Kode Etik Mahasiswa STKIP PGRI PACITAN 2009

dokumen-dokumen yang mirip
1 Kode Etik, dan Tata Tertib Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Prabumulih

KODE ETIK MAHASISWA STIE-PRABUMULIH

KODE ETIK DAN TATA TERTIB MAHASISWA

KODE ETIK DAN TATA TERTIB MAHASISWA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA NOMOR : 024/PR/UNISNU/IX/2013 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM Nomor : Dj.I/255/2007. Tentang TATA TERTIB MAHASISWA PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM

PEDOMAN KODE ETIK MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI CURUP TAHUN 2014

KODE ETIK MAHASISWA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) YASNI MUARA BUNGO

TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA

SK Rektor Nomor : 591/IKIPVET.H/Q/VII/2013 Tentang PERATURAN DISIPLIN KEMAHASISWAAN BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

PERATURAN DEKAN FAKULKTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG NOMOR : 4426/UN26/I/KP/2016 TENTANG TATA PERGAULAN MAHASISWA DI FEB UNILA

BAB VI PERATURAN AKADEMIK FAKULTAS

SK Rektor Nomor : 591/IKIPVET.H/Q/VII/2013 Tentang PERATURAN DISIPLIN KEMAHASISWAAN BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

1. Pelanggaran pertama dikenakan

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA NOMOR : 03 TAHUN 2009 TENTANG ETIKA DAN TATA TERTIB PERGAULAN MAHASISWA DI KAMPUS

TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA

TATA TERTIB MAHASISWA

TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Peraturan Rektor. Nomor : 01 Tahun Tentang. Peraturan Disiplin Mahasiswa

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS NEGERI MALANG Nomor: 3414/KEP/H32/HK/2008. Tentang TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PROGRAM PENGENALAN AKADEMIK

TATA TERTIB KEHIDUPAN KEMAHASISWAAN DI KAMPUS

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN NOMOR : 1595/UN4/05.10/2013 TENTANG

DISIPLIN DAN TATA TERTIB MAHASISWA UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MEDAN AREA Nomor: 006/FT/07.5/I/2017. Tentang

SARANA 1) Undang-Undang dan peraturan-peraturan yang berlaku; dan 2) Rapat-rapat pimpinan Universitas, Program Pascasarjana, dan Program Studi.

SURAT KEPUTUSAN Nomor 300/II/SK-603/05/2006 Tentang TATA TERTIB KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA

1. Peraturan Tata Tertib Kehidupan Kampus Dalam rangka menjaga ketertiban kampus, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan mahasiswa di lingkungan

PEDOMAN ETIKA, TATA TERTIB, SISTEM PENGHARGAAN DAN SANKSI MAHASISWA OLEH: TIM PENYUSUN

Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta

VII. KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN Nomor : 1128/J04/P/2006 TENTANG KETENTUAN KETERTIBAN MAHASISWA DALAM KAMPUS

BAB IV TATA TERTIB KELUARGA BESAR FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG

Pasal 1 Pengertian. Pasal 2 Tujuan

PERATURAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG NOMOR: 2273/PL1.R/KM/2012 TENTANG KEDISIPLINAN MAHASISWA DIREKTUR POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

KODE ETIK MAHASISWA IAIN MATARAM

PANDUAN TATA TERTIB MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER NOMOR: 1565/PER/II.3.AU/F/2013. Tentang: DISIPLIN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER

PANDUAN TATA TERTIB DAN KODE ETIK MAHASISWA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURAKARTA

SALINAN KEPUTUSAN REKTOR UMRI PERATURAN TATA TERTIB MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN NOMOR : 1595/UN4/05.10/2013 TENTANG

PERATURAN REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG DISIPLIN MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

BUKU KODE ETIK MAHASISWA

KODE ETIK KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

PERATURAN DISIPLIN MAHASISWA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA

KODE ETIK DOSEN DAN MAHASISWA. Kode etik Dosen Universitas Swadaya Gunung Jati meliputi 3 hal.

PERATURAN UNIVERSITAS Nomor : 460/SK-Rek/Rek/X/2001

Peraturan Rektor UNY No 03 Tahun 2009 Tentang Etika dan Tata Tertib Pergaulan mahasiswa di kampus

BAB I PENGERTIAN Pasal 1

ETIKA DAN TATA TERTIB PERGAULAN MAHASISWA DI KAMPUS

KEPUTUSAN KEPALA SMA NEGERI 1 PURI KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR: / 660 / / 2017 TENTANG

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS SEBELAS MARET NOMOR: 828/H27/KM/2007 TENTANG TATA TERTIB KEHIDUPAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET

KATA PENGANTAR. Puji syukur Alhamdulillah, atas berkah dan rahmatnya Buku Saku Tata Tertib Mahasiswa STIE Syariah Bengkalis dapat diterbitkan.

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA NOMOR: 01/UN62/2017 TENTANG

MEMUTUSKAN: BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA NOMOR : 1891/KEP/II.3-AU/UMSU/A/2012 TENTANG PERATURAN DISIPLIN MAHASISWA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS GADJAH MADA NOMOR 711/P/SK/HT/2013 TENTANG TATA PERILAKU MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA

BUKU PEDOMAN TATA TERTIB MAHASISWA STT IBNU SINA BATAM

KODE ETIK MAHASISWA STIKOM DINAMIKA BANGSA

TATA TERTIB DAN KODE ETIK MAHASISWA

Mengingat : 1 Undang-Undang RI Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2 MEMUTUSKAN:

UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA

KEPUTUSAN REKTOR UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA NOMOR TAHUN 2016 TENTANG KODE ETIK DOSEN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

KODE ETIK MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

PERATURAN DAN TATA TERTIB RUSUNAWA MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS HASANUDDIN NOMOR : 1595/UN4/05.10/2013 TENTANG

PEDOMAN ETIKA MAHASISWA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN,

STIE-MURA LUBUKLINGGAU

BAB I HAK HAK PESERTA DIDIK BAB II KEWAJIBAN PESERTA DIDIK

Peraturan Rektor Universitas Brawijaya Nomer: 328/PER/2011

Kode Etik, Tata Tertib, Sistem Penghargaan dan Sanksi Tenaga Kependidikann Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer Prabumulih

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Pengertian Kode Etik

PANDUAN KOMITE DISIPLIN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI & BISNIS

PERATURAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 78 JAKARTA NOMOR 165 TAHUN 2011 TENTANG TATA TERTIB PESERTA DIDIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN SEKRETARIS JENDERAL DEWAN ENERGI NASIONAL NOMOR : 001 K/70.RB/SJD/2011 TENTANG

KEPUTUSAN BERSAMA KETUA BADAN PELAKSANA HARIAN (BPH) DAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA No. 011/SKB/BPH-UMS/2007

Petunjuk Kerja ini disusun sebagai panduan tata tertib peserta didik dan sanksi pelanggaran di SMPN 1 Mojokerto

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor : 184/A.51.01/Unwidha/III/2014 tentang PEDOMAN ETIKA DOSEN

NORMA ETIKA KEHIDUPAN KAMPUS BAGI DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG KATA PENGANTAR

Panduan Silaturahmi Mahasiswa Keguruan (SIMAK) Tahun 2016 STKIP PGRI Sumatera Barat =====================================================

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS BAITURRAHMAH No. 403/F/Unbrah/VIII/2013 PERATURAN DISIPLIN TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH

TATA TERTIB PENDIDIKAN

PEDOMAN ETIKA DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

ATURAN, ETIKA AKADEMIK, TUGAS DAN KEWAJIBAN DOSEN PEMBIMBING, KETUA SIDANG DAN PENGUJI DALAM PENYELESAIAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR

KODE ETIK AKADEMIK SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH SYEKH MUHAMMAD NAFIS TABALONG

TATA TERTIB MAHASISWA UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA

PERATURAN UNIVERSITAS

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 60/KEP/UDN-01/VI/2007. tentang TATA TERTIB KEHIDUPAN KAMPUS UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI NOMOR 05 TAHUN 2015 TENTANG ETIKA AKADEMIK UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG NOMOR Un.3/KP.01.4/ 1130 /2017

KODE ETIK PESERTA DIDIK SMP NEGERI 12 KOTA SERANG

STIKOM DINAMIKA BANGSA

PERATURAN REKTOR INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA Nomor: 5839/IT6.1/KM/2015 TENTANG TATA PERILAKU MAHASISWA INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA

Universitas Nusa Cendana

KODE ETIK MAHASISWA FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALOPO NOMOR 4 TAHUN 2015 KODE ETIK MAHASISWA

PERATURAN PSYCHE 2017

Transkripsi:

Kode Etik Mahasiswa STKIP PGRI PACITAN 2009

PERATURAN STKIP PGRI PACITAN Nomor: 438/STKIP PGRI/KM/XII/2009 Tentang KODE ETIK MAHASISWA STKIP PGRI PACITAN Menimbang: 1. Bahwa dalam rangka optimalisasi upaya menjadikan mahasiswa berkepribadian sesuai jiwa kependidikan dan citra insan akademis, dipandang perlu ditetapkan Kode Etik Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. 2. Bahwa untuk menghindari sikap-sikap mahasiswa STKIP PGRI Pacitan yang tidak sesuai dengan norma, etika, kode etik keguruan dan kepribadian bangsa Indonesia, perlu ditetapkan Kode Etik Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. 3. Bahwa hasil Workshop Reorientasi Kode Etik Mahasiswa dan Pedoman Kelembagaan Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan di Aula F STKIP PGRI Pacitan, tanggal 5 Desember 2009. Mengingat: 1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi; 3. Undang-undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005 4. Kepmendiknas No. 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi 5. Statuta STKIP PGRI Pacitan. Memperhatikan: 1. Keputusan antara Pimpinan STKIP PGRI Pacitan dan Kaprodi, BAAK, BAU, RTSP, LPPM, UPT Perpustakaan, dosen-dosen terkait di lingkungan STKIP PGRI Pacitan dengan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa pada tanggal 17 dan 22 Desember 2009 tentang pokok-pokok pikiran yang tertuang dalam konsep Kode Etik Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. 2. Pertimbangan Senat STKIP PGRI Pacitan tanggal 1 Desember 2009. MEMUTUSKAN Menetapkan: PERATURAN STKIP PGRI PACITAN TENTANG KODE ETIK MAHASISWA STKIP PGRI PACITAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:

1. Kode Etik Mahasiswa adalah norma dan aturan yang telah ditetapkan oleh Ketua STKIP PGRI Pacitan sebagai landasan bagi tingkah laku mahasiswa STKIP PGRI Pacitan 2. Mahasiswa adalah seluruh mahasiswa STKIP PGRI Pacitan yang terdaftar dengan bukti kartu mahasiswa yang masih berlaku. 3. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa demi tercapainya tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Kode Etik Mahasiswa ini. 4. Hak adalah kewenangan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam mencapai tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 5. Pelanggaran Kode Etik Mahasiswa adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan asas yang ada dalam Kode Etik Mahasiswa ini. 6. Sanksi adalah hukuman yang dikenakan kepada mahasiswa yang melanggar Kode Etik Mahasiswa ini. 7. Pihak yang berwenang adalah pihak yang mempunyai hak menetapkan dan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran Kode Etik Mahasiswa ini. 8. Senat adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi pada STKIP PGRI Pacitan. 9. Ketua adalah Ketua STKIP PGRI Pacitan. 10. Kaprodi adalah Ketua Program Studi di lingkungan STKIP PGRI Pacitan. 11. Dosen adalah tenaga pendidik pada STKIP PGRI Pacitan. 12. Dewan Kehormatan adalah lembaga yang dibentuk untuk memberikan pertimbangan kepada Ketua dalam menjatuhkan sanksi kepada mahasiswa BAB II TUJUAN DAN FUNGSI Pasal 2 1. Tujuan Kode Etik Mahasiswa ini adalah: Tercapainya suasana kampus yang kondusif bagi terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi. 2. Fungsi Kode Etik Mahasiswa adalah: a. Sebagai peraturan atau petunjuk mengenai hak, kewajiban, pelanggaran dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. b. Sebagai pedoman etika dan tingkah laku mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. BAB III HAK MAHASISWA Pasal 3 Setiap Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan berhak: 1. Menggunakan kebebasan mimbar akademik secara bertanggungjawab guna mendalami ilmu pendidikan, keguruan dan ilmu lain yang terkait, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

2. Memperoleh pendidikan, pengajaran, bimbingan dan pengarahan dari pimpinan dan dosen STKIP PGRI Pacitan sesuai dengan bakat, minat, potensi, dan kemampuan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan. 3. Memperoleh pelayanan di bidang akademik, administrasi, dan kemahasiswaan. 4. Memanfaatkan fasilitas STKIP PGRI Pacitan dalam rangka kelancaran proses belajar dan kegiatan akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 5. Memperoleh penghargaan dari STKIP PGRI Pacitan atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 6. Menyampaikan aspirasi berupa usul, saran dan kritik secara proporsional dan prosedural. BAB IV KEWAJIBAN MAHASISWA Kewajiban Umum Pasal 4 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan berkewajiban: 1. Menjunjung tinggi dan melaksanakan ajaran agama sesuai yang dianutnya dan berakhlak mulia. 2. Menjaga kewibawaan dan memelihara nama baik STKIP PGRI Pacitan. 3. Mentaati semua ketentuan administrasi penyelenggaraan pendidikan yang dibebankan kepada mahasiswa seperti biaya SPP, uang pengembangan pendidikan dan biaya lain yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 4. Saling menghormati sesama mahasiswa dan bersikap sopan terhadap pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan STKIP PGRI Pacitan. 5. Mematuhi dan memahami pelaksanaan segala peraturan akademik yang berlaku. Kewajiban Khusus Pasal 5 Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan berkewajiban: 1. Mengikuti perkuliahan secara tertib, sopan dan hormat kepada dosen. 2. Memupuk semangat belajar dan meningkatkan ketekunan agar dapat menyelesaikan studi sesuai dengan sistem yang berlaku. 3. Berpakaian sopan, bersih, rapi, menutup aurat, tidak mengenakan baju kaos dalam bentuk apapun kecuali saat olahraga, tidak berjaket kecuali jas almamater, pada saat kuliah, ujian, ketika berurusan dengan dosen, karyawan dan hal-hal lain di kampus. 4. Khusus bagi mahasiswi diwajibkan berbusana sopan (tidak ketat dan tidak transparan). 5. Bersepatu di dalam kampus (bukan sepatu sandal).

6. Mengendarai kendaraan bermotor dengan sopan di lingkungan kampus STKIP PGRI Pacitan. 7. Memarkir kendaraan dengan tertib pada tempat parkir yang telah disediakan oleh STKIP PGRI Pacitan dan bersedia menunjukkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) pada saat mengambil kendaraan bila diminta oleh petugas. 8. Menjaga dan melestarikan kebersihan lingkungan kampus. BAB V PELANGGARAN Pelanggaran Ringan Pasal 6 1. Melanggar tata tertib ujian yang berlaku di masing-masing Program Studi. 2. Menggunakan atau mengaktifkan telepon genggam ketika perkuliahan sedang berlangsung. 3. Berdandan secara berlebihan bagi mahasiswi. 4. Membuang sampah di sembarang tempat di dalam kampus. 5. Membuat corat-coret yang tidak pada tempatnya. 6. Menggunakan fasilitas STKIP PGRI Pacitan secara tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan timbulnya kerugian. Pelanggaran Sedang Pasal 7 1. Memakai sandal, sepatu yang tumitnya diinjak, slop, klompen atau sejenis, berbaju kaos dan bercelana sobek, selama berada di kampus. 2. Merokok di area kampus kecuali pada tempat yang telah disediakan 3. Berpakaian ketat, tembus pandang. 4. Mengenakan kalung, anting, gelang, tattoo dan berambut panjang atau bercat berwarna bagi mahasiswa. 5. Bertattoo dan rambut bercat berwarna bagi mahasiswi. 6. Mengundang dan atau membawa pihak luar ke dalam kampus STKIP PGRI Pacitan tanpa seizin pihak kampus. 7. Mengganggu ketenangan proses belajar mengajar dan aktivitas yang dapat mengganggu ketenangan di lingkungan kampus 8. Melakukan provokasi dan tindakan lain yang dapat mencemarkan nama baik STKIP PGRI Pacitan, seseorang, golongan, ras, suku, dan agama. 9. Melakukan perkelahian dan atau tawuran. 10. Bertindak sebagai joki atau melakukan kecurangan dalam ujian. Pelanggaran Berat Pasal 8 1. Membawa dan menggunakan senjata tajam, senjata api atau benda lain yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

2. Memiliki, membawa, mengedarkan, dan mempergunakan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif (Napza) atau narkotika dan obat berbahaya (Narkoba) lainnya. 3. Membuatkan dan atau meminta orang lain untuk membuatkan skripsi atau melakukan plagiasi. 4. Memalsukan nilai, tanda tangan, stempel, ijazah dan surat-surat keterangan lainnya. 5. Melakukan perusakan, perampasan dan pencurian barang-barang milik STKIP PGRI Pacitan dan atau barang-barang milik orang lain. 6. Memiliki, membawa, menggandakan, meminjam, meminjamkan, menjual, dan menyewakan media pornografi. 7. Melakukan pornoaksi di lingkungan kampus 8. Melakukan tindak asusila. 9. Melakukan tindak perzinaan. 10. Melakukan tindak pidana yang dijatuhi hukuman penjara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap lebih dari satu tahun. 11. Demonstrasi yang anarkhis. Pelanggaran-pelanggaran Lain Pasal 9 Melanggar Tata Tertib yang berlaku di masing-masing unit, kualifikasinya tergantung kepada aturan yang berlaku pada masing-masing unit tersebut. BAB VI SANKSI-SANKSI Ketentuan Sanksi Pasal 10 1. Sanksi diberlakukan bagi mahasiswa yang tidak melaksanakan kewajiban atau melanggar aturan sebagaimana tertuang dalam Kode Etik Mahasiswa ini. 2. Pemberlakuan sanksi ditentukan setelah melalui penelitian dan pertimbangan secara cermat dan teliti oleh pihak yang berwenang. 3. Sebelum pemberlakuan sanksi tingkat sedang atau berat, dilakukan pemanggilan orang tua/wali. Jenis Sanksi Pasal 11 1. Sanksi yang akan diberlakukan terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan tingkat pelanggaran yang meliputi: sanksi ringan, sanksi sedang dan sanksi berat. 2. Pelanggaran tingkat ringan yang dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali dan telah diproses secara hukum (telah dijatuhi sanksi) menjadi pelanggaran tingkat

sedang, dan pelanggaran tingkat sedang yang dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali dan telah diproses secara hukum (telah dijatuhi sanksi) menjadi pelanggaran tingkat berat. Sanksi Ringan Pasal 12 1. Nasihat dan teguran, baik secara lisan maupun secara tertulis. 2. Sanksi materiil berupa ganti rugi atas barang yang rusak atau hilang. 3. Dikeluarkan dari kegiatan perkuliahan atau ujian. 4. Tidak mendapatkan pelayanan administrasi dan atau akademik dan atau kemahasiswaan. Sanksi Sedang Pasal 13 1. Kehilangan hak mengikuti ujian dalam mata kuliah tertentu atau seluruh mata kuliah selama satu semester. 2. Penangguhan dan atau pembatalan hasil ujian untuk mata kuliah tertentu atau untuk seluruh mata kuliah dalam satu semester. 3. Penangguhan penyerahan ijazah dan atau transkrip nilai asli dalam jangka waktu tertentu. 4. Skorsing selama satu semester atau lebih dari kegiatan akademik dengan masih tetap membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), uang pengembangan dan terhitung sebagai masa studi penuh. 5. Dicabut haknya untuk mendapatkan beasiswa selama masa skorsing. Sanksi Berat Pasal 14 1. Mengganti barang yang dirusak, dirampas, dan atau dicuri dan dilakukan skorsing dua semester atau lebih dan tetap diwajibkan membayar SPP dan uang pengembangan. 2. Dicabut haknya untuk mendapatkan beasiswa. 3. Pemberhentian dengan hormat atau dengan tidak hormat sebagai mahasiswa. 4. Pencabutan gelar akademik dengan tidak hormat. 5. Dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Mekanisme Pelaporan Pasal 15 1. Apabila diketahui terjadi pelanggaran sedang atau berat yang dilakukan oleh mahasiswa STKIP PGRI Pacitan, maka kejadian tersebut dapat dilaporkan kepada Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan untuk ditindak-lanjuti. 2. Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan membuat berita acara kejadian untuk dilaporkan kepada Ketua. 3. Untuk pelanggaran berat, Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan melaporkan kepada Ketua. 4. Ketua mendisposisi kepada Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan untuk ditindak-lanjuti. 5. Identitas pelapor dijamin kerahasiannya. Pihak yang Berwenang Menjatuhkan Sanksi Pasal 16 Pihak yang berwenang menjatuhkan sanksi adalah: 1. Dosen dan karyawan berwenang menjatuhkan sanksi ringan. 2. Pembantu Ketua berwenang menjatuhkan sanksi sedang. 3. Ketua berwenang menjatuhkan sanksi berat setelah ada pertimbangan dari badan kehormatan. Tata Cara Penjatuhan Sanksi Pasal 17 Penjatuhan sanksi dilakukan dengan tatacara sebagai berikut: 1. Penjatuhan sanksi oleh Dosen dan Pegawai: Dosen menjatuhkan sanksi berdasarkan hasil temuan langsung terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa atau laporan sumber lain yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. 2. Penjatuhan sanksi oleh Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan: a. Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan menjatuhkan sanksi berdasarkan laporan tertulis dari kaprodi, dosen, karyawan, mahasiswa atau masyarakat setelah dibuktikan kebenarannya oleh Dewan Kehormatan. b. Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan menyampaikan laporan pelapor dalam rapat Pimpinan, dengan menghadirkan mahasiswa yang bersangkutan untuk didengar keterangannya. c. Penjatuhan sanksi oleh Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pembantu Ketua. 3. Penjatuhan sanksi oleh Ketua: a. Usul penjatuhan sanksi berat oleh Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan/Kaprodi kepada Ketua, tembusannya disampaikan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan orang tua atau walinya.

b. Mahasiswa diberi hak mengajukan keberatan tertulis kepada Ketua atas usul penjatuhan sanksi berat dari Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan dalam tenggang waktu 7 x 24 jam sejak surat usulan tersebut diterima. c. Ketua meneruskan usulan dari Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan dan surat keberatan mahasiswa kepada Dewan Kehormatan Kode Etik STKIP PGRI Pacitan untuk mendapatkan pertimbangan. d. Penjatuhan sanksi berat ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua. BAB VII DEWAN KEHORMATAN DAN BADAN PENGENDALI Dewan Kehormatan Pasal 18 1. Dewan Kehormatan dibentuk oleh Ketua. 2. Dewan Kehormatan bertugas: a. Melakukan pencarian fakta, pemeriksaan dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tentang adanya pelanggaran kode etik. b. Melakukan pemanggilan kepada tersangka/pelapor/teradu untuk memberikan keterangan atau pembelaan. c. Memberikan pertimbangan kepada Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Ketua dalam penjatuhan sanksi. Ketentuan Penutup Pasal 19 Dengan diberlakukannya Kode Etik Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan ini, maka segala Keputusan Ketua STKIP PGRI Pacitan tentang Kode Etik Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan dan Ketentuan-ketentuan lain yang bertentangan dengan Kode Etik ini dinyatakan tidak berlaku. Pasal 20 Hal-hal yang belum diatur dalam Kode Etik Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan ini akan ditetapkan tersendiri.

Pasal 21 Kode Etik Mahasiswa ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di: Pacitan Pada Tanggal: 22 Desember 2009 Ketua, Drs. H. Maryono, MM NIDN. 0719035601