BAB VI BAHASA C Pendahuluan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB VI BAHASA C Pendahuluan"

Transkripsi

1 BAB VI BAHASA C2 6.1 Pendahuluan Bahasa C merupakan evolusi dari bahasa BCPL yang dibuat oleh Martin Richards pada tahun Bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa B pada tahun Selanjutnya dikembangkan kembali menjadi bahasa C oleh Dennis Ritchie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone Laboratories Inc. (sekarang bernama AT&T Bell Laboratories). Beberapa alasan mengapa bahasa C banyak digunakan diantaranya adalah bahasa C tersedia hampir di semua jenis komputer, hanya menyediakan sedikit kata kunci, terdapat dukungan library yang banyak, dan memiliki struktur yang baik sehingga mudah dipahami Fungsi Fungsi adalah bagian dari program yang dimaksudkan untuk mengerjakan suatu tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari bagian program yang menggunakannya. Fungsi dibuat bertujuan untuk membuat program menjadi lebih terstruktur sehingga mudah untuk dipahami, dan untuk mengurangi penulisan kembali kode yang telah dibuat. 1. Fungsi Tanpa Parameter Merupakan data fungsi yang penulisan argumennya menggunakan void atau kosong. 2. Fungsi Dengan Parameter Fungsi dengan parameter memiliki argument yang bukan void. Akan tetapi argumennya adalah suatu variable dengan berbagai macam tipe data. 117

2 Fungsi Dengan Return Value Pada contoh-contoh sebelumnya, fungsi yang dibuat tidak memiliki nilai kembalian / return value (bisa dikatakan sebagai output fungsi). Hal ini dikarenakan fungsi tersebut bertipe void. Fungsi dapat memiliki tipe selain void seperti: int, float, char, double, dan lain-lain tergantung tipe data yang akan dikembalikan/return Array (Larik) Array merupakan koleksi data dengan setiap elemen data menggunakan nama yang sama dan masing-masing elemen data bertipe sama. Setiap komponen/elemen array dapat diakses dan dibedakan melalui indeks array. Deklarasi array didahului oleh jenis tipe data dari array yang dikehendaki kemudian nama variabelnya. Sedangkan jumlah elemen ditulis dalam tanda [ ]. Array dapat berupa satu dimensi maupun banyak dimensi. 1. Array 1 Dimensi Bentuk umumnya adalah sebagai berikut : tipe_data nama_array [banyak elemen] misal : int X[5] Deklarasi di atas berarti array dengan nama variabel X, memiliki tipe data berupa integer dan memiliki anggota sebanyak 5 buah. Perbedaan antara array dan variabel biasa adalah sebuah array bisa menyimpan sejumlah nilai, sedangkan variabel biasa hanya dihubungkan dengan sebuah nilai saja. 2. Array Multidimensi Array multidimensi merupakan array yang memiliki dimensi lebih dari satu. Array multidimensi (sering disebut matrix), dapat direpresentasikan sebagai sebuah tabel yang memiliki baris dan kolom. Bentuk array 2 dimensi adalah sebagai berikut: tipe_data nama_array [banyak elemen1][ banyak elemen2] misal : int X[5][3]

3 119 Pada contoh di atas, array 2 dimensi X dapat dikatakan memiliki baris sebanyak 5 dan kolom sebanyak 3. Sehingga elemen total array X adalah 5x3 = 15 elemen. Jadi ada 15 nilai yang dapat diisikan ke array X. 3. Array String Pada dasarnya tipe data string merupakan array dari tipe data char. Sehingga untuk membuat array string, maka digunakan array bertipe char 2 dimensi Struct Struktur merupakan sekumpulan variable yang mungkin terdiri dari beberapa tipe data berbeda dan dikelompokan dalam satu nama untuk kemudian diakses oleh program. Kehadiran struktur akan sangat membantu karena dalam struktur kita diizinkan untuk mengelompokan data-data yang saling berhubungan tersebut ke dalam suatu identitas yang terpisah Operasi File Operasi file merupakan sumber atau tujuan dari data yang dihubungkan dengan disk atau peripheral lainnya. Standart library stdio.h mendukung text stream dan binary stream. Text stream adalah urutan baris yang tiap barisnya terdiri dari nol atau lebih karakter yang diakhiri oleh \n. 1. Menulis File Dalam bahasa C terdpat fasilitas untuk menulis file. File tersebut dapat berisi tulisan yang dapat diisi sesuka hati kita. 2. Membaca file Dalam bahasa C terdapat fasilitas untuk membaca file yang pernah kita buat sebelumnya. Dengan menu ini kita dapat mengetahui isi dari file yang pernah disimpan sebelumnya.

4 Menghapus file Dalam bahasa C, kita dapat menghapus file yang pernah kita buat sebeumnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan membuka lokasi penyimpanan dan dapat dipastikan file tadi sudah tidak ada. 4. Mengedit file Dalam bahasa C, kita dapat mengedit file yang pernah kita simpan sebelumnya. Selain itu kita dapat menyimpan kembali setelah kita edit. 6.2 Tujuan 1. Mengenal dan memahami fungsi (function) dan kegunaanya serta aplikasinya dalam program sederhana. 2. Mengenal dan memahami fungsi array-larik dan kegunaanya serta aplikasi dalam program sederhana. 3. Mengenal dan memahami struktur (struct) dan kegunaanya serta aplikasi dalam program sederhana. 4. Mengenal dan memahami operasi file dan aplikasinya dalam program sederhana.

5 Langkah Kerja Fungsi Fungsi adalah bagian dari program yang dimaksudkan untuk mengerjakan suatu tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari bagian program yang menggunakannya. Fungsi dibagi 2, yaitu dengan parameter dan tanpa parameter. 1. Membuat Fungsi Tanpa Parameter a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Tuliskan program sebagai berikut #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int panjang,lebar,luas; /*deklarasi variabel*/ Void cetakluas(void){//deklarasi fungsi panjang=10;/*pemberian nilai variabel panjang*/ lebar=5;/*pemberian nilai variabel lebar*/ Luas = panjang*lebar; //definisi Luas sebagai panjang dikalikan lebar printf("luasnya adalah %d ",Luas);//output hasil perhitungan } Int main(){//fungsi utama cetakluas();//pemanggilan fungsi} d. Compile dan run dengan menekan F11. Gambar 6.1 Output fungsi tanpa parameter

6 Membuat Fungsi dengan Parameter a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Tuliskan program sebagai berikut #include <stdio.h> //#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int cetakluas(int panjang, int lebar){//deklarasi fungsi int Luas; /*deklarasi nama variabel*/ Luas = panjang*lebar; //definisi Luas sebagai panjang dikalikan lebar printf("luasnya adalah %d cm",l); //output hasil perhitungan} int main(){ // Fungsi Utama int p=10, l=5;//inisialisasi p dan l cetakluas(p,l); //pemanggilan fungsi } d. Compile dan run dengan menekan tombol F11. Gambar 6.2 Output fungsi dengan parameter 3. Membuat Fungsi dengan Return Value a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Tulisan program sebagai berikut #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int cetakluas(int panjang, int lebar){//membuat fungsi dan delarasi variabel int Luas;//delarasi variabel luas

7 123 Luas = panjang*lebar;//perumusan luas return Luas;//nilai kembali untuk variabel luas } int main(){//fungsi utama int p=10, l=5, L;//deklarasi dan inisialisasi variabel L = cetakluas(p,l);//pemanggilan fungsi printf("luasnya adalah %d",l); //perintah menampilkan hasil } d. Compile dan run dengan menekan tombol F11. Gambar 6.3 Output fungsi dengan return value Array Array merupakan koleksi data dengan setiap elemen data menggunakan nama yang samadan masing-masing elemen data bertipe sama. Setiap komponen/elemen array dapat diakses dan dibedakan melalui indeks array. Deklarasi array didahului oleh jenis tipe data dari array yang dikehendaki kemudian nama variabelnya. Sedangkan jumlah elemen ditulis dalam tanda [ ]. Array dapat berupa satu dimensi maupun banyak dimensi. 1. Membuat Array 1 Dimensi a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Tuliskan program sebagai berikut #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int main(){//fungsi utama

8 124 int nilai[4];//memberi nilai keempat elemen array nilai nilai[0]=2; //array nilai indeks ke 0 bernilai 2 nilai[1]=4; //array nilai indeks ke 1 bernilai 4 nilai[2]=3; //array nilai indeks ke 2 bernilai 3 nilai[3]=7; //array nilai indeks ke 3 bernilai 7 //mencetak masing2 elemen array for(int i=0;i<4;i++){//perintah perulangan printf("nilai ke %d adalah %d\n",i,nilai[i]);//output hasil dari array } } d. Compile dan run dengan menekan tombol F11. Gambar 6.4 Output fungsi array 1 dimensi 2. Membuat Array Multidimensi a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Isikan program pada fungsi sebagai berikut #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int main(){//fungsi utama int matrik[2][3];//memberi nilai keenam elemen array nilai matrik[0][0]=1;//elemen [0][0] bernilai 1 matrik[0][1]=3;//elemen [0][1] bernilai 3 matrik[0][2]=5;//elemen [0][2] bernilai 5 matrik[1][0]=4;//elemen [1][4] bernilai 4 matrik[1][1]=9;//elemen [1][1] bernilai 9 matrik[1][2]=8;//elemen [1][2] bernilai 8

9 125 //mencetak nilai elemen2 aray for(int i=0;i<2;i++){//perintah perulangan for(int j=0;j<3;j++){//perintah perulangan printf("matrik[%d][%d]=%d\n",i,j,matrik[i][j]);// output hasil array } } } d. Compile dan run dengan menekan tombol F11. Gambar 6.5 Output fungsi array multidimensi 3. Membuat Array String a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Isikan program pada fungsi sebagai berikut #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int main(){//fungsi utama int I,J;//mendelarasian variabel char hari[7][7]={//deklarasi string dengan 2 dimensi "minggu", "senin", "selasa", "rabu", "kamis", "jumat", "sabtu" };

10 126 //perintah menampilkan hasil for(i=0; I<7; I++) {//perulangan variabel I for(j=0; J<7; J++)//perulangan variabel J printf("%c", hari[i][j]);//menampilkan output printf("\n");//membuat baris baru } } d. Compile dan run dengan menekan tombol F11. Gambar 6.6 Output fungsi array string Struct Struktur merupakan sekumpulan variable yang mungkin terdiri dari beberapa tipe data berbeda dan dikelompokan dalam satu nama untuk kemudian diakses oleh program. Langkah-langkah untuk membuat struct: 1. Buka program Orwell Dev-C++ 2. Buat Project baru 3. Tuliskan program sebagai berikut #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int main(){//fungsi utama struct identitas{//perintah struct char nama[25];//deklarasi variable nama dengan maksimal karakter 12

11 127 char NIM[14];//delarasi variable NIM dengan maksimal karakter 14 float tinggi;//deklarasi variable tinggi dengan tipe data float }; struct identitas orang;//memanggil fungsi identitas printf("nama Anda? ");//menampilkan karakter scanf("%s",orang.nama);//input variabel nama printf("nim? "); //menampilkan karakter scanf("%s",&orang.nim);//input variabel NIM printf("tinggi Anda? "); //menampilkan karakter scanf("%f",&orang.tinggi);//input variabel tinggi printf("nama nama printf("nim NIM : %s\n",orang.nama);//menampilkan hasil : %s\n",orang.nim);//menampilkan hasil printf("tinggi : %.1f",orang.tinggi);//menampilkan hasil Tinggi } 4. Compile dan run dengan menekan tombol F11. Gambar 6.7 Output struct

12 Operasi File Merupakan sumber atau tujuan dari data yang dihubungkan dengan disk atau peripheral lainnya. Macam-macam operasi file: 1. Menulis File a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Tuliskan program sebagai berikut #include <conio.h>//#include sebagai preprosesor dan conio.h sebagai library #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int main(){//fungsi utama FILE *fp;//perintah operasi file int tekan,a;//deklarasi variabel char nama_file[20];//deklarasi variabel dan jml elemen while(a=1){//perintah while selagi benar perintah akan dilanjutkan puts("nama file yang diinginkan : ");//menampilkan karakter gets(nama_file);//input variabel nama_file if ((fp = fopen(nama_file,"w")) == NULL) { //percabangan if, bila benar dilanjutkan printf("tidak bisa membuat file %s",nama_file);//jika salah, perintah ini akan muncul return 0;}//nilai kembali printf("\nmasukkan sebarang input ke dalam file %s\n",nama_file);//menampilkan karakter

13 129 printf("\ntekan ctrl+z untuk mengakhiri..\ninput : \n");//menampilkan karakter while ((tekan=getchar())!=eof)//perintah while, selagi belium menekan ctrl+z. Program akan berlanjut putc(tekan,fp);//menuliskan karakter fclose(fp);//menutup file getch();//membaca input return 0 ;//nilai kembali break;//agar program jeda sejenak }getch();}//menahan program d. Compile dan run dengan menekan tombol F11. Gambar 6.8 Output menulis file 2. Membaca File a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Tuliskan program sebagai berikut #include <conio.h>//#include sebagai preprosesor dan conio.h sebagai library #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int main(){//fungsi utama

14 130 FILE *fp;//perintah operasi file char c;//delarasi variabel c char baca[50];//deklarasi variabel dan jumlah elemen puts("nama file yang ingin dibaca :");//menampilkan karakter gets(baca);//input variabel baca if((fp=fopen(baca,"r")) == NULL){//pengkondisian if, bila kondisi benar maka akan lanjut perintah printf("tidak bisa buka file %s", baca);}//bila kondisi salah akan tampil karakter tersebut while((c=getc(fp))!= EOF)//selagi kita tidak menekan ctrl+z maka penulisan akan tetap berlanjut putch(c);//input ke variabel c fclose(fp);//menutup file return 0;//nilai kembali } d. Compile dan run menggunakan tombol F11. Gambar 6.9 Output membaca file 3. Mengedit dan Menyimpan File a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Tuliskan program sebagai berikut

15 131 #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library #include <conio.h>//#include sebagai preprosesor dan conio.h sebagai library int main(){//fungsi utama FILE *fp;//perintah operasi file char c;//deklarasi variabel c char baca[50];//deklarasi variabel dan jumlah elemen puts("nama file yang ingin diedit :");//menampilkan Karakter gets(baca);//fungsi input variabel baca if((fp=fopen(baca,"w+")) == NULL){//percabangan if, jika kondisi benar akan dilanjut perintah selanjutnya printf("tidak bisa buka file %s", baca);}//jika kondisi salah akan tampil karakter tersebut printf("\nmasukkan editan ke dalam file %s\n",baca);//menampilkan karakter printf("\ntekan ctrl+z untuk menyimpan..\neditan : \n");//menampilkan karater while ((c=getchar())!=eof)//selagi kita belum menekan ctrl+z, kita dianggap masih mengedit program putc(c,fp);//input variabel c dan fp fclose(fp);//perintah menutup file getch();//agar program jeda sejenak return 0 ;//nilai kembali }

16 132 d. Compile dan run menggunakan tombol F11. Gambar 6.10 Output mengedit dan menyimpan file 4. Menghapus File a. Buka program Orwell Dev-C++ b. Buat Project baru c. Tuliskan program sebagai berikut #include <conio.h>//#include sebagai preprosesor dan conio.h sebagai library #include <stdio.h>//#include sebagai preprosesor dan stdio.h sebagai library int main(){//fungsi utama FILE *fp;//perintah operasi file int tekan;//deklarasi variable tekan char nama[20];//deklarasi variabel dan jumlah elemen puts("nama file yang ingin dihapus : ");//menampilkan karater gets(nama);//input variabel nama remove(nama);//perintah hapus file printf("\ntekan ctrl+z untuk mengakhiri penghapusan\n");//menampilkan karakter while ((tekan=getchar())!=eof)//perintah akan diteruskan selagi kita belum menekan ctrl+z

17 133 putc(tekan,fp);//menginput ke variabel tekan dan fp getch();//agar program jeda sejenak return 0 ;}//nilai kembali d. Compile dan run dengan menekan tombol F11. Gambar 6.11 Output menghapus file 6.4 Analisa dan Pembahasan Fungsi 1. Fungsi tanpa Parameter a. Algoritma 1. Mulai program. 2. Deklarasi fungsi cetakluas. 3. Deklarasi variabel p, l, Luas. 4. Inisialisasi nilai variabel p=10, l=5. 5. Pemanggilan fungsi cetakluas oleh fungsi utama. 6. Output hasil perhitungan. 7. Selesai.

18 134 b. Flowchart Mulai Deklarasi variabel panjang, lebar luas Deklarasi fungsi cetakluas Inisialisasi panjang = 5 lebar = 10 Panggil cetakluas luas = panjang * lebar Output luas Output luas Selesai Gambar 6.12 Flowchart fungsi tanpa parameter c. Gambar Uji Gambar 6.13 Output fungsi tanpa parameter

19 135 d. Analisa Sebelum memulai program, kita menginclude library yang sesuai. Dilanjutkan dengan deklarasi fungsi cetakluas, deklarasi variabel p, l, Luas, serta deklarasi rumus Luas=p*l. Kemudian pemberian nilai pada tiap-tiap variabel yaitu p=10,l=5. Pada fungsi utama, fungsi cetakluas akan dipanggil untuk diproses. Perbedaan dengan fungsi parameter ialah dalam fungsi tanpa parameter, argumen diisi void. Hasil yang muncul sesuai dengan rumus dan nilai yang diberikan, yaitu luas untuk bidang yang memiliki panjang 10 dan lebar 5 maka akan memiliki luas 50. Hasil yang tampak pada layar konsol sesuai dengan program yang ada pada fungsi. Program pada gambar diatas langsung berahir karena tidak terdapat fungsi getch(); yang berfungsi agar program jeda sejenak. Untuk menambah fungsi getch(); jangan lupa untuk include library conio.h terlebih dahulu. 2. Fungsi dengan Parameter Fungsi dengan parameter ialah fungsi dimana argumennya diisi dengan delarasi variabel. a. Algoritma 1. Mulai program. 2. Deklarasi fungsi cetakluas. 3. Deklarasi variabel p, l, Luas. 4. Deklarasi rumus Luas. 5. Pada fungsi utama, inisialisasi p=10, l=5. 6. Panggil fungsi cetakluas di fungsi utama. 7. Output hasil perhitungan. 8. Selesai.

20 136 b. Flowchart Mulai Deklarasi fungsi cetakluas Inisialisasi panjang = 5 lebar = 10 Panggil cetakluas luas = panjang * lebar Output luas luas Selesai Gambar 6.14 Flowchart fungsi dengan parameter c. Gambar Uji Gambar 6.15 Output fungsi dengan parameter d. Analisa Sebelum memulai program, kita menginclude library yang sesuai. Dilanjutkan dengan deklarasi fungsi cetakluas, deklarasi variabel p dan l dalam argumen fungsi. Deklarasi Luas, serta

21 137 deklarasi rumus Luas=p*l. Kemudian pemberian nilai pada tiaptiap variabel yaitu p=10, l=5 pada fungsi utama. Lalu pada fungsi utama, fungsi cetakluas akan dipanggil untuk diproses. Perbedaan dengan tanpa parameter ialah dalam fungsi parameter, argumen diisi deklarasi variabel. Hasil yang muncul sesuai dengan rumus dan nilai yang diberikan. Meskipun penulisan perintah perhitungan tidak di program utama, namun program tetap bisa berjalan dengan benar berkat fungsi. Program pada gambar diatas langsung berahir karena tidak terdapat fungsi getch(); yang berfungsi agar program jeda sejenak. Untuk menambah fungsi getch(); jangan lupa untuk include library conio.h terlebih dahulu. 3. Fungsi dengan Return Value Pada contoh-contoh sebelumnya, fungsi yang dibuat tidak memiliki nilai kembalian / return value (bisa dikatakan sebagai output fungsi). Hal ini dikarenakan fungsi tersebut bertipe void. Fungsi dapat memiliki tipe selain void seperti: int, float, char, double, dan lain-lain tergantung tipe data yang akan dikembalikan/return. a. Algoritma 1. Mulai program. 2. Deklarasi fungsi cetakluas. 3. Deklarasi variabel p, l, Luas. 4. Deklarasi rumus luas. 5. Return variabel Luas. 6. Pada fungsi utama, inisialisasi p=10, l=5. 7. Panggil fungsi cetakluas pada fungsi utama. 8. Output hasil perhitungan. 9. Selesai

22 138 b. Flowchart Mulai Deklarasi fungsi cetakluas Inisialisasi panjang = 5 lebar = 10 Panggil cetakluas Luas = panjang * lebar Return Luas Output luas Selesai Gambar 6.16 Flowchart fungsi dengan return value c. Gambar Uji Gambar 6.17 Output fungsi dengan return value

23 139 d. Analisa Sebelum memulai program, kita menginclude library yang sesuai. Dilanjutkan dengan deklarasi fungsi cetakluas, deklarasi variabel p, l, Luas, serta deklarasi rumus Luas=p*l. Pada fungsi kali ini kita tambahkan nilai kembali pada variabel Luas. Kemudian pemberian nilai pada tiap-tiap variabel yaitu p=10,l=5 pada fungsi utama. Lalu pada fungsi utama, fungsi cetakluas akan dipanggil untuk diproses. Hasil yang muncul sesuai dengan rumus dan nilai yang diberikan. Perbedaan program diatas dengan yang sebelumsebelumnya adalah terdapatnya return value untuk fungsi yang dipanggil. Fungsi dari return yaitu untuk mengembalikan nilai pada variabelnya. Program pada gambar diatas langsung berahir karena tidak terdapat fungsi getch(); yang berfungsi agar program jeda sejenak. Untuk menambah fungsi getch(); jangan lupa untuk include library conio.h terlebih dahulu Array Array merupakan koleksi data dengan setiap elemen data menggunakan nama yang sama dan masing-masing elemen data bertipe sama. Setiap komponen/elemen array dapat diakses dan dibedakan melalui indeks array. Deklarasi array didahului oleh jenis tipe data dari array yang dikehendaki kemudian nama variabelnya. Sedangkan jumlah elemen ditulis dalam tanda [ ]. Array dapat berupa satu dimensi maupun banyak dimensi. 1. Array 1 Dimensi a. Algoritma 1. Mulai 2. Deklarasi Array nilai 3. Deklarasi dan inisialisasi i=0

24 If i<4 ke langkah 5, else ke langkah 8 5. Output nilai ke i = niali[i] 6. I++ 7. Kembali ke langkah 4 8. End b. Flowchart Gambar 6.18 Flowchart Array 1 Dimensi c. Gambar Uji Gambar 6.19 Output Array 1 Dimensi

25 141 d. Analisa Sebelum memulai program, kita include library yang sesuai. Deklarasi array nilai dan jumlah elemennya sejumlah 4. Kemudian pemberian nilai pada masing-masing elemen.deklarasi behwa i=0, maka selagi i<4 maka proses perulangan untuk menampilkan hasil akan berlanjut. Hasil diatas sesuai dengan pemberian nilai yang telah diberikan. Perintah for berguna untuk perulangan seperti diatas. Karakter yang tampil pada layar konsol sesuai dengan perintah printf( nilai ke %d adalah %d, i,nilai[i]); dimana %d disitu menandakan bilangan bulat. data yang diambil berasal dari variabel i dan nilai[i]. Program langsung berakhir karena tidak diberi perintah getch(); untuk menjeda progam sejenak. 2. Array Multidimensi Array multidimensi merupakan array yang memiliki dimensi lebih dari satu, misalkan array 2 dimensi. Array 2 dimensi (sering disebut matrix), dapat direpresentasikan sebagai sebuah tabel yang memiliki baris dan kolom. a. Algoritma 1. Mulai 2. Deklarasi Array matrik. 3. Deklarasi dan inisialisasi i=0. 4. If i<2 ke langkah 5, else ke langkah Deklarasi dan inisialisasi j=0 6. If j<3 ke langkah 7, else ke langkah Output nilai ke i = niali[i] 8. j++ 9. ke langah i ke langkah 4

26 End b. Flowchart Gambar 6.20 Flowchart Array Multidimensi

27 143 c. Gambar Uji Gambar 6.21 Output Array Multidimensi d. Analisa Sebelum memulai program, kita include library yang sesuai. Deklarasi array nilai dengan dimensi sebanyak 2 dan jumlah elemennya sejumlah 6. Kemudian pemberian nilai pada masingmasing elemen. inisialisasi bahwa i=0, maka selagi i<2 maka proses perulangan untuk menampilkan hasil akan berlanjut. Lalu masuk inisialisasi j=0, maka selagi j<3 proses perulangan akan dilanjutkan. Hasil diatas sesuai dengan pemberian nilai yang telah diberikan. Perbedaan pada perintah array sebelumnya ialah pada array multidimensi kita dapat membuat lebih dari 1 dimensi. Misalnya saja pada contoh diatas kita menggunaan 2 dimensi. Perhitungan jumlah elemen dimulai dari elemen ke 0. Perintah for berguna untuk perulangan seperti diatas. Program langsung berakhir karena tidak diberi perintah getch(); untuk menjeda progam sejenak.

28 Array String Pada dasarnya tipe data string merupakan array dari tipe data char. Sehingga untuk membuat array string, maka digunakan array bertipe char 2 dimensi. a. Algoritma 1. Mulai program. 2. Deklarasi array hari dengan jumlah dimensi 2, jumlah elemen Inisialisasi nilai tiap elemen. 4. Inisialisasi i=0, maka selagi i<7 proses perulangan untuk menampilkan hasil berlanjut dengan pola i Inisialisasi j=0, maka selagi i<7 proses perulangan untuk menampilkan hasil berlanjut dengan pola j Output dari perintah array. 7. Selesai

29 145 b. Flowchart START Deklarasi hari i=0 i<7 Y J=0 j<7 N i++ N Y OutputHari j++ END Gambar 6.22 Flowchart Array String

30 146 c. Gambar Uji Gambar 6.23 Output Array String d. Analisa Sebelum memulai program, kita include library yang sesuai. Deklarasi array nilai dengan dimensi sebanyak 2 dan jumlah elemennya sejumlah 49. Kemudian pemberian nilai pada masing-masing elemen. inisialisasi bahwa i=0, maka selagi i<7 maka proses perulangan untuk menampilkan hasil akan berlanjut. Lalu masuk inisialisasi j=0, maka selagi j<7 proses perulangan akan dilanjutkan. Hasil diatas sesuai dengan pemberian karater yang telah diberikan. Pada program diatas kita gunakan array string karena array tersebut memiliki kelebihan dapat membuat berbagai tipe data dengan lebih dari satu dimensi. Perintah for berguna untuk perulangan seperti diatas. Program langsung berakhir karena tidak diberi perintah getch(); untuk menjeda progam sejenak Struct Struktur merupakan sekumpulan variable yang mungkin terdiri dari beberapa tipe data berbeda dan dikelompokan dalam satu nama untuk kemudian diakses oleh program. Tipe data yang dimaksud adalah tipe

31 147 data dasar termasuk tipe data bentukan seperti array, pointer, dan juga struktur lain yang telah didefinisikan sebelumnya. a. Algoritma 1. Mulai 2. Deklarasi Struct identitas 3. Deklarasi orang dalam identitas 4. Output Nama Anda? 5. Input orang.nama 6. Output NIM Anda? 7. Input orang.nim 8. Output Tinggi Anda? 9. Input orang.tinggi 10. Output nama, nim, tinggi 11. END

32 148 b. Flowchart Mulai Deklarasi struct identitas berisi nama, nim, tinggi Deklarasi orang dalam struct identitas Output Nama: Input nama Output NIM: Input nim Output Tinggi: Input tinggi Output nama Output nim Output tinggi Selesai Gambar 6.24 Flowchart Struct

33 149 c. Gambar Uji Gambar 6.25 Output Struct d. Analisa Sebelum memulai program, kita include library yang sesuai. Deklarasi variabel string diantaranya nama, NIM, tinggi. Kemudian input nama, NIM, dan tinggi. Sebagai contoh kita input nama Miftah_Adiguna, NIM , dan tinggi 175. Hasil keluaran dari proses akan keluar. Disini kita gunakan fungsi string karena fungsi tersebut dapat mengolah data lebih dari 1 tipe data dan lebih dari 1 variabel. Pada hasil run di atas baris nama, NIM, dan tinggi program dapat menampilkan hasil sesuai dengan input. Program langsung berakhir karena tidak diberi perintah getch(); untuk menjeda progam sejenak Operasi File 1. Menulis File Dalam bahasa C, kita dapat membuat program yang bisa digunakan untuk menulis file. a. Algoritma 1. Mulai 2. Mengaktifkan fungsi operasi file 3. Deklarasi a, tekan, nama_file

34 Mencetak nama file yang diinginkan 5. Input nama file yang diinginkan ke variabel nama_file 6. If gagal ke langkah 7, else ke langkah 9 7. Mencetak tidak bisa membuat file 8. Ke langkah Mencetak masukan sembarang input 10. Mencetak tekan Ctrl + Z untuk mengakhiri 11. Input isi file 12. If Ctrl + Z ditekan ke langkah 13 else ke langkah Menulis karakter kedalam file 14. Menutup file 15. END

35 151 b. Flowchart Mulai Mengaktifkan fungsi operasi file Deklarasi a, tekan, nama_file Output nama file yang diinginkan: Input nama_file fopen(nama_file,"w") == NULL Output Masukkan sebaran input ke dalam file: Output Tekan ctrl+z untuk mengakhiri.. Input isi file ctrl+z ditekan Menuliskan isi file ke dalam file Selesai Gambar 6.26 Flowchart menulis file

36 152 c. Gambar Uji Gambar 6.27 Output menulis file d. Analisa Dalam penulisan source code diatas pada bagian if ((fp = fopen(nama_file,"w")) == NULL) { huruf w pada perintah disamping berguna untuk menulis file. Apabila nama file yang ingin dibuat belum ada maka akan dibuat file dengan nama tersebut. Apabila sudah ada maka file akan dihapus dan diganti dengan file kosong. Selanjutnya kita akan menginput karakter kedalam file tersebut. Apapun yang kita ketikkan akan tersimpan dalam file. Jika kita sudah mengetik ctrl+z baru penulisan karakter berakhir diikuti program yang berakhir. 2. Membaca File Pada bahasa C, file yang telah dibuat juga dapat dibaca isinya melalui program bahasa C, a. Algoritma 1. Mulai 2. Mengaktifkan fungsi operasi file 3. Deklarasi c, baca

37 Mencetak nama file yang ingin dibaca 5. Input nama file yang ingin dibaca ke variabel baca 6. If gagal ke langkah 7, else ke langkah 9 7. Mencetak tidak bisa membuka file 8. Ke langkah Mencetak tekan Ctrl + Z untuk mengakhiri 10. Membaca file 11. If Ctrl + Z ditekan ke langkah 12, else ke langkah END b. Flowchart Mulai Mengaktifkan fungsi operasi file Deklarasi c, baca Output nama file yang ingin dibaca: Input baca fp=fopen(baca), r == NULL ya tidak Output isi file tidak Output tidak bisa buka file Ctrl+z ditekan ya Selesai Gambar 6.28 Flowchart membaca File

38 154 c. Gambar Uji Gambar 6.29 Output membaca File d. Analisa Dalam penulisan source code progam diatas, pada bagian if((fp=fopen(baca,"r")) == NULL){ huruf r pada perintah disamping berfungsi untuk membaca isi file. Apabila nama file yang ingin kita buka belum ada maka akan muncul output gagal buka. Jika nama file yang dimasukkan benar maka akan membuka isi file. 3. Mengedit dan Menyimpan File Dalam bahasa C, file yang telah kita buat dapat diedit dan disimpan kembali. a. Algoritma 1. Mulai 2. Mengaktifkan fungsi operasi file 3. Deklarasi c, baca 4. Mencetak nama file yang ingin diedit 5. Input nama file yang ingin diedit ke variabel baca 6. If gagal ke langkah 7, else ke langkah 9 7. Mencetak tidak bisa membuka file 8. Ke langkah Mencetak masukan editan ke dalam file

39 Mencetak tekan Ctrl + Z untuk mengakhiri 11. Input isi file 12. If Ctrl + Z ditekan ke langkah 13, else ke langkah Menulis karakter kedalam file 14. Menutup file 15. END

40 156 b. Flowchart Mulai Mengaktifkan fungsi operasi file Deklarasi c, baca Output nama file yang ingin diedit: Input baca fopen(baca,"w+ ) == NULL Output Masukkan editan ke dalam file: Output Tekan ctrl+z untuk mengakhiri.. Input isi file tidak ctrl+z ditekan ya Menuliskan isi file ke dalam file Selesai Gambar 6.30 Flowchart mengedit dan menyimpan file

41 157 c. Gambar Uji Gambar 6.31 Output mengedit dan menyimpan file d. Analisa Dalam penulisan source code untuk program diatas, pada bagian if((fp=fopen(baca,"w+")) == NULL){ huruf w+ pada bagian tersebut berfungsi untuk proses penulisan dan pembacaan. Apabil file belum ada maka file akan dibuat. Apabila file telah ada maka file tersebut akan ditimpa dengan file baru. Selanjutnya kita akan menginput karakter kedalam file tersebut. Apapun yang kita ketikkan akan tersimpan dalam file. Jika kita sudah mengetik ctrl+z baru penulisan karakter berakhir diikuti program yang berakhir. 4. Menghapus File Dalam bahasa C, kita dapat menghapus file yang telah kita buat. a. Algoritma 1. Mulai 2. Mengaktifkan fungsi operasi file 3. Deklarasi tekan, nama 4. Mencetak nama file yang ingin dihapus 5. Input nama file yang ingin dihapus ke variabel nama

42 Menghapus file dalam variabel nama 7. Mencetak tekan Ctrl + Z untuk mengakhiri 8. If Ctrl + Z ditekan ke langkah 9, else ke langkah 8 9. END b. Flowchart Mulai Mengaktifkan fungsi operasi file Deklarasi tekan, nama Output nama file yang dihapus Input nama Menghapus file Output tekan ctrl + z untuk mengakhiri N Ctrl + Z ditekan Y End Gambar 6.32 Flowchart menghapus file

43 159 c. Gambar Uji Gambar 6.33 Output menghapus file d. Analisa Dalam program diatas, kita diperintah untuk memasukkan nama file yang ingin dihapus. Apabila nama file yang ingin dihapus memang sudah ada filenya, maka file tersebut akan dieksekusi untuk dihapus. Jika tidak ada, maka nama file yang kita ketikkan tidak akan ada pengaruh apa-apa. Selanjutnya akan muncul perintah untuk mengakhiri penghapusan, sebelum kita menekan ctrl+z maka karakter yang kita tulis dianggap sebagai perintah hapus file. Jika kita tekan ctrl+z maka proses penghapusan berakhir diikuti dengan berakhirnya program.

44 Kesimpulan 1. Bahasa C memilki berbagai macam library yang harus dimasukan dalam pengcodingan. 2. Program dari bahasa C dibentuk dari kumpulan fungsi, mulai dari fungsi utama dengan nama main(), fungsi-fungsi pustaka standar, dan fungsifungsi yang dibuat sendiri oleh pemrogram. 3. Jika ingin membuat source code maka kita harus memperhatikan deklarasi pendiskripsian suatu variable. 4. Fungsi tanpa parameter merupakan data input yang penulisan argumennya menggunakan void 5. Fungsi dengan parameter merupakan data input yang penulisan argumennya menggunakan suatu variabel dengan berbagai macam tipe 6. Fungsi return value merupakan fungsi yang memiliki nilai kembalian/return value, fungsi dengan return value dapat bertipe int, float, char, double, dan lain-lain 7. Perbedaan fungsi dengan dan tanpa parameter terletak pada pendeklarasian variable inputnya. 8. Array merupakan koleksi data dengan setiap elemen data menggunakan nama yang sama dan masing-masing elemen data bertipe sama. Array terdiri dari array satu dimensi, array multidimensi dan array string. 9. Array 1 dimensi adalah koleksi data dengan banyak dimensi 1 sehingga banyak elemen sama dengan banyak yang tertulis didalam dimensi[..]. 10. Array multidimensi merupakan array yang memiliki dimensi lebih dari satu. Array multidimensi (sering disebut matrix), dapat direpresentasikan sebagai sebuah tabel yang memiliki baris dan kolom. 11. Array string adalah array dari tipe data char. Sehingga untuk membuat array string, maka digunakan array bertipe char 2 dimensi.

45 Struktur merupakan sekumpulan variable yang mungkin terdiri dari beberapa tipe data berbeda dan dikelompokan dalam satu nama untuk kemudian diakses oleh program. 13. Operasi file adalah sumber atau tujuan dari data yang dihubungkan dengan disk dan biasanya digunakan untuk mengolah file ataupun folder. Pada operasi file kerja yang dapat dilakukan adalah menulis file, membaca file,menghapus file, dan mengedit file serta menghapus file..

Modul V Pemrograman Bahasa C ( bagian II )

Modul V Pemrograman Bahasa C ( bagian II ) Modul V Pemrograman Bahasa C ( bagian II ) 5.1 Tujuan Percobaan 1. Mengenal dan memahami fungsi (function) dan kegunaanya serta aplikasinya dalam program sederhana. 2. Mengenal dan memahami fungsi array-larik

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom Algoritma Pemrograman Fery Updi,M.Kom 1 Kompetensi Detail Mampu menjelaskan Prinsip-prinsip Algoritma Mampu menjelaskan Konsep Bahasa Pemrograman Mampu membuat Flowchart dan Pseudocode Mampu menjelaskan

Lebih terperinci

Pengenalan C++ Oleh : Dewi Sartika

Pengenalan C++ Oleh : Dewi Sartika Pengenalan C++ Oleh : Dewi Sartika Pendahuluan Bahasa Pemrograman C++ merupakan bahasa tingkat menengah dimana bahasa ini didasarkan atas bahasa C, keistimewaan dari bahasa C++ adalah bahasa ini mendukung

Lebih terperinci

PENGENALAN BAHASA C. Praktikum 3

PENGENALAN BAHASA C. Praktikum 3 Praktikum 3 PENGENALAN BAHASA C A. TUJUAN 1. Mengenal sintaks dan fungsi-fungsi dasar dalam bahasa C 2. Mampu membuat flowchart untuk algoritma untuk memecahkan suatu masalah sederhana, selanjutnya mengimplementasikannya

Lebih terperinci

BAB 1 KONSEP DASAR BAHASA C

BAB 1 KONSEP DASAR BAHASA C BAB 1 KONSEP DASAR BAHASA C 1. Sejarah dan Standar C Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richard pada tahun 1967. Bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian

Lebih terperinci

BAB V BAHASA C I. 5.1 Pendahuluan

BAB V BAHASA C I. 5.1 Pendahuluan BAB V BAHASA C I 5.1 Pendahuluan Bahasa C merupakan evolusi dari bahasa BCPL yang dibuat oleh Martin Richards pada tahun 1967. Bahasa ini memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA No. EKA/EKA255 Revisi:01 30 Agu 2014 Hal 1 / 8 A. TUJUAN Setelah melakukan praktik mahasiswa diharapkan dapat: 1. memahami struktur penulisan bahasa C 2. memahami perintah dasar bahasa C B. TEORI DASAR

Lebih terperinci

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA POINTER DAN FUNCTION POINTER POINTER ADALAH SUATU VARIABEL PENUNJUK, BERISI NILAI YANG MENUNJUK ALAMAT SUATU LOKASI MEMORI TERTENTU. JADI POINTER TIDAK BERISI NILAI DATA, MELAINKAN

Lebih terperinci

PENGENALAN BAHASA C DAN C++

PENGENALAN BAHASA C DAN C++ PRAKTIKUM KE 1 PENGENALAN BAHASA C DAN C++ TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan mengetahui sejarah bahasa C dan C++. 2. Praktikan mengerti struktur program bahasa C / C++. 3. Praktikan mengerti konsep tipe data

Lebih terperinci

Dosen : Dede Kurniadi, S.Kom.,M.Kom HP :

Dosen : Dede Kurniadi, S.Kom.,M.Kom  HP : Dosen : Dede Kurniadi, S.Kom.,M.Kom http://dedekurniadi.com HP : 08977700266 Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards th.1967. Selanjutnya bahasa ini memberikan

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom Algoritma Pemrograman Fery Updi,M.Kom 1 Kompetensi Detail Mampu menjelaskan Prinsip-prinsip Algoritma Mampu menjelaskan Konsep Bahasa Pemrograman Mampu membuat Flowchart dan Pseudocode Mampu menjelaskan

Lebih terperinci

MODUL 1 STANDAR INPUT DAN OUTPUT

MODUL 1 STANDAR INPUT DAN OUTPUT MODUL 1 STANDAR INPUT DAN OUTPUT A. TUJUAN 1. Memahami input dan output dasar pada bahasa pemrograman C/C++ 2. Memahami operasi dasar untuk input dan output pada bahasa pemrograman C/C++ 3. Mampu menciptakan

Lebih terperinci

BAHASA PEMROGRAMAN C

BAHASA PEMROGRAMAN C BAHASA PEMROGRAMAN C A. Pengenalan Bahasa C diciptakan oleh Dennis Ritchie tahun 1972 di Bell Laboratories. Kelebihan Bahasa C: - Bahasa C tersedia hampir di semua jenis computer. - Kode bahasa C sifatnya

Lebih terperinci

Fungsi : Dasar Fungsi

Fungsi : Dasar Fungsi PRAKTIKUM 13 Fungsi : Dasar Fungsi A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memecah program dalam fungsi fungsi yang sederhana. 2. Menjelaskan tentang pemrograman terstruktur. B. DASAR TEORI Fungsi adalah suatu bagian

Lebih terperinci

Bahasa C-M6 By Jamilah, Skom 1

Bahasa C-M6 By Jamilah, Skom 1 BAB 1 KONSEP DASAR BAHASA C 1.1 SEJARAH DAN STANDAR C Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richard pada tahun 1967. Bahasa ini memberkan ide kepada ken thompson yang kemudian

Lebih terperinci

E STRUKTUR DATA & E PRAKTIK STRUKTUR DATA. Pointer & Function. Alfa Faridh Suni, S.T., M.T. PTIK

E STRUKTUR DATA & E PRAKTIK STRUKTUR DATA. Pointer & Function. Alfa Faridh Suni, S.T., M.T. PTIK E3024015 - STRUKTUR DATA & E3024016 PRAKTIK STRUKTUR DATA Pointer & Function Alfa Faridh Suni, S.T., M.T. PTIK - 2014 Pointer Pointer adalah suatu variabel penunjuk, berisi nilai yang menunjuk alamat suatu

Lebih terperinci

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C 1. Pendahuluan Lingkungan Turbo C++ 4.5 Turbo C++ 4.5 adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C++ 4.5. 1 2 3 4 1 : Menu Utama

Lebih terperinci

Modul IV Pemrograman Bahasa C ( bagian I )

Modul IV Pemrograman Bahasa C ( bagian I ) Modul IV Pemrograman Bahasa C ( bagian I ) 4.1. Tujuan Percobaan 1. Praktikan dapat menerapkan konsep algoritma dan flowchart ke dalam bahasa C 2. Praktikan dapat menjelaskan library dalam bahasa C 3.

Lebih terperinci

Bahasa Pemrograman Sejarah singkat C++ Struktur program C++ Yoannita

Bahasa Pemrograman Sejarah singkat C++ Struktur program C++ Yoannita DASAR PEMROGRAMAN Bahasa Pemrograman Sejarah singkat C++ Struktur program C++ Yoannita Bahasa Pemrograman Apa yang dimaksud bahasa pemrograman? Alat yang digunakan programmer untuk memberikan instruksi

Lebih terperinci

SOAL C++ Created by Yuli Astuti,S.Kom Copyright 2009

SOAL C++ Created by Yuli Astuti,S.Kom Copyright 2009 SOAL C++ 1. Penulisan Preprocessor yang benar di awali dengan tanda pound atau tanda : a. # c. @ b. & d. = 2. Contoh penulisan file header yang benar yaitu : a. &include c. =include

Lebih terperinci

Pengantar Visual C++ & Penulisan Program

Pengantar Visual C++ & Penulisan Program PRAKTIKUM 2 Pengantar Visual C++ & Penulisan Program A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Mampu memahami struktur penulisan bahasa C 2. Mengerti perintah keluaran di C 3. Mengenal Lingkungan Visual C++ 4. Mengerti

Lebih terperinci

MODUL 1 PENGENALAN PROGRAM C++ DAN PERNYATAAN MASUKAN-KELUARAN

MODUL 1 PENGENALAN PROGRAM C++ DAN PERNYATAAN MASUKAN-KELUARAN 1 MODUL 1 PENGENALAN PROGRAM C++ DAN PERNYATAAN MASUKAN-KELUARAN A. MAKSUD DAN TUJUAN 1. MAKSUD Mengenal cara menggunakan bahasa pemrograman C++ dengan menggunakan C++ Builder dan mengenala pernyataan

Lebih terperinci

DASAR PEMROGRAMAN. PENGANTAR BAHASA C ( Sejarah, Struktur Pemrograman, Tipe Data, Operator ) Djoko Soerjanto, M.Kom

DASAR PEMROGRAMAN. PENGANTAR BAHASA C ( Sejarah, Struktur Pemrograman, Tipe Data, Operator ) Djoko Soerjanto, M.Kom DASAR PEMROGRAMAN PENGANTAR BAHASA C ( Sejarah, Struktur Pemrograman, Tipe Data, Operator ) Djoko Soerjanto, M.Kom https://www.facebook.com/groups/dasarpemrogramanc TUJUAN Mengenal sejarah, struktur, sintaks

Lebih terperinci

Dasar Pemrograman. Visual Studio Program C++ Sederhana. Yoannita, S.Kom.

Dasar Pemrograman. Visual Studio Program C++ Sederhana. Yoannita, S.Kom. Visual Studio 2008 Dasar Pemrograman Program C++ Sederhana. C/C++ C++ merupakan perkembangan leboh lanjut dari C. Bahasa C dikembangkan tahun 1972 oleh Dennis Richie di Bell Telephone laboratories. Oleh

Lebih terperinci

BAB I PENGENALAN BAHASA C

BAB I PENGENALAN BAHASA C DIKTAT MATA KULIAH PEMROGRAMAN I BAB I PENGENALAN BAHASA C IF Pendahuluan Akar dari bahasa C adalah bahasa BCPL yang dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Bahasa ini memberikan ide kepada

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH MENULISKAN PROGRAM DALAM TURBO C++

LANGKAH-LANGKAH MENULISKAN PROGRAM DALAM TURBO C++ I.PENDAHULUAN 1. 1. ALGORITMA Algoritma adalah urutan aksi-aksi yang dinyatakan dengan jelas dan tidak rancu untuk memecahkan suatu masalah dalam rentang waktu tertentu. Setiap aksi harus dapat dikerjakan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 2 SEKILAS TENTANG C

PRAKTIKUM 2 SEKILAS TENTANG C PRAKTIKUM 2 SEKILAS TENTANG C A. TUJUAN 1. Mengenal sintaks dan fungsi-fungsi dasar dalam bahasa C 2. Mampu membuat flowchart untuk algoritma untuk memecahkan suatu masalah sederhana, selanjutnya mengimplementasikannya

Lebih terperinci

Chapter 1 KONSEP DASAR C

Chapter 1 KONSEP DASAR C Chapter 1 KONSEP DASAR C Sejarah Dan Standar C Akar dari bahasa C adalah BCPL (dikembangkan oleh Martin Richard tahun 1967). Kemudian Tahun 1970, Ken Thompson mengembangkan bahasa tersebut yang di kenal

Lebih terperinci

BAB 4 PENGENALAN BAHASA C

BAB 4 PENGENALAN BAHASA C Bab 4 Pengenalan Bahasa C 35 BAB 4 PENGENALAN BAHASA C TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mengetahui sejarah perkembangan bahasa C. 2. Mengerti struktur program bahasa C. 3. Mengerti konsep tipe data, variabel, & operator

Lebih terperinci

MODUL 10 Fungsi 10.1 Kompetensi 10.2 Alat Dan Bahan: 10.3 Ulasan Teori: Dasar Fungsi Deklarasi Fungsi

MODUL 10 Fungsi 10.1 Kompetensi 10.2 Alat Dan Bahan: 10.3 Ulasan Teori: Dasar Fungsi Deklarasi Fungsi MODUL 10 Fungsi 10.1 Kompetensi 1. Mahasiswa mampu membagi logika program dengan menggunakan fungsi. 2. Mahasiswa memahami konsep rekursif serta mengimplementasikan dengan menggunakan fungsi. 10.2 Alat

Lebih terperinci

KARAKTER DAN STRING, ARRAY, STRUCT DAN REVIEW PADA BAHASA C

KARAKTER DAN STRING, ARRAY, STRUCT DAN REVIEW PADA BAHASA C KARAKTER DAN STRING, ARRAY, STRUCT DAN REVIEW PADA BAHASA C Disusun oleh: Bachtiar Maulana (58411782) Marlinda Dwi Cahya (54411318) Muh. Mahlani (5411622) Muzaky Bakri Salim (55411060) UNIVERSITAS GUNADARMA

Lebih terperinci

Cara pertama adalah pada saat deklarasi variabel ditambahkan ke- yword const sebelum nama tipe data seperti

Cara pertama adalah pada saat deklarasi variabel ditambahkan ke- yword const sebelum nama tipe data seperti KONSTANTA Menghitung besaran-besaran fisis dalam bidang fisika memerlukan suatu konstantakonstanta. Bahasa C dan C++ menyediakan tipe data tambahan sehingga variabel yang kita gunakan merupakan konstanta

Lebih terperinci

Tipe Data. Adri Priadana

Tipe Data. Adri Priadana Tipe Data Adri Priadana http://ilkomadri.com/ Pengertian Tipe data adalah jenis data atau pola representasi data yang mempunyai batasan tempat dan karakteristik sesuai dengan interprestasi data dan dapat

Lebih terperinci

Program pendek dan simple = mudah dihandle. Program besar, banyak dan kompleks = tidak

Program pendek dan simple = mudah dihandle. Program besar, banyak dan kompleks = tidak Modular Programming Program pendek dan simple = mudah dihandle. Program besar, banyak dan kompleks = tidak mudah dihandle. dl Kesulitan: sulit mencari dan mengingat variabel-variabel aiabel yang sudah

Lebih terperinci

Program pendek dan simple = mudah dihandle. Program besar, banyak dan kompleks = tidak

Program pendek dan simple = mudah dihandle. Program besar, banyak dan kompleks = tidak Modular Programming Program pendek dan simple = mudah dihandle. Program besar, banyak dan kompleks = tidak mudah dihandle. dl Kesulitan: sulit mencari dan mengingat variabel-variabel aiabel yang sudah

Lebih terperinci

Tipe Data dan Operator

Tipe Data dan Operator Tipe Data dan Operator Dasar Algoritma dan Pemrogrman Eka Maulana, ST, MT, MEng. Klasifikasi Tipe Data 1 Tipe Data Tipe data adalah jenis data yang dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan dalam

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 1. Untuk membuat program, prosedur yang harus dilewati adalah: 1. Menentukan logika jalannya program, sering disebut algoritma.

PRAKTIKUM 1. Untuk membuat program, prosedur yang harus dilewati adalah: 1. Menentukan logika jalannya program, sering disebut algoritma. PRAKTIKUM 1 1.1 JUDUL Mengenal Algoritma dan Pemrograman Bahasa C 1.2 TUJUAN Pada akhir perkuliahan ini mahasiswa akan dapat: Menjelaskan tahapan-tahapan Pembuatan Program Menulisa algoritma dan menggambar

Lebih terperinci

1. Mempelajari konsep dasar array, array ganda, pengiriman array ke fungsi dan string 2. Membuat program menggunakan array, array ganda

1. Mempelajari konsep dasar array, array ganda, pengiriman array ke fungsi dan string 2. Membuat program menggunakan array, array ganda Pertemuan ke-8 Array TUJUAN 1. Mempelajari konsep dasar array, array ganda, pengiriman array ke fungsi dan string 2. Membuat program menggunakan array, array ganda 8. 1. PENDAHULUAN Array adalah sebuah

Lebih terperinci

Tipe Data, Variabel, Input/Output

Tipe Data, Variabel, Input/Output Tipe Data, Variabel, Input/Output Pendahuluan Untuk membuat program dengan bahasa pemrograman C harus memperhatikan struktur dasarnya. Strukturnya diawali dengan bagian preprocessor directive yang biasanya

Lebih terperinci

POINTER DASAR PEMROGRAMAN

POINTER DASAR PEMROGRAMAN POINTER DASAR PEMROGRAMAN Tujuan Setelah menyelesaikan bab ini, anda diharapkan dapat: Menjelaskan tentang konsep dari variabel pointer Menjelaskan tentang pointer array Menjelaskan tentang pointer string

Lebih terperinci

BAB VIII POINTER. Tujuan :

BAB VIII POINTER. Tujuan : BAB VIII POINTER Tujuan : 1. Menjelaskan tentang konsep dari variabel pointer 2. Menjelaskan tentang pointer array 3. Menjelaskan tentang pointer string 4. Menjelaskan tentang array pointer 5. Menjelaskan

Lebih terperinci

BAB I SEKILAS TENTANG C

BAB I SEKILAS TENTANG C BAB I SEKILAS TENTANG C Tujuan : 1. Menjelaskan sejarah dan ruang lingkup pemakaian bahasa C 2. Menjelaskan kelebihan dan kekurangan bahasa C 3. Menjelaskan proses kompilasi dan linking program C 4. Menjelaskan

Lebih terperinci

IT234 ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA FUNGSI

IT234 ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA FUNGSI IT234 ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA FUNGSI Ramos Somya Fungsi Fungsi/function adalah suatu kumpulan instruksi/ perintah/program yang dikelompokkan menjadi satu, letaknya terpisah dari program yang menggunakan

Lebih terperinci

PENGENALAN BAHASA C. A. Struktur Kode Program dalam Bahasa C Secara garis besar, suatu kode program dalam bahasa C memiliki struktur umum seperti ini:

PENGENALAN BAHASA C. A. Struktur Kode Program dalam Bahasa C Secara garis besar, suatu kode program dalam bahasa C memiliki struktur umum seperti ini: PENGENALAN BAHASA C A. Struktur Kode Program dalam Bahasa C Secara garis besar, suatu kode program dalam bahasa C memiliki struktur umum seperti ini: Kebanyakan pemrogram jarang memberikan keterangan/

Lebih terperinci

VI. FUNGSI. Fungsi Main ( ) Fungsi a ( ) Fungsi b ( ) Fungsi c ( ) Fungsi c1 ( ) Fungsi c2 ( ) Fungsi c3 ( ) Bentuk umumnya :

VI. FUNGSI. Fungsi Main ( ) Fungsi a ( ) Fungsi b ( ) Fungsi c ( ) Fungsi c1 ( ) Fungsi c2 ( ) Fungsi c3 ( ) Bentuk umumnya : VI. FUNGSI 6.1. FUNGSI Fungsi adalah sekumpulan perintah operasi program yang dapat menerima argumen input dan dapat memberikan hasil output yang dapat berupa nilai ataupun sebuah hasil operasi. Hasil

Lebih terperinci

MI, KA-D3, SIA, SIB. ADI, S.Kom.

MI, KA-D3, SIA, SIB. ADI, S.Kom. MI, KA-D3, SIA, SIB ADI, S.Kom. Topik Array Struktur (struct) Array Tipe data terstrukturyang dipakai untuk menyimpan sekumpulan item data yang mempunyai tipe data sejenis. Untuk mengakses item data tersebut,

Lebih terperinci

Konsep Dasar Pemrograman Dan Pengenalan C++

Konsep Dasar Pemrograman Dan Pengenalan C++ PRAKTIKUM 1 DAN 2 Konsep Dasar Pemrograman Dan Pengenalan C++ I. KONSEP DASAR PEMROGRAMAN Program adalah deretan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer, sehingga komputer dapat melakukan

Lebih terperinci

OPERASI PERNYATAAN KONDISI

OPERASI PERNYATAAN KONDISI OPERASI PERNYATAAN KONDISI A. Pernyataan IF pernyataan if mempunyai pengertian, jika kondisi bernilai benar, maka perintah dikerjakan dan jiak tidak memenuhi syarat maka diabaikan. Dapat dilihat dari diagram

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Maritim Raja Ali Haji ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN I. ALGORITMA II. BAHASA

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 12 POINTER 2

PRAKTIKUM 12 POINTER 2 PRAKTIKUM 12 POINTER 2 A. Tujuan 1. Menjelaskan tentang Array of Pointer 2. Menjelaskan tentang Pointer to Pointer 3. Menjelaskan tentang Pointer dalam Fungsi 4. Menjelaskan tentang Pointer sebagai Parameter

Lebih terperinci

MODUL I PENGENALAN IDE C++, ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

MODUL I PENGENALAN IDE C++, ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN MODUL I PENGENALAN IDE C++, ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN A. TUJUAN Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa akan mampu : 1. Mengenali dan menggunakan IDE C++ dengan baik. 2. Mengenal dan memahami

Lebih terperinci

dilakukan oleh bahasa mesin dapat dilakukan oleh C dengan penyusunan program yang lebih sederhana dan mudah. Bahasa C dalam pemakainnya memerlukan

dilakukan oleh bahasa mesin dapat dilakukan oleh C dengan penyusunan program yang lebih sederhana dan mudah. Bahasa C dalam pemakainnya memerlukan I. PENDAHULUAN Perkembangan bahasa C erat kaitannya dengan perkembangan sistem operasi UNIX, dimana keduanya dikembangkan di AT&T Bell Lab (USA). Pertama kali bahasa C diimplementasikan pada komputer DEC

Lebih terperinci

ARRAY PENGANTAR PROGRAM STUDI. Institut Teknologi Sumatera

ARRAY PENGANTAR PROGRAM STUDI. Institut Teknologi Sumatera ARRAY PENGANTAR PROGRAM STUDI Institut Teknologi Sumatera TUJUAN PERKULIAHAN Mahasiswa memahami konsep dan cara kerja array Mahasiswa mampu membuat program sederhana menggunakan array satu dimensi PRE

Lebih terperinci

Pemrograman Dasar C. Minggu 6

Pemrograman Dasar C. Minggu 6 Pemrograman Dasar C Minggu 6 Latihan Soal Buatlah program yang meminta seseorang untuk memasukkan angka bilangan riil sebanyak 3 kali, dan program akan menampilkan jumlah total dan rata-ratanya. Bilangan

Lebih terperinci

Tabel Informasi. Hal di atas dapat dilakukan dengan menambah dan mengambil atribut identifier yang digunakan pada program, melalui tabel informasi.

Tabel Informasi. Hal di atas dapat dilakukan dengan menambah dan mengambil atribut identifier yang digunakan pada program, melalui tabel informasi. Tabel Informasi Tabel informasi atau tabel simbol berguna untuk mempermudah pada saat pembuatan dan implementasi dari analisa semantik (semantic analyzer). Pada proses translasi, tabel informasi dapat

Lebih terperinci

Algoritma & Pemrograman #7. by antonius rachmat c, s.kom, m.cs

Algoritma & Pemrograman #7. by antonius rachmat c, s.kom, m.cs Algoritma & Pemrograman #7 by antonius rachmat c, s.kom, m.cs Modular Programming Program pendek dan simple =>mudah dihandle. Program besar, banyak dan kompleks =>tidak mudah dihandle. Kesulitan: sulit

Lebih terperinci

Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom

Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal Page 1 / 11 Pengenalan Pascal Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi. Pemrograman

Lebih terperinci

Pemrograman Dasar C. Minggu 6

Pemrograman Dasar C. Minggu 6 Pemrograman Dasar C Minggu 6 Topik Bahasan Fungsi Menulis sekali digunakan berulang kali Tugas yang dikompartemenkan Variabel lokal dalam fungsi Teknik Mendesain Top-Down Kode Pseudo Struktur dan Diagram

Lebih terperinci

Array (Larik) Modul 7

Array (Larik) Modul 7 Array (Larik) Modul 7 Array adalah suatu tipe data terstuktur yang berupa sejumlah data sejenis (bertipe data sama) yang jumlahnya tetap dan diberi suatu nama tertentu, elemen-elemen array tersusun secara

Lebih terperinci

P - 3 Bab 2 : Pengantar Pemrograman C

P - 3 Bab 2 : Pengantar Pemrograman C P - 3 Bab 2 : Pengantar Pemrograman C 2.1 Tujuan Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sejarah bahasa C, struktur program C dan alur eksekusi program C 2.2 Materi 1. Sejarah C 2. Interprenter dan Compiler

Lebih terperinci

ilmu bahasa pemrograman ilmu c++ Copyright izie ilmu c++

ilmu bahasa pemrograman ilmu c++ Copyright izie  ilmu c++ ilmu c++ Tutorial ini untuk siapa saja, walaupun anda belum pernah melakukan pemrograman, atau jika andapun berpengalaman dalam pemrograman dengan bahasa pemrograman lain tapi ingin mempelajari bahasa

Lebih terperinci

REVIEW ARRAY. Institut Teknologi Sumatera

REVIEW ARRAY. Institut Teknologi Sumatera REVIEW ARRAY DASAR PEMROGRAMAN Institut Teknologi Sumatera TUJUAN PERKULIAHAN Mahasiswa mengingat kembali konsep dan cara kerja array Mahasiswa mampu membuat program menggunakan array PRE TEST Tuliskan,

Lebih terperinci

Struktur Dasar Bahasa C Tipe Data Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu :

Struktur Dasar Bahasa C Tipe Data Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu : 1 Struktur Dasar Bahasa C Tipe Data Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu : Contoh Program : { int x; float y; char z; double w; clrscr(); /* untuk membersihkan layar */ x = 10; /* variable

Lebih terperinci

BAB 6 FUNGSI TUJUAN PRAKTIKUM

BAB 6 FUNGSI TUJUAN PRAKTIKUM Bab 6 Fungsi 97 BAB 6 FUNGSI TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan mengerti dan dapat menggunakan fungsi dalam program sederhana. 2. Praktikan dapat membedakan antara variabel lokal, variabel global, register

Lebih terperinci

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Tipe Data. Budhi Irawan, S.Si, M.T

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK. Tipe Data. Budhi Irawan, S.Si, M.T PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK Tipe Data Budhi Irawan, S.Si, M.T TIPE DATA Tipe Data berfungsi untuk merepresentasikan jenis dari nilai yang terdapat dalam program. Contoh apabila mempunyai suatu data

Lebih terperinci

Fungsi 1 DASAR PEMROGRAMAN

Fungsi 1 DASAR PEMROGRAMAN Fungsi 1 DASAR PEMROGRAMAN DEFINISI Fungsi adalah suatu bagian dari program yang dirancang untuk melaksanakan tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari program yang menggunakannya. Tujuan pemakaian fungsi:

Lebih terperinci

Pendahuluan Pemrograman Mikrokontroler

Pendahuluan Pemrograman Mikrokontroler Pendahuluan Pemrograman Mikrokontroler Pokok Bahasan: 1. Pemrograman C 2. Pengalokasian Memory Tujuan Belajar: Setelah mempelajari dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: 1. Memahami dan Menjelaskan

Lebih terperinci

Algoritma dan Pemrograman

Algoritma dan Pemrograman Algoritma dan Pemrograman bagian 2 2009 Modul ini menjelaskan tentang bahasa C dan apa saja yang dibutuhkan bila kita akan menulis suatu program dengan bahasa C. Editor yang dipakai adalah Turbo C++ 4.5.

Lebih terperinci

xxxx alamat Praktikum 11 POINTER

xxxx alamat Praktikum 11 POINTER Praktikum 11 POINTER A. TUJUAN 1. Menjelaskan tentang konsep dari variabel pointer 2. Menjelaskan tentang pointer array 3. Menjelaskan tentang pointer string 4. Menjelaskan tentang array pointer 5. Menjelaskan

Lebih terperinci

Achmad Solichin.

Achmad Solichin. Pemrograman Bahasa C dengan Turbo C [email protected] Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),

Lebih terperinci

TUTORIAL BAHASA PEMOGRAMAN C++

TUTORIAL BAHASA PEMOGRAMAN C++ TUTORIAL BAHASA PEMOGRAMAN C++ PENGENALAN BAHASA PEMOGRAMAN TINGKAT DASAR MENGGUNAKAN DEV C++ EDISI PERTAMA Pengenalan C++, oleh muhamad imron Page 1 Sebelum Mengenal lebih jauh Tentang Pemograman, kita

Lebih terperinci

POINTER II. Oleh : Mike Yuliana PENS-ITS

POINTER II. Oleh : Mike Yuliana PENS-ITS POINTER II Oleh : Mike Yuliana PENS-ITS 1 SASARAN Menjelaskan tentang array dari pointer Menjelaskan tentang pointer menunjuk pointer Menjelaskan tentang pointer dalam fungsi 2 Array of Pointer Suatu array

Lebih terperinci

Array 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Array 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN PRAKTIKUM 18 Array 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami konsep array dan penyimpanannya dalam memori 2. Mempelajari pengunaan variabel array berdimensi satu 3. Memahami penggunaan variabel array berdimensi

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM BAHASA PEMROGRAMAN DASAR (PG168)

MODUL PRAKTIKUM BAHASA PEMROGRAMAN DASAR (PG168) MODUL PRAKTIKUM BAHASA PEMROGRAMAN DASAR (PG168) FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS BUDI LUHUR 2015 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... ii PRAKTIKUM 1 PENGENALAN BAHASA C... 1 1.1 TUJUAN PRAKTIKUM... 1 1.2

Lebih terperinci

ARRAY. contoh : A[1] := 10; var A : array[1..10] of integer; A[nomer_indeks]

ARRAY. contoh : A[1] := 10; var A : array[1..10] of integer; A[nomer_indeks] ARRAY Array adalah tipe data kompleks yang elemen-elemennya mempunyai tipe data yang sama. Jumlah elemen array bersifat tetap dan tidak bisa ditambah atau dikurangi setelah pendeklarasiannya. Tiap elemen

Lebih terperinci

Algoritme dan Pemrograman

Algoritme dan Pemrograman Algoritme dan Pemrograman Kuliah #7 dan #8 Array Program Menghitung Rataan 3 Nilai #include int nilai1, nilai2, nilai3; float rataan; void main() printf ( Masukkan nilai 1 );scanf( %d,&nilai1);

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM 45 BEKASI 2015 1 Peraturan : 1. Mahasiswa harus berpakaian rapi dalam mengikuti praktikum. 2. Mahasiswa

Lebih terperinci

I.1. MEMBUAT PROGRAM C DENGAN VISUAL C

I.1. MEMBUAT PROGRAM C DENGAN VISUAL C MODUL I MEMULAI BAHASA C I.1. MEMBUAT PROGRAM C DENGAN VISUAL C++ 2008 Microsoft Visual C++ 2008 (MVC++ 2008) adalah IDE (Integrated Development Environtment) yang digunakan dalam kuliah ini. Ikuti langkah-langkah

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Searching ( Pencarian ) Modul III

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Searching ( Pencarian ) Modul III LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Searching ( Pencarian ) Modul III UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA yang dibina oleh Bapak Didik Dwi Prasetya Oleh: Adhe

Lebih terperinci

Function nama dipisahkan

Function nama dipisahkan Function Fungsi/function adalah bagian dari program yang memiliki nama tertentu yang unik, digunakan untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu, serta letaknya dipisahkan dari bagian program yang menggunakan/memanggil

Lebih terperinci

8.1 FUNGSI, DEKLARASI DAN DEFINISI NYA

8.1 FUNGSI, DEKLARASI DAN DEFINISI NYA 8 FUNGSI Fungsi adalah sekumpulan perintah operasi program yang dapat menerima argumen input dan dapat memberikan hasil output yang dapat berupa nilai ataupun sebuah hasil operasi. Nama fungi yang didefinisikan

Lebih terperinci

Array LOGO. Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs.

Array LOGO. Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs. Array LOGO Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs. OVERVIEW Pendahuluan Array Berdimensi Satu Mendeklarasikan Array Mengakses Elemen Array Menginisialisasi Array Variasi dalam Mendeklarasikan Array Array Berdimensi

Lebih terperinci

Review: Algoritme dan Program 12/29/2011. Algoritme dan Pemrograman. Review: Bagaimana memecahkan masalah dengan komputer?????

Review: Algoritme dan Program 12/29/2011. Algoritme dan Pemrograman. Review: Bagaimana memecahkan masalah dengan komputer????? Algoritme dan Pemrograman Kuliah #3 Implementasi algoritme Struktur program C Elemen program * * * * Masalah Review: Bagaimana memecahkan masalah dengan komputer????? Logika Berpikir Logika Pemrograman

Lebih terperinci

MAKALAH POINTER PADA BAHASA C

MAKALAH POINTER PADA BAHASA C MAKALAH POINTER PADA BAHASA C DI SUSUN OLEH : 1. MAHBUB MASYHURI (54411245) 2. REZA FEBRIANTO (58411368) 3. TITO ANUGRAH SUKARNO (57411126) KELAS 21A03 UNIVERSITAS GUNADARMA TAHUN AJARAN PTA 2012 KATA

Lebih terperinci

VARIABEL & TIPE DATA PEMROGRAMAN C++

VARIABEL & TIPE DATA PEMROGRAMAN C++ VARIABEL & TIPE DATA PEMROGRAMAN C++ [email protected] VARIABEL Suatu nama yang menyatakan tempat dalam memori komputer Menyimpan nilai yang dapat diubah VARIABEL Pengenal (identifier) yang digunakan

Lebih terperinci

Makalah. STRUKTUR DATA ( Array )

Makalah. STRUKTUR DATA ( Array ) Makalah STRUKTUR DATA ( Array ) Wahyu Fajrin Mustafa 15.12.8627 STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA INFORMATION SYSTEMS 2016/2017 KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa kiranya telah diberikan kesehatan

Lebih terperinci

A. TUJUAN 1. Menjelaskan tentang prinsip dasar fungsi. 2. Menjelaskan tentang.parameter formal dan parameter aktual

A. TUJUAN 1. Menjelaskan tentang prinsip dasar fungsi. 2. Menjelaskan tentang.parameter formal dan parameter aktual Praktikum 7 FUNGSI 1 A. TUJUAN 1. Menjelaskan tentang prinsip dasar fungsi. 2. Menjelaskan tentang.parameter formal dan parameter aktual B. DASAR TEORI Fungsi adalah suatu bagian dari program yang dirancang

Lebih terperinci

I. JUDUL Array. Pengertian Array. Deklarasi Array PRAKTIKUM 6 ARRAY II. TUJUAN. III. ALAT DAN BAHAN - Microsoft Visual Studio 2010

I. JUDUL Array. Pengertian Array. Deklarasi Array PRAKTIKUM 6 ARRAY II. TUJUAN. III. ALAT DAN BAHAN - Microsoft Visual Studio 2010 I. JUDUL Array PRAKTIKUM 6 ARRAY II. TUJUAN - Memahami dan mengenal Array (array satu dimensi dan array multi dimensi) - Dapat membuat aplikasi sederhana dengan menggunakan array satu dimensi dan array

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman & Struktur Data

Algoritma Pemrograman & Struktur Data MODUL PERKULIAHAN Algoritma Pemrograman & Struktur Data Array Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Fakultas Ilmu Informatika Komputer 02 87042 Abstract Penjelasan mengenai array dan penggunaannya

Lebih terperinci

Keg. Pembelajaran 2 : Mengenal Bahasa C++

Keg. Pembelajaran 2 : Mengenal Bahasa C++ Keg. Pembelajaran 2 : Mengenal Bahasa C++ 1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari materi kegiatan pembelajaran ini mahasiswa akan dapat : 1) Mengenal secara baik sintak-sintak dalam bahasa

Lebih terperinci

Part 2 - Algoritma & Pemrograman Konsep dasar Pemrograman

Part 2 - Algoritma & Pemrograman Konsep dasar Pemrograman Part 2 - Algoritma & Pemrograman Konsep dasar Pemrograman Apa itu Program? Program adalah deretan instruksi yang digunakan untuk mengendalikan komputer, sehingga komputer dapat melakukan tindakan sesuai

Lebih terperinci

Praktikum Dasar Pemrograman 2014 MODUL 3: Array dan String

Praktikum Dasar Pemrograman 2014 MODUL 3: Array dan String Praktikum Dasar Pemrograman 2014 MODUL 3: Array dan String Konsep Dasar Array Adalah kumpulan data bertipe sama yang menggunakan nama sama. Dengan menggunakan array, sejumlah variabel dapat memakai nama

Lebih terperinci

Objectives Menjelaskan sejarah dan ruang lingkup pemakaian bahasa C Menjelaskan kelebihan dan kekurangan bahasa C Menjelaskan proses kompilasi dan lin

Objectives Menjelaskan sejarah dan ruang lingkup pemakaian bahasa C Menjelaskan kelebihan dan kekurangan bahasa C Menjelaskan proses kompilasi dan lin Sekilas Tentang C Objectives Menjelaskan sejarah dan ruang lingkup pemakaian bahasa C Menjelaskan kelebihan dan kekurangan bahasa C Menjelaskan proses kompilasi dan linking program C Menjelaskan struktur

Lebih terperinci

MODUL PRAKTIKUM TI014 STRUKTUR DATA Season 1

MODUL PRAKTIKUM TI014 STRUKTUR DATA Season 1 2017 MODUL PRAKTIKUM TI014 STRUKTUR DATA Season 1 Modul praktikum ini berisikan materi praktikum struktur data yang telah dipelajari dalam perkuliahan teori, harapannya mahasiswa dapat memahami dan menerapkan

Lebih terperinci

BAB II TEORI DASAR. Gambar 1 Kurva untuk interpolasi linier. Sehingga diperoleh persamaan dari interpolasi linier sebagai berikut :

BAB II TEORI DASAR. Gambar 1 Kurva untuk interpolasi linier. Sehingga diperoleh persamaan dari interpolasi linier sebagai berikut : BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan Interpolasi adalah suatu cara untuk mencari nilai di antara beberapa titik data yang telah diketahui. Di dunia nyata, interpolasi dapat digunakan untuk memperkirakan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 9 ARRAY. ARRAY BERDIMENSI SATU Suatu array berdimensi satu dideklarasikan dalam bentuk umum berupa :

PRAKTIKUM 9 ARRAY. ARRAY BERDIMENSI SATU Suatu array berdimensi satu dideklarasikan dalam bentuk umum berupa : PRAKTIKUM 9 ARRAY A. Tujuan 1. Menjelaskan tentang array berdimensi satu 2. Menjelaskan tentang array berdimensi dua 3. Menjelaskan tentang array berdimensi banyak 4. Menjelaskan tentang inisialisasi array

Lebih terperinci

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++)

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++) Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++) Jurusan Sistem Komputer Dr. Lily Wulandari Materi 4 FUNGSI (FUNCTION) PADA C++ 1 Outline Konsep Dasar Fungsi Standar File Header Definisi Fungsi Deklarasi Fungsi

Lebih terperinci

Sekilas Tentang C. Dasar Pemrograman & Algoritma

Sekilas Tentang C. Dasar Pemrograman & Algoritma Sekilas Tentang C Dasar Pemrograman & Algoritma Objectives Setelah menyelesaikan bab ini, anda diharapkan dapat: Menjelaskan sejarah dan ruang lingkup pemakaian bahasa C Menjelaskan kelebihan dan kekurangan

Lebih terperinci

Larik/ Array int a1, a2, a3, a4, a5;

Larik/ Array int a1, a2, a3, a4, a5; Matakuliah : Struktur Data Versi : 1.0.0 Materi : Larik/ Array Penyaji : Zulkarnaen NS 1 Larik/ Array Variabel digunakan hanya untuk menyimpan 1 (satu) buah nilai dengan tipe data tertentu. Misalnya: int

Lebih terperinci