NEGARA HUKUM DAN DEMOKRASI

dokumen-dokumen yang mirip
NEGARA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Universitas Indo Global Mandiri Palembang

NEGARA HUKUM DAN NEGARA HUKUM INDONESIA

KONSTITUSI DAN DEMOKRASI KONSTITUSIONAL

NEGARA HUKUM dan KONSTITUSI

BAB I PENDAHULUAN. negara-negara Welfare State (Negara Kesejahteraan) merupakan suatu

NEGARA HUKUM DAN DEMOKRASI

HAK AZASI MANUSIA. Materi Perkuliahan Ilmu Politik FH Unsri. Vegitya Ramadhani Putri, MA, LLM

SEJARAH HAK AZASI MANUSIA

1. Asas Pancasila 2. Asas Kekeluargaan 3. Asas Kedaulatan Rakyat (Demokrasi) 4. Asas Pembagian Kekuasaan 5. Asas Negara Hukum

Teori Kedaulatan. Makna Kedaulatan MACAM MACAM TEORI KEDAULATAN. Secara Sempit. Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi suatu Negara.

Mata Pelajaran : PPKn Kelas / Sem : VIII / 1

NEGARA HUKUM. Pengertian, Klasifikasi, dan Cirinya

NEGARA HUKUM DAN KONSTITUSI

D. Semua jawaban salah 7. Kekuasaan Kehakiman ialah kekuasaan yang merdeka artinya A. Terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah B. Tidak bertanggung

Asas asas Hukum Tata Negara

Negara dan Konstitusi

NILAI DAN NORMA KONSTITUSIONAL UUD NRI UUD NRI 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia. Apa isinya?

HUKUM ADMINISTRASI PUBLIK

RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi MANAJEMEN.

Dua unsur utama, yaitu: 1. Pembukaan (Preamble) ; pada dasarnya memuat latar belakang pembentukan negara merdeka, tujuan negara, dan dasar negara..

HAK MANTAN NARAPIDANA SEBAGAI PEJABAT PUBLIK DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA

POLITIK HUKUM BAB IV NEGARA DAN POLITIK HUKUM. OLEH: PROF.DR.GUNARTO,SH.SE.A,kt.MH

sebelumnya, yaitu Zaman Pertengahan. Walau demikian, pemikiran-pemikiran yang muncul di Zaman Pencerahan tidaklah semuanya baru.

BAB I PENDAHULUAN. Konsep mengenai kedaulatan di dalam suatu negara, berkembang cukup

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

GAGASAN NEGARA HUKUM INDONESIA

B A B N E G A R A. A. Pengertian Negara

MATERI KULIAH ILMU NEGARA MATCH DAY 6 ASAL MULA DAN LENYAPNYA NEGARA

Bab IV Penutup BAB IV PENUTUP

Kata Kunci: Negara hukum, Hak Asasi Manusia, Konstitusi.

KATA PENGANTAR. Pandeglang, November Penulis

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NO: 1

PAPER PANCASILA. Hak Asasi Manusia Menurut Pancasila Dan UUD. Dosen : Drs. Tahajudin S. OLEH : : Eko Hernanto NIM :

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

NEGARA HUKUM INDONESIA

KEWARGANEGARAAN NEGARA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Nurohma, S.IP, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi Teknik Informatika

RELASI ANTARA RULE OF LAW, DEMOKRASI, DAN HAK AZASI MANUSIA. Sunarto 1

POLITIK DAN STRATEGI (SISTEM KONSTITUSI)

Pancasila dalam Konteks Ketatanegaraan Indonesia. Selly Rahmawati, M.Pd.

Demokrasi seringkali mati dalam kamar dengan pintu tertutup Dalam negara hukum, hukum adalah raja. Omnes legume servi sumus ut liberi esse possimus

TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR 1945

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

H. BUDI MULYANA, S.IP., M.SI PEMBENTUKAN NEGARA KEWARGANEGARAAN

Materi Kuliah RULE OF LAW

NEGARA HUKUM DAN NEGARA HUKUM DEMOKRASI

Negara Hukum. Manusia

UNDANG-UNDANG DASAR 1945

N E G A R A DAN K O N S T I T U S I

DEMOKRASI PANCASILA. Buku Pegangan: PANCASILA dan UUD 1945 dalam Paradigma Reformasi Oleh: H. Subandi Al Marsudi, SH., MH. Oleh: MAHIFAL, SH., MH.

KEDAULATAN RAKYAT DALAM KONSTITUSI

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

RUANG LINGKUP HUKUM ISLAM. Ngurah Suwarnatha, S.H., LL.M. Suwarnatha.pusku.com Suwarnatha.hol.es

Bentuk Negara dan Sistem Pemerintahan. Pamungkas Satya Putra

RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 35/PUU-XII/2014 Sistem Proporsional Terbuka

PANCASILA DAN EMPAT PILAR KEHIDUPAN BERBANGSA. Oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH 1.

Tugas Akhir. STMIK AMIKOM Yogyakarta Taufik Rizky Afrizal. Kelompok I. S1 Sistem Informasi. Drs. Muhammad Idris P, MM

TUGAS PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MAKALAH DEMOKRASI PANCASILA INDONESIA

TUGAS AKHIR PENERAPAN PANCASILA DALAM PENDIDIKAN. Tahajudin S, Drs. : Novia Ningsih NIM : Kelompok : D Jurusan : Teknik Informatika

Perbedaan Sistem Hukum

Rule of Law. Negara Absolut. Doktrin Egalitarian

Faridah T, S.Pd., M.Pd. NIP Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan

THE RULE OF LAW DAN HAK ASASI MANUSIA Makalah ini untuk memenuhi tugas PKN

TEORI LEGITIMASI KEKUASAAN. Pamungkas Satya Putra

KONSEP KEDAULATAN RAKYAT DALAM UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN Oleh: Dr. Sutoyo, S.H., M.Hum. 2

BAB I PENDAHULUAN. telah menggariskan beberapa prinsip dasar. Salah satu prinsip dasar yang

ASAS HUKUM TATA NEGARA. Riana Susmayanti, SH.MH

Oleh Eggy Dwikurniawan (Mahasiswa Hukum Universitas Pakuan)

MAKALAH HAK ASASI MANUSIA DALAM PANCASILA HAK ASASI MANUSIA

Kewarganegaraan. Negara dan Sistem Pemerintahan. Yuvinus Elyus, Amd. IP., SH., MH. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi Manajemen

POLITIK HUKUM Oleh: Prof Dr Jamal Wiwoho, SH, MHum.

Demokrasi juga dapat diterjemahkan sebagai rakyat berkuasa.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

NEGARA DAN BENTUK PEMERINTAHAN F I R M A N, S. S O S., M A

Mencari Bentuk Kedaulatan dalam UUD Tahun Rudy Bagian Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Lampung

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan ketiga Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

BAB I PENDAHULUAN. kehakiman diatur sangat terbatas dalam UUD Buku dalam pasal-pasal yang

ASAL MULA NEGARA. Nanik Prasetyoningsih.

TUGAS PELAKSANAAN DEMOKRASI Di INDONESIA Dari Tahun 1945 Sekarang

Etika Sosial. Dosen : Rudy Wawolumaja Disiapkan: Ferly David, M.Si

26. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

Indonesia: Negara Hukum yang Berdasarkan Pancasila 1

CONTOH SOAL DAN JAWABAN UKG PKN SMP Berikut ini contoh soal beserta jawaban Uji Kompetensi Guru PKn SMP

NEGARA DAN SISTEM PEMERINTAHAN. Modul ke: 02TEKNIK. Fakultas. Yayah Salamah, SPd. MSi. Program Studi MKCU

FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO

Peraturan Daerah Syariat Islam dalam Politik Hukum Indonesia

Konsep Hukum dan Demokrasi dilahirkan untuk membendung adanya kesewenang wenangan dari kekuasaan yang mempraktekkan sistem yang absolut dan

MEMBANGUN KUALITAS PRODUK LEGISLASI NASIONAL DAN DAERAH * ) Oleh : Prof. Dr. H. Dahlan Thaib, S.H, M.Si**)

HAK ASASI MANUSIA dalam UUD Negara RI tahun Dr.Hj. Hesti

DEMOKRASI. Drs. H.M. Umar Djani Martasuta, M.Pd

UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA PASAL 1

KEWARGANEGARAAN KONSTITUSI, KONSTITUSIONALISME DAN RULE OF LAW. Modul ke: 05Fakultas FASILKOM. Program Studi Teknik Informatika

Transkripsi:

Towards World Class University 1 NEGARA HUKUM DAN DEMOKRASI Oleh: Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Universitas Sebelas Maret (Dosen S1, S2, dan S3 Fakultas Hukum UNS Pembantu Rektor II UNS)

Istilah Negara Hukum Memiliki berbagai padanan, misalnya : 1. Rule of The Law (Inggris). 2. Rechtsstaat (Belanda, Jerman) 3. Nomokrasi (bahasa Inggris : Nomocracy) 4. Etat de Droit (Perancis) 5. Stato di Dirrito (Italia) 6. Socialits Legality (Negara Komunis/Sosialis) 2

DEFINISI ENSIKLOPEDIA INDONESIA Negara Hukum (Bhs. Belanda: Rechtsstaat) adalah negara yang bertujuan untuk menyelenggarakan ketertiban hukum, yakni tata tertib yang umumnya berdasarkan hukum yang terdapat pada rakyat. \ Dalam negara hukum kewajiban pemerintah yang utama ialah memelihara hukum, menjaga ketertiban umum supaya jangan sampai terganggu dan agar semuanya berjalan menurut hukum. Sebaliknya Negara Kekuasaan (Bhs. Belanda: Machtsstaat) adalah Negara yang bertujuan untuk memelihara dan mempertahankan kekuasaan semata-mata. Gumplowics a.l. mengajarkan bahwa negara itu tidak lain daripada organisasi dari kekuasaan golongan kecil atas golongan besar. Menurutnya, hukum berdasarkan ketaatan golongan yang lemah kepada golongan yang kuat. 3

D. MUTIARA S : Negara Hukum ialah suatu negara yang susunannya diatur dengan sebaik-baiknya, dalam undang-undang, sehingga segala kekuasaan dari alatalat pemerintahannya berdasarkan atas hukum. Negara hukum ialah Negara yang diperintahi bukan oleh tetapi oleh undang-undang (a state that not governed by men, but by law). SUPOMO : Negara Hukum ialah negara akan tunduk pada hukum, peraturan-peraturan hukum berlaku pula bagi segala badan dan alat-alat perlengkapan negara. 4

JUNIARTO : Asas Negara Hukum atau asas the Rule of the Law, berarti dalam penyelenggaraan Negara tindakan-tindakan penguasa harus didasarkan kepada hukum, bukan didasarkan pada kekuasaan atau kemauan dari pada penguasanya belaka dengan maksud untuk membatasi kekuasaan penguasa dan bertujuan melindungi kepentingan masyarakatnya yaitu perlindungan terhadap hak-hak asasi dari pada anggota masyarakatnya dari tindakan sewenang-wenang. 5

PEMBEDAAN NEGARA HUKUM Secara Teoritis Negara hukum dibedakan menjadi : 1. Fungsi dan Tujuan Negara: a. Fungsi dan Tujuan Negara Klasik : - Hanya memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat saja/ Negara penjaga malam (Nachtwakerstaat). b. Fungsi dan Tujan Negara Modern : - Tidak hanya memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat - Menyelenggarakan kesejahteraan umum bagi seluruh warganya dalam arti seluas-luasnya, jasmaniahrokhaniah, di lapangan ekonomi, sosial kultural dan lain-lain (welfare State) 6

2. a. Hukum dalam arti sempit atau formil tertulis, berupa undang-undang dan peraturan lainnya yang dibuat oleh penguasa atau badan legislatif suatu negara. b. Hukum dalam arti luas atau materiil, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang positif yang mengandung nilai-nilai kebenaran dan keadilan, yang merupakan just law 7

Prof. Utrecht Membagi Negara Hukum menjadi 2, yaitu: 1. NEGARA HUKUM KLASIK (Kinssieke Rechtsstaat) untuk negara hukum dalam arti formil (sempit) : Negara yang kerjanya hanya menjaga agar jangan sampai ada pelanggaran terhadap ketenteraman dan ketertiban umum seperti yang telah ditentukan oleh hukum yang tertulis (undang-undang) yang hanya bertugas melindungi jiwa, benda, atau hak-hak azasi warganya secara pasif. Tidak campur tangan dalam bidang perekonomian atau penyelenggaraan kesejahteraan rakyat dan hanya melindungi dan menjamin kedudukan ekonomi dari golongan penguasa (Rulling Class) 2. NEGARA HUKUM MODERN (Modern Rechtsstaat) untuk negara hukum dalam arti materiil (luas) disebut juga Welfare State/Wolrvaarstaat, yaitu Negara yang bertugas menjaga keamanan dalam arti kata seluasluasnya yang berupa keamanan sosial (social security) dan menyelenggarakan kesejahteraan umum, berdasarkan prinsip-prinsip hukum yang benar dan adil, sehingga hak azasi warga negaranya benarbenar terjamin dan dilindungi. 8

W. FRIEDMAN Kata Rule of Law dapat dipakai : : 1. Dalam arti Formil (in the formal sense) : Kekuasaan umum yang terorganisir (Organized public power) 2. Dalam arti Materiil (Ideoligical sense). Rule of Law yang merupakan Rule of Just Law dan inilah yang dimaksud dengan menegakkan Rule of Law yang sebenarnya. 9

T.D. WELDON (The Vocabulatory of Politics) Membagi Rule of Law menjadi 2: 1. Rule of Law yang tidak memiliki sistem peradilan yang sempurna di atas kertas saja, akan tetapi ada tidaknya Rule of Law itu dalam suatu negara tergantung dari pada kenyataan apakah rakyatnya benar-benar dapat menikmati keadilan, dalam arti perlakuan yang adil baik dari sesama warganya maupun dari pemerintahan. 2. Rule of Law yang hanya merupakan slogan dan propaganda belaka. 10

LATAR BELAKANG TIMBULNYA KONSEPSI NEGARA HUKUM Istilah rechtsstaat (negara hukum) adalah suatu istilah yang masih muda dan baru muncul di abad ke-19. Jika dibandingkan dengan istilah-istilah lainnya dalam ketatanegaraan, seperti Demokrasi, konstitusi, kedaulatan dsb. Konsepsi Negara hukum sudah dicetuskan sejak adab ke-17 pada saat timbulnya perjuangan menentang kekuasaan absolut dari para raja yang berkuasa. Cita-cita itu pada mulanya sangat dipengaruhi oleh aliran individualisme dan mendapat dorongan kuat dari Renaissance serta Reformasi. Merupakan hasil perdebatan dari para sarjana dan ahli filsafat, teori tentang negara dan hukum, yaitu mengenai persoalan hakekat, asal mula tujuan negara dan sebagainya. Khusus masalah yang inti adalah selalu dari manakah negara mendapatkan kekuasaan untuk mengadakan tindakan-tindakannya dan ditaatinya tindakan-tindakan ini oleh rakyat. Memunculkan dua teori besar tentang negara dan hukum, yaitu tentang teori kedaulatan (Souverenete) dan teori asal mula negara yang telah menghasilkan dua pola negara (Negara dan Pemerintahan Absolute/Negara kekuasaan dan Negara Hukum) 11

Pada abad pertengahan muncul dualisme pemerintahan (kekuasaan) yaitu antara Kerajaan Tuhan dan kerajaan Dunia, Antara Gereja dan Raja. Dominasi dan pengaruh Gereja sangat besar, sehingga kekuasaan mutlak beralih kepada Negara (Raja) Raja Bertahta karena Kehendak Tuhan, Raja adalah wakil Tuhan, sehingga pelanggaran terhadap kekuasaan raja berarti pelanggaran terhadap Tuhan. Tokoh-tokohnya : -Niccolo Machiavelli, Jean Bodin, Thomes Hobbes, Jellinek, John Austin, Telah melahirkan Teori kedaulatan untuk menopang paham negara dengan kekuasaan mutlak (Konsep kedaulatan tradisionil atau konsep kedaulatan monistis) Pokok Konsep Kedaulatan Negara : Bahwa kekuasaan negara merupakan kekuasanaan yang tertinggi dan tidak terbatas, yang dapat memaksakan perintahnya dengan tidak mengindahkan perintah lainnya. Negara menghendaki pentaatan mutlak dari semua warga negara. Kekuasaan negara yang mutlak ini menjelma dalam perundang-undangan dimana negara merupakan pembentuk undang-undang yang tertinggi 12

NiCCOLO MACHIAVELLI (The Prince) Tujuan Negara adalah tercapainya tata tertib dan ketenteraman dan hanya dapat dicapai oleh pemerintahan seorang raja yang tidak dihalang-halangi. Pemerintahan yang yang disentralisir pada raja yang absolut. Tujuan dapat dicapai dengan segala cara (The End justifies the mean) 13

JEAN BODIN (Six Livres de la Republiqus) Kedaulatan (Souvereinite) sebagai atribut negara yang membedakan negara dari persekutuanpersekutuan lainnya. Hakekat negara melekat pada kedaulatan dan kedaulatan dipersonifisir oleh raja. Raja yang berdaulat tidak bertanggung jawab terhadap siapapun kecuali terhadap Tuhan. Perdamaian dan ketertiban hanya dapat dicapai dengan menindas pertikaian-pertikaian politik dan agama dengan meletakkan semua kekuasaan pada raja. Raja merupakan supremasi dalam semua kehidupan. 14

Thomas Hobbes (Teori Kontrak) Keadaan alamiah bukanlah keadaan yang sama sentausa, adil dan makmur, tetapi suatu keadaan kacau balau. Manusia yang satu merupakan serigala bagi manusia yang lainnya (hommo homini lupus) Untuk mempertahankan diri masing-masing, mereka saling mengadakan perjanjian dengan menyerahkan seluruh hak-hak kodratnya sebagai individu kepada seseorang (Raja). Raja harus diberi kekuasan penuh dan tidak dapat ditandingi oleh kekuasaan siapapun. Raja berada di atas undang-undang (prinsips legibus solutus est) 15

JOHN AUSTIN Yang berdaulat adalah Legibus Solute, Yang berdaulat adalah pembentuk undang-undang (supreme legislader), dan hukum positif adalah hukum yang dibuat oleh yang berdaulat. Karena itu yang berdaulat berada di atas hukum yang diciptakannya sendiri (Raja). 16

Huge Krabbe (Teori Kedaulatan Hukum) Mengecam dari segi ethis, yaitu dari segi perasaan hukum. Hukum bukanlah semata-mata apa yang secara formal diundangkan oleh badan legislatif suatu negara hukum (dan kedaulatan sebagai aspeknya) bersumberkan perasaan hukum anggota-anggota masyarakat. Perasaan hukum adalah sumber dan merupakan pencipta hukum, negara hanya memberi bentuk pada perasaan hukum itu. Hanya apa yang sesuai dengan perasaan hukum itulah yang benar-benar merupakan hukum. Negara tidak berdaulat mutlak, karena perasaan hukum menentukan dan membatasi isi hukum. Bukan negara yang berdaulat, tetapi hukumlah yang berdaulat (Teori Kedaulatan hukum) Menimbulkan bentuk negara hukum, yaitu Suatu negara yang susunannya diatur sedemikian rupa sehingga segala kekuasaan dari alat pemerintahan didasarkan atas ketentuan hukum, begitu pula segenap warganegaranya harus tunduk pada hukum itu 17

John Locke (Treaties of Civil Government) Kekuasaan penguasa tidak pernah mutlak, tetapi selalu terbatas. Dalam mengadakan perjanjian masyarakat, seseorang/ sekelompok orang tidak menyerahkan seluruh hak-hak alamiahnya (hak azasi) kepada penguasa. Penguasa diserahi tugas untuk mengatur hidup individu dalam ikatan kenegaraan yang harus menghormati hak-hak azasi mereka. Pemikiran ini menghasilkan negara konstitusionil. Kekuasaan Negara dibagi menjadi 3 kekuasan yang terpisah: 1. Kekuasaan Legislatif (Pembuat UU) 2. Kekuasaan Eksekutif (Pelaksana UU) 3. Kekuasaan Federatif (Kekuasaan yang berkaitan dengan Hubungan LN, menentukan perang, perdamaian,aliansi antar negara dan transaksi dengan negara asing 18

Secondat de Montesquieu (The Spirit of Laws) Membagi Kekuasan Negara menjadi 3 bentuk (Trias Politika): 1.Kekuasaan Legislatif 2.Kekuasaan Eksekutif 3.Kekuasaan Yudikatif 19

Jean Jacques Rousseau (Du Contract Social) Teori Kedaulatan Rakyat. Dalam keadaan alamiah hidup individu adalah bebas dan sederajat, aman dan bahagia seperti keadaan alam firdaus. Keadaan alamiah (status naturalis) tidak dapat dipertahankan, sehingga perlu diakhiri dengan kontrak sosial dan keadaan alamiah beralih ke keadaan bernegara (status civilis) Manusia dilahirkan merdeka, namun dimana-mana ia terbelenggu (man is born free snd every where he is in chains), sehingga pemerintah sebagai pimpinan organisasi dibentuk dan ditentukan oleh yang berdaulat, yaitu rakyat melalui kemauan umumnya (volunte generate). Konstruksi perjanjian sosial ini melahirkan bentuk negara yang berkedaulatan rakyat melalui kemauan umumnya, dimana sebagai negara demokratis, penguasa hanya merupakan wakil rakyat. 20

Negara Hukum (Rechtsstaat) Lahir di abad 17 dan 18 sebagai reaksi dan tantangan terhadap absolutisme yang telah melahirkan negara kekuasaan. Kekuasaan penguasa (raja) harus dibatasi dengan supremasi hukum agar tidak sewenang-wenang terhadap rakyatnya (Krabbe), untuk itu harus ada pemisahan kekuasaan negara (Locke, Montesquieu), khususnya kekuasaan yudikatif harus terpisah dari penguasa (raja). Kesemuanya bertujuan untuk menjamin dan melindungi hak azasi rakyatnya (John Locke) dan membawa kesejahteraan umum (Leon Duguit, Laski). Konsep Negara hukum yang ditujukan untuk membatasi penguasa (raja) yang absolut itu juga diperkuat oleh paham konstitusionalisme (John Locke, Montesquieu) dan paham kedaulatan rakyat serta demokrasi (JJ Rousseau), yang kemudian melahirkan negara konstitusional demokrasi atau negara demokrasi konstitusional (Constitutional democracy) 21

PERKEMBANGAN TEORI NEGARA HUKUM Muhammad Tahir Azhary Ada 5 Teori Negara hukum: 1. Rechtsstaat 2. The Rule of law 3. Social Legality 4. Nomorkrasi Islam 5. Negara hukum Pancasila (NHP) 22

1. KARAKTERISTIK RECHTSSTAAT Teori Negara Hukum Rechtsstaat diperkenalkan oleh Immanuel Kant dan Frederich Julius Stahl, di negaranegara Eropa Kontinental. Immanuel Kant, melahirkan pemikiran tentang negara hukum formil (nachwakersstaat), dimana negara menjamin kebebasan individu sebagai anggota masyarakat. Negara tidak diperkenankan mencampuri urusan warga masyarakat (negara hukum liberal) Frederich Julius Stahl: Teori Rechtsstaat memiliki unsurunsur : 1. Diakuinya hak-hak azasi warga negara 2. Adanya pemisahan / pembagian keuasaan negara untuk menjamin hak-hak azasi manusia (Trias Politika) 3. Pemerintah berdasarkan peraturan-peraturan (Wetmatigheid van bestuur) 4. Adanya peradilan administrasi dalam perselisihan 23

D.H.M. Meuwissen : UUD atau konstitusi merupakan unsur yang harus ada dalam teori negara hukum, sebab konstitusi merupakan jaminan perlindungan hak-hak dasar warga negara. Ciri-ciri Rechtsstaat : 1. Adanya UUD/konstitusi 2. Adanya pembagian kekuasaan negara (Pembuat UU, Pelaksana UU dan kekusasaan kehakiman yang menangani sengketa) 3. Diakui dan dilindunginya hak kebebasan rakyat (vrijheidsrechten van de burge) 24

UNSUR-UNSUR DAN ASAS-ASAS NEGARA HUKUM MENURUT SCHELTEMA 1 Pengakuan, penghormatan, dan perlindungan hak azasi manusia yang berakar dalam penghormatan atas martabat manusia 2 Berlakunya asas kepastian hukum 3 Berlakunya asas persamaan (similia similbus atau equality before the law) 4 Asas Demokrasi 5 Pemerintah dan pejabat mengemban amanat sebagai pelayan masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat sesuai dengan tujuan negara 25

KARAKTERISTIK RECHTSSTAAT 1 2 3 4 5 6 7 8 Adanya jaminan perlindungan hak azasi manusia dalam konstitusi Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan Adanya pemerintahan berdasarkan undang-undang Adanya Peradilan Tata Usaha Negara Adanya Asas Legalitas atau Kepastian Hukum Adanya kekuasaan kehakiman yang bebas dan tidak memihak Diakuinya Prinsip Persamaan dihadapan hukum Dianutnya paham Demokrasi 26

2. KARAKTERISTIK RULE OF LAW Teori Negara Hukum Rule of law diperkenalkan oleh A.V. Dicey, dan berkembang di negara-negara Anglo- Saxon. A.V. Dicey, menguraikan 3 ciri penting Rule of law : 1. Supremasi of Law (Supremasi Hukum) 2. Equality before the law (Persamaan dihadapan hukum) 3. The Constitution based on Individual Right (Perlindungan Hak-hak individu oleh konstitusi) 27

3. KARAKTERISTIK SOCIALIST LEGALITY Ciri utamanya : 1. Bersumber pada paham komunis yang menempatkan hukum sebagai alat untuk mewujudkan sosialisme dengan mengabaikan hak-hak perseorangan/ individu 2. Hak-hak individu harus melebur dalam tujuan sosialisme yang mengutamakan kepentingan masyarakat (Koletivisme) diatas kepentingan pribadi individu. 3. Bersifat sekuler dan atheis 4. Anti terhadap nilai-nilai transedental 28

4. KARAKTERISTIK NOMOKRASI ISLAM Nomokrasi islam bersumber dari AlQur an. Sunah Nabi dan Ar Ro yu dengan unsur-unsur pokok : 1. Kekuasaan sebagai amanah 2. Musyawarah 3. Keadilan 4. Persamaan 5. Pengakuan dan perlindungan terhadap hakhak azasi individu/perseorangan, peradilan bebas, perdamaian, kesejahteraan dan ketaatan rakyat pada hukum. 29

5. KARAKTERISTIK NEGARA HUKUM PANCASILA Pengertian Negara Hukum Pancasila: 1. SRI SOEMANTRI : Merumuskan unsurunsur yang terkandung dalam NHP : a. Adanya pengakuan terhadap jaminan hak azasi manusia dan warga negara b.adanya pembagian kekuasaan c. Bahwa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, pemerintah harus selalu berdasarkan atas hukum yang berlaku, baik tertulis maupun tidak tertulis. d.adanya kekuasaan kehakiman yang merdeka (terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah) 30

2. PADMO WAHYONO Teori NHP : a. Bertitik pangkal dari asas kekeluargaan yg tercantum dalam UUD 1945. b. Asas kekeluargaan mengutamakan rakyat banyak, namun harkat dan martabat manusia tetap dihargai c. Pengertian negara dan pengertian hukum dilihat dari asas kekeluargaan adalah: 1) Negara Indonesia terbentuk bukan karena perjanjian bermasyarakat dari status naturalis ke status civil dengan perlindungan terhadap civil right, melainkan atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dengan keinginan luhur untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas; 2) Terdapat 3 fungsi hukum yg bersifat pengayoman dari cara pandang asas kekeluargaan: - Menegakkan demokrasi sesuai sistem pemerintahan negara yang dikandung UUD 1945 - Mewujudkan keadilan sosial sesuai pasal 33 UUD 1945 - Menegakkan perikemanusiaan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa secara Adil dan Beradab 31

Moh. Mahfud MD Konsepsi negara hukum yang dulu dikesankan menganut konsepsi rechtsstaat dinetralkan menjadi negara hukum saja, tanpa label rechtsstaat, dengan demikian konsepsi negara hukum yang dianut UUD 1945 diperoleh baik rechtsstaat maupun rule of law, bahkan sistem hukum lainnya yang menyatu (integratif) dan implementasinya disesuaikan dengan tuntutan perkembangan. Konsepsi negara hukum Indonesia menerima prinsip kepastian hukum yang menjadi hal utama dalam konsepsi rechtsstaat, sekaligus juga menerima prinsip rasa keadilan yang menjadi hal utama dalam rule of law, bahkan juga menerima nilai spiritual dari hukum agama. Hukum tertulis dan segala ketentuan proseduralnya (rechtsstaat) diterima, tetapi harus diletakkan dalam rangka menegakkan keadilan (rule of law). 32

Jimly Asshiddiqie Ada dua isu pokok yang mengispirasi perkembangan prinsipprinsip negara hukum : 1. Pembatasan kekuasaan 2. Perlindungan Hak azasi manusia Saat ini paling tidak terdapat 13 prinsip negara hukum 1. Supremasi konstitusi (Supremacy of law) 2. Persamaan dalam hukum (equality before the law) 3. Asas legalitas (due process of law) 4. Adanya pembatasan kekuasaan berdasarkan UUD (limitation of power) 5. Berfungsinya organ-organ negara yang independen dan saling mengendalikan 6. Prinsip peradilan yang bebas dan tidak memihak (independent and impartial judicial) 7. Tersedianya upaya peradilan tata usaha negara (administrative court) 8. Tersedianya peradilan tata negara (constitutional adjudication) 9. Adanya jaminan perlindungan hak azasi manusia (human dignity) 10. Bersifat demokratis (demokratic rule of law/democratische rechtsstaats) 11. Berfungsinya sebagai sarana mewujudkan tujuan bernegara (welfare-rechtsstaat) 12. Adanya pers yang bebas dan prinsip pengelolaan kekuasaan negara yang transparan dan akuntabel dengan efektifnya mekanisme kontrol sosial yang terbuka. 13. BerkeTuhanan Yang Maha Esa 33

NEGARA HUKUM DEMOKRATIS Unsur-Unsur yang harus terkandung dalam Negara hukum Demokratis: 1. Adanya pembagian kekuasaan 2. Adanya perlindungan terhadap hak azasi manusia 3. Penggunaan kekuasaan didasarkan atas hukum yang berlaku 4. Adanya lembaga perwakilan rakyat 5. Terbukanya ruang partisipasi penyelenggaraan pemerintahan publik dalam 6. Penyelesaian sengketa secara musyawarah, dengan menggunakan lembaga peradilan sebagai sarana terakhir 7. Adanya peradilan administrasi yang bebas dan berfungsi untuk mengawasi penggunaan kekuasaan negara 34

Berdasarkan prinsip negara hukum, sesungguhnya yang memerintah negara adalah hukum, bukan manusia. Hukum dimaknai sebagai kesatuan hierarkhis tatanan hukum menghendaki adanya supremasi konstitusi. Supremasi konstitusi di samping merupakan konsekuensi dari dianutnya negara hukum, sekaligus merupakan pelaksanaan demokrasi karena konstitusi adalah wujud perjanjian sosial tertinggi 35

Naskah ini sebagian besar diambil dari Dr. Hufron, S.H., M.H. 36

37