Algoritma Co-ordination

dokumen-dokumen yang mirip
SINKRONISASI. Sistem terdistribusi week 5

Coordination and Agreement

COORDINATION AND AGREEMENT

Tujuan. 1. Mahasiswa memahami apa itu sinkronisasi dan pentingnya sinkronisasi pada sistem terdistribusi.

1. PENGENALAN SISTEM TERDISTRIBUSI

DISTRIBUTED TRANSACTIONS

Koordinasi Antar Proses

Bab 1. Pengenalan Sistem Terdistribusi

FILE SERVICE DI DALAM SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI

Nama resource (untuk pemanggilan), Alamat (lokasi resource tsb), Rute (bagaimana mencapai lokasi tsb).

REVIEW KARAKTERISTIK DAN MODEL SISTEM TERDISTRIBUSI

Penguraian Naming Domains untuk mengakses resource dari URL URL Resolution via DNS.

Operating System. File System. Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan. Dosen : Caca E. Supriana, S.Si

FILE SERVICE DAN NAME SERVICE

DISTRIBUTED TRANSACTIONS. Willy Sudiarto Raharjo

DISTRIBUTED FILE SYSTEM. Sistem terdistribusi week 11

SHARE DATA & TRANSACTION

- File server pertama kali dikembangkan tahun 1970

Gambar 1. Service terdistribusi

Sistem Terdistribusi 2. Model arsitektur Terdistribusi

TIME & COORDINATION PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI. Materi:

S I S T E M T E R D I S T R I B U S I

DISTRIBUTED FILE SYSTEMS

Pengantar Sistem Tersebar

Concurrency 1: y Mutual Exclusion dan Sinkronisasi (Perte rt muan ke muan -10) 10 Oktober 2014

SISTEM TERDISTRIBUSI

BAB II LANDASAN TEORI

Pertemuan 3 Dedy hermanto/jaringan Komputer/2010

Soal terdiri dari 50 Pilihan Ganda Setiap soal pilihan ganda hanya satu jawaban yang benar

Pertemuan 3. Dedy Hermanto/Jaringan Komputer/2010

Connectionless service UDP (User Datagram Protocol)

PENGATURAN PROSES. Proses adalah program yang sedangdieksekusi atau sofware yang sedang dilaksanakan.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Thread. pada satu waktu. menjalankan banyak tugas/thread. yang sama

Soal-jawab Quiz 2. Oleh: Endro Ariyanto (END) Oktober 2008

Komunikasi Antar Proses Interprocess Communication (IPC)

Distribusi Fungsi. Dengan pembagian fungsi untuk tiap komponen dalam sistem client server, berikut manfaat yang ada :

Apa yang akan dipelajari?

ARSITEKTUR SISTEM. Alif Finandhita, S.Kom, M.T. Alif Finandhita, S.Kom, M.T 1

Thread Proses merupakan sebuah program yang mengeksekusi THREAD tunggal. Kendali thread tunggal ini hanya memungkinkan proses untuk menjalankan satu t

DEADLOCK. KELOMPOK : Aurora Marsye Mellawaty Vidyanita Kumalasari Y

BAB 4 PERANCANGAN DAN EVALUASI. 4.1 Perancangan Jaringan Komputer dengan Menggunakan Routing Protokol

SISTEM TERDISTRIBUSI. Agenda : - Pengantar Sistem Terdistribusi - Karakteristik Sistem Terdistribusi - Model Sistem Terdistribusi. Yuli Purwati, M.

NAMA : FERRY ANGGRIAWAN KUSUMA ( ) SHELLI RIPATI ( ) STMIK INDONESIA

MODUL 5 MANAJEMEN PROSES (2) (PENJADWALAN PROSES)

INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Slide by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO

BAB II LANDASAN TEORI

Replikasi. Ridzky Novasandro, Alvian Edo Kautsar, Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta

Heru Lestiawan, M.Kom

Laporan Tugas Scheduling Pengantar Sistem Operasi

BAB IV REKAYASA SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Sistem Jaringan Terdistribusi

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Deadlock. Pada kasus ini juga bisa terjadi kelaparan, yaitu ada proses yang tidak terlayani

TIPE JARINGAN KOMPUTER

The Critical Section Problem Algorithm III

Sistem Operasi. Proses dan Thread

Kebutuhan ini muncul karena sumber tersebut digunakan secara bersama

BAB I PENDAHULUAN. di mana awalnya konsep jaringan komputer ini hanya untuk memanfaatkan suatu

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. penggunaan bandwidth. Solusi yang sering dilakukan adalah

Sistem operasi menjalankan banyak dan beragam program :

Model Sistem Terdistribusi

Jaringan Komputer. Struktur dan Arsitektur Jaringan Komputer. Dimodifikasi: Andik Setyono, Ph.D.

BAB III. SINKRONISASI PTP (Precision Time Protocol) IEEE 1588 v2 PADA JARINGAN INDOSAT DI WILAYAH KAYOON, JAWA TIMUR

SERVER. Jaringan komputer client-server

BAB 2 LANDASAN TEORI. menyediakan layanan ke komputer lain melalui koneksi jaringan. Server dapat

PROSES. Sistem Terdistribusi

Consistency and Replication

Text Berisi kode programnya

Materi 3 Konsep. Jaringan Komputer

Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy / pendistribusian data dan objek-objek dalam melaksanakan sinkronisasi antara objek sehingga

ORGANISASI KOMPUTER II AUB SURAKARTA

The Critical Section Problem Algorithm III. Muhammad Fikry Hazmi (143) Kresna Ridwan (145) Guntur Kondang Prakoso (153)

Bab 2 Tinjauan Pustaka

Server & Client Overview

Sistem File Terdistribusi

Bab 3.Proses dan Penjadualan

LOCAL AREA NETWORK (LAN) STMIK TASIKMALAYA

Topologi Jaringan. Pengertian Topologi Jaringan. Jenis jenis Topologi :

Bab 3: Proses-Proses. Konsep Proses

Distributed Transaction

Praktikum MONITORING AND RESOLVING LOCK CONFLICTS. Tujuan :

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Fungsi Lapis Transport

Sinkronisasi dan Deadlock Sistem Operasi

LAPISAN TRANSPORT. Budhi Irawan, S.Si, M.T

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

SISTEM OPERASI ISG2B3 THREAD. Agus Setiawan Program Studi Sistem Informasi Fakultas Rekayasa Industri Telkom University

Komunikasi & Sinkronisasi Proses

BAB II LANDASAN TEORI

CONSISTENCY & REPLICATION. Sistem terdistribusi week 7

Soal terdiri dari 50 Pilihan Ganda Setiap soal pilihan ganda hanya satu jawaban yang benar

JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol

Bab 5. File Service. Atribut File Nama yaitu menentukan nama file yang dimaksud Tipe

Soal Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Jaringan Komputer

Soal Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Jaringan Komputer

T UGAS STUDI KASUS SISTEM OPERASI. Mutual Exclusion. Mata Kuliah : Sistem Operasi [ CF 1322] Disusun Oleh :

MANAJEMEN JARINGAN GONEWAJE

Transkripsi:

Algoritma Co-ordination Algoritma Co-ordination merupakan dasar dalam sistem terdistribusi: untuk resource sharing: concurrent updates terhadap records dalam suatu database (record locking) files (file locks dalam stateless file servers) shared bulletin board untuk persetujuan pada actions: apakah terhadap proses: commit/abort transaksi database persetujuan pada suatu pembacaan dari group sensors untuk secara dinamis re-assign peran master memilih primary time server setelah crash memilih co-ordinator setelah network di-reconfigurasi Kesulitan yang akan dijumpai Tidak sesuai untuk solusi terpusat communications bottleneck Tidak sesuai untuk Fixed master-slave arrangements process crashes Topologi jaringan yang bervariasi ring, tree, arbitrary; connectivity problems Tolerasi Failures jika dimungkinkan link failures process crashes Impossibility results Mutual exclusion bentuk terdisitribusi untuk masalah critical section harus menggunakan message passing Leader elections setelah terjadi crash failure muncul setelah network direconfigurasi Consensus (juga disebut Agreement): similar dengan sertangan yang terkoordinasi beberapa berbasis pada multicast communication variasi yang bergantung pada tipe kesalahan, network, dll Asumsi Failure Diasumsikan reliable links, tetapi dimungkinkan terjadinya process crashes. Layanan pendeteksian Failure query jika suatu proses telah failed caranya? processes mengirim pesan P is here setiap T secs failure detector merekam replies unreliable, khsusunya pada sistem asynchronous Observasi failures: Suspected: tidak terdapat recent communication, tetapi terjadi kelambatan Unsuspected: tidak ada jaminan bahwa telah terjadi fail Failed: crash telah ditentukan

Distributed mutual exclusion Problem: N asynchronous processes, untuk sederhanyanya tidak terdapat failures Jaminan pengiriman message (reliable links) untuk mengeksekusi critical section (CS), setiap proses memanggil: enter() resourceaccess() exit() Kebutuhan (MC1) Paling banyak terdapat satu proses dalam CS pada saat yang sama. (MC2) Requests untuk enter dan exit diberikan. (MC3 - Optional, stronger) Requests untuk enter diberikan berdasarkan urutan casualitas. Centralised service? Single server mengimplementasikan imaginary token: hanya process yang memegang token dapat berada di CS server menerima request dari token me-reply granting access jika CS free; selain itu, request diantri ketika suatu process melepas (release) token dan diberikan ke request yang paling lama di antrian

Ring-based algorithm No server bottleneck, no master Processes: secara kontinu mengirim token ke sekeliling ring, dalam satu arah jika tidak membutuhkan akses ke CS, maka mengirim tiken ke neighbour kalau membutuhkan akses ke CS maka menunggu token dan tetap memegang token apabila maish berada di CS ketika keluar maka mengirim token ke neighbour How it works secara terus menerus menggunakan bandwidth jaringan delay untuk masuk ke CS bergantung pada ukuran ring causality order requests tidak dipertimbangkan (MC3) Ricart&Agrawala algorithm Berbasis pada multicast communication inter koneksi N proses yang asynchronous, dan masing-masing memiliki: unique id Lamport s logical clock processes multicast memohon untuk masuk (entry) ke CS: menetapkan timestamped dengan Lamport s clock dan process id entry diberikan. ketika semua proses lainnya mereply simultaneous requests di-resolve dengan timestamp How it works memnuhi stronger property (MC3) jika pernagkat keras mendukung multicast, hanya satu message yang di-enter

Kesimpulan Mutual exclusion Performance satu request-reply cukup untuk masuk relative banyak menggunakan bandwidth jaringan client delay bergantung pada frekuensi akses dan ukuran jaringan Fault tolerance biasanya mengasumsikan link yang handal beberapa dapat diadaptasikan untuk menerima crash Solusi Lainnya cukup untuk memperoleh persetujauan dari subset dari himpunan proses voting tertentu yang saling overlapping (Maekawa algorithm) Leader election algorithms Masalah

Terdapat N processes, yang dimungkinkan memiliki/tidak memiliki unique ids (UIDs) untuk sederhananya diasumsikan tidak terdapat crash harus memilih master coordinator yang unique diantara proses election dipanggil setalah tidak terdapat failure satu atau lebih proses dapat memanggil election secara simultan Requirements (LE1) Setiap process mengetahui P, yang merupakan identitas leader, dimana P adalah proses id yang unique (biasanya nilai maksimum) atau belum terdefinisi. (LE2) Semua proses berpartisipasi dan mencari identitas leader (yang tidak dapat tidak diidentifikasikan). Algoritma Chang&Roberts Asumsi ring tak berarah, asynchronous, dan setiap proses memiliki UID Pemilihan (Election) setiap proses pada awalnya (initial) merupakan non-participant menentukan leader (melalui election message): initiator menjadi participant dan mengirim UID yang dimilikinya ke neighbour ketika non-participant menerima pesan election, kemudian mengirim maximum UID yang dimiliki dan yang diterima serta kemudian menjadi participant. participant tidak mem-forward pesan election mengumumkan pemenang (elected message): ketika participant menerima pesan election dengan UID-nya, maka kemudian menjadi leader dan non-participant, serta mem-forwards UID dalam elected message selain itu, merekam UID leader, dan menjadi non-participant serta mem-forwards UID tersebut. Algoritma Itai&Rodeh Asumsi terdapat N process, ring tak berarah, dan synchronous processes tidak memiliki UIDs Election setiap proses memilih ID secara random dari himpunan {1,..K} non-unique! Tetapi cepat process mengirim semua ID ke seluruh ring setelah one putaran, jika terdapat suatu ID yang uniqueif there exists a unique ID then elect maka dipilih maksismu unique ID jika tidak maka mengulangi proses

Pertanyaan bagaimana loop berakhir?