22/03/2016 MASYKUR KHAIR

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN MOBILITAS

SATUAN ACARA PENYULUHAN RANGE OF MOTION (ROM)

Latihan Aktif Dan Pasif / Range Of Motion (ROM) Pada Pasien. Stroke Non Hemoragik

KEBUTUHAN MOBILITAS FISIK

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) LATIHAN FISIK RENTANG GERAK / RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF

ROM (Range Of Motion)

CATATAN PERKEMBANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. kecacatan yang lain sebagai akibat gangguan fungsi otak (Muttaqin, 2008).

SATUAN ACARA PENYULUHAN DETEKSI DINI PADA CA MAMAE

ROM (Range Of Motion)

Gerakan yang dapat dilakukan sepenuhnya dinamakan range of motion (ROM) Untuk mempertahankan ROM normal, setiap ruas harus digerakkan pada ruang

dan komplikasinya (Kuratif), upaya pengembalian fungsi tubuh

Tindakan keperawatan (Implementasi)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. atau kondisi nyata, dengan cara memberi dorongan terhadap pengarahan diri (self

BAB I PENDAHULUAN. bertambahnya jumlah pengendara kendaraan bermotor dan pengguna jalan

I. KONSEP DASAR GERAK 1. PENGERTIAN GERAK MANUSIA

Insidens Dislokasi sendi panggul umumnya ditemukan pada umur di bawah usia 5 tahun. Lebih banyak pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

Kebutuhan Personal Higiene. Purnama Anggi AKPER KESDAM IM BANDA ACEH

BAB 1 PENDAHULUAN. penatalaksanaanpatah tulang, sebab seringkali penanganan patah tulang ini. kekerasan yang timbul secara mendadak (Syaiful, 2009).

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem saraf manusia mempunyai struktur yang kompleks dengan berbagai

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) MOBILISASI DAN PENCEGAHAN STROKE BERULANG DI RUANGAN SYARAF RSUP DR. M DJAMIL PADANG

Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Mobilisasi

PENGANTAR ANATOMI & FISIOLOGI TUBUH MANUSIA

LAPORAN PENDAHULUAN (KONTRAKTUR)

BAB 1 PENDAHULUAN. Ambulasi adalah aktifitas berjalan (Kozier, 1995 dalam Asmadi, 2008).

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PENDIDIDKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT STROKE DAN ROM (RANGE OF MOTION)

BAB I KONSEP DASAR. dapat dilewati (Sabiston, 1997: 228). Sedangkan pengertian hernia

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

CATATAN PERKEMBANGAN

BAB II PENGELOLAAN KASUS. A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar Mobilisasi

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan tangan terentang. Sebagian besar fraktur tersebut ditangani dalam unit

BAB 1 PENDAHULUAN. karena terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja

Lampiran 1 SURAT IJIN PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Stroke dapat menyerang kapan saja, mendadak, siapa saja, baik laki-laki atau

BAB II TINJAUAN TEORI

Tujuan Asuhan Keperawatan pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Terutama

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan masyarakat tentang kesehatan juga mulai berkembang.

PRINSIP KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

BAB II PENGELOLAAN KASUS

- Nyeri dapat menyebabkan shock. (nyeri) berhubungan. - Kaji keadaan nyeri yang meliputi : - Untuk mengistirahatkan sendi yang fragmen tulang

nonfarmakologi misalnya, teknik

BAB 1 PENDAHULUAN. Fraktur dapat terjadi pada semua tingkat umur (Perry & Potter, 2005).

BAB I PENDAHULUAN. lingkungannya, dimana harus mempunyai kemampuan fungsi yang optimal

BAB I PENDAHULUAN. Sejumlah prilaku seperti mengkonsumsi makanan-makanan siap saji yang

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan. Bab ini penulis akan membahas tentang tindakan keperawatan

BAB I PENDAHULUAN. Osteoarthritis berasal dari bahasa Yunani yaitu osteo yang berarti tulang,

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS DAN LATIHAN Di Ruang Dahlia 2 RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. melakukan segala aktifitas dalam kehidupan sehari-hari nya. Sehat adalah

BAB I PENDAHULUAN. dengan pertumbuhan perekonomian. Setiap pembangunan mall dapat meningkatkan

FRAKTUR TIBIA DAN FIBULA

Adalah suatu cedera pada seluruh atau sebagian dari pleksus brakhialis yang terjadi pada saat proses persalinan

Daftar Diagnosis Keperawatan Berdasarkan Standar Diagnosasis Keperawatan Indonesia (SDKI)

BAB II PENGELOLAAN KASUS. A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

fisiologis. Konsep mobilisasi mula-mula berasal dari ambulasi dini yang merupakan pengembalian secara berangsur-angsur ke tahap mobilisasi

BAB I PENDAHULUAN. diprediksikan jumlah lansia sebesar 28,8 juta jiwa (11,34%) dengan usia

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan manusia sebagai alat pergerakan yang membantu manusia untuk

BAB I PENDAHULUAN. yaitu: usia pertengahan (middle age) adalah tahun, lanjut usia

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Pada sistem kardiovaskuler dan respirasi terjadi perubahan yaitu penurunan kekuatan otot otot pernafasan, menurunnya aktivitas silia, menurunnya

MOBILISASI DINI IBU POST PARTUM

BAB I PENDAHULUAN. industrilisasi tentunya akan mempengaruhi peningkatan mobilisasi masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN. Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, retak atau patahnya tulang yang

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: AYUDIA SEKAR PUTRI J

Gangguan Pada Bagian Sendi

BAB I PENDAHULUAN. kulit agar senantiasa terjaga dan utuh adalah salah satu aspek penting di

BAB 1 PENDAHULUAN. perdarahan atau non perdarahan (Junaidi Iskandar, 2002: 4).

BAB I PENDAHULUAN. Stroke merupakan suatu penyakit kegawatdaruratan neurologis yang berbahaya

Penyebab, gejala dan cara mencegah polio Friday, 04 March :26. Pengertian Polio

BAB I PENDAHULUAN. duduk terlalu lama dengan sikap yang salah, hal ini dapat menyebabkan

melakukan aktivitas yang diperlukan.

BAB I PENDAHULUAN. dengan penutupan dan penjahitan luka (Syamsuhidajat, 2011). dibagian perut mana saja (Dorland, 1994 dalam Surono, 2009).

BAB 1 PENDAHULUAN. fisik yang dapat menyebabkan terjadinya fraktur. Kebanyakan fraktur

FORMAT PENGKAJIAN PASIEN DI KOMUNITAS

BAB I PENDAHULUAN. tindakan perbaikan kemudian akan diakhiri dengan penutupan dengan cara. penjahitan luka (Sjamsuhidajat & De Jong, 2013).

Fungsi dari Perlengkapan Ambulance ( Stretcher ) Stretcher a. Folding Stretcer ( Tandu Lipat ) b. Scoop Stretcher

Bagian Keperawatan. Maternitas PSIK FK UNAIR

Manifestasi Klinis a. b. c. d. Asuhan Keperawatan Pengkajian

MONITORING DAN ASUHAN KEPERAWATANA PASIEN POST OPERASI

BAB 1 PENDAHULUAN. adalah persalinan sectio caesarea. Persalinan sectio caesarea adalah melahirkan janin

BAB II PENGELOLAAN KASUS

BAB I PENDAHULUAN. mencapai tingkat derajad kesehatan masyarakat secara makro. Berbagai

Menurut Depkes RI (1995), berdasarkan luas dan garis traktur meliputi:

BAB 1 PENDAHULUAN. aktivitas sel tubuh melalui impuls-impuls elektrik. Perjalanan impuls-impuls

BAB I PENDAHULUAN. Stroke kini telah menjadi perhatian dunia, menurut World Stroke

trauma pada flexsus brachialis, fraktur klavikula, dan fraktur humerus

BAB I PENDAHULUAN. kedokteran sehingga dapat memperbaiki kualitas kesehatan para penduduk

BAB I PENDAHULUAN. itu gerak dan fungsi dari sendi bahu harus dijaga kesehatannya. tersebut, salah satu diantaranya adalah frozen shoulder.

BAB I PENDAHULUAN. UU R.I Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Pasal 62 tentang. peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. baru. (Millson, 2008). Sedangkan menurut pendapat Departement of Trade and

haluaran urin, diet berlebih haluaran urin, diet berlebih dan retensi cairan beserta natrium ditandai dengan - Pemeriksaan lab :

BAB I PENDAHULUAN. derajat kesehatan masyarakat yang optimal sesuai dengan Undang-Undang No. 23

PRAKTIKUM 7 PERAWATAN PASIEN YANG MENGGUNAKAN TRAKSI DAN ELASTIS BANDAGE

BAB I PENDAHULUAN. DM adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemik (kadar gula


BAB I PENDAHULUAN. tersebut ringan atau berat sehingga dalam proses penyembuhan pasien. buruk dari rawat inap atau long bed rest.

PENGARUH POSISI LATERAL INKLIN 30 0 TERHADAP KEJADIAN DEKUBITUS PADA PASIEN STROKE DI BANGSAL ANGGREK I RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI SURAKARTA

Transkripsi:

MASYKUR KHAIR Aktivitas tubuh merupakan kegiatan at kerja yg dilakukan oleh bagian-bagian tubuh Umumnya tk. Kesehatan seseorg dinilai dr kemampuan org tsb u/ melakukan aktivitas sehar-hari, mis. berdiri, berjalan, bekerja, makan, & minum. Dgn beraktivitas, sistem organ d dlm tubuh diharapkan dpt berfungsi dgn baik & metabolisme tubuh meningkat 1

Sistem Muskuloskeletal Tulang Otot Ligamen Sendi Sistem Saraf Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur yg bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat Mobilisasi diperlukan tuk meningkatkan kemandirian diri, meningkatkan kesehatan, memperlambat proses penyakit, khususnya penyakit degeneratif, dan untuk aktualisasi diri (harga diri dan citra diri) 2

Mobilitas Penuh Kemampuan seseorg u/ bergerak secara penuh & bebas sehingga dpt melakukan interaksi sosial & menjalankan peran seharihari. Mobilitas ini dipengaruhi oleh saraf motorik volinter & sensorik u/ mengendalikan seluruh area tubuh Mobilitas Sebagian Keadaan ketika gerakan seseorg memiliki batasan yg jelas & gerakan tsb tdk dpt dilakukan dgn bebas krn ggg pd saraf motorik & sensorik area tubuhnya. Dibagi atas : 1. Mobilitas sebagian temporer mobilitas sebagian yg sifatnya sementara. Hal ini dpt disebabkan oleh trauma reversibel pd sistem musculoskeletal, mis. Dislokasi sendi & tulang 2. Mobilitas sebagian permanen mobilitas sebagian yg menetap. Hal ini dpt disebabkan oleh kerusakan sistem saraf yg ireversibel, contoh hemiplegia (paralisis pd salah satu sisi tubuh) krn stroke, paraplegia (paralisis badan & anggota gerak bagian bawah) krn cedera tulang belakang 3

Gaya hidup & kebiasaan Ketidakmampuan (keadaan Sakit atau Cedera) Tingkat energi Usia & Status Perkembangan Imobilitas merupakan keadaan ketika seseorg tdk dpt bergerak dgn bebas krn kondisi yg mengganggu pergerakan. Imobilitas merupakan suatu kondisi relatif, dimana individu tidak saja kehilangan kemampuan geraknya secara total tetapi jg mengalami penurunan aktivitas dari kebiasaan normalnya 4

Ada beberapa alasan dilakukan imobilisasi : Pengobatan atau terapi Keharusan Pembatasan secara otomatis sampai dengan gaya hidup Imobilitas fisik : disebabkan oleh keterbatasan fisik, mis. Pd pasien hemiplegia Imobilitas intelektual : disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan at/ daya pikir, mis. Kasus pasien menderita krusakan otak Imobilitas emosional : disebabkan oleh perubahan mendadak dlm menyesuaikan diri, mis. Pd pasien stress krn kehilangan salah satu ekstremitas, at sesuatu, at org yg dicintai Imobilitas sosial : ketika sesorg mengalami hambatan dlm melakukan interaksi sos shgg mempengaruhi perannya dlm kehidupan sos. 5

Dampak Fisik & Psikologis dari Imobilitation Sistem Muskuloskeletal Eliminasi Urine Gastrointestinal Respirasi Osteoporosis Atrofi otot Kontraktur Kekakuan dan nyeri sendi Statis urine Batu ginjal Retensi urin Infeksi perkemihan Konstipasi Penurunan gerak pernapasan Penumpukan sekret Atelektasis Sistem Kardiovaskular Metabolisme dan Nutrisi Sistem Integumen Sistem Neurosensorik Hipotensi ortostatik Pembentukan trombus Edema dependen Penurunan laju metabolisme Balans nitrogen negatif Anoreksi Turgor kulit menurun Kerusakan kulit/ulkus dekubitus Penurunan gerak pernapasan Penumpukan sekret Atelektasis (pengempisan paru-paru) 6

Imobilitas komplit Gangguan tingkat kesadaran Imobilitas parsial Klien fraktur Imobilitas karena alasan pengobatan Gangguan pernapasan/jantung 7

Pengkajian Riwayat Keperawatan : peny. Ggg mobilitas fisik, riwayat penyakit Kemampuan fingsi motorik Kemampuan imobilisasi Kemampuan rentang gerak (ROM) Perubahan intoleransi aktivitas Menggunakan metode inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi Perawat jg memeriksa hasil tes laboratorium serta mengukur berat badan, asupan cairan, dan haluaran cairan klien Gangguan mobilitas fisik Keterbatasan dalam pergerakan fisik pd bagian tubuh tertentu atau pd satu atau lebih ekstremitas Label diagnosis dgn imobilitas sbg etilogi u/ setiap sistem tubuh : Penurunan curah jantung Resiko cidera (jatuh) Intoleransi aktivitas Pola napas tidak efektif Gangguan pertukaran gas Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Defisit volume cairan Defisit perawatan diri 8

Risiko tinggi kerusakan integritas kulit Ansietas Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Kerusakan mobilitas fisik Risiko harga diri rendah Menurut Kozier (2004), bertujuan untuk : Meningkatkan toleransi klien untuk melakukan aktivitas fisik Mengembalikan atau memulihkan kemampuannya untuk bergerak / atau berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari Mencegah terjadinya cedera akibat jatuh atau akibat penggunaan mekanisme tubuh yg salah Meningkatkan kebugaran fisik Mencegah terjadinya komplikasi akibat imobilitas Meningkatkan kesejahteraan sosial, emosional dan intelektual 9

Hambatan mobilitas fisik Kajifaktorpenyebab: Trauma(mis. Robekan kartilago, fraktur, amputasi) Pembedahan Penyakit yg melemahkan (mis. Diabetes, kanker, stroke, dll) Tingkatkan mobilitas dan pergerakan optimal Tingkatkan mobilitas ekstremitas, tentukan tipe Latihan ROM yg sesuai untuk klien (aktif atau pasif) Posisikan tubuh sejajar untuk mencegah komplikasi Hambatan mobilitas fisik (cont ) Pertahan kesejajaran tubuh pada saat menggunakan alat bantu (mis, gips, traksi, dll) Anjurkan penggunaan lengan sakit apabila memungkinkan Beri penyuluhan kesehatan, sesuai indikasi Ajarkan metode berpindah dari tempat tidur ke kursi roda Ajarkan cara melakukan ambulasi dengan memakai alat adaptif(kruk, walker, tongkat) 10

RANGE OF MOTION ROM adalah suatu latihan gerakan pada sendi yang memungkinkan kontraksi dan pergerakan pada otot Range of Motion (ROM) adalah suatu teknik dasar yang digunakan untuk menilai gerakan dan untuk gerakan awal kedalam suatu program intervensi terapeutik Bila terjadi gerakan, maka seluruh struktur yang terdapat pada persendian tersebut akan terpengaruh, yaitu: otot, permukaan sendi, kapsul sendi, fasia, pembuluh darah dan saraf 11

Why range of motion is important? Karena dpt mencegah : Mencegah terjadinya gangguan pada system metabolic, respirasi, cardiovascular, musculoskeletal, integumentary dan elemination. Tujuan dari ROM Mempertahankan mobilisasi dari fungsi persendian. Meningkatkan fungsi persendian. Meningklatkan efisiensi otot. Meningkatkan koordinasi. Meningkatkan efisiensi transmisi dari implus saraf. Mempersiapkan latihan selanjutnya. 12

Tulang Normal Tulang Osteoporosis Indication a. Immobilisasi (Tirah baring/bedrest total, penurunan tingkat kesadaran) b. Fraktur (post operasi) c. Nyeri d. Ketidakmampuan (kelumpuhan atau kelemahan otot) 13

Contra indications Kelainan tulang / sendi (Pembengkakan & inflamasi sendi, kerusakan sistem muskuloskeletal disekitar sendi) Gangguan jantung Trombus atau emboli pada pembuluh darah Latihan ROM tidak boleh diberikan apabila gerakan dapat mengganggu proses penyembuhan cedera ROM tidak boleh dilakukan bila respon pasien atau kondisinya membahayakan (life threatening) Types of ROM ROM Aktif Pasien dapat melakukan pergerakan secara mandiri, perawat hanya memberikan edukasi ROM Pasif Pasien tidak mampu melakukan pergerakan secara mandiri dan dibantu secara keseluruhan oleh perawat 14

Jenis gerakan Fleksi : gerakan menekuk sendi Ekstensi : gerakan meluruskan sendi Hyperextensi : gerakan meluruskan sendi melebihi posisi anatomis. Dorsifleksi : gerakan fleksi pada tumit, gerakan kaki ditekuk kearah lutut Flantar fleksi : gerakan extensi pada tumit. Telapak kaki diluruskan sehingga jari-jari menghadap ke arah bawah Abduksi : gerakan anggota gerak menjauhi garis tengah tubuh. Cont.. Adduksi : gerakan anggota gerak mendekati garis tengah tubuh. Rotasi : gerakan tulang memutar aksis/sumbu longitudinalnya. Rotasi external : gerakan memutar menjauhi garis tengah tubuh. Rotasi internal : gerakan memutar ke arah garis tengah tubuh. Sirkumduksi : gerakan melingkar pada ujung distal tulang sementara ujung proximal stabil. 15

Cont.. Supinasi : gerakan telapak tangan kearah anterior atau superior. Pronasi : gerakan telapak tangan kearah posterior atau inferior. Eversi : gerakan tumit ke arah lateral sumbu tubuh. Inversi : gerakan tumit ke arah garis tengah tubuh. Oposisi : gerakan mempertemukan ibu jari dengan jari-jari lainnya. 16

17

18

Principles Lakukan secara berurutan mulai dari leher kekaki dan lakukan secara teratur Jangan memegang sendi secara langsung, tetapi pegang extremitas secara lembut pada bagian distal atau proximal sendi. Bila perlu memegang sendi, buatlah telapak tangan seperti mangkuk dan letakkan dibawah sendi. Jangan memegang ekstremitas pada kuku kaki atau kuku tangan. Bekerja mulai dari arah proximal kearah distal Aman Nyaman Latihan dapat diintegrasikan dengan aktivitas keperawatan lainnya, seperti memandikan, memberikan pendidikan kesehatan dan lain-lain. 19

Beraktivitaslah selagi kamu bisa... Janganlah jadi orang yang selalu MENUNGGU untuk DIPERINTAH baru BERGERAK... Tapi jadilah PENGGERAK yang selalu MEMILIKI SEMANGAT MEMBARA untuk BERAKTIVITAS... Besyukurlah selalu dgn segala nikmat yg Tuhan berikan... 20