PT. KRAKATAU STEEL(PERSERO) TBK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pada era globalisasi saat ini, pertumbuhan industri dunia yang mencapai

Konsumsi Baja per Kapita Tahun 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk

Mempelajari Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada PT Krakatau Steel Divisi Wire Rod Mill. Disusun Oleh : Retno Fitri Wulandari ( )

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. ekonomi nasional. Hasil analisis lingkungan industri menunjukkan bahwa industri

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Public Expose. 20 Desember 2016

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB I PENDAHULUAN. disepakatinya AFTA (ASEAN Free Trade Area) dan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)

Jumlah Persentase Nama Pemegang Saham Saham Kepemilikan Pengendali : Javas Premier Venture Capital Limited, Malaysia

Kebijakan Corporate Governance. PT. Persero Batam. Tim GCG PT. Persero Batam Hal : 1 of 9

Lampiran 1. Daftar Wawancara. Berikut wawancara dengan Bapak Imam Santoso selaku Kepala Kesekretariatan

LEMBAR PERTAMA UNTUK PERUSAHAAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN. ada baru mampu memproduksi 4 juta ton per tahun.

BAB III OBJEK PENELITIAN. pada pemerintahan Hindia Belanda tahun1817. Nama perusahaan ini awalnya adalah NV

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang. Baja merupakan bahan baku penting dalam proses industri sehingga

VII. TATA LETAK PABRIK

BAB 1 PENDAHULUAN. hingga kini masih memperhatikan perkembangan cukup baik. Jumlah pabrik

I. PENDAHULUAN. bersama untuk meningkatkan kinerja perekonomian. nasional, sektor industri kimia tetap menjadi salah satu tumpuan dan

BAB I PENDAHULUAN. kedua negara berada pada tingkat yang bisa dibilang sangat baik. Hubungan

KONDISI EKONOMI DAN INDUSTRI BIR

LAPORAN KERJA PRAKTEK

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TENGAH DAN D.I. YOGYAKARTA

Laporan Kerja Praktek PT. Super Steel Indah

BAB I PENDAHULUAN. pada risiko tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen sehingga akan

KETERBUKAAN INFORMASI

Perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur besi baja ini sudah banyak menghasilkan produk seperti kawat baja, plat baja, maupun baja

BAB I PENDAHULUAN. layanan transportasi, baik itu transportasi darat, laut maupun udara. Semuanya

BAB I PENDAHULUAN. mereka yang terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan mulai dari tingkat

VII. LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

PENTINGNYA SERTIFIKASI BAGI BUMN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. dibidang jasa industri vulkanisir ban, yang bahan bakunya

SIH Standar Industri Hijau

12Pasca. Kewirausahaan, Etika Profesi dan Hukum Bisnis

KRITERIA PENILAIAN SNI AWARD 2017

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat Penelitian dan Gambaran Umum Objek Penelitian

I. PENDAHULUAN. Sumber daya manusia adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan setiap

BAB I PENDAHULUAN. organisasi/perusahaan. Maka dari itu perusahaan mencari SDM yang. berkualitas dan profesional untuk mendukung sebuah perusahaan.

I. PENDAHULUAN. maupun dunia usaha. Perubahan yang terjadi pada akhirnya mempengaruhi

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan suatu sistem informasi yang dapat mengkomunikasikan data

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Prinsip-prinsip GCG 1. Transparansi

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. manufaktur jembatan, dan konstruksi baja lainnya. 2. PN. SABANG MERAUKE dahulu Machinefabriek & Scheeepswerf NV.

PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A13911 TENTANG PENGAMBILALIHAN SAHAM PERUSAHAAN PT ASURANSI DHARMA BANGSA OLEH AXA S.A.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. awal berdirinya hingga sekarang bergerak dibidang pembuatan semen. PT. Semen

Pedoman Tata Kelola Perusahaan PT Nusa Raya Cipta Tbk PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

ANALISIS KETIDAKSESUAIAN KUAT TARIK DENGAN SPESIFIKASI STANDAR MELALUI DIAGRAM ISHIKAWA

B. Latar Belakang Penyusunan Pedoman Perilaku Perusahaan (Code of Conduct)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 5.1 Kesimpulan Evaluasi Efektivitas Pengendalian Internal

1 of 5 21/12/ :45

BAB II PROSES BISNIS PT. INDONESIA POWER UBP KAMOJANG

BAB III OBJEK PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Transportasi berperan strategis dalam memajukan kesejahteraan umum

Kebijakan Pengadaan Barang dan/atau Jasa PT Indofarma (Persero) Tbk

2016, No IND/PER/9/2013 tentang Penunjukan Lembaga Penilaian Kesesuaian dalam rangka Pemberlakuan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia (S

PT Lionmesh Prima Tbk

VII. TATA LETAK PABRIK

KRITERIA PENILAIAN SNI AWARD 2016

BAB I TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

PEDOMAN DAN KODE ETIK DEWAN KOMISARIS PT TRIKOMSEL OKE Tbk.

PENDAPAT KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR A10211 TENTANG

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Sejarah PT. ATMINDO Medan di mulai sekitar tahun 1920-an, dengan

BAB I PENDAHULUAN. Setelah negara Indonesia dan negara negara di Asia Timur lainnya

Pedoman Dewan Komisaris. PT Astra International Tbk

PEDOMAN KEBIJAKAN CODE OF CONDUCT PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO)

2 Pertambahan Nilai, perlu melakukan penyesuaian terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

TATA LETAK PABRIK. A. Lokasi Pabrik. Penentuan lokasi pabrik adalah salah satu hal yang terpenting dalam

KRITERIA PENILAIAN SNI AWARD 2018

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) merupakan hasil merger dari

VI. RENCANA MANAJEMEN DAN ORGANISASI

SAMBUTAN MENTERI PERINDUSTRIAN Pada Peresmian Pabrik Pelapisan Pipa Dan Laboratorium Services PT. Bakrie Pipe Industries.

KRITERIA PENILAIAN SNI AWARD 2016

PEDOMAN PERILAKU [CODE OF CONDUCT]

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. beralamat Jl. HR. Soebrantas Blok A No. 38 Komplek Ruko Mertopolitan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB 3 OBJEK PENELITIAN

BAB II PROFIL PT. ASTRA DAIHATSU MOTOR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

KUISIONER Penentuan Tingkat Kepentingan Kriteria MBNQA SDM

KRITERIA PENILAIAN SNI AWARD 2018

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

Transkripsi:

Nama Kelas : Resty F.Y Daulay : 1EB15 NPM : 28211088 PT. KRAKATAU STEEL(PERSERO) TBK LATAR BELAKANG PT Krakatau Steel adalah perusahaan baja terbesar di Indonesia. BUMN yang berlokasi di Cilegon, Banten ini berdiri pada tanggal 31 Agustus 1970. Produk yang dihasilkan adalah baja lembaran panas, baja lembaran dingin, dan baja batang kawat. Hasil produk ini pada umumnya merupakan bahan baku untuk industri lanjutannya. I. KEGUNAAN DARI FUNGSI PRODUKSI A. PROSES Proses produksi baja di PT Krakatau Steel dimulai pada pabrik pembuatan besi yang menggunakan proses reduksi langsung bijih besi dengan gas alam. Hasil produksi yang berupa besi spons ini selanjutnya dilebur bersama dengan besi bekas (scrap) pada proses pembuatan baja yaitu pabrik baja slab dan pabrik baja billet. Proses pembuatan baja tersebut menggunakan teknologi dapur busur listrik yang dilanjutkan dengan proses pengecoran kontinu menjadi baja slab dan baja billet. Baja slab dicanai dalam kondisi panas pada pabrik baja lembaran canai panas menjadi baja lembaran panas berupa coil, strip, maupun pelat. Sebagian baja lembaran panas ini langsung dijual ke konsumen atau diproses lebih lanjut di fasilitas produksi lainnya yaitu pabrik baja lembaran canai dingin. Pabrik ini menghasilkan produk baja lembaran dingin berupa baja lembaran panas yang dipickling, maupun baja lembaran dingin dengan perlakukan anil atau temper. Produk baja lembaran yang dihasilkan bisa berupa coil maupun sheet. Baja billet yang dihasilkan sebagian dijual ke konsumen namun pada umumnya diproses lebih lanjut di pabrik baja batang kawat menjadi batang kawat.

B. LOKASI PABRIK Adapun yang menjadi pertimbangan pemilihan lokasi pabrik adalah : 1. Dekat dengan laut, sehingga dapat memudahkan pengangkutan bahan baku dan produk menggunakan kapal. 2. Dekat dengan daerah pemasaran (Ibukota) 3. Tanah yang tesedia untuk pabrik cukup luas 4. Sumber air cukup memadai 5. Adanaya jaringan rel kereta api dan jalan raya yang memadai untuk pengangkutan. Kantor Pusat Jl. Industri No. 5 P.O. Box 14 Cilegon - Banten 42435 Indonesia Tel:+62-254 392159, 392003 (Hunting) Fax: +62-254 372246, 395178 Kantor Jakarta Gedung Krakatau Steel, Lantai 4 Jl. Gatot Subroto Kav. 54 Jakarta Selatan 12950 Indonesia Tel: +62-21 5221255 (Hunting) Fax: +62-21 5200876, 5204208, 5200793 Pabrik : Cilegon-Cigading Plant Site Banten 42435

C. LAYOUT PABRIK Sedangkan adanya tata letak pabrik bertujuan sebagai berikut : Memudahkan jalur transportasi dalam pabrik untuk menunjang proses produksi dan pengangkutan bahan baku serta produk. M e m u d a h k a n p e n g e n d a l i a n p r o s e s p r o d u k s i, k a r e n a a d a n y a pengelompokkan peralatan dan bangunan selektif berdasarkan proses masing-masing. A d a n y a b e n g k e l d a l a m k a w a a n p a b r i k s e h i n g g a m e m u d a h k a n perbaikan perawatan dan pembersihan alat. Jalan yang cukup luas sehingga memudahkan pekerja bergerak danmenjamin keselamatan kerja karyawan D. PENGENDALIAN PRODUKSI Proses dan struktur yang digunakan organ Perusahaan untuk mewujudkan nilai Pemegang Saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan Stakeholder, berlandasan peraturan perundangan dan nilai-nilai etika. 1) Prinsip Pengendalian Produksi Perusahaan Tatakelola Perusahaan (GCG) yang baik sudah menjadi komitmen PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. sebagai landasan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang. Komitmen ini berawal dari audit Tatakelola Perusahaan (GCG) oleh Price Waterhouse Cooper pada Tahun 2000, dilanjutkan dengan pembentukan komite GCG yang bertugas menyusun code of conduct yang dikenal sebagai Etika Perusahaan pada Tahun 2001. 2) Etika Usaha dan Code of Conduct Setiap tahun perusahaan menyusun dan menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) mengacu kepada Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) yang telah ditetapkan sebelumnya. Program, target dan sasaran kerja yang telah ditetapkan didalam RKAP dijabarkan secara berjenjang kepada setiap unit kerja, hingga tingkat manager lini. Bersamaan dengan penetapan Sasaran dan Rencana Kerja (SRK) Tahunan, setiap pimpinan unit kerja menandatangani Pakta Integritas sebagai wujud komitmen terhadap pelaksanaan Prinsip-Prinsip GCG secara konsisten. Nilai budaya perusahaan (Competence, Integrity, Reliable, Innovative) diharapkan menjadi nilai dasar yang menjiwai pelaksanaan program dan sasaran kerja yang telah ditetapkan serta merekatkan seluruh komponen perusahaan. II. KEGIATAN FAKTOR PEMASARAN A. MARKETING MIX Strategi yang selama ini digunakan oleh PT. Krakatau Steel dalam mempertahankan pasarnya adalah strategi diferensiasi, dengan menekankan pada kualitas produk. Hal ini ditandai dengan berbagai sertifikat nasional maupun internasional. Dengan strategi ini dan

dukungan dari pemerintah berupa monopoli produksi dan impor baja, PT. Krakatau Steel berhasil mempertahankan pasarnya dimasa yang lalu. Krakatau Steel memproduksi baja lembaran panas, baja lembaran dingin, dan baja batang kawat. Harga yang diberikan oleh pihak perusahaan bergantung pada jenis dan jumlah, serta kualitas dari masing-masing produk. Setiap orang bisa membeli produk dari Krakatau Steel dengan cara pemesanan melalui contact dari perusahaan. Namun karana hasil produksi dari PT. Krakatau Steel masing barang setengah jadi, maka masyarakat luas masih belum tertarik membelinya karena belum diolah sampai barang siap pakai. PT. Krakatau Steel mempromosikan produknya melalui situs-situs milik perisahaan, brosur, bekerja sama dengan pemerintah untuk mempromosikan produknya ke pasar luar negeri,dll. B. SEGMENTASI PASAR Target perseroan Krakatau Steel dalam 2-3 tahun ke depan adalah reorientasi untuk bisa memasok dalam jumlah yang signifikan kepada sektor otomotif dan alat berat. Ini sektor premium yang belum tergarap maksimal. PT Krakatau Steel menguasai pangsa pasar sekitar 5%. Kapasitas produksi pertahun mencapai 2,4 juta ton, dan Krakatau Steel menargetkan mampu menguasai pangsa pasar hingga 35% pada 2013.Target yang ingin dicapai pada tahun depan beranjak ke 10% dan dalam 2-3 tahun mendatang bisa segmen baja otomotif hingga 30-35%. III. KEGIATAN FUNGSI KEUANGAN Pengelolaan Dana Perusahaan memperoleh dana dari berbagai sumber, diantaranya melalui penjualan saham, investasi-investasi, bantuan sokongan dana dari pemerintah, dan melalui sumbersumber lainnya. PT Krakatau Steel Tbk ( KRAS ) baru saja melakukan penandatanganan untuk pembentukan perusahaan patungan bersama tiga perusahaan lain termasuk Nippon Steel Trading Co. Ltd. Perusahaan patungan tersebut adalah PT Indojapan Steel Center yang memproduksi dan menjual processed steel sheets dan atau steel sheets in coil dengan kapasitas 120.000 ton per tahun.

BERIKUT ADALAH LAPORAN KEUANGAN PT. KRAKATAU STEEL

IV. KEGIATAN FAKTOR SDM Human Capital A. HUMAN CAPITAL MANAGEMENT (PT KRAKATAU STEEL) Bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas perusahaan. Oleh karena itu PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan dan mempertahankan karyawan agar karyawan mempunyai kemampuan yang mumpuni dan dapat berkontribusi secara maksimal. Dalam mengelola karyawan, perusahaan menggunakan pendekatan human capital, dimana karyawan dipandang sebagai modal insani (human capital) sehingga dikondisikan bahwa karyawan merupakan aset perusahaan yang dituntut untuk dapat menciptakan nilai (create value) dan tidak sekedar menghasilkan nilai tambah (added value). Dalam menciptakan insan-insan yang mempunyai kemampuan unggul maka PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam mengelola modal insani menggunakan pendekatan dengan pilarpilar sebagai berikut : 1. Human capital strategy. 2. Human capital development. 3. Human capital learning and knowledge management. 4. Human capital performance and reward management. 5. Human capital integration. 6. Human capital infrastructure. B. KESEJAHTERAAN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menyadari bahwa adanya jaminan kesejahteraan bagi setiap karyawannya merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan kinerja karena secara psikologis setiap karyawan yang telah merasa tercukupi kebutuhannya akan lebih berkonsentrasi dalam pekerjaannya. Untuk itu, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk telah menerapkan system kesejahteraan terpadu. Maksudnya adalah pemenuhan kesejahteraan yang diberikan tidak hanya menyangkut pada individu karyawan semata, tetapi juga pada keluarganya. Pemenuhan kebutuhan ini antara lain berupa asuransi jaminan kerja, asuransi kecelakaan dan dana pensiun. Bagi karyawan juga disediakan fasilitas perumahan, area rekreasi, rumah sakit, tempat ibadah dan sekolah. C. Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup PT Krakatau Steel (Persero) Tbk siap memasuki millennium baru - sebuah millenium yang penuh harapan perdamaian dan keselarasan global - sebuah millenium yang menghargai dan mempertimbangkan nilai-nilai yang ada di dalam kegiatan industri, masyarakat, dan keseimbangan ekosistem.

Sudah selayaknya kalangan industri harus mengubah cara dalam menjalankan bisnisnya. Mereka harus memperhatikan dampak lingkungan yang merugikan dan resiko keselamatan dan kesehatan kerja dalam menghasilkan produk-produk dan pelayanan. Perusahaan memiliki komitmen yang kuat dalam hal keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan penerapan yang baik dari Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Sistem Manajemen Laboratorium ISO 17025. D. Kompensasi Perusahaan memberikan kompensasi kepada semua pegawainya tanpa terkecuali untuk mendapatkan hari libur tambahan beberapa hari dalam setahun. Perusahaan juga selalu memberikan tambahan upah kepada para pekerjanya yang terbukti telah memajukan perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. E. Perencanaan Karir PT. Krakatau Steel memberikan kesempatan bagi semua karyawannya untuk dapat terus maju dalam pekerjaan yang ditekuninya. Perusahaan memberikan pelatihan kerja bagi karyawannya agar mereka bisa menghasilkan produk baru yang lebih baik lagi. Pekerja dibrikan pengarahan-pengarahan dalam menggunakan mesin-mesin canggih agar para pekerja mengerti akan teknologi dan bisa memanfaatkannya secara optimal. SUMBER : www.krakatausteel.com