A. Pentingnya Perencanaan

dokumen-dokumen yang mirip
RKAS RKAS RKS RPS 11/1/2011. Dr. Cepi Safruddin Abd. Jabar Jurusan Administrasi Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. sehingga pemerintah menetapkan PP Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 11 B. TUJUAN 11 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 11 D. UNSUR YANG TERLIBAT 12 E. REFERENSI 12 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 12

LPF 7. PENYUSUNAN RENCANA PEMANTAUAN & EVALUASI 120 menit

PANDUAN PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH (RPS)

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dalam

STRATEGI PENCAPAIAN STANDAR PENGELOLAAN SMP

ISU-ISU STRATEGIS. 3.1 Analisis Situasi Strategis

RENCANA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN 2015

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2013 DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR Manajemen Pendidikan TK / RA 915,000,000

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 11 B. TUJUAN 11 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 11 D. UNSUR YANG TERLIBAT 12 E. REFERENSI 12 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 12

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Ringkasan Eksekutif

KATA PENGANTAR ±±. DAFTAR ISI vii ^

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

PEDOMAN PENYUSUNAN PK BPS

BAB I PENDAHULUAN. Studi tentang..., Aris Roosnila Dewi, FISIP UI, 2010.

SOAL EDS ONLINE UNTUK KS.

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2015

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB 1 PENDAHULUAN. Faktor-faktor penyebab..., Rika Aristi Cynthia, FISIP UI, Universitas Indonesia

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

MEMBENTUK SUMDER DAYA MANUSIA BERKUALITAS MELALUI LEADER CLASS

KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH

Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas

Pangkalan Data Penjaminan Mutu Pendidikan. Negara Kesatuan Republik Indonesia. Panduan EDS Kepala Sekolah PADAMU NEGERI

BAB I PENDAHULUAN. Efektivitas proses..., Hani Khotijah Susilowati, FISIP UI, Universitas Indonesia

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Bandar Lampung, Desember 2015 KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI LAMPUNG,

Bab I Pendahuluan. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

BAB III RENCANA STRATEGIS PENDIDIKAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 50 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51

PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG J O M B A N G 61485

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Kata Pengantar

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 20 TAHUN 2004 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI. 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 51 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN BIDANG PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. investasi dalam bidang pendidikan sebagai prioritas utama dan. pendidikan. Untuk mendasarinya, Undang-Undang Dasar 1945 di

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah Bertaraf Internasional sejak tahun pelajaran 2008/2009 (4 tahun)

KUANTITAS PROPORSI SMK : SMA

KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

B. PRIORITAS URUSAN WAJIB YANG DILAKSANAKAN

WALIKOTA TASIKMALAYA

MATERI PELATIHAN KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

FORM EDS KEPALA SEKOLAH

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 43 TAHUN 2012 TENTANG

Pengembangan Sekolah (RPS) dalam upaya peningkatan kinerja sekolah. EDS sebaiknya dilaksanakan setelah anggota TPS mendapat pelatihan.

SURAT EDARAN Nomor: 348/C/KU/2009

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian tentang peran komite

BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH

PROGRAM KERJA PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN (P4)

BAB I PENDAHULUAN. berfungsi untuk memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam

LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI

ISU-ISU PENDIDIKAN DIY Oleh Dr. Rochmat Wahab, MA

RENCANA TINDAK LANJUT HASIL EVALUASI DIRI SEKOLAH STANDAR SARANA DAN PRASARANA. ruang belajar

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) PROVINSI BALI TAHUN

PAPARAN SAKIP SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2017

KONTRIBUSI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL DALAM PENGEMBANGAN MUTU PERGURUAN TINGGI

MASALAH DAN ISU STRATEGIS PENDIDIKAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. Sesuai dengan UU. No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa

TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BOJONEGORO. Jl. Pattimura No. 09 Bojonegoro

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

BAB VI INDIKATOR KINERJA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR YANG MENGACU PADA RPJMD PROVINSI JAWA TIMUR

Penanggung Jawab Pembuatan atau Penerbitan informasi. Waktu dan tempat pembuatan informasi. Banda Aceh, 2012

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH 2016

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MUSI RAWAS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 01 TAHUN 2006

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015

BAB VI KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB I LANDASAN KURIKULUM AL-ISLAM, KEMUHAMMADIYAHAN DAN BAHASA ARAB DENGAN PARADIGMA INTEGRATIF-HOLISTIK

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 22

Strategi Sanitasi Kota Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN

PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP. Oleh Dr. Jumadi

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan di sekolah yakni: input, proses, dan out put (Rivai dan Murni, 2009).

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 8 TAHUN 2011 T E N T A N G RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN KARAWANG TAHUN

Transkripsi:

A. Pentingnya Perencanaan Perencanaan Sekolah penting dilakukan untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku pendidikan dalam rangka menuju perubahan atau tujuan yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.

B. Arti Perencanaan Sekolah Perencanaan Sekolah adalah proses penyusunan gambaran kegiatan pendidikan di masa depan dalam rangka untuk mencapai perubahan/tujuan pendidikan yang ditetapkan.

C. Tujuan Perencanaan Pendidikan Perencanaan Sekolah bertujuan untuk menjamin agar perubahan/ tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil.

D. Prinsip-Prinsip RPS: memperbaiki hasil pendidikan, membawa perubahan, demand driven, menyeluruh, keterpaduan dengan (Rencana Pendidikan Dinas Kota/ Propinsi, Renstrada, dsb), partisipasi/ keterwakilan/transparansi, data driven, realistis sesuai SWOT, mendasarkan pada hasil review dan evaluasi/ kontinyuitas, holistik/tersistem, dsb.

E. Cakupan Perencanaan Sekolah 1. Pemerataan Kesempatan (Persamaan, akses, keadilan/kewajaran) Contoh: bea siswa untuk siswa miskin, pelatihan guru PLB, pembenahan SMP Terbuka, daerah terpencil dan jender, peningkatan APK & APM, peningkatan angka melanjutkan, pengurangan angka putus sekolah, dsb.

2. Peningkatan Kualitas Kualitas pendidikan meliputi input, proses, dan output. Contoh: pengemb. tenaga pendidik/kependidikan (guru, kepala sekolah, konselor, pengawas, staf Dinas Pendidikan), pengemb. komite sekolah, rasio (siswa/ guru, siswa/kelas, siswa/ruang kelas), pengemb. bahan ajar, pengemb. tes, biaya pendidikan per siswa,

pengemb. model pembelajaran (pembelajaran tuntas, pembelajaran dengan melakukan, pembelajaran kontekstual, pembelajaran kooperatif, dsb), peningkatan kualitas siswa (UAN, UAS, keterampilan kejuruan, kesenian, olah-raga, karya ilmiah, keagamaan, kedisi-plinan, karakter/ kepribadian, dsb.)

3. Peningkatan Efisiensi Efisiensi merujuk pada hasil yang maksimal dengan biaya yang wajar. Contoh, peningkatan angka kelulusan, rasio keluaran/masukan, angka kenaikan kelas/transisi, penurunan angka mengulang, angka putus sekolah, dan peningkatan angka kehadiran.

4. Peningkatan Relevansi Relevansi merujuk kepada kesesuaian hasil pendidikan dengan kebutuhan (kebutuhan peserta didik) Contoh, program keterampilan,kewira-usahaan/ usaha kecil bagi para siswa yang tidak melanjutkan, kurikulum muatan lokal, pendidikan kecakapan hidup dan peningkatan jumlah siswa yang terserap di dunia kerja (?).

5. Pengembangan Kapasitas PK: upaya yang dilakukan secara sistematik untuk menyiapkan kapasitas sekolah, Komite Sekolah, dsb agar sanggup menjalankan tugas dan fungsi dalam menghasilkan output yang baik. Contoh: pengemb. kapasitas SDM di sekolah, pengemb. kapasitas RPS manajemen keuangan, analisis regulasi pendidikan, pengemb. organisasi, SIM pendidikan, dan manajemen yang lebih partisipatif, transparan, akuntabel, dsb.

F. Tahap-tahap Perencanaan 1. Melakukan analisis lingkungan strategis 2. Melakukan analisis situasi untuk mengetahui status situasi pendidikan saat ini 3. Memformulasikan pendidikan yang diharapkan di masa mendatang 4. Mencari kesenjangan antara butir 2 & 3. 5. Berdasarkan hasil butir 4 disusunlah rencana strategis dan rencana operasional 6. Melaksanakan rencana pengembangan sekolah 7. Melakukan pemantauan tehadap pelaksanaan rencana dan melakukan evaluasi terhadap hasil rencana pedidikan

G. ISTILAH-ISTILAH PENTING Visi Misi Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Program

H. Format Perencanaan 1. Pendahuluan 2. Analisis Lingkungan Strategis (Konteks) 3. Analisis Situasi Pendidikan a. Situasi pendidikan dalam kenyataan (saat ini) b. Situasi pendidikan yang diharapkan c. Menemukan kesenjangan/ tantangan antara butir 3 (a) dan butir 3 (b)

4. Rencana Strategis (5 tahun) dan Rencana Operasional (1 tahun) a. Rencana Strategis Pendidikan (5 tahun ke depan) 1) Visi, Misi, dan Tujuan 2) Program-program/kegiatankegiatan strategis untuk mencapai Visi, Misi dan Tujuan (butir 1) 3) Strategi pelaksanaan

4) Rencana biaya (alokasi dana) 5) Rencana pelaksanaan programprogram strategis 6) Milestone (output apa & kapan) 7) Rencana Pemantauan & Evaluasi b. Rencana Operasional (1 tahun) 1) Sasaran-sasaran (tujuan-tujuan jangka pendek) yang akan dicapai 2) Program-program untuk mencapai setiap sasaran

3) Rencana Biaya (Alokasi Dana) 4) Rencana Pelaksanaan Program 5) Jadwal Pelaksanaan Program 6) Milestone (output apa & kapan) 7) Rencana Pemantauan & Evaluasi 8) Penanggung Jawab Program/ Kegiatan

Gambar 1. Proses Perencanaan Sekolah Kabupaten/Kota Analisis Lingkungan Strategis Situasi Pendidikan saat ini Kesenjangan Situasi Pendidikan yang diharapkan Rencana Strategis (5 tahun) Rencana Operasional (1 tahun) Pelaksanaan Program Monitoring & Evaluasi

Perencanaan Sekolah (Kabupaten/Kota) Situasi Pendidikan saat ini Strategi : Kebijakan Rencana Program menuju Situasi Pendidikan yang diharapkan Pemerataan Mutu Efisiensi Relevansi Kapasitas Pemerataan Mutu Efisiensi Relevansi Kapasitas

KRITERIA PERENCANAAN SEKOLAH Elemen Perencanaan 1. Analisis lingkungan strategis 2. Analisis situasi pendidikan saat ini 3. Situasi pendidikan yang diharapkan 4. Analisis kesenjangan (selisih 2 & 3) 5. Renstra & Renop (kelengkapan elemen) 6. Cakupan jenis perencanaan (pemerataan, kualitas, efisiensi, relevansi, dan kapasitas). 7. Kemanfaatan serta kesesuaian renstra & renop dengan permasalahan pendidikan yang dihadapi. Layak Kriteria Tidak Layak

KRITERIA PERENCANAAN SEKOLAH Elemen Perencanaan 8. Kelayakan strategi implementasi renstra & renop 9. Kelayakan rencana monitoring & evaluasi 10. Kecukupan, kemutakhiran, dan kerelevansian data 11. Kelayakan anggaran antara rencana pendidikan, rencana pendapatan, dan rencana belanja 12. Tingkat partisipasi & keinklusifan unsur-unsur yang terkait dengan perencanaan 13. Sustainabilitas SDM, EMIS, dana pendamping, dsb. 14. Sistem, proses/prosedur, dan mekanisme perencanaan 15. Kelengkapan elemen perencanaan Layak Kriteria Tidak Layak