PANDUAN PENULISAN SOAL

dokumen-dokumen yang mirip
PEDOMAN PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 105 B. TUJUAN 105 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 105 D. UNSUR YANG TERLIBAT 106 E. REFERENSI 106 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 106

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 105 B. TUJUAN 105 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 105 D. UNSUR YANG TERLIBAT 106 E. REFERENSI 106 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 106

Kegiatan Belajar 3: Menulis Tes Hasil Belajar

KAIDAH PENULISAN SOAL. Parsaoran Siahaan-Fisika FPMIPA UPI Bandung

3 Telaah Soal Mandiri (format disediakan) 24 Nopember Pengumpulan Soal oleh Penelaah ke Panitia 26 Nopember 2015

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 105 B. TUJUAN 105 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 105 D. UNSUR YANG TERLIBAT 106 E. REFERENSI 106 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 106

TEKNIK PENGEMBANGAN SOAL OBJEKTIF Vinta A. Tiarani

TEKNIK PEMBUATAN KISI-KISI

PEMBUATAN TES TERTULIS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

INSTRUMEN TELAAH BUTIR SOAL

PENYUSUNAN TES BENTUK URAIAN DAN OBJEKTIF. Heri Retnawati

Penyusunan Kisi-Kisi Soal HOTS

BAB III METODE PENELITIAN

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI TELAAH BUTIR SOAL ULANGAN HARIAN PADA PEMBELAJARAN PKN DI KELAS XII IPS 2 SMA NEGERI 12 SEMARANG

UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS TES PILIHAN GANDA

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 12 B. TUJUAN 12 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 12 D. UNSUR YANG TERLIBAT 13 E. REFERENSI 13 F. URAIAN PROSEDUR KERJA 15

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai; tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang dipergunakan sebagai pedoman penyelengg

PENYUSUNAN TES HASIL BELAJAR

ASSESSMENT TRADISIONAL *

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES GEOMETRI DAN PENGUKURAN PADA JENJANG SMP

KAIDAH PENULISAN SOAL

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 118 B. TUJUAN 118 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 118 D. UNSUR YANG TERLIBAT 119 E. REFERENSI 119 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 120

PENGEMBANGAN INSTRUMEN UJI KOMPETENSI GURU

BAB I PENDAHULUAN. sendiri. Tuntutan itu sangat wajar dan masuk akal serta bukan termasuk isu

Kegiatan Belajar 4: Menelaah Tes Hasil Belajar

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG

Penyunting Suprartiningsih

BAB III METODE PENELITIAN

INSTRUMEN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini mengkaji kemampuan mahasiswa biologi FKIP Unila dalam

LISAN TULISAN OBSERVASI SKALA PENILAIAN SOSIOMETRI STUDI KASUS CHECKLIST

Lembar Penilaian Latihan/Ujian Praktek Mengajar LEMBAR PENILAIAN LATIHAN / UJIAN* PRAKTEK MENGAJAR

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41

BIDANG LOMBA : KARYA ILMIAH SISWA

Adapun beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2006 TENTANG UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2006/2007

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41

KEMAMPUAN GURU MATA PELAJARAN IPA DALAM PEMBUATAN SOAL ULANGAN DI SMP NEGERI 5 PURWODADI

DAFTAR ISI. Contents A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN C. RUANG LINGKUP KEGIATAN D. UNSUR YANG TERLIBAT E. REFERENSI...

B. Tema Finding Innovation to Enhance Safety Culture in Public Spaces

PENGEMBANGAN SILABUS MATA PELAJARAN PAI DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Oleh: Marzuki

BAB III METODE PENELITIAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar di sekolah atau yang lebih dikenal dengan istilah

Pengembangan Instrumen Penilaian Keterampilan Proses Sains Berbentuk Tes Esai untuk Mata Pelajaran Fisika SMA Kelas X

BAB II KAJIAN TEORI. A. Tes Tertulis sebagai Salah Satu Teknik Penilaian. disampaikan (Depdinnas, 2008:3). Depdiknas (2008:5) teknik pe

JENIS DAN PERENCANAAN EVALUASI P E R T E M U A N K E 4

BAB III METODE PENELITIAN. untuk menghasilkan suatu produk di bidang pendidikan. Sugiyono. menyatakan bahwa penelitian pengembangan adalah

Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur an surah Al-Mujadalah

Contoh Penyusunan PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR (POS) UJIAN PENDIDIKAN KESETARAAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs.

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENULISAN LKTI NASIONAL BIOEXPO 2017

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG UJIAN NASIONAL PENDIDIKAN KESETARAAN TAHUN 2008

CONTOH SOAL PEDAGOGIK Proses Penilaian (Assesmen) Berilah tanda silang pada jawaban yang paling benar dari sejumlah pilihan jawaban yang tersedia..

BAB III METODE PENELITIAN

Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran

PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA. Heru Kuswanto

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE

BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui keefektivan strategi

BAB III METODE PENELITIAN

EVALUASI PENDIDIKAN K I S I K I S I DR. MUSTAKIM,MM. Company LOGO

BAB III METODE PENELITIAN

MENGEMBANGKAN ALAT PENILAIAN HASIL BELAJAR

ATURAN PENULISAN NASKAH ILMIAH JURNAL TEKNOVASI

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 118 B. TUJUAN 118 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 118 D. UNSUR YANG TERLIBAT 119 E. REFERENSI 119 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 120

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan tujuan penelitian, yaitu untuk memperoleh gambaran mengenai

Gagne (1974): (A) kemampuan merencanakan materi dan

PANDUAN PENULISAN SOAL

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 1 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

PEMERINTAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA

SISTEM PENILAIAN MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN PAI

Jenis dan Karakteristik Soal. Oleh : Toto Fathoni

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH ( SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, ARTIKEL, MAKALAH, DAN LAPORAN PENELITIAN )

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN BUTIR SOAL PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA DI SEKOLAH DASAR

Dasar Penyusunan Tes Hasil Belajar

peningkatan kualitas kehidupan, serta pertumbuhan tingkat intelektualitas, dimensi pendidikan juga semakin kompleks. Hal ini tentu membutuhkan desain

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

BAB 1 PENDAHULUAN. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum yang

PEMETAAN BUTIR SOAL DALAM RANGKA MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH BATURETNO NASKAH PUBLIKASI

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D).

Pemanfaatan Data Pengujian (Asesmen) untuk Analisis Diagnostik Kesulitan Belajar Siswa dalam Perbaikan Proses Pembelajaran. Oleh : ANA, S.Pd. M.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. A. Deskripsi Waktu Pengembangan Film Pembelajaran

Bahan Ajar, Buku Ajar, Modul, dan Panduan Praktik

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAHAN AJAR Kompetensi Dasar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) TOPIK-4: Evaluasi HAsil Belajar dalam PJJ

Transkripsi:

PANDUAN PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA Pusat Penilaian Pendidikan BALITBANG-DEPDIKNAS i

i

KATA PENGANTAR Penilaian merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan untuk mengetahui perkembangan dan tingkat pencapaian hasil pembelajaran. Penilaian memerlukan data yang baik. Salah satu sumber data itu adalah hasil pengukuran. Pengukuran merupakan seperangkat langkah dalam rangka pemberian angka terhadap hasil kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengukuran ini biasanya dilakukan melalui tes: baik tes prestasi belajar maupun tes psikologi. Tes, sebagai alat ukur, perlu dirancang secara khusus sesuai dengan tujuan peruntukannya, dan perlu dipersiapkan dengan sebaikbaiknya, sesuai dengan kaidah-kaidah penyusunannya. Dalam suatu proses pengukuran sangat diperlukan tes yang bermutu baik, karena baik-buruknya mutu tes akan menentukan mutu data yang dihasilkan. Mutu data ini akan menentukan mutu rumusan hasil penilaian, dan selanjutnya akan menentukan mutu berbagai keputusan dan kebijakan kependidikan yang ditetapkan berdasarkan hasil penilaian itu. Pusat Penilaian Pendidikan sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki misi mengembangkan dan menyelenggarakan sistem penilaian pendidikan terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan para penulis soal dalam penyusunan tes yang baik, terutama dalam penulisan butir soal. Salah satu upaya itu adalah melalui penyusunan panduan penulisan soal pilihan ganda. Semoga panduan ini bermanfaat bagi para penulis soal. Jakarta, Juni 2007 Kepala, Burhanuddin Tola NIP 131 099 013 i

DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Ketentuan Penulisan Soal i ii iii Bab I Pendahuluan 1 Bab II Teknik Penyusunan Kisi-kisi 6 Bab III Teknik Penyusunan Soal Pilihan Ganda 11 A. Pengertian 11 B. Bentuk Tes Tertulis 11 C. Bentuk Soal Pilihan Ganda 12 D. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda 13 E. Kartu Soal 15 Bab IV Contoh-contoh Soal Pilihan Ganda 17 A. Contoh Soal IPA 17 B. Contoh Soal Matematika 22 C. Contoh Soal Bahasa 23 D. Contoh Soal IPS 25 ii

KETENTUAN PENULISAN 1. Hak dan Kewenangan a. Dalam pengembangan Bank Soal Nasional, Puspendik berwenang: 1) menyusun dan mebagikan panduan penulisan soal dilengkapi dengan contoh soal standar kepada para penulis; 2) menyusun dan membagikan spesifikasi naskah soal, kepada para penulis soal; 3) menyeleksi dan menentukan butir soal terpilih; 4) menyusun dan membagikan ketentuan harga perbutir soal dan mekanisme pembayaran; 5) membayar setiap butir soal sesuai ketentuan yang berlaku; 6) melakukan pembinaan penulis soal potensial; 7) mengevaluasi setiap penulis soal; 8) memberhentikan keanggotaan sebagai penulis soal berdasarkan pertimbangan kompetensi, kualitas soal, keplagiatan, dan ketentuan lainnya. b. Penulis 1) penulis adalah individu yang dipilih dan ditetapkan Puspendik sebagai penulis soal; 2) mentaati semua ketentuan yang berlaku tentang penulisan soal; 3) menyusun dan mengirimkan naskah soal ke Puspendik sesuai waktu dan spesifikasi soal yang telah ditentukan; 4) berhak menerima pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2. Penulisan Soal a. Naskah soal harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Puspendik. b. Naskah soal adalah karya orisinil penulis atau tim penulis, bukan plagiat. c. Tiap paket naskah soal dapat ditulis perseorangan atau kelompok. iii

d. Naskah soal harus sesuai dengan latar belakang pendidikan dan mengajar penulis. e. Naskah soal dilengkapi kunci dan pembahasannya, bagi soal yang memuat gambar grafik dan lain sebagainya agar dibuat jelas dan dituliskan sumbernya. f. Naskah soal diketik dalam kertas ukuran A4, Times New Roman 12, satu setengah spasi, margin atas, bawah, kiri, dan kanan masing-masing 2,5 cm, dan mengikuti kaidah penulisan soal standar seperti terlampir. Naskah soal dapat juga ditulis tangan rapih dan jelas pada kertas folio bergaris (tidak dianjurkan). g. Naskah soal dikemas ke dalam cd/disket, dan dapat dikirim melalui e-mail: puspendik@centrin.net.id dan atau surat ke pengelola Bank Soal Puspendik di Jl. Gunung Sahari Raya No. 4 (Eks Kompleks Siliwangi/Kompleks Balai Pustaka) Jakarta Pusat 10000. h. Naskah soal yang ditolak akan dikembalikan ke penulis melalui situs www.puspendik.com. i. Kriteria butir soal yang ditolak antara lain: butir soal tidak sesuai dengan indikator, butir soal tidak mengukur kompetensi yang ditetapkan, dan penulisannya tidak sesuai dengan kaidah penulisan soal standar Puspendik. 3. Keanggotaan a. Semua individu yang sudah terdaftar di pengelola Bank Soal Puspendik dan ditetapkan oleh pengelola menjadi anggota penulis soal lepas. b. Keanggotaan penulis berlaku dan mengikat secara individu. c. Keanggotaan penulis dievaluasi oleh pengelola secara periodik. d. Pengelola dapat mendiskualifikasi keanggotaan penulis berdasarkan: 1) kompetensi akademik ( latar belakang studi, dll); 2) keorisinilan naskah dan butir soal (plagiat); 3) kualitas naskah dan butir soal; dan 4) kriteria lain berkaitan kompetensi penulisan soal. iv

4. Mekanisme Pembayaran a. Pembayaran naskah soal dilakukan melalui rekening penulis, wesel atau melalui pengelola bank soal. b. Setiap butir soal yang diterima tanpa revisi mendapat bayaran lebih tinggi daripada butir soal yang diterima dengan revisi, khusus bagi soal yang ditulis tangan dikenakan potongan biaya pengetikan per butir soal. Butir soal yang ditolak tidak dibayar. c. Pajak ditanggung penulis. v

BAB I PENDAHULUAN Tes prestasi belajar adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang setelah menjalani proses pembelajaran. Tes ini penting sekali dilakukan oleh guru, sekolah maupun lembaga kependidikan untuk mengetahui seberapa jauh siswa sudah mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Hasil tes dapat digunakan oleh guru, sekolah, atau institusi kependidikan lainnya untuk mengambil keputusan atau umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar. Jadi secara tidak langsung tes dapat digunakan untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan pendidikan dari waktu ke waktu. Banyak cara yang dilakukan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Jika ditinjau dari penyiapan alat tes yang digunakan, maka pengukuran tes prestasi belajar dapat dibagi dua tipe yaitu (1) pengukuran yang menggunakan tes yang dibuat guru dan (2) pengukuran yang menggunakan tes standar. Bentuk tes yang dibuat guru di kelas tentunya berbeda dengan bentuk tes standar. Bentuk tes yang dibuat guru bisa sangat bervariasi, misalnya tes tertulis, tes lisan, tes kinerja, sikap dan pengukurannya lebih menekankan untuk mendapatkan informasi proses pembelajaran siswa dari hari ke hari. Sedangkan bentuk tes standar, soal dan penskorannya harus lebih objektif dan mudah dilakukan sehingga pada umumnya hanya menggunakan satu jenis penilaian saja yaitu tes tertulis, khususnya bentuk soal pilihan ganda. Hal ini disebabkan tes standar digunakan 1

untuk keperluan yang lebih luas dan umum, misalnya tes untuk bisa masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, tes untuk melihat daya serap siswa, tes pemantauan mutu siswa, dsb. Selain itu hasil dari tes standar harus bisa dilihat keterbandingannya Tes standar adalah tes dimana soal-soalnya sudah mengalami proses analisis baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat tes standar adalah (1) menentukan tujuan tes; (2) menentukan acuan yang akan dipakai oleh tes (criteria atau norma); (3) membuat kisikisi; (4) memilih soal-soal dari kumpulan soal yang sudah ada sesuai dengan kisi-kisinya. Apabila soal yang diambil merupakan soal baru, maka soal-soal tersebut harus melalui tahap telaah secara kualitatif, revisi, ujicoba, analisis hasil ujicoba sehingga diperoleh soal yang baik dari segi kualitatif maupun kuantitatif. Selain itu pengadministrasian tes (pelaksanaan tes) juga dibuat standar. Untuk tes prestasi belajar terstandar soal-soal harus mengacu pada tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa, dalam hal ini kurikulum atau SKL (Standar Kompetensi Lulusan) yang sudah ditetapkan apabila tes tersebut akan digunakan untuk kelulusan, dan proses penskorannya juga harus dilakukan secara standar terutama apabila ada soal berbentuk uraian, sehingga hasil dari tes tersebut dapat dilihat keterbandingannya. Untuk membuat tes prestasi belajar terstandar yang dapat digunakan setiap saat, dibutuhkan butir-butir soal cukup banyak. Kebutuhan butir-butir soal yang bagus dan banyak ini bisa diatasi apabila ada bank soal yang menyimpan soal-soal tersebut. Bank soal adalah kumpulan soal-soal dalam jumlah yang besar, dan mengukur pengetahuan yang sama, disimpan di dalam 2

komputer bersama dengan karakteristik setiap butir soalnya. Bank soal ini perlu dibuat dan harus selalu dikembangkan karena: 1. dapat menyiapkan tes yang dibutuhkan secara rutin dan lebih dari satu set; 2. memungkinkan diterapkannya tes melalui komputer (computer adaptive test cat), sehingga setiap saat peserta tes dapat mengikuti tes kapan saja; dan 3. kualitas tes dapat dipertanggungjawabkan. Pengembangan bank soal tes prestasi belajar merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh Puspendik. Kegiatan pengembangan bank soal ini dimulai dengan penulisan kisi-kisi, penulisan soal, telaah, ujicoba, analisis kuantitatif soal dan kalibrasi soal. Soal-soal yang terbukti bermutu baik secara kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan dan disimpan dalam bank soal. Alur kegiatan bank soal di Puspendik terlihat dalam diagram berikut. 3

Bagan Penulisan Bank Soal Puspendik Penulis Soal Soal Mentah D i t o l a k Diterima Kurang Baik Baik Revisi U j i C o b a Analisis Kuantitatif Bank Soal Kalibrasi Berdasarkan bagan tersebut terlihat bahwa pengembangan bank soal dilakukan melalui beberapa tahap. Tahap 1: Analisis secara kualitatif Soal-soal mentah yang dibuat oleh para penulis soal berdasarkan kisi-kisi yang disusun Puspendik akan masuk dalam kategori soal mentah. Soal mentah akan ditelaah secara kualitatif sehingga diperoleh soal baik tanpa revisi dan soal yang perlu direvisi serta soal yang ditolak. Soal yang perlu direvisi akan langsung direvisi sehingga diperoleh soal yang baik dan soal yang ditolak akan dikembalikan ke penulis soal. 4

Tahap 2: Analisis secara kuantitatif Soal-soal yang baik secara kualitatif akan dirakit untuk proses ujicoba sehingga diperoleh data-data respon jawaban siswa. Respon jawaban siswa ini dianalisis menggunakan komputer sehingga diperoleh soal-soal yang baik dengan data-data parameter tingkat kesukaran dan daya beda untuk setiap butir soal. Pengembangan bank soal ini harus dilakukan secara terus menerus sehingga diperoleh soal-soal yang cukup banyak sesuai dengan perubahan yang terjadi baik pada kurikulum maupun pada SKLnya. 5

BAB II TEKNIK PENYUSUNAN KISI-KISI Kisi-kisi dapat didefinisikan sebagai matrik informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis dan merakit soal menjadi tes. Dengan menggunakan kisi-kisi, penulis soal akan dapat menghasilkan soal-soal yang sesuai dengan tujuan tes dan perakit tes akan mudah menyusun perangkat tes. Berbagai paket tes yang memiliki tingkat kesulitan, kedalaman materi, dan cakupan materi sama (paralel) akan mudah dihasilkan hanya dengan satu kisi-kisi yang baik. Kisi-kisi soal yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: mewakili isi kurikulum yang akan diujikan; komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami; dan soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan. Pemilihan materi dalam penyusunan kisi-kisi hendaknya memperhatikan empat aspek sebagai berikut: urgensi, secara teoretis materi yang akan diujikan mutlak harus dikuasai siswa; relevansi, materi yang dipilih sangat diperlukan untuk mempelajari atau memahami bidang lain; kontinuitas, materi yang dipilih merupakan materi lanjutan atau pendalaman materi dari yang sebelumnya pernah 6

dipelajari dalam jenjang yang sama maupun antar jenjang;dan kontekstual, materi memiliki daya terap dan nilai guna yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penulisan soal tes prestasi belajar (TPB), seperti ujian harian, ujian semester, dan ujian kenaikan kelas, para pembuat soal perlu mengetahui penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) dalam kurikulum menjadi indikator soal (tidak selalu sama dengan indikator pembelajaran). Berdasarkan indikator ini, penulis soal dapat mengetahui kemampuan siswa yang akan diukur sehingga paket soal yang disusun merupakan deskripsi kompetensi siswa terhadap materi tertentu dalam kurikulum. Berikut ini adalah diagram yang menggambarkan proses penjabaran kompetensi dasar menjadi indikator. Bagan Penjabaran Kompetensi Dasar KOMPETENSI DASAR MATERI INDIKATOR SOAL : garis langkah-langkah penulisan butir soal... : garis pengecekan ketepatan rumusan butir soal Keterangan diagram Kompetensi Dasar : Kemampuan minimal yang harus dikuasai siswa setelah mempelajari materi pelajaran tertentu. Kompetensi dasar ini diambil dari Standar Isi. 7

Materi Indikator : Bahan ajar yang harus dikuasai siswa berdasarkan kompetensi dasar yang akan diukur. Penentuan materi (bahan ajar) yang akan diambil disesuaikan dengan indikator yang akan disusun. : Berisi ciri-ciri perilaku yang dapat diukur sebagai petunjuk untuk membuat soal. Soal : Disusun berdasarkan indikator yang dibuat. Diagram di atas menunjukkan bahwa seorang penulis soal dalam menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator perlu melalui langkah-langkah berikut: memilih kompetensi dasar yang akan diukur; menentukan materi (bahan ajar); membuat indikator yang mengacu pada kompetensi dasar dengan memperhatikan konteks/materi yang dipilih; dan menulis soal berdasarkan indikator yang dibuat. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang kesesuaian antara indikator yang disusun dan kompetensi dasar, disarankan untuk melihat kompetensi dasar dan materi yang ada dalam kisikisi. Indikator yang baik harus memiliki kriteria: memuat ciri-ciri kompetensi dasar yang akan diukur. memuat kata kerja operasional yang dapat diukur. berkaitan dengan materi (bahan ajar) yang dipilih. dapat dibuatkan soalnya. 8

Dalam penyusunan indikator, komponen -komponen yang perlu diperhatikan adalah subjek, perilaku yang akan diukur, dan kondisi/konteksnya. Sekarang mari kita lihat contoh format kisi-kisi penulisan soal berikut. Kisi-Kisi Penulisan Soal Ujian Akhir Sekolah Satuan Pendidikan : SMAN 1 Nyawang Mata Pelajaran : Kimia Program Studi : IPA Kurikulum : Tingkat Satuan Pendidikan Alokasi Waktu : 120 Menit Jumlah Soal : 30 Pilihan Ganda (PG), 5 Uraian Kompetensi Dasar Materi Kls/ Sem Indikator Bentuk Soal No. Soal Format kisi-kisi penulisan soal memuat identitas kisi-kisi dan matrik spesifikasi rumusan butir soal. Identitas kisi-kisi minimal memuat nama satuan pendidikan, mata pelajaran, program studi (jika ada), kurikulum, alokasi waktu, dan jumlah dan bentuk soal, sedangkan matrik spesifikasi setidaknya mencakup kompetensi dasar (KD), materi, kelas dan semester, indikator, bentuk soal, dan nomor soal. 9

Dalam KTSP, SK dan KD telah disediakan sehingga kita hanya memilihnya bukan menyusunnya, sedangkan untuk materi dan indikator, penulis soal harus menyusunnya, misalnya dengan menjadikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan sylabus sebagai salah satau referensi. Ingat, indikator yang terdapat dalam sylabus atau RPP tidak selalu otomatis bisa menjadi indikator butir soal. Indikator yang dikembangkan dalam RPP dan sylabus adalah indikator ketercapaian tujuan pembelajaran sedangkan indikator dalam kisi-kisi penulisan butir soal merupakan indikator untuk penyusunan butir soal. Sebagaimana sudah Anda ketahui, satu SK dapat memuat atau bisa dikembangkan menjadi beberapa KD (minimal satu KD), kemudian berdasarkan key word dalam KD, kita bisa menentukan materi. Sedangkan indikator butir soal disusun berdasarkan KD, satu KD bisa dikembangkan menjadi beberapa indikator (minimal satu indikator). Selain itu bentuk soal (penilaian) juga sangat ditentukan oleh KD dan indikator, sehingga KD tertentu hanya bisa diukur atau lebih tepat diukur dengan menggunakan bentuk soal tertentu. 10

BAB III TEKNIK PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA A. Pengertian Pengukuran secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis (paper and pencil test). Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk jawaban, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan sejenisnya. Tes tertulis merupakan teknik pengukuran yang banyak digunakan dalam menilai pencapaian kompetensi mata pelajaran sebagai hasil belajar. B. Bentuk Tes Tertulis Soal tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat dan uraian). Dilihat dari bentuk soalnya, tes tertulis dapat dikelompokkan menjadi tes tertulis objektif seperti pilihan ganda dan isian, dan tes tertulis non-objketif seperti bentuk soal uraian non-objketif. 11

C. Bentuk Soal Pilihan Ganda Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan. Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihan jawaban terdiri atas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus berfungsi, artinya siswa memungkinkan memilihnya jika tidak menguasai materinya. Soal pilihan ganda dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi, mengukur berbagai tingkatan kognitif, serta dapat mencakup ruang lingkup materi yang luas dalam suatu tes. Bentuk ini sangat tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri. Hanya saja, untuk meyusun soal pilihan ganda yang bermutu perlu waktu lama dan biaya cukup besar, disamping itu, penulis soal akan kesulitan membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi, terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban, dan peserta mudah mencotek kunci jawaban. Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segi materi, konstruksi, maupun bahasa. Selain itu soal yang dibuat hendaknya menuntut penalaran yang tinggi. 12

Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara : mengidentifikasi materi yang dapat mengukur perilaku pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, atau evaluasi. Perilaku ingatan juga diperlukan namun kedudukannya adalah sebagai langkah awal sebelum siswa dapat mengukur perilaku yang disebutkan di atas; membiasakan menulis soal yang mengukur kemampuan berfikir kritis dan mengukur keterampilan pemecahan masalah; dan menyajikan dasar pertanyaan (stimulus) pada setiap pertanyaan, misalnya dalam bentuk ilustrasi/bahan bacaan seperti kasus, contoh, tabel dan sebagainya. D. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda Dalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidahkaidah sebagai berikut: Materi 1. Soal harus sesuai dengan indikator. 2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. 3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar. Konstruksi 4. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. 5. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. 6. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban 13

benar. 7. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. 8. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. 9. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, "Semua pilihan jawaban di atas salah", atau "Semua pilihan jawaban di atas benar". 10. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya. 11. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. 12. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Bahasa 13. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. 14. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional. 15. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif. 16. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Catatan Jumlah pilihan jawaban untuk soal SD dan SMP adalah empat pilihan Jumlah pilihan jawaban untuk SMA dan sederajat yaitu lima pilihan 14

E. Kartu Soal (Tampak Depan) DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN KARTU SOAL Jenis Sekolah : Bahan Kelas/Semester : Mata Pelajaran : Kurikulum : Penyusun : Unit Kerja : Buku Sumber Proses Kognitif Tingkat Kesukaran Fakta Sangat Mudah Standar Kompetensi Penerapan Interpretasi Pemecahan Masalah Penalaran & Komunikasi (1) Mudah Sedang Sukar Kompetensi Dasar Materi Indikator Pilihan Jawaban A B C D E Tingkat Kesukaran Daya Beda Guessing Value 15

(Tampak Belakang) No. Rumusan Butir Soal Kunci Pembahasan Catatan: (1). Khusus matematika, proses kognitifnya adalah penerapan konsep, pemecahan masalah, dan penalaran dan komunikasi (2). Diisi Penulis Diisi Puspendik 16

BAB IV CONTOH-CONTOH SOAL PILIHAN GANDA A. Contoh Soal IPA Contoh soal Fisika Fatima memegang lampu senter dekat tongkat. Tongkat akan membentuk bayangan seperti pada gambar. Fatima kemudian menggerakkan lampunya. Setelah lampu digerakkan posisi bayangan tongkat tidak berubah, tetapi menjadi lebih panjang. 17

Diagram namakah yang menunjukkan perpindahan gerakan lampu yang dipegang Fatima? (ETC, 1998) 18

Contoh soal Biologi Percobaan berikut menggambarkan kondisi yang dibutuhkan tanaman agar terjadi pembungaan. Hasil percobaan tersebut adalah sebagai berikut. Apa yang dapat disimpulkan dari percobaan di atas? A. Tumbuhan akan berbunga di tempat yang seluruhnya gelap. B. Batang tanaman harus terkena cahaya matahari agar tumbuhan berbunga. C. Semua tumbuhan harus terkena cahaya matahari agar dapat berbunga. D. Daun tumbuhan harus terkena cahaya matahari agar tumbuhan dapat berbunga. (ETC, 1998) 19

Contoh soal Kimia 1. Beberapa senyawa kimia memiliki atom-atom dalam bentuk tertentu seperti tampak di bawah ini. Bagaimana bentuk dari cyclohexane? (ETC, 1998) 20

2. Zat A, B, dan C dilarutkan ke dalam tiga gelas kimia berisi air, ph larutan yang terjadi diilustrasikan dalam grafik berikut ini. ph 7 P Q R Unsur Unsur P, Q, dan R diperkirakan? P Q R A. Si P S B. Na Al P C. Co Ni Cu D. Li Na K E. Fe Co Zn 21

B. Contoh Soal Matematika Grafik berikut menggambarkan konsumsi bensin di Provinsi A dalam tujuh tahun terakhir. Kosumsi Bensin Provinsi A 40 37 Juta Liter 35 30 25 20 15 10 10 12 15 19 24 30 5 0 1 2 3 4 5 6 7 Tahun Jika kecenderungan konsumsi tersebut berlanjut, berapa juta liter perkiraan konsumsi bensin pada tahun ke-8? A. 40 B. 43 C. 44 D. 45 E. 47 22

C. Contoh Soal Bahasa Contoh soal Bahasa Inggris Dear friends, You re invited to join my birthday party on : Day/date : Friday, September 15, 2006 Time Place : 7 p.m. - 10 p.m. : Jl Cipinang Lontar rt 14/06 no.61 Jakarta Timur 13420 I m looking forward to seeing you Yours Yani The purpose of the letter is to invite Yani s friends A. to come to her birthday party B. to have a group discussion C. to join the garden party D. to join in the costume party 23

Contoh soal Bahasa Indonesia Bacalah teks berikut dengan saksama! Standarisasi Mutu Lewat Ujian Nasional Penjelasan Wakil Presiden dan Menteri Pendidikan Nasional soal ujian nasional melegakan kita. Pro dan kontra wacana jadi dan tidaknya penyelenggaraan ujian nasional sudah ada kepastian. Tahun ini diselenggarakan ujian nasional sekolah lanjutan tingkat pertama dan sekolah lanjutan tingkat atas. Menurut Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, pada bulan Mei diselenggarakan ujian nasional sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan bahwa ujian nasional tidak menentukan kelulusan. Ujian nasional diselenggarakan dalam rangka mengukur pencapaian standar nasional. Pendapat pro dan kontra soal ujian nasional selalu muncul pada setiap menjelang akhir tahun ajaran. Namanya berubah-ubah. Tahun lalu bernama ujian akhir nasional, sebelumnya evaluasi belajar tahap akhir atau ebtanas, tahun ini ujian nasional. Fakta dalam tajuk tersebut terdapat pada A. kalimat pertama paragraf I dan kalimat kedua paragraf II B. kalimat ketiga paragraf I dan kalimat kesatu paragraf III C. kalimat ketiga paragraf I dan kalimat ketiga paragraf III D. kalimat ketiga paragraf II dan kalimat ketiga paragraf III 24

D. Contoh Soal IPS Contoh soal Geografi Perhatikan gambar bentuk muka bumi berikut. Bentukan B pada gambar di atas terjadi akibat proses geologi yang disebut A. patahan yang membentuk horst B. patahan yang membentuk graben C. lipatan yang membentuk horst D. tumbukan lempengan yang membentuk patahan 25

Contoh soal Sejarah Agresi milier II yang dilakukan Belanda pada tahun 1948 memaksa pemerintah Indonesia memberikan mandat kepada Mr. Maramis, dr Sudarmo, dan N. Pallar untuk membentuk pemerintah pelarian di New Delhi India, selain membentuk pemerintah darurat RI di Bukittinggi Sumatera Barat. Mengapa tindakan tersebut dilakukan pemerintah Indonesia? A. India merupakan negara pertama yang mendukung perjuangan Indonesia. B. Pemerintah Darurat RI di Bukittinggi sudah terkepung pasukan Belanda. C. Memenuhi tawaran Perdana Menteri India J Nehru yang bersimpati. D. Sebagian menteri kabinet ketika itu berada di negara tersebut.. E. Ibukota RI di Jakarta sudah berada di bawah kekuasaan Belanda. 26

27

28