Bab1 PENGANTAR METODE PENELITIAN FISIKA

dokumen-dokumen yang mirip
BAGAIMANA MENCINTAI FISIKA?

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR S-1 UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO HAKIKAT IPA. By Nurratri Kurnia Sari, M. Pd

ILMU, METODE ILMIAH DAN PENELITIAN ILMIAH KULIAH MATERI

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN FISIKA

METODE PENELITIAN. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan. MR Alfarabi Istiqlal, SP MSi

FISIKA HAKIKAT FISIKA

52. Mata Pelajaran Fisika untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang B. Tujuan

TUJUAN Dalam rangka melaksanakan misi dan pencapaian visi PS MTM Universitas Lampung, maka ditetapkan tujuan Program Studi sebagai berikut:

Dokumen Kurikulum Program Studi : Doktor Teknik Fisika

LANDASAN ILMU PENGETAHUAN DAN PENELITIAN. Oleh Agus Hasbi Noor

PROGRAM STUDI MAGISTER (S2) TEKNIK MESIN PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

MEMBANGUN ILMU PENGETAHUAN DENGAN KECERDASAN EMOSI DAN SPIRITUAL

Kurikulum Tahun Jurusan Teknik Mesin ITS Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember

BAB I PENDAHULUAN. Upaya peningkatan mutu pendidikan dalam ruang lingkup pendidikan

2 TKM4105 Fisika 1 C1 2 TKM4103 Kimia Dasar A 2 TKM4103 Kimia Dasar B 2

Pengantar Metode Penelitian

STRUKTUR KEILMUAN. Ana Ratna Wulan/UPI Bahan Kuliah Filsafat Sains

SEMESTER 1 NO KODE MATA KULIAH SKS. 1 MGU-1008 Bahasa Arab 2. 2 FTK-2001 Bahasa Inggris (Reading and Writing) 2

BAB I PENDAHULUAN. ditakuti dan tidak disukai siswa. Kecenderungan ini biasanya berawal dari

Metode, Sikap, Proses, dan Implikasi Ilmiah. Sulistyani, M.Si.

ILMU SEBAGAI AKTIVITAS PENELITIAN DAN METODE ILMIAH

Riset Ilmiah: Metode Riset Akuntansi Sebagai Cara Penelitian Ilmiah. Drajat Armono, S.E., M.Si.

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN FISIKA SMA NEGERI 78 JAKARTA

Modul Mata Kuliah IPA 2 SD

BAB II RAGAM PENELITIAN

KURIKULUM FISIKA DASAR UNTUK PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TATA BOGA

BAB I PENDAHULUAN. Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (selanjutnya disebut IPA) diartikan

Kisi kisi Pedagogi dan Profesional Mapel Fisika SMA

KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT

Jurnal Ilmiah Guru COPE, No. 01/Tahun XVII/Mei 2013 METODE DISKUSI KELOMPOK BERBASIS INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA DI SMA

ILMU DAN MATEMATIKA. Ilmu berasal dari bahasa Arab alima, bahasa Inggris science, bahasa latin scio dan di Indonesiakan menjadi sains.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

10. Mata Pelajaran Fisika Untuk Paket C Program IPA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Lidia Rahmawati, 2013

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Pengantar Metode Penelitian

Modul Perkuliahan II. Metode Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Ilmiah. Budi Sulistyo., S.Sos., M.Comm. Modul ke: Fakultas ILMU KOMUNIKASI

8. KOMPETENSI INTI DAN KOMPTENSI DASAR FISIKA SMA/MA KELAS: X

METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Suryosubroto, 2009:2).

KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan salah satu langkah untuk merubah sikap, tingkah

Deskripsi Umum, Learning Outcomes, dan Kurikulum Inti Program Studi Teknik Industri

LANDASAN TEORI, KERANGKA PIKIR, HIPOTESIS

Hubungan Ilmu Pengetahuan dengan Penelitian Disusun oleh: Ida Yustina, Prof. Dr.

Maind map rangkuamn ke 2

BAB II METODE PERANCANGAN SISTEMATIS

PENGEMBANGAN HANDOUT FISIKA DASAR BERBASIS KONSTRUKTIVITAS PADA MATERI DINAMIKA

TEORI IPA : Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) AWALAN PENGERTIAN IPA

ILMU ALAMIAH DASAR. Isti Yunita, M. Sc FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pelajaran yang sulit dan tidak disukai, diketahui dari rata-rata nilai

DCH2G3 TEKNIK PRESENTASI DAN PELAPORAN

III. PERKEMBANGAN DAN PENEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM. DANNER SAGALA, S.P., M.Si.

I. PENDAHULUAN. kemajuan. Salah satunya adalah cabang ilmu matematika yang sampai saat ini

I.PENDAHULUAN. produk, proses dan sikap. Produk IPA berupa fakta, konsep, prinsip,

BAB I PENDAHULUAN. Tahun 2003 Bab I Pasal I Ayat 1 menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha

BAB I PENDAHULUAN. ditetapkan. Proses pembelajaran di dalam kelas harus dapat menyiapkan siswa

KONSEP DASAR DAN HAKIKAT PENELITIAN

PENELITIAN DAN METODE ILMIAH. BY: EKO BUDI SULISTIO

DATA PEMERINGKATAN LABORATORIUM DI ITS. [Lab] Jumlah Publikasi di Jurnal Nasional. Jumlah Publikasi di Seminar Internasional

BUKU PANDUAN TUGAS BESAR PEMROGRAMAN KOMPUTER. Pengampu : Mohtar Yunianto, M.Si Nuryani, Ph.D

BAB I PENDAHULUAN. Belajar menurut pandangan konstruktivisme adalah proses. pengkonstruksian pengetahuan oleh individu pembelajar sebagai upaya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Sains pada hakekatnya dapat dipandang sebagai produk dan sebagai

materi yang ada dalam suatu pengajaran.

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PRAKTIKUM INKUIRI TERBIMBING PAD A TOPIK SEL ELEKTROLISIS

BAB II LEVELS OF INQUIRY MODEL DAN KEMAMPUAN INKUIRI. guru dengan siswa dalam berinteraksi. Misalnya dalam model pembelajaran yang

BAB I PENDAHULUAN. memiliki peran yang sangat penting dalam rangka meningkatkan serta

BAB I PENDAHULUAN. keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan dalam pengertian secara umum, yakni proses transmisi

Review pertemuan II. Perkembangan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam. Ilmu Kealaman Dasar (IAD)

KURIKULUM TEKNIK MESIN 2016

PROGRAM STUDIS1 TEKNIK KOMPUTER SIKAP

BAB I PENDAHULUAN. 1 P e n d a h u l u a n

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan tidak dapat berjalan baik, tanpa adanya kerja sama dengan berbagai

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

UNIVERSITAS PADJADJARAN

EPISTEMOLOGI: CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR

KURIKULUM TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UPN VETERAN YOGYAKARTA

FISIKA SEKOLAH 1 FI SKS

METODE, PROSES, SIKAP DAN IMPLIKASI ILMIAH. Topik ke-3

BAB I PENELITIAN, PERKEMBANGAN IPTEK DAN KEBENARAN

BAB I PENDAHULUAN. salah satu komponen penting dalam membentuk manusia yang memiliki

ILMU ALAMIAH DASAR 3 DINI ROHMAWATI IPA dan PERKEMBANGAN DAYA ABSTRAKSI MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Oleh : Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Lampiran 1I : Matriks pembentukan mata kuliah, bahan kajian dan capaian pembelajaran untuk MK PILIHAN PAKET ANTENA DAN PROPAGASI

Pengetahuan, Pengetahuan Ilmiah, dan Penelitian Ilmiah

Manajemen Sains. Pengenalan Riset Operasi. Eko Prasetyo Teknik Informatika

Jadwal Mata Kuliah Semester Ganjil Tahun Ajaran 2017/2018 Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknologi Industri - Institut Teknologi Medan

MATA KULIAH TEORI AKUNTANSI JUMLAH SKS : 3 SKS MATA KULIAH PRASARAT AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

dapat dialami langsung oleh siswa, hal ini dapat mengatasi kebosanan siswa dan perhatiannya akan lebih baik sehingga prestasi siswa dapat meningkat.

Transkripsi:

Bab1 PENGANTAR METODE PENELITIAN FISIKA 2 SKS HARI KULIAH : KAMIS, 14.10 sd 15.50 JUM AT, 13.10 sd 15.00 alifis.wordpress.com at MPF2008 1

DESKRIPSI SINGKAT Membahas tentang pengantar metode penelitian yang berisi uraian tentang hakikat ilmu pengetahuan dan metode ilmiah. Hal ini penting diketahui, sebab penelitian ilmiah merupakan suatu proses pencarian kebenaran ilmu yang harus melalui berbagai tahapan penelitian dan tindakan yang sistematis, kritis dan penuh disiplin. Disertakan juga kawasan keilmuan Fisika sebagai basis ilmunya. Sub Materi : Hakikat Ilmu Pengetahuan Miskonsepsi Ilmu Pengetahuan Model Penyelidikan Saintis & Metode Ilmiah Visi, Misi dan Paradigma Fisika Struktur Keilmuan Fisika Jenis Penelitian Fisika alifis.wordpress.com at MPF2008 2

Pengetahuan? Manusia selalu memiliki rasa ingin tahu. Ia selalu bertanya. Jika manusia bertanya maka sebenarnya ingin merubah keadaan dirinya dari "tidak tahu" menjadi "tahu". Karena itu orang yang tidak tahu disebut "orang yang tidak berpengetahuan". Orang yang tahu disebut sebagai "orang yang berpengetahuan". Sedangkan objeknya sendiri disebut "pengetahuan" (knowledge). Pengetahuan adalah jawaban terhadap rasa keingintahuan manusia tentang kejadian atau gejala alam semesta, baik dalam bentuk fakta (abstraksi dari kejadian dan gejala), konsep (kumpulan dari fakta) atau prinsip (rangkaian dari konsep-konsep). alifis.wordpress.com at MPF2008 3

Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan atau sains (science) adalah pengetahuan yang diperoleh dengan cara tertentu, yaitu cara (metode) ilmiah. Sains, ibarat suatu bangunan, didirikan di atas dua pilar utama, yaitu struktur logis sains (the logical structure of science) dan pengujian terhadap pernyataan (the verifiability of claims). Struktur Logis Sains adalah urutan atau tahapan yang harus dilakukan seorang ilmuwan (saintis) dalam mencari ilmu pengetahuan. Urutan ini terkenal dengan sebutan metode ilmiah atau scientific method, yang terdiri dari formulasi permasalahan (dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan), pengumpulan data dan analisis data, dan pengambilan keputusan. Pilar kedua adalah Pengujian terhadap Pernyataan (verifiability of claims). Ini artinya, setiap pernyataan dalam sains (dalam bentuk prinsip. teori, hukum dan lain-lain) harus siap diuji secara terbuka dan oleh siapa saja. alifis.wordpress.com at MPF2008 4

dua pilar utama Penelitian Ilmiah, yaitu struktur logis sains (the logical structure of science) dan pengujian terhadap pernyataan (the verifiability of claims). Struktur Logis Sains adalah urutan atau tahapan yang harus dilakukan seorang ilmuwan (saintis) dalam mencari ilmu pengetahuan. Urutan ini terkenal dengan sebutan metode ilmiah atau scientific method, yang terdiri dari formulasi permasalahan (dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan), pengumpulan data dan analisis data, dan pengambilan keputusan. Pilar kedua adalah Pengujian terhadap Pernyataan (verifiability of claims). Ini artinya, setiap pernyataan dalam sains (dalam bentuk prinsip. teori, hukum dan lain-lain) harus siap diuji secara terbuka dan oleh siapa saja. Karena itu. seorang ilmuwan yang melaporkan hasil penelitiannya di sebuah jurnal ilmiah berkewajiban melaporkan secara rinci metode ilmiah yang digunakan dalam penelitiannya itu. Hanya dengan demikian ia dapat memberi kesempatan kepada ilmuwan lain untuk menguji temuannya tersebut. alifis.wordpress.com at MPF2008 5

5 Norma Sains orisinalitas. Penemuan ilmiah harus orisinil. Bangsa Asia jarang yang mendapat hadiah Nobel., kata Chen Ning (fisikawan Amerika kelahiran Cina dan pemenang Nobel), sering tak mampu melakukan Imaginative leaps untuk menemukan sesuatu yang baru. tanpa pamrih (detachment). ilmu tidak bebas nilai bila kita lihat dari sisi axiologisnya. Namun, seorang ilmuwan (saintis, bukan teknolog) harus bersifat netral, impersonal, tak mempunyai komitmen psikologis dalam usahanya mengembangkan bidang ilmunya. universalitas. Dalam mempertahankan kebenaran ilmiah seorang saintis tidak boleh berdiri di atas pijakan selain tradisi ilmiah, seperti faktor-faktor sosial, etnis, atau personal. skeptisme. Dalam sains setiap klaim tentang kebenaran tidak boleh diterima berdasarkan kepercayaan, tetapi klaim kebenaran harus diuji. Kasarnya, seorang ilmuwan tidak boleh mempercayai siapa pun (dalam hal kebenaran) sebelum ia punya bukti untuk memvalidasi kebenaran itu. Ilmuwan bukanlah politikus yang bisa menerima atau mengimpose suatu "kebenaran" hanya berdasarkan suatu surat keputusan. terbuka untuk umum (public accessibility). Diktum umum: Hasil suatu riset ilmiah bukanlah milik pribadi si ilmuwan peneliti. alifis.wordpress.com at MPF2008 6

MISKONSEPSI ILMU PENGETAHUAN anggapan bahwa tujuan sains adalah mengumpulkan (mengakumulasikan) fakta. Ini anggapan yang salah. Fakta memang "bahan baku" sains yang paling esensial. Tetapi, fakta saja, tanpa ada pengorganisasian fakta-fakta, tidak ada gunanya sains tidak pernah mampu menjelaskan kejadian atau gejala alam secara utuh dan menyeluruh. Ini sesungguhnya suatu kebenaran, tetapi memang demikianlah kenyataan keterbatasan sains. Kebenaran ilmu pengetahuan dianggap (atau diharapkan) absolut dan abadi. Ini tidak benar. Para ilmuwan sadar ini tidak benar. Kebenaran dalam sains selalu siap untuk dipertanyakan, diuji, direvisi, atau ditukar sama sekali dengan kebenaran yang baru. sains harus mempunyai manfaat praktis. Ini tidak benar. Ketika suatu saat seseorang bertanya kepada Sir Isaac Newton, apa kegunaan praktis dari penemuan dia dalam bidang cahaya (Newton suatu saat berhasil menguraikan sifat cahaya dengan memanfaatkan sebuah prisma kaca). Newton menjawab bahwa bukan urusan dia apakah penemuannya tersebut akan membawa manfaat praktis atau tidak. alifis.wordpress.com at MPF2008 7

METODE ILMIAH Riset, berasal dari Bahasa Inggris, research. Re berarti kembali, dan to search berarti mencari, sehingga arti kata research adalah mencari kembali. Dalam masalah terapan, tampaknya penelitian lebih banyak tertuju kepada pencarian (search) daripada suatu pencarian kembali (research) Penelitian pada hakikatnya merupakan operasionalisasi ilmiah di dalam kegiatan keilmuan. Ilmu merupakan produk dari suatu proses berfikir yang dilandasi oleh alur berfikir yang logis dengan didukung oleh fakta empiris konsisten dengan pengetahuan ilmiah yang ada. Tahap paling awal untuk memperoleh suatu pengetahuan baru harus dimulai dengan rasa ingin tahu, dalam bentuk pertanyaan. Apa, Siapa, Mengapa, Bagaimana, Dimana? alifis.wordpress.com at MPF2008 8

Langkah-langkah dari suatu penyelidikan saintis ( Exploring Research, Neil J. Salkind, pg 5) Mengemukakan pertanyaan Mengemukakan pertanyaan baru Mengidentifikasi faktor2 penting Meninjau kembali teori Memformulasikan hipotesis Bekerja dengan hipotesis Mengumpulkan informasi yang relevan Menguji hipotesis alifis.wordpress.com at MPF2008 9

Proses pemecahan suatu masalah (Nasoetion,A.H-Koesbandana. 1997) Pertanyaan Penelitian Pengumpulan data Data Empirik Penyusunan model Pengujian model Model Matematik Simulasi & pembangkitan data Data Hipotetik alifis.wordpress.com at MPF2008 10

PROSEDUR PENELITIAN ILMIAH 7 Langkah Menurut Prasetyo Irawan, dkk (2005), 1. Perumusan Masalah Penelitian, termasuk: a. Penjelasan (rasional) tentang latar belakang permasalahan; b. Formulasi Masalah Penelitian, dalam bentuk hipotesis atau pertanyaan; c. Manfaat Penelitian. 2. Pengkajian Kepustakaan (studi literatur). 3. Perumusan Metodologi Penelitian, termasuk: a. Perumusan Metode Penelitian; b. Penjelasan tentang Sampel dan Prosedur Sampling; c. Penjelasan tentang Instrumen dan Pengumpulan Data; d. Rencana Analisis Data; e. Definisi Operasional Variabel. 4. Pengumpulan Data. 5. Proses dan Analisis Data. 6. Pembahasan Temuan. 7. Pengambilan Kesimpulan. alifis.wordpress.com at MPF2008 11

VISI, MISI & PARADIGMA FISIKA Non-saintis sering menganggap bahwa fisika kurang manusiawi, tidak perasaan, dingin, tanpa emosi, kaku, dan tidak indah. Keindahan Fisika, misalnya pengamatan gerhana matahari/bulan, nuansa remang-remang cahaya bulan dari balik bukit dengan berbagai warnawarni, atau kejadian pelangi. Keindahan di Lab : struktur kristal dengan difraksi sinar X, keteraturan medan magnet bumi, dan lainnya. VISI: membongkar, mengungkap dan mendokumentasikan rahasia alam semesta secara ilmiah berkesinambungan mengenai energi dalam segala perwujudannya yaitu bentuk terpendam sebagai materi, bentuk kinetik serta bentuk interaksi. Bersama-sama dengan bidang teknologi terapannya fisika memanfaatkan hasil-hasil temuan ilmiahnya berupa aturan, hukum-hukum, dan asas-asas fisika, berupaya meningkatkan kualitas kehidupan umat manusia dan alam seisinya meliputi segi jasmani dan rohani. MISI: ekplorasi gejala-gejala alam aktual secara kualitatif maupun kuantitatif, baik yang belum diketahui maupun yang muncul sebagai ramalannya, melakukan berbagai klarifikasi, penataan dan dokumentasi, mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah serta mengekstrapolasi solusinya dan akhirnya melakukan implementasi dan aplikasi secara berkesinambungan untuk mencapai visi terakhirnya. alifis.wordpress.com at MPF2008 12

Paradigma Fisika Melalui pengamatan berbagai gejala alam, muncul sejumlah observabel (besaran) fisika yang saling terkait oleh sejumlah kaitan numeratif (memerlukan penampilan matematis) yang dapat berstatus kaidah (rule), hukum (law) atau asas (principle), bergantung pada sempit-luasnya daerah cakupannya, yang dicoba untuk dijelaskan (diklarifikasikan) secara logis berdasarkan teori tertentu. Paradigma adalah suatu model umum tentang sesuatu hal yang dapat digunakan untuk berfikir atau menyelidiki hal tersebut. Dapatlah dikatakan bahwa paradigma adalah suatu cara memandang yang dapat digunakan untuk berfikir, atau suatu kerangka fikir. Untuk dapat menyajikan fisika sebagai suatu kesatuan yang utuh kita perlu gambaran tentang fisika yang dapat kita gunakan untuk berfikir tentang fisika. alifis.wordpress.com at MPF2008 13

PARADIGMA FISIKA Perkakas Fikir Matematika, statistik, komputasi Perkakas Observasi Instrumentasi, Perkakas Obs.Gejala, Elektronika Sistem Makroskopik Mekanika Partikel,Medan Termodinamika,Gelombang Sistem Mikroskopik Mekanika Kuantum Mekanika Statistik DESKRIPSI KEADAAN & INTERAKSI PERKAKAS FISIKA Model untuk Struktur Materi & Interaksi Sifat-sifat Materi Gejala Alam SISTEM ALAMIAH DASAR PERKAKAS ANALISIS FISIKA Sistem Besar Reaktor Fisi-Fusi Akselerator,dll Material Industri Fisika Material SISTEM BUATAN Instrumentasi Piranti Optoelektrik- Elektronik, Sensor, dll Sistem Medium Dinamika Fluida FISIKA TERAPAN Sistem Kehidupan Biofisika Fisika Lingkungan Fisika Medis Sistem Nabati Kebumian Daratan (Geofisika) Lautan (Fisika Lautan) Cuaca (Meteorologi) Ruang Angkasa Matahari, Fisika Bintang, Jagat Raya (kosmologi) SISTEM ALAM MAKROSKOPIK alifis.wordpress.com at MPF2008 14

JENIS PENELITIAN FISIKA Penelitian Teoritik Karakteristik pokok penelitian teoritik adalah: Landasan/kerangka analisis yang jelas bagi persoalan yang diteliti; landasan ini dapat berupa teori baku, model teoritis, bahkan hipotesis fenomena yang bersangkutan. Tool analisis, yang terdiri dari rumusan matematik bagi persoalan yang diteliti berdasarkan teori yang bersangkutan, serta teknik perhitungan atau penyelesaian yang tepat; teknik ini dapat bersifat analisis maupun numerik. Langkah-langkah dalam penelitian teoritik dapat diungkapkan sebagai berikut: Identifikasi masalah, yaitu mengindentifikasi fenomena yang akan diteliti. Penentuan landasan/kerangka analisis/studi, sehingga dihasilkan hipotesa/model/teori yang harus diuji. Rumusan matematik, dalam berbagai bentuk seperti: persamaan diferensial, persamaan integral, atau persamaan aljabar. Perhitungan/penyelesaian matematik yang dapat dilakukan dengan analisis dan atau metode numerik. Penafsiran hasil alifis.wordpress.com at MPF2008 15

Penelitian Eksperimental Suatu penelitian eksperimental dimulai dari temuan empiris dari literatur, atau dimulai dari teori yang perlu diperiksa kebenarannya yang diturunkan dari bahan pengetahuan analisis yang ada. Tingkat pengetahuan analisis yang telah berkembang sangat bergantung pada kesederhanaan sistem yang diselidiki. Langkah selanjutnya adalah formulasi hipotesis yang hendak diperiksa berdasar pada masalah yang dihadapi. Penelitian eksperimental harus dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang sistematik dan runtut, yang biasanya dijabarkan dalam langkah-langkah penelitian sebagai berikut: Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah Penelusuran kepustakaan untuk menelaah masalah dari segi teori atau penemuan yang relevan, serta berbagai alternatif pemecahan masalah serupa oleh peneliti lain Merumuskan dan mengemukakan hipotesis Merancang cara pengumpulan data/informasi Mengumpulkan data/informasi Menyusun, mengolah & menganalisis data/informasi yang diperoleh dalam rangka menguji hipotesis Membuat laporan hasil penelitian dan mempublikasikannya. alifis.wordpress.com at MPF2008 16

Penelitian Rekayasa adalah suatu kegiatan perancangan yang tidak rutin, sehingga didalamnya terdapat kontribusi baru, baik dalam bentuk proses maupun produk/prototip. Kegiatan perancangan itu sendiri pada dasarnya merupakan usaha/upaya secara intelektual untuk memenuhi tuntutan tertentu dengan cara optimal ditinjau dari aspek teknis, ekonomis, sosial, budaya dan lingkungan. Secara konseptual, kegiatan perancangan dapat dibedakan menjadi 3 ( tiga) kategori, yaitu (1)Perancangan Produk (product design), (2)Perancangan Proses (process design), dan (3)Perancanan Rekayasa (engineering design) Ciri-ciri perancangan adalah: 1. Merupakan kegiatan kreatif yang dilandasi oleh pemahaman yang baik atas bidang keilmuan yaitu: matematika, fisika, kimia, mekanika, termodinamika, hidrokimia, listrik, teknik, produksi, teori perancangan dan pengetahuan serta pengalaman dalam bidang khusus 2. Merupakan optimasi atas tujuan tertentu dalam berbagai kendala yang ada bahkan saling bertentangan Mengandung prosedur dengan tahapan-tahapan utamanya sebagai berikut: Gagasan dan kejelasan tugas Pengumpulan informasi dan rujukan yang ada, Penentuan pembatas, Pembatas dalam rancangan Konseptual rancangan Indentifikasi problema kritis, Penentuan struktrut kefungsian Susunan geometri, kefungsian Penentuan tataletak awal dan konsep bentuk awal berbagai komponen yang didasarkan pada pertimbangan teknik maupun ekonomi, Optimasi dan pengecekan kelemahan konsep rancangan secara menyeluruh, Penentuan tataletak terbaik Rancangan detail Optimasi atas: prinsip/konsep dasar yang digunakan, tataletak, dan bentuk Penyiapan daftar elemen dan dokumentasi produksi, Penyiapan gambar teknik Pembuatan prototip/model Pengujian Perencanaan pengujian, Pelaksanaan pengujian alifis.wordpress.com at MPF2008 17

Penelitian Survey Dimulai dari temuan empiris dari lapangan, atau dimulai dari hipotesis yang perlu diperiksa kebenarannya yang diturunkan dari fenomena yang terjadi di alam atau kehidupan. Objek atau variabel penelitian umumnya harus dicari datanya di lapangan sehingga perlu langkah-langkah survey untuk mendapatkan informasinya. Penelitian Survey harus dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang sistematik dan runtut, yang biasanya dijabarkan dalam langkah-langkah penelitian sebagai berikut: Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah Penelusuran kepustakaan untuk menelaah masalah dari segi teori atau penemuan yang relevan, serta berbagai alternatif pemecahan masalah serupa oleh peneliti lain Merumuskan dan mengemukakan hipotesis Merancang cara pengumpulan data/informasi Mengumpulkan data/informasi Menyusun, mengolah & menganalisis data/informasi yang diperoleh dalam rangka menguji hipotesis Membuat laporan hasil penelitian dan mempublikasikannya. alifis.wordpress.com at MPF2008 18