PENGEMBANGAN INSTRUMEN UJI KOMPETENSI GURU

dokumen-dokumen yang mirip
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i UCAPAN TERIMAKASIH... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... viii BAB I PENDAHULUAN...

TEKNIK PENGEMBANGAN SOAL OBJEKTIF Vinta A. Tiarani

KISI KISI UKG 2015 GURU BK/KONSELOR

KAIDAH PENULISAN SOAL. Parsaoran Siahaan-Fisika FPMIPA UPI Bandung

KISI-KISI SOAL UKG 2015 BAHASA JEPANG KOMPETENSI GURU MAPEL (KG)

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL GURU PENJASORKES TAHUN 2011

CONTOH SOAL PEDAGOGIK Proses Penilaian (Assesmen) Berilah tanda silang pada jawaban yang paling benar dari sejumlah pilihan jawaban yang tersedia..

BAB I PENDAHULUAN. pendidikannya. Dalam pengembangan pendidikan di Indonesia pihak

BAB I PENDAHULUAN. terhadap sesuatu dengan ukuran baik atau buruk (kualitatif).

KEMAMPUAN GURU MATA PELAJARAN IPA DALAM PEMBUATAN SOAL ULANGAN DI SMP NEGERI 5 PURWODADI

BAB III PROSEDUR PENGEMBANGAN INSTRUMEN DALAM PEMBELAJARAN

Permendiknas No.16 Tahun 2007 Standar Kualifikasi Akademik Dan Kopetensi Guru

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN Kompetensi Guru Mata Pelajaran (Kompetnsi Dasar)

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL GURU PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAH RAGA KESEHATAN TAHUN 2012

6. Di bawah ini merupakan beberapa kelebihan tes lisan, kecuali:

Kegiatan Belajar 4: Menelaah Tes Hasil Belajar

Standard Guru Penjas Nasional (Rumusan BSNP)

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL TAHUN 2012 BIDANG STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL (UKA) GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TAHUN 2015

Kegiatan Belajar 3: Menulis Tes Hasil Belajar

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU GURU TAHUN Kompetensi Guru Mata Pelajaran (Kompetnsi Dasar)

BAB III METODE PENELITIAN. untuk menghasilkan suatu produk di bidang pendidikan. Sugiyono. menyatakan bahwa penelitian pengembangan adalah

PEMETAAN KOMPETENSI GURU BIMBINGAN KONSELING DI PROVINSI BENGKULU. Oleh: Rita Sinthia, Anni Suprapti dan Mona Ardina.

MATERI BEDAH KISI-KISI DAN SOAL UKG, & STRATEGI SUKSES

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI. maka dikemukakan kesimpulan sebagai berikut:

Lembar Penilaian Latihan/Ujian Praktek Mengajar LEMBAR PENILAIAN LATIHAN / UJIAN* PRAKTEK MENGAJAR

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATERI PEDAGOGIK

KISI-KISI SOAL UKG TAHUN 2015 PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN Jenjang SD

KEGIATAN BELAJAR 1 PENYUSUNAN INSTRUMEN PENELITIAN

KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.1 Menguasahi ilmu pendidikan dan landasan keilmuannya

KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1.1 Menguasahi ilmu pendidikan dan landasan keilmuannya

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI KONSELOR

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN JENJANG PENDIDIKAN : SEKOLAH MENENGAH ATAS

BAB I PENDAHULUAN. akan berorientasi kepada tujuan pembelajaran. Apakah tujuan pembelajaran

MENJADI KONSELOR PROFESIONAL : SUATU PENGHARAPAN Oleh : Eva Imania Eliasa, M.Pd

KISI- KISI UJI KOMPETENSI GURU (UKG) Standar Kompetensi Konselor

BAB III METODE PENGEMBANGAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan dilakukan berdasarkan rancangan yang terencana dan terarah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia kompetensi berarti kewenangan. kuantitatif. Johnson (dalam Usman 2006: 14) menyatakan bahwa

KISI-KISI SOAL UKG 2015 BAHASA ARAB

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Kesimpulan hasil studi dan pengembangan model konseling aktualisasi diri

PENYUSUNAN TES BENTUK URAIAN DAN OBJEKTIF. Heri Retnawati

PENGEMBANGAN PROFESI GURU SD/MI. Udin S. Sa ud, Ph.D

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU TAHUN 2012 BIDANG STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

LAMPIRAN 2 INSTRUMEN PK GURU BIMBINGAN DAN KONSELING/KONSELOR

7. Tes simulasi merupakan salah satu bentuk dari teknik penilaian: a. lisan b. praktik/kinerja c. penugasan d. portofolio e.

FORMAT PENGEMBANGAN STANDAR KOMPETENSI GURU PPPPTK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN 1.1 Memahami

KISI-KISI SOAL KOMPETENSI SMP/SMA MATA PELAJARAN: SENI BUDAYA

KISI- KISI SOAL UJI KOMPETENSI GURU (UKG)

KISI-KISI SOAL UKG TAHUN 2015 PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN JENJANG SD

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

1.5 Mengidentifikasi potensi peserta Mengidentifikasi potensi kognitif peserta didik sekolah menengah pertama dalam

PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENELITIAN

KISI PEDAGOGIS KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN/KELAS/ KEAHLIAN/BK. spiritual, dan latar belakang sosial-budaya

PEDOMAN PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA

PEMBUATAN TES TERTULIS

ANALISIS TES ULANGAN KENAIKAN KELAS BUATAN GURU MATA PELAJARAN KIMIA

Capaian Pembelajaran Profesi Gizi terhadap Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

BAB IV STANDAR KOMPETENSI GURU. Setelah membaca materi ini mahasiswa diharapkan memahami standar

MATA PELAJARAN : Seni Teater JENJANG PENDIDIKAN : Sekolah Menengah Kejuruan

INSTRUMEN TELAAH BUTIR SOAL

TEKNIK PEMBUATAN KISI-KISI

ASESMEN DALAM BK PPT 3 1

II. TINJAUAN PUSTAKA

Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 12 B. TUJUAN 12 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 12 D. UNSUR YANG TERLIBAT 13 E. REFERENSI 13 F. URAIAN PROSEDUR KERJA 15

ISIAN PENILAIAN KINERJA GURU (PKG) BP/BK TAHUN 2014 (Diisi Oleh Kepala Sekolah)

KISI-KISI SOAL UKG 2015 BAHASA INGGRIS

BAB III METODE PENELITIAN

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN AGRIBISNIS PEMBENIHAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN

Sasaran dan. Pengembangan Sikap Profesional. Kompetensi Dasar

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dibuktikan dengan sertifikat pendidik yang kemudian disebut dengan

MATA KULIAH PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU. Dr. Ali Mustadi, M. Pd NIP

ARAH PENGEMBANGAN MATERI KURIKULUM : Program Pendidikan Sarjana (S-1) BK Program Pendidikan Profesi Konselor (PPK)

KISI-KISI PENGEMBANGAN SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MATA PELAJARAN GURU KELAS SDLB KOMPETENSI PEDAGOGIK

KISI-KISI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012

KISI-KISI PENGEMBANGAN SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN TAHUN 2012

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN MATEMATIKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Project based learning (PjBL) dalam penelitian ini menggunakan. dipresentasikan kepada orang lain.

ANALISIS TENTANG KOMPETENSI PROFESIONAL DAN PEDAGOGIK GURU DALAM MERANCANG PERANGKAT PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN IPS SMP DAN MTs DI KOTA DUMAI

KISI PEDAGOGIS KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN/KELAS/ KEAHLIAN/BK. spiritual, dan latar belakang sosial-budaya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kerangka dan tujuan organisasi.masalah kompetensi itu menjadi penting,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kriteria administratif, yaitu memiliki ijazah yang sesuai dengan

BAB IV KUALITAS INSTRUMEN PENGUKURUAN DALAM PEMBELAJARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian peranan menurut Soejono Soekanto (2002;234) adalah sebagai berikut:

KISI-KISI SOAL UKG TAHUN 2015 PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN Jenjang SMA

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATERI PEDAGOGIK

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2009 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI TAMAN KANAK-KANAK/RAUDHATUL ATHFAL (TK/RA)

Transkripsi:

PENGEMBANGAN INSTRUMEN UJI KOMPETENSI GURU HO - 7 A. Tujuan Penyusunan Instrumen Tes Uji Kompetensi Guru Penyusunan instrumen tes Uji Kompetensi Guru bertujuan untuk menghasilkan seperangkat alat ukur berupa tes terstandar yang dapat mengukur kompetensi guru. B. Prinsip Pengembangan instrumen tes perlu memperhatikan prinsip-prinsip antara lain sahih, objektif, adil, terpadu, transparan, holistik, sistematis, akuntabel, dan edukatif. C. Aspek kompetensi yang diujikan 1. Kompetensi Pedagogik a. Guru Mata Pelajaran dan Guru Kelas Standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru mata pelajaran diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, dan bagi guru SLB dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus. Standar kompetensi pedagogik meliputi: 1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. 2) Menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 3) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu. 4) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. 5) Memanfaatkan tekonologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. 6) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 7) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 8) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 9) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 10) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Kompetensi yang diharapkan adalah konsistensi penguasaan pedagogik antara content dengan performance, yaitu bukan sekedar penguasaan guru tentang pengenalan peserta didik, model belajar, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Oleh karena itu instrumen yang disusun untuk mengukur kompetensi pedagogik 1

guru harus mampu memprediksi bagaimana guru mengintegrasikan kesepuluh hal tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran. b. Guru Bimbingan dan Konseling Standar kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh guru Bimbingan dan Konseling diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, yaitu : 1) Menguasai teori dan praksis pendidikan 2) Mengaplikasikan perkembangan fisiologis dan psikologis serta perilaku konseli 3) Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenis, dan jenjang satuan pendidikan 2. Kompetensi Profesional a. Guru Mata Pelajaran /Guru Kelas dan Guru SLB 1) Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. 2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. 3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. 4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. 5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri. b. Guru BK 1) Menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli. 2) Menguasai kerangka teoretik dan praksis bimbingan dan konseling. 3) Merancang program Bimbingan dan Konseling. 4) Mengimplementasikan program Bimbingan dan Konseling yang komprehensif. 5) Menilai proses dan hasil kegiatan Bimbingan dan Konseling. 6) Memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional. 7) Menguasai konsep dan praksis penelitian dalam bimbingan dan konseling. D. Kisi-Kisi Instrumen Kisi-kisi merupakan acuan pengembangan butir soal. Oleh karena itu, penyusunan kisi-kisi perlu memperhatikan hal-hal sebagai sebagai berikut. 1. Kisi-kisi instrumen Uji Kompetensi Guru dikembangan dari standar kompetensi guru dengan merujuk pada: a. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. 2

b. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor. c. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi. d. SK Dirjen GTK tentang SKG kejuruan e. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus. f. Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 251/C/KEP/MN/2008 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan. 2. Kisi-kisi instrumen Uji Kompetensi Guru untuk kompetensi guru yang belum diatur pada Permendiknas tertulis pada huruf a di atas, dikembangkan dengan mengacu pada kurikulum program studi keahlian pada satuan pendidikan (sekolah) yang relevan, misalnya untuk guru peminatan kejuruan. Uji Kompetensi Guru diawali dengan analisis kompetensi inti dan kompetensi yang ada dalam standar kompetensi untuk selanjutnya disusun indikator dari setiap kompetensi tersebut. Standar kompetensi merupakan acuan utama dalam Uji Kompetensi guru. Pengembangan instrumen Uji Kompetensi Guru selanjutnya terdiri atas kisi-kisi dan butir soal. Standar kompetensi minimum memiliki dua atau lebih kompetensi dasar. Untuk mengetahui ketercapaian standar kompetensi, dapat diperoleh dari ketercapaian beberapa kompetensi dasar. Untuk mengetahui ketercapaian kompetensi dasar diperlukan instrumen yang dapat mengukur indikator. Maka indikator dapat diartikan sebagai bentuk nyata atau indikasi ketercapaian kompetensi atau sebagai jawaban dari kompetensi yang harus tercapai. Dalam memilih kompetensi dasar pada setiap standar kompetensi harus merupakan kompetensi esensial dan proporsional. Setiap kompetensi dasar minimum memiliki dua indikator dan dimungkinkan memiliki beberapa indikator. merupakan dasar untuk mengembangkan instrumen Uji Kompetensi Guru dalam bentuk soal-soal uji. Skema pengembangan indikator dari kompetensi dasar dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 3

Kompetensi Dasar Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar Gambar 1. Skema Penyusunan Instrumen E. Spesifikasi Instrumen 1. Judul instrumen: Instrumen Uji Kompetensi Guru Mata Pelajaran... (sesuai masing masing mata pelajaran yang diujikan). 2. Kompetensi yang ingin diukur melalui uji tulis ini meliputi kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional sesuai dengan mata pelajaran peserta Uji Kompetensi Guru. 3. Komposisi uji tulis ini adalah 30% kompetensi pedagogik dan 70% kompetensi profesional. 4. Waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan soal ujian adalah 120 menit. 5. Jumlah soal maksimum 100 butir atau sesuai dengan karakteristik kompetensi 6. Bentuk soal adalah tes obyektif jenis pilihan ganda dengan 5 (lima) opsi pilihan jawaban dengan memperhatikan konsep Higher-Order Thinking (HOT) 7. Jumlah paket soal yang dikembangkan adalah minimal 2 (dua) paket soal untuk masingmasing mata pelajaran dan akan terus ditambahkan setiap tahun sesuai kebutuhan 8. Proporsi kesukaran butir soal dibuat seimbang antara butir soal yang mudah dan butir soal yang sukar. Perbandingannya secara proporsional kurang lebih 25% kategori mudah, 50% kategori sedang, dan 25% kategori sukar. Kategori tersebut didasarkan pada analisis hasil uji coba empirik butir soal. 9. Butir-butir soal harus representatif terhadap kompetensi yang akan diukur sesuai karakteristik mata pelajaran. 10. Kompetensi yang akan diukur sebagaimana dijelaskan pada nomor 9 adalah ranah kognitif pada jenjang penerapan, analisis, evaluasi, dan kreasi yang dipadukan dengan dimensi pengetahuan (konseptual, prosedural, dan meta kognitif) 4

Kognitif Pengetahuan C3 C4 C5 C6 Konseptual Prosedural Metakognitif F. Kaidah Penulisan Soal 1. Materi Soal a. Sebelum membuat soal pertimbangkan dengan matang tujuan dari masing-masing soal. b. Materi soal harus sesuai dengan indikator. c. Konstruksi pokok soal harus dirumuskan dengan jelas dan tegas. d. Konteks pokok soal dan opsi jawaban harus relevan. e. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. f. Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana dan sejenisnya yang ada pada soal harus jelas dan berfungsi. 2. Opsi Jawaban a. Setiap soal mempunyai hanya satu jawaban yang benar dan pengecoh harus berfungsi yang dibuktikan dengan analisis butir soal. b. Opsi jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. c. Panjang rumusan opsi jawaban harus relatif sama. d. Opsi jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun secara berurutan. e. Hindari pokok soal pendek dengan opsi jawaban panjang. f. Hindari butir soal yang jawabannya tergantung pada jawaban soal sebelumnya. 3. Bahasa a. Menggunakan bahasa yang komunikatif. b. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa benar. 5

c. Menggunakan aturan tata tulis soal yang baku. d. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya, umumnya, kadang-kadang. e. Hindari kata yang dapat menimbulkan penafsiran ganda (ambigu). f. Hindari penggunaan kalimat yang mengandung pernyataan negatif ganda. 4. Perakitan a. Teliti keakuratan kunci jawaban pada setiap butir soal. b. Telaah kembali naskah soal untuk memastikan: 1) proporsi tingkat kesukaran butir sesuai rambu-rambu (25% mudah; 50% sedang, dan 25% sukar); 2) proporsi kompetensi pedagogik bidang studi (30%) dan kompetensi profesional (70%). G. Pedoman Validasi Validasi instrumen dilakukan dua tahap yaitu validasi ahli dan validasi empirik (uji coba lapangan ). 1. Validasi Ahli Validasi ahli dilakukan oleh ahli konten dan ahli bahasa dengan mengundang pakar yang relevan untuk mencermati dan memberikan pertimbangan terhadap materi, konstruksi, bahasa, dan keterbacaan soal. 2. Validasi Empirik Validasi empirik dilakukan dengan mengujicobakan instrumen pada responden yang representatif (guru yang sudah ikut sertifikasi) untuk menentukan validitas, daya beda, tingkat kesukaran butir, dan reliabilitas instrumen. Sumber: Pedoman Uji Kompetensi Guru, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan. 2015 6