NASEHAT DARI AKSARA JAWA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. Bahasa yang digunakan terdiri atas bahasa lisan dan bahasa tulis. Oleh karena itu,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Aplikasi Belajar Menulis Aksara Jawa Menggunakan Android

PENGENALAN AKSARA JAWAMENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ)

BAB III AKSARA SUNDA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBONG NOMOR TAHUN 2013 TENTANG AKSARA KA GA NGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEBONG,

PASANGAN DAN SANDHANGAN DALAM AKSARA JAWA 1. oleh: Sri Hertanti Wulan Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah FBS UNY

PENGENALAN AKSARA JAWA MENGGUNAKAN OPERATOR PREWITT

PENGENALAN KATA AKSARA JAWA MENGGUNAKAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR

Pada tanggal 9 Oktober 2009 akhirnya aksara Jawa bisa diakui dan masuk pada sistem UNICODE untuk aksara aksara daerah di dunia.

PENULISAN PARAGRAF DEDUKTIF DALAM BENTUK AKSARA LAMPUNG

BAB III METODOLOGI DAN PERANCANGAN KARYA. Karya Tugas Akhir dengan judul Pembuatan Film Animasi 2D Berjudul The

2. Perhatikan gambar berikut, bila dilihat dari sebelah kiri, manakah bentuk ya ng. a. b. c.

EKSTRAKSI FITUR AKSARA BALI MENGGUNAKAN METODE ZONING

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini dipaparkan hasil penelitian Penggunaan Strategi Question

ANGKA AGREGAT PER KECAMATAN. HASIL SENSUS PENDUDUK 2010 KOTA JAMBI Angka Agregat Per Kecamatan 1

Proposal for encoding the Javanese Script in the UCS (A900-A97F) (correcting for Michael Everson Proposal)

PEMBUATAN ANIMASI PEMBENTUKAN BAYANGAN OLEH LUBANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA DAN UJICOBA KEBERHASILANNYA DI KELAS

Tarik Nafas Tahan Nafas Keluarkan Nafas Jumlah 10 Detik 10 Detik 10 Detik 30 Detik Minggu I : 3 kali

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan dan kebudayaan masyarakat. Implikasinya, jika tuntutan zaman. harus diarahkan pada pencapaian kompetensi tersebut.

BATIK TULIS BREBESAN PROFIL KOMODITI PEMERINTAH KABUPATEN BREBES DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Pelajaran ini akan menolong saudara... Menerangkan siapa Yesus. Mengerti tujuan kedatangan-nya yang pertama dan kedatangan-nya

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BUKU LATIHAN AYO GLADHEN NYERAT AKSARA JAWA DI KELAS IV SD N ADISUCIPTO I

Nita Kusmiyati Universitas Muhammadiyah Purworejo

Tahun C Hari Minggu Biasa III LITURGI SABDA. Bacaan Pertama Neh. 8 : 3-5a

MATERI KELAS 1. B. Indonesia

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Gambar 1. Aksara Jawa

DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NON AKADEMIK UKSW

Membangkitkan Anak Muda di Nain

Kompetensi Dasar 6.1 Membedakan berbagai bunyi bahasa Melaksanakan sesuatu sesuai dengan perintah atau petunjuk sederhana.

MENTER!KEUANGAN REPUBLIK JNDONESIA SALIN AN

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG LAGU MARS DAN HYMNE KOTA JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI,

Penerapan Algoritma Backtracking Dalam Game Pencaria Kata Menggunakan Aksara Batak Toba

Tata Upacara Pernikahan Sipil

P r o f i l U s a h. a A s p e k P a s a r P e r m i n t a a n H a r g a...

RANCANGAN PENGAJARAN TAHUNAN PENDIDIKAN ISLAM KBSR TAHUN SATU (SEMESTER SATU)

Pelajaran ini akan menolong saudara... Menerangkan bagaimana dan mengapa Allah menjadikan manusia. Mengerti penyebab keadaan manusia yang berdosa.

A. Kasih Sayang Nabi Muhammad saw.

PENGEMBANGAN MEDIA TALI ANDHA AKSARA JAWA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS V SD

Karakteristik Responden

Tahun B - Pesta Pembaptisan Tuhan 11 Januari 2015 LITURGI SABDA

SILABUS TEMATIK. Satuan Pendidikan : SD/ MI Kelas/ Semester : I/ 1 : Diri Sendiri

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG HYMNE DAN MARS KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

Liturgi Minggu Nuansa Pemuda. Hidup Bergairah dalam Sukacita dan Kegembiraan Tuhan. GKI Bintaro Utama 30 Agustus 2015 Pukul 17.

Kura-kura dan Sepasang Itik

FIRMAN ALLAH. Ujian. Nama Alamat Kota Bangsa Kode Pos. Nilai. Lipat pada garis-garis ini

FIRMAN ALLAH Ujian. Nama Alamat Kota Bangsa Kode Pos. Nilai. Lipat pada garis-garis ini

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yaitu

PDF created with FinePrint pdffactory trial version YUK BELAJAR NIHONGO

"Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer?" tanyanya saat aku

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

c 5) Kemahiran 1 : Huruf Kecil Tulis huruf kecil awalan berdasarkan gambar. 1) 2) 3) 4)

I. PENDAHULUAN. Pembelajaran Bahasa Indonesia haruslah diarahkan pada hakikat bahasa sebagai alat komunikasi

PENERAPAN STRATEGI MNEMONICS DEVICES DALAM PEMBELAJARAN AKSARA JAWA PADA SISWA KELAS III DI SEKOLAH DASAR MLATIHARJO 2 SEMARANG

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 24 TAHUN TENTANG HARGA SATUAN POKOK KEGIATAN PEMERINTAH KOTA MALANG TAHUN ANGGARAN 201 3

PEMBUATAN GAME ASJASIK BERBASIS FLASH UNTUK KALANGAN UMUM NASKAH PUBLIKASI

dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikatmalaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai Negara agraris (terdiri dari banyak pulau)

TRANSLITERASI, TUJUAN, MANFAAT KELEBIHAN DAN KELEMAHANNYA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR

Deskripsi karya Komposisi jingle GARDENA DEPT. STORE & SUPERMARKET

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG TARIP ANGKUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

ANALISIS KESALAHAN BENTUK DALAM KETERAMPILAN MENULIS SUKU KATA BERAKSARA JAWA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KRETEK, BANTUL, YOGYAKARTA SKRIPSI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

JOURNAL OF RESIDU Issn Online : Print : X

TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI DI PKD KASIH BUNDA POPONGAN, GERDU, KARANG- PANDAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Keterampilan Membaca Aksara Jawa. peningkatan kemampuan yang lain. (2006: 495). Tarigan (2008: 1)

JUDUL TUGAS AKHIR UNTUK D3 INFORMATIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Lampiran 1 Lirik lagu

PERSIAPAN : Doa Konsisitori Latihan lagu-lagu

LAMPIRAN 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS 1 Satuan Pendidikan : SD Negeri I Kedungrejo

Pekerja Dalam Gereja Tuhan

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 23 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2014 WALIKOTA MALANG,

Bab 4 Kecakapan Komunikasi Dasar

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 36 TAHUN 2005 SERI D.22 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 05 TAHUN 2005 TENTANG

Pelajaran 07: LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN (Bagian 2) Kau Tidak Bisa Kembali 17 Agustus 2013

PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA

Para Pekerja Saling Memerlukan

DAFTAR ISI. Pedoman Translitrasi... Abstraks...

Munakahat ZULKIFLI, MA

Selalu terbuka jelas mata ini Mata ciptaan-mu Aku berjalan lemah di atas hiasan Pijakan menuju satu berita gembira

JARINGAN INDIKATOR KE DALAM TEMA SDLB TUNAGRAHITA RINGAN (C) KELAS I SEMESTER I

TUGAS AKHIR PERENCANAAN PERBAIKAN KALI BABON KOTA SEMARANG

TAHUN B - Hari Raya Pentakosta 24 Mei 2015 LITURGI SABDA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Menentukan metode penelitian merupakan langkah penting dalam suatu

Standar Kompetensi 1. Memahami bunyi bahasa, perintah, dan dongeng yang dilisankan.

JMSC Tingkat SD/MI2017

Bagian Aksara Batak (dominan Toba)

1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. paranak dan pihak perempuan atau parboru. Perkawinan mengikat kedua belah

Dengan mengetahui kedudukan beberapa hadits dha if yang sudah terlanjur populer, akan memper-

A a B b C c D d E e F f G g H h I i J j K k L l M m N n O o P p Q q R r S s T t U u V v W w X x Y y Z z. A I U E O a i u e o

Pdt. Gerry CJ Takaria

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Transkripsi:

1 NASEHAT DARI AKSARA JAWA Oleh : BRM Panji Anom Resiningrum Huruf atau carakan Jawa yakni ha na ca ra ka dan seterusnya merupakan sabda pangandikanipun) dari Tuhan YME di tanah Jawa. A. Pembukaan Huruf Jawa 1. Huruf Ha Berarti hidup, atau huruf berarti juga ada hidup, sebab memang hidup itu ada, karena ada yang menghidupi atau yang memberi hidup, hidup itu adalah sendirian dalam arti abadi atau langgeng tidak terkena kematian dalam menghadapi segala keadaan. Hidup tersebut terdiri atas 4 unsur yaitu: a. Api b. Angin c. Bumi d. Air 2. Huruf Na Berari nur atau cahaya, yakni cahaya dari Tuhan YME dan terletak pada sifat manusia. 3. Huruf Ca Berarti cahaya, artinya cahaya di sini memang sama dengan cahaya yang telah disebutkan di atas. Yakni salah satu sifat Tuhan yang ada pada manusia. Kita telah mengetahui pula akan sifat Tuhan dan sifat-sifat tersebut ada pada yang dilimpahkan Tuhan kepada manusia karena memang Tuhan pun menghendaki agar manusia itu mempunyai sifat baik. 4. Huruf Ra Berarti roh, yaitu roh Tuhan yang ada pada diri manusia. 5. Huruf Ka Berarti berkumpul, yakni berkumpulnya Tuhan YMEyang juga terletak pada sifat manusia. 6. Huruf Da Berarti zat, ialah zatnya Tuhan YME yang terletak pada sifat manusia. 7. Huruf Ta Berarti tes atau tetes, yaitu tetes Tuhan YME yang berada pada manusia. 8. Huruf Sa Berarti satu. Dalam hal ini huruf sa tersebut telah nyata menunjukkan bahwa Tuhan YME yaitu satu, jadi tidak ada yang dapat menyamai Tuhan. 9. Huruf Wa

2 Berarti wujud atau bentuk, dalam arti ini menyatakan bahwa wujud atau bentuk Tuhan itu ada dalam manusia yang setelah bertapa kurang lebih 9 bulan dalam gua garba ibu lalu dilahirkan dalam wujud diri. 10. Huruf La Berarti langgeng atau abadi, la yang mengandung arti langgeng ini juga nyata menunjukkan bahwa hanya Tuhan YME sendirian yang langgeng di dunia ini, berarti abadi pula untuk selama-lamanya. 11. Huruf Pa Berarti papan atau tempat, yaitu papan Tuhan YME-lah yang memenuhi alam jagad raya ini, jagad gede juga jagad kecil (manusia). 12. Huruf Dha Berarti dhawuh, yiatu perintah-perintah Tuhan YME inilah yang terletak dalam diri dan besarnya Adam, manusia yang utama. 13. Huruf Ja Berarti jasad atau badan. Jasad Tuhan YME itu terletak pada sifat manusia yang utama. 14. Huruf Ya Berarti dawuh. Dawuh di sini mempunyai lain arti dengan dhawuh di atas, karena dawuh berarti selalu menyaksikan kehendak manusia baik yang berbuat jelek maupun yang bertindak baik yang selalu menggunakan katakatanya Ya. 15. Huruf Nya Berarti pasrah atau menyerahkan. Jelasnya Tuhan YME dengan ikhlas menyerahkan semua yang telah tersedia di dunia ini. 16. Huruf Ma Berarti marga atau jalan. Tuhan YME telah memberikan jalan kepada manusia yang berbuat jelek dan baik. 17. Huruf Ga Berarti gaib, gaib dari Tuhan YME inilah yang terletak pada sifat manusia. 18. Huruf Ba Berarti babar, yaitu kabarnya manusia dari gaibnya Tuhan YME. 19. Huruf Tha Berarti thukul atau tumbuh. Tumbuh atau adanya gaib adalah dari kehendak Tuhna YME. Dapat pula dikatakan gaib adalah jalan jauh tanpa batas, dekat tetapi tidak dapat disentuh, seperti halnya cahaya terang tetapi tidak dapat diraba atau pun disentuh, dan harus diakui bahwa besarnya gaib itu adalah seperti debu atau terpandang. Demikianlah gaibnya Tuhan YME itu (micro binubut). 20. Huruf Nga

3 Berarti ngalam, yang bersinar terang, atau terang/gaib Tuhan YME yang mengadakan sinar terang. Demikianlah huruf Jawa yang 20 itu dan ternyata dapat digunakan sebagai lambang dan dapat diartikan sesuai dengan sifat Tuhan sendiri, karena memang seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa Jawa yang menggunakan huruf Jawa itupun merupakan sabda dari Tuhan YME. Huruf atau carakan Jawa yakni ha na ca ra ka dan seterusnya merupakan sabda pangandikanipun) dari Tuhan YME di tanah Jawa. B. Penyatuan Huruf atau Aksara Jawa 20 1. Huruf Ha + Nga Hanga berarti angan-angan. Dimaksudkan dengan angan-angan ini ialah panca indra yaitu lima indra, seperti: 1. Angan-angan yang terletak di ubun-ubun (kepala) yang menyimpan otak untuk memikir akan keseluruhan keadaan. 2. Angan-angan mata yang digunakan untuk melihat segala keadaan. 3. Angan-angan telinga yang dipakai untuk mendengar keseluruhan keadaan. 4. Angan-angan hidung untuk mencium/membau seluruh keadaan. 5. Angan-angan mulut yang digunakan untuk merasakan dan mengunyah makanan. 2. Huruf Na + Ta Noto, berarti nutuk. 3. Huruf Ca + Ba Caba, berarti coblong (lobang) dan kata tersebut di atas berarti wadah atau tampat yang dimilki oleh lelaki atau wanita saat menjalin rasa menjadi satu; adanya perkataan kun berarti pernyataan yang dikeluarkan oleh pria dan wanita dalam bentuk kata ya dan ayo dan kedua kata tersebut mempunyai persamaan arti dan kehendak yaitu mau. 4. Huruf Ra + Ga Raga, berarti badan awak/diri. Kata raga atau ragangan merupakan juga kerangka dan kehendak pria dan wanita ketika menjalin rasa menjadi satu karena bersama-sama menghendaki untuk menciptakan raga atau diri agar supaya dapat terlaksana untuk mendapatkan anak. 5. Huruf Ka + Ma Kama, berarti komo atau biji, bibit, benih. Setiap manusia baik laki-laki atau wanita pastilah mengandung benih untuk kelangsungan hidup; oleh karena itu di dalam kata raga seperti terurai di atas merupakan kehendak pria dan wanita untuk menjalin rasa menjadi satu. Karena itulah maka kata raga telah menunjukkan adanya kedua benih yang akan disatukan dengan melewati raga, dan dengan penyatuan kama dari kedua belah pihak itu maka kelangsungan hidup akan dapat tercapai.

4 6. Huruf Da + Nya Danya atau donya atau dunia. Persatuan kedua benih atau kama tadi mengakibatkan kelahiran, dan kelahiran ini merupakan calon keturunan di dunia atau (alam) donya; dengan demikian dapat dipahami kalau atas kehendak Tuhan YME maka diturunkanlah ke alam dunia ini benih-benih manusia dari Kahyangan dengan melewati penyatuan rasa kedua jenis manusia. 7. Huruf Ta + Ya Taya atau toya, yaitu ari atau banyu. Kelahiran manusia (jabang bayi) diawali dengan keluarnya air (kawah) pun pula kelahiran bayi tersebut juga dijemput dengan air (untuk membersihkan, memandikan dsb); karena itulah air tersebut berumur lebih tua dari dirinya sendiri disebut juga mutmainah atau sukma yang sedang mengembara dan mempunyai watak suci dan adil. 8. Huruf Sa + Ja Saja atau siji atau satu. Pada umumnya kelahiran manusia (bayi) itu hanya satu, andaikata jadi kelahiran kembar maka itulah kehendak Tuhan YME. Dan kelahiran satu tersebut menunjukkan adanya kata saja atau siji atau satu. 9. Huruf Wa + Da Wada atau wadah atau tempat. Berbicara tentang wadah atau tempat, sudah seharusnya membicarakan tentang isi pula, karena kedua hal tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Dengan demikian timbul pertanyaan mengenai wadah dan isi, siapakah yang ada terlebih dahulu. Pada umumnya dikatakan kalau wadah harus diadakan terlebih dahulu, baru kemudian isi, sebenarnya hal ini adalah kurang benar. Yang diciptakan terlebih dahulu adalah isi, dan karena isi tersebut membutuhkan tempat penyimpanan, maka diciptakan pula wadahnya. Jangan sampai menimbulkan kalimat Wadah mencari isi akan tetapi haruslah Isi mencari wadah karena memang isi diciptakan terlebih dahulu. Sebagai contoh dapat diambilkan di sini: rumah, sebab rumah merupakan wadah manusia, dan manusia merupakan isi dari rumah. Jadi jelaslah bahwa sebenarnya isilah yang mencari wadah.sebagai bukti dari uraian di atas, dapatlah dijelaskan bahwa: kematian manusia berarti (raga) ditinggalkan isi (hidup). Bagai pendapat yang mengatakan wadah terlebih dahulu diciptakan maka mengenai kematian itu seharusnya wadah mengatakan supaya isi jangan meniggalkan terlebih dahulu sebelum wadah mendahului meninggalkan. Hal ini jelas tidak mungkin terjadi, apalagi kalau kematian itu terjadi dalam umur muda dimana kesenangan dan kepuasan hidup tersebut belum dialaminya. Demikianlah persoalan wadah ini dengan dunia, karena sebelum dunia ini diciptakan (sebagai wadah) maka yang telah ada adalah (isinya) Tuhan YME. Pendapat lain mengatakan kalau sebelum diadakan jalinan rasa maka keadaan masih kosong (awangawung). Tetapi setelah jalinan rasa dilaksanakan oleh pria dan wanita maka meneteslah benih dan apabila benih tadi mendapatkan wadahnya akan terjadi kelahiran. Sebaliknya kalau wadah tersebut belum ada maka kelahiran pun tidak akan terjadi, yang

5 bearti masih suwung atau kosong. Meskipun begitu, hidup itu tetap telah ada demikian pula isi, dan dimanakah letak isi tadi ialah pada ayah dan ibu. Maka selama ayah dan ibu masih ada maka hidup masih dapat membenihkan biji atau bibit. 10. Huruf La + Pa Lapa atau mati atau lampus. Semua keadaan yang hidup selalu dapat bergerak, keadaan hidup tesebut kalau ditinggal oleh hidup maka disebut dengan mati. Sebenarnya pemikiran demikian itu tidak benar, akan tetapi kesalahan tadi telah dibenarkan sehingga menjadi salah kaprah. Sebab yang dikatakan mati tadi sebenarnya bukanlah kematian sebenarnya, akan tetapi hidup hanyalah meninggalkannya saja yaitu untuk mengembalikan semua ke asalnya, hidup kembali kepada yang menciptakan hidup, karena hidup berasal dari suwung sudah tentu kembali ke suwung atau kosong (awangawung) lagi. Akan tetapi sebenarnya dapatlah dikatakan bahwa suwung itu tetap ada sedangkan raga manusia yang berasal pula dari tanah akan kembali ke tanah (kuburan) pula. Wallahua lam