PENDAPATAN PSAK 23. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 9. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Irsyad dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

dokumen-dokumen yang mirip
Pendapatan Kontrak Konstruksi PSAK 34. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Irsyad dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

KUIS & SOAL LAPORAN ARUS KAS. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 8. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

SEKURITAS DILUTIF. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 4. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Irsyad Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

KUIS & SOAL AKUNTANSI SEWA. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 11. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

AKUNTANSI IMBALAN KERJA DAN PENSIUN

Laporan Arus Kas. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 8. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN

KUIS & SOAL INVESTASI BONDS. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 6. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

PSAK 2 LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows. Presented by: Dwi Martani

PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI, ESTIMASI DAN KOREKSI KESALAHAN

LABA PER LEMBAR SAHAM

SEKURITAS DILUTIF. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 4

PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI, ESTIMASI DAN KOREKSI KESALAHAN

KUIS & SOAL INVESTASI SAHAM. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 7. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

KUIS & SOAL EKUITAS. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 3. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

LIABILITAS JANGKA PANJANG

KUIS & SOAL EKUITAS. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 3. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

PSAK 30 SEWA (REVISI 2007) ISAK 8 Transaksi yang Mengandung Sewa. Ellyn Octavianty

PSAK 1 PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN IAS 1 - Presentation of Financial Statement. Presented by: Dwi Martani

AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN

KUIS & SOAL SEKURITAS DILUTIF. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 4. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

Investasi - Bonds Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 6 Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

BAB II LANDASAN TEORI

PENDAPATAN. PSAK 23 (revisi 2010) Hari 3 - Sesi 2

PSAK 60 (REVISI 2014) PENGUNGKAPAN INSTRUMEN KEUANGAN

LIABILITAS JANGKA PENDEK, PROVISI, KONTIJENSI (PSAK 57)

PSAK 25 Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan

PSAK 26 Biaya Pinjaman

ISAK 7: ENTITAS BERTUJUAN KHUSUS (Revisi 2009) SIC 12 (2009) : Consolidation Special Purpose Entities

EKUITAS. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 3. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Irsyad & Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

KUIS & SOAL PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI & ESTIMASI & KOREKSI

BAB II LANDASAN TEORI. capaian dan biaya mempresentasi upaya. Konsep upaya dan hasil

PSAK 5 : SEGMEN OPERASI IFRS 8 : Operating Segments. Presented by: Dwi Martani

LIABILITAS JANGKA PANJANG

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Koperasi

Investasi Stock. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 7. Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Nurul Husnah dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 23 PENDAPATAN

LABA PER LEMBAR SAHAM. Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 5

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Pengertian Pendapatan Menurut Pernyataan Standar Akuntansi

Oleh :Rr Indah Mustikawati PSAK 14 PERSEDIAAN IAS 2 - INVENTORIES

22/02/2018. Oleh: Ersa Tri Wahyuni, PhD, CA, CPMA, CPSAK

PSAK 7 PENGUNGKAPAN PIHAK-PIHAK BERELASI IAS 24 - Related Party Disclosure. Presented by: Dwi Martani

Mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan Bagaimana mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan mendatang:

6/4/2012. Tujuan dan Ruang Lingkup. Tujuan dan Ruang Lingkup. Tujuan dan Lingkup PSAK 48

PENDAPATAN. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 28

PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PT. YUDHISTIRA GHALIA INDONESIA KANTOR PEMATANG SIANTAR. Drs. Lukieto Cahyadi, SE, MM STIE Bina Karya Tebing Tinggi ABSTRAK

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II LANDASAN TEORI

PSAK 2 LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows. Presented by: Dwi Martani

BAB 2 LANDASAN TEORI. Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PSAK 58. Discontinued Operation OPERASI YANG DIHENTIKAN. Presented by: Dwi Martani Anggota Tim Implementasi IFRS Ketua Departemen Akuntansi FEUI

ED PSAK 71 INSTRUMEN KEUANGAN RINGKASAN PERUBAHAN

PENGAKUAN PENGHASILAN BERBASIS AKRUAL UNTUK TUJUAN FISKAL

EKUITAS PEMEGANG SAHAM Mata Kuliah Akuntansi Keuangan 2

SILABUS RANCANGAN PEMBELAJARAN SATU SEMESTER SEMESTER GENAP PERIODE : JANUARI JUNI 2018

REKSA DANA SCHRODER PRESTASI GEBYAR INDONESIA II DAFTAR ISI. Halaman. Laporan Auditor Independen 1

BAB XIV AKUNTANSI PIUTANG

PSAK 15 (revisi 2009) IAS 28: Investment in Associates. Dwi Martani

PSAK 45. Dwi Martani Ketua Departemen Akuntansi FEUI Anggota Tim Implementasi IFRS

BAB II LANDASAN TEORI

MATERI KE 7 PERUSAHAAN DALAM KESULITAN KEUANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

PERUSAHAAN DALAM KESULITAN KEUANGAN

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB II AKUNTANSI SEWA

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 55 (REVISI 2006) INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Transaction in Foreign Currency

LAPORAN KEUANGAN Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggal tersebut

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN. Perbandingan Perlakuan Akuntansi PT Aman Investama dengan

SANKSI-SANKSI PERPAJAKAN. Edisi No. 9, Oleh: Tim Konsultan Pajak Russell Bedford SBR. 1) Sanksi bunga,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perusahaan yang timbul dari penjualan barang dan jasa. Pendapatan dapat

SELAMAT DATANG PUBLIC HEARING EXPOSURE DRAFT STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH ( ED SAK EMKM

Investasi Stock. Pertemuan ke 7

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

BAB IV PEMBAHASAN. IV.1. Pengungkapan dalam Laporan Keuangan. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang mengatur industri asuransi,

Indonesian Institute Of Certified Public Accountants TECHNICAL newsflash

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PSAK 66 PENGATURAN BERSAMA

BAB II LANDASAN TEORI. 4 adalah suatu perjanjian dimana lessor memberikan hak kepada lessee

BAB II LANDASAN TEORI

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I. LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Sumber : Kieso, Weygandt, & Warfield Dwi Martani

PEDOMAN PENCATATAN TRANSAKSI KEUANGAN PESANTREN. Priyo Hartono Tim Perumus Pedoman Akuntansi Pesantren

Laporan Keuangan - Pada tanggal 31 Desember 2008 dan untuk periode sejak 8 April 2008 (tanggal efektif) sampai dengan 31 Desember 2008

ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI. I B R A H I M STIE-YPUP Makassar

ORGANISASI NIRLABA. Oleh: Tri Purwanto

PSAK 24 IMBALAN KERJA. Presented: Dwi Martani

BAB I PENDAHULUAN. menyajikan informasi tentang kinerja entitas di masa lalu, namun juga menyajikan informasi

AKUNTANSI IMBALAN KERJA

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)

MAKALAH PSAK 34: KONTRAK KONSTRUKSI

LAMPIRAN C AMANDEMEN TERHADAP PSAK LAIN. Amandemen ini merupakan amandemen yang diakibatkan dari penerbitan ED PSAK 71: Instrumen Keuangan.

Transkripsi:

PENDAPATAN PSAK 23 Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 9 Slide OCW Universitas Indonesia Oleh : Irsyad dan Dwi Martani Departemen Akuntansi FEUI 1

Agenda 1 2 Menggunakan prinsip pengakuan pendapatan Memahami isu akuntansi untuk pengakuan pendapatan pada saat penjualan 2

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal Prinsip pengakuan pendapatan: (1) Ketika mungkin (probable) bahwa manfaat ekonomi akan mengalir ke entitas. (2) Ketika manfaat dapat diukur dengan andal. 3

Klasifikasi Pengakuan Pendapatan Berdasarkan Sifat Transaksi Tipe transaksi Penjualan dari persediaan Pemberian jasa Perizinan penggunaan aset Penjualan aset selain dari persediaan Deskripsi pendapatan Pendapatan dari penjualan Pendapatan dari jasa Pendapatan dari bunga, sewa, dan royalti Keuntungan atau kerugian pelepasan aset Waktu pengakuan pendapatan Tanggal penjualan (pengiriman) Jasa telah dilakukan dan dapat ditagih Seiring waktu atau saat aset digunakan Tanggal penjualan atau pertukaran 4

Pengakuan lebih awal dapat digunakan jika terdapat keyakinan tinggi mengenai jumlah yang dapat diterima. Pengakuan dapat ditunda jika Tingkat ketidakpastian mengenai jumlah pendapatan atau biaya yang dikeluarkan cukup tinggi, atau Penjualan tidak merepresentasikan penyelesaian substansial dari proses pendapatan. 5

Pengukuran pendapatan penjualan Pendapatan harus diukur pada nilai wajar atas imbalan yang diterima atau dapat diterima dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh entitas. jika pembayaran ditangguhkan, maka nilai wajar imbalan ditentukan dengan pendiskontoan seluruh penerimaan di masa depan dengan menggunakan tingkat bunga tersirat (imputed). 6

PT A memiliki kesepakatan dengan PT B untuk memberikan diskon 2% jika PT B pembelian selama 1 periode melebihi Rp 200 juta. Tanggal 1 April periode tersebut, PT B melakukan pembelian sebanyak 100 juta, dan berdasarkan riwayat 2 periode sebelumnya, PT B selalu melakukan pembelian lebih dari 200 juta selama periode April Desember. Berdasarkan kasus di atas, PT A harus mengurangi pendapatannya sebesar 2% x 100jt = 2 juta, dan melakukan pencatatan sbb: 1 April Piutang 98 juta Kas 98 juta Jika PT B ternyata gagal memenuhi batas minimum diskon selama periode tersebut, maka PT mencatat jurnal sbb: 31 Des Piutang 2 juta Penghapusan diskon 2 juta 7

Pengukuran pendapatan penjualan Ketika transaksi penjualan melibatkan transaksi pembiayaan (financing arrangement), maka nilai wajar ditentukan dengan mendiskonto pembayaran dengan suku bunga tersirat. Suku bunga tersirat dapat ditentukan dari 1. Suku bunga yang berlaku untuk instrumen sejenis dari penerbit yang memiliki peringkat kredit sepadan, atau 2. Suku bunga yang mendiskonto nilai nominal instrumen menjadi harga penjualan barang atau jasa saat transaksi. 8

Tanggal 1 Juli, PT A menjual kain kepada PT B senilai Rp 90 juta dengan bayaran berupa wesel tanpa bunga jatuh tempo 4 tahun dengan nilai nominal Rp 141.616.300. Nilai persediaan kain menurut catatan PT A adalah Rp 59 juta Berdasarkan kasus di atas, PT A harus mengakui pendapatan atas penjualan kain sebesar Rp 90 juta 1 Juli Wesel tagih 90 juta Penjualan 90 juta PT A kemudian mengestimasi dan menentukan suku bunga wesel sebesar 12%. PT A kemudian mencatat penerimaan bunga wesel sbb: 31 Des Wesel tagih 5.4 juta Pendapatan bunga (12% x 1 x Rp 90 juta) 2 5.4 juta 9

Pengukuran pendapatan penjualan Jika barang atau jasa dipertukarkan untuk barang atau jasa dengan sifat dan nilai yang serupa, maka pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai transaksi yang menghasilkan pendapatan. Jika barang dijual dan jasa diberikan untuk dipertukarkan dengan barang atau jasa yang tidak serupa, maka pertukaran tersebut dianggap sebagai transaksi yang menghasilkan pendapatan 10

Pengakuan pendapatan penjualan Pendapatan dari penjualan barang diakui jika seluruh kondisi berikut dipenuhi: (a) entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli; (b) entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual; (c) jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal; (d) kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir kepada entitas tersebut; dan (e) biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi penjualan tersebut dapat diukur dengan andal. 11

Penjualan Tagih dan Tahan (Bill and Hold) Pengiriman ditunda atas permintaan pembeli tetapi pembeli memperoleh hak milik atas barang dan menerima tagihan. Pendapatan diakui pada saat pembeli memperoleh hak milik, apabila: (a) kemungkinan besar pengiriman akan dilakukan; (b) barang yang berada di tangan penjual, dapat diidentifikasi dan siap untuk dikirim ke pembeli pada saat penjualan diakui; (c) pembeli secara khusus mengakui adanya instruksi penangguhan pengiriman; dan (d) syarat-syarat pembayaran lazim tetap berlaku. 12

Instalasi dan Inspeksi Pendapatan biasanya diakui pada saat pembeli menerima pengiriman, serta instalasi dan inspeksi telah diselesaikan. Namun, pendapatan diakui segera setelah pembeli menerima pengiriman ketika: (i) proses instalasi sederhana; atau (ii) pemeriksaan dilakukan hanya untuk tujuan penentuan akhir atas harga kontrak. 13

Penjualan cicilan (instalment sales) Pendapatan yang terkait dengan harga penjualan, tidak termasuk bunga, diakui pada tanggal penjualan. Harga jual adalah nilai kini dari imbalan, ditentukan dengan mendiskontokan cicilan piutang pada suku bunga tersirat Elemen bunga diakui sebagai pendapatan ketika telah menjadi haknya, dengan menggunakan metode suku bunga efektif. 14

Hak pengembalian oleh pembeli Jika terdapat ketidakpastian mengenai kemungkinan pengembalian atas barang, maka pendapatan diakui ketika pengiriman telah secara resmi diterima oleh pembeli atau barang telah dikirimkan dan jangka waktu untuk penolakan telah berlalu. Metode pengakuan yang dapat digunakan adalah: 1. Tidak mencatat penjualan sampai semua hak-hak pengembalian kadaluarsa 2. Mencatat penjualan, tetapi dikurangi dengan perkiraan pengembalian di masa depan. 15

Penjualan konsinyasi Penjualan konsinyasi: penerima/pembeli (consignee) berjanji untuk menjual barang atas nama pengirim/penjual (consignor). Pendapatan diakui oleh pengirim saat barang telah dijual oleh penerima kepada pihak ketiga. Penerima tidak mencatat barang yang akan dijual sebagai asetnya Pengirim mendapatkan laba atas penjualan. Pengirim mendapatkan komisi atas penjualan. 16

Penjualan secara kredit (lay away sales) Barang dikirim hanya ketika pembeli melakukan pembayaran terakhir dalam serangkaian cicilan. Pendapatan dari penjualan tersebut diakui pada saat barang dikirim. Jika pengalaman menunjukkan bahwa sebagian besar penjualan tersebut terealisasi, pendapatan dapat diakui ketika setoran/uang tanggungan yang signifikan diterima sepanjang barang berada di tangan penjual, dapat diidentifikasi dan siap untuk dikirim ke pembeli. 17

Penjualan dengan opsi beli (jual) bagi penjual (pembeli) Perlu dianalisis apakah penjual secara substansial telah memindahkan manfaat dan resiko kepemilikan kepada pembeli. Jika penjual masih memiliki risiko dan manfaat kepemilikan, meskipun hak milik telah dipindahkan, maka transaksi tersebut merupakan perjanjian pendanaan dan tidak menimbulkan pendapatan. 18

Hubungan Principal-Agent Jumlah yang boleh diakui sebagai pendapatan oleh agen hanya komisi atas penjualan saja (net approach), bukan total nilai penjualan barang atau jasa. Karakteristik principal: 1. Memiliki tanggung jawab utama di dalam menyediakan atau memenuhi pesanan atas barang atau jasa. 2. Menanggung resiko atas persediaan sebelum dan sesudah pemesanan, selama pengiriman, atau saat pengembalian 3. Memiliki kekuasaan di dalam menentukan harga (langsung / tidak langsung) 4. Menanggung resiko kredit pelanggan jika penjualan dilakukan dengan kredit. 19

Pengakuan pendapatan penjualan Ketika pembayaran (atau pembayaran parsial) diterima dimuka atas pengiriman barang yang sekarang belum dimiliki sebagai persediaan, misalnya, barang masih harus dibuat atau akan dikirimkan langsung kepada pelanggan dari pihak ketiga, maka pendapatan diakui saat barang dikirimkan kepada pembeli. 20

Kontrak Jasa Mengikuti kriteria yang sama dengan kontrak jangka panjang. Pendapatan diakui jika: Pendapatan dapat diukur secara andal. Manfaat ekonomi mungkin (probable) diperoleh. Tingkat penyelesaian dapat diukur dengan andal. Biaya dapat diukur dengan andal. 21

Kontrak Jasa Peristiwa kritis untuk pengakuan pendapatan pelaksanaan jasa 1 tindakan: Pendapatan diakui saat jasa dilaksanakan. Lebih dari 1 tindakan: Pendapatan diakui sebagai bermacam-macam tindakan yang menyebabkan terjadinya keseluruhan transaksi. Dapat digunakan dalam kondisi: 1. Jumlah yang ditentukan untuk tindakan indentik atau sejenis. 2. Jumlah yang ditentukan untuk tindakan yang ditentukan, tetapi tidak identik. 3. Jumlah yang tidak ditentukan untuk tindakan identik atau sejenis selama periode tetap (fixed) pelaksanaan. 22

Multiple-Deliverable Arrangements (MDAs) MDAs memberikan produk atau jasa majemuk kepada pelanggan sebagai bagian dari satu perjanjian (arrangement) Isu utama akuntansi Bagaimana mengalokasi pendapatan dari berbagai macam produk dan jasa Bagaimana mengalokasi pendapatan pada periode yang sesuai 23

Multiple-Deliverable Arrangements (MDAs) Semual unit di MDA dianggap sebagai unit akuntansi terpisah, mengingat: 1. Item yang telah dikirim memiliki nilai untuk pelanggan pada basis mandiri (standalone basis) 2. Perjanjian termasuk hak pengembalian umum untuk barang yang telah dikirim. 3. Pengiriman atau pelaksanaan item yang belum dikirim dianggap mungkin/probable dan secara substansial di dalam kontrol penjual. 24

Multiple-Deliverable Arrangements (MDAs) Intermediate Accounting, Kieso, Weygandt, Walfield, IFRS edition, John Wiley 25

Situasi Pendapatan Lainnya Bunga, royalti, dividen Bunga diakui selama periode penyediaan jasa dan menggunakan metode suku bunga efektif Royalti diakui sesuai dengan substansi perjanjian, umumnya menggunakan metode garis lurus. selama masa perjanjian Dividen ketika pemegang saham memiliki hak atas pembayaran (tanggal pengumuman) Pertumbuhan (aset biologis) Basis penyelesaian produksi 26

Referensi Utama Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, IFRS edition, John Wiley Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI International Financial Reporting Standards Certificate Learning Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales 27

Irsyad dan Dwi Martani Departemen Slide OCW Universitas Akuntansi Indonesia FEUI martani@ui.ac.id Oleh : Irsyad dan Dwi atau Martani dwimartani@yahoo.com http://staff.blog.ui.ac.id/martani/ Departemen Akuntansi FEUI 28