BAB V SIFAT-SIFAT ZAT MURNI

dokumen-dokumen yang mirip
III ZAT MURNI (PURE SUBSTANCE)

KESETIMBANGAN FASA. Komponen sistem

KESETIMBANGAN FASA. Sistem Satu Komponen. Aturan Fasa Gibbs

KESETIMBANGAN FASE DALAM SISTEM SEDERHANA (ATURAN FASE)

2. Fase komponen dan derajat kebebasan. Pak imam

Fisika Panas 2 SKS. Adhi Harmoko S

Kesetimbangan fase. Pak imam

II. Persamaan Keadaan

Kimia Fisika Bab 6. Kesetimbangan Fasa OLEH: RIDHAWATI, ST, MT

Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)

Dengan mengalikan kedua sisi persamaan dengan T akan dihasilkan

BAB 10 SPONTANITAS DAN KESETIMBANGAN Kondisi Umum untuk Kesetimbangan dan untuk Spontanitas

TERMODINAMIKA (II) Dr. Ifa Puspasari

Hukum Termodinamika 1. Adhi Harmoko S,M.Kom

Bab 4 Termodinamika Kimia

Gambar 2.1. Skema Thermodinamika (Lim, 1990)

Diktat TERMODINAMIKA DASAR

KIMIA FISIKA KESETIMBANGAN CAIR-UAP & PADAT-UAP. Prof. Heru Setyawan Jurusan Teknik Kimia FTI ITS

BAB III STUDI PENGARUH PERUBAHAN VARIABEL TERHADAP KONSEKUENSI KEGAGALAN

DAFTAR ISI HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR SIMBOL DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR ABSTRACT Latar Belakang Keaslian Penelitian 5

WUJUD ZAT (GAS) Gaya tarik menarik antar partikel sangat kecil

TUGAS KIMIA FISIKA KESETIMBANGAN FASE DISUSUN OLEH KELOMPOK 4 : ANDI AZIS RUSDI MOH. SOFYAN HARMILA EKA YULIASTRI

BAB IV TERMOKIMIA A. PENGERTIAN KALOR REAKSI

HUKUM TERMODINAMIKA II Thermodynamics: An Engineering Approach, 5th edition by Yunus A. Çengel and Michael A. Boles

Makalah Termodinamika Pemicu 4: Kesetimbangan Fasa Uap-Cair

Q = ΔU + W.. (9 9) Perjanjian tanda yang berlaku untuk Persamaan (9-9) tersebut adalah sebagai berikut.

- Fasa (phase) dalam terminology/istilah dalam mikrostrukturnya

MAKALAH TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA

Sulistyani, M.Si.

LANDASAN TEORI. P = Pc = P 3 = P 2 = Pg P 5 P 4. x 5. x 1 =x 2 x 3 x 2 1

TERMODINAMIKA (I) Dr. Ifa Puspasari

WUJUD ZAT. 1. Fasa, Komponen dan Derajat Bebas

FISIKA DASAR HUKUM-HUKUM TERMODINAMIKA

BAB II DASAR TEORI. FeO. CO Fe CO 2. Fe 3 O 4. Fe 2 O 3. Gambar 2.1. Skema arah pergerakan gas CO dan reduksi

LTM TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA Pemicu

Semua zat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu padat, cair, dan gas. Berikut adalah sifat-sifat dari ketiga kelompok zat tersebut.

Film adalah lapisan suatu zat yang menyebar melalui permukaan dengan ketebalan sangat kecil, dan pengaruh gravitasi dapat diabaikan.

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

SIFAT TERMODINAMIK SISTEM BINER 1-PROPANOL-AIR*) Oleh: Isana SYL**)

BAB 4 UAP JENUH DAN UAP PANAS LANJUT

SIFAT TERMODINAMIK SISTEM BINER ETANOL-AIR*) Oleh: Isana SYL**)

Bab 4 Analisis Energi dalam Sistem Tertutup

BAB II LANDASAN TEORI

BAB VI TRANSFORMASI FASE PADA LOGAM

Sulistyani, M.Si.

10/14/2012. Gas Nyata. Faktor pemampatan (kompresi), Z. Faktor Kompresi, Z. TERMODINAMIKA KIMIA (KIMIA FISIK 1 ) Sistem Gas Nyata

SATUAN ACARA PENGAJARAN

PHYSICAL CHEMISTRY I

HUKUM TERMODINAMIKA I

Pengertian Dasar Termodinamika Termodinamika secara sederhana dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang membahas dinamika panas suatu sistem Termo

Hubungan entalpi dengan energi yang dipindahkan sebagai kalor pada tekanan tetap kepada sistem yang tidak dapat melakukan kerja lain

BAB 3 PROSES-PROSES THERMODINAMIKA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SIFAT TERMODINAMIK SISTEM BINER METANOL-AIR*) Oleh: Isana SYL**)

12/03/2015. Nurun Nayiroh, M.Si

Fraksi mol tiga komponen dari sistem terner (C = 3) sesuai dengan X A + X B + Xc =

BAB 1 Energi : Pengertian, Konsep, dan Satuan

Fugasitas. Oleh : Samuel Edo Pratama

I. Beberapa Pengertian Dasar dan Konsep

Referensi: 1) Smith Van Ness Introduction to Chemical Engineering Thermodynamic, 6th ed. 2) Sandler Chemical, Biochemical adn

3. Termodinamika Statistik

B. HUKUM-HUKUM YANG BERLAKU UNTUK GAS IDEAL

4. Hukum-hukum Termodinamika dan Proses

Daftar Isi. x II

FISIKA TERMAL Bagian I

Termodinamika Usaha Luar Energi Dalam

Sistem pendingin siklus kompresi uap merupakan daur yang terbanyak. daur ini terjadi proses kompresi (1 ke 2), 4) dan penguapan (4 ke 1), seperti pada

INSTRUMEN PENELITIAN LPTK TAHUN 2003

Konsep Dasar Pendinginan

BAB TERMODINAMIKA. dw = F dx = P A dx = P dv. Untuk proses dari V1 ke V2, kerja (usaha) yang dilakukan oleh gas adalah W =

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II ENERGI KESETIMBANGAN FASA Sabtu, 19 April 2014

PROSES ADIABATIK PADA REAKSI PEMBAKARAN MOTOR ROKET PROPELAN

Fisika Dasar I (FI-321)

BAB 4 TEMUAN DAN PEMBAHASAN. merumuskan indikator dan konsep pada submateri pokok kenaikan titik didih

TERMODINAMIKA & FISIKA STATISTIK

BAB 6. (lihat diktat kuliah KIMIA : Bab 6 dan 7)

V. Potensial Termodinamika

Disampaikan oleh : Dr. Sri Handayani 2013

W = p V= p(v2 V1) Secara umum, usaha dapat dinyatakan sebagai integral tekanan terhadap perubahan volume yang ditulis sebagai

BAB IV PEMODELAN DAN SIMULASI SEL BAHAN BAKAR MEMBRAN PERTUKARAN PROTON DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB/SIMULINK

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8.

Ahmad Zaki Mubarok Kimia Fisik Pangan 2014

NAMA : FAHMI YAHYA NIM : DBD TEKNIK PERTAMBANGAN TERMODINAMIKA DALAM KIMIA TERMODINAMIKA 1 FISIKA TERMODINAMIKA 2 FISIKA

Gaya Antarmolekul dan Cairan dan Padatan

BAB II DASAR TEORI. Energy balance 1 = Energy balance 2 EP 1 + EK 1 + U 1 + EF 1 + ΔQ = EP 2 + EK 2 + U 2 + EF 2 + ΔWnet ( 2.1)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Proses Perpindahan Panas Konveksi Alamiah dalam Peralatan Pengeringan

AZAS TEKNIK KIMIA (NERACA ENERGI) PRODI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TERMODINAMIKA LANJUT: ENTROPI

KESETIMBANGAN ENERGI

BAB I GAS DAN SIFAT-SIFATNYA

Termometri dan Kalorimetri

FIsika KTSP & K-13 TERMODINAMIKA. K e l a s. A. Pengertian Termodinamika

TERMODINAMIKA MIRZA SATRIAWAN

Lembar Kegiatan Siswa

TINGKAT PERGURUAN TINGGI 2017 (ONMIPA-PT) SUB KIMIA FISIK. 16 Mei Waktu : 120menit

5/30/2014 PSIKROMETRI. Ahmad Zaki M. Teknologi Hasil Pertanian UB. Komposisi dan Sifat Termal Udara Lembab

BAB IV PEMBAHASAN. -X52 sedangkan laju -X52. korosi tertinggi dimiliki oleh jaringan pipa 16 OD-Y 5

BAB V DIAGRAM FASE ISTILAH-ISTILAH

BAB II. KESEIMBANGAN

TERMODINAMIKA KIMIA SUDARLIN

Transkripsi:

BAB V SIFA-SIFA ZA MURNI ubungan antara volume spesifik atau volume molar terhadap temperature dan tekanan untuk zat murni dalam keadaan kesetimbangan ditunjukkan dengan permukaan tiga dimensi seperti terlihat pada Gambar 1. Gambar 2. 59

Bidang yang ditandai dengan S, L dan G berturut-turut mewakili daerah padat, cair dan gas pada diagram. Daerah yang tidak diarsir merupakan daerah kesetimbangan dua fasa, dan ada tiga daerah seperti ini yaitu: padat-gas (S-G, padat-cair (S-L dan cair-gas (L-G. Garis tebal yang melewati titik A dan B menandai perpotongan daerah dua fasa, dan merupakan garis tiga fasa dimana terdapat fasa padat, cair dan gas dalam keadaan kesetimbangan tiga fasa. Sesuai dengan hukum fasa, sistem ini mempunyai derjat kebebasan nol, fasa ini ada pada u temperatur dan u tekanan. Karena itu, proyeksi garis ini pada bidang P merupakan sebuah titik (ditunjukkan di kiri diagram utama, dan disebut triple point. Proyeksi P pada gambar 1, ditunjukkan oleh gambar 2 dengan skala yang lebih besar, dan daerah cair dan gas pada proyeksi PV ditunjukkan lebih detil oleh gambar 3. Gambar 3. Garis pada gambar 2 merupakan garis batas fasa. Kurva fusi (garis 2-3 biasanya mempunyai kemiringan positif, tetapi untuk beberapa zat (seperti air kurva ini mempunyai kemiringan negatif. Kurva 1-2 dan 2-C masing-masing garis merupakan tekanan uap untuk padat dan cair. itik C adalah titik kritis, yang merupakan titik tekanan dan temperatur tertinggi bagi gas dan cairan berada dalam kesetimbangan. Zat yang berada di atas titik kritis c dan tekanan di atas tekanan kritis p c disebut sebagai fluid karena tidak akan bisa menjadi cair dengan menurunkan temperatur pada p konstan atau menguap dengan menurunkan tekanan pada konstan. 60

Kurva primer pada gambar 3, memberikan hubungan tekanan-volume bagi cairan jenuh (A ke C dan uap jenuh (C ke B. Daerah di bawah kurva ACB merupakan daerah dua fasa dimana cairan jenuh dan uap jenuh berada pada kesetimbangan. itik C adalah titik kritis, dimana mempunyai koordinat p c dan V c. Perubahan Fasa Zat Murni, Persamaan Clayperon Perubahan fasa terjadi apabila salah u kurva pada gambar 2 dilewati, dan terlihat bahwa perubahan fasa untuk zat murni terjadi pada temperatur atau tekanan konstan. Fungsi Gibbs pada perubahan fasa tidak berubah seperti pada pelelehan, penguapan, sublimasi atau transformasi alotropi yang terjadi pada dan p konstan. Sehingga fungsi Gibbs bisa dirumuskan: (dg t,p 0 dimana: G fungsi Gibbs. Dua fasa dan yang menempati ruang yang sama, maka fungsi Gibbs-nya adalah: G G. Sehingga: dg dg (i Persamaan fungsi Gibbs adalah: dg -S + V Dengan mensubstitusikan persamaan atas ke (i: S + V S + V atau S V S V Karena tekanan di dalam persamaan ini selalu tekanan jenuh pada batas fasa, kita tulis p (uratejenuh untuk p. Selanjutnya S - S dan V - V merupakan perubahan sifat zat pada transisi fasa, dan umumnya bisa ditulis dengan ΔS dan ΔV, sehingga: ΔS (ii ΔV ransisi fasa yang terjadi padsa dan p konstan memerlukan pertukaran kalor antara zat dengan lingkungannya. Jika pertukaran ini terjadi reversibel, kalor ini disebut sebagai kalor laten dan harganya sama dengan perubahan enthalpi, atau: 61

Q Δ.ΔS Sehingga: Δ (persamaan Clayperon (iii ΔV Persamaan ini berlaku pada perubahan semua perubahan fasa pada zat murni dan berkaitan dengan kemiringan kurva yang berkaitan pada diagram p-. Catatan: 1. Notasi ini yang banyak digunakan oleh ahli teknik misalnya yang terdapat pada tabel uap, yaitu tabel yang berisikan sifat-sifat termodinamik dari air. Notasi yang digunakan berupa subscript daripada superscript, untuk menandai fasa jenuh dan subsript ganda tanpa tanda Δ untuk menyatakan perubahan fasa. s pada januh f cairan jenuh g uap atau gas jenuh sf fusi fg penguapan sg sublimasi 2. Persamaan Clayperon dengan menggunakan notasi ini untuk tiga perubahan fasa: Fusi : V sf sf f s ( V f Vs Penguapan: V fg fg g f ( Vg V f Sublimasi: V sg sg g s ( Vg Vs ekanan Uap dan Kalor Laten Persamaan Clayperon biasanya digunakan untuk menghitung kalor laten penguapan dan sublimasi dari data tekanan uap dan volumetrik. Δ ΔV dp 62

Untuk mendapatkan harga Δ, dibutuhkan harga PP sebagai fungsi yang tepat. Plot harga ln Δ terhadap 1/ umumnya memberikan kurva garis yang mendekati linier. al ini memberikan persamaan tekanan-uap dalam bentuk: ln P A B dimana A dan B adalah konstanta. Persamaan ini berguna bagi berbagai tujuan, tetapi tidak memberikan data yang cukup baik untuk harga turunan. Persamaan Antonie lebih baik dan memberikan penggunaan yang lebih luas: B ln P A + C dimana A, B dan C adalah konstanta. Jika data tekanan-uap dengan akurasi yang tinggi tersedia, persamaan diatas tidak memberikan hasil yang tepat. Persamaan berikut bisa memberikan ketepatan yang lebih baik. B ln P A + D + E ln + C dimana A, B, C, D dan E adalah konstanta. Sifat-sifat Sistem Dua Fasa Jika perubahan fasa zat murni terjadi pada dan p konstan, sifat-sifat molar fasa individu tidak berubah. Jika terjadi perubahan fasa dari ke, keadaan intermediat sistem akan terdiri dari dua fasa dan, dimana masing-masing fasa akan mempunyai sifat molar yang sama. Jika x adalah fraksi jumlah total mol (atau masaa total dari sistem dengan fasa, maka sifat rata-rata sistem dua fasa diberikan oleh: V ( 1 x V + xv U (1 x U + xu ( 1 x + x s (1 x s + xs Secara umum persamaan tersebut bisa ditulis sebagai: M ( 1 x M + xm atau bisa ditulis sebagai: 63

M M + x( M M atau M M + xδm Ekspansivitas Volume dan Kompresibilitas Isothermal Bahan Padat dan Cair Ekspansivitas volume dirumuskan: V 1 V P Kompresibilitas isotermal didefinisikan dengan: 1 V κ V P Nilai eksperimen untuk harga-harga ini diberikan dalam bentuk tabel di data handbook. Untuk bahan padat dan cair, persamaan diatas bisa dihubungkan sehingga menjadi: dv V κ dp Kapasitas Kalor Bahan Padat dan Cair Pada umumnya kapasitas kalor mesti didapatkan dari eksperimen untuk setiap zat. Data untuk bahan padat dan cair biasanya diambil pada tekanan atmosfir dan dinyatakan sebagai fungsi temperatur dengan persamaan: C p a + b + c 2 Atau C p a + b + c -2 Dimana konstanta a, b dan c spesifik untuk masing-masing zat. Kapasitas kalor biasanya meningkat dengan meningkatnya temperatur. Pengaruh tekanan pada kapasitas kalor cairan dan padatan biasanya sangat kecil dan bisa diabaikan. Perbedaan kapasitas kalor bisa dinyatakan dalam variabel ekspansivitas volume dan kompressibilitas isothermal dengan persamaan: C p Cv V 2 κ 64

Perbedaan ini cukup signifikan kecuali pada temperatur sangat rendah. Kapasitas Kalor Gas Kapasitas kalor gas juga diperoleh dari fungsi empirik temperatur, dan biasanya dalam bentuk yang sama dengan persamaan yang digunakan pada bahan cair dan padat. Kapasitas kalor gas juga sangat dipengaruhi oleh tekanan. Namun pengaruh tekanan pada sifat-sifat termodinamik tidak diperlukan dalam persamaan kapasitas kalor. Sebagai gantinya, kapasitas kalor gas dibuat pada kondisi keadaan gas ideal. Kapasitas kalor ini dilambangkan dengan C p dan C v dan tidak bergantung dengan tekanan dan berlaku hubungan: C p C v R C p dinyatakan dengan salah u persamaan berikut: C p a + b + c 2 C p a + b + c -2 dimana konstanta adalah spesifik untuk setiap gas. Karena gas pada tekanan rendah biasanya mendekati ideal, kapasitas kalor gas ideal bisa digunakan untuk hampir semua perhitungan gas real pada tekanan atmosfir. 65