KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN. Saya yang bernama Eliska Mayasari / adalah mahasiswi D-IV Bidan

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

TEKNIK PERAWATAN METODE KANGURU. Tim Penyusun

DAFTAR PUSTAKA. Ahmadi, Abu dan Nur Unbiyati Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi. Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan.

MANFAAT ASI BAGI BAYI

LEMBAR PENJELASAN CALON RESPONDEN. mengadakan penelitian dengan judul Hubungan Tehnik Menyusui Terhadap

B. MANFAAT ASI EKSKLUSIF

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menempuh, menemui, mengarungi, menyebrangi, menanggung, mendapat,

LEMBAR PENDELEGASIAN

MATERI PENYULUHAN ASI EKSLUSIF OLEH : dr.rizma Alfiani Rachmi

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN

BAB II TINJAUAN TEORI. dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Suradi dan Hesti, 2004, 2. Faktor- faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI (Siregar,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. karakteristik ibu menyusui, teknik menyusui dan waktu menyusui. Menurut WHO/UNICEF Tahun 2004 menyusui adalah suatu cara yang

Lampiran 1 LEMBAR PERMINTAAN MENJADI RESPONDEN

ASI ADALAH ANUGERAH LUAR BIASA YANG DIBERIKAN TUHAN KEPADA MANUSIA KENAPA BANYAK ORANG TUA TIDAK MEMBERIKAN ASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan hal ini terjadi setelah orang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Cara Mencuci Tangan yang Benar

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN. tergantng dari motif yang dimiliki (Taufik, 2007). menggerakkan kita untuk berperilaku tertentu. Oleh karena itu, dalam

Setelah melekat, bibir atas bayi akan mendekat ke puting, areola nampak di atas bibir. Jagalah dagu bayi dekat pada payudara Anda.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengandung lebih dari 200 unsur-unsur pokok, antara lain zat putih telur, lemak,

BUKU PANDUAN KERJA KETERAMPILAN

Bagaimana Memberikan Makan Bayi Setelah Usia 6 Bulan

PANDUAN RAWAT GABUNG DAN BAYI RS. MITRA KELUARGA JL. BUKIT GADING RAYA KAV. 2 KELAPA GADING PERMAI JAKARTA 2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH KONSELING TERHADAP KETEPATAN POSISI DAN PELEKATAN BAYI PADA PEMBERIAN AIR SUSU IBU DI KLINIK SOPHIARA MAKASSAR

MENGAPA IBU HARUS MEMBERIKAN ASI SAJA KEPADA BAYI

MENYUSUI SAAT IBU BEKERJA. Dinas Kesehatan Provinsi Bali

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN BANTEN JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG SOP SENAM HAMIL

SATUAN ACARA PENYULUHAN. A. Tujuan Umum Agar klien dapat mengetahui dan mengerti tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan satu-satunya yang paling sempurna

SERI BACAAN ORANG TUA. Faktor. Yang Mempengaruhi Pertumbuhan & Perkembangan Janin. Milik Negara Tidak Diperjualbelikan

TEKNIK MENYUSUI PADA IBU NIFAS PRIMIPARA DI DESA JABONTEGAL DAN DESA BALONG MASIN KECAMATAN PUNGGING KABUPATEN MOJOKERTO SOIDAH AHMAR SETYOWATI

Puting Lecet. Posisi dan Pelekatan yang Tepat (Lihat lembar informasi Ketika Melekat)

BAB II LANDASAN TEORI. Skinner (Notoatmodjo, 2007), merumuskan perilaku sebagai. respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari

BAB I PENDAHULUAN. dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu. Bayi menggunakan refleks

BAB I PENDAHULUAN. penuh perjuangan bagi ibu yang menyusui dan bayinya (Roesli, 2003).

KETERAMPILAN PEMERIKSAAN OBSTETRI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. garam organik yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar payudara ibu

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) ASI Ekslusif 6 Bulan

Dilakukan. Komponen STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEKNIK PEMIJATAN BAYI

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA

PEMBERIAN DAN PENYIMPANAN ASI DI RUANGAN KEBIDANAN RSUDPADANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Lampiran Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Makanan utama bayi adalah air susu ibu (ASI) sehingga perlu

Gambaran Karakteristik Ibu Nifas dan Praktik Menyusui Yang Benar di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

Cara Mudah Mengencangkan. dan Memperindah Payudara

LAMPIRAN SUKHASANA SHAVASANA

6. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik

PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANON SRAGEN

BAB I PENDAHULUAN. langsung dari payudara ibu. Menyusui secara ekslusif adalah pemberian air susu

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI PESERTA PENELITIAN. Gambaran Posisi Menyusui Yang Paling Sering Dilakukan Ibu di Kecamatan Medan-Helvetia 2011

BAB I PENDAHULUAN. Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah air susu yang diberikan kepada bayi sejak

PENUNTUN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN KLINIK SISTEM UROGENITAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR). Angka Kematian Bayi tidak berdiri sendiri,

Nur Faridah Trisiyah *), Dewi Novianty **) STIKes Patria Husada blitar ABSTRACT

BUKU PANDUAN KETERAMPILAN KLINIK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Perilaku manusia adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan

INFORMASI SEPUTAR KESEHATAN BAYI BARU LAHIR

1. ASUHAN IBU SELAMA MASA NIFAS

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Inisiasi Menyusu Dini di BPS Hj. Umah Kec. Cidadap Kel. Ciumbuleuit Kota Bandung

KUESIONER PENELITIAN PERILAKU IBU YANG MEMILIKI BAYI DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA MATSUM TAHUN 2015

PEDOMAN MEMIJAT PADA BAYI DAN ANAK. ppkc

Bab VII. Menyusui. Mengapa memberi ASI (Air Susu Ibu) itu penting? Mengapa pemberian makanan lain membahayakan selama periode menyusui?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. janin yang viable. Menurut Varney (2009), primipara adalah wanita yang pernah

KUESIONER PENGARUH ASI EKSKLUSIF TERHADAP MORBIDITAS BAYI SAMPAI USIA 6 BULAN

BAB I PENDAHULUAN. baik dan benar. Salah satu penyebab kegagalan menyusui adalah disebabkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Sebenarnya bayi manusia

Pemberian ASI Di Fasilitas Kesehatan

MODUL 25 TYPE A UMUR 4 6 BULAN (3 BULAN 16 HARI 6 BULAN 15 HARI)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PERUBAHAN BODY MEKANIK DALAM KEHAMILAN. Dosen Pembimbing : Christin Hiyana TD, S.SiT

KEBUTUHAN DASAR IBU MASA NIFAS

Lembar Persetujuan Menjadi Responden. Nama Saya Lucia Eirene Tamba, mahasiswa Fakultas Keperawatan

Penyuluhan Tentang Tablet Obat Cacing

KEGUNAAN MEMERAH ASI

WALIKOTA YOGYAKARTA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF

Nah, bagi Anda yang ingin mengintip, seperti apa sih pijat bayi itu, berikut kami beberkan langkah-langkahnya, disertai dengan gambar.

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF

BUPATI BANGKA BARAT PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA BARAT NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG

Senam Hamil. Pengertian Senam Hamil

paket konseling: Pemberian Bayi dan Anak Booklet Pesan Utama

Kuesioner Penelitian PENGETAHUAN GIZI IBU DAN PRAKTEK PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI SERTA STATUS GIZI BATITA DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BAB I PENDAHULUAN. Sejak dahulu Air Susu Ibu merupakan makanan yang terbaik untuk bayi, karena

Transkripsi:

BUKU PANDUAN KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI Diberikan pada Mahasiswa Semester IV Tahun Akademik 2014-2015 Tim Penyusun dr. A. Dwi Bahagia, Ph.D, SpA(K) dr. Ema Alasiry, SpA(K), IBCLC Editor dr. Elizabet C. Jusuf, SpOG, MKes SISTEM REPRODUKSI Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin 2015

KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI Keterampilan teknik menyusui adalah suatu keterampilan yang diterapkan agar seseorang dapat menjadi konselor dan motivator kepada seorang ibu sehingga ibu tersebut mau dan dapat menyusui anaknya dengan benar. Semua perempuan berpotensi untuk menyusui anaknya. Sayangnya, tidak semua perempuan bisa memahami dan menghayati kodratnya. Hal ini bisa karena pengetahuan yang kurang atau persepsi yang keliru tentang payudara dan menyusui, kurangnya pemahaman tentang peran dan fungsi ibu serta pemanfaatan ASI. Ibu lebih suka menukarnya dengan susu formula, padahal manfaat ASI sampai sekarang belum ada tandingannya. ASI mempunyai banyak manfaat untuk bayi, ibu, keluarga dan negara. Manfaat ASI untuk bayi adalah sebagai sumber zat gizi (makanan) yang lengkap dan sesuai untuk bayi, mengandung zat protektif, mempunyai efek psikologis, menunjang pertumbuhan yang baik dan mngurangi kejadian karies dentis dan maloklusi. Bagi ibu pemberian ASI dapat mencegah terjadinya perdarahan pasca salin menurunkan kejadian karsinoma mammae, dapat menjarangkan kehamilan, menimbulkan rasa bangga dan rasa dibutuhkan oleh orang lain. Bagi keluarga ASI bermanfaat dari aspekekonomi, psikologi dan kemudahann/praktis. Sedangkan bagi negara dengan pemberian ASI angka kesakitan dan kematian bayi dapat menurun, mengurangi subsidi rumah sakit, dan meningkatkan kualitas generasi penerus. Pemberian ASI bukanlah sekedar memberi makanan kepada bayi (hak asuh), tetapi di saat yang sama seorang ibu juga memberikan kasih sayang, rasa nyaman dan aman (hak asih) serta celoteh dan senandung yang dapat merangsang memori dan keterampilan seorang anak (hak asah). ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak lahir sampai sekitar 6 bulan. Selama itu bayi diharapkan tidak mendapat tambahan cairan apapun (susu formula, madu, teh, air jeruk, air putih) dan makanan tambahan apapun (pisang, biskuit, bubur susu). Di 2

atas usia enam bulan, bayi memerlukan makanan tambahan tetapi pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai ia berumur dua tahun. Kunci keberhasilan pemberian ASI adalah menempatkan bayi pada posisi dan perlekatan yang benar. Posisi dan perlekatan yang benar ini memungkinkan bayi mengisap pada areola (bukan pada puting) sehingga ASI akan mudah keluar dari tempat diproduksinya ASI dan puting tidak terjepit diantara bibir sehingga puting tidak lecet. Setelah bayi selesai menyusu bayi perlu disendawakan dengan tujuan untuk membantu ASI yang masih ada di saluran cerna bagian atas masuk ke dalam lambung sehingga dapat mengeluarkan udara dari lambung agar bayi tidak muntah setelah menyusu. Semua hal ini akan dilatih pada keterampilan teknik menyusui. TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan Umum : Mahasiswa mampu melakukan prosedur klinik teknik menyusui yang benar sehingga dapat memberikan bimbingan kepada ibu setelah persalinan. Tujuan Khusus : Setelah kegiatan ini mahasiswa mampu : 1. Melakukan komunikasi dengan ibu dan anggota keluarganya 2. Melakukan persiapan ibu dengan benar 3. Memberikan penjelasan kepada ibu tentang manfaat menyusui dengan teknik yang benar. 4. Menempatkan ibu dalam posisi yang benar. 5. Menempatkan bayi dalam posisi yang benar. 6. Menempatkan bayi dalam perlekatan yang benar dengan payudara ibu. 7. Menjelaskan kepada ibu cara melepaskan isapan bayi yang benar 8. Menjelaskan kepada ibu cara menyendawakan bayi Media dan alat bantu pembelajaran: 1. Boneka bayi 2. Alat peraga (payudara) 3

PERENCANAAN PEMBELAJARAN Kegiatan Waktu Deskripsi 1. Pengantar 2 menit Pengantar 2.Bermain peran 23 menit 1. Mengatur mahasiswa tanya jawab 2.Dua orang Instruktur memberikan contoh bagaimana cara mengajarkan teknik menyusui yang benar. Seorang instruktur sebagai dokter dan seorang lagi sebagai ibu bayi. Mahasiswa menyimak dan mengamati. 3. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya. 3. Praktek bermain 90 menit 1. Mahasiswa dikelompokkan secara berpasangan. peran dan umpan 2. Setiap pasangan berperan sebagai dokter dan ibu balik bayi. 3.Mahasiswa yang berperan sebagai dokter menjelaskan dan mengajarkan teknik menyusui yang benar. 4.Instruktur mengawasi dan memberikan pengarahan/umpan balik terhadap jalannya 4.Curah pat/diskusi Total waktu penda- kegiatan 15 menit Apakah mudah dimengerti? Apa yang sulit? Menanyakan bagaimana perasaan mahasiswa yang berperan sebagai ibu. 150 menit 4

PENUNTUN BELAJAR KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI No. LANGKAH/KEGIATAN KET A.Medical Consent 1. Sapalah ibu dan keluarganya dengan ramah, perkenalkan diri anda serta tanyakan keadaannya 2 Berikan dorongan kepada ibu dengan meyakinkan bahwa setiap ibu mampu menyusui bayinya. Bantu ibu mengatasi keraguannya karena pernah bermasalah ketika menyusui pada pengalaman sebelumnya. 3 Berikan konseling dan motivasi pada ibu tentang manfaat ASI (manfaat bagi bayi, ibu, keluarga, negara) 4 Berikan konseling dan motivasi pada suami atau anggota keluarga lain tentang keuntungan ASI dan menjelaskan peran mereka dalam memberi dukungan terhadap ibu menyusui 5 Berikan kesempatan ibu untuk bertanya setiap ia membutuhkannya 6. Meminta persetujuan ibu untuk diajarkan tentang teknik menyusui B. Persiapan Ibu 7. Meminta ibu mencuci tangan dengan sabun dan air 8. Tempatkan ibu pada posisi yang nyaman: duduk bersandar, tidur miring, atau berdiri. Bila duduk, jangan sampai kaki menggantung. Gambar 1. Berbagai Posisi menyusui 9. Minta ibu untuk mengeluarkan sedikit ASI dengan cara meletakkan ibu jari dan jari telunjuk sejajar di tepi areola, kemudian tekan ke arah dinding dada lalu dipencet sehingga ASI mengalir keluar. Minta ibu untuk mengoleskan ASI tersebut pada puting susu dan areola sekitarnya. Menjelaskan ke ibu 5

bahwa hal ini bermanfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu. C. Posisi Bayi 10. Minta ibu untuk menempatkan kepala bayi pada lengkung siku ibu, kepala bayi tidak boleh tertengadah, sokong badan bayi dengan lengan dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu. Minta ibu untuk memegang bayi dengan satu lengan saja. 11. Minta ibu untuk menempatkan satu lengan bayi di bawah ketiak ibu dan satu di depan 12. Minta ibu untuk meletakkan bayi menghadap perut/payudara ibu, perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara sehingga telinga dan lengan bayi berada pada satu garis lurus. 13. Minta ibu untuk menatap bayinya dengan kasih sayang D. Perlekatan bayi 14. Minta ibu untuk memegang payudara dengan ibu jari di atas dan jari yang lain menopang di bawah. Jangan menekan puting susu atau areolanya saja. Gambar 2. Posisi bayi dan memegang payudara yang benar 15. Minta ibu untuk memberi rangsangan kepada bayi agar membuka mulut (rooting reflex) dengan cara : - menyentuh pipi dengan puting susu, atau - menyentuh sisi mulut bayi 16. Setelah bayi membuka mulut, minta ibu untuk dengan cepat mendekatkan kepala bayi ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi: - Usahakan sebagian besar areola dapat masuk ke dalam mulut bayi - Setelah bayi mulai mengisap, payudara tak perlu dipegang atau ditopang lagi 17. Perhatikan tanda-tanda perlekatan bayi yang baik: - dagu bayi menempel di payudara (C = chin) - sebagian besar areola masuk ke dalam mulut bayi, terutama areola bagian bawah (A= areola) - bibir bayi terlipat keluar (bibir atas terlipat ke atas dan bibir bawah terlipat ke bawah) sehingga tidak mencucu (L= lips) - mulut terbuka lebar (M = Mouth) 6

C A L M Chin Areola Lips Mouth Gambar.3. Perlekatan X 18. Menjelaskan kepada ibu mengapa perlekatan bayi harus benar. E. Melepas isapan 19. Minta ibu untuk ganti menyusui pada payudara yang lain apabila pada satu payudara sudah terasa kosong. Minta ibu melepas isapan dengan cara: - jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut, atau - dagu bayi ditekan ke bawah 20. Minta ibu agar menyusui berikutnya dimulai dari payudara yang belum terkosongkan (yang diisap terakhir) 21. Setelah selesai menyusui, minta ibu untuk mengeluarkan ASI sedikit kemudian oleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Biarkan kering dengan sendirinya. F. Menyendawakan bayi 22. Minta ibu untuk menyendawakan bayi dengan cara: - bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan, atau 7

- Bayi tidur tengkurap di pangkuan ibu, kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan Jelaskan pada ibu tujuan menyendawakan bayi. Gambar.4. Menyendawakan bayi 8

DAFTAR TILIK KETERAMPILAN TEKNIK MENYUSUI Petunjuk : Berilah tanda ( ) pada kotak yang sesuai. Nilai : 0 bila tidak dilakukan, 1 bila dilakukan tapi tidak benar, 2 bila dilakukan dengan benar. No. Aspek yang dinilai A. Medical Concent 1 Menyapa ibu dan keluarga dengan ramah. Memberi informasi dan motivasi tentang manfaat ASI dan meyusui dengan 2 teknik menyusui (bagi bayi, ibu, keluarga, dan negara. 3 Meminta persetujuan ibu untuk dibimbing tentang teknik menyusui. B. Persiapan Ibu 4 Meminta ibu untuk cuci tangan. Meminta ibu untuk mengambil posisi yang nyaman = duduk atau 5 berbaring. Meminta ibu untuk memerah sedikit ASI dan mengoleskan ke payudara 6 serta memberi penjelasan tentang manfaatnya. C. Pelaksanaan teknik menyusui Menjelaskan/memberi contoh dan mengarahkan ibu cara menempatkan bayi 7 dalam posisi yang benar. Menjelaskan perlekatan bayi yang benar. C : chin 8 A : areola L : lips M : mouth Menjelaskan (dengan menggunakan alat peraga payudara) mengapa 9 perlekatan bayi harus benar. Menjelaskan kapan sebaiknya ibu memindahakan bayinya untuk menyusu 10 di payudara yang lain (dan menjelaskan alasannya). 11 Menjelaskan dan memberi contoh cara melepas isapan bayi. Menjelaskan apa yang sebaiknya dilakukan pada payudara setelah 12 menyusui (mengoles areola dan putting dengan ASI). 13 Menjelaskan dan memberi contoh cara menyendawakan bayi. 14 Menjelaskan pada ibu manfaat menyendawakan bayi setelah menyusui. Nilai 0 1 2 GLOBAL PERFORMANCE: Menurut Anda, secara keseluruhan, bagaimana penampilan kendidat ini : 1 = Sangat Kurang 2 = Kurang 3 = Cukup 4 = Memuaskan 9

10