Bab 2 Konsep Dasar Pemrograman BASIC

dokumen-dokumen yang mirip
Algoritma & Pemrograman 1B BASIC

STRUKTUR PROGRAM BASIC

RINGKASAN PEMROGRAMAN QUICK BASIC

KONSEP PEMROGRAMAN BASIC. Pertemuan VII

BASIC. BASIC (Beginner s All-purpose Symbolic Instruction Code)

Variabel, Tipe Data, dan Operator. Oleh : Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA

Program. Instruksi-instruksi yang diberikan kepada komputer agar dapat melaksanakan tugas-tugas tertentu

Universitas Komputer Indonesia

Turbo C adalah tool yang dipakai untuk membuat code program dalam bahasa C ataupun C++. Berikut adalah jendela utama Turbo C

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA

Lecturer: Abdusy Syarif. Undergraduate Course Informatics Engineering Dept. Universitas Mercu Buana. Tipe Data

Sesi/Perkuliahan ke: 3

PENGANTAR KOMPUTER & SOFTWARE I REPRESENTASI DATA

Bab 2. Dasar-Dasar Pemrograman C

BAB 4 PENGENALAN BAHASA C

MATERI 2 JENIS-JENIS DATA SEDERHANA & INPUT/OUTPUT DATA

Algoritma Pemrograman 1B (BASIC) Dosen : Nuraini Purwandari

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

Sesi/Perkuliahan ke: II

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

Struktur Data adalah : suatu koleksi atau kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi serta operasi yang didefinisikan terhadapnya.

Bab 2 DASAR-DASAR ALGORITMA

Algoritma dan Pemrograman

PENGANTAR KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 1A

VISUAL BASIC 6.0 PEMROGRAMAN KOMPUTER. Visual Basic

Struktur Bahasa C dan C++

DASAR PEMROGRAMAN. PENGANTAR BAHASA C ( Sejarah, Struktur Pemrograman, Tipe Data, Operator ) Djoko Soerjanto, M.Kom

PENGERTIAN VARIABEL, KONSTANTA DAN TIPE DATA

Bab 4 Perintah Perulangan

Tipe Data dan Variabel

PRAKTIKUM 3 DASAR PEMROGRAMAN C

Variabel, Operator Dan Ekspresi. Agus Priyanto, M.Kom

Tipe Data dan Operator

Arsitektur dan Organisasi Komputer

VARIABEL, OPERATOR DAN EKSPRESI

Type Data terdiri dari : - Data Tunggal : Integer, Real, Boolean dan Karakter. - Data Majemuk : String

UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Program Studi S-1 Teknik Informatika. Data & Ekspresi

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

Variabel merupakan tempat untuk menyimpan nilai sementara dari suatu perhitungan. Untuk mendeklarasikan sebuah variabel digunakan pernyataan :

Dasar Pemrograman Java

STATEMENT INPUT - OUTPUT

Saifoe El Unas 2. Free Format

Struktur Program. Rinta Kridalukmana

LOGIKA DAN ALORITMA. Pertemuan II:

PRAKTIKUM 3 DASAR PEMROGRAMAN C

Variabel dan Tipe data Javascript

Materi. Tipe, Variabel dan Operator Algoritma Pemrograman PENULISAN ALGORITMA PENULISAN ALGORITMA 15/03/2010 NAMA DAN EKSPRESI

Dasar Komputer dan Pemrograman. Konsep Tipe Data dan Operator Nama dan Nilai Data

Pengenalan Pascal/DevPascal

MODUL PEMOGRAMAN WEB II STMIK IM BANDUNG MODUL PEMOGRAMAN WEB II. Oleh: CHALIFA CHAZAR. Chalifa Chazar edu.script.id

.::BAB II.::MENGENAL PASCAL

Tipe data dasar merupakan tipe data yang disediakan oleh kompailer, sehingga dapat langsung dipakai Dalam algoritma dan pemrograman yang termasuk dala

MODUL II. OBJECK, PROPERTY, METHOD dan EVENT

Bahasa Pemrograman- TIS SKS

LAPORAN PRAKTIKUM RESMI TIPE DATA, KONSTANTA DAN VARIABEL

ELEMEN DASAR PROGRAM FORTRAN. Kuliah ke-2

>>> type ("5") <'type string'> >>> a= Belajar Python >>> type a <'type string'> AP2B Dini Triasanti Struktur Pemrograman Python (Bagian 2)

1. Integer Interger adalah data numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalam memori komputer sebagai angka bulat. Mengacu pada obyek

MODUL DUA VARIABEL DAN TIPE VARIABEL

TIPE DATA, VARIABLE, dan OPERATOR DELPHI

Pengenalan Visual Basic

Nama, Tipe, Ekspresi, dan Nilai

P3 Pengantar Pemrograman C

Tipe Data Dasar. Data bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau variabel.

KU-1072 PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI B (PTI B)

BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH PENGANTAR KOMPUTER & PRAKTIKUM (AKN) KODE / SKS KD / 4 SKS

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

Pengenalan Bahasa C++ Oleh : Agus Priyanto, M.Kom

VARIABEL, TIPE DATA DAN EKSPRESI Bab 2

Chapter 1 KONSEP DASAR C

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. Kusnawi, S.Kom, M.Eng

KONSEP DASAR BAHASA PASCAL

PERTEMUAN II Tipe Data, Variabel, Konstanta, Operator

Tabel 1. Jenis data integer Ukuran memori (dalam byte)

Algoritma dan Struktur Data

VISUAL BASIC 6.0 SETYO BUDI, M.KOM

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB II DASAR-DASAR PEMROGRAMAN C

MODUL 3 ALGORITMA PEMROGRAMAN

TIPE DATA PADA JAVA. Pertemuan (K-04/L-04)

PHP mendukung komentar yang digunakan pada C, C++ dan Shell Unix. Sebagai contoh:

STATEMENT INPUT-OUTPUT

BAB III Pengenalan Tipe Data dan Bahasa Pemrograman C/C++

Achmad Solichin.

BAB-2 : TIPE DATA, VARIABEL DAN OPERATOR

Tipe Data dan Variabel

Algoritma,Flowchart, Konsep

IT234 - Algoritma dan Struktur Data. Ramos Somya

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN 1B PERTEMUAN KE-2

MODUL II VARIABEL DAN TIPE DATA. Dalam pemrograman ada saatnya anda perlu memasukkan sebuah nilai sementara saat

JENIS-JENIS DATA DAN STATEMEN INPUT OUTPUT

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

MODUL I Pengenalan IDE Visual Basic 6.0

Kuliah III - Dasar Pemrograman

Algoritma & Pemrograman #3

Data bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau variabel.

Transkripsi:

Bab 2 Konsep Dasar Pemrograman BASIC Bahasa BASIC adalah salah satu bahasa tingkat tinggi (High Level Language) yang berorientasi ke pemecahan masalah (problem solving). BASIC yang merupakan singkatan dari Beginner s All purpose Symbolic Instruction Code, ditemukan oleh John G. Kemeny, profesor dari Darthmouth College dan Thomas E. Kurtz pada tahun 1960. Perintah-perintah dalam bahasa BASIC relatif mudah dipahami, baik oleh orang yang awam sekalipun. Banyak sekali jenis compiler dari versi bahasa BASIC yang ada di pasaran, semisal : BASICA, GWBASIC, MBASIC, Turbo BASIC, Quick BASIC, Power BASIC, dll, akan tetapi pada dasarnya kesemuanya bermuara pada style pemrograman yang sama yaitu bahasa BASIC itu sendiri. Bahasa BASIC kemudian dikembangkan dengan pemrograman yang lebih terstruktur, dengan tujuan agar sedapat mungkin dihindari penggunaan perintah GOTO yang menyebabkan program menjadi sukar dipahami alurnya. Pada pemrograman terstuktur terdapat perintah penyeleksian kondisi dan berbagai macam alternatif perintah perulangan. Bahasa BASIC yang sudah terstruktur, semisal TURBO BASIC dan Quick BASIC. Saat ini perkembangan bahasa BASIC sudah sedemikian pesatnya, sehingga terdapat software BASIC yang dapat dijalankan pada platform WINDOWS dan pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming) seperti VISUAL BASIC. II.1 Data, Konstanta dan Karakter Kata data adalah bentuk jamak dari kata datum yang berarti fakta. Data adalah istilah umum yang mewakili angka, karakter dan simbol-simbol lain yang berfungsi sebagai masukan untuk proses komputer. Data yang mewakili simbolsimbol bukan merupakan informasi kecuali dalam pengertian tertentu. halaman 11 Iwan Syarif

Jenis-jenis data di dalam setiap bahasa pemrograman belum tentu sama, namun biasanya terbagi menjadi beberapa bagian besar, yaitu : Data Numerik, yaitu jenis data yang digunakan dalam proses aritmatika atau proses matematis lainnya. Data String, yaitu jenis data yang dapat terdiri dari berbagai macam karakter. Digunakan untuk proses yang non matematis. Data Logika, yaitu data yang hanya terdiri dari dua satuan, yaitu benar (true) dan salah (false). Digunakan dalam suatu proses logika yang terdiri dari persamaan boolean. Secara umum tipe data dibagi dalam 2 kelompok besar, yaitu : a. Tipe String b. Tipe Numerik Suatu data sifatnya tetap, dan digunakan dalam pemrograman diistilahkan dengan konstanta. Ada dua tipe konstanta yaitu : a. Konstanta string/alphanumerik Contoh : Hello, PENS, Belajar Bahasa BASIC b. Konstanta numerik Konstanta bulat (integer) Desimal : terdiri atas angka 0 9, contoh : 200, 7, 45 Hexadesimal : terdiri atas angka 0 F, contoh : &HF00, &HFA3, &H2E Oktal : terdiri atas angka 0 7, contoh : &O107,&O112 Biner : terdiri atas angka 0 1, contoh : &B11001100,&B11110011 Konstanta titik tetap (real) Contoh : 10.13, 32.123, 0.42221 Konstanta titik mengambang (eksponensial) Yaitu konstanta yang dituliskan dengan scientific notation. Dengan bentuk umum : bulat.pecahan{e D} {[+] [-]+} pangkat Contoh : 2.23518E+2 halaman 12

II.2. Variabel Variabel (pengubah) adalah suatu lambang dari sebuah daerah di memori utama komputer yang dapat berisi suatu nilai. Variabel merupakan nama yang mewakili nilai data dimana nilai tersebut dapat berubah pada saat program dieksekusi. Pada setiap bahasa pemrograman, pemberian suatu nilai ke dalam suatu variabel (assignment) mempunyai bentuk penulisan yang berbeda-beda. Meskipun mempunyai arti yang sama dalam pemrogramannya. Dalam pemrograman bahasa BASIC, di depan penulisan variabel diberikan simbol untuk tiap jenis data yang diwakilinya. (Untuk tiap-tiap jenis data simbol yang diguanakan berbeda dan untuk data numerik, penambahan simbol tersebut sifatnya hanya opsional saja). Suatu variabel dapat mewakili : a. Nilai Konstanta Pecahan = 13.45 Nilai = 85 Nama$ = Andi b. Nilai dari pengubah lain Nama$= saya Pengarang$=Nama$ c. Nilai yang diperoleh dari kombinasi beberapa pengubah atau nilai konstanta dengan melalui operator Pi = 3.141593# Rad = derajat / 180 * pi Secara umum syarat-syarat penulisan nama variabel, adalah : a. Nama variabel jangan terlalu panjang, meskipun harus dengan jelas menunjukkan fungsi nilai data yang diwakilinya. (sebab setiap bahasa pemrograman mempunyai batas maksimal panjang nama variabel). b. Nama variabel tidak menggunakan tanda-tanda khusus seperti tanda baca dan spasi; meskipun dalam bahasa pemrograman tertentu dapat digunakan suatu pemisah dalam penulisan nama variabel. Dalam BASIC adalah titik (.). Misal : Nama.Siswa$ halaman 13

Jenis Variabel Di dalam bahasa BASIC suatu variabel dibedakan atas variabel numerik dan variabel string. Variabel numerik adalah variabel yang mengandung nilai numerik atau angka sedangkan variabel string adalah variabel yang berisi nilai huruf /alpha-numerik. Penggolongan variabel dalam bahasa BASIC dijelaskan pada tabel berikut ini : Jenis variabel Simbol Range nilai Memory yang dibutuhkan String $ 3 byte Integer % -32768 s/d 32767 2 byte Long Integer & -2.147.483.648 s/d 4 byte -2.147.483.647 Single precision! ±8.43x10-37 s/d 4 byte ±3.37x10 38 Double precision # ±4.19x10-307 s/d ±1.67x10 308 8 byte II.2.1. Variabel numerik A. Single Precision Variabel presisi tunggal (single precision) merupakan default dari variabel yang digunakan dalam bahasa BASIC. Jadi kalau membuat suatu variabel dan tidak ditambahkan karakter apapun (!,#,%,&,$) berarti variabel tersebut bertipe presisi tunggal. Selain itu variabel ini juga biasanya ditulis dengan tambahan karakter! di belakangnya. Variabel ini tergolong variabel yang dapat menampung bilangan real (pecahan) dan membutuhkan memory sebesar 4 byte. Variabel jenis ini mempunyai ketepatan sampai dengan 7 digit. Program 2.1. 'Variabel bertipe single precision ditulis dengan tanda! a!=100 b!=3 halaman 14

c!=a! / b! print c! 'Variabel single precision dapat juga ditulis tanpa tanda! x= 22 y= 7 z= x/y? z Output : 33.33333206176758 yang dapat dipercaya (significant) 3.142857074737549 hanya 7 digit pertama B. Double Precision Variabel bertipe ini mempunyai ketepatan sampai dengan 15 digit. Variabel ini selalu diakhiri dengan tanda # dan membutuhkan memory sebesar 8 byte. Program 2.2. 'Variabel bertipe double precision a#=100 b#=3 c#=a# / b# print c# x#= 22 y#= 7 z#= x#/y#? z# Output : 33.33333333333334 yang dapat dipercaya (significant) 3.142857142857143 sampai dengan 15 digit pertama C. Integer Variabel integer adalah variabel numerik yang dapat menampung bilangan bulat (tidak mengandung pecahan) dari 32768 sampai dengan 32767. Bila terdapat nilai pecahan maka akan dibulatkan. Pembulatannya adalah jika lebih besar atau sama dengan 5 maka akan dibulatkan ke atas, sedangkan jika halaman 15

kurang dari 5 akan dibulatkan ke bawah. Variabel jenis ini hanya membutuhkan memory sebesar 2 byte dan penulisannya selalu menggunakan tanda %. Program 2.3. 'Variabel bertipe integer cls a% = 22 b% = 7 c% = 22/7?c% d%= 5/4?d% e%= 10/4?e% Output 3 ---------------- pembulatan ke bawah 1 ---------------- hasilnya mestinya 1.25 dibulatkan ke bawah 2 ---------------- hasilnya mestinya 2.5 dibulatkan ke atas D. Long Integer Variabel ini juga hanya menyimpan bilangan bulat tetapi mempunyai jangkauan nilai yang jauh lebih besar daripada variabel bertipe integer. Variabel ini selalu diakhiri dengan tanda & dan membutuhkan memory sebesar 4 byte. Program 2.4. 'Perbandingan variabel integer dan long integer a= 100 b= 1000 c& = a*b?c& d% = a*b?d% Output : 100000 (tipe long integer) Terjadi overflow / error karena variabel integer maksimal hanya mampu menampung nilai -32768 s/d 32767 halaman 16

II.2.2. Variabel string Variabel string disebut juga dengan variabel alphanumerik. Variabel ini selalu menggunakan tanda $ dan membutuhkan memory sebesar 3 byte. Program 2.5. 'Contoh variabel string cls nama$="bento" rumah$="real estate" print "Namaku ";nama$;" rumah ";rumah$ a$="mukelu" b$="jauh"? a$+" "+b$+ Output Namaku Bento rumah real estate Mukelu jauh II.3. Operator Operator adalah simbol-simbol khusus yang digunakan untuk mengoperasikan suatu nilai data (operand). Ada beberapa jenis operator, yaitu : a. Operator Aritmatika Digunakan untuk mengoperasikan data-data numerik, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dll. Dalam proses aritmatika tersebut, pengerjaan operasi tergantung dari tingkat valensi operator-operator yang terlibat. Perpangkatan memiliki valensi tertinggi, kemudian dilanjutkan dengan perkalian, pembagian, pembagian bulat dan sisa pembagian, sedangkan penjumlahan dan pengurangan mempunyai valensi yang terendah. Operator Keterangan Hirarki ^ Pangkat 1 * Perkalian 2 / Pembagian real 2 halaman 17

\ Pembagian integer 2 MOD Modulus (sisa pembagian) 2 + Penjumlahan 3 - Pengurangan 3 b. Operator Relasi Digunakan untuk mewakili sebuah nilai logika (nilai boolean), dari suatu persamaan atau nilai. Operator-operator yang terlibat adalah : = : sama dengan > : lebih besar < : lebih kecil <> : tidak sama dengan >= : lebih besar atau sama dengan <= : kurang atau sama dengan c. Operator Logika Digunakan untuk mengoperasikan operand (konstanta, variabel, atau suatu ekspresi) secara logis. Operator-operator logika yang umum dalam bahasa pemrograman : AND, OR, NOT. II.4. Ungkapan (Ekspresi) Ungkapan dapat berupa konstanta (untai/numerik), variabel (untai/numerik) dan nilai tunggal yang diperoleh dengan mengkombinasikan operand dan operator, seperti 5+4. Ungkapan-ungkapan dibagi menjadi empat kategori : a. Ungkapan numerik 2 + 5 3 ^ 4 2 + 7 ^ 5 b. Ungkapan string ABCD + EFGH A$ + B$ halaman 18

Satu-satunya operator yang berlaku pada ungkapan string hanyalah tanda +, yang berfungsi untuk menggabungkan dua untai. c. Ungkapan relasi/hubungan Tipe untai dapat juga menggunakan operator relasi seperti halnya dengan tipe numerik. Misalnya diketahui bahwa A lebih kecil dari B d. Ungkapan logika NOT (A) A>5 AND B=4 A$= Agus OR A$= Doni II.5. Perintah-perintah Dasar Turbo BASIC mempunyai perintah dan fungsi yang banyak sekali. Berikut ini akan dijelaskan perintah-perintah dasar yang paling sering digunakan oleh para programmer pemula. II.5.1. Perintah-perintah Input Perintah-perintah input digunakan untuk memasukkan data ke dalam program melalui perangkat luar seperti keyboard, mouse, file, dll. Diantaranya adalah perintah INPUT, LINE INPUT, READ-DATA dan RESTORE INPUT Perintah INPUT digunakan untuk menerima masukan data dari keyboard. Variasi penggunaan dan cara penulisan perintah INPUT adalah sbb. : INPUT a INPUT x,y INPUT Masukkan alas :,alas INPUT Masukkan alas,tinggi :,alas,tinggi INPUT Masukkan kata :, kata$ Jika pada perintah input tidak ditambahkan pesan (yang tertulis di antara dua tanda petik), pada saat program di-run akan keluar tanda tanya yang artinya komputer menunggu pemakai program untuk memasukkan data yang halaman 19

diinginkan. Untuk mengakhiri proses pemasukan data harus ditekan tombol ENTER. Perintah INPUT dapat digunakan untuk memasukkan data numerik (angka) maupun string. LINE INPUT Perintah LINE INPUT digunakan untuk memasukkan suatu nilai string ke variabel string. Kelebihan perintah ini dibandingkan perintah INPUT biasa adalah bahwa perintah ini dapat digunakan untuk memasukkan rangkaian string yang dipisahkan oleh tanda koma. Tetapi perintah LINE INPUT tidak dapat digunakan untuk memasukkan data numerik. Contoh perbandingan perintan INPUT dan LINE INPUT : REM Menggunaan perintah INPUT INPUT Masukkan nama :,nama$ PRINT nama$ Output Masukkan nama : satu,dua,tiga satu output tidak sesuai dengan input REM Menggunaan perintah LINE INPUT LINE INPUT Masukkan nama :,nama$ PRINT nama$ Output Masukkan nama : satu,dua,tiga satu,dua,tiga READ-DATA Perintah READ dan DATA saling berhubungan. READ membaca data yang didefiniskan oleh perintah DATA. Jumlah perintah READ tidak boleh lebih banyak dari pada perintah DATA. Letak perintah READ boleh di atas perintah DATA maupun di bawahnya. Program 2. Data "Agus",75,"Budi",68 Data "Dewi",90 halaman 20

print nama$,nilai print nama$,nilai print nama$,nilai print nama$,nilai Data "Eko",65 Output : Agus 75 Budi 68 Dewi 90 Eko 65 RESTORE Nilai yang tertera pada instruksi DATA hanya dapat dibaca satu kali saja dengan instruksi READ. Agar nilai tersebut dapat dibaca kembali maka dapat digunakan instruksi RESTORE. Program Data "Agus",75? nama$,nilai? nama$,nilai out of data Jika program di atas dijalankan maka akan terjadi kesalahan (error) yaitu jumlah data lebih sedikit dari pada jumlah perintah READ, sehingga pada saat dijalankan perintah READ yang kedua terjadi out of data. Untuk mengatasi hal itu dapat digunakan perintah RESTORE Program Data "Agus",75 halaman 21

? nama$,nilai restore? nama$,nilai RUN Agus 75 Agus 75 II.5.2. Perintah-perintah Output PRINT Instruksi output merupakan instruksi yang digunakan untuk menampilkan hasil pengolahan data oleh komputer, baik melalui monitor, printer maupun media lainnya. Program? 1;2;3? "satu";"dua";"tiga"? 1,2,3? 1,,2? "satu","dua","tiga"? "satu" "dua" "tiga"? 10 20 30 Output : 1 2 3 satuduatiga 1 2 3 1 2 satu dua tiga satuduatiga 10 20 30 PRINT TAB Untuk mengatur jarak dari nilai yang akan dicetak di layar dapat digunakan perintah PRINT TAB. Perintah ini menggunakan nilai 1 s/d 80 halaman 22

Program : print "1234567890123456789012345678901234567890" print tab(1);"belajar";tab(10);"program";tab(25);"basic" RUN. 1234567890123456789012345678901234567890 Belajar Program BASIC PRINT USING Perintah PRINT USING dapat digunakan untuk mengatur banyak digit yang ingin ditampilkan di layar. Tanda yang digunakan dalam perintah PRINT USING # Menampilkan bilangan sebanyak dengan digit sebanyak tanda # +# Menampilkan tand + jika bilangannya positif $# Menampilkan tanda dollar di awal bilangan #.##^^^ Tampilkan output dengan notasi eksponen *# Menampilkan tanda * pada sisa spasi kosong di awal bilangan ###,### Menentukan pemisah digit ribuan dengan tanda, ###.## Menentukan jumlah digit pecahan Program : a=100000000 print using "###,###,###,###.##";a print using "##.###";10/3 print using "$###,###.##";12500 print using "*###,###,###,###.##";a print using #.##^^^^ ;1234000 Output : 100,000,000.00 3.333 $12,500.00 *****100,000,000.00 1. 23E+06 2. LPRINT Perintah LPRINT digunakan untuk menampilkan keluaran program ke printer. Tata cara penulisan sama persis dengan perintah PRINT biasa, hanya saja keluarannya tidak ditampilkan di monitor tetapi di printer. halaman 23