SETDIJEN PERHUBUNGAN DARAT

dokumen-dokumen yang mirip
B. Batas Wilayah : Propinsi Nusa Tenggara Barat

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

SETDITJEN PERHUBUNGAN DARAT

SETDIJEN PERHUBUNGAN DARAT

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

SETDIJEN PERHUBUNGAN DARAT

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 12' LS Garis Bujur : ' '3 BT

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : LU LS Garis Bujur : 106º º58 18

BAB IV GAMBARAN UMUM

LENGKUNG HUJAN WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR ABSTRACT

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

Sekilas Kondisi Geografis

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 2 16 LS LS Garis Bujur : BT BT

BAB IV GAMBARAN UMUM PROVINSI NTT. 4.1 Keadaan Geografis dan Administratif Provinsi NTT

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 1 21' 49"- 4 10' 14" LS Garis Bujur : ' 13" ' 28" BT

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 3 45 LS LS Garis Bujur : BT BT

BAB I PENDAHULUAN. untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakatnya. Pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. Bajo, kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Perkembangan yang. sektor, salah satunya yang sangat pesat ialah pariwisata.

BAB-6 BAB VI ARAH PENGEMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

KINERJA SARANA DAN PRASARANA

BERITA RESMI STATISTIK

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

PROFIL PEMBANGUNAN NUSA TENGGARA TIMUR

KATA PENGANTAR. Jakarta, Oktober 2016 DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT TTD. Drs. PUDJI HARTANTO, MM

V. DESKRIPSI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Sekilas Kondisi Geografis

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN NGADA PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN NGADA TAHUN 2016 MENCAPAI 5,19 PERSEN

BAB III TAHAPAN KEGIATAN PENETAPAN BATAS LAUT DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : LS Garis Bujur : BT

PERATURAN DAERAH PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 1 5 LS LU Garis Bujur : 100 BT BT

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

Sekilas Kondisi Geografis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fisik pengorganisasian sistem struktur yang diperlukan untuk jaminan ekonomi

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 0 45 LS LS Garis Bujur : BT

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN NGADA PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN NGADA TAHUN 2015 MENCAPAI 4,86 PERSEN

4 BAB IV KONDISI WILAYAH DAN SISTEM TRANSPORTASI SAAT INI

BAB III ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI. III.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 3 LU 3 LS Garis Bujur : BT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN NGADA PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2011 MENCAPAI 5,11 PERSEN

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN NGADA PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2012 MENCAPAI 5,61 PERSEN

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI NTT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kabupaten Ende dengan ibukotanya bernama Ende merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kabupaten Sikka dengan ibu kotanya bernama Maumere merupakan salah

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : LS Garis Bujur : BT

BAB-6 BAB VI ARAH PENGEMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 00'54 LU - 30'30 LS Garis Bujur : 980' '30 BT

DAYA AIR LAINNYA SERTA PENGENDALIAN BANJIR DAN PENGAMANAN PANTAI

Oleh: Drs. Frans Lebu Raya, Gubernur Nusa Tenggara Timur Materi Pertemuan KADIN tanggal 7 Februari 2012 di Jakarta

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 1 LS - 4 LS Garis Bujur : BT

PROGRES IMPLEMENTASI 5 SASARAN RENCANA AKSI KORSUP PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2015

DITJEN PERHUBUNGAN DARAT

KONDISI WILAYAH. A. Geografis. B. Batas Wilayah. : Propinsi Sumatera Utara

BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan. 1. Prediksi tarikan perjalanan yang terjadi akibat adanya pusat pendidikan

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : LS Garis Bujur : BT

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM/KEGIATAN DANA DEKONSENTRASI KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2015

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN INDUK

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. kapita Kota Kupang sangat tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya

KONDISI WILAYAH. A. Geografis Garis Lintang : 4 24' LU 2 25' LS Garis Bujur : ' BT ' BB

GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 36 TAHUN 2012 TENTANG

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

SISTEM BARU LISTRIK KEPULAUAN

BAB-6 BAB VI ARAH PENGEMBANGAN JARINGAN TRANSPORTASI

KEADAAN KETENAGAKERJAAN NTT AGUSTUS 2011

BAB VI PENUTUP. A. Kesimpulan

4 BAB IV KONDISI WILAYAH DAN SISTEMTRANSPORTASI SAAT INI

RENCANA REVIEW KAWASAN HUTAN MELALUI REVIEW RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

BAB III TUGAS DAN FUNGSI BALAI WILAYAH SUNGAI NUSA TENGGARA II

Sekilas Kondisi Geografis

PAPARAN GUBERNUR NUSA TENGGARA TIMUR. Pada acara USULAN PERUBAHAN PERUNTUKAN DAN FUNGSI KAWASAN HUTAN DALAM RANGKA REVISI RENCANA TATA RUANG

BAB I PENDAHULUAN KABUPATEN KUPANG KABUPATEN KUPANG

KONDISI WILAYAH. A. Geografis. B. Batas Wilayah

BAB I PENDAHULUAN. Tenggara Timur yang terletak di daratan Pulau Flores. Wilayah Kabupaten

N.T.T TERPENCIL TERTINGGAL TERBELAKANG MISKIN TERLUPAKAN TERABAIKAN

Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat

KATA PENGANTAR. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan. drg. Oscar Primadi, MPH NIP

Transkripsi:

Sekilas Kondisi Geografis NTT merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 1.192 pulau, 432 pulau diantaranya sudah mempunyai nama dan sisanya sampai saat ini belum mempunyai nama. 42 pulau dihuni dan 1.150 pulau tidak dihuni, Diantara 432 pulau yang sudah bernama terdapat 4 pulau besar: Flores, Sumba, Timor dan Alor (FLOBAMORA) dan pulau-pulau kecil antara lain: Adonara, Babi, Lomblen, Pamana Besar, Panga Batang, Parmahan, Rusah, Samhila, Solor (masuk wilayah Kabupaten Flotim/ Lembata), Pulau Batang, Kisu, Lapang, Pura, Rusa, Trweng (Kabupaten Alor), Pulau Dana, Doo, Landu Manifon, Manuk, Pamana, Raijna, Rote, Sarvu, Semau (Kabupaten Kupang/ Rote Ndao), Pulau Loren, Komodo, Rinca, Sebabi, Sebayur Kecil, Sebayur Besar Serayu Besar (Wilayah Kabupaten Manggarai), Pulau Untelue (Kabupaten Ngada), Pulau Halura (Kabupaten Sumba Timur, dll. Hampir semua pulau di wilayah NTT terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur. Dari sejumlah gunung yang ada terdapat gunung berapi yang masih aktif. Di pulau Flores, Sumba dan Timor terdapat kawasan padang rumput (savana) dan stepa yang luas. Pada beberapa kawasan padang rumput tersebut dipotong oleh aliran sungai-sungai. Berikut nama beberapa sungai besar yang ada di NTT. Tingkat pendaftaran sekolah menengah adalah 39% yang jauh dibawah rata-rata Indonesia, yaitu 80.49% tahun 2003/04 (menurut UNESCO). Minuman berupa air bersih, sanitasi dan kurangnya sarana kesehatan menyebabkan terjadinya kekurangan gizi anak (32%) dan kematian bayi (71 per 1000) juga lebih besar dari kebanyakan provinsi Indonesia lainnya

Kondisi Wilayah Geografis Garis Lintang : 8-120 LS Garis Bujur : 118 0'BT - 125 55'BT Batas Wilayah Batas Barat : Prov. Nusa Tenggara Barat Batas Timur : Republik Demokratik Timor Leste Batas Utara : Laut Flores Batas Selatan : Samudera Hindia Demografi Jumlah Penduduk Tahun 2009 : 4.619.700 Jiwa Jumlah Penduduk Tahun 2010 : 4.683.900 Jiwa Jumlah Penduduk Tahun 2011 : 4.776.500 Jiwa Jumlah Penduduk Tahun 2012 : 5.343.902 Jiwa Jumlah Penduduk Tahun 2013 : 5.240.337 Jiwa Sumber : Ditjen PUM - Kementerian Dalam Negeri, 2014

Kondisi Sosio Ekonomi Sosio Ekonomi Kondisi sosio ekonomi Propinsi Nusa Tenggara Timur didominasi sektor pertanian. Perkembangan nilai PDRB pada tahun 2010 sampai dengan 2012 sebagian besar menunjukkan peningkatan atau rata-rata meningkat setiap tahunnya untuk nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Tanpa Migas Harga Berlaku mengalami peningkatan 13% dan 13% pada tahun 2010 sampai 2012, Mata Pencarian dari pada masyarakat adalah Pertanian, disamping itu perternakan sebagai kerja sampingan yang dilaksanakan. Penduduk asli NTT terdiri dari berbagai suku yang mendiami daerah-daerah yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Nilai PDRB (dalam Milyar Rupiah) No. Nilai PDRB 2010 2011* 2012** 1 Atas Dasar Harga Berlaku 27.746,3 31.221,5 35.253,4 2 Atas Dasar Harga Konstan 2000 12.546,8 13.253,4 13.971,6 3 Tanpa Migas Atas Dasar Harga Berlaku 27.746,3 31.221,5 35.253,4 4 Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 12.546,8 13.253,4 13.971,6 5 Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku 5.897,2 6.536,5 7.249 6 Per Kapita Atas Dasar Harga Konstan 2000 2.667,7 2.774,7 2.872,9 7 Per Kapita Tanpa Migas Atas Dasar Harga Berlaku 5.897,2 6.536,5 7.249 8 Per Kapita Tanpa Migas Atas Dasar Harga Konstan 2000 Sumber : Badan Pusat Statistik, 2014. * : Angka Sementara ** : Angka Sangat Sementara 2.666,7 2.774,7 2.827,9

Peta Kondisi Geografis

Data Kewilayahan Kabupaten-Kota Kota (1) (1) No. Nama Jumlah Luas Wilayah Jumlah Penduduk Kabupaten / Kota Kecamatan Kelurahan Desa (KM 2 ) 1 Kab. Kupang 24 17 160 5.434,76 394,616 2 Kab. Timor Tengah Selatan 32 12 266 3.947,00 459,859 3 Kab. Timor Tengah Utara 24 34 140 2.669,70 247,715 4 Kab. belu 24 12 196 2.445,60 403,952 5 kab. Alor 17 17 158 2.864,60 207,022 6 Kab. Flores Timur 19 21 232 1.813,20 275,027 7 Kab. Sikka 21 13 147 1.731,90 311,451 8 Kab. Ende 21 23 255 2.046,50 264,170 9 Kab. Ngada 13 16 135 1.645,88 162,373 10 kab. Manggarai 9 17 145 2.096,44 311,966 11 Kab. Sumba Timur 22 16 140 7.000,50 232,682 12 Kab. Sumba Barat 6 11 63 2.183,18 141,388 13 Kab. Lembata 9 7 137 1.266,00 130,006 14 Kab. Rote Ndao 10 7 82 1.280,00 138,533 15 Kab. Manggarai Barat 10 5 116 2.397,03 251,931 16 Kab. nagekeo 7 16 97 1.416,96 155,300 17 Kab. Sumba Tengah 5-66 1.868,74 82,158

Data Kewilayahan Kabupaten-Kota Kota (2) (2) No. Nama Jumlah Luas Wilayah Jumlah Kabupaten / Kota Kecamatan Kelurahan Desa (KM 2 ) Penduduk 18 kab. Sumba Barat Daya 11 2 129 1.480,46 300,671 19 Kab. Manggarai Timur 9 17 159 2.642,93 247,452 20 Kab. Sabu Raijua 6 5 58 460,54 90,122 21 Kota Kupang 6 51-26,18 431,943 Jumlah 305 319 2.881 48.718,10 5.240.337 Sumber : Ditjen PUM - Kementerian Dalam Negeri, 2014

Sekilas Transportasi Jalan Jaringan Jalan di Provinsi NTT dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 mengalami peningkatan sekitar 0,8% pertahunnya. Panjang Jalan yang mengalami peningkatan hanya terjadi pada Jalan Kabupaten/kota. Total panjang jalan untuk tahun 2013 adalah 20.264 kilometer lebih besar dibandingkan dengan tahun 2012 adalah 20.134. Untuk prasarana transportasi jalan, Jumlah terminal di Provinsi NTT Tahun 2012 adalah sebanyak 28 lokasi dengan rincian untuk terminal Tipe A sebanyak 1 lokasi, terminal Tipe B sebanyak 16 lokasi, terminal Tipe C sebanyak 11 lokasi. Unit penimbangan (UPPKB) di Provinsi NTT terletak di 4 lokasi yaitu JT Oesapa, JT Nun Baun Sabu, JT Watualo, JT Nggorang. Sedangkan Unit Pengujian Kendaraan Bermotor terletak di 23 lokasi dengan total penguji 45 orang dan jumlah peralatan pengujian jenis Mekanik sebanyak 3 buah serta jumlah peralatan Non Mekanik sebanyak 19 buah dan keliling 1 buah. Untuk sarana transportasi jalan Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor di Provinsi NTT mengalami peningkatan pada masing masing moda transportasi dengan rata-rata prosentase peningkatan sebesar 4,73% dimana jumlah terbesar pada moda sepeda motor dengan prosentase peningkatan sebesar 9,65% pada tahun 2013. Keselamatan transportasi jalan, untuk angka kecelakaan di Provinsi NTT saat ini masih cukup tinggi, sebagaimana dilaporkan dalam data kepolisian Republik Indonesia jumlah kecelakaan mencapai 1.108 kejadian.

Peta Jaringan Jalan

Jaringan Jalan No. Status Jalan Tahun 2010 2011 2012 2013 1 Jalan Nasional 1.407 1.407 1.407 1.407 2 Jalan Propinsi 1.737 1.737 1.737 1.737 3 Jalan Kabupaten / Kota 16.320 16.320 16.990 17.120 Total Panjang Jalan 19.464 19.464 20.134 20.264 Sumber : Badan Pusat Statistik, 2014 (dalam KM) Peningkatan panjang jalan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 hanya terjadi pada Jalan Kabupaten/Kota dengan angka peningkatan 0,8% pertahunnya.

Peta Prasarana Transportasi Trasportasi Jalan

Terminal Angkutan Penumpang (1) No. Kabupaten/Kota Nama Terminal Tipe Luas (M 2 ) 1 Kab. Belu Motaain A 3.300 2 Kab. Sumba Timur Waingapu B 6.000 3 Kab. Timor Tengah Selatan Soe B 2.613 4 Kab. Manggarai Manggarai B 3.000 5 Kota Kupang Oebobo B 2.268 6 Kab. Belu fatubenao B 4.400 7 Kab. Sikka Madawat B 2.000 8 Kab. Sikka Lokaria B 1.350 9 Kab. Ende Ndao B 3.760 10 Kab. Flores Timur Lamawalang B 1.800 11 Kab. Ngada Watuaji B 2.400 12 Kab. manggarai Barat manggarai Barat B 3.200 13 Kab. Sumba Timur Lambanapu B 6.000 14 Kab. Sumba Barat Waikelo B 2.200 15 kab. Sumba Barat Waikabubak B 3.200 16 Kab. Timor Tengah Selatan Soe B 2.613 17 Kab. Sumbawa Besar Sumer Payung B - 18 Kab. Alor Kalabahi C 850

Terminal Angkutan Penumpang (2) No. Kabupaten/Kota Nama Terminal Tipe Luas (M 2 ) 19 Kab. Sikka Maumere C 1.350 20 Kab. Ende Ende C 376 21 Kab. Ngada Bajawa C 1.350 22 Kota Kupang tabun C - 23 Kota Kupang Belo C - 24 Kab. Alor Kadelang C 810 25 Kab. Manggarai Pasar Puni C 2.500 26 Kota Kupang Kupang C - 27 Kab. Sumba Timur Lambanapu C 6000 28 Kab. Lembata Lewoleba C 2000 Terminal Tipe A 1 Terminal Tipe B 16 Terminal Tipe C 11 Jumlah Terminal 28 Sumber : Direktorat LLAJ - Ditjen Hubdat, 2014

Unit Penimbangan (UPPKB) No. Nama Jembatan Alamat Kota / Kab. Pelayanan Platform (ton) 1 JT Oesapa Jl Timur Raya KM 8 Kupang 2 Arah 15 2 JT Nun Baun Sabu Jl Pahlawan KM 3 Nun baun Sabu Kupang 2 Arah 20 3 JT Watualo 4 JT Nggorang Sumber : Direktorat LLAJ - Ditjen Hubdat, 2014 Jl Raya Watu alo Kec.Waerii Kab.Manggarai Jl Raya Nggorang - Kec. Komodo Kab. Manggrarai Barat Manggarai Barat 2 Arah 20 Manggarai 2 Arah 40 Status Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi Tidak Beroperasi

Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (2) NO KABUPATEN/KOTA Sumber : Direktorat LLAJ - Ditjen Hubdat, 2014 PEMULA KOMPETENSI PENGUJI PELAKSANA PELAKSANA LANJUTAN JENIS ALAT PENYELIA NON MEKANIS MEKANIS KELILING 1 Kabupaten Alor 0 1 1 0 1 0 0 2 Kabupaten Belu 1 0 0 0 1 0 0 3 Kabupaten Ende 0 2 1 0 1 0 0 4 Kabupaten Flores Timur 2 1 0 0 1 0 0 5 Kabupaten Kupang 2 2 1 0 0 1 0 6 Kabupaten Lembata 1 0 0 0 1 0 0 7 Kabupaten Manggarai 3 1 2 0 1 0 0 8 Kabupaten Manggarai Barat 0 0 0 0 1 0 0 9 Kabupaten Manggarai Timur 1 0 0 0 1 0 0 10 Kabupaten Ngada 0 0 1 0 1 0 0 11 Kabupaten Nagekeo 1 1 0 0 1 0 0 12 Kabupaten Rote Ndao 1 1 0 0 1 0 0 13 Kabupaten Sabu Raijua 1 0 0 0 1 0 0 14 Kabupaten Sikka 0 2 1 0 0 1 0 15 Kabupaten Sumba Barat 2 0 0 0 1 0 0 16 Kabupaten Sumba Barat Daya 0 0 0 0 1 0 0 17 Kabupaten Sumba Tengah 1 0 0 0 1 0 0 18 Kabupaten Sumba Timur 0 0 0 0 1 0 0 19 Kabupaten Timor Tengah Selatan 0 2 2 0 1 0 0 20 Kabupaten Timor Tengah Utara 1 0 1 0 1 0 0 21 Kota Kupang 1 1 1 0 1 1 22 Kabupaten Malaka 0 0 0 0 1 0 0 23 Provinsi NTT 0 2 0 0 0 0 0 18 16 11 0 19 3 1

Perkembangan Kendaraan Kedaraan Bermotor No. Status Jalan Tahun 2010 2011 2012 2013* 1 Mobil Penumpang 137,865 146,577 147,783 152,231 2 Bus 52,747 52,844 52,194 53,034 3 Truk 49,769 52,656 54,287 56,823 4 Sepeda Motor 668,516 756,147 809,494 887,665 Total 908,897 1,008,224 1,063,758 1,149,753 Sumber : Badan Pusat Statistik Kepolisian Republik Indonesia, 2014 * : Angka Sementara (dalam Unit) Peningkatan jumlah kendaraan bermotor dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2013 terjadi pada tiap moda kendaraan. Dengan rata-rata prosentase peningkatan sekitar 4,73% dimana jumlah terbesar pada moda sepeda motor dengan prosentase peningkatan sekitar 9,65%.

Sarana Angkutan Penumpang Umum Jenis Tahun Kendaraan 2009 2010 2011 2012 2013 2014* PO Bus PO Bus PO Bus PO Bus PO Bus PO Bus AKAP - - - - - - - - - - - - AKDP - - - - - 521-521 - 521-521 Pariwisata - - - - - - - - - - - - Total - - - - - 521-521 - 521-521 Sumber : Direktorat LLAJ - Ditjen Hubdat, 2014 * : Angka Sementara

Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan Tahun Jumlah Kecelakaan Kendaraan Yang Terlibat 2008 602 NA 2009 617 NA 2010 1.011 NA 2011 1.091 NA 2012 1.277 NA 2013 1.108 NA Sumber : Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah, 2014

Trayek Angkutan Perintis Jalan 2013 2014 (1) No. Trayek Yang Dilayani Jarak (Km) 1 Ende - Maurole 90 2 Ende - Riung 125 3 Ende Nggela/Potabaru 95 4 Terminal Nggorang Pacar 80 5 Terminal Nggorang Terang 48 6 Terminal Nggarong Werang 42 7 Kupang - Oesapa Kampus 16 8 Kupang Oemofa 75 9 Kupang Lelogama 178 10 Kupang Naikleu 176 11 Seba Liae 25 12 Kupang Kuanfatu 138 13 Kupang Kolbano 146 14 Kupang Buraen 80 15 Kupang - Baun - Batuna 30 16 Terminal Kupang Pasir Panjang Inaboi Bundaran PU Oebutu Jalur BTN Kolhua Ring Road Fotokoa Naloni Oepura Jl. Frans Seda Pasar Oebobo Pasir Panjang Terminal Kupang 40 Sumber : Direktorat LLAJ - Ditjen Hubdat, 2014

Trayek Angkutan Perintis Jalan 2013 2014 (2) No. Trayek Yang Dilayani Jarak (Km) 17 Waingapu Waikelo 185 18 Waingapu Mauramba 72 19 Waingapu Tanaraing 87 20 Waingapu Lenang 220 21 Waingapu - Tanarara Kenanggar 119 22 Waingapu Kodi 210 23 Waingapu - Lulun dilu 175 24 Kefamenanu Noelelo 110 25 Kefamenanu WiniPonu 104 26 Kefamenanu - Noelmuti Naob 36 27 Kefamenanu Moresu 50 28 Kefamenanu Inbate 54 29 Kefamenanu Oekolo 103 30 Kefamenanu - Slipi Bokis 54 31 Kafemanu Oepoli 170 Sumber : Direktorat LLAJ - Ditjen Hubdat, 2014

Sekilas Transportasi SDP Bidang Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan, untuk Lintas Penyeberangan Provinsi NTT terdapat sekitar 30 lintasan yang pengkelasannya untuk semua jenis fungsi penyeberangan. Untuk prasarana transportasi ASDP, Jumlah pelabuhan penyeberangan di Provinsi NTT terdapat 16 Pelabuhan yaitu Pelabuhan Bolok, Pelabuhan Teluk Gurita, Pelabuhan Aimere, Pelabuhan Nagakeo, Pelabuhan Labuhan Bajo, Pelabuhan Larantuka, Pelabuhan Marapokot, Pelabuhan kalabahi, Pelabuhan Waingapu, Pelabuhan Waikelo, Pelabuhan Rote, Pelabuhan Ende, Pelabuhan Loweleba, Pelabuhan Hansisi, Pelabuhan Waiwerang dan Pelabuhan Baranusa. Untuk sarana transportasi ASDP, Jumlah Kapal Penyeberangan yang beroperasi pada tahun 2014 sebanyak 7 kapal yang tersebar di 8 lintasan penyeberangan. Produksi Angkutan Penyeberangan di Provinsi NTT Tahun 2014 masih berupa data sementara sampai dengan bulan Juni 2014.

Peta Lintas Penyeberangan

Lintas Penyeberangan (1) No. Nama Lintas Penyeberangan Lokasi Pelabuhan Waktu Jarak Tempuh Pelabuhan SK Pelabuhan 1 (Mile) 2 Jam Kec. 1 Bolok Pantai Baru Kupang (P.Timor, NTT) Rote (P. Rote, NTT) - 40 - - - 2 Bolok Seba Kupang (P.Timor, NTT)Seba (P. Sabu, NTT) - - - - Larantuka (P. Flores, 3 Bolok Larantuka Kupang (P.Timor, NTT) NTT) 4 Bolok Kalabahi Kupang (P.Timor, NTT) 5 Bolok - Aimere 6 Bolok Waingapu 7 Loweleba - Waiwerang 8 Waingapu Aimere 9 Larantuka P. Solor Kalabahi (P. Alor, NTT) Thn Operasi - 120 - - - - 137 - - - NO. KM 82 Kupang) (P. Timor, Aimere (P. Flores, Tahun NTT NTT) 1998 150 - - - Kupang (P. Timor, NTT) Sumba Timur ( NTT) - 250 - - - Loweleba (Lembata, Waiwerang (Flores NO. KM 64 NTT) Timur, NTT) Tahun 1989 217 - - - Waingapu (Sumba Aimere (P. Flores, NO. KM 25 Timur, NTT) NTT) Tahun 1991 190 - - - Larantuka (P. Flores, P.Solor (Flores NTT) Timur, NTT) - - - - - Fungsi Komersil Dalam Propinsi Komersil Dalam Propinsi Komersil Dalam Propinsi Komersil Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Klarifikasi Lintas - - - - - - - - -

Lintas Penyeberangan (2) No. 10 Nama Lintas Penyeberangan Labuhan Bajo Sape 11 Waikelo Sape 12 Bolok - Nangakeo 13 Waingapu - Seba 14 Ende - Waingapu 15 Bolok- Lembata 16 17 Larantuka - Lembata Larantuka Kalabahi Lokasi Pelabuhan Pelabuhan 1 Pelabuhan 2 Labuhan Bajo (P.Flores, NTT) Waikelo (P.Sumba, NTT) Sape (P. Sumbawa, NTB) Sape (P. Sumbawa, NTB) SK KM 64 Thn 1989 KM 64 Thn 1989 SK. 4574/AP. Kupang (P.Timor, Nangakeo (P.Flores, 204/DRJD/201 NTT) NTT) 2 SK. 4574/AP. Waingapu (Sumba Seba (P.Sabu) 204/DRJD/201 Timur, NTT) 2 SK. 4574/AP. Nangakeo (P.Flores, Waingapu (Sumba 204/DRJD/201 NTT) Timur, NTT) 2 SK. 4574/AP. Bolok (P.Timor, Loweleba 204/DRJD/201 NTT) (Lembata, NTT) 2 Larantuka (P. Flores, NTT) Larantuka (P. Flores, NTT) Loweleba (Lembata, NTT) Kalabahi (P. Alor, NTT) Jarak (Mile) Waktu Tempuh Jam Kec. Thn Operasi 75 - - - 75 - - - 150 - - - 120 - - - 100 - - - 128 - - - - - - - - Fungsi Komersil Antar Propinsi Komersil Antar Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Klarifikasi Lintas - - - - - - - - - - - - -

Lintas Penyeberangan (3) No. 18 19 20 21 21 22 23 24 Nama Lintas Penyeberangan Larantuka - Waiwerang Kalabahi Teluk Gurita Baranusa - Kalabahi Baranusa - Lembata Jampea Labuhan Bajo Teluk Gurita Ilwaki Bira Labuhan Bajo Patumbukan Labuhan Bajo Lokasi Pelabuhan Pelabuhan 1 Pelabuhan 2 Larantuka (P. Flores, NTT) Kalabahi (P. Alor, NTT) Baranusa (P.Pantar, NTT) Baranusa (P.Pantar, NTT) Jampea (P.Jampea, Sulsel) Teluk Gurita (P.Timor, NTT) Bira (P.Sulawesi, Sulsel) Patumbukan (P.Selayar, Sulsel) SK Waiwerang (Flores KM 64 Tahun Timur, NTT) 1989 Teluk Gurita (P.Timor, NTT) Kalabahi (P. Alor, NTT) Loweleba (Lembata, NTT) Labuhan Bajo (P.Flores, NTT) Ilwaki (Maluku) Labuhan Bajo (P.Flores, NTT Labuhan Bajo (P.Flores, NTT) SK. 4574/AP. 204/DRJD/201 2 SK. 4574/AP. 204/DRJD/201 2 SK. 4574/AP. 204/DRJD/201 2 SK. 4574/AP. 204/DRJD/201 2 SK. 4574/AP. 204/DRJD/201 2 Jarak (Mile) Waktu Tempuh Jam Kec. Thn Operasi 12 - - - 64 - - - 36 - - - 61 - - - 110 - - - 126 - - - - - - - - - - - - - Fungsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Antar Propinsi Perintis Antar Propinsi Perintis Antar Propinsi Perintis Antar Propinsi Klarifikasi Lintas - - - - - - -

Lintas Penyeberangan (3) No. 25 Nama Lintas Penyeberangan Kalabahi Balauring 26 Kalabahi Lembata 27 28 29 30 Lembata - Balauring Lembata Waiwerang Teluk Gurita - Kalabahi Teluk Gurita P. Kisar Lokasi Pelabuhan Pelabuhan 1 Pelabuhan 2 Kalabahi (P. Alor, NTT) Kalabahi (P. Alor, NTT) Loweleba (Lembata, NTT) Loweleba (Lembata, NTT) Teluk Gurita (P.Timor, NTT) Teluk Gurita (P.Timor, NTT) Balairung (Lembata, NTT) Loweleba (Lembata, NTT) Balairung (Lembata, NTT) Waiwerang (Flores Timur, NTT) Kalabahi (P. Alor, NTT) Sumber : Direktorat LLASDP - BLLAJSDP - Ditjen Hubdat, 2014 SK Jarak (Mile) Waktu Tempuh Jam Kec. Thn Operasi - 62 - - - - - - - - - 33 - - - - 18 - - - - 64 - - - P. Kisar (Maluku) - 115 - - - Fungsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinsi Perintis Dalam Propinisi Perintis Antar Propinsi Klarifikasi Lintas

No Pelabuhan Penyeberangan (1) Nama Pelabuhan Kab./ Kota Lokasi Ibu Kota Pulau Penyele nggara Tahun Pemb uatan Mooring (GRT) Fas. Bongkar Muat Konst. Dermaga 1 Bolok Kab. Kupang Kupang Timor PT. ASDP 1989 500 MB Beton Lintas yg Dilayani 1. Kupang Seba 2. Kupang Rote 3. Kupang Larantuka 4. Kupang Kalabahi 5. Kupang Aimere 6. Kupang Ende 7. Kupang - Lewoleba Ket. Operasi

No Pelabuhan Penyeberangan (2) Nama Pelabuhan Kab./ Kota Lokasi Ibu Kota Pulau Penyele nggara Tahun Pemb uatan Mooring (GRT) Fas. Bongkar Muat 2 Teluk Gurita Kab. Belu Atambua Timor Dishub 1997 - - - 3 Aimere Kab. Flores Timur Konst. Dermaga Lintas yg Dilayani 1. Teluk Gurita Ilwaki 2. Kalabahi Teluk Gurita Ket. Operasi Larantuka Flores PT. ASDP 2001 600 Kupang Aimere Operasi 4 Nangakeo Nangakeo Ende Flores Dishub 2004 500 MB - - Operasi Sape -Labuhan Kab. Bajo 5 Labuan Bajo Manggarai Labuan Bajo Flores PT. ASDP 1985 500 - - Operasi Jampea Barat Labuhan Bajo Larantuka - 6 Larantuka Flores Timur Larantuka Flores PT. ASDP 1989 500 MB - Operasi Weiwerang 7 Marapokot Kab. Ngada Bajawa Flores Dishub 2004 1000 MB - - 8 Kalabahi Kab. Alor Kalabahi Alor UPT HUBDAT 1993 500 MB - Kupang Kalabahi Baranusa - Kalabahi Blm Operasi -

No Pelabuhan Penyeberangan (3) Nama Pelabuhan 9 Waingapu 10 Waikelo 11 Rote Kab./ Kota Lokasi Ibu Kota Pulau Penyele nggara Tahun Pemb uatan Mooring (GRT) Fas. Bongkar Muat Konst. Lintas yg Dermaga Kab. Sumba Waingapu Sumba Dishub 1997 - - Timur - Dilayani Ket. 1. Waingapu - Aimere 2. Ende Operasi Waingapu 3. Waingapu - Sabu Kab. Sumba Barat Daya Waitabula Waitabula Dishub 2003 500 MB - Sape - Waikelo Operasi Kab. Rote Ndao Baa Rote PT. ASDP 1990 500 - - Kupang Rote Operasi 12 Ende Kab. Ende Ende Flores Dishub 2004 500 MB - Operasi 13 Lewoloba Nabatukan Nabatukan Flores - - - - - - - 14 Hansisi Kupang Kupang NTT - - - - - - - 15 Waiwerang Flores Timur Larantuka - - - - - - - - 16 Baranusa Alor Kalabahi - - - - - - - - Sumber : Direktorat LLASDP - Ditjen Hubdat, 2014

Sarana Angkutan Penyeberangan (1) No Nama Lintas Penyeberangan 1 Kupang Rote 2 Kupang - Seba 3 Kupang - Larantuka 4 Kupang Kalabahi 5 Kupang - Aimere Sumber : Direktorat LLASDP - Ditjen Hubdat, 2014 Armada KMP Jenis Tahun GRT NRT Kec LOA LBP B D T Pemilik Kapasita s Materi Ile Ape RoRo 1995 634 191 11 45,35 41,35 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 12 Baja PN P R4 al Lambu ng Ile Mandiri RoRo 1992 500 151 11 45,35 38,25 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Uma Kalada RoRo 1999 500 10,5 45,5 40,6 12-2,4 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Balibo - - - - - - - - - ASDP PT (Persero) - - - Cucut RoRo 1992 530 160 11 45,35 38,5 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 22 Baja Rokatenda RoRo 1992 526 193 11 45,3 40,72 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Ile Ape RoRo 1995 634 191 11 45,35 41,35 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 12 Baja Uma Kalada RoRo 1999 500-10,5 45,5 40,6 12-2,4 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Balibo - - - - - - - - - - ASDP PT (Persero) - - - Cucut RoRo 1992 530 160 11 45,35 38,5 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 22 Baja Rokatenda RoRo 1992 526 193 11 45,3 40,72 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Ile Ape RoRo 1995 634 191 11 45,35 41,35 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 12 Baja Uma Kalada RoRo 1999 500-10,5 45,5 40,6 12-2,4 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Balibo - - - - - - - - - - ASDP PT (Persero) - - - Cucut RoRo 1992 530 160 11 45,35 38,5 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 22 Baja Ile Ape RoRo 1995 634 191 11 45,35 41,35 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 12 Baja Uma Kalada RoRo 1999 500 10,5 45,5 40,6 12 2,4 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Rokatenda RoRo 1992 526 193 11 45,3 40,72 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Balibo - - - - - - - - - - ASDP PT (Persero) - - - Cucut RoRo 1992 530 160 11 45,35 38,5 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 22 Baja Rokatenda RoRo 1992 526 193 11 45,3 40,72 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Ile Ape RoRo 1995 634 191 11 45,35 41,35 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 12 Baja Uma Kalada RoRo 1999 500 10,5 45,5 40,6 12 2,4 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Balibo - - - - - - - - - - ASDP PT (Persero) - - - Cucut RoRo 1992 530 160 11 45,35 38,5 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 22 Baja

Sarana Angkutan Penyeberangan (2) No Nama Lintas Penyeberangan Armada KMP Jenis Tahun GRT NRT Kec LOA LBP B D T Pemilik Kapasita s Materi 6 Kupang Waingapu Ileape RoRo 1995 634 191 11 45,35 41,35 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 12 Baja 7 Loweleba Waiwerang Namparnos - - - - - - - - - - - - - - 8 Waingapu - Aimere Rokatenda RoRo 1992 526 193 11 45,3 40,72 12 3 2 ASDP PT (Persero) 400 21 Baja Sumber : Direktorat LLASDP - Ditjen Hubdat, 2014 PN P R4 al Lambu ng

Produksi Angkutan Penyeberangan (1) Lintas : Kupang - Larantuka No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 52.019 19.292 37.116 79.599 60.636 34.061 2 R4 1.753 917 2.682 2.494 2.168 351 3 R2 4.028 1.955 1.098 6.650 5.290 3.120 4 Barang 0 0 0 0 0 1.046 Lintas : Kupang - Rote No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 89.014 42.038 116.875 212.145 191.745 105.283 2 R4 7.165 3.355 19.612 9.605 7.980 891 3 R2 28.868 15.261 4.153 49.386 39.026 20.692 4 Barang 0 0 0 0 0 3.085

Produksi Angkutan Penyeberangan (2) Lintas : Kupang - Sabu No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 37.265 33.283 23.165 44.946 31.920 15.215 2 R4 226 367 2.394 684 484 80 3 R2 4.770 4.631 205 5.265 3.491 2.103 4 Barang 0 0 0 0 0 273 Lintas : Kupang - Aimere No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 24.823 19.211 15.051 30.735 27.467 12.328 2 R4 429 425 1.288 584 590 156 3 R2 1.679 1.986 207 3.125 2.802 547 4 Barang 0 0 0 0 0 556

Produksi Angkutan Penyeberangan (3) Lintas : Kupang - Kalabahi No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 55.475 59.291 39.009 76.914 55.552 26.929 2 R4 555 465 2.532 1.169 1.014 127 3 R2 4.128 4.684 390 5.539 4.494 1.897 4 Barang 0 0 0 0 0 417 Lintas : Kupang - Waingapu No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 12.881 8.509 5.972 12.418 7.660 4.100 2 R4 297 279 554 528 481 87 3 R2 771 793 148 1.110 739 406 4 Barang 0 0 0 0 0 202

Produksi Angkutan Penyeberangan (4) Lintas : Kupang - Ende No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 0 6.691 13.156 6.691 3.795 255 2 R4 0 58 1.524 728 0-3 R2 0 728 77 58 397 32 4 Barang 0 0 31 0 0 5 Lintas : Sape Labuhan Bajo No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 43.132 49.824 100.939 97.034 106.384 40.532 2 R4 9.309 8.987 5.404 12.942 15.540 1.062 3 R2 3.345 3.913 11.608 5.630 6.358 2.579 4 Barang 5.496 5.608 0 0 0 5.712

Produksi Angkutan Penyeberangan (5) Lintas : Aimere - Waingapu No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 226 2.981 4.818 2.981 3.988 309 2 R4 189 127 445 294 355 17 3 R2 39 294 259 127 270 58 4 Barang 124 0 42 0 0 44 Lintas : Waingapu - Sabu No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 1.711 2.173 3.480 2.056 2.320 576 2 R4 3 36 214 120 52 107 3 R2 63 128 77 36 161 39 4 Barang 0 0 31 0 0 95

Produksi Angkutan Penyeberangan (7) (6) Lintas : Kupang - Lewoleba No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 4.046 514 0 514 386 72 2 R4 52 106 2.924 44 33-3 R2 268 1.395 0 7 5-4 Barang 0 620 0 0 0 - Lintas : Larantuka - Lewoleba No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 21.638 170 0 170 542 132 2 R4 376 141 0 141 162 9 3 R2 1.421 21 0 21 16 14 4 Barang 0 0 0 0 0 0

Produksi Angkutan Penyeberangan (8) (7) Lintas : Larantuka - Waiwerang No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 16.657 54 108 52 42 127 2 R4 169 0 0 0 0 9 3 R2 1.071 3.639 0 0 0 14 4 Barang 0 0 0 0 0 0 Lintas : Waiwerang - Lewoleba No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 335 106 231 102 164 5 2 R4 190 0 0 0 0 0 3 R2 126 3.639 0 0 0 0 4 Barang 0 0 0 0 0 0

Produksi Angkutan Penyeberangan (9) (8) Lintas : Kalabahi Teluk Gurita No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 299 2.845 3.281 2.808 501-2 R4 2 52 338 273 5-3 R2 0 279 45 52 50-4 Barang 0 0 0 0 0 - Lintas : Baranusa - Kalabahi No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 2.513 1.412 1.670 1.412 1.517 518 2 R4 3 53 218 159 83 72 3 R2 154 159 68 53 136 16 4 Barang 0 0 0 0 0 67

Produksi Angkutan Penyeberangan (10) (9) Lintas : Baranusa - Lewoleba No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013* 2014* 1 Penumpang 0 756 940 0 0 243 2 R4 0 11 64 0 0 21 3 R2 0 47 3 0 0 76 4 Barang 0 0 0 0 0 1 Lintas : Ende - Waingapu No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 6.306 47 5.978 47 3.478 148 2 R4 207 3 485 3 32-3 R2 499 3 59 3 234 17 4 Barang 0 0 12 0 0 -

Produksi Angkutan Penyeberangan (11) (10) Lintas : Jampea Labuhan Bajo No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 0 889 877 889 488-2 R4 0 54 38 54 3-3 R2 0 0 0 0 20-4 Barang 0 0 4 0 0 - Lintas : Patumbukan Labuhan Bajo No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 0 291 582 291 267 53 2 R4 0 5 10 29 6-3 R2 0 29 58 5 11 11 4 Barang 0 0 0 0 0 3

Produksi Angkutan Penyeberangan (12) (11) Lintas : Bira Labuhan Bajo No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 0 4.155 8.310 4.155 3.263 1.131 2 R4 0 147 294 647 186 20 3 R2 0 647 1.294 147 525 682 4 Barang 0 0 0 0 0 3 Lintas : Waikelo - Sape No Jenis Angkut 2009 2010 2011 2012 2013 2014* 1 Penumpang 21.017-31.042 35.905 28.854 13.016 2 R4 2.834-2.413 2.935 4.285 256 3 R2 1.869-3.447 4.711 2.028 912 4 Barang 2.804-0 0 0 1.896 Sumber : Direktorat LLASDP - Ditjen Hubdat, 2014. Keterangan : * : Angka Perkiraan Sementara posisi sd. Juni 2014 Penumpang (Orang) ; R4 & R2 (Unit) ; Barang (Ton)

Matriks Asal Tujuan Penumpang & Barang OD MATRIKS Penumpang 2006 2011 % Pertumbuhan* Asal 6.346.363 21.885.203 245% Tujuan 9.760.218 37.783.380 287% Barang 2006 2011 % Pertumbuhan* Asal 22.017.995 33.072.525 50% Tujuan 53.760.164 80.564.809 50% Moda Transportasi Moda Share Pnp** Pnp Moda Barang Share Asal Tujuan Barang Asal Tujuan Angk. Jalan 95% 6.029.045 9.272.207 91,25% 20.091.420 49.056.150 Angk. Penyeberangan 0,99% 62.829 96.626 0,99% 217.978 532.226 Angk. Sungai 0,01% 635 976 0,01% 2.202 5.376 Sumber : Badan Litbang Perhubungan, 2012 * : Laju Pertumbuhan Perpindahan Penumpang dan Barang Pertahunnya dari Tahun 2006 sd. 2011. ** : Angka Prediksi

Alokasi dan Realisasi APBN NO 1 2 3 PROGRAM/KEGIATAN Program LLAJ TAHUN 2010 2011 2012 2013 2014* - Alokasi Anggaran (Rp) 11.202.600.000 16.592.680.000 18.792.190.000 21.461.420.000 17.312.856.000 - Realisasi Keuangan (Rp) 10.264.288.632 5.170.407.500 18.740.070.000 7.386.390.000 4.457.810.300 - % Keuangan 91,62 31,16 99,72 34,42 27,29% Program LLASDP - Alokasi Anggaran (Rp) 8.513.721.000 16.397.337.930 103.587.837.000 154.403.782.000 129.266.625.000 - Realisasi Keuangan (Rp) 8.217.780.407 5.169.218.500 95.306.120.000 57.234.820.000 45.670.124.472 - % Keuangan 96,52 31,52 92,01 37,07 42,41 Total - Alokasi Anggaran (Rp) 19.716.321.000 32.990.017.930 122.380.027.000 175.865.202.000 146.579.481.000 - Realisasi Keuangan (Rp) 18.482.069.039 10.339.626.000 114.046.190.000 64.621.210.000 50.127.934.772 - % Keuangan 93,74 31,34 93,19 36,74 34,20 *: Angka Sementara Posisi Oktober 2014 Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLAJ TA. 2010 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLAJ TAHUN ANGGARAN 2010 LOKASI : PROVINSI NTT SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 10,543,484,000,- JENIS BELANJA : Belanja Mengikat : Belanja Pegawai sebesar Rp. Belanja Barang Sebesar Rp. Belanja Tidak Mengikat : Belanja Barang sebesar Rp. 4,944,940,000,- Belanja Modal Sebesar Rp. 5,598,544,000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Pembangunan Fasilitas Kes. LLAJ meliputi; Pengadaan dan Pemasangan Marka Jalan sebanyak 36.000 M sebesar Rp. 1,260,000,000,- Pengadaan dan Pemasangan Guard Rail sebanyak 1.000 M sebesar Rp. 1,100,000,000,- Pengadaan dan Pemasangan Rambu Kelas Jalan sebanyak 224 BH sebesar Rp. 176,064,000, Pengadaan dan Pemasangan RPPJ sebanyak 30 BH sebesar Rp. 279,810,000,- Pengadaan dan Pemasangan APILL Tenaga Surya sebanyak 2 UNIT sebesar Rp. 708,830,000,- Pengadaan dan Pemasangan Delineator sebanyak 1500 BH sebesar Rp. 709,500,000,- Pengadaan dan Pemasangan Paku Marka Jalan sebanyak 700 BH sebesar Rp. 217,700,000,- Manajemen & Rekayasa Lalu Lintas sebanyak 1 PKT sebesar Rp. 271,640,000,- Pengadaan dan Pemasangan Alat PKB (3 alat utama + 2 alat pendukung) sebanyak 1 PKT sebesar Rp. 850,000,000,- Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebanyak 1 UNIT sebesar Rp. 25,000,000,- PHLN : PNBP/BLU : Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLASDP TA. 2010 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLASDP TAHUN ANGGARAN 2010 LOKASI : PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 29.756.078.000,- JENIS BELANJA : Belanja Mengikat : Belanja Pegawai sebesar Rp. 0,- Belanja Barang Sebesar Rp. 0,- Belanja Tidak Mengikat : Belanja Barang sebesar Rp. 514.020.000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Program Penyelenggaraan Pimpinan Kenegaraan dan Kepemerintahan sebesar Rp. 514.020.000,- Belanja Modal Sebesar Rp. 28.756.078.000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Pembangunan Dermaga Penyeberangan, meliputi: Pemb. Derm. Penyeb. Marapokot-Mbay Tahap VIII Selesai dengan volume 1 paket sebesar Rp. 2.000.000.000,- Pemb. Derm. Lewoleba Tahap III Selesai dengan volume 1 paket sebesar Rp. 15.756.078.000,- Pemb. Derm. Penyeb. Sabu Tahap II dengan volume 1 paket sebesar Rp. 4.000.000.000,- Program Restrukturisasi & Kelembagaan ASDP, meliputi: Pemb. Dermaga Penyeb Hansisi P. Semau Kab.Kupang dengan volume 1 paket sebesar Rp. 4.000.000.000,- Pemb. Dermaga Penyeb Hansisi (P. Adonara) Tahap I dengan volume 1 paket sebesar Rp. 3.000.000.000,- PHLN : 0 PNBP/BLU : 0 Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLAJ TA. 2011 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLAJ TAHUN ANGGARAN 2011 LOKASI : PROVINSI NTT SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 16,592,680,000,- JENIS BELANJA : Belanja Mengikat : Belanja Pegawai sebesar Rp. 0 Belanja Barang Sebesar Rp. 0 Belanja Tidak Mengikat : Belanja Barang sebesar Rp. 5,457,980,000,- Belanja Modal Sebesar Rp 11,134,700,000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Pengadaan dan Pemasangan Marka Jalan dengan volume satuan sepanjang 20,000 M sebesar Rp.700,000,000,- Pengadaan dan Pemasangan Rambu lalu Lintas (75x75) 1,000 BH Rp. 984,000,000,- Pengadaan dan Pemasangan Guardrail 2,042 M Rp. 2,246,200,000,- Pengadaan dan Pemasangan RPPJ Tiang F 60 BH Rp. 516,000,000,- Pengadaan dan Pemasangan Traffic Light Tenaga Surya 2 unit Rp. 600,000,000,- Pengadaan dan Pemasangan Delineator 500 unit Rp. 236,500,000,- Pengadaan dan Pemasangan LPJU Tenaga Surya 40 unit 1,400,000,000,- Pengadaan dan Pemasangan Paku Marka 800 BH Rp. 252,000,000,- Pembangunan Terminal ALBN (Kefa,Kab.TTU) Tahap I (termasuk supervisi) 1 paket Rp. 4,000,000,000,- Rehabilitasi Fasilitas Keselamatan LLAJ 1 paket Rp. 150,000,000,- Pengadan Kendaraan Operasional Rp. 50,000,000,- PHLN : PNBP/BLU : Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLASDP TA. 2011 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLASDP TAHUN ANGGARAN 2011 LOKASI : PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 51.842.275.000,- JENIS BELANJA : Belanja Mengikat : Belanja Pegawai sebesar Rp. 0 Belanja Barang Sebesar Rp. 0 Belanja Tidak Mengikat : Belanja Barang sebesar Rp. 572.473.000,- Belanja Modal Sebesar Rp. 51.269.802.000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Pembangunan Dermaga Penyeberangan sebanyak 4 PKT sebesar Rp. 37.369.802.000,- Pengadaan Kapal Penyeberangan sebanyak 1 UNIT sebesar Rp. 12.500.000.000,- Pembangunan SBNP sebanyak 2 UNIT sebesar Rp. 700.000.000,- Program Restrukturisasi & Kelembagaan ASDP sebanyak 1 PKT sebesar Rp. 700.000.000,- PHLN : PNBP/BLU : Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLAJ TA. 2012 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLAJ TAHUN ANGGARAN 2012 LOKASI : PROVINSI NTT SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 18,792,190,000- JENIS BELANJA : Belanja Mengikat : Belanja Pegawai sebesar Rp. 0 Belanja Barang Sebesar Rp. 0 Belanja Tidak Mengikat : Belanja Barang sebesar Rp. 5,062,190,000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Sosialisasi dan Promosi Bidang LLAJ Rp. 160,800,000,- Subsidi Operasional Angkutan Jalan Rp. 4,513,600,000,- Pengembangan Sistem Informasi Dan Komunikasi Bidang LLAJ Rp. 50,000,000,- Layanan Perkantoran Bidang LLAJ Rp. 337,790,000,- Belanja Modal Sebesar Rp. 13,730,000,000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Pengadaan dan Pemasangan Perlengkapan Jalan Rp. 3,500,000,000,- Rehabilitasi Fasilitas Keselamatan Jalan Rp. 200,000,000,- Pembangunan Terminal (Pembangunan Terminal ALBN Kefa Thp II (termasuk supervisi)) Rp. 10,000,000,000,- Layanan Perkantoran Bidang LLAJ Rp. 30,000,000,- PHLN : 0 PNBP/BLU : 0 Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLASDP TA. 2012 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLASDP TAHUN ANGGARAN 2012 LOKASI : PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 71.381.163.000,- JENIS BELANJA : Belanja Mengikat : Belanja Pegawai sebesar Rp. 0 Belanja Barang Sebesar Rp. 0 Belanja Tidak Mengikat : Belanja Barang sebesar Rp. 71.381.163.000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Layanan Perkantoran Bidang LLASDP sebesar Rp. 922.798.000,- Pembangunan Dermaga Penyeberangan dengan volume 5 paket sebesar Rp. 34.000.000.000,- Pengadaan Kapal Penyeberangan dengan volume 2 unit sebesar Rp. 27.500.000.000,- Pembangunan SBNP dengan volume 3 unit sebesar Rp. 1.200.000.000,- Program Rehabilitasi Dermaga SDP Subsidi Operasi Lintas Penyeberangan Perintis dengan volume 1 TH sebesar Rp. 7.758.365.000,- Belanja Modal Sebesar Rp. 0,- PHLN : PNBP/BLU : Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLAJ TA. 2013 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLAJ TAHUN ANGGARAN 2013 LOKASI : PROVINSI NTT SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 21.461.420.000,- JENIS BELANJA : Belanja Mengikat : Belanja Pegawai sebesar Rp. 0 Belanja Barang Sebesar Rp. 0 Belanja Tidak Mengikat : Belanja Barang sebesar Rp. 14.395.420.000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Rehabilitasi Fasilitas Keselamatan Jalan Rp. 200.000.000,- Pembagunan Terminal Rp. 9.000.000.000,- Sosialisasi dan Promosi Bidang LLAJ Rp. 160.800.000,- Subsidi Operasional Angkutan Jalan Rp. 4.637.000.000,- Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi Bidang LLAJ Rp. 50.000.000,- Layanan Perkantoran Bidang LLAJ Rp. 347.620.000,- Belanja Modal Sebesar Rp. 7.066.000.000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Pengadaan dan Pemasangan Perlengkapan Jalan Rp. 7.051.000.000,- Layanan Perkantoran Bidang LLAJ (Belanja Modal Peralatan dan Mesin) Rp. 200,000,000,- PHLN : 0 PNBP/BLU : 0 Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLASDP TA. 2013 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLASDP TAHUN ANGGARAN 2013 LOKASI : PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 154.403.782.000,- JENIS BELANJA : Belanja Mengikat : Belanja Pegawai sebesar Rp. 0 Belanja Barang Sebesar Rp. 0 Belanja Tidak Mengikat : Belanja Barang sebesar Rp. 11.502.798.000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Layanan Perkantoran Bidang LLASDP sebesar Rp. 922.798.000,- Subsidi Kapal Angkutan Penyeberangan Perintis pada lintas dengan volume 1 TH sebesar Rp. 10.580.000.000,- Belanja Modal Sebesar Rp. 142.900.984.000,- Dengan Rincian Kegiatan Meliputi : Pembangunan Dermaga Penyeberangan dengan Volume 7 PKT sebesar Rp. 92.116.887.000,- Pengadaan Kapal Penyeberangan dengan volume 2 Unit sebesar Rp. 35.000.000.000,- Pembangunan SBNP (Pemb. Lampu Pelabuhan Adonara 12.50 meter darat ) dengan volume 1 Unit sebesar Rp. 500.678.000,- Program Rehabilitasi Dermaga SDP dengan volume 2 Pkt Sebesar Rp. 15.283.419.000,- PHLN : PNBP/BLU : Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLAJ TA. 2013 2014 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLAJ TAHUN ANGGARAN 2014 LOKASI : PROVINSI NTT SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 17.312.856.000,- URAIAN : Layanan Perkantoran Bidang LLAJ sebesar Rp. 347.620.000,- Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Jalan dengan Volume 7 Paket sebesar Rp. 7.635.975.000,- Pembangunan Terminal ALBN KefaS (Kab. TTU) Tahap IV (Termasuk Supervisi) dengan Volume 1 Paket sebesar Rp. 4.401.279.000,- Subsidi Operasional Angkutan Jalan dengan Volume 1 Paket sebesar Rp. 4.477.982.000,- Sosialisasi dan Promosi Bidang LLAJ dengan Volume 1 Pakrt sebesar Rp. 450.000.000,- Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

Program Pembangunan LLASDP TA. 2013 2014 KEGIATAN PENGEMBANGAN LLASDP TAHUN ANGGARAN 2014 LOKASI : PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR SUMBER DANA : APBN/APBN-P NILAI : Rp. 129.266.625.000,- URAIAN : Layanan Perkantoran Bidang LLASDP sebesar Rp. 922.789.000,- Subsidi Kapal Angkutan Penyeberangan Perintis sebesar Rp. 23.465.674.000,- Pembangunan Dermaga Penyeberangan Seba Tahap VI (Termasuk Supervisi) dengan Volume 1 Paket sebesar Rp. 22.613.650.000,- Pembangunan Dermaga Penyeberangan Ndao Tahap III (Termasuk Supervisi) dengan Volume 1 Paket sebesar Rp. 28.900.000.000.- Pembangunan Dermaga Penyeberangan Pulau Pamana Tahap II (Termasuk Supervisi) dengan Volume 1 Paket Sebesar Rp. 12.500.000.000,- Pembangunan Dermaga Penyeberangan Kewapante Tahap II (Termasuk Supervisi) dengan Volume 1 Paket sebesar Rp. 11.062.450.000,- Pembangunan Kapal Penyeberangan Luntas Kupang Hansisi 750 GT Tahap II (Termasuk Supervisi) MYC dengan Volume 1 Unit sebesar Rp. 29.802.053.000,- Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014

DAK Alokasi bidang DAK Bidang Keselamatan Transportasi Darat NO. PENERIMA TAHUN (Dalam Juta Rupiah) 2012 2013 2014 2015 1 Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.092,670 1.071,890 1.313,44 2 Kab. Alor 254,140 371,970 432,830 472,59 3 Kab. Belu 238,810 367,840 404,120 455,61 4 Kab. Ende 251,990 371,200 402,870 438,16 5 Kab. Flores Timur 251,100 364,821 429,840 645,16 6 Kab. Kupang 216,460 343,080 388,920 452,81 7 Kab. Lembata 265,240 378,680 438,060 563,01 8 Kab. Manggarai 244,700 392,340 456,550 455,66 9 Kab. Ngada 250,470 366,060 414,460 442,83 10 Kab. Sikka 263,210 381,140 426,510 442,89 11 Kab. Sumba Barat 213,640 342,280 396,590 611,37 12 Kab. Sumba Timur 208,240 343,640 352,340 445,32 13 Kab. Timor Tengah Selatan 231,820 361,020 401,240 435,85 14 Kab. Timor Tengah Utara 238,450 361,530 407,280 449,07 15 Kota Kupang 847,750 982,150 1.136,630 628,77 16 Kab. Rote Ndao 233,720 384,970 420,130 462,02 17 Kab. Manggarai Barat 229,900 354,110 423,430 457,75 18 Kab. Nagekeo 233,010 366,450 424,820 446,81 19 Kab. Sumba Barat Daya 254,040 382,360 433,100 623,90

DAK Alokasi bidang DAK Bidang Keselamatan Transportasi Darat NO. PENERIMA TAHUN 2012 2013 2014 2015 20 Kab. Sumba Tengah 199,400 341,950 398,620 446,04 21 Kab. Manggarai Timur 228,370 359,080 401,350 438,39 22 Kab. Sabu Raijua 295,700 375,680 447,620 497,26 23 Kab. Malaka - - - 443,60 Sumber : Setditjen Perhubungan Darat, 2014 (Dalam Juta Rupiah) TOTAL 5.650,160 9.385,021 10.509,20 12.068,31