dan kewajiban keserikatpekerjaan Dapat ditempuh dengan dua jalur: Di luar pengadilan (penyelesaian sengketa alternatif/ alternative dispute resolution) Melalui pengadilan hubungan industrial dan penyelesaian pada tingkat kasasi ke Mahkamah Agung 12

Perundingan Bipartit Mediasi (mediation) Arbitrase (arbitration) Konsiliasi (conciliation) Permintaan produksi Kemungkinan produk untuk disimpan (product perishability) Pemanfaatan teknologi Ketersediaan pekerja pengganti Lokasi produksi Masa kadaluarsa PKB Fasilitas & proses produksi yang terintegrasi Ketersediaan produk pengganti 13

Diskusikan dalam kelompok saudara, langkah-langkah dalam mengantisipasi dan mengelola hubungan industrial sedemikian rupa agar tercipta hubungan industrial yang harmonis antara manajemen, pekerja dan pemerintah khususnya dalam masa krisis saat ini? 14