Materi Pertemuan 08 ARRAY MULTI DIMENSI

dokumen-dokumen yang mirip
Materi Pertemuan 05 PENGULANGAN (LOOPING)

BAB VI ARRAY PADA PEMROGRAMAN JAVA

Makalah. STRUKTUR DATA ( Array )

1. Mempelajari konsep dasar array, array ganda, pengiriman array ke fungsi dan string 2. Membuat program menggunakan array, array ganda

DIKTAT MATA KULIAH PEMROGRAMAN I BAB VII ARRAY

BAB XI ARRAY (LARIK)

Array merupakan sekumpulan variable dengan tipe yang sama. Elemen dalam array diakses dengan menggunakan indeks-nya.

FUNGSI & PROSEDUR. Pertemuan ke-12 dan 13

Algoritme dan Pemrograman

IT234 - Algoritma dan Struktur Data. Ramos Somya

Algoritma dan Pemrograman Lanjut. Pertemuan Ke-2 Array (Larik)

Tutorial 08 Pertemuan 12

Materi Pertemuan 04 PEMILIHAN (SELECTION)/ PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION)

IT234 - Algoritma dan Struktur Data. Ramos Somya

Pertemuan 2 ARRAY DIMENSI 1 & 2

Larik/ Array int a1, a2, a3, a4, a5;

Array 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Kelompok 10 Array. Nama :

Overview. Pendahuluan. Tujuan Instruksional & Kaitan Materi. Deskripsi. Algoritma & Pemrograman I. Prodi Teknik Informatika - Universitas Widyatama 1

OPERASI PERNYATAAN KONDISI

Algoritme dan Pemrograman

Algoritma dan Pemrograman. Pertemuan Ke-12 Tipe data array/larik 1

ARRAY DIMENSI 1 & 2. Array dapat didefinisikan sebagai suatu himpunan hingga elemen yang terurut dan homogen.

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

a[0] a[1] a[2] a[3] a[4] a[5] x

Pemrograman Dasar A R R A Y

BAB I. LARIK (ARRAY) Array (larik) ialah penampung sejumlah data sejenis (homogen) yang menggunakan satu identifier (pengenal).

Array. Pengantar. int a, b, c, d, e;

STRUKTUR DATA. By : Sri Rezeki Candra Nursari 2 SKS

Cara pertama adalah pada saat deklarasi variabel ditambahkan ke- yword const sebelum nama tipe data seperti

ALGORITMA & PEMROGRAMAN II ARRAY

Pengenalan Array. Array Satu Dimensi

BAB V, VI ARRAY, STRING

Pert 2 Struktur Data (mengajarkomputer.wordpress.com) ARRAY DIMENSI 1 & 2

PROCEDURE DAN FUNCTION

: Algoritma dan Pemrograman I Modul Praktikum ke : 08

: Algoritma dan Pemrograman I Modul Praktikum ke : 08

Materi Pertemuan FUNGSI & PROSEDUR

Materi Pertemuan 03 INPUT, OUTPUT & RUNTUNAN Disusun oleh : Danang Junaedi

ARRAY. Array atau Larik merupakan Struktur Data Sederhana yang dapat didefinisikan sebagai pemesanan alokasi memory sementara pada komputer.

: Mahasiswa dapat membuat mempraktekkan perintah Array/ Matriks

DASAR PEMROGRAMAN ARRAY. Array Satu Dimensi Array Dua Dimensi. Yoannita. Some slide from Hermawan,S.Kom

6 Modul Praktikum Pemrograman Berorientasi Objek Common Laboratory 2009/2010

BAB VI BAHASA C Pendahuluan

ARRAY PENGANTAR PROGRAM STUDI. Institut Teknologi Sumatera

A R R A Y. Bentuk umum deklarasi array : type nama_array[ukuran] tipe : menyatakan tipe dasar array ukuran : menyatakan banyaknya elemen pada array

a. Array berdimensi satu o Setiap elemen array dapat diakses melalui indeks. o Indeks array (subscript) secara default dimulai dari 0.

BAB 5 PERULANGAN DAN ARRAY

Kuliah III - Dasar Pemrograman

Pertemuan 7. REVIEW dan QUIS

Keterangan (array1) = nama array yang di desklarasi (new int) = instansiasi array [10] = menentukan panjang array yang di buat

Array Dimensi Satu. Pendahuluan. Slamet Kurniawan, S.Kom

MATERI IV ARRAY. Materi Praktikum Pemograman Bahasa C++ dengan menggunakan variabel Array

Pertemuan 2 ARRAY DIMENSI 1 & 2

: Algoritma dan Pemrograman I Modul Praktikum ke : 09

Pemrograman Fery Updi,M.Kom

PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN

ARRAY DIMENSI SATU Setiap elemen array dapat diakses melalui indeks. Indeks array secara default dimulai dari 0.

PRAKTIKUM 9 ARRAY. ARRAY BERDIMENSI SATU Suatu array berdimensi satu dideklarasikan dalam bentuk umum berupa :

MODUL I PENGENALAN IDE C++, ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

Array (Larik) Modul 7

Array 1 Dimensi pada Java

[BS204]-Algoritma Pemrograman Take Home Test Pengumpulan : 27 Maret 2015 Tulis Tangan di kertas A4. Genap 2014/2015 Page 1 of 6

: Algoritma dan Pemrograman I Modul Praktikum ke : 08

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) UNIVERSITAS GUNADARMA

REVIEW ARRAY. Institut Teknologi Sumatera

A. TEORI ARRAY 1 DIMENSI

MODUL. Array (Larik) Modul Praktikum C++ Dasar Pemrograman Komputer JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

BAB VI TIPE DATA ARRAY

SOAL C++ Created by Yuli Astuti,S.Kom Copyright 2009

VARIABEL, TIPE DATA DAN EKSPRESI Bab 2

PEMROGRAMAN I. By : Sri Rezeki Candra Nursari

SUB PROGRAM (FUNGSI)

:Mahasiswa dapat mempraktekkan penggunaan array

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK Universitas Widyatama UJIAN TENGAH SEMESTER TA. 2009/2010

DASAR PEMROGRAMAN. Institut Teknologi Sumatera

ARRAY. Array atau Larik merupakan Struktur Data Sederhana yang dapat didefinisikan sebagai pemesanan alokasi memory sementara pada komputer.

ALUR PROGRAM. SELEKSI KONDISI Statement If a. Bentuk If tunggal sederhana Sintaks : if ( kondisi ) statement ;

Bab 9 Pointer. 9.1 Pendeklarasian pointer

ARRAY/LARIK. Pertemuan 06, 07, dan 09. Deskripsi Tujuan Instruksional String Array 1 Dimensi Array Multi Dimensi

Pertemuan 5: Pengenalan Variabel Array

Sequential Search (Linear Search)

ARRAY / LARIK. Oleh : Agus Priyanto, M.Kom SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM. Smart, Trustworthy, And Teamwork

Array DASAR PEMROGRAMAN

LARIK (ARRAY) Latar Belakang Array

: Algoritma dan Pemrograman I Modul Praktikum ke : 09

: Algoritma dan Pemrograman I Modul Praktikum ke : 09

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom

ARRAY/LARIK. Overview. Deskripsi. Tujuan Instruksional. Definisi Array/Larik. Definisi Array/Larik. Deskripsi Tujuan Instruksional Array 1 Dimensi

Algoritma & Pemrograman #10

Pertemuan 6 Array Objektif: 1. Memahami cara mendeklarasi tipe indeks dalam array 2. Dapat membuat program sederhana menggunakan array Pertemuan 6 53

Materi Pertemuan 07 ARRAY 1 DIMENSI

Pert 3: Algoritma Pemrograman 1 (Alpro1) 4 sks. By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs.

BAB IV LARIK DAN PENUNJUK

Modul V Pemrograman Bahasa C ( bagian II )

MODUL PRAKTIKUM BAHASA PEMROGRAMAN TESTRUKTUR MODUL 8 POINTER

Array LOGO. Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs.

ilmu bahasa pemrograman ilmu c++ Copyright izie ilmu c++

Array ARRAY BERDIMENSI SATU. Representasi (Pemetaan) di memori. Lihat gambar dibawah ini, nilai data A (18) dismpan mulai dari alamat 1136 di memori.

mengatur jumlah digit pecahan yang diinginkan mengatur atau mengontrol sejumlah tanda format, misalkan rata kiri, kanan, huruf capital dll.

Transkripsi:

Materi Pertemuan 08 0 ARRAY MULTI DIMENSI Disusun oleh : Danang Junaedi OBJEKTIF Dalam bab ini mahasiswa mempelajari tentang : 1. Pengenalan Array Multi Dimensi 2. Penggunaan Array Multi Dimensi TUJUAN & SASARAN Setelah mempelajari materi dalam bab ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan penggunaan Array multi dimensi, serta cara penulisannya dalam program 2. Menggunakan Array multi dimensi WAKTU & TEMPAT 1. 2 x 50 menit pertemuan di kelas a. 50 menit materi b. 50 menit tutorial (latihan soal) 2. 4 x 50 menit belajar di rumah IF - UTAMA Versi/Revisi : 1/0 Halaman : VIII-1

8.1 Pendahuluan Pada materi sebelumnya sudah sedikit dibahas mengenai array satu dimensi. Sebuah array dikatakan berdimensi satu, bila suatu nilai yang tersimpan dalam array tersebut ditentukan oleh satu kondisi (baris atau kolom). Sedangkan pada array dua dimensi, ditentukan oleh dua kondisi (baris dan kolom). Pada array tiga dimensi, ditentukan oleh tiga kondisi dan seterusnya. Secara matematis, bila nilai yang ingin disimpan dalam variabel array ditunjukan oleh variabel w maka arti dari dimensi dapat dituliskan sebagai berikut : 1. w = f(x) nilai w ditentukan oleh nilai x (1 kondisi) dapat digambarkan sebagai berikut 2. w = f(x,y) nilai w ditentukan oleh nilai x dan y (2 kondisi) dapat digambarkan sebagai berikut 3. w = f(x,y,z) nilai w ditentukan oleh nilai x, y dan z (3 kondisi) dapat digambarkan sebagai berikut 4. w = f(x,y,z,a) nilai w ditentukan oleh nilai x, y, z dan a (4 kondisi) dst 8.2 Cara Pen endeklarasian Array Multi Dimensi (Berdimensi( Banyak) Cara pendeklarasian array multi dimensi mirip dengan cara array 1 dimensi. Hanya terdapat penambahan tanda kurung siku ( [ dan ] ) untuk menunjukan jumlah maksimum data yang dapat ditampung oleh variabel array tersebut. Pada C/C++, untuk mendeklarasikan variable array multi dimensi kita dapat menuliskannya sebagai berikut : Tipe_Data Nama_Array[Jumlah_Elemen1] ]...[Jumlah_Elemen n]; Contoh : int Array[10][5]; //deklarasi array 2 dimensi double Jumlah[7][1][3]; //deklarasi array 3 dimensi float Total[5][6][1][2]; //deklarasi array 4 dimensi, dst IF - UTAMA Versi/Revisi : 1/0 Halaman : VIII-2

Array dua dimensi dapat kita gambarkan sebagai berikut : 0 1 n Index kolom 1 n Index baris Elemen Array Gambar 8.1. Array Dua Dimensi Array berdimensi banyak pada kenyataannya jarang dipergunakan dalam aplikasi. Array berdimensi banyak yang sering digunakan adalah array dengan 2 dimensi atau lebih dikenal dengan nama Matriks 8.3 Cara Pendeklarasian Array Tak Berukuran Kita bisa menentukan ukuran atau jumlah elemen dalam array dengan suatu nilai tertentu (seperti contoh deklarasi array pada sub bab 8.2) dan ukuran ini sifatnya konstan atau tidak akan berubah. Namun ada kalanya kita tidak mengetahui jumlah elemen maksimum (atau dengan kata lain jumlah elemen dalam array sifatnya tidak konstan atau dinamis), untuk keperluan inilah adlam bahasa C/C++ kita bisa mendefinisikan suatu array tanpa mencantumkan berapa ukuran atau jumlah elemen maksimal ya g bisa disimpan dalam array tersebut. Pada C/C++, untuk mendeklarasikan variable array tak berukuran kita dapat menuliskannya sebagai berikut : Tipe_Data Nama_Array[ ][ ]...[ ]; Contoh : int Array[ ]; //deklarasi array 1 dimensi tak berukuran char Angka[ ][ ]; //deklarasi array 2 dimensi tak berukuran float Total[ ][ ]...[ ]; //deklarasi array dimensi tertentu dan tak berukuran 8.4 Cara Pengaksesan Array Array Multi Dimensi Untuk dapat memasukan suatu nilai atau melihat isi dari suatu array kita harus menentukan posisi dimana nilai tersebut disimpan. Untuk mengakses elemen array dapat kita lakukan dengan perintah Pada C/C++, untuk mengakses elemen array dapat kita lakukan dengan perintah sebagai berikut : Nama_Array[indeks_Elemen1] ]...[indeks indeks_elemen n]; Contoh : Ary[10]; //akses elemen array Ary pada indeks ke-10 Jumlah[7][1]; // akses elemen array Jumlah pada indeks baris ke-7 dan indeks kolom ke-1 Total[5][6][1]; // akses elemen array Total pada indeks x ke-5 dan indeks y ke-6 dan indeks z ke-1, dst Setelah posisi ini kita ketahui, kemudian kita bisa melakukan operasi pada array atau nilai dalam array tersebut. Operasi yang dapat dilakukan pada sebuah array sangat beragam tergantung kebutuhan pengguna program tersebut. IF - UTAMA Versi/Revisi : 1/0 Halaman : VIII-3

8.5 Contoh Program Menggunakan Array Array Multi Dimensi Agar bisa mendapatkan gambaran lebih jauh seperti apa sih program yang menggunakan array multi dimensi? Anda bisa melihat contoh-contoh sebagai berikut : Contoh 01 : Program untuk menjumlahkan 2 buah array 2 dimensi pada C/C++ //Contoh program array multi dimensi - kuliah Pemrograman Terstruktur I //IF-Universitas Widyatama //dibuat oleh : Danang Junaedi //Tanggal : 17 November 2008 jam : 15:09 di B.417 //program untuk menjumlahkan array/matriks A dan B yang berukuran 2x23 #include<stdio.h> #include<conio.h> int main() int Matriks_A[2][2], Matriks_B[2][2]; // array Matriks_A dan Matriks_B int Matriks_Hasil[2][2];// array untuk hasil penjumlahan Matriks_A dan Matriks_B int idxbaris;//indeks baris, sebagai penunjuk nomor baris dalam array int idxkolom; //indeks kolom, sebagai penunjuk nomor kolom dalam array //proses input nilai ke dalam array Matriks_A dan Matriks_B printf("masukan Nilai ke dalama Matriks_A\n"); printf("masukan nilai ke dalam Matriks_A[%d,%d] : ",idxbaris,idxkolom); scanf("%d",&matriks_a[idxbaris][idxkolom]);//input nilai ke dalam Matriks_A pada baris ke-idxbaris dan kolom ke-idxkolom printf("\nmasukan Nilai ke dalama Matriks_B\n"); printf("masukan nilai ke dalam Matriks_B[%d,%d] : ",idxbaris,idxkolom); scanf("%d",&matriks_b[idxbaris][idxkolom]);//input nilai ke dalam Matriks_B pada baris ke-idxbaris dan kolom ke-idxkolom //proses penjumlahan Matriks_A dan Matriks_B Matriks_Hasil[idxBaris][idxKolom] = Matriks_A[idxBaris][idxKolom] + Matriks_B[idxBaris][idxKolom]; //proses output nilai pada array Matriks_A, Matriks_B dan Matriks_Hasil printf("\nisi Matriks_A\n"); IF - UTAMA Versi/Revisi : 1/0 Halaman : VIII-4

printf("\t%d ",Matriks_A[idxBaris][idxKolom]);//output nilai dalam Matriks_A baris ke-idxbaris dan kolom ke-idxkolom printf("\n"); printf("\nisi Matriks_B\n"); printf("\t%d ",Matriks_B[idxBaris][idxKolom]);//output nilai dalam Matriks_B baris ke-idxbaris dan kolom ke-idxkolom printf("\n"); printf("\nisi Matriks_Hasil\n"); printf("\t%d ",Matriks_Hasil[idxBaris][idxKolom]);//output nilai dalam Matriks_B baris ke-idxbaris dan kolom ke-idxkolom printf("\n"); getch(); return 0; Outputnya adalah : Contoh 02 : Program untuk menghasilkan matriks identitas pada C/C++ //Contoh program array multi dimensi - kuliah Pemrograman Terstruktur I IF-Universitas Widyatama //dibuat oleh : Danang Junaedi //Tanggal : 17 November 2008 jam : 16:30 di B.417 //program untuk menghasilkan matriks identitas IF - UTAMA Versi/Revisi : 1/0 Halaman : VIII-5

#include<stdio.h> #include<conio.h> int main() int MaxBaris,MaxKolom; int idxbaris;//indeks baris, sebagai penunjuk nomor baris dalam array int idxkolom; //indeks kolom, sebagai penunjuk nomor kolom dalam array //proses input jumlah maksimum elemen pada Matriks_Identitas printf("masukan Ukuran Baris & Kolom Matriks_Identitas : ");scanf("%d",&maxbaris); MaxKolom=MaxBaris; int Matriks_Identitas[MaxBaris][MaxKolom]; //deklarasi array Matriks_identitas for (idxbaris=0; idxbaris<=maxbaris;idxbaris++) for(idxkolom=0;idxkolom<=maxkolom;idxkolom++) (idxbaris == idxkolom)? Matriks_Identitas[idxBaris][idxKolom] = 1: Matriks_Identitas[idxBaris][idxKolom] = 0; printf("\nmatriks_identitasnya adalah \n"); for (idxbaris=1; idxbaris<=maxbaris;idxbaris++) for(idxkolom=1;idxkolom<=maxkolom;idxkolom++) printf("%d ",Matriks_Identitas[idxBaris][idxKolom]);//output nilai dalam Matriks_Identitas baris ke-idxbaris dan kolom ke-idxkolom printf("\n"); getch(); return 0; Outputnya adalah : 8.6 Referensi 1. Deitel, H.M. and Deitel, P.J., C How to Program, 4nd Edition, Prentice Hall, 2004 (bab 6) 2. Kristanto, Andi, Struktur Data dengan C++, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2003 [Bab 7] 3. Hartanto, Budi, Memahami Logika Pembuatan Program C Secara Mudah, Andi,Yogyakarta,2004 [Bab X] IF - UTAMA Versi/Revisi : 1/0 Halaman : VIII-6

4. http://58.145.171.59/permainan/html/bantumath/linearalgebracalculator.htm, tanggal akses : 15 November 2007 5. http://id.wikipedia.org/wiki/aljabar_linier, tanggal akses : 15 November 2007 8.7 Bahan Renungan (Semoga bisa menjadi tambahan motivasi) Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi. *A: Accept. * Terimalah diri anda sebagaimana adanya. *B: Believe. * Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup. *C: Care. * Pedulilah pada kemampuan anda meraih? apa yang anda inginkan dalam hidup. *D: Direct. * Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri. *E: Earn. * Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik. *F: Face. * Hadapi masalah dengan benar dan yakin. *G: Go. * Berangkatlah dari kebenaran. *H: Homework. * Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi. *I: Ignore. * Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan. *J: Jealously. * Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri. *K: Keep. * Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal. *L: Learn. * Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya. *M: Mind. * Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain. *N: Never. * Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol. *O: Observe. * Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain. *P: Patience. * Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha. *Q: Question. * Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu. *R: Respect. * Hargai diri sendiri dan juga orang lain. *S: Self confidence, self esteem, self respect. * IF - UTAMA Versi/Revisi : 1/0 Halaman : VIII-7

Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan kita dari saat-saat tegang. *T: Take. * Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda. *U: Understand. * Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda. *V: Value. * Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik. *W: Work. * Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa. *X: X'tra. * Usaha lebih keras membawa keberhasilan. *Y: You. * Anda dapat membuat suatu yang berbeda. *Z: Zero. * Usaha nol membawa hasil nol pula. Sumber: Shanrani Crozier. Florida, USA IF - UTAMA Versi/Revisi : 1/0 Halaman : VIII-8