SISTEM PENGENALAN DAN PENGAMBILAN OBJEK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI

SISTEM PENJEJAK POSISI OBYEK BERBASIS UMPAN BALIK CITRA

PENGENDALIAN SUDUT PADA PERGERAKAN TELESKOP REFRAKTOR MENGGUNAKAN PERSONAL COMPUTER

MODEL PEMBELAJARAN JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK OTOMATISASI PENGEMUDIAN KENDARAAN BERODA TIGA

Program Aplikasi Komputer Pengenalan Angka Dengan Pose Jari Tangan Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Anak Usia Dini

SISTEM PENGENALAN KARAKTER DENGAN JARINGAN SYARAF TIRUAN ALGORITMA PERCEPTRON

PENGENDALIAN POSISI MOBILE ROBOT MENGGUNAKAN METODE NEURAL NETWORK DENGAN UMPAN BALIK KAMERA PEMOSISIAN GLOBAL

PEMANFAATAN NEURAL NETWORK PERCEPTRON PADA PENGENALAN POLA KARAKTER

Pengendalian Posisi Mobile Robot Menggunakan Metode Neural Network Dengan Umpan Balik Kamera Pemosisian Global

BAB III METODE PENELITIAN. menjawab segala permasalahan yang ada dalam penelitian ini.

IDENTIFIKASI KEMATANGAN BUAH TOMAT MENGGUNAKAN METODA BACKPROPAGATION

APLIKASI PENGENALAN DAUN UBI JALAR UNTUK JENIS UBI JALAR UNGU, MERAH, PUTIH DAN KUNING MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS

PERANCANGAN SISTEM PENGENALAN DAN PENYORTIRAN KARTU POS BERDASARKAN KODE POS DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK

IDENTIFIKASI CITRA BILANGAN DESIMAL 0-9 BERBASIS LEARNING VECTOR QUANTIZATION SECARA REAL TIME

IMPLEMENTASI SEGMENTASI CITRA DAN ALGORITMA LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) DALAM PENGENALAN BENTUK BOTOL

BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER

Oleh: Angger Gusti Zamzany( ) Dosen Pembimbing: Dr. Dwi Ratna Sulistyaningrum, S.Si, M.T.

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI UNTUK MENDESAIN KARTU UCAPAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM. Pada dewasa sekarang ini sangat banyak terdapat sistem dimana sistem tersebut

PEMANFAATAAN BIOMETRIKA WAJAH PADA SISTEM PRESENSI MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK

Algoritma Kohonen dalam Mengubah Citra Graylevel Menjadi Citra Biner

SAMPLING DAN KUANTISASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Perancangan Kontroler Fuzzy untuk Tracking Control Robot Soccer

SYSTEM IDENTIFIKASI GANGGUAN STROKE ISKEMIK MENGGUNAKAN METODE OTSU DAN FUZZY C-MEAN (FCM)

COMPUTER VISION UNTUK PENGHITUNGAN JARAK OBYEK TERHADAP KAMERA

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENDETEKSIAN OBJEK MENGGUNAKAN METODE YCBCR PADA ROBOWAITER DRU99RWE4-V13

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat

IDENTIFIKASI AWAL PLAT NOMOR MOBIL MENGGUNAKAN PROGRAM KONVENSIONAL SEBAGAI LANGKAH AWAL PENGGUNAAN JARINGAN SARAF TIRUAN

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

RANCANG BANGUN TOOL UNTUK JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST) MODEL PERCEPTRON

Perancangan Robot Pemadam Api Divisi Senior Berkaki

Sistem Pembaca Teks Bahasa Indonesia Otomatis Menggunakan Kamera Web Dengan Metode Integral Proyeksi

KAMERA PENDETEKSI GERAK MENGGUNAKAN MATLAB 7.1. Nugroho hary Mindiar,

Operasi Titik Kartika Firdausy

BAB II LANDASAN TEORI

IMPLEMENTASI METODE RETINEX UNTUK PENCERAHAN CITRA

SISTEM PENGENDALI ROBOT LENGAN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN VISUAL BASIC

PENGENALAN AKSARA JAWAMENGGUNAKAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ)

Pengenalan Tanda Tangan melalui Pengolahan Citra Digital dan Jaringan Saraf Tiruan Radial Basis Function

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI PID SEBAGAI PENGONTROL KECEPATAN ROBOT MOBIL PADA LINTASAN DATAR, TANJAKAN, DAN TURUNAN TUGAS AKHIR

PENGENALAN HURUF DAN ANGKA PADA CITRA BITMAP DENGAN JARINGAN SARAF TIRUAN METODE PROPAGASI BALIK

Bab II Teori Dasar 2.1 Representasi Citra

APLIKASI JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK MENGENALI TULISAN TANGAN HURUF A, B, C, DAN D PADA JAWABAN SOAL PILIHAN GANDA

BAB 2 ROBOTIKA. Perancangan aplikasi..., Dian Hardiyanto, FT UI, 2008.

oleh: M BAHARUDIN GHANIY NRP

BAB 2 LANDASAN TEORI

JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK PENGENALAN WAJAH METODE EKSTRAKSI FITUR Sigit Kusmaryanto Teknok Elektro FTUB,

ALGORITMA BACK PROPAGATION NEURAL NETWORK UNTUK PENGENALAN POLA KARAKTER HURUF JAWA

PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN DALAM SEBUAH CITRA MENGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN ABSTRAK

PENDUGAAN PRODUKTIVITAS PADI DENGAN PENGOLAHAN CITRA YANG DIAMBIL DARI PESAWAT TERBANG MINI

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

FAKULTAS TEKNIK (FT) PROGRAM TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016

IMPLEMENTASI METODE SPEED UP FEATURES DALAM MENDETEKSI WAJAH

SISTEM PENGENALAN BUAH MENGGUNAKAN METODE DISCRETE COSINE TRANSFORM dan EUCLIDEAN DISTANCE

Pengantar PENGOLAHAN CITRA. Achmad Basuki PENS-ITS Surabaya 2007

SIMULASI PENGENALAN TULISAN MENGGUNAKAN LVQ (LEARNING VECTOR QUANTIZATION )

PENGATURAN KECERAHAN DAN KONTRAS CITRA SECARA AUTOMATIS DENGAN TEKNIK PEMODELAN HISTOGRAM

Media Informatika Vol. 15 No. 2 (2016) SIMULASI ROBOT LINE FOLLOWER DENGAN PROTEUS. Sudimanto

BAB III PERANCANGAN KECERDASAN-BUATAN ROBOT PENCARI JALUR

BAB 2 LANDASAN TEORI

IMPLEMENTASI JARINGAN SARAF TIRUAN HAMMING DALAM KASUS PENGENALAN POLA ANGKA DAN HURUF. Oleh : M. Husaini., S.T., M.T Dosen IAIN Bandar Lampung

Sistem Pengemudian Otomatis pada Kendaraan Berroda dengan Model Pembelajaran On-line Menggunakan NN

Pengenalan Plat Nomor Mobil Menggunakan Metode Learning Vector Quantization

PENGEMBANGAN APLIKASI PERHITUNGAN JUMLAH OBJEK PADA CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATHEMATICAL MORPHOLOGY

Jaringan Syaraf Tiruan Bidirectional Associative Memory (BAM) Sebagai Identifikasi Pola Sidik jari Manusia

Perancangan Sistem Kendali Pergerakan Robot Beroda dengan Media Gelombang Radio

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Aplikasi Pengenalan Citra Chord Gitar Menggunakan Learning Vector Quantization (LVQ)

Perbandingan Antara Metode Kohonen Neural Network dengan Metode Learning Vector Quantization Pada Pengenalan Pola Tandatangan

DIAGNOSA GANGGUAN SALURAN PERNAFASAN MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION

MODEL OTOMASI SISTEM SORTIR BARANG BERDASARKAN WARNA DAN BENTUKNYA ABSTRAK

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

PENERAPAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) PADA PREDIKSI JURUSAN DI SMA PGRI 1 BANJARBARU

Oleh: Ulir Rohwana ( ) Dosen Pembimbing: Prof. Dr. H. M. Isa Irawan, M.T.

APLIKASI PENGENALAN PLAT NOMOR KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN METODE LEARNING VECTOR QUANTIZATION

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Implementasi antar muka dalam tugas akhir ini terdiri dari form halaman

KLASIFIKASI KAYU DENGAN MENGGUNAKAN NAÏVE BAYES-CLASSIFIER

Model Otomasi Penyortir Warna Barang dengan Metode Thresholding dan Bentuk Barang dengan Metode Pengenalan Pola

ALAT PENGINGAT DAN PEMBATAS KECEPATAN PADA KEDARAAN BERMOTOR

IDENTIFIKASI NOMOR POLISI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN SELF ORGANIZING MAPS (SOMS)

Model Sistem Akses Tempat Parkir Berdasarkan Pengenalan Plat Nomor Kendaraan. Andry Jonathan ( )

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menggunakan serial port (baudrate 4800bps, COM1). Menggunakan Sistem Operasi Windows XP.

Penggunaan Sensor Kesetimbangan Accelerometer dan Sensor Halangan Ultrasonic pada Aplikasi Robot Berkaki Dua

PENGENALAN POLA GARIS DASAR KALIMAT PADA TULISAN TANGAN UNTUK MENGETAHUI KARAKTER SESEORANG DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA RESILIENT BACKPROPAGATION

PENGEMBANGAN TUGAS AKHIR RE Rakhmad Adi Rodiyat NRP Dosen Pembimbing. JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Fakultas Teknologi Industri

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Universitas Sumatera Utara

SISTEM KENDALI ROBOT MANIPULATOR PEMINDAH BARANG DENGAN UMPAN BALIK VISUAL

Deteksi Kanker Paru-Paru Dari Citra Foto Rontgen Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation

TEKNIK PENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN METODE KECERAHAN CITRA KONTRAS DAN PENAJAMAN CITRA DALAM MENGHASILKAN KUALITAS GAMBAR

PERANGKAT LUNAK PERBAIKAN KUALITAS CITRA DIGITAL MODEL RGB DAN IHS DENGAN OPERASI PENINGKATAN KONTRAS

SISTEM REKOGNISI KARAKTER NUMERIK MENGGUNAKAN ALGORITMA PERCEPTRON

SISTEM PENGENALAN BARCODE MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION

Aplikasi Jaringan Saraf Tiruan Sebagai Penterjemah Karakter Braille Ke Bentuk Abjad

PENGHITUNG JUMLAH MOBIL MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DENGAN INPUT VIDEO DIGITAL

OTOMASI PEMISAH BUAH TOMAT BERDASARKAN UKURAN DAN WARNA MENGGUNAKAN WEBCAM SEBAGAI SENSOR

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Meter Air. Gambar 2.1 Meter Air. Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus

JURNAL IT STMIK HANDAYANI

Transkripsi:

SISTEM PENGENALAN DAN PENGAMBILAN OBJEK Meiliayana 1), Rica Kartika Handayani 2) Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci, Jakarta meiliayana@yahoo.com 1), c1nc4y@yahoo.com 2) ABSTRACT Recognition system proposed here is a system used to identify objects in an image using artificial neural network technique. In many industrial applications, the system is usually applied together with manipulator or arm robot to pick and place objects into certain location. In this research, three objects will be captured by a web cam. The image then will be processed by image processing techniques before it is applied to artificial neural network system to be recognized. The output is used to determine the center coordinate of each object. The manipulator equipped with electromagnetic end, will then be moved towards the objects, pick and put objects into their appropriate containers. This system is successfully recognized the number of objects in an image. However, it has a success rate of only about 83.33%, 75.47% and 80% in recognizing one, two and three objects, respectively. The manipulator has success rates of about 100% to pick and 80% to place one object into its container, 80% to pick and 75% to place two objects into their containers, and 63.33% to pick three objects and 73.33% to place objects. Keywords: Recognition, Image Processing, Neural Network, Robot 1. Pendahuluan Sistem pengenalan objek (3D) merupakan sistem yang digunakan untuk mengidentifikasikan berbagai bentuk objek berdasarkan citra objek (2D) yang ditangkap oleh media kamera digital. Proses pengenalan objek pada umumnya diawali dengan pendeteksian fitur menggunakan sistem pengolahan citra untuk menangkap informasi objek yang akan dikenali dan selanjutnya objek dapat diklasifikasikan dengan menggunakan metode Nearest Neighbour Classifier, Bayesian Classifier, atau Neural Nets. Dalam implementasinya, sistem pengenalan dapat digabung dengan suatu sistem pengambilan berupa robot manipulator yang dilengkapi dengan end effector berupa suatu gripper atau magnet atau tools lainnya yang dapat digunakan untuk mengambil objek. Setelah objek dikenali, robot akan mengambil objek satu per satu dan memindahkan objek ke wadah yang telah ditentukan. Penelitian yang diajukan ini memiliki tujuan untuk membuat prototipe sistem pengenalan multi objek berbasis komputer yang diintegrasikan dengan sistem pengambilan objek untuk memilah objek dan meletakkannya ke wadah yang bersesuaian. Secara umum, proses pengenalan objek dapat dilakukan sebagai berikut: mula-mula, citra hasil tangkapan kamera terlebih dahulu diolah menjadi citra biner. Setelah itu dilakukan contour tracing menggunakan algoritma Square Tracing untuk menemukan jumlah objek beserta luas, keliling serta posisi titik tengah masing-masing objek yang terdapat pada citra tersebut. Luas dan keliling tiap objek ini digunakan sebagai input bagi sistem jaringan syaraf tiruan untuk dikenali. Jaringan syaraf tiruan yang digunakan adalah Jaringan Kohonen. Program pengolahan dan pengenalan citra tersebut diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.NET. Sistem pengambilan objek menggunakan konsep robot manipulator, yaitu robot dengan dua buah joint prismatic untuk melakukan pergerakan linier sepanjang sumbu koordinat Cartesian (x, y) dan satu buah joint revolute yang dapat bergerak berputar (rotasi) terhadap sumbu z. Robot menggunakan end effector berupa elektromagnet yang dapat dinaikturunkan dengan sebuah katrol. Setelah objek dikenali, robot menunggu input dari user berupa nilai koordinat (x, y) masing-masing objek yang akan diambil dan group masing-masing objek. Selanjutnya, robot akan mengambil objek satu per satu dan memindahkan objek ke wadah yang bersesuaian. Batasan sistem: 1) Kamera yang digunakan adalah DigiGear KS-138; 2) Citra (format true colour) yang digunakan dalam proses pengenalan memiliki lebar 320 piksel dan tinggi 240 piksel. 3) Objek diletakkan pada bidang tangkapan kamera berbentuk persegi empat dengan panjang sisi 15 sentimeter berwarna hitam dan semua objek diberi warna putih; 4) Objek tidak boleh diletakkan bertumpuk dan jarak antara tiap objek minimal satu sentimeter; 5) Objek memiliki bentuk utuh atau tidak berlubang, berbentuk lingkaran, segitiga, atau kotak dan terbuat dari lempengan logam ringan dengan ketebalan 0.2 sentimeter; 6) jumlah maksimal objek yang dapat dikenali adalah sebanyak tiga buah. 29

2. Landasan Teori 2.1 Pengolahan Citra Proses pengolahan citra yang digunakan mencakup proses konversi citra true colour ke citra keabuan, proses pengambangan, contour tracing menggunakan square tracing algorithm dan penentuan karakteristik objek. Penjelasan untuk setiap proses dapat dilihat pada Tabel 1. Proses Pengolahan Citra Konversi Citra True Color ke Keabuan Pengambangan (Thresholding) Contour Tracing menggunakan Square Tracing Algorithm. Menentukan Karakteristik Objek Tabel 1. Tahapan Pengolahan Citra. Keterangan K i = w R R i + w G G i + w B B i dimana w R, w G, dan w B masing-masing adalah bobot untuk elemen warna merah, hijau, dan biru. NTSC mendefinisikan bobot untuk konversi citra warna ke keabuan sebagai berikut: w R = 0.3, w G = 0.59, dan w B = 0.11. 0 jika K i ambang K 0 = 1 jika K i < ambang Inti dari algoritmanya adalah belok kiri jika pada saat tracing ditemukan piksel yang berwarna hitam dan belok kanan jika ditemukan piksel berwarna putih. Proses tracing dilakukan hingga kembali lagi ke piksel awal. 1. Luas Jumlah semua piksel dalam suatu citra [12]. Untuk citra hitam-putih, hanya terdapat intensitas nol dan satu. Jadi dengan kata lain, luas suatu objek yang berupa citra hitam-putih, di mana objeknya berwarna hitam (intensitas sama dengan nol) dan latar belakang putih (intensitas sama dengan satu) adalah jumlah piksel hitamnya. 2. Keliling Jumlah semua boundary pixel, yaitu setiap piksel p yang 4-neighbour nya memiliki nilai nol dan satu. Lokasi 4-neighbour dari piksel p yang berlokasi pada (x, y) adalah (x - 1, y), (x, y + 1), (x + 1, y), dan (x, y - 1). 3. Titik tengah (Centroid) 1 1 x = i y = j N N ( i, j) R ( i, j) R 2.2 Jaringan Kohonen Jika ada M vektor input yang masing-masing berdimensi N dengan K pengklasifikasian, jaringan syaraf tiruan (artificial neural network) Kohonen melakukan pengklafikasian dengan algorima sebagai berikut [10] : 1) Random bobot awal W i dimana i = 1, 2,, k dimana W i adalah salah satu vektor dari klasifikasi yang ke i. 2) Tetapkan maksimum epoh, error minimum yang diharapkan dan learning rate-nya. 3) Inisialisasikan matriks vektor input X (M, N). 4) Lakukan pembelajaran hingga selesai dengan setiap iterasinya sebagai berikut: For i = 1 to M For j = 1 to K Tentukan jarak D i, j = (X i W j ) 2. Tentukan Index j yang D i, j minimum. Ubah W j (baru) = W j (lama) + α (X i W j (lama)). 5) Lakukan pengujian data. 2.3 Robot Robot adalah suatu mesin yang dapat diprogram untuk melakukan fungsi tertentu. Suatu sistem robot biasanya memiliki 1) kontroler yang merupakan otak dari robot, contoh Modul DT-Basic Mini System yang menggunakan mikrokontroler BASIC Stamp. Pemrograman Modul DT-Basic Mini System dilakukan dengan bantuan BASIC-Stamp Editor v2.3, 2) sistem mekanik yang menjalankan fungsi gerak, contoh manipulator, 3) sensor yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang lingkungan, contoh kamera, dan 4) aktuator berupa perangkat elektromekanik yang menghasilkan daya gerak, contoh motor servo dimana arah dan sudut pergerakan motor dapat dikendalikan dengan cara memberikan pengaturan waktu on dan waktu off pada bagian pin kontrolnya. 30

3. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Perancangan sistem secara keseluruhan, terbagi menjadi dua bagian, yaitu perancangan sistem pengenalan objek dan perancangan sistem pengambilan objek. Pada sistem pengenalan objek, citra hasil tangkapan kamera diproses dahulu menggunakan teknik-teknik pengolahan citra sebelum diberikan ke sistem pengenalan citra menggunakan jaringan Kohonen. Informasi yang diperoleh dari output sistem pengenalan adalah berupa jumlah objek, jenis objek dan koordinat pusat masing-masing objek teridentifikasi. Sistem pengambilan objek menerima data koordinat objek mana yang dikehendaki untuk diambil, menggerakkan sistem untuk mengambil objek dan meletakkannya pada wadah yang bersesuaian. Pengukuran dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan sistem dalam mengenali objek, mengambil dan meletakkan objek pada wadah sesuai jenisnya. Sistem Pengolahan Citra Tabel 2. Perancangan Sistem. Sistem Pengenalan Objek Sistem Pengenalan Citra Single-layer neural network, dengan algoritma pembelajaran Jaringan Kohonen yang terdiri dari dua lapisan, yaitu: 1) 1 lapisan input sebanyak 2 node karena ada 2 karakteristik yang menjadi input bagi proses pengenalan objek, yaitu luas (x 1 ) dan keliling (x 2 ). 2) 1 lapisan output sebanyak 3 buah node karena ada 3 jenis objek yang akan dibedakan, yaitu objek dengan bentuk lingkaran (y 1 ), segitiga (y 2 ), dan persegi (y 3 ). Sistem Pengambilan Objek Komponen yang digunakan pada robot ini adalah: 1. 1 Modul DT-Basic Mini System sebagai modul kendali utama dengan menggunakan mikrokontroler BASIC Stamp 2. 3 buah Futaba Continuous Servo produksi Parallax sebagai aktuator pergerakan manipulator dalam bidang Cartesian x dan y, serta sebagai aktuator pergerakan end effector di sepanjang sumbu z. 3. 1 buah Futaba Standard Servo produksi Parallax sebagai aktuator pergerakan rotasi terhadap sumbu z dari manipulator. Aktuator ini yang berfungsi sebagai pemindah benda dari ruang kerja manipulator menuju wadah yang bersesuaian. 4. 1 buah Solenoid 12 V sebagai elektromagnet. 5. 1 buah relay 5 V sebagai penyambung atau pemutus arus menuju elektromagnet. 31

4. Hasil Perancangan dan Pengujian Sistem (a) Hasil Perancangan Sistem Pengolahan Citra (b) Hasil Perancangan Sistem Pengenalan Citra Gambar 1. Hasil Perancangan Sistem Pengenalan Objek (a) Tampak Atas (b) Tampak Depan (c) Tampak Kiri (d) Tampak Kanan Gambar 2. Hasil Perancangan Sistem Pengambilan Objek (a) Posisi Inisialisasi Robot (b) Menunggu Data dari Sistem Pengenalan Objek (c) Pengambilan Objek Pertama (d) Kembali ke Posisi Inisialisasi (e) Pengambilan Objek Kedua (f) Kembali ke Posisi Inisialisasi (g) Pengambilan Objek Ketiga Gambar 3. Proses Pengambilan Objek (h) Kembali ke Posisi Inisialisasi 32

Berikut ini adalah contoh urutan proses pengambilan objek. (a) Inisialisasi Robot di Posisi (7, 7) (b) Robot Menuju Posisi Objek yang akan Diambil (c) Robot Menurunkan Magnet dan Mengambil Objek (d) Robot Menaikkan Magnet dan Kembali ke Posisi (7, 7) (e) Robot Menuju sesuai Group Objek, yaitu Wadah Dua (f) Robot Berada pada Wadah Dua (g) Robot Menurunkan Magnet dan Meletakkan Objek (h) Robot Menaikkan Magnet dan Kembali ke Posisi (7, 7) Gambar 4. Contoh Proses Pengambilan Objek. (i) Robot Kembali ke Workspacenya (j) Robot Kembali Berada pada Posisi Inisialisasi Berikut ini hasil pengujian sistem: 1. Tingkat keberhasilan pengujian sistem pengenalan objek adalah sebagai berikut: 120 100 80 60 40 20 Banyak Objek Persegi Lingkaran Segitiga 0 Satu Objek Dua Objek Tiga Objek Gambar 5. Hasil Pengujian Sistem Pengenalan Objek. Kemampuan sistem pengenalan objek dalam mengenali objek tidak mencapai 100% karena penyebaran luas dan keliling data pelatihan berdekatan meskipun berbeda bentuk, yang mengakibatkan, jika citra hitam putih hasil pengolahan sistem pengolahan citra mengandung sedikit saja noise yang dipengaruhi oleh pencahayaan, maka hasil pengenalan menjadi tidak tepat. 2. Tingkat keberhasilan pengujian sistem pengambilan objek adalah sebagai berikut: 120 100 80 60 40 Objek Terambil Objek Diletakan pada Wadah Tepat 20 0 Satu Objek Dua Objek Tiga Objek Gambar 6. Hasil Pengujian Sistem Pengambilan Objek. Tingkat keberhasilan objek terambil untuk dua dan tiga objek tidak mencapai 100% karena robot tidak tepat berada di posisi yang ditentukan. Hal ini disebabkan oleh perpindahan yang terjadi pada sumbu x dan y untuk setiap pergerakan merupakan hasil rata-rata, sehingga mengakibatkan error dalam setiap perpindahan dan akan terakumulasi setelah pengambilan 15 objek berturut-turut. Tingkat keberhasilan objek diletakkan dalam wadah yang tepat tidak mencapai 100% tidak seimbangnya beban di setiap sisi robot sehingga robot tidak dapat berputar secara sempurna. 33

5. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Sistem pengenalan mampu melakukan pengenalan terhadap tiga bentuk objek, yaitu lingkaran, segitiga, dan persegi dengan menggunakan sistem pengolahan citra yang mampu mengolah citra yang ditangkap oleh kamera web menjadi informasi berupa jumlah objek beserta luas, keliling, dan titik tengahnya dan sistem pengenalan citra yang berupa jaringan saraf tiruan dengan metode pembelajaran Jaringan Kohonen dengan learning rate 0.4 dan iterasi sebanyak 100 kali. 2. Sistem pengambilan objek mampu melakukan pengambilan terhadap tiga buah objek secara berurutan menggunakan elektromagnet dan mampu meletakkan objek yang diambil ke dalam tiga wadah yang berbeda sesuai dengan group objek. 6. Saran Untuk pengembangan lebih lanjut, ada beberapa saran yang boleh menjadi pertimbangan: 1. Metode pembelajaran jaringan saraf tiruan dapat dicoba dengan metode lain sehingga hasilnya dapat dibandingkan dengan metode pembalajaran yang digunakan dalam penelitian ini. 2. Komponen penyusun sistem pengambilan objek dapat diganti atau ditambahkan dengan beberapa komponen sebagai berikut: a. Ulir yang dipergunakan sebagai media pergerakan robot diganti dengan ulir yang tidak terlalu rapat atau dengan media lain selain ulir seperti belt sehingga pergerakan robot lebih cepat b. Mikrokontroler yang dipergunakan diganti dengan mikrokontroler lain yang bisa menerima nilai real (bilangan berkoma) sehingga dapat melakukan perhitungan yang melibatkan bukan bilangan bulat saja c. Setelah mikrokontroler diganti, maka dapat ditambahkan Sensor Ping))) sebagai feedback ke robot agar robot mengetahui posisi actual robot. Daftar Pustaka [1] Prasetyo, Didik Dwi (2006). Visual Basic.NET. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. [2] Lukas, Samuel (2007). Penggunaan Contour Tracing untuk Component Labelling. [3] Pitowarno, Endra (2006). Robotika : Disain, Kontrol, dan Kecerdasan Buatan. Andi, Yogyakarta. [4] Pitas, Ioannis (1992). Digital Image Processing Algorithms. Prentice Hall. [5] Balza Achmad, Ir., M.Sc.E and Kartika Firdausy, S.T., M.T. (2006). Teknik Pengolahan Citra Digital Menggunakan Delphi. Ardi Publishing, Yogyakarta. [6] Marvin Ch. Wijaya and Agus Prijono (2007). Pengolahan Citra Digital Menggunakan MatLAB. Informatika, Bandung. [8] Sigit, Riyanto (2007). Robotika, Sensor, & Aktuator. Graha Ilmu, Yogyakarta. [9] Halim, Sandy (2007). Merancang Mobile Robot Pembawa Objek Menggunakan OOPic-R. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. [10] Satya Ranjan, Deb. (1994). Robotics Technology and Flexible Automation. Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi. [11] Kusumadewi, Sri (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu, Yogyakarta. [12] Budiharto, Widodo (2006). Membuat Robot Cerdas. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta. [13] Stadler, Wolfram (1995). Analytical Robotics and Mechatronics. McGraw-Hill, Inc., Singapore. 34