BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut :

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Manusia bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia mencari nafkah

BAB III METODE PENELITIAN. laporan keuangan perusahaan transportation services yang terdaftar di Bursa

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sampoerna, Tbk dengan data laporan keuangan selama 5 tahun terhitung

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. Obyek penelitian yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah biaya dana

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengaruh atau hubungan kedua variabel tersebut. berakhir bulan Mei 2015, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Yaitu data yang diperoleh langsung dari responden. Responden dari. data ini dianalisa. Data tersebut antara lain :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode deskriptif kualitatif adalah

BAB III METODE PENELITIAN. misalnya berupa laporan-laporan, buku-buku, jurnal penelitian yang berkaitan

BAB III METODE PENELITIAN. menganalisis data-data secara kuantitatif kemudian menginterpretasikan hasil

sebuah penelitian tentang: pengaruh laba akuntansi, arus kas opera- sional, ukuran perusahaan, tingkat pertum- buhan perusahaan terhadap harga saham

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan data time series dengan periode waktu selama 21 tahun yaitu 1995-

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data pokok (Singarimbun,

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan dalam penelitian ini, maka penulis mengadakan penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2015 sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dari penelitian ini adalah CV.Nusaena Konveksi yang beralamat di

BAB III METODE PENELITIAN. fungsi variabel dalam hubungan antar variabel, yaitu: Variabel Independen (Independent Variable)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan karateristik masalah yang diteliti, jenis penelitian yang akan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kerja sama usaha ternak ayam broiler

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. beralamatkan di Komp. Pu Prosida Kota Tangerang.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2009:5) metode penelitian dapat diartikan, Metode deskriptif itu sendiri menurut (Sugiono, 2009:206):

III. METODE PENELITIAN. Indonesia periode Penelitian ini menggunakan PBV, ROE, dan PER

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret sampai Juni 2014 dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Ruang lingkup merupakan batasan lokasi atau variabel yang akan

BAB III METODE PENELITIAN. pembahasan penulisan ini, maka penulis mengambil lokasi penetian PT. BPR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. didapatkan secara langsung oleh peneliti tetapi diperoleh dari orang atau

BAB III METODE PENELITIAN. adalah karyawan di lingkungan PT Surya Toto Indonesia.

BAB III OBYEK DAN METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah pengaruh faktor-faktor internal bank tahun

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun Pengambilan sampel

BAB III METODE PENELITIAN. Jadwal penelitian dilaksanakan mulai Maret 2016

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Kecamatan Bangkinang Seberang Jalan Lintas Bangkinang-Petapahan Sei Jernih.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. Secara umum pengertian objek penelitian yaitu inti permasalahan yang dijadikan

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum melaksanakan suatu penelitian, seorang peneliti harus

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Pendekatan Penelitian dan Sumber Data. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif,

BAB III METODE PENELITIAN. Asuransi Jiwa Pendidikan Bumiputera 1912 Pekanbaru Cabang Sukajadi.

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian berada di Perusahaan Konveksi Mella Desa Jungsemi

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini di lakukan dikantor Dinas Pendapatan Pengelolaan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode melalui website :

III. METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan jenisnya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. Indonesia (BEI) yang bergerak dalam bidang pertambangan. Perusahaan yang terdaftar

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar ke dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. menemukan ukuran variabel-variabel OCB dan bertujuan untuk menguji

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia periode penelitian yang digunakan yaitu jenis data sekunder.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian yang menekankan pada data data numerik atau angka yang

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia melalui situs

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini adalah return saham perusahaan sektor pertambangan yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Perumnas Simalingkar Medan, Telp/Fax (061)

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Indonesia dari tahun Daftar perusahaan ritel didapat dari sahamok.com

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field study research) yang

BAB III METODE PENELITIAN. profitabilitas serta laporan keuangan perusahan Food And Beverages tahun

BAB III METODE PENELITIAN. desa Kedabu Rapat Kabupaten Kepulauan Meranti. Sedangkan waktu penelitian di mulai bulan Februari sampai September 2013.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada website Bank Indonesia ( Bank

BAB III METODE PENELITIAN. independensi dari dua variabel atau lebih (Sekaran dan Bougie, 2010).

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi adalah jumlah keseluruhan dari obyek yang diteliti (Soeratno, 2008). Populasi

terikat. 21 R 2 sama dengan 0, maka tidak ada BAB III sedikitpun persentase sumbangan pengaruh yang METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. digunakan dalam penelitian ini adalah:

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian Asosiatif. Menurut Sugiyono (2011:35)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menguji pengaruh rasio keuangan terhadap pertumbuhan laba. Dalam penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN Persero Cabang Pekanbaru

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. Objek penelitian merupakan masalah yang diteliti dalam suatu penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN. Ruang lingkup penelitian ini adalah menganalisis Pengaruh Pajak Daerah,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada

BAB III METODE PENELITIAN. Pajak Reklame, dan Pajak Parkir dari tahun 2010 sampai dengan 2014.

BAB III METODE PENELITIAN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. yang diamati oleh peneliti atau variabel penelitian tersebut. Adapun penelitian ini

III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini adalah explanatory reseach. Menurut Singarimbun (1995)

A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel. 1) Variabel bebas ( variabel independen): faktor internal (X 1 ) serta faktor

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Balam Jaya Di Desa Balam Merah

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian Dan Defenisi Operasional Definisi operasional dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut : a. Produktifitas kerja ( Υ ) Produktifitas kerja merupakan rasio antara hasil kerja (output) dalam sekala pengorbanan (biaya). Untuk memujudkan hasil tersebut (input) indikatornya adalah persepsi responden terhadap besarnya nilai produktifitas kerja karyawan. Untuk menilai produktifitas kerja maka digunakan daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3), dalam rangka usaha untuk memperoleh bahanbahan yang obyektif dalam pembinaan karyawan berdasarkan sistem karir dan sistem produktifitas kerja. Unsur-unsur produktifitas kerja yang dinilai antara lain : - Kesetiaan - Tanggung Jawab - Ketaatan - Kejujuran - Kerjasama - Prakarsa Hasil pelaksanaan dinyatakan dengan sebutan dan angka yaitu :

- 91 100 = amat baik - 75-90 = baik - 61 75 = cukup - 50 kebawah = kurang b. Variabel Kebutuhan Fisiologi ( Χ 1 ) Meliputi : - Kebutuhan Kesehatan Secara operasional mengandung pengertian program pemeliharaan karyawan untuk mengantisipasi kecelakaan.indikatornya adalah pengadaan pemeriksaan fisik dan mental karyawan secara berkala. - Kebutuhan Gaji Karyawan Yaitu pendapatan yang diterima guna memenuhi kebutuhan untuk mempertahankan hidup, meliputi kebutuhan makan, minum dan hal lain untuk kehidupan. Indikatornya adalah persepsi responden tentang terpenuhinya kebutuhan yaitu mencukupi atau tidak. c. Variabel Kebutuhan Keselamatan dan Keamanan ( Χ 2 ) Yaitu kebutuhan akan keamanan jiwa dan hartanya pada waktu sedang bekerja serta keamanan kelangsungan kerja pada masa yang akan datang. Indikatornya adalah persepsi responden terhadap besarnya jaminan kesehatan yang diterima responden. d. Variabel Kebutuhan Sosial/Berkelompok ( Χ 3 )

Yaitu kebutuhan akan perasaan diterima orang lain di tempat ia berkerja kebutuhan kasih sayang, bersahabat. Indikatornya adalah persepsi responden terhadap beberapa banyak mengikuti organisasi formal / non formal yang ada dilingkungan PD. BPR / BKK Batang Kota. e. Variabel Kebutuhan Penghargaan ( Χ 4 ) Yaitu kebutuhan akan memenuhi harga diri, status dan mendapatkan pujian atau penghargaan lainya akan mendorong karyawan untuk meraih produktifitas dalam berkerja. Indikatornya adalah persepsi karyawan terhadap beberapa kali mendapatkan penghargaan (sertifikat / piagam, piala / medali atau yang lainya yang berwujud) maupun pujian (lesan) dari pimpinan perusahaan. f. Variabel Kebutuhan Aktualisasi Diri ( Χ 5 ) Yaitu kebutuhan untuk mengembangkan potensi atau kemampuanya, kreatifitasnya secara maksimal serta untuk berbuat dengan sebaik-baiknya bagi dirinya dan bagi masyarakat sekitarnya. Indikatornya adalah persepsi responden terhadap beberapa kali menampilkan dirinya dalam beberapa peristiwa (event). 3.2 Populasi Dan Sampel Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisis yang cirinya akan diduga (Masri Singarimbun, 1992) populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keseluruhan karyawan PD. BPR/BKK Batang Kota yang berjumlah 16

orang. Semua karyawan tersebut tidak seluruhnya dijadikan responden penelitian, tetapi diambil beberapa untuk dijadikan sampel. Sampel adalah sebagian dari populasi dimana diambil untuk diteliti yang karakteristiknya hendak diduga. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik stratifikasi random sampling, dimana strata ditentukan berdasarkan golongan. Besarnya sampel agar representatif menurut Winarno Surkhmad (1992) adalah apabila kurang dari 100 sampelnya dapat diambil 50%, sedangkan apabila lebih dari 100 dapat diambil 15%. Dalam penelitian ini agar benar-benar dapat mewakili populasi yang ada, diambil 50% lebih yaitu sebesar 15 responden, dengan perincian sebagi berikut : Direksi Bidang Umum Bidang Pemasaran Bidang Pelayanan : 1 orang : 2 orang : 6 orang : 4 orang Satuan Pengawas Intern : 1 orang Jumlah : 15 orang 3.3 Jenis data dan Sumber Data 1. Data primer Adalah data yang diperoleh secara langsung dari obyek penelitian yaitu identitas responden, motivasi pemenuhan kebutuhan kesehatan, gaji

karyawan, keamanan dan lingkungan, pengharagaan, aktualisasi diri dan lingkungan sosial serta produktivitas kerja karyawan (J. Supranto 1993,11) 2. Data sekunder Dari data yang telah diolah oleh pihak lain diluar penelitian ini, yaitu berkenaan dengan gambaran umum PD. BPR/BKK Batang Kota, meliputi sejarah dan perkembangan singkat, struktur organisasi dan ketenagakerjaan. 3.4 Metode Pengumpulan Data Guna mengumpulkan data, digunakan teknik-teknik sebagai berikut (Marzuki, 1977,62) : a. Angket (kuesioner) Yaitu suatu metode pengumpulan data dimana peneliti menyusun daftar pertanyaan secara tertulis yang kemudian dibagikan kepada responden guna memperoleh data primer (Marzuki, 1977,65). Meliputi : gaji, produktivitas kerja. b. Library Research Membaca majalah, buku-buku literature dan kumpulan handout kuliah yang relevan dengan judul yang diambil Library research ini dimaksudkan untuk mendapatkan pengetahuan teoritis yang kuat, sehingga dapat diterapkan dalam keadaan yang sesungguhnya yang diselidiki menuju pada problem dan kesimpulan. Meliputi : sejarah perusahaan, personalia, struktur organisasi.

3.5 Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan meliputi kualitatif dan analisis kuantitatif. 3.5.1 Analisis kualitatif Merupakan suatu analisis data yang tidak memerlukan pengujian secara matematis dan sistematis, namun hanya bersifat penjelasan berdasarkan pendapat dan interpretasi terhadap data tanggapan responden (Masri Singarimbun dan Sofian Efendi, 1987,111) 3.5.2 Analisis kuantitaif Analisis data yang digunakan dalam pembahasan penelitian ini adalah korelasi dan regresi berganda (Masri Singarimbun dan Sofian Efendi, 1987,111) 3.5.2.1 Analisis Korelasi Berganda Korelasi berganda menggambarkan keeratan hubungan antara variabel X dan Y, atau dalam hal ini keeratan hubungan antara variable pemenuhan kebutuhan fisiologis, keselamatan / keamanan, sosial / berkelompok, penghargaan, dan aktualisasi diri secara bersama-sama dengan variabel produktivitas kerja. Penafsiran besarnya korelasi yang dinotasikan dengan r, dengan kriteria sebagai berikut : 0,00 0,20 = korelasi sangat rendah 0,21 0,40 = korelasi rendah 0,41 0,60 = korelasi cukup

0,61 0,80 = korelasi kuat 0,81 1,00 = korelasi sangat kuat 3.5.2.2 Analisa Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pemenuhan kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri terhadap produktivitas kerja. Bentuk umum persamaan regresi berganda : Υ ˆ = b + b Χ + b Χ +... + 0 1 1 2 2 b k Χ k Dalam kasus 6 variabel sebagai berikut : Υˆ = b 0 + b Χ 1 1 + b Χ 2 2 + b Χ 3 3 + b 4 Χ 4 + b Χ 5 5 Dimana : Υ X 1 X 2 X 3 X 4 X 5 b 0 b 1 b 2 b 3 b 4 b 5 = produktivitas kerja = fisiologis = keselamatan / keamanan = sosial = penghargaan = aktualisai diri = konstan dan intercept = koefisien regresi

Pengujian Hipotesis 1. Uji t Pengujian signifikan koefisien korelasi parsial dan koefisien regresi secara parsial / individual menggunakan uji t, yaitu dengan membandingkan t hitung dengan t tabel dengan ketentuan sebagai berikut : H o : β 1 = 0 Tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial / individu pada masing-masing variabel bebas (X 1, X 2, X 3, X 4, X 5 ) terhadap variabel terikat (Y) H a : β 1 0 Ada pengaruh yang signifikan secara parsial / 2. Uji F individu pada masing-masing variabel bebas (X 1, X 2, X 3, X 4, X 5 ) terhadap variabel terikat (Y) Tingkat kepercayaan yang digunakan (taraf signifikan) adalah 5 %, dengan kriteria penilaian sebagai berikut : Jika t-hitung > t tabel, H a diterima dan H o ditolak, berarti ada pengaruh yang signifikan antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Jika t-hitung < t tabel, H o diterima dan H a ditolak, berarti tidak ada pengaruh antara masing-masing variabel bebas dan variabel terikat. Koefisien korelasi berganda dan koefisien regresi diuji signifikannya dengan menggunakan uji F, yaitu dengan

membandingkan F-hitung dengan tabel, dengan ketentuan sebagai berikut : H o : β 1 = 0 Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel tak bebas (y). H a : β 1 0 Ada hubungan yang signifikan antara variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel tak bebas (y). Tingkat kepercayaan yang digunakan 95 % atau taraf signifikan 5 % (α = 0,05) dengan kriteria penilaian sebagai berikut : - Jika F-hitung > F-tabel, H a diterima dan menolak H o berarti variabel bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. - Jika F-hitung < F-tabel, H o diterima dan menolak H a berarti variabel bebas secara bersama-sama tidak ada hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat 3. Koefisien Determinasi Digunakan untuk mengetahui prosentasi besarnya perubahan variabel tergantung yang disebabkan oleh perubahan variabel bebas. (Sudjana, 1997 : 383). Rumus : FP = R 2 FP = Koefisien desterminasi

R 2 = Kuadrat dari nilai koefisien korelasi 4. Uji Asumsi Klasik Sebelum analisis uji signifikansi dilakukan, terlebih dahulu akan dilakukan analisis penyimpangan terhadap uji asumsi klasik yang mungkin terjadi dari data masing masing variabel, meliputi uji terhadap gejala autokorelasi, multikolinieritas, heterostedastisitas dan normalitas. a. Uji terhadap gejala autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu (µ) pada periode t dengan kesalahan pada periode t 1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi (Imam Ghozali, 2002). Uji terhadap gejala autokorelasi dideteksi dengan test Durbin-Watson (DW test). Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai d dengan nilai kritisnya yaitu dl (bawah) dan du (atas) pada tabel Durbin-Watson dengan tingkat signifikan 5 %. Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi:

- Bila DW terletak antara batas atas atau upper bound (du) dan (4-du) maka, koefisien autokorelasi sama dengan nol, berarti tidak ada autokorelasi. - Bila nilai DW lebih rendah dari pada batas bawah atau lower bound (dl), maka koefisien autokorelasi lebih besar dari nol, berarti ada autokorelasi positif. - Bila nilai DW lebih besar dari pada (4-dl), maka koofisien autokorelasi leih kecil dari nol, berarti ada autokorelasi negatif. - Bila nilai DW terletak diantara batas atas (du) dan batas bawah (dl) atau DW terletak antara (4-du) dan (4-dl), maka hasilnya tidak dapat disimpulkan. b. Uji terhadap gejala multikolinier Multikolinieritas adalah kejadian yang menginformasikan terjadinya hubungan antara variebelvariabel bebas yang terjadi cukup besar. Hal ini akan menyebabkan perkiraan keberartian koefisien regresi yang diperoleh. Pendeteksian adanya multikolinieritas dengan cara sebagai berikut : - Nilai R 2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi sangat tinggi, tetapi secara individual variablevariabel bebas banyak yang tidak signifikan.

- Jika antar variable bebas ada korelasi yang cukup tinggi (umumnya di atas 0,90) maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinieritas. Jika korelasi kuat maka terjadilah multikolinieritas. - Multikolinieritas dapat dilihat dari (i) nilai tolerance dan lawannya variance inflation factor (VIF). Nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF Yang tinggi (karena VIF = 1/tolerance). Pedoman suatu model regresi yang bebas dari multikolinieritas adalah mempunyai nilai VIF yang tidak lebih dari 10, dan mempunyai angka tolerance kurang dari 10 %. c. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain ( Imam Ghozali, 2002 ). Pendeteksian dapat dilakukan denagn cara melihat grafik plot antara nilai prediksi variable terikat ( ZPRED ) dengan residualnya (SRESID). Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED. Dasar analisis :

- Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang akan membentuk pola tertentu secara teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. - Jika tidak ada pola yang jelas serta titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedatisitas. d. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variable terikat dan variable bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Untuk mendeteksi ada tidaknya dilakukan dengan melihat gambar normal probability plot, yaitu : - Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. - Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.