RANCANGAN ACARA PERKULIAHAN

dokumen-dokumen yang mirip
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

SILABUS PENGANTAR HUKUM INDONESIA By CEKLI SETYA PRATIWI, SH. LITERATURE

1. Perbedaan PIH dan PHI 2. Hukum dalam masyarakat 3. Pengetian dasar sistem hukum 4. Sumber Hukum 5. Klasifikasi/Pembedaan Hukum 6.

BAB. V PENEMUAN, PENAFSIRAN DAN PEMBENTUKAN HUKUM

KURIKULUM FAKULTAS HUKUM UP 45

POKOK-POKOK HUKUM PERDATA

SAP Asas-Asas Hukum Perdata Tahun Akademik 2014/2015 (sampai UTS) 1. Mampu menerangkan pengertian seluruh bidang Ilmu Hukum (perdata dan publik)

KURIKULUM PENGELOMPOKAN KURIKULUM

SEBARAN MATA KULIAH SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2017/2018 PROGRAM STUDI S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS NGUDI WALUYO UNGARAN

Pengantar Ilmu Hukum

TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR HUKUM INDONESIA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012

No Mata Kuliah Lama sks Mata Kuliah Baru sks Keterangan

II. Istilah Hukum Perdata

SEMESTER II SEMESTER III SEMESTER IV SEMESTER V

Pengantar Ilmu Hukum

PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM INDONESIA. Abstrak

STRUKTUR KURIKULUM Matakuliah Per Semester Program Studi Ilmu Hukum

TENTIR UJIAN TENGAH SEMESTER PENGANTAR ILMU HUKUM BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS HUKUM 2012

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara hukum menganut sistem hukum Civil Law

Dinamika Pembangunan dan Pengembangan Hukum di Indonesia sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan

SILABI MATAKULIAH. Alokasi Waktu (Menit) Mahasiswa mampu. Strategi Pembelajaran. Brainstorming Concept

KEWENANGAN PENYELESAIAN SENGKETA WARIS ATAS TANAH HAK MILIK DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA DAN PENGADILAN AGAMA SURAKARTA

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Hukum Perdata. Rahmad Hendra

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN

HUKUM PERDATA H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI.

Hukum Perdata, Hukum Pidana Dan Hukum Administrasi Negara

JADWAL UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA

I. PENDAHULUAN. masing-masing wilayah negara, contohnya di Indonesia. Indonesia memiliki Hukum

Pengertian Hukum Pidana Sumber Hukum Pidana Asas-asas berlakunya hukum pidana Hukum Pidana dan Kriminologi Peritiwa Pidana Jenis-Jenis Hukuman

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG FAKULTAS HUKUM JADWAL UJIAN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2016/2017

AKIBAT HUKUM PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA MENURUT UNDANG-UNDANG No. 37 TAHUN 2004 SKRIPSI

HUKUM PERDATA ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI, ANISAH SE.,MM.

PROGRAM STUDI ILMU HUKUM SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) HUKUM PERDATA

SILABUS MATA KULIAH : PHI PROGRAM S-1

Hukum Administrasi Negara

FHUP PENGANTAR ILMU HUKUM

B A B I P E N D A H U L U A N. Sebagaimana prinsip hukum perdata barat di dalam KUH Perdata tersebut, telah

BAB I PENDAHULUAN. seseorang dilahirkan, maka ia dalam hidupnya akan mengemban hak dan

BAB I PENDAHULUAN. agar kehidupan dialam dunia berkembang biak. Perkawinan bertujuan untuk

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) , Malang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Tanah merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir sampai

A. Penerapan Bantuan Hukum terhadap Anggota Kepolisian yang. Perkembangan masyarakat, menuntut kebutuhan kepastian akan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang. Sebagai

Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia

Pengantar Ilmu Hukum Materi Sumber Hukum. Disampaikan oleh : Fully Handayani Ridwan

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS HUKUM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Telp. (0341) , Malang

Fakultas Hukum UNTAG Semarang

BAB. VI PEMBIDANGAN HUKUM

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP 2014/2015 PROGRAM S1 ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UB

Sistem Hukum. Nur Rois, S.H.,M.H.

Pengantar Ilmu Hukum. Yudi Kornelis, SH, M.Hum Selasa, Wib Kamis Wib. Hakikat PIH. Hakikat PIH

JADWAL KULIAH SEMESTER GASAL 2013/2014 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS AIRLANGGA Tanggal : 9 September 2013 s.d. 3 Januari 2014

BAB I PENDAHULUAN. mengatur agar kepentingan-kepentingan yang berbeda antara pribadi, masyarakat dan negara

: Tiga Asas Luhur dalam Kehidupan Manusia Terdiri dari 2 kegiatan belajar. 1. Asas Keutuhan Watak dan Asas Kesusilaan 2. Asas Keadilan.

12/13/2009 HUKUM EKONOMI DEFINISI ILMU EKONOMI HUKUM EKONOMI 2 MASALAH DALAM MATA KULIAH HUKUM EKONOMI POKOK POKOK PIKIRAN DARI DEFINISI EKONOMI

MATERI I BAB I PENDAHULUAN BAB II ILMU PENGETAHUAN HUKUM TATA NEGARA

BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan menurut Pendapat Umum, yang dimaksud dengan Hukum adalah:

Pengertian dan Ruang Lingkup Hukum Perdata

HUKUM DAN SISTEM HUKUM DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. negara hukum. Negara hukum merupakan dasar Negara dan pandangan. semua tertib hukum yang berlaku di Negara Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. kekuasaan tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsep Negara

HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

C. HUKUM MENURUT TEMPAT BERLAKUNYA

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, sehingga harus diberantas 1. hidup masyarakat Indonesia sejak dulu hingga saat ini.

BAB I PENDAHULUAN. harus diselesaikan atas hukum yang berlaku. Hukum diartikan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. mampu memimpin serta memelihara kesatuan dan persatuan bangsa dalam. dan tantangan dalam masyarakat dan kadang-kadang dijumpai

JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2015/2016 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA

JADWAL UJIAN UTAMA REGULER SEMESTER GASAL T.A. 2011/2012

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Satuan Pendidikan : SMP/MTs. Kelas/Semester : VII /1

JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP PROGRAM S1 ILMU HUKUM FHUB

KONTRAK PERKULIAHAN NAMA MATA KULIAH : PENGANTAR ILMU HUKUM. KODE MATA KULIAH : HK 106. PENGAJAR / PENGUJI : LIZA ERWINA,SH,MH.

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Perkawinan Tahun 1974, melakukan perkawinan adalah untuk menjalankan kehidupannya dan

UPAYA PERLAWANAN HUKUM TERHADAP EKSEKUSI PEMBAYARAN UANG DALAM PERKARA PERDATA (Studi Kasus Pengadilan Negeri Surakarta)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN PANCASILA KODE MATAKULIAH / SKS = MKK / 2 SKS

JADWAL UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP 2016/2017 PROGRAM SARJANA ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Kurikulum Program Pendidikan Sarjana Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga

HUKUM AGRARIA. Seperangkat hukum yang mengatur Hak Penguasaan atas Sumber Alam. mengatur Hak Penguasaan atas Tanah. Hak Penguasaan Atas Tanah

MATA KULIAH SKS PRASYARAT

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN

BAB I PENDAHULUAN. ataupun pengadilan. Karena dalam hal ini nilai kebersamaan dan kekeluargaan

BAB I PENDAHULUAN. seimbang. Dengan di undangakannya Undang-Undang No. 3 tahun Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No.

JADWAL KULIAH SEMESTER GENAP TAHUN AKDEMIK 2010/2011 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO PROGRAM S1 REGULER II

BAB I PENDAHULUAN. mengenai segala jenis usaha dan bentuk usaha. Rumusan pengertian

SEB E U B A U H H MAT A A T KULIAH

BAB. IV POLITIK HUKUM

GUGAT BALIK (REKONVENSI) SEBAGAI SUATU ACARA PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DALAM PERADILAN DI PENGADILAN NEGERI KLATEN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam keadaan yang sedang dilanda krisis multidimensi seperti yang

BAB I. Hakim sebagai salah satu penegak hukum bertugas memutus perkara yang. diajukan ke Pengadilan. Dalam menjatuhkan pidana hakim berpedoman pada

BAHAN AJAR PERADILAN AGAMA BAB I PENGANTAR

KESAKSIAN PALSU DI DEPAN PENGADILAN DAN PROSES PENANGANANNYA 1 Oleh: Gerald Majampoh 2

TINJAUAN YURIDIS TENTANG IKUT SERTANYA PIHAK KETIGA ATAS INISIATIF SENDIRI DENGAN MEMBELA TERGUGAT (VOEGING) DALAM PEMERIKSAAN SENGKETA PERDATA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Daftar Pustaka. Glosarium

Transkripsi:

UNIVERSITAS PANCASILA FAKULTAS HUKUM RANCANGAN ACARA PERKULIAHAN Mata Kuliah : 1. Pengantar Ilmu Hukum (HID 10103) 2. Pengantar Hukum Indonesia (HID 10104) Jumlah Semester : Masing-masing 4 SKS : Gasal dan Genap I. PENGANTAR ILMU HUKUM (PIH) 1.1. Sasaran yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar mata kuliah PIH ini adalah untuk memberikan dasar pengetahuan kepada para mahasiswa tahun pertama Fakultas Hukum Universitas Pancasila sehingga mampu memahami dasar-dasar ilmu hukum sebagai landasan untuk mengikuti materi perkuliahan berbagai bidang hukum pada semester-semester selanjutnya. 1.2. Satuan Acara Perkuliahan Satuan acara perkuliahan ini merupakan kesatuan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan umum perkuliahan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka setiap pertemuan / tatap muka akan diarahkan untuk membahas topik-topik bahasan dengan sasaran bahasan yang jelas dan terintegrasi dalam tujuan umum yang akan dicapai. Dalam tiap pertemuan / tatap muka yang berlangsung selama satu semester akan dibahas topik-topik sebagai berikut : A. Pengertian, tempat dan fungsi PIH, ruang lingkup Disiplin Hukum kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai manusia dan masyarakat, serta dilanjutkan dengan pembahasan tentang sistem hukum dan klasifikasi hukum (pembedaan hukum). Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian dan tempat ilmi hukum dalam kerangka disiplin hukum, hubungan hukum, masyarakat hukum dan sistem hukum.

Pada akhir pokok bahasan ini, masasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan perbedaan lingkup studi antara PIH dengan PHI; 2. Menjelaskan pengertian disiplin hukum dan ruang lingkupnya; 3. Menerangkan kedudukan manusia sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat; 4. Menjelaskan pengertian sistem dan sistem hukum bagian-bagiannya; 5. Menerangkan klasifikasi dan pembedaan hukum yang dikenal. B. Kaedah hukum dan kaedah-kaedah etika lainnya dengan pokok bahasan mengenai kaedah kepercayaan, kaedah kesusilaan, kaedah sopan santun dan kaedah hukum. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai macam kaedah, baik kaedah aspek hidup pribadi maupun kaedah aspek hidup antar pribadi serta mengerti tujuan dari masing-masing kaedah. 1. Menjelaskan hubungan hukum dan nilai-nilai; 2. Menjelaskan pengertian/tujuan kaedah kepercayaan; 3. Menjelaskan pengertian/tujuan kaedah kesusilaan; 4. Menjelaskan pengertian/tujuan kaedah sopan santun; 5. Menerangkan pengertian/tujuan kaedah hukum; 6. Menjelaskan berbagai pengertian hukum (paling tidak ada sembilan arti hukum yang perlu dikenal oleh mahasiswa). C. Membahas tentang aspek dan latar belakang kaedah hukum Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami aspek dan latar belakang kaedah hukum secara lebih mendalam. 1. Menjelaskan perbedaan dan hubungan antara kaedah hukum dan kaedah-kaedah lainnya; 2. Menjelaskan pengertian sollen-sein dalam hukum; 3. Menjelaskan hubungan antara hukum dan kekuasaan; 4. Menjelaskan isi, sifat dan bentuk kaedah hukum; 5. Menjelaskan pengertian asas hukum; 6. Menerangkan kekuatan berlakunya undang-undang, baik secara yuridis, sosiologis dan filosofis.

D. 1. Menjelaskan pengertian masyarakat hukum; 2. Menjelaskan pengertian subyek hukum (pribadi kodrati dan pribadi hukum) dan kewenangan hukum; 3. Menjelaskan pengertian hak (absolut/relatif) dan kewajiban; 4. Menjelaskan pengertian peristiwa hukum; 5. Menjelaskan pengertian hubungan hukum; 6. Menjelaskan pengertian obyek hukum. E. Membahas tujuan hukum dengan menguraikan beberapa teori mengenai tujuan hukum Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai teori tentang tujuan hukum. 1. Menjelaskan tujuan hukum menurut teori etis; 2. Menjelaskan tujuan hukum menurut teori utilitis; 3. Menjelaskan kelemahan dari kedua teori tersebut (teori etis dan teori utilitis); 4. Menjelaskan tujuan hukum menurut teori campuran (antara lain yang dikemukakan oleh Mochtar Kusuma-atmadja, Purnadi Purbacaraka dan Soebekti) F. Membahastentang sumber-sumber hukum yang mencakup sumber hukum materiel, sumber hukum formiel, sumber hukum tertulis dan sumber hukum tidak tertulis. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai faktor yang mempengaruhi hukum dan memahami perbedaan / pengertian mengenai sumber hukum materiel/formiel, sumber hukum tertulis/tidak tertulis. 1. Menjelaskan pengertian sumber hukum materiel dan sumber hukum formiel; 2. Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya hukum; 3. Menyebutkan sumber-sumber hukum (formiel/materiel dan tertulis/tidak tertulis); 4. Menjelaskan pengertian undang-undang dalam arti formiel dan materiel; 5. Menerangkan berbagai asas perundang-undangan yang berlaku; 6. Menjelaskan pengertian dan arti pentingnya yurisprudensi dalam mempelajari hukum.

G. Membahas tentang penegakan hukum dan penemuan hukum Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses dan tujuan penegakan hukum serta proses penemuan hukum yang dikenal dalam hukum. 1. Menyebutkan dan menjelaskan tiga unsur penting yang harus diperhatikan dalam penegakan hukum; 2. Menjelaskan pengertian penegakan hukum sebagai proses penemuan hukum dan bukan sekedar penerapan hukum; 3. Menerangkan berbagai aliran dalam penerapan hukum (legisme, interezenjurispruden, begriffsjurisprudenz, freirechthewegung); 4. Menjelaskan metode-metode penafsiran/interpretasi yang mencakup penafsiran menurut bahasa/secara gramatikal, historis, sistematis, teleologis, perbandingan hukum, futuristis, restriktif dan ekstansif; 5. Menjelaskan metode berfikir analogi penyempitan hukum dan argumentum a contrario.

II. PENGANTAR HUKUM INDONESIA (PHI) 1.1. Tujuan Intruksional Umum Sasaran yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar matakuliah PIH ini adalah untuk memberi pengetahuan dasar kepada para mahasiswa tahun pertama Fakultas Hukum Universitas Pancasila dalam rangka memahami hukum yang berlaku/hukum positif. Atas dasar pengetahuan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami sendi-sendi ilmu hukum dan tata hukum Indonesia sebagai dasar untuk mengikuti perkuliahan berbagai bidang hukum pada semester-semester selanjutnya. 1.2. Satuan Acara Perkuliahan Satuan Acara Perkuliahan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan proses belajar mengajar yang berorientasi pada pemahaman terhadap sendisendi ilmu hukum dan tata hukum Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka setiap pertemuan/tatap muka diarahkan untuk membahas topik-topik bahasan dengan sasaran yang jelas dalam suatu kebulatan sistem. Dalam tiap pertemuan/tatap muka yang berlangsung selama satu semester akan dibahas topik-topik sebagai berikut : A. Membahas tentang pengertian tata hukum atau sistem hukum dan dilanjutkan pada pembahasan mengenai tata hukum Indonesia (lahirnya tata hukum Indonesia sebagai akibat dari Proklamasi 17 Agustus 1945) Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pengertian tata hukum/sistem hukum, sejarah hukum, politik hukum, dari Nagara Republik Indonesia. 1. Menjelaskan pengertian tata hukum/sistem hukum dan tata hukum/sistem hukum Indonesia serta menguraikan pembidangan tata hukum Indonesia; 2. Menjelaskan sejarah pluralisme hukum Indonesia dengan menguraikan pasal 131 IS dan pasal 163 IS; 3. Menjelaskan dasar berlakunya berbagai hukum produk kolonial hingga dewasa ini; 4. Menjelaskan pengertian sistem politik hukum dan politik hukum Negara Republik Indonesia; 5. Menjelaskan pengertian sistem hukum dan macam-macam sistem hukum, yakni sistem hukum Eropah Kontinental, sistem hukum Anglo Saxon, sistem hukum Adat, sistem hukum Islam; B. Membahas ruang lingkup Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara yang dilandasi perbedaan antara negara dalam keadaan tidak bergerak ( de staat in rust ) dengan negara dalam keadaan bergerak ( de staat in beweging ) yang mencakup perihal status dan role dalam negara serta rok-playing atau sikap tindak negara.

Pada akhir pokok bahasan ini mahasiswa diharapkan mampu memahami perbedaan lingkup studi dan inti permasalahan antara HTN dengan HAN. 1. Menjelaskan inti permasalahan Hukum Tata Negara dengan menyebutkan siapa saja yang merupakan subyek/pribadi dalam hukum negara; 2. Menjelaskan struktur kelembagaan negara tingkat pusat menurut UUD 1945; 3. Menyebutkan berbagai azas hukum yang terdapat dalam UUD 1945; 4. Menjelaskan sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia menurut UUD 1945; 5. Menjelaskan sistem kekuasaan kehakiman dengan berbagai asas-asasnya; 6. Menjelaskan masing-masing kewenangan dari empat badan peradilan yang ada; 7. Menjelaskan inti permasalah Hukum Administrasi Negara; 8. Menjelaskan perbedaan kegiatan administrasi negara yang berupa proses menciptakan peraturan dan menciptakan keputusan konkrit untuk subyek khusus; 9. Menjelaskan kegiatan atau proses untuk menciptakan keputusan yang berupa ketentuan konkrit dalam bidang bestuur, politic, rechtspraak, regeling ; 10. Menjelaskan fungsi peradilan Tata Usaha Negara. C. Membahas ruang lingkup Bidang Hukum Pidana yang disebut dengan peristiwa pidana, yaitu sikap tindak atau perikelakuan manusia yang masuk lingkup laku perumusan kaedah hukum pidana, yang melanggar hukum dan diedarkan pada kesalahan. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian/ruang lingkup hukum pidana, tujuan dan pembagian hukum pidana, macammacam tindak pidana dan jenis ancaman hukumannya. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat untuk : 1. Menjelaskan pengertian hukum pidana; 2. Menjelaskan secara singkat berlakunya KUHP Pidana di Indonesia; 3. Menyebutkan unsur-unsur peristiwa pidana; 4. Menjelaskan perbedaan perumusan delik formiel dan delik materiel; 5. Menjelaskan pengertian delik dasar, delik yang meringankan dan delik yang memberatkan; 6. Menyebutkan macam/jenis hukuman menurut pasal 10 KUHPidana; 7. Menjelaskan perbedaan antara hukuman pokok dan hukuman tambahan; 8. Menjelaskan perbedaan antara kejahatan dan pelanggaran; 9. Menjelaskan asas-asas yang terkandung dalam KUHPidana.

D. Membahas ruang lingkup dan struktur Bidang Hukum Perdata, yang merupakan sistem kaedah yang mengatur hubungan antar pribadi dalam rangka memenuhi kepentingan-kepentingannya. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami ruang lingkup struktur hukum perdata. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menguraikan struktur hukum perdata dengan membandingkan sistematika yang terdapat dalam KUHPaerdata (BW) dan menjelaskan pengertian hukum dagang serta menguraikan sejarah singkat KUHDagang (WvK); 2. Menjelaskan pengertian hukum pribadi yang mencakup pribadi kodrati dan pribadi hukum ; 3. Menjelaskan pengertian hak untuk bersikap tindak ( handelingsbevoegd ) dan mampu untuk bersikap tindak/melaksanakan hak ( handelingsbekwaan ); 4. Menjelaskan pengertian kedewasaan menurut hukum adat dan menurut peraturan perundang-undangan (hukum tertulis); 5. Menjelaskan pengertian dan lingkup laku dari hukum harta kekayaan; 6. Menjelaskan pengertian hukum benda; 7. Menjelaskan pembedaan hukum benda menurut hukum perdata Barat; 8. Menjelaskan pembedaan hukum benda menurut hukum perdata Adat; 9. Menjelaskan hak-hak atas tanah yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 1960; 10. Menjelaskan ruang lingkup dari hukum Perikatan dan sistematika KUHD; 11. Menjelaskan pengertian perjanjian (menuruthukum perdata Barat); 12. Menyebutkan berbagai perjanjian dalam KUHPerdata yang penting dan menjelaskan hubungan anatara KUHDagang dan KUHPerdata; 13. Menjelaskan konsep jual beli menurut hukum perdata Adat; 14. Menjelaskan ruang lingkup hukum keluarga; 15. Menjelaskan asas-asas hukum Perkawinan yang terdapat dalam UU No. 1 Tahun 1974; 16. Menjelaskan konsep hukum waris menurut hukum adat; 17. Menjelaskan tiga sistem kewarisan menurut hukum adat; 18. Menjelaskan konsep hukum waris menurut hukum perdata barat. E. Membahas isi beberapa undang-undang yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dan bisnis yang mencakup aspek hukum publik maupun hukum perdata. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami prinsipprinsip/pengertian-pengertian dasar tentang hukum bisnis (business law)

Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup hukum bisnis; 2. Mengenal berbagai peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kegiatan bisnis; 3. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Dagang; 4. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Perusahaan; 5. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Agraria/Tanah; 6. Menguraikan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Jaminan; 7. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum tantang Hak Atas Kekayaan Intelektual ; 8. Menjelaskan pengertian dan prinsip-prinsip dalam Hukum Pasar Modal; 9. Menjelaskan pengertian dan permasalahan yang diatur dalam Peraturan Kepailitan; F. Membahas pengertian hukum acara (pidana dan perdata) serta asas-asas yang berlaku dalam hukum acara pidana dan hukum acara perdata. Pada akhir bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian dan prinsip-prinsip dari ketentuan hukum acara pidana maupun hukum acara perdata yang berlaku. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup hukum acara (pidana/perdata); 2. Menyebutkan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hukum acara pidana dan acara perdata; 3. Menjelaskan tentang asas-asas yang berlaku dalam hukum acara (pidana/perdata); 4. Menjelaskan proses berperkara di pengadilan (perkara pidana/perdata); 5. Menjelaskan bentuk/macam-macam alat bukti yang diakui (pidana/perdata). G. Membahas pengertian hukum Internasional, sumber hukum dan subyek hukum Internasional serta hubungannya dengan hukum nasional. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pengertian dan kedudukan hukum Internasional dalam konteks hubungan nasional dan dapat menjadikan para pihak yang merupakan subyek hukum Internasional. Pada akhir pokok bahasan ini, mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup hukum Internasional; 2. Menyebutkan sumber-sumber hukum Internasional; 3. Menjelaskan para pihak yang merupakan subyek hukum Internasional; 4. Menjelaskan hubungan hukum Internasional dengan hukum Nasional.