TEKNIK MENANGANI PROKRASTINASI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Pengertian Prokrastinasi Akademik.

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini perguruan tinggi di Bandung sudah sangat banyak, sehingga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Istilah prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Bandura self efficacy adalah kepercayaan individu pada kemampuannya untuk

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia. Oleh sebab itu, sekarang ini

BAB I PENDAHULUAN. non-formal dan informal. Setiap jenis pendidikan tersebut memiliki tujuan yang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi ini, setiap orang dituntut untuk memiliki keahlian

BAB 1 PENDAHULUAN. Setiap harinya manusia dihadapkan dengan berbagai macam tugas, mulai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. hari esok untuk menyelesaikannya. Menunda seakan sudah menjadi kebiasaan

KETERAMPILAN KONSELING : KLARIFIKASI, MEMBUKA DIRI, MEMBERIKAN DORONGAN, MEMBERIKAN DUKUNGAN, PEMECAHAN MASALAH DAN MENUTUP PERCAKAPAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Istilah procrastination berasal dari bahasa latin procrastinare dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. maju dan akhiran crastinus yang berarti keputusan hari esok. Jadi prokrastinasi

BAB I PENDAHULUAN. dunia pendidikan. Perguruan Tinggi sebagai salah satu jenjang pendidikan di

BAB II LANDASAN TEORI. atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik. seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.

EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENGURANGI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 PALU

LAMPIRAN 1 KUESIONER FAKTOR-FAKTOR PROKRASTINASI AKADEMIK SEBELUM UJI COBA. No. Pernyataan SS S N TS STS

BAB I PENDAHULUAN. perilaku prokrastinasi itu sendiri membawa dampak pro dan kontra terhadap

ETIK UMB Modul ke: TUJUAN HIDUP & MOTIVASI PENCAPAIAN PRESTASI FEB SYAHLAN A.SUME,SE,MM. Manajemen. Fakultas. Program Studi

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau

DAFTAR LAMPIRAN. A. Kuesioner / Skala Prokrastinasi Skripsi, Orientasi Pada Kesempurnaan, dan Efikasi diri. Kata Pengantar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Bimbingan dan Konseling Islam. a. Pengertian Bimbingan dan Konseling Islam

BAB I PENDAHULUAN. masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, serta cakupan dan batasan masalah.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dyah Kusuma Ayu Pradini, 2014

#### Selamat Mengerjakan ####

Volume 1 Nomor 1, Oktober ISSN

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang mengutamakan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan siswa sering melakukan prokrastinasi tugas-tugas akademik. Burka dan Yuen

Modul SS Pengantar: Oleh : Dr. Arlina Gunarya,MSc

BAB I PENDAHULUAN. Tuntutlah ilmu setinggi bintang di langit, merupakan semboyan yang

BAB I PENDAHULUAN. karena pada dasarnya belajar merupakan bagian dari pendidikan. Selain itu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Prokrastinasi Akademik. pro yang berarti mendorong maju atau bergerak maju dan akhiran crastinus

BAB IV ANALISIS DATA. Dalam penelitian ini peneliti menggunkan analisis deskriptif komparatif

BAB I PENDAHULUAN. membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka

BAB I PENDAHULUAN. memiliki peran yang sama-sama penting. Dalam 7-S Framework of McKinsey

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Proses penelitian tentang profil prokrastinasi akademik siswa dan

BAB I PENDAHULUAN. Nasional: Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha

Kuesioner A. No Pernyataan SS S TS STS. 1 Saya mudah menemukan ide untuk mengatasi

LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN

Prosiding SNaPP2012: Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN

MODEL KONSELING (Untuk Peer-Counseling) PLPG Rayon 142

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. mengembangkan kualitas produknya. Karyawan merupakan harta terpenting bagi

BAB II LANDASAN TEORI. Pada Bab ini akan dibahas beberapa landasan teori sebagai dasar untuk melihat

BAB I PENDAHULUAN. semakin menyadari pentingnya mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Salah

[ISSN VOLUME 3 NOMOR 2, OKTOBER] 2016

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang, pendidikan merupakan salah satu sarana utama dalam

Tips Menangani Pertanyaan Peserta Diklat. Oleh: Wakhyudi. Widyaiswara Madya Pusdiklatwas BPKP. Abstrak

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING/KONSELOR DALAM MENGURANGI TINGKAT PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA DI SEKOLAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Prokrastinasi. Prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dari kata pro yang

BAB I PENDAHULUAN. bidang akademik, dimana hasil akhir pendidikan dapat mempengaruhi masa depan seseorang

BAB II KAJIAN TEORI. 2.1 Tindakan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa

SKALA I. 1 Saya suka menawarkan barang baru dalam usaha saya. 3 Saya malas mencari ide ide baru untuk usaha saya

Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh. Tri Darmayanti UNIVERSITAS TERBUKA

Nomor : Fakultas : Angkatan / Semester : Status : Bekerja / Tidak Bekerja (Lingkari yang sesuai) PETUNJUK PENGISIAN

Modul ke: Karakter Sukses. Fakultas. Rusmulyadi, M.Si. Program Studi.

ETIK UMB MENGENAL POTENSI DIRI, KARIR DAN PASSION MENGENALI POTENSI DIRI

2014 GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PROKRASTINASI AKAD EMIK D ALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI PAD A MAHASISWA PSIKOLOGI UPI

ETIK UMB. Mengelola Waktu dan Menyusun Prioritas. Modul ke: 10Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Dasar (SD). Di

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa merupakan masa yang memasuki masa dewasa, pada masa tersebut

Selamat Mengerjakan -Terima Kasih-

BAB II LANDASAN TEORI. Kata prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastination dengan awalan

Kuesioner A. PROKRASTINASI AKADEMIK

2016 PROFIL PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA BERDASARKAN TEORI ENAM TIPE PROKRASTINASI DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN

BAB I PENDAHULUAN. Semester (SKS). Dalam Sistem Kredit Semester terdapat satuan kredit yang

BAB I PENDAHULUAN. Mahasiswa adalah murid pada pendidikan tinggi dan memulai jenjang. kedewasaan (Daldiyono, 2009). Mahasiswa digolongkan pada tahap

BAB I PENDAHULUAN. Dalam masa perkembangan negara Indonesia, pendidikan penting untuk

ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA

BAB I PENDAHULUAN. yang membedakan dengan makhluk lainnya. Kelebihan yang dimiliki manusia

Handling Objection; Keberatan Calon Pembeli dan Cara Mengatasinya

sendiri seperti mengikuti adanya sebuah kursus suatu lembaga atau kegiatan

BAB. I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tugas. Terkadang manusia merasa semangat untuk melakukan sesuatu namun

BAB I PENDAHULUAN. sekolah tertentu. Siswa SMP dalam tahap perkembangannya digolongkan

BAB I PENDAHULUAN. pada setiap individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau statusnya sebagai

Lampiran 1 Alat Ukur DATA PRIBADI. Jenis Kelamin : Pria / Wanita IPK :... Semester ke :...

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan di

NO : TB : BB : PETUNJUK PENGISIAN 1. Berikan tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan anda sendiri.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

BAB I PENDAHULUAN. Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar

BAB I PENDAHULUAN. kata, mahasiswa adalah seorang agen pembawa perubahan, menjadi seorang

ANGKET UJI COBA PENELITIAN HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 30 PADANG

HUBUNGAN PENGGUNAAN STRATEGI SELF- REGULATED LEARNING DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII SMP N 1 TAMBUN SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting bagi kehidupan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Variabel-variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah : B. Definisi Operasional

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. waktu yang dimiliki. Artinya, seseorang menyelesaikan pekerjaan di bawah waktu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Siti Solihah, 2015

Transkripsi:

MODUL SS-06 TEKNIK MENANGANI PROKRASTINASI Oleh: Dr. Arlina Gunarya, M.Sc. 1. Pendahuluan Kita telah mengetahui bagaimana belajar menjadi termotivasi, bahkan mungkin kita telah mempraktekkannya dan betul menjadi terpacu dan bertekad hendak melakukannya sesuai jadwal. Namun demikian, masih sering terjadi gejala dimana apa yang hendak kita lakukan, karena satu dan lain hal dan tanpa disadari, telah tertunda-tunda. Dengan perkataan lain, bagi sejumlah orang ada satu hal yang masih bisa menggagalkan keberhasilan studi mereka, yaitu adanya kebiasaan menundanunda melakukan tugas, atau lebih tepatnya menghindari menyelesaikan tugas, yang disebut Prokrastinasi Procrastination. Secara etimology, kata procrastination berasal dari bahasa Latin, yakni dari kata kerja procrastinare, kombinasi dari kata Pro yang bermatra menuju gerak dengan kata crastinus yang berarti milik hari esok. Menurut Ferrari (Ferrari et al., 1995:4) kata ini mempunyai sejarah yang panjang, jauh ke jaman Mesir Kuno. Kata ini dipakai dalam denotasi positif yaitu...the useful habit of avoiding unnecessary work and impulsive effort.... Artinya, penundaan melakukan suatu tindakan dalam kerangka arif bijaksana-wise, perlu memikirkan terlebih dahulu agar tdiak secara impulsive melakukan sesuatu. Hal ini juga dipergunakan oleh tentara Roma dalam ragka kehati-hatian meghadapi musuhnya, agar tidak terjebak dalam pertempuran konyol. Namun di sisi lain, pengertian kata tersebut mempunyai konotasi negative, yaitu penundaa karena kemalasan-...the harmful habits of laziness in completing a task necessary for subsistence.... Dalam era modern, pengertian prokrastinasi lebih dipergunakan dalam denotasi penundaan yang negatif. Sebagaimana dikemukakan oleh Milgram (1991), pengertian prokrastinasi megandung beberapa unsur berikut: 1) serangkaian perilaku menunda-nunda; 2) berakibat rendahnya mutu produk perilaku tersebut; 3) menyangkut tugas yang oleh procrastinator dianggap penting untuk dilakukan dan 4) berakhir pada keadaan emosional yang tidak karuan. Dengan pengertian ini, prokrastinasi bukanlah perilaku kemalasan yang sederhana. Prokrastinasi adalah perilaku kompleks yang merupakan gangguan emosional pada individu tersebut. Hal ini bisa berakibat fatal karena kebiasaan ini dapat membuat orang tersebut tidak berhasil dalam hidupnya. Oleh karena itu, sebaiknya setiap mahasiswa yang ingin berhasil dapat mengenali gejala Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 1

prokrastinasi sedini mungkin, sehingga ia dapat mengambil langkah-langkah pencegahan. Bila pun telanjur sudah memiliki penyakit ini, ia dapat segera mengambil langkah-langkah penanganan. Setelah mahasiswa peserta pelatihan BSS telah selesai mempelajari modul SS 06 ini, diharapkan mereka dapat: o Menjelaskan apa yang dimaksud dengan prokrastinasi dan penyebabnya o Mengenali diri sendiri apakah seorang prokrastinator atau bukan o Menyebutkan dan memilih serta melakukan upaya-upaya menghindari dan atau mengatasi prokrastinasi yang ada pada dirinya. Bahkan pada gilirannya diharapkan mahasiswa dapat menjadi mitra penyokong teman-temannya yang memerlukan penanganan prokrastinasi. 2. Jeda sejenak Inginkah anda mengetahui apakah anda seorang prokrastinator? Sudah sejauh mana gejala prokrastinasi anda? Ambil lembar isian assesmen yng sudah disediakan, lalu mari telaah diri kita masing-masing. Bacalah petunjuk pada lembar isian tersebut dengan cermat. Setelah dipahami, silakan mulai menjawab. 3. Langkah-langkah penanganan Prokrastinasi 3.1. Langkah pertama: Telaah sikap diri terhadap tugas Untuk dapat mengatasi persoalan prokrastinasi, terlebih dahulu anda perlu memahami persoalan itu sendiri. Artinya diperlukan analisis atas situasi dan kondisi anda pada saat tugas tidak terselesaikan dengan baik. Cobalah untuk diam sejenak, lalu telaah dan cobalah berdialog dengan diri sendiri tentang tugas yang sedang dihadapi. Telusuri sikap diri secara jujur terhadap tugas tersebut. Perlu dilihat apakah tugas tersebut memang merupakan tugas anda dan anda bertanggung jawab untuk melakukanya. Bila demikian halnya, maka silakan lanjut pada langkah kedua. Sebaliknya bila anda tidak atau belum bisa melihat bahwa tugas itu adalah tugas anda dan ada kemarahan atau emosi menggaggu lainnya di dalam hati, maka selesaikanlah terlebih dahulu masalah emosi anda. Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 2

o Pertama-tama, perlu ditelaah apakah tidak selesainya tugas tersebut disebabkan oleh manajemen waktu yang tidak bagus? Bila demikian halnya, silakan kembali ke MD 05 mengenai manajemen waktu dan latihlah diri anda dengan lebih baik. o Bila ternyata anda sudah paham bagaimana manajemen waktu yang baik, tetapi anda tidak melakukannya, mungkin anda punya persoalan yang lebih serius. Mungkin saja salah satu aspek itu berada di bawah ini: 1. Tidak melihat relevansinya dengan diri. Bila sutau tugas anda anggap tidak relevan, maka akan sulit bagi anda untuk termotivasi memulai mengerjakannya 2. Tugas dianggap sebagai tujuan orang lain dan bukan tujuan anda. Apabila suatu tugas dipaksakan kepada anda dan anda tidak tertarik dan tidak melihat manfaatnya bagi tujuan anda, maka anda akan terhambat untuk menyediakan waktu untuk mengerjakannya. 3. Perfeksionisme. Anda memiliki standar yang terlalu tinggi, sehingga tak ter jangkau. Anda menjadi terhambat, tidak terdorong untuk mengerjakannya. Perlu Anda catat bahwa kesempurnaan tidak pernah dapat dicapai. 4. Kecemasan dievaluasi. Ada orang-orang yang tidak siap untuk di evaluasi, sehingga timbul kecemasan jangan jangan saya akan dinilai jelek, takut salah, dst; sehingga akhirnya tidak bisa bekerja jadi tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. 5. Ambiguity keraguan. Apabila Anda tidak jelas tentang apa yang diharapkan dari Anda, boleh jadi Anda kesulitan untuk memulai pekerjaan. Takut akan hal baru yang tidak diketahui, akan menghambat semangat anda untuk mulai bekerja. 6. Ketidak mampuan menangani tugas tersebut. Apabila Anda kurang memiliki pengetahuan atau keterampilan yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tsb. atau mungkin penghayatan Anda tidak cukup memadai untuk dapat menyelesaikan tugas tersebut. Boleh jadi anda akan sama sekali menghindarinya, tidak mengerjakannya. o Setelah tahu penyebab prokrastinasi di diri Anda, selesaikanlah persoalan di diri Anda. Bila perlu bicarakan dengan orang yang relevan, dengan teman, dengan dosen atau PA Anda. Bahkan bila perlu Anda bisa datang berkonsultasi ke Pusat Bimbingan Konseling UNHAS. 3.2. Langkah kedua:. penyelarasan diri dengan tugas Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 3

Apabila Anda menghadapi tugas yang membutuhkan kurun waktu yang panjang, bagi lah tugas tersebut ke dalam bagian-bagian (segmen) yang pendek dan manageable. Biasanya, tugas pendek tidak menimbulkan prokrastinasi. Jadi apabila Anda membagi tugas kompleks dan butuh waktu lama menjadi beberapa bagian pendek, sehingga setiap segmen bisa dkerja kan atau diselesaikan setiap hari/minggu/bulan; Sedemikian rupa sehingga tugas tsb secara keseluruhan dapat diselesakan paling lambat pada tgl.{tentukan tgl ini beberapa hari sebelum batas waktu (dead line)}. Contoh /illustrasi : # tugas membaca text, - rencanakanlah membaca sejumlah halaman setiap waktu tertentu, setiap harinya/setiap minggunya sehingga seluruhnya dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah kita tentukan. - Buat penjadwalan, siapkan bahannya (bila perlu fotocopy supaya bisa dipilah perporsinya) - Kerjakan # tugas membuat paper/project, - Pilah tugas membuat paper berdasarkan proses pembuatannya - Tentukan estimasi kurun waktu yang dibutuhkan untuk setiap langkah dari proses tersebut. - Buat penjadwalan, tentukan waktu spesifik untuk mengerjakannya setiap hari/minggunya, kemudian hitung mundur ( backward ) dari beberapa hari sebelum dead line - Kerjakan 3.3 Langkah ketiga : Hindari perasaan terbeban (overwhelmed) Hindari perasaan terbebani (over-whelmed), dengan cara memecah tugas besar atau tugas sulit menjadi bagian/komponen yang lebih kecil, sehingga manageable. Kemudian pusatkan perhatian Anda hanya pada satu bagian saja yakni satu bagian yang sedang Anda kerjakan. 3.4 Langkah Keempat: Hindarkan Diri dari perfectionism Jangan biarkan kebiasaan perfectionism membuat Anda tidak berdaya. Sebagai orang yang sedang belajar (mahasiswa, dosen, siapapun) Anda tidak diharapkan menunjukkan keahlian / kepakaran. Lakukan yang terbaik yang mampu Anda lakukan ( do the best you can ), kemudian mintalah umpan balik feed-back (berbeda dari evaluasi/penilaian), dan sedapat mungkin Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 4

menyesuaikan dengan masukkan umpan balik tersebut. Sebagai catatan perlu anda pahami bahwa dosen yang baik akan memperhatikan upaya serius dan perbaikan yang semakin nampak, bukan kesempurnaan. Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 5

3.5 Langkah ke Lima : Hal-hal penting yang harus diperhatikan Hal-hal penting yang harus diperhatikan agar Anda bisa segera mulai mengerjakan tugas dan menjaga tetap mengerjakan tugas tersebut sehingga selesai pada waktu yang Anda tetapkan:. Tetapkan sasaran tertentu (spesifik) untuk diselesaikan dalam setiap kurun waktu belajar Pusatkan perhatian hanya pada satu langkah setiap kali. Optimalkan effisiensi Anda, dengan cara mengendalikan segala sesuatu yang dapat mengganggu Anda Jangan tunggu sampai anda merasa mau memulai melakukannya, tetapi lakukanlah saja sejumlah kecil tugas tersebut (sebagai warming up), nanti Anda bisa lihat Anda akan menjadi terpacu untuk lanjut bekerja. Perhatikan baik-baik, untuk tidak mengijinkan dalih / excuses apapun untuk tidak memulai ataupun berhenti bekerja 3.6 Langkah ke enam : Monitoring pola perilaku Anda secara sadar Anda perlu memonitor kegiatan Anda sehari-hari. Catat kemajuan kerja/study anda dengan cara memberi check-mark di daftar porsi pekerjaan anda atau pada jadwal anda, pada butir porsi yang baru saja anda selesaikan. Nikmati rasa puas yang muncul di diri anda karena telah menyelesaikan apa yang anda canangkan. Selamat -Congratulation. 3.7 Langkah ke tujuh : Beri Apresiasi kepada Diri Jangan lupa beri diri anda imbalan/reward karena sudah menyelesaikan tugas. Hal ini bisa dengan jalan-jalan, nonton TV, makan sesuatu yang anda sukai, baca novel yang tadinya amat menggoda, bahkan istrahat-tidur, atau apa saja yang dapat menyenangkan hati Anda 3.8 Langkah delapan: Kembangkan Respek Diri Langkah terakhir, dan yang perlu dilakukan terus menerus, adalah menjaga dan merawat respek diri agar tidak terperangkap ke masa lalu maupun masa depan. Selalu bisa mensyukuri setiap saat kini dan di kehidupan ini. Dengan demikian kita bisa terhindar dari prokrastinasi dan bisa menjalani hidup lebih bertanggung jawab dan berdaya guna. Basic Study Skills UNHAS-Agustus 2011 Page 6