B A B I P E N D A H U L U A N

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Plan), Rencana Kinerja (Performace Plan) serta Laporan Pertanggungjawaban

BAB II PERENCANAAN KINERJA

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 101 TAHUN 2016 T E N T A N G

- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

KATA PENGANTAR. Muara Beliti, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas,

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN Indikator Kinerja Program Tolok Ukur. Target (Vol & Satuan)

PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MUSI RAWAS

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Strategis Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang 1

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN MUSI RAWAS

LKPJ Walikota Semarang AkhirTahunAnggaran 2015

LAPORAN KINERJA BADAN KETAHANAN PANGAN KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2015

WALIKOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 33 TAHUN

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR

Pasal 3 (1) Susunan Organisasi Dinas Pangan dan Perkebunan terdiri dari : a. Kepala; b. Sekretariat, terdiri dari : 1. Sub Bagian Perencanaan; 2.

Rencana Kerja Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan BAB I PENDAHULUAN

13. URUSAN KETAHANAN PANGAN

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

RENCANA KERJA TAHUN ANGGARAN 2013

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2013

KATA PENGANTAR. RENJA KKPD TAHUN 2016 i

RENCANA KERJA (RENJA) KANTOR KETAHANAN PANGAN KOTA PADANG TAHUN 2015

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG

URUSAN WAJIB KETAHANAN PANGAN

PROFIL BADAN KETAHANAN PANGAN

KATA PENGANTAR. Bontang, Desember 2015 Kepala, Ir. Hj. Yuli Hartati, MM NIP LAKIP 2015, Kantor Ketahanan Pangan Kota Bontang

PENDAHULUAN Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH,

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) : MEWUJUDKAN JAWA TIMUR LEBIH SEJAHTERA, BERDAYA SAING MELALUI KETAHANAN PANGAN YANG BERKELANJUTAN

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA - SKPD) TAHUN ANGGARAN 2016

Nama Program. Anggaran No dan Kegiatan. Target Sasaran Program/Kegiatan. (Rp.) Program Pelayanan Administrasi 1. Perkantoran

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP

WALIKOTA PROBOLINGGO

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN KETAHANAN PANGAN TA.2015

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

IV.B.13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

Kata Pengantar. Padang, Januari 2016 KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN PROPINSI SUMATERA BARAT,

RENSTRA BADAN KETAHANAN PANGAN BAB I PENDAHULUAN

SINKRONISASI OPERASIONAL KEGIATAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH TA. 2017

SAMBUTAN DAN ARAHAN KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN pada RAPAT TEKNIS PERENCANAAN PEMBANGUNAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH TA.

I. Tugas dan Fungsi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) BADAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 s/d 2019

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

RENCANA KERJA BAGIAN ADM. PEMERINTAHAN SETDAKAB. JOMBANG. Tahun 2015 B A G I A N A D M I N I S T R A S I P E M E R I N T A H A N

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

FOKUS PROGRAM DAN KEGIATAN BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2016

BUPATI TAPIN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL

KANTOR KETAHANAN PANGAN

Oleh : Sekretaris Badan Ketahanan Pangan

KATA PENGANTAR. Ungaran, Desember 2014 KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH. Ir. Gayatri Indah Cahyani, M.Si NIP

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun

KATA PENGANTAR. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Samarinda, April 2016 Kepala, Ir. Fuad Asaddin, M.Si. Nip

PENGANTAR. Ir. Suprapti

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB I PENDAHULUAN. Renstra BPM, KB dan Ketahanan Pangan Kota Madiun I - 1

Governance), baik dari tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pada tahap BAB I PENDAHULUAN

DATA PROFIL SKPD. 3. ALAMAT Jalan Laskar Wanita Mentarjo Komplek Perkantoran Gunung Gare Pagar Alam

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG

Walikota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR: 65/Permentan/OT.140/12/2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KETAHANAN PANGAN PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) BADAN KETAHANAN PANGAN DAN PELAKSANA PENYULUHAN KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2015

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 66 TAHUN 2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TENGAH

PEMERINTAH KOTA SOLOK LAPORAN KINERJA TAHUN 2016

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2002 TENTANG KETAHANAN PANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

PEMANTAPAN KETAHANAN PANGAN BERDASARKAN KEMANDIRIAN DAN KEDAULATAN PANGAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2002 TENTANG KETAHANAN PANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LAPORAN KINERJA BADAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2017

RENCANA KINERJA TAHUNAN 2017 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA, ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PROVINSI GORONTALO

RENCANA KERJA Tahun 2014

Bab II Perencanaan Kinerja

KEBIJAKAN PELAKSANAAN PROGRAM / KEGIATAN KETAHANAN PANGAN DAN PENYULUHAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2016

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 47 TAHUN 2016 TENTANG

IV.B.13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

RENSTRA DINAS KETAHANAN PANGAN BAB I PENDAHULUAN

IV.B.13. Urusan Wajib Ketahanan Pangan

BAB I PENDAHULUAN. Landasan hukum yang mewajibkan bagi setiap SKPD untuk memiliki Rencana Kerja (Renja-SKPD) adalah :

PROFIL KEPALA BIDANG KETAHANAN PANGAN DINAS PERATANIAN DAN PANGAN KABUPATEN BANGKA BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG

BUPATI PACITAN PROVINSIJAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PACITAN NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2002 TENTANG KETAHANAN PANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Transkripsi:

B A B I P E N D A H U L U A N 1.1. LATAR BELAKANG Dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Badan Pelayanan Terpadu Kota Semarang disebutkan bahwa kedudukan Kantor Ketahanan Pangan adalah sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah Kota Semarang. Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang dipimpin oleh seorang Kepala Kantor yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretraris Daerah. Sebagai salah satu dokumen perencanaan pembangunan, Rencana Kerja SKPD menjadi sangat penting artinya bagi Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang yang terus berupaya untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan pembangunan bidang ketahanan pangan secara lebih optimal melalui pemanfaatan berbagai kekuatan dan peluang yang dimiliki dan perhitungan yang matang atas berbagai kelemahan dan kendala yang dihadapi didasarkan pada kemampuan, karakteristik dan kebutuhan nyata. Penyelenggaraan segenap aktivitas pembangunan bidang ketahanan pangan oleh Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang yang mengarah pada terciptanya good governance sudah seharusnya mengikutsertakan segenap komponen dalam masyarakat. Dalam kaitan ini, Rencana Kerja SKPD Kantor Katahanan Pangan Kota Semarang memberikan arah atau pedoman bagi segenap stakeholder untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan pembangunan khususnya pada pengembangan distribusi pangan, pengembangan ketersediaan pangan dan konsumsi dan keamanan pangan masyarakat Kota Semarang yang dipandang strategis. Dalam era reformasi yang mengutamakan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik, harus dikembangkan sikap aparatur yang mampu untuk mempertanggungjawabkan setiap langkah telah diambil. 1

Rencana Kerja SKPD Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang memberikan pedoman yang cukup representatif bagi semua pihak untuk turut memantau pengembangan distribusi pangan, pengembangan ketersediaan pangan serta konsumsi dan keamanan pangan karena memuat indikator-indikator penilaian kinerja yang terdiri atas : masukan, keluaran, hasil, manfaat dan dampak. Segenap stakeholder yang berkaitan dengan ketahanan pangan harus mengetahui bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja pembangunan bidang katahanan pangan berdasarkan pada kemampuan, karakteristik, dan kebutuhan nyata. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan adanya dokumen perencanaan pembangunan yang bersifat strategis. Oleh karena itu, segenap stakeholder yang terkait harus membangun suatu kesepakatan dan komitmen untuk mendukung Rencana Kerja SKPD Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2014, sejak dari tahapan formulasi, implementasi hingga evaluasi. 1.2. LANDASAN HUKUM Dasar hukum penyusunan Rencana Kerja SKPD Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2014 dalam rangka sinkronisasi dan konsistensi dengan peraturan dokumen perencanaan lainnya adalah : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbanagn Keuangan Antara Pusat dan Daearh; 4. Peraturan Pemerintah Penggati Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 5. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; 2

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 7. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2001 tentang Program Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2001-2005; 8. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 11 tahun 2003 tentang Rencana Strategis Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2008; 9. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 4 Tahun 2005 tentang RPJP Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2010; 10. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Badan Pelayanan Terpadu Kota Semarang; 11. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015; 12. Keputusan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Nomor : 526/766 tanggal 27 Oktober 2010 tentang Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2010-2015. 1.3. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan penyusunan Rencana Kerja (Renja) SKPD adalah : 1. Memberikan gambaran program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2013; 2. Menyusun program dan kegiatan secara terorganisir sehingga memudahkan evaluasi di masa-masa mendatang; 3. Sebagai kelengkapan administrasi dalam mendukung pelaksanaan pembangunan yang akuntabel. 3

1.4. SISTEMATIKA PENULISAN Secara garis besar Renja Ketahanan Pangan Tahun 2014 ini berisi : BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra 2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD 2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan fungsi SKPD 2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD 2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat BAB III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1. Telaahan terhadap Kebijakan Nasional 3.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD 3.3. Program dan Kegiatan BAB IV. PENUTUP 4

B A B II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA NO PROGRAM / TARGET INDIKATOR HASIL KEGIATAN 2011 (1) (2) (3) (4) I Program Ketahanan Pangan 1 Pengembangan Pencapaian skor pola Pencapaian skor pola Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal pangan harapan (PPH) : 83 pangan harapan (PPH) : 84 2 Fasilitasi penyediaan makanan pokok bagi warga miskin 3 Penyusunan database ketahanan pangan 4 Apresiasi Ketahanan Pangan 5 Peningkatan mutu dan keamanan pangan 6 Peningkatan sistem distribusi konsumsi pangan dan daya beli masyarakat 7 Koordinasi perumusan kebijakan ketahanan pangan Jumlah warung desa / lumbung pangan yang dioptimalkan pemberdayaannya 4 lokasi Penyusunan peta kerentanan dan ketahanan pangan 1 kegiatan Jumlah UMKM pangan lokal yang dipromosikan produknya melalui bazar dan gelar olahan pangan 15 UMKM 1. Kantin sehat di 4 sekolah 2. Keamanan pangan dari hasil survei : 80 % 1. Pengawasan ketersediaan pangan strategis 12 bulan 2. Pengawasan harga dan distribusi pangan strategis 12 bulan 1. Rapat kordinasi Dewan Ketahanan Pangan 1 kali (75 orang). 2. Rapat koordinasi ketahanan pangan 3 kali @ 50 orang 3. Rapat Teknis Perencanaan Ketahanan Pangan sebanyak 1 kali (75 orang). Peningkatan kesejahteraan Masyarakat Bantuan sarpras usaha dan pemberdayaan kelompok afinitas 15 kelompok II 1 Penumbuhan Desa Mandiri Pangan Jumlah warung desa / lumbung pangan yang dioptimalkan pemberdayaannya 5 lokasi Penyusunan peta kerentanan dan ketahanan pangan 1 kegiatan Jumlah UMKM pangan lokal yang dipromosikan produknya melalui bazar dan gelar olahan pangan 15 UMKM 1. Kantin sehat di 4 sekolah 2. Keamanan pangan dari hasil survei : 83 % 1. Pengawasan ketersediaan pangan strategis 12 bulan 2. Pengawasan harga dan distribusi pangan strategis 12 bulan 1. Rapat kordinasi Dewan Ketahanan Pangan 1 kali (75 orang). 2. Rapat koordinasi ketahanan pangan 3 kali @ 50 orang 3. Rapat Teknis Perencanaan Ketahanan Pangan sebanyak 1 kali (75 orang). Bantuan sarpras usaha dan pemberdayaan kelompok afinitas 15 kelompok 5

2.2. ANALISIS KINERJA PELAYANAN SKPD Indikator Hasil Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Urusan Ketahanan Pangan Tahun 2012 Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 65/ Permentan / OT.140 / 12 / 2010 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang akan menyesuaikan sasaran pembangunan dengan indikator dalam SPM tersebut. Dengan mengacu pada SPM tersebut, sasaran pembangunan ketahanan pangan pada tahun 2015 adalah: 1. Ketersediaan dan cadangan pangan, dengan indikator : a. Ketersediaan energi dan protein perkapita dengan target : Energi 95% terhadap 2.200 kkal/kapita/hari Protein 100% terhadap 57 gram/kapita/hari b. Penguatan cadangan pangan, dengan target 60% terhadap cadangan pangan pemerintah daerah ideal yaitu 100 ton 2. Distribusi dan Akses Pangan, dengan indikator: a. Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan di daerah dengan terget 100% b. Stabilitas harga dan pasokan pangan dengan target 90% 3. Penganekaragaman dan Keamanan Pangan, dengan indikator : a. Pencapaian skor pola pangan harapan (PPH) yang ditargetkan 90% b. Pengawasan dan pembinaan keamanan pangan yang ditargetkan 90% 4. Penanganan Kerawanan Pangan, dengan indikator : a. Penanganan daerah rawan pangan dengan target 60% 6

2.3. ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI SKPD Permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan ketahanan pangan Kota Semarang antara lain : 1. Masih rendahnya konsumsi pangan lokal, terutama umbi-umbian, sayur dan buah yang tercermin pada pencapaian skor pola pangan harapan. 2. Masih rendahnya kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan yang B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman). 3. Belum optimalnya pengelolaan cadangan pangan masyarakat, sebagaimana tercermin dari dari tidak aktifnya lumbung pangan dan warung desa. 4. Masih adanya kelurahan dengan KK miskin di atas 30% sehingga mendesak untuk ditangani. 5. Masih banyak beredarnya bahan pangan yang kurang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan seperti penggunaan bahan tambahan (pewarna, pengawet, pemutih) yang berbahaya, pangan tanpa tanggal kadaluwarsa, belum ada ijin PIRT. Adanya berbagai permasalahan tersebut berpengaruh pada pencapaian SPM seperti cadangan pangan yang masih rendah yaitu 6% atau 6 ton pada tahun 2011, sementara target tahun 2015 adalah 60% atau 60ton. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD antara lain : 1. banyaknya potensi pangan lokal yang belum digali secara optimal. 2. semakin meningkatnya jumlah pengolah pangan lokal. 3. dukungan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi tepat guna 4. adanya kebijakan pemerintah dalam penumbuhan cadangan pangan pemerintah maupun cadangan di tiap kelurahan berupa lumbung pangan maupun warung desa serta adanya kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan lokal 5. Dibentuknya Tim jejaring keamanan pangan dan Dewan Ketahanan Pangan Kota Semarang akan memudahkan dalam koordinasi dan pelaksanaan kegiatan yang sinergi. 7

2.4. REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD Perbandingan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan disajikan pada tabel di bawah. Berdasarkan tabel tersebut, terdapat beberapa pergeseran anggaran karena adanya kegiatan yang perlu lebih diprioritaskan ataupun sebaliknya. Beberapa kegiatan yang bergeser antara lain : 1. Keg. Pengembangan konsumsi dan penganekaragaman pangan yang semula Rp. 245.000.000,- menjadi Rp. 265.000.000,- hal ini disebabkan penambahan alokasi untuk optimalisasi pemanfaatan pekarang. 2. Keg. Fasilitasi penyediaan makanan pokok bagi warga miskin yang semula Rp. 126.000.000,- menjadi Rp. 226.000.000,- karena penambahan alokasi untuk pembentukan cadangan pangan pemerintah. 3. Keg. Apresiasi ketahanan pangan yang semula Rp. 125.000.000,- berkurang menjadi Rp. 100.000.000,- 4. Keg. Aksi desa mandiri pangan yang semula Rp. 438.465.000,- menjadi Rp. 343.465.000,- 2.5. PENELAAHAN USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN MASYARAKAT Kantor Ketahanan Pangan melaksanakan rapat teknis perecanaan yang diikuti oleh SKPD terkait, LSM, Perguruan Tinggi, PKK dan Kecamatan se Kota Semarang untuk mendapatkan masukan, evaluasi dan usulan kegiatan yang dapat difasilitasi dari peserta. Usulan yang masuk akan dievaluasi dan dilakukan investigasi ke lapangan apakah layak atau tidak diberikan fasilitasi serta sesuai atau tidak dengan tupoksi Kantor Ketahanan Pangan. 8

Beberapa usulan yang masuk antara lain : JENIS USULAN KEC. GENUK 1. Penumbuhan warung desa Kel. Bangetayu Kulon, Kel. Bangetayu Wetan, Kel. Kudu 2. Pelatihan pengolahan pangan dan bantuan peralatan olahan pangan a. Pisang dan singkong Kel. Bangetayu Kulon, Karangroto, Kudu, Bangetayu Wetan, Banjardowo, Penggaron Lor, Sembungharjo, Genuksari b. Bandeng presto Kel. Terboyo Kulon, Trimulyo, Terboyo Wetan 3. Ternak Kambing Kel. Bangetayu Kulon, Bangetayu wetan, Kel. Kudu, Kel. Penggaron Lor, Kel. Banjardowo, Kel. Genuksari, Kel. Sembungharjo 4. Pemanfaatan lahan pekarangan Kel. Terboyo Kulon, Kel. Terboyo Wetan, Kel. Trimulyo, Kel. Gebangsari, Kel. Muktiharjo Lor KEC. TEMBALANG 1. Penumbuhan warung desa : 10 orang kel. sendangguwo 2. Pengolahan makanan kering (tempe kripik) : 8 orang Pengolahan makanan basah (jajanan/snack) : 5 orang Pembuatan kerupuk : 3 orang Kel. tandang 3. Usaha warungan dan gorengan : 7 orang KEC. GAJAHMUNGKUR KET Sasaran gerdu kempling tahun 2013 Sasaran gerdu kempling tahun 2013 Sasaran gerdu kempling tahun 2013 Mendukung gerdu kempling 1. Pelatihan pengolahan pangan Kel. Gajahmungkur, 2. Pemantapan konsumsi pangan B2SA Bendungan, Sampangan 3. Penumbuhan warung desa Bendan Duwur 4. Bantuan peralatan olahan pangan Kel. Bandan Ngisor KEC. MIJEN 1. Penumbuhan warung desa Kel. Bubakan, Polaman, 2. Pembentukan desa mandiri pangan Tambangan KEC. SMG TENGAH 1. Pelatihan pengolahan bandeng Kel. Brumbungan, gabahan,karang Kidul, Kembangsari, Pekunden 2. Pelatihan pembuatan kue kering Kel. Sekayu, Kel. Karangkidul 3. Bantuan peralatan pengolahan pangan (mixer, Kel Gabahan oven) 4. Pelathan pembuatan keripik ceker ayam Kel. Pekunden 5. Penguatan warung desa Kel. Jagalan, Kembangsari 6. Pelatihan pengolahan pangan berbahan lokal Kel. Gabahan, Karang Kidul. Purwodinatan 9

B A B III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD 3.1. TELAAHAN TERHADAP KEBIJAKAN NASIONAL Urusan wajib ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Hal ini didasarkan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu tolok ukur ketahanan nasional dan pangan mempunyai peranan yang cukup vital. Salah satu kebijakan nasional ketahanan pangan adalah percepatan penganekaragaman konsumsi pangan lokal. Dengan adanya kebijakan ini maka setiap daerah diarahkan untuk menggali potensi pangan yang ada di wilayahnya dan mengembangkannya dengan dukungan teknologi yang aplikatif. Untuk mewujudkannya dibutuhkan dukungan yang sinergis baik dari aparat pemerintah sebagai penentu kebijakan, unsur perguruan tinggi sebagai pendukung alih teknologi dan lembaga kemasyarakatan dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat. Dengan adanya sinergitas tersebut diharapkan potensi tergali secara optimal sehingga mampu meningkatkan ketahanan pangan di wilayah masing-masing minimal di tingkat rumah tangga yang akan berdampak pada peningkatan ketersediaan pangan berbasis sumber daya lokal, penganekaragaman konsumsi pangan dan meminimalkan ketergantungan pangan dari daerah luar. 3.2. TUJUAN DAN SASARAN SKPD Tujuan jangka menengah Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang yang akan diupayakan pencapaiannya oleh segenap aparatur Kantor Ketahanan Pangan sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Kantor Ketahanan Pangan 2010-2015 adalah Mengembangkan produktivitas bahan pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan menuju terwujudnya kemandirian 10

pangan. Tujuan tersebut dapat dijabarkan secara spesifik sebagaimana berikut : 1. Meningkatkan ketersediaan dan distribusi pangan; 2. Meningkatkan pemanfaatan pangan lokal dalam rangka percepatan penganekaragaman konsumsi pangan; 3. Meningkatkan cadangan pangan pemerintah dan cadangan pangan masyarakat; 4. Meningkatkan mutu dan keamanan pangan menuju Pola Pangan Harapan; 5. Meningkatkan koordinasi ketahanan pangan lintas sektoral dan lintas wilayah. Sasaran pembangunan ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Semarang Tahun 2010-2015 dan Rencana Strategis Kantor Ketahanan Pangan 2010-2015 adalah : 1. Terjaganya kondisi ketahanan pangan daerah, dengan meningkatnya ketersediaan pangan utama 10 %; 2. Meningkatnya cadangan pangan daerah berupa lumbung pangan di 20 kelurahan; 3. Meningkatnya kualitas bahan pangan yang memenuhi standar mutu pangan 5%; 4. Meningkatnya skor pola pangan harapan (PPH) : 95 pada tahun 2015; 5. Pengembangan kelurahan mandiri pangan di 10 kelurahan; 6. Meningkatnya akses pangan KK miskin : 1500 KK. 11

Sehubungan dengan adanya Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 65/ Permentan / OT.140 / 12 / 2010 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang akan menyesuaikan sasaran pembangunan dengan indikator dalam SPM tersebut. Dengan mengacu pada SPM tersebut, sasaran pembangunan ketahanan pangan pada tahun 2015 adalah: 1. Ketersediaan dan cadangan pangan, dengan indikator : a. Ketersediaan energi dan protein perkapita b. Penguatan cadangan pangan 2. Distribusi dan Akses Pangan, dengan indikator: a. Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan di daerah b. Stabilitas harga dan pasokan pangan 3. Penganekaragaman dan Keamanan Pangan, dengan indikator : a. Pencapaian skor pola pangan harapan (PPH) b. Pengawasan dan pembinaan keamanan pangan 4. Penanganan Kerawanan Pangan, dengan indikator : a. Penanganan daerah rawan pangan 3.3. PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2013 Program dan kegiatan pembangunan di bidang ketahanan pangan pada dasarnya adalah menciptakan kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. Upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan harus bertumpu pada sumberdaya pangan lokal dan meminimalisir ketergantungan pangan dari luar daerah dengan mengoptimalkan potensi wilayah. Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, maka seluruh sektor harus berperan secara aktif dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa / Kelurahan dan masyarakat. Ketahanan pangan tercermin pada ketersediaan 12

pangan secara nyata, oleh sebab itu penyediaan pangan harus secara jelas diketahui oleh masyarakat. Penyediaan pangan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Untuk mewujudkan penyediaan pangan tersebut, perlu dilakukan pengembangan sistem produksi, efisiensi sistem usaha pangan, teknologi produksi pangan, sarana prasarana produksipangan serta mempertahankan dan mengembangkan lahan produktif. Sumber penyediaan pangan di Kota Semarang berasal dari produksi daerah sendiri dan dari daerah sekitar. Hal ini memerlukan pendistribusian pangan yang baik di seluruh wilayah bahkan sampai di tingkat rumah tangga. Program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang pada APBD Kota Semarang Tahun 2013, adalah sebagai berikut : 1. Program Ketahanan Pangan, dengan kegiatan : a. Pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan. Sub Kegiatan : 1. Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan 2. Pelatihan pengolahan pangan 3. Lomba Cipta Olahan Pangan 4. Pembuatan rumah produksi 5. Pola pangan Harapan Latar Belakang 1. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap diversifikasi dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA). 2. Penerapan teknologi pengolahan pangan lokal belum dikenal luas oleh pelaku usaha olahan pangan lokal sehingga perlu dikenalkan dan dipraktekkan dalam rangka meningkatkan nilai jual produk olahan pangan lokal agar mampu bersaing dengan olahan pangan lain. 13

Out Put : 1. Pengembangan optimalisasi pekarangan terpadu 5 lokasi 2. Pelatihan pengolahan pangan 50 orang x 3 kali 3. Survei pola konsumsi masyarakat sebanyak 480 responden 4. Pembuatan rumah produksi 1 unit 5. Lomba Cipta Olahan Pangan 30 peserta Out Come : 1. Skor pola pangan harapan (PPH) sebesar 89. b. Fasilitasi Penyediaan Makanan Pokok Bagi Warga Miskin. Sub Kegiatan : 1. Warung desa 2. Pembuatan cadangan pangan pemerintah 3. Bantuan pangan untuk daerah rawan gizi 4. Subsidi sembako Latar Belakang : 1. Banyak warung desa yang tidak aktif sehingga melalui bantuan bahan pangan dan dikelola oleh masyarakat dapat memberdayakan masyarakat sekitar. 2. Produksi pertanian khususnya produksi padi, saat panen raya harga gabah biasanya turun sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dibentuk lumbung pangan untuk menampung produksi saat panen raya dengan harga layak sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. 3. Masih adanya keluarga rawan gizi sehingga pemerintah harus memotivasi dan menstimulasi melalui pemberian paket bahan pangan agar keluarga tersebut dapat meningkatkan kualitas pangan yang dikonsumsi. Out Put : 1. Warung desa di 5 lokasi 2. Cadangan pangan pemerintah berupa 10 ton beras 14

3. Bantuan pangan bagi keluarga rawan gizi untuk 60 KK 4. Subsidi sembako Rp. 10.000.000,- Out Come : 1. Masyarakat mudah mengakses pangan 2. Keluarga rawan pangan dapat meningkatkan kualitas gizi keluarganya. 3. Meningkatnya cadangan pangan 10% untuk mendukung SPM ketahanan pangan c. Penyusunan Database Potensi Produk Pangan Sub Kegiatan : 1. Penyusunan peta SKPG (Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi) 2. Penyusunan peta kerentanan dan ketahanan pangan Latar Belakang : 1. Salah satu pedoman yang mampu mengetahui kondisi wilayah yang rawan pangan dan gizi adalah melalui peta SKPG. Out Put : 1. Buku peta SKPG yang diperoleh dari pemantauan oleh Tim SKPG dan koordinasi instansi terkait. 2. Buku peta kerantanan dan ketahanan pangan Out Come : 1. Tersedianya informasi bagi pengambil keputusan dalam perencanaan program, penentuan target, sertta intervensi kerawanan pangan dan gizi di Kota Semarang d. Pengembangan Distribusi dan Peningkatan Akses Pangan Sub Kegiatan : 1. Pengawasan ketersediaan pangan strategis dan prognosa kebutuhan pangan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2. Pemantauan harga dan distribusi pangan strategis 3. Koordinasi data dasar neraca bahan makanan 15

Latar Belakang : 1. Informasi ketersediaan, harga dan distribusi pangan merupakan salah satu dasar untuk merumuskan kebijakan., baik ditingkat Pusat maupun Daerah 2. Dengan adanya informasi ketersediaan, harga dan distribusi pangan akan mudah untuk memantau kestabilan pasokan, kestabilan harga. Out Put : 1. Terlaksananya pemantauan ketersediaan, harga dan distribusi pangan selama 12 bulan. 2. Neraca bahan makanan Out Come : 1. Tersedianya data/informasi ketersediaan, harga dan distribusi pangan mingguan, bulanan, tahunan sebagai dasar pengambilan kebijakan. e. Pembinaan dan Fasilitasi Penanganan Mutu dan Keamanan Pangan Sub Kegiatan : 1. Pengawasan/pemantauan mutu dan keamanan pangan 2. Survey keamanan pangan 3. Pembinaan keamanan pangan Latar Belakang : 1. Pemerintah wajib menjamin keamanan pangan yang beredar agar layak dan aman dikonsumsi masyarakat, sehingga pemerintah perlu melakukan pengawasan, pembinaan yang periodik dan kontinyu untuk mengurangi beredarnya makanan yang tidak memenuhi stándar mutu dan keamanan pangan. 2. Masih rendahnya kesadaran baik produsen pangan maupun masyarakat konsumen akan pentingnya keamanan pangan sehingga diperlukan pengawasan dan pembinaan. Out Put : 1. Pengawasan mutu dan keamanan pangan 6 kali 2. Survey keamanan pangan 1 kali kegiatan 16

3. Pembinaan keamanan pangan 24 sekolah Out Come : 1. Meningkatnya kesadaran masyarakat (konsumen) untuk mengkonsumsi pangan yang aman. 2. Berkurangnya peredaran makanan yang tidak memenuhi standart mutu keamanan pangan di Kota Semarang. f. Koordinasi Perumusan Kebijakan Ketahanan Pangan Sub Kegiatan : 1. Rapat Teknis Perencanaan 2. Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan 3. Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Latar Belakang : Dalam merumuskan program/kegiatan ketahanan pangan, Kantor ketahanan pangan perlu berkoordinasi dan bersinergi dengan SKPD terkait agar dapat berjalan seiring dan saling melengkapi, adanya pemahaman dan penyamaan persepsi dalam menentukan langkah mewujudkan program dan pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan. Out Put : 1. Rapat kordinasi Dewan Ketahanan Pangan 1 kali (75 orang). 2. Rapat koordinasi ketahanan pangan 2 kali @ 50 orang 3. Rapat Teknis Perencanaan Ketahanan Pangan sebanyak 1 kali (75 orang). Out Come : 1. Rumusan hasil sebagai bahan perencanaan program dan kegiatan ketahanan pangan. 2. Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat a. Aksi Desa Mandiri Latar Belakang : Kegiatan dilaksanakan berdasarkan adanya potensi wilayah baik SDM maupun SDA yang belum dikembangkan secara optimal pada lokasi 17

yang memiliki KK miskin diatas 30%. Dengan adanya bantuan sarana prasarana dan pendampingan baik oleh tim pangan desa, pemerinatah kelurahan setempat dan dari instansi terkait kegiatan usaha kelompok bisa berkembang. Out Put : 1. pembentukan kelompok afinitas di 2 lokasi / kelurahan. 2. Pembentukan tim pangan desa di 2 kelurahan 3. Bantuan pelatihan teknis untuk kelompok afinitas 4. Bantuan sarana / prasarana usaha kelompok sesuai jenis usaha dan potensi wilayah untuk 4 lokasi Out Come : 1. Pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian pangan di 2 lokasi. 18

B A B IV P E N U T U P Rencana Kerja SKPD Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang Tahun 2013 merupakan dokumen perencanaan bidang ketahanan pangan di Kota Semarang tahun 2013. Dokumen ini memberikan arah dan pedoman bagi aparatur Kantor Ketahanan Pangan Kota Semarang dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan umum dan tugas pembangunan bidang ketahanan pangan, serta secara umum diharapkan dapat menggerakkan partisipasi seluruh stakeholder terkait dalam pembangunan bidang ketahanan pangan Kota Semarang. Keberhasilan pembangunan bidang ketahanan pangan tergantung pada komitmen pemerintah yang kuat terhadap sektor pangan dan peran serta masyarakat, dimana pangan merupakan hak asasi manusia yang harus tersedia dalam jumlah yang cukup, bermutu, aman, merata dan terjangkau. Untuk itu diperlukan integritas, akuntabilitas, tekad, semangat, dan disiplin yang kuat dari seluruh pelaku pembangunan. Semua itu tercermin dari kualitas dan profesionalitas dalam pengelolaan pembangunan yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan, evaluasi serta koordinasi yang mantap didukung oleh kegiatan penelitian dan pengembangan yang intensif sehingga hasilnya optimal. Selanjutnya, pelaksanaan pembangunan ketahanan pangan diharapkan dapat lebih optimal sehingga dapat tercapai peningkatan kesejahteraan masyarakat pada khususnya, serta mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada umumnya, yang hasil-hasilnya dapat lebih dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Semarang, KEPALA KANTOR KETAHANAN PANGAN KOTA SEMARANG Ir. WP. RUSDIANA, MP. Pembina Tk I NIP. 19641221 199001 2 001 19

LAMPIRAN 20