Jakarta, 17 April 2012 Membangun Zona Integritas Membangun Bangsa LOGO DEKLARASI PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PAN DAN RB M. Busyro Muqoddas Pimpinan KPK
Contents 1 KORUPSI 2 POTRET INTEGRITAS 3 MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS 2
1 KORUPSI 2 POTRET INTEGRITAS 3 MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS 3
Potret Indonesia saat ini Skor IPK 2007 (2,3), 2008 (2,6), 2009 (2,8), 2010 (2,8) dan 2011 (3,0) Persepsi Korupsi menurut pebisnis gambaran pelayanan publik Survei Integritas Sektor Publik : Tahun 2007 (5,53) 2008 (6,84) 2009 (6,50) dan Tahun 2010 (5,42), Tahun 2011 (6,31) Indonesia Human Development Index (HDI ) oleh UN Tahun 2008 (0,588) 2009 (0,593), Tahun 2010 (0,600) dan Tahun 2011 (0,617) PERC Tahun 2011 (9,27) survei PERC menempatkan Indonesia di peringkat pertama sebagai negara terkorup dari 16 negara Asia Pasifik yang menjadi tujuan investasi. Doing Business (pengukuran kemudahan berusaha) Tahun 2010 peringkat 122 dr 183 negara 4
1. Penyelewengan dari target Audit Perencanaan 2. Pemerasan kepada wajib pajak Transparansi & akuntabilitas sistem pajak 3. Manipulasi data Perbaikan sistem 4. Terjadi COI Inisiasi UU COI 1. Masuk pada APBD: Penyalahgunaan wewenang, penggelapan 2. Pelaporan tidak standar 3. Alokasi penggunaan tidak transparan Perbaikan sistem Peta Korupsi 1. Penyalahgunaan perizinan Perbaikan sistem kewenangan 2. Tidak ada single data base Integrated database 3. Penyelewenangan penyetoran Perbaikan sistem penerimaan Penerimaan Pajak DAU/ DAK/ Dekon sen -trasi 5 Penerimaan non Pajak Peta Korupsi Pungutan daerah Belanja Barang dan Jasa Bantuan Sosial 1. Penyimpangan prosedur pengadaan Mendorong eproc, pembentukan ULP, penetapan HPS, pengaturan COI, Whistleblower system, transparansi dan akuntabilitas sistem pengadaan. 1. Penyimpangan peruntukan 2. Penggelapan 3. Fiktif Perbaikan sistem penganggaran, Penguatan pengawasan DPR 1. PERDA tak mengacu pada peruu penertiban Perda 2. Penghasilan aparat penindakan
Korupsi KORUPSI Memaksa Mengapa? Dipaksa Terpaksa TERPAKSA (corruption by need) MEMAKSA (corruption by greed) DIPAKSA (corruption by system) 6 Dilakukan karena ingin memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari yang tidak tercukupi oleh gajinya yang rendah. Berhubungan dengan Niat dan Perilaku. Dilakukan karena adanya sifat keserakahan untuk bisa hidup secara berlebihan (bermewahmewahan). Berhubungan dengan Niat dan Perilaku. Korupsi: pertemuan antara niat dan kesempatan. Kesempatan tercipta karena kelemahan sistem dan peraturan.
Jenis-jenis korupsi (UU 31/1999 jo UU 20/2001) Delik yang terkait dengan kerugian keuangan negara Pasal 2(1); 3 Delik pemberian sesuatu / janji kepada Pegawai Negeri / PN (Penyuapan) Ps 5(1) a,b; Ps 13; Ps, 5(2); Ps 12 a,b; Ps 11; Ps 6(1) a,b; Ps 6(2); Ps 12 c,d Delik penggelapan dalam jabatan Pasal 8; 9; 10 a,b,c Delik perbuatan pemerasan Delik perbuatan curang Delik benturan kepentingan dalam pengadaan Pasal 12 e, f, g Pasal 7 (1) huruf a,b,c,d; Ps 7 (2); Ps 12 huruf h Pasal 12 huruf i Delik Gratifikasi 7 Pasal 12B jo Pasal 12C
Penanganan Perkara oleh KPK 8
1 KORUPSI 2 POTRET INTEGRITAS 3 MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS 9
Penanganan Perkara oleh KPK 10
Laporan Gratifikasi Tahun 2011 Pengukuran oleh KPK 11
Potret Pengaduan Masyarakat 2004-2011 KPK menerima 51.540 pengaduan Masyarakat. Sumatera Pengukuran Utara, provinsi terbanyak ketiga dalam mengirimkan laporan pengaduan oleh KPK masyarakat ke KPK 12
Pengukuran oleh KPK a Survei Integritas Sektor Publik (SI) Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) SI PIAK 1 Memotret kualitas layanan yang diberikan suatu lembaga kepada publik dari sisi integritas Menilai inisiatif dari lembaga tersebut untuk memperbaiki dirinya 2 Penilaian dari sisi pengguna layanan Penilaian dari sisi instansi itu sendiri 13
Nilai Integritas (Survey Integritas) Integritas Variabel Indikator Sub-Indikator Jumlah / Besaran Gratifikasi (0.210) Pengalaman Integritas (0.667) Pengalaman Korupsi (0.250) Cara Pandang Terhadap Korupsi (0.750) Frekwensi Pemberian Gratifikasi (0.550) Waktu Pemberian Gratifikasi (0.240) Arti Pemberian Gratifikasi (0.250) Tujuan Pemberian Gratifikasi (0.750) Kebiasaan Pemberian Gratifikasi (0.392) Kebutuhan Pertemuan di Luar Prosedur (0.164) Integritas Total Keterlibatan Calo (0.221) Fasilitas di Sekitar Lingkungan Pelayanan (0.100) Potensi Integritas (0.333) Lingkungan Kerja (0.127) 14 Suasana/Kondisi di sekitar Pelayanan (0.123) Kepraktisan SOP (0.281) Keterbukaan Informasi (0.584)
IIP 10 Instansi Pusat Tertinggi Sepuluh Instansi Pusat dengan nilai integritas tertinggi
IIP 10 Unit Layanan Pusat Tertinggi Sepuluh Unit Layanan Pusat dengan nilai integritas tertinggi
IIP Instansi Pusat dengan nilai < 6 Instansi Pusat dengan nilai integritas < 6
IIP Unit Layanan Pusat dengan nilai < 6 Unit Layanan Pusat dengan nilai integritas <6
10 Daerah dengan Nilai Integritas Tertinggi 2011 No Instansi Indeks Integritas Pengalaman Potensi Integritas 1 Pemko Dumai 8.14 7.03 7.77 2 Pemko Bukittinggi 8.18 6.64 7.67 3 Pemko Bitung 7.98 6.92 7.62 4 Pemko Yogyakarta 7.88 7.02 7.60 5 Pemko Batam 7.94 6.76 7.55 6 Pemko Pontianak 7.86 6.91 7.54 7 Pemko Gorontalo 7.71 6.92 7.45 8 Pemko Surakarta 7.64 7.00 7.43 9 Pemko Banjarbaru 7.63 7.02 7.43 10 Pemko Surabaya 7.83 6.61 7.42 19
Pemerintah Daerah dengan nilai Integritas < 6 20
Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) 2011 Indikator Rata-rata Nasional Kode etik 2,93 SDM 4,65 Transparansi PN 3,64 Transparansi Pengadaan 2,98 4,58 Pengaduan Masyarakat Akses Publik Memperoleh Informasi Pelaksanaan Saran APIP/KPK/BPK 21 8,53 8,48
1 KORUPSI 2 POTRET INTEGRITAS 3 MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS 22
TUNTUTAN terhadap PEMERINTAH MASYARAKAT MENUNTUT PELAYANAN PEMERINTAH YANG : cepat, harganya terjangkau, kualitasnya baik, sesuai kebutuhan nyata. 23
Cegah Berantas Korupsi Reward and Punishment Unit khusus kepatuhan Internal, Whistleblower, Pengendali Gratifikasi Kode etik, e-recruitment Transparansi, e-procurement Sosialisasi anti korupsi Penindakan Pengawasan & Evaluasi Program Pencegahan Survey, Audit Sistem, Audit Kinerja Pemetaan Korupsi 24
Zona Integritas Zona Integritas adalah wilayah yang ada di Kementerian/Lembaga, Instansi Pemerintah di Pusat/Daerah yang dikembangkan sebagai wujud penerapan usaha-usaha nyata dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi dengan peningkatan kualitas sistem kelembagaan dan sumber daya manusia dalam rangka penguatan komitmen antikorupsi. Zona Integritas merupakan wilayah terkecil dari Island of Integrity yang menandai adanya niat dan wujud nyata perubahan. Zona Integritas adalah rangkaian proses dalam rangka mewujudkan WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI yang terdiri dari rangkaian kegiatan di bidang pencegahan korupsi. 25
Membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi Memenuhi kriteria Calon Unit Kerja ZI Pelaksanaan Program AK, PI, LHKPN, Graf, KWS, Kode Etik, Diklat, Kampanye, SOP, PBJ, YanPublik, dsb Penetapan ZI oleh pimpinan K/L/ Prop/Kab/Kota Monitoring dan Penilaian oleh KPK Penetapan WBK Dicanangkan / dideklarasikan oleh pimpinan K/L/Prop/Kab/ Kota bersama KPK Asistensi, Coaching, Fasilitasi, Monev, dsb oleh Tim penggerak Integritas K/L/Prop/Kab/ Kota + FGD Berdasarkan usulan / rekomendasi dan dibina Tim penggerak Integritas K/L/Prop/ Kab/Kota Kriteria : 1). Survei integritas (Nilai > Rata-rata) 2). LHA BPK/BPKP/Inspektorat (KN = 0) 3). Tidak ada pegawai yang menjadi tersangka korupsi Tidak memenuhi kriteria Pembinaan kembali 26
Implementasi Zona Integritas 1. Pakta Integritas 2. Kode Etik dan Pemetaan Integritas 3. Kampanye, Sosialisasi, dan Pendidikan Integritas 4. Pelaporan Kekayaan 5. Pengendalian Gratifikasi 6. WBS / Pengaduan Masyarakat dan Kerahasiaan serta Perlindungan Pelapor 7. Fraud Control System, Revitalisasi PI dan Investigasi 27
Kunci Sukses Pelaksanaan Zona Integritas : Keteladanan (Tone from the top) LOGO Keberhasilan Program Zona Integritas sangat tergantung dari KETELADANAN dan KOMITMEN dari Pimpinan / Pejabat di lingkungan tersebut... Misalnya melalui : Kepatuhan Pelaporan LHKPN dan Gratifikasi Prioritas dimulai dari Pejabat tertinggi, secara bertahap pejabat jenjang bawah berikutnya hingga ke level staf. Reward and Punishment Penerapan aturan yang tegas dan konsisten terhadap setiap penyimpangan yang terjadi sekaligus pemberian reward terhadap capaian prestasi. 28
Pembangunan Zona Integritas - Grounded Research : KPK,PT,CSO & K/L/I/Pemda - National Interest Keterlibatan KPK, Stakeholders, CSO & Parpol Keterlibatan KPK, Stakeholders, CSO & Parpol Oleh K/L/I/Pemda dgn Uji Sahih oleh KPK & CSO KONSEP ZONA INTEGRITAS PARA- METER PROGRAM ULTIMATE GOAL : 1. Program Paradigmatik based on social transformation 2. Program berbasis kebutuhan Rakyat dan pertumbuhan ekonomi Kerakyatan Mis : Prof M. Yunus dr Bangladesh atau DR. Refrisond Baswir UGM 3. Social empowering dan Partisipatif 4. Integrated Governance Process : Negara dan CSO Keterlibatan KPK, Stakeholders, CSO & Parpol EVALUASI 29 NATIONAL MODEL
Closing Remark: Korupsi merupakan pemiskinan secara terstruktur terhadap rakyat Keluarga bersih, sederhana dan sholeh merupakan pilar utama pencegah korupsi Untuk kandidat koruptor: jika anda memutuskan untuk korupsi,anda adalah teroris sejati terhadap keluarga yakinkah kita dapat mendidik anak yang sholeh dengan harta hasil korupsi? takutkah kita dengan doa rakyat korban korupsi? 30
ry.com KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI Jl. HR Rasuna Said Kav C1 Jakarta 12920 Po. Box 575, Jakarta 10120 E-mail: pengaduan@kpk.go.id Telephone: 021-3522546 (sampai 2550) ext: 130 SMS: 0811 959 575 atau 0855 8 575 575 www.kpk.go.id LOGO 31